Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN JALAN LAYANG NON TOL KAMPUNG MELAYU-TANAH ABANG (Segmen Jalan Casablanca, Dr. Satrio Mas Mansyur) DITINJAU DARI SEGI EKONOMI

Nama Mahasiswa NRP Dosen Pembimbing : Asniya Theodora : 3109 106 042 : Anak Agung Gde
Nama Mahasiswa
NRP
Dosen Pembimbing
: Asniya Theodora
: 3109 106 042
: Anak Agung Gde Kartika, ST, M.Sc.
Jurusan Teknik Sipil – Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

1. PENDAHULUAN

Jakarta merupakan ibu kota Republik Indonesia, dikenal juga sebagai kota metropolitan. Sebagai kota besar Jakarta yang pasti memiliki banyak masalah, salah satunya diantaranya adalah masalah kemacetan lalu lintas di jalan raya. Permasalahan kemacetan lalu lintas ini tidak diimbangi dengan penanganan oleh pemerintah secara serius sehingga kendaraan di jalan mengalami kejenuhan. Kerawanan pada kemacetan banyak sekali ditemukan diruas jalan khususnya pada jam-jam sibuk seperti pada zona yang terdapat di area segmen jalan Casablanca, Dr. Satrio dan Mas Mansyur sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut diusahakan untuk membangun Jalan Layang dengan maksud memaksimalkan kapasitas jalan. Dasar pertimbangan dari pembangunan Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu – Tanah

ABSTRAK : Jakarta merupakan ibu kota Republik Indonesia, dikenal juga sebagai kota metropolitan. Sebagai kota besar Jakarta pasti memiliki banyak masalah, salah satunya diantaranya adalah masalah kemacetan lalu lintas di jalan raya. Kerawanan pada kemacetan banyak sekali ditemukan diruas jalan khususnya pada jam-jam sibuk, sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut diusahakan membangun Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu – Tanah Abang dengan maksud memaksimalkan kapasitas jalan. Pembangunan Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu - Tanah Abang adalah sebagai upaya untuk mengatasi aksesibilitas pergerakan kendaraan dari/ke wilayah-wilayah di Jakarta dengan harapan sarana dan prasarana yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk beraktifitas dengan baik dan lancar. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui besarnya saving dan kelayakan dari proyek pembangunan Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk menganalisis kelayakan Jalan layang Non Tol Kampung Melayu – Tanah Abang dari segi ekonomi. Untuk menyelesaikan studi ini maka diperlukan data primer dan data sekunder yang dilampirkan adalah data volume lalu lintas, lay out, data jumlah kendaraan, dan data penunjang lainnya. Analisis kelayakan Jalan Layang Non Tol ditinjau dari segi ekonomi yang akan ditentukan berdasarkan nilai rasio terhadap penghematan BOK, nilai BOK dihitung dengan menggunakan metode Jasa Marga. Dalam Tugas Akhir ini jika dianalisis dari segi ekonomi diperoleh nilai BCR = 1.31 (BCR>1) dan nilai NPV = Rp104,797,025,202,- (NPV>0) proyek dikatakan layak dilaksanakan.

KATA KUNCI : JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang, analisis kelayakan, analisis ekonomi, Kinerja Jalan, Jakarta.

Abang direncanakan bertujuan untuk mengurangi kerugian akibat kemacetan di Jakarta diantaranya kerugian akibat kehilangan waktu, bahan bakar, kesehatan dan rendahnya produktifitas. Pembangunan Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu - Tanah Abang adalah sebagai upaya untuk mengatasi aksesibilitas pergerakan kendaraan dari/ke wilayah-wilayah di Jakarta yang dapat mengurangi dampak kemacetan di daerah DKI Jakarta. Setiap pembangunan yang ada diperlukan studi kelayakan. Oleh karena itu, Tugas Akhir ini bertujuan untuk menyajikan analisis kelayakan dari segi ekonomi mengenai permasalahan yang terjadi dengan cara merekapitulasi data-data volume kendaraan tersebut yang dapat dihitung untuk mengetahui biaya operasional kendaraan (BOK) terhadap pembangunan Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu Tanah Abang.

