Anda di halaman 1dari 9

BALITA

a. BALITA UMUR 0-5 BULAN


1) Status gizi anak
a) Status gizi BB/U
Status gizi balita berdasarkan BB menurut Umur yang tergolong
normal sebanyak 14 orang (93,3%) dan 1 orang (6,7%) yang
tergolong lebih.
b) Status gizi TB/U
Status gizi balita berdasarkan TB menurut Umur yang tergolong
normal sebanyak 13 orang (86,7%) dan pendek sebanyak 1 orang
(6,7%), sangat pendek sebanyak 1 orang (6,7%).
c) Status gizi BB/TB
Status gizi balita berdasarkan BB menurut Tb yang tergolong normal
sebanyak 13 orang (86,7%), dan gemuk sebanyak 2 orang (13,3%).
2) Pola asuh anak
pola asuh anak umur 0-5 bulan di Desa Bojo Baru tergolong kurang
(73,3%).
3) Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI
pengetahuan ibu tentang pemberian ASI anak umur 0-5 bulan di Desa
Bojo Baru tergolong kurang (93,3%).
4) Praktek pemberian ASI
Praktek pemberian ASI anak umur 0-5 bulan di Desa Bojo Baru
tergolong kurang (53,3%).
5) Praktek PHBS
Praktek pola hidup dan bersih anak umur 0-5 bulan di Desa Bojo Baru
tergolong kurang (73,3%).
6) Tingkat Asupan zat gizi
Asupan ibu anak umur 0-5 bulan di Desa Bojo Baru tergolong baik pada
vitamin A yaitu 14 orang (93,3%) dan tergolong kurang pada energi,
lemak, fe (73,3%).
b. BALITA UMUR 6-11 BULAN
1) Status gizi anak
a) Status gizi BB/U
Status gizi balita berdasarkan BB menurut Umur yang tergolong baik
sebanyak 17 orang (94,4%), buruk sebanyak 1 orang (5,6%).

b) Status gizi TB/U


Status gizi balita berdasarkan TB menurut Umur yang tergolong
normal sebanyak 13 orang (72,2%), pendek sebanyak 4 orang
(22,2%), sangat pendek 1 orang (5,6%).
c) Status gizi BB/TB
Status gizi balita berdasarkan BB menurut TB yang tergolong normal
sebanyak 13 orang (72,2%), kurus sebanyak 3 orang (16,7%), dan
gemuk sebanyak 2 orang (11,1%).

2) Pola asuh anak


Pola asuh anak umur 6-11 bulan di Desa Bojo Baru yang tergolong baik
sebanyak 14 orang (77,8%) dan kurang sebanyak 4 orang (22,2%).
3) Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI
Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI anak umur 6-11 bulan di Desa
Bojo Baru tergolong kurang sebanyak 12 orang (66,7%) dan yang baik
sebanyak 6 orang (33,3%).
4) Praktek pemberian ASI
Praktek pemberian ASI anak umur 6-11 bulan di Desa Bojo Baru
tergolong kurang sebanyak 11 orang (61,1%) dan yang baik sebanyak 7
orang (38,9%).
5) Praktek PHBS
Praktek pola hidup dan bersih anak umur 0-5 bulan di Desa Bojo Baru
tergolong kurang sebanyak 12 orang (66,7%) dan yang baik sebanyak 6
orang (33,3%).
6) Tingkat Frekuensi makan
Frekuensi makan makanan pokok pada umumnya baik sebanyak 14
orang (77,8%), pada lauk hewani pada umumnya kurang sebanyak 10
orang (55,6%), lauk nabati pada umumnya kurang sebanyak 11 orang
(61,1%), sayuran pada umumnya kurang sebanyak 11 orang (61,1%),
dan buah-buahan pada umumnya kurang sebanyak 13 orang (72,2%).

