Anda di halaman 1dari 10

A.

PENDAHULUAN
Sebagai manusia kita hidup dalam dunia penuh perubahan. Perubahan
merupakan sesuatu hal yang pasti (terjadi, dan akan terjadi), sebagaimana yang
telah diketahui manusia sejak zaman dahulu. Dengan demikian berarti bahwa
manusia berarti senantiasa berubah sesuai dengan tuntutan itu sendiri.
Perubahan yang di maksud meliputi misalnya perubahan dalam perilaku,
perubahan dalam sisterm nilai dan penilaian, perubahan dalam cara-cara bekerja,
dalam peralatan yang digunakan, perubahan dalam cara berpikir maupun
perubahan dalam hal bersikap.
Dalam pandangan filosofis Heraklitos, hidup dimaknai sebagai perubahan.
Panta rhei kai ouden menei,demikian kata Heraklitos. Tiada yang tetap,
semuanya mengalir, semuanya berubah (Bagus, 1996). Pada berbagai
masyarakat di berbagai belahan dunia, ilmuwan sosial melihat perubahan sebagai
fenomena tak terhindarkan (unavoidable phenomena). Adanya gejala-gejala
seperti depersonalisasi, frustrasi dan apati; pendapat mengenai norma susila yang
sebelumnya dianggap benar; perbedaan pendapat tentang sikap dan nilai yang
sesuai untuk kehidupan yang lebih manusiawi; atau kenyataan generation gap,
merupakan beberapa contoh yang dengan mudah diidentifikasi.
Merujuk pada Schramm dan Lerner (1978) sebab-sebab yang mendorong
terjadinya perubahan juga sangat beragam. Apapun penyebabnya dalam konteks
kehidupan sosial, terjadinya perubahan dapat mengarah pada dua keadaan,
yakni perubahan ke arah yang lebih baik (progress) dan perubahan ke arah yang
lebih buruk (regress).

B. PEMBAHASAN
Teori Perubahan dari Ahli-Ahli
1. Teori Perubahan Lippit
Lippit ingin menunjukkan langkah-langkah yang harus ditempuh
untuk mengadakan pembaharuan. Langkah-langkahnya meliputi:
a. Menentukan diagnosa terlebih dahulu pada masalah yang ada
b.

Mengadakan penilaian terhadap motivasi dan kemampuan dalam


perubahan

c.

Melakukan penilaian terhadap motivasi pasien/agen dan sumber daya.

d.

Memilih tujuan perubahan yang progresif

e.

Menetapkan peran dari pembaharuan sebagai agen perubahan


(pendidik, peneliti, pemimpin)

f.

Mempertahankan hasil dari perubahan yang telah dicapainya

g.

Melakukan

penghentian

bantuan

supaya

harapan

peran

dan

tanggungjawab dapat tercapai secara bertahap


2. Teori Perubahan Kurt Lewin
Teori perubahan Lewin menjelaskan bahwa seseorang yang akan
mengadakan suatu perubahan harus memiliki konsep tentang perubahan yang
tercantum agar proses perubahan tersebut terarah dan mencapai tujuan yang
ada.
Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan
berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. Perubahan dapat
terjadi dengan memperkuat driving forces dan melemahkan resistences to
change.
Tahapan perubahan menurut Lewin antara lain :
a. Unfreezing ( Tahap Pencairan )
Pada tahap awal ini, seseorang mencari sesuatu yang baru baik
dari sisi nilai, sikap maupun kepercayaan. Seseorang dapat mengadakan

proses perubahan jika memiliki motivasi yang kuat untuk berubah dari
keadaan semula.
b. Changing ( Tahap Mengubah )
Pada tahap ini, Changing merupakan langkah tindakan, baik
memperkuat driving forces maupun memperlemah resistances. Bisa
dikatakan juga tahap menstabilkan norma-norma yang sudah ada.
c. Refreezing ( Tahap Pembekuan )
Pada tahap ini merupakan tahap pembekuan di mana seseorang
yang mengadakan perubahan telah mencapai tahapan yang baru dengan
keseimbangan yang baru.
d. Action Research ( Tahap Penelitian Tindakan )
Tahap penelitian tindakan menjelaskan bahwa hasil penelitian
yang ada langsung diaplikasikan ke kegiatan-kegiatan yang ada.
Kemudian, lebih fokus menaruh penelitian terhadap suatu tindakan
yang berfokus pada masalah yang nyata. Penelitian itu dikembangakan
dari pengetahun atau teori dan logat yang dapat di ambil.
3. Teori Perubahan Rogers E
Menurut Rogers E, perubahan sosial adalah proses di mana suatu
inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu dari waktu ke waktu antara
anggota suatu sistem sosial.
Langkah-langkah untuk mengadakan perubahan menurut Rogers antara lain:
a. Tahap Awareness
Tahap awal yang menyatakan bahwa untuk mengadakan
perubahan diperlukan adanya kesadaran untuk berubah.
b. Tahap Interest
Tahap ini menyatakan untuk mengadakan perubahan harus
timbul perasaan suka / minat terhadap perubahan. Timbulnya minat
akan mendorong dan menguatkan kesadaran untuk berubah.