1

Lokasi Studi

FC SF : Faktor penyesuaian hambatan samping FC CS : Faktor penyesuaian ukuran kota

Derajat Kejenuhan DS = Q / C Dimana: DS Q : Derajat Kejenuhan : Arus lalu
Derajat Kejenuhan
DS = Q / C
Dimana:
DS
Q
: Derajat Kejenuhan
: Arus lalu lintas (SMP/jam)
C
: Kapasitas (SMP/jam)
2.2
Peramalan
2.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Jalan Perkotaan
Daerah perkotaan atau semi perkotaan
adalah karakteristik arus lalu lintas puncak pada
pagi dan sore hari, secara umum lebih tinggi dan
terdapat perubahan komposisi lalu lintas (dengan
persentase kendaraan pribadi dan sepeda motor
yang lebih tinggi, dan persentase truk berat yang
lebih rendah dalam arus lalu lintas). (MKJI,
Y = a x X + b
Dimana:
Y
a,b
= Variabel terikat (jumlah kendaraan)
= konstanta regresi
X
1997)
2.3
Sebaran Perjalanan (Model Gravity)
Kecepatan Arus Bebas
Kecepatan arus bebas didefinisikan sebagai
kecepatan pada saat tidak ada arus (Q=0).
Kecepatan arus bebas ini didapat dengan
menggunakan formula sebagai berikut:
FV=(FV 0 +FV W )+FFV SF +FFV CS
Dimana:
FV
: Kecepatan arus bebas kendaraan ringan
untuk kondisi sesungguhnya
(km/jam)
FV 0 : Kecepatan arus bebas dasar untuk
kendaraan ringan pada jalan yang
diamati untuk kondisi ideal
Dimana:
FV
: Penyesuaian kecepatan untuk lebar
=
W
T i-j
jalan (km/jam)
FFV SF : Faktor penyesuaian untuk hambatan
samping dan lebar bahu
FFV CS : Faktor penyesuaian kecepatan untuk
ukuran kota
Oi dan Dj =
Banyak
perjalanan
^n
d
=
i-j
Kapasitas
Kapasitas dihitung dengan menggunakan rumus :
k
=
C = C 0 x FC W x FC SP x FC SF x FC CS
Dimana:
2.4
Trip Assignment
C : Kapasitas sesungguhnya (smp/jam)
C 0 : Kapasitas Dasar untuk kondisi tertentu
(ideal) (smp/jam)
FC W : Faktor penyesuaian lebar jalan
FC SP : Faktor penyesuaian pemisahan arah

Derajat kejenuhan dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

Metode yang digunakan untuk melakukan

peramalan pertumbuhan jumlah kendaraan yaitu metode regresi linier (liniar regression).

=Variabel bebas (faktor-faktor berpengaruh)

Sebaran perjalanan (Trip distribution) merupakan jumlah (banyaknya) perjalanan/yang bermula dari suatu zona asal yang menyebar ke banyak zona tujuan atau sebaliknya jumlah perjalanan /yang datang mengumpul ke suatu zona tujuan yang tadinya berasal dari zona asal. Dalam Tugas Akhir ini menggunakan model Gravity. (Fidel Miro, 1985) Model gravity dihitung dengan menggunakan rumus :

Jumlah perjalanan dari zona asal i ke zona tujuan j

yang

dihasilkan (berasal) dari zona asal i dan yang tertarik (menuju) ke zona tujuan j

Jarak atau ukuran aksesbilitas berupa jarak anra i-j, waktu tempuh i-j, dan ongkos i-j Konstanta gravitasi

Metode yang digunakan untuk mengetahui dan menghitung prosentase jumlah kendaraan yang melewati tiap-tiap ruas jalan. Divertion curve digunakan untuk memperkirakan prosentase jumlah lalu-lintas yang melewati masing-masing ruas digunakan

2

metode Diversion Curve, yaitu metode digunakan untuk dua rute alternative dengan cara membandingkan waktu yang bisa dihemat bila melewati salah satu rute. Kapasitas dihitung dengan menggunakan rumus :

Dimana:

Y = jam montir per 1000km Y’= Yxupah kerja per jam (Rp/1000km) 5. Depresiasi Formula: Golongan
Y = jam montir per 1000km
Y’= Yxupah kerja per jam
(Rp/1000km)
5.
Depresiasi
Formula:
Golongan I
Dimana:
Golongan IIa
P =prosentase kendaraan yang menggunakan
jalan rencana
Golongan IIb
 Y = 1/(2.5V+125)
 Y = 1/(9.0V+450)
 Y = 1/(6.0V+300)
Dimana:
= jarak yang dihemat bila mengunakan jalan
rencana (mil)
t = waktu yang dihemat bila menggunakan
jalan rencana (menit)
d
Y = depresiasi per 1000 km
Y’ = Yxsetengah nilai kendaraan (Rp./1000km)
6.
Bunga Modal
Formula:
2.5
Analisis Ekonomi
INT = 0.22% x Harga kendaraan baru
Biaya operasional kendaraan adalah biaya
(Rp/1000k)
yang digunakan kendaraan untuk beroperasi dari
suatu tempat menuju ke tempat lain ( aktivitas
transportasi ). Metode yang digunakan untuk
menghitung biaya operasional kendaraan dalam
tugas akhir ini adalah dengan menggunakan
formula Jasa Marga.
Dimana:
AINT =Rata-rata bunga modal tahunan dari
kendaraan yang diekspresikan sebagai
fraksi dari harga kendaraan baru = 0.01 x
(AINV/2)
1.
Konsumsi Bahan Bakar
Formula:
Konsumsi BBM=Konsumsi BBM dasar
AINV = Bunga modal tahunan dari harga
kendaraan baru
AKM = Rata-rata jarak tempuh tahunan (Km)
kendaraan
[1+(kk+kl+kr)]
7.
Asuransi
2.
Konsumsi Minyak Pelumas
Formula:
Konsumsi Pelumas = Konsumsi pelumas dasar x
faktor koreksi
Golongan I
 Y = 38/(500V)
Golongan IIa  Y = 60/(2571.42857V)
Golongan IIb  Y = 61/(1714.28571V)
3.
Konsumsi Ban
Formula:
Dimana: Y = Asuransi per 1000 km
Y’ = Yxnilai kendaraan (Rp/1000km)
Golongan I
Golongan IIa
Y = 0.0008848V – 0.0045333
 Y = 0.0012356V – 0.0064667
 Y = 0.0015553V – 0.0059333
2.6
Nilai Waktu
Golongan IIb
Dimana:
Nilai waktu dihitung dengan menggunakan
rumus :
Y = Pemakaian ban per 1000km
Nilai Waktu = Max (KxNilai Waktu Dasar);Nilai
Waktu Minimum
4.
Pemeliharaan
Formula:
2.7
Benefit Cost Ratio
BCR dihitung dengan menggunakan rumus :
B
Benefit Cost
manfaat biaya
)
a). Suku Cadang:
 1
Golongan I
 Y = 0.0000064V + 0.0005567
 Y = 0.0000332V + 0.0020891
 Y = 0.0000191V + 0.0015400
C
( (
)
Golongan IIa
Dimana:
Golongan IIb
benefit
 
B O K
.
.
Dimana:
B O
.
.
K
B O K
.
.
Y = Pemeliharaan suku cadang per 1000km
Y’ = Yx harga kendaraan (Rp/1000km)
existing
kondisi baru
b). Jam kerja mekanik:
Golongan I
 Y = 0.00362V + 0.36267
= Penghematan BOK, penghematan nilai
waktu
Cost = Biaya pembangunan jalan dan biaya
pemeliharaan