7) Tingkat Asupan zat gizi


Asupan ibu anak umur 6-11 bulan di Desa Bojo Baru tergolong kurang
pada energi sebanyak 16 orang (88,9%), asupan protein pada umumnya
kurang sebanyak 15 orang (83,3%), asupan lemak pada umumnya
kurang sebanyak 17 orang (94,4%), karbohidrat pada umumnya kurang
sebanyak 13 orang (72,2%), asupan vitamin A pada umumnya kurang
sebanyak 16 orang (88,9%), asupan vitamin C pada umumnya kurang
sebanyak 18 orang (100%), asupan Fe pada umumnya kurang
sebanyak 13 orang (72,2%), asupan kalsium pada umumnya baik
sebanyak kurang sebanyak 13 orang (72,2%).
c. BALITA UMUR 12-60 BULAN
1) Status gizi anak
Status gizi anak umur 12-60 bulan di Desa Bojo Baru tergolong baik
pada indikator BB/TB (81,5%) sebanyak 22 orang dan tergolong kurang
pada indokator BB/U & BB/TB yaitu status gizi lebih sebanyak 1 orang.
2) Pola asuh anak
Pola asuh anak umur 12-60 bulan di Desa Bojo Baru yang tergolong
kurang (51,9%).
3) Pengetahuan ibu tentang pemberian makan
Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI anak umur 12-60 bulan di Desa
Bojo Baru tergolong kurang (55,6%).
4) Praktek pemberian makan
Praktek pemberian ASI anak umur 12-60 bulan di Desa Bojo Baru
tergolong kurang (51,9)
5) Praktek PHBS
Praktek pola hidup dan bersih anak umur 12-60 bulan di Desa Bojo Baru
tergolong kurang (77,8%).

6) Tingkat Frekuensi makan

Frekuensi makan makanan pokok pada umumnya baik pada vitamin A


yaitu 14 orang (93,3%) dan tergolong kurang pada energi, lemak, fe
(73,3%).
7) Tingkat Asupan zat gizi
Asupan ibu anak umur 12-60 bulan di Desa Bojo Baru tergolong baik
pada vitamin A yaitu 18 orang (66,7%) dan tergolong kurang pada energi
dan kalsium (100%) sebanyak 27%.
1. IBU HAMIL
1) Asupan energi pada umumnya kurang sebanyak 10 orang (100%), asupan
protein pada umumnya baik sebanyak 9 orang (90%), asupan lemak pada
umumnya kurang sebanyak 9 orang (90%), asupan karbohidrat pada
umumnya baik sebanyak 9 orang (90%), asupan vitamin A pada umumnya
baik sebanyak 8 orang (80%), asupan vitamin C pada umumnya kurang
sebanyak 9 orang (90%), asupan Fe pada umumnya kurang sebanyak 10
orang (100%), asupan kalsium pada umumnya kurang sebanyak 9 orang
(90%).
2) Usia kandungan ibu yang yang < 18 minggu pada umumnya sebanyak 5
orang (50%) dan usia kandungan ibu yang yang lebih besar dari 18
minggu pada umumnya sebanyak 5 orang (50%) , pada umumnya
merupakan kehamilan pertama sebanyak 4 orang (40%), pada umumnya
usia anak termuda yakni 3 dan 5 tahun sebanyak 2 orang dan 2 orang
(20%) dan (20%),

pemeriksaan kehamilan pada umumnya pernah

memeriksakan kehamilannya selama 3 bulan terakhir sebanyak 9 orang


(90%), tempat memeriksakan kehamilan pada umumnya di puskesmas
sebanyak 5 orang (55,6%), ibu yang mengkonsumsi tablet ibu hamil pada
umumnya sebanyak 7 orang (70%), pada umumnya yang tidak rutin
mengkonsumsi hanya 3 orang (30%) serta alasan yang

tidak

mengkonsumsi pada umumnya tidak tahu adalah sebanyak 2 orang


(20%). Pada umumnya jumlah ibu hamil yang mengkonsumsi tablet ibu

hamil < 10 buah dalam sehari adalah sebanyak 3 orang (30%), ibu yang
tidak mengkonsumsi susu ibu hamil pada umumnya sebanyak 6 orang
(60%), merk susu yang dikonsumsi pada umumnya adalah Lactamil
sebanyak 2 orang (50%) dan prenagen sebanyak 2 orang (50%), yang
mengkonsumsi 5-6 kali dalam sehari adalah sebanyak 2 orang (50%),
sebanyak 3 orang (75%) yang mengkonsumsi lebih dari 1 gelas dalam
sehari, ibu yang tidak memiliki makanan pantangan selama hamil
sebanyak 7 orang (70%) dan jenis makanan pantangan yakni dilarang
makan udang,cumi dan kepiting, makan garam dan yang berminyak serta
manis karena gondok masing-masing sebanyak 1 orang (33,3%). Alasan
memantangkan

makanan

tersebut

adalah

menimbulkan

masalah

kesehatan sebanyak 2 orang (66,7%).