c. Tahap Evaluasi
Pada tahap ini terjadi penilaian terhadap sesuatu yang baru agar
tidak ditemukan hambatan selama mengadakan perubahan.
d. 4. Tahap Trial
Tahap ini merupakan tahap uji coba terhadap hasil perubahan
dengan harapan sesuatu yang baru dapat diketahui hasilnya sesuai
dengan situasi yang ada.
e. 5. Tahap adoption
Tahapan terakhir yaitu proses perubahan terhadap sesuatu yang
baru setelah ada uji coba dan merasakan ada manfaatnya sehingga
mampu mempertahankan hasil perubahan.
Rogers juga membagi karakter dari adopsi yaitu:
1) Relative advantage
2) Compatibility
3) Complexity
4) Trialability
5) Observability
Rogers dan sejumlah ilmuwan komunikasi lainnya mengidentifikasi 5
kategori pengguna inovasi :
1) Innovators
Innovators Adalah kelompok orang yang berani dan siap untuk
mencoba hal-hal baru. Hubungan sosial mereka cenderung lebih erat
dibanding kelompok sosial lainnya.
2) Early Adopters
Kategori adopter seperti ini menghasilkan lebih banyak opini
dibanding kategori lainnya, serta selalu mencari informasi tentang
inovasi.

3) Early Majority
Kategori pengadopsi seperti ini merupakan mereka yang tidak
mau menjadi kelompok pertama yang mengadopsi sebuah inovasi.
Sebaliknya, mereka akan dengan berkompromi secara hati-hati
sebelum membuat keputusan dalam mengadopsi inovasi, bahkan bisa
dalam kurun waktu yang lama.
4) Late Majority
Kelompok yang ini lebih berhati-hati mengenai fungsi sebuah
inovasi. Mereka menunggu hingga kebanyakan orang telah mencoba
dan mengadopsi inovasi sebelum mereka mengambil keputusan.
5) Laggards
Kelompok ini merupakan orang yang terakhir melakukan adopsi
inovasi. Mereka bersifat lebih tradisional, dan segan untuk mencoba
hal hal baru. Kelompok ini biasanya lebih suka bergaul dengan orangorang yang memiliki pemikiran sama dengan mereka.
4. Menurut Lippit
Teori ini merupakan pengembangan dari teori Lewin. Lippitt
mengungkapkan tujuh hal yang harus diperhatikan seorang manajer dalam
sebuah perubahan yaitu:
a. Mendiagnosis masalah
Mengidentifikasi semua faktor yang mungkin mendukung atau
menghambat perubahan
b. Mengkaji motivasi dan kemampuan untuk berubah
Mencoba mencari pemecahan masalah
c. Mengkaji motivasi dan sumber-sumber agen
Mencari dukungan baik internal maupun eksternal atau secara
interpersonal, organisasional maupun berdasarkan pengalaman
d. Menyeleksi objektif akhir perubahan
Menyusun semua hasil yang di dapat untuk membuat perencanaan

e. Memilih peran yang sesuai untuk agen berubah


Pada tahap ini sering terjadi konflik teruatama yang berhubungan
dengan masalah personal.
f. Mempertahankan perubahan
Perubahan diperluas, mungkin membutuhkan struktur kekuatan
untuk mempertahankannya.
g. Mengakhiri hubungan saling membantu
Perawat sebagai agen berubah, mulai mengundurkan diri dengan
harapan orang-orang atau situasi yang diubah sudah dapat mandiri.
4.

Menurut Havelock
Teori ini merupakan modifikasi dari teori Lewin dengan menekankan
perencanaan yang akan

mempengaruhi perubahan. Enam tahap sebagai

perubahan menurut Havelock antara lain:


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Membangun suatu hubungan


Mendiagnosis masalah
Mendapatkan sumber-sumber yang berhubungan
Memilih jalan keluar
Meningkatkan penerimaan
Stabilisasi dan perbaikan diri sendiri

5. Teori Spradley
Spradley menegaskan bahwa perubahan terencana harus secara konstan
dipantau untuk mengembangkan hubungan yang bermanfaat antara agen berubah
dan sistem berubah. Berikut adalah langkah dasar dari model Spradley:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Mengenali gejala
Mendiagnosis masalah
Menganalisa jalan keluar
Memilih perubahan
Merencanakan perubahan
Melaksanakan perbahan
Mengevaluasi perubahan
Menstabilkan perubahan