Golongan IIa Y = 0.02311V + 1.97733 Golongan IIb Y = 0.01511V + 1.21200

3

  • 2.8 Net Present Value

    • 2. Trip Assignment

NPV dihitung dengan menggunakan rumus : NPV = Benefit – Cost 3. METODOLOGI 3.1 Diagram Alir
NPV dihitung dengan menggunakan rumus :
NPV = Benefit – Cost
3. METODOLOGI
3.1 Diagram Alir
Trip assignment dalam Tugas Akhir ini
digunakan untuk menghitung jaringan jalan
yang telah ada sebelumnya ke jaringan jalan
baru (fly over). Perhitungan mnggunakan trip
assignment dapat mengetahui prosentasi
kendaraan yang membebani tiap-tiap ruas
jalan. Dalam Tugas Akhir ini digunakan
rumus pendekatan divertion curve.
3.
Peramalan pertumbuhan jumlah kendaraan
Dalam Tugas Akhir ini data-data yang
dipakai untuk peramalan adalah jumlah
kendaraan yang bertujuan untuk menentukan
jumlah kendaraan pada masa yang akan
mendatang agar dapat mengetahui volume
lalu lintas yang akan melewati Jalan Layang
Non Tol Kampung Melayu – Tanah Abang
sampai umur rencana 30 tahun.
4.
Perhitungan Biaya Operasional Kendaraan
(BOK)
Daftar BOK yang telah diperoleh maka
dilakukan perhitungan Biaya Operasional
Kendaraan (BOK) dengan menggunakan
metode jasa marga.
5.
Perhitungan Nilai Waktu
Perhitungan nilai waktu menggunakan nilai
waktu minimum dikarenakan menurut jenis
kendaraan besarnya nilai waktu berbeda-
beda. Perhitungan nilai waktu ini
menggunakan metode jasa marga.
4.
DATA DAN ANALISIS
4.1 Peramalan
Pada jalan eksisting (Jalan Casablanca, Jalan
Dr. Satrio, Jalan Mas Mansyur) yang ditinjau
akan dilewati oleh kendaraan yang berasal dari
beberapa tempat pada daerah Jakarta. Jumlah
kendaraan pada kota Jakarta tersebut dipakai
sebagai dasar untuk menentukan pertumbuhan
lalu lintas pada masa yang akan datang.
Tabel 4.1 Jumlah Kendaraan Tahun 2005 – 2009
Gambar 3.1 Diagram Alir
3.2 Pengolahan Data
Pengumpulan data-data yang diperlukan
untuk penyusunan Tugas Akhir ini akan di
analisis dengan cara:
1.

MULAI

IDENTIFIKASI MASALAH

Trip Distribution (Model (BOK) Operasional Kendaraan Kendaraan · Curve) Trip Assignment (Divertion Perhitungan Nilai Waktu ·
Trip Distribution (Model
(BOK)
Operasional Kendaraan
Kendaraan
·
Curve)
Trip Assignment (Divertion
Perhitungan Nilai Waktu
·
·
Peramalan Pertumbuhan
Gravity)
Perhitungan Biaya
·
·
DATA SEKUNDER
Nilai
Konstruksi
Kendaraan
Kota Jakarta
Daftar BOK
Lintas
Volume Lalu
out
Gambar Lay
Lintas
Volume Lalu
Data Jumlah
DATA PRIMER
 

PENGOLAHAN DATA

 
 

Analisis pemodelan lalu lintas (Trip Distribution dan Trip

 
 

Assignment)

 
 

(Analisis Kondisi Eksisting dan Rencana)

   
 
 

ANALISIS KONDISI EKSISTING

   

ANALISIS KONDISI RENCANA

·

Volume

·

Volume

·

Kapasitas

·

Kapasitas

·

Derajat Kejenuhan

·

Derajat Kejenuhan

·

Kecepatan

·

Kecepatan

·

Travel Time

·

Travel Time

·

BOK

·

BOK

 
   

ANALISIS EKONOMI

   

·

Perhitungan BOK (Biaya Operasional Kendaraan)

·

Nilai Waktu

·

BCR (Benefit Cost Ratio)

 

·

NPV (Net Present Value)

 
   

Syarat Kelayakan

   

BCR > 1

NPV > 0

 

Kesimpulan Kelayakan atau Tidaknya JLNT Kampung Melayu – Tanah Abang

SELESAI

Trip Distribution (metode gravity) Sebaran perjalanan dalam Tugas Akhir ini untuk memperkirakan arus perjalanan antar zona pada masa yang akan datang pada tahap sebaran perjalanan.

4

Setelah diketahui nilai pertumbuhan, sehingga volume lalu lintas dapat diramalkan dan dapat dilakukan perhitungan analisis kelayakan
Setelah diketahui nilai pertumbuhan, sehingga
volume lalu lintas dapat diramalkan dan dapat
dilakukan perhitungan analisis kelayakan
pembangunan jalan hingga 30 tahun yang akan
datang.
4.2 Analisis Lalu Lintas Kondisi Eksisting
Gambar 4.1. Grafik dan persamaan Regresi
Jumlah MC Kendaraan Kota Jakarta
Dari persamaan regresi pada gambar di
atas dapat dihitung besarnya jumlah kendaraan
sampai umur rencana dengan memasukan nilai
periode tahun data sebagai variabel X kedalam
masing-masing persamaan, maka akan didapatkan
nilai perkembangan jumlah kendaraan sebagai
harga Y yang disajikan pada tabel 4.3 dan
mengetahui nilai pertumbuhan kendaraan.
Tabel 4.2 Perkembangan Jumlah Kendaraan
Kota Jakarta Tahun 2009-2040
4.2.1 Analisis Lalu Lintas Sebaran Pergerakan
Matriks Asal Tujuan (MAT)
Perhitungan ini ditinjau dari tiga ruas jalan yaitu
ruas A, ruas B dan ruas C, contoh perhitungan
analisa model Gravity sebagai berikut :
Pergerakan asal-tujuan dari zona 2 ke 6
2 (zona asal)
=
7951 kend/jam
Dj 6 (zona tujuan) =
1592 kend/jam
(jarak 2 – 6)
=
1839.102 m
Dengan cara coba-coba memasukkan nilai n =
1,5 , n = 1,2 , n = 1 lalu dipilih nilai n saat hasil
model gravity yang telah di plotkan ke dalam
grafik sehingga membentuk linear maka dipilih
dengan nilai n= 1.5.
Dengan demikian nilai faktor (k) bisa didapat
dari persamaan regresi linear tersebut, yaitu :
0.9914 x + 3236.59
Maka pergerakan matriks asal – tujuan ( 2 – 6 )
dapat di ketahui dengan memasukan nilai k =
0.9914, didapat total pergerakan yang menuju
tiap zona, sbb :
Tabel 4.3 Pertumbuhan Jumlah Kendaraan Kota
Jakarta Tahun 2009-2040
Gambar 4.2. Trip Distribution terhadap 3 uas
jalan

5

Tabel 4.4 Analisa Model Gravity (MC kend/jam) 4.2.2 Analisis Hasil Pemodelan Volume Lalu Lintas Perhitungan nilai
Tabel 4.4 Analisa Model Gravity (MC kend/jam)
4.2.2 Analisis Hasil Pemodelan Volume Lalu
Lintas
Perhitungan nilai faktor dari pemodelan volume
lalu lintas pada Ruas Satrio (A) :
Hasil Faktor
Tabel 4.5 Grafik Hubungan potensial dan aktual
flow
-
Volume ( MC )
= 650946 kend/hari
-
Volume aktual ( MC ) = 79400 kend/hari
Sehingga didapatkan ( MC ) = 79400 / 650946
= 0.12
-
volume ( LV )
= 139558 kend/hari
-
Volume aktual ( LV ) = 23477.7 kend/hari
Sehingga didapatkan ( LV ) = 23477.7 / 139558
= 0.17
-
volume ( HV )
= 91557 kend/hari
-
Volume aktual ( HV ) = 8533.33 kend/hari

Sehingga didapatkan ( HV ) = 8533.33 / 91557 = 0.09 Perhitungan pada Ruas Satrio (B) dan Ruas Satrio (C) dapat dilihat pada lampiran, selanjutnya nilai faktor yang didapat dari pembagian antara volume aktual dan volume hasil perhitungan pemodelan diambil nilai rata-

6

ratanya, sehingga didapat nilai faktor untuk jenis kendaraan MC = 0.11, LV = 0.15 dan HV = 0.08. Dari nilai faktor yang telah diperoleh dapat dikalikan terhadap hasil pemodelan pada tiap ruas jalan. Tabel 4.7. Volume Lalu Lintas Hasil Pemodelan Ruas Satrio A (MC kend/hari) Tahun 2011

Segmen satu memiliki panjang 1246 meter dan lebar badan jalan 10.5 meter yang dibagi menjadi 3 lajur. Tabel 4.9. Volume Kendaraan Segmen 1 (kend/jam)

2. Segmen 2 (jl. Mega Kuningan-Jl. Guru Mughni) Segmen dua memiliki panjang 1479 meter dan lebar
2.
Segmen 2 (jl. Mega Kuningan-Jl. Guru
Mughni)
Segmen dua memiliki panjang 1479 meter
dan lebar badan jalan 10.5 meter yang dibagi
menjadi 3 lajur. Data lalu lintas bisa dilihat pada
tabel berikut.
Tabel 4.10. Volume Kendaraan Segmen 2
(kend/jam)
3.
Segmen 3 (jl. Guru Mughni-Jl. Masjid
Hidayatullah)
Segmen tiga memiliki panjang 1131 meter
dan lebar badan jalan 10.5 meter yang dibagi
menjadi 3 lajur. Data lalu lintas bisa dilihat pada
tabel berikut.
Tabel 4.11. Volume Kendaraan Segmen 3
(kend/jam)
Tabel 4.8. Nilai Faktor
4.
Segmen
4
(Jl. Masjid Hidayatullah-
4.2.3 Analisis Kinerja pada Kondisi Eksisting
Mengetahui kinerja jalan maka dapat
dihitung dengan bantuan program KAJI V1.10F
apabila DS>1 maka kecepatan diasumsikan
Jl.Sudirman)
Segmen empat memiliki panjang 303 meter
dan lebar badan jalan 10.5 meter yang dibagi
menjadi 3 lajur. Data lalu lintas bisa dilihat pada
tabel berikut.
Tabel 4.12. Volume Kendaraan Segmen 4
(kend/jam)
sebesar 20 km/jam dan analisis ruas digunakan
nilai emp untuk jalan 6/2D dengan nilai emp
LV=1, HV=1.2 dan MC=0.25
1.
Segmen 1 (jl. Mampang-jl.Mega kuningan)

7

Tabel 4.13. Analisis kinerja pada Segmen Kondisi Eksisting (Tahun 2011)

3.

Segmen 3 (jl. Guru Mughni-Jl. Masjid

Hidayatullah) Segmen tiga memiliki panjang 1131 meter dan lebar badan jalan 10.5 meter yang dibagi menjadi
Hidayatullah)
Segmen tiga memiliki panjang 1131 meter
dan lebar badan jalan 10.5 meter yang dibagi
menjadi 3 lajur. Data lalu lintas bisa dilihat pada
tabel berikut.
Tabel 4.17. Volume Kendaraan Segmen 3
(kend/jam)
Tabel 4.14. Analisis kinerja pada Segmen
Kondisi Rencana Bawah (Tahun 2011)
4. Segmen
4
(Jl. Masjid Hidayatullah-
Selanjutnya analisis kinerja pada segmen jalan
saat kondisi eksisting dan rencana bawah dapat
di forcasting sampai umur rencana 30 tahun.
Jl.Sudirman)
Segmen empat memiliki panjang 303 meter
dan lebar badan jalan 10.5 meter yang dibagi
menjadi 3 lajur. Data lalu lintas bisa dilihat pada
tabel berikut.
4.2.4
Analisis Lalu Lintas Kondisi Fly Over
Mengetahui kinerja jalan maka dapat
Tabel 4.18 Volume Kendaraan Segmen 4
(kend/jam)
dihitung dengan bantuan program KAJI V1.10F
apabila DS>1 maka kecepatan diasumsikan
sebesar 20 km/jam dan analisis ruas digunakan
nilai emp untuk jalan 4/2D dengan nilai emp
LV=1, HV=1.2 dan MC=0.25.
1.
Segmen 1 (jl. Mampang-jl.Mega kuningan)
Tabel 4.19. Analisis kinerja pada Segmen
Kondisi Rencana Atas (Tahun 2011)
Segmen satu memiliki panjang 1246 meter
dan lebar badan jalan 10.5 meter yang dibagi
menjadi 3 lajur. Data lalu lintas bisa dilihat pada
tabel berikut.
Tabel 4.15. Volume Kendaraan Segmen 1
(kend/jam)
Selanjutnya analisis kinerja pada segmen jalan
saat kondisi rencana atas dapat di forcasting
sampai umur rencana 30 tahun.
4.3 Trip Assignment
Dihitung dengan menggunakan rumus :
2.
Segmen 2 (jl. Mega Kuningan-Jl. Guru
Mughni)
Segmen dua memiliki panjang 1479 meter
dan lebar badan jalan 10.5 meter yang dibagi
menjadi 3 lajur. Data lalu lintas bisa dilihat pada
tabel berikut.
Dimana :
P = Volume kendaraan yang melewati jalan Fly
Over
Tabel
4.16.
Volume
Kendaraan
Segmen
2
= Jarak yang dihemat bila dilewati bila
melewati jalan Fly Over (mil)
(kend/jam)

= Waktu yang dihemat bila menggunakan jalan Fly Over (menit) Dalam Tugas Akhir ini jalan yang ditinjau untuk mengetahui prosentasi jalan lama dan jalan baru dengan diasumsikan zona 1, 2, 3 menuju 9, 10,11 dan arah sebaliknya. Rencana jalan Fly Over kampung melayu - tanah abang

8

direncanakan dengan kecepatan rencana 60 km/jam. Untuk memperoleh data travel time dari jalan baru maka dapat
direncanakan dengan kecepatan rencana 60
km/jam. Untuk memperoleh data travel time dari
jalan baru maka dapat dicari dengan rumus :
o
Upah Crew
Supir : Rp. 50.000,-/jam
Pembantu : Rp. 35.000,-/jam
3.
TrukBesar 3 Sumbu
o
TipeKendaraan Fuso FN 527 ML 220 PS
= 257.14 detik
10
Ban
6X4
:
Rp.
690.000.000,-
Maka prosentasi kendaraan yang masuk ke Fly
Over adalah :
o
(www.produkdalamnegri.com)
Tipe Ban BS DUELER (235/70 HR16D-
= 3.017 – 3.000
= 257.14 – 226.3
= 0.017 km = 0.011 mil
= 30.8detik=0.514 menit
687T)
:
Rp.
1.856.000,-
o
(www.situsotomotif.com)
BahanBakar Solar : Rp. 4.500,-
= 50.5 %
o
Jadi volume kendaraan yang melewati Fly Over
adalah 50.5% dan yang melewati jalan lama
adalah 49.5%.
o
o
Harga Oli Mesin Cartago Multigrado EP
80W-90W : Rp. 45.000,-
(www.pasaronderdil.com)
Upah Mekanik : Rp. 15.000,-/jam
Upah Crew
Supir : Rp. 50.000,-/jam
Pembantu : Rp. 35.000,-/jam
4.4.2
Perhitungan BOK Perkendaraan
1.
Konsumsi Bahan Bakar
Formula yang digunakan:
Konsumsi BBM = Konsumsi BBM dasar
[1 (kk+kl+kr)]
Gambar 4.1. Trip assignment antar zona 1, 2, 3
dengan 9, 10, 11
Dimana :
Konsumsi BBM dasardalam liter/1000km,
sesuaigolongan:
4.4 Analisis Ekonomi
Gol I =0.0284(52.4) 2 -3.0644(48.5)+141.68=
4.4.1
Biaya Operasional Kendaraan
59.86
1.
Mobil Penumpang (PC)
Gol IIa = 2.26533x59.86 = 135.6
o Tipe Kendaraan Toyota Avanza Veloz
Gol IIb = 2.90805x59.86 = 174.08
1.5A/T
Harga
:
Rp. 180.200.000,-
Konsumsi Bahan Bakar :
Gol I=59.09x[1 (0.4+0.185+0.085)]xRp4,500
=Rp449,852,-
o
o
(www.toyota.co.id)
o Tipe Ban BRIDGESTON TURANZA
AR 10 (185/70 HR14): Rp. 1.156.000,-
/buah (www.situsotomotif.com)
Bahan Bakar Bensin : Rp. 4.500,-/liter
Harga Oli Mesin Castrol Magnetic 10W-
40W SM/CF : Rp. 51.500,-
(www.situsotomotif.com)
Upah Mekanik, Harga : Rp. 15.000,-/jam
Gol IIa =135.6x[1 (0.4+0.185+0.085)]xRp4,500
= Rp1,019,062,-
Gol IIb =174.08x[1 (0.4+0.185+0.085)]x
Rp4,500= Rp1,308,191,-
Kk = koreksi akibat kelandaian
o
Kl = koreksi akibat kondisi lalulintas
Kr = koreksi akibat kerataan permukaan jalan
2.
Truk Kecil 2 Sumbu
1.
Konsumsi Minyak Pelumas
o
Tipe Kendaraan Dyna 6 Roda 110PS ET,
Harga
:
Rp.
239.700.000,-
Formula yang digunakan
Konsumsi Pelumas = Konsumsi Pelumas
o
(www.toyota.co.id)
Tipe Ban CHAMPIRO GTX 60 (225/60
DasarxFaktor koreksi
R16)
:
Rp. 1.043.000,-
Gol I
=0.0027x1.5xRp51,500x1000=
(www.situsotomotif.com)
Rp208,575,-
o
BahanBakar