3) Pengertian kurang darah pada umumnya adalah kurang sebanyak 10
orang (100%), gejala kurang darah adalah pusing pada umumnya baik
sebanyak 5 orang (50%) dan yang kurang sebanyak 5 orang (50%) , pucat
pada umumnya kurang sebanyak 10 oraang (100%) cepat lelah pada
umumnya kurang sebanyak 9 orang (90%), dan sesak nafas pada
umumnya kurang sebanyak 10 orang (100%), penyebab kurang darah
pada umumnya kurang sebanyak 8 orang (80%), cara mencegah kurang
darah adalah mengkonsumsi tablet Fe pada umumnya kurang sebanyak
10 orang (100%), mengonsumsi sayuran hijau pada umumnya kurang
sebanyak 10 orang (100%), mengonsumsi makanan hewani pada
umumnya kurang sebanyak 10 (10%), akibat buruk kurang darah pada
umumnya adalah kurang sebanyak 10 orang (100%), pengertian KEK
pada umumnya

kurang sebanyak 10 orang (100%), cara mengetahui

bumil yang mengalami KEK pada umumnya kurang sebanyak 10 orang

(100%), akibat buruk yang ditimbulkan KEK yakni BB selama hamil tidak
bertambah pada umumnya kurang sebanyak 10 orang (100%), akibat
buruk yang ditimbulkan KEK yakni bayi lahir preature pada umumnya
kurang sebanyak 10 orang (100%), akibat buruk yang ditimbulkan KEK
yakni bayi lahir dengan BB rendah pada umumnya kurang sebanyak 10
orang (100%), cara mencegah KEK pada umumnya kurang sebanyak 10
orang (100%), dan porsi makan selama kehamilan pada umumnya baik
sebanyak 6 orang (60%).
4) Pengertian IMD pada umumnya kurang sebanyak 9 orang (90%), manfaat
IMD pada umumnya kurang sebanyak 9 orang (90%), pengertian ASI
pada umumnya kurang pemberian ASI saja sebanyak 7 orang (70%),
manfaat ASI eksklusif pada umumnya kurang sebanyak 10 orang (100%),
batasan umur pemberian ASI pada umumnya baik sebanyak 6 orang
(60%), cara menyusui pada umumnya baik sebanyak 7 orang (70%), lama
menyusui pada umumnya kurang sebanyak 7 orang (70%), cara
mengatasi masalah menyusui (puting lecet, bengkak, perih dll) pada
umumnya kurang sebanyak 7 orang (70%), cara mengatasi masalah
praktek menyusui

(putting lecet, bengkak, perih dll) pada umumnya

kurang sebanyak 7 orang (70%).


2. KADER
1) Lama menjadi kader pada umumnya > 3 tahun sebanyak 5 orang
(100%), memiliih menjadi kader pada umumnya kesadaran sendiri
sebanyak 2 orang (40%), mengikuti pelatihan kader pada umumnya
yang pernah sebanyak 5 orang (100%), frekuensi pelatihan dalam 1
tahun terakhir pada umumnya lebih dari dua kali sebanyak 3 oarng
(60%), tempat pelatihan pada umumnya di Kantor dinas kesehatan