Faktor pendorong terjadinya perubahan antara lain :


1) Kebutuhan dasar manusia

Manusia memiliki kebutuhan dasar yang tersusun berdasarkan


hirarki kepentingan. Kebutuhan yang belum terpenuhiakan memotivasi
perilaku sebagaimana teori kebutuhan dari maslow (1945). Didalam
keperawatan kebutuhan ini bias dilihat darimana keperawatan dapat
mempertahankan diri sebagai profesi dalam upaya memenuhi keutuhan
masyarakan akan pelayanan/ asuha keperawatan yang professional.
2) Kebutuhan dasar interpersonal
Masyarakat memiliki tiga kebutuhan dasar interpersonal yang
melandasi sebagian besar perilaku seseorang: (1) kebutuhan untuk
berkumpul

bersama-sama;

(2)

kebutuhan

untuk

mengendalikan/melakukan kontrol; dan (3) kebutuhan untuk dikasihi,


kedekatan dan perasaan emosional. Kebutuhan terebut didalam
keperawatan
berpartisipasi

diartikan
aktif

sebagai

dalam

upaya

keperawatan

pembangunan

kesehatan

untuk

ikut

dan

dan

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Faktor penghambat
Menurut New dan Couillard(1981) faktor penghambat (restraining force)
antara lain:
a)
b)
c)
d)

Mengancam kepentingan peribadi


Presepsi yang kurang tepat
Reaksi psikologis
Tolleransi untuk berubah rendah

Macam Proses Perubahan


a) Perubahan ditinjau dari sifat proses:
Perubahan Spontan
Sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol
Perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya
b) Perubahan pada perkembangan

Perkembangan/ kemajuan yang terjadi pada individu, kelompok


dan organisasi dalam pertumbuhan-perkembangan
c) Perubahan yang direncanakan
Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih
baik, dapat dikontrol
d) Perubahan ditinjau dari sifat keterlibatan
a. Perubahan partisipatif
Melalui penyediaan informasi yang cukup
Adanya sikap positif terhadap inovasi
Timbulnya komitmen
b. Perubahan paksaan (coerced change)
Melalui perubahan total dari organisasi
Memerlukan kekuatan personal (personal power)
e) Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan
a. Perubahan berencana
Menyesuaikan kegiatan dengan tujuan
Dengan titik mula yang jelas dan dipersipkan, sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai
b. Perubahan acak/kacau
Tanpa usaha mempersiapkan titik awal perubahan
Tidak ada usaha mempersipakan kegiatan sesuai dengan tujuan

PENUTUP
Berdasarkan makalah di atas, kesimpulan yang dapat ditarik adalah :
1. Teori perubahan Lewin menjelaskan bahwa seseorang yang akan mengadakan
suatu perubahan harus memiliki konsep tentang perubahan yang tercantum
agar proses perubahan tersebut terarah dan mencapai tujuan yang ada.
Tahapan perubahan menurut Lewin, antara lain Unfreezing (Tahap Pencairan),
Changing ( Tahap Mengubah ), Refreezing ( Tahap Pembekuan ) dan Action
Research ( Tahap Penelitian Tindakan ).
2. Roger menjelaskan 5 tahap dalam perubahan, yaitu: kesadaran, keinginan,
evaluasi, mencoba, dan penerimaan atau dikenal juga sebagai AIETA
(Awareness, Interest, Evaluation, Trial and Adoption).
3. Lippit (1973) mengatakan bahwa tahap-tahap

perubahan,

meliputi

menentukan masalah, mengkaji motivasi dan kapasitas perubahan, mengkaji


motivasi change agent dan sarana yang tersedia, menyeleksi tujuan perubahan,
memilih

peran

yang

sesuai

dilaksanakan

oleh

agen

pembaharu,

mempertahankan perubahan yang telah dimulai dan mengakhiri bantuan.


4. Enam tahap sebagai perubahan menurut Havelock, yaitu membangun suatu
hubungan, mendiagnosis masalah, mendapatkan sumber-sumber yang
berhubungan, memilih jalan keluar, meningkatkan penerimaan dan stabilisasi
serta perbaikan diri sendiri
5. Langkah dasar dari model perubahan menurut Spradley adalah mengenali
gejala, mendiagnosis masalah, menganalisa jalan keluar, memilih perubahan,
merencanakan perubahan, melaksanakan perbahan, mengevaluasi perubahan dan
menstabilkan perubahan

DAFTAR PUSTAKA