sebanyak 2 orang (40%), pelaksana kegiatan pada umumnya


puskesmas sebanyak 3 orang (60%), materi tentang pengisian KMS
pada umumnya yang pernah mendapatkan sebanyak 1 orang (20%),
materi tentang ASI eksklusif pada umumnya yang tidak pernah
mendapatkan sebanayak 3 orang (60%), materi MP-ASI pada
umumnya yang tidak pernah mendapatkan sebanyak 3 orang (60%),
materi tentang PHBS pada umumnya pernah mendapatkan sebanyak
3 orang (60%), materi tentang KADARZI pada umumnya yang tidak
pernah mendapatkan 3 orang (60%), materi tentang penimbangan
pada umumnya yang tidak pernah mendapatkan sebanyak 3 oarng
(60%), dan materi tentang olahraga pada umumnya yang tidak pernah
mendapatkan sebanyak 4 orang (80%), partisipasi kader dalam setiap
bulan pada umumnya sebanyak 5 orang (100%).
2) Peran dan fungsi kader di Desa Bojo Baru tergolong kurang (100%).
3) Pengetahuan kader mengenai KMS di Desa Bojo Baru tergolong
kurang (80%).
4) Pengetahuan kader mengenai kekurangan vitamin A di Desa Bojo Baru
tergolong kurang (60%).
5) Pengetahuan kader mengenai anemia zat besi di Desa Bojo Baru
tergolong kurang (100%).
6) Pengetahuan kader mengenai kurang energi kronik di Desa Bojo Baru
tergolong kurang (100%).
7) Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI di Desa Bojo Baru tergolong
kurang (100%).
8) Pengetahuan ibu tentang praktek pemberian makan di Desa Bojo Baru
tergolong kurang (80%).
3. ANAK SEKOLAH
Umur anak sekolah dasar kelas 3 di SDN 100 INPRES BALOSI pada
umumnya 8 tahun sebanyak 6 orang (42,9%), jenis kelamin pada umumnya lakilaki sebanyak 9 orang (64,3%), pada umumnya dari anak ke 2 sebanyak 6 orang
(42,9%), pada umumnya dari 3 bersaudara sebanyak 7 orang (50%), jumlah

anggota keluarga pada umumnya 5 orang sebanyak 7 orang (50%), pekerjaan


ayah anak pada umumnya buruh sebanyak 6 orang (42,9%), pekerjaan ibu anak
pada umumnya ibu rumah tangga sebanyak 6 orang (42,9%), berat badan anak
pada umumnya 18-20 kg sebanyak 7 orang (50%) dan 21-27 kg sebanyak 7
orang (50%), tinggi badan anak pada umumnya 116-119 cm sebanyak 5 orang
(35,7%).
1) Kebiasaan jajan anak
Anak yang memperoleh uang jajan saat ke sekolah pada umumnya ya
sebanyak 14 orang (100%), uang jajan yang diperoleh setiap hari pada
umumnya Rp.2000,00 sebanyak 7 orang (50%), pada umumnya anak
pernah jajan di sekolah sebanyak 13 orang (92,9%), seberapa sering anak
jajan di sekolah pada umumnya lebih besar dari 4 kali sebanyak 7 orang
(50%), lokasi tempat jajan disekolah pada umumnya di kantin sekolah
sebanyak 13 orang (92,9%), jenis jajan yang dikonsumsi pada umumnya
makanan berat sebanyak 4 orang (28,3%), alasan memilih jajanan pada
umumnya suka/rasanya enak sebanyak 9 orang (64,3%), jumlah yang
dikonsumsi pada umumnya 1 porsi sebanyak 10 orang (71,4%), anak yang
pernah jajan dirumah pada umumnya ya sebanyak 11 orang (78,6%),
seberapa sering anak jajan di rumah dalam seminggu pada umumnya lebih
dari 4 kali sebanyak 5 orang (35,7%) dan tidak tahu sebanyak 5 orang
(35,7%), lokasi temoat jajan di rumah pada umumnya di tetangga sebanyak
10 orang (71,4%), jenis jajanan yang dikonsumsi pada umumnya makanan
ringan sebanyak 6 orang (42,9%), alasan memilih jajanan pada umumnya
karena suka/rasanya enak sebanyak 8 orang (57,1%), dan jumlah yang
dikonsumsi pada umumnya lebih dari 1 porsi sebanyak 6 orang (42,9%).
2) Kebiasaan mengkonsumsi sarapan siswa
Anak yang biasa sarapan di rumah pada umumnya sarapan sebanyak 14
orang (100%), seberapa sering anak sarapan dalam seminggu pada
umumnya lebih dari 4 kali sebanyak 10 orang (71,4%), jenis sarapan yang
dikonsumsi pada umumnya makanan sebanyak 8 orang (61,5%), alasan
memilih jajanan pada umunya suka/rasanya enak sebanyak 6 orang
(42,9%), jumlah yang dikonsumsi pada umumnya 1 porsi sebanyak 7 orang
(50%), dan yang menyediakan sarapan pada umumnya adalah Ibu sebanyak
10 orang (71,4%).
3) Status gizi anak

Nilai Z-Score anak berdasarkan umur pada umumnya normal sebanyak 14


orang (100%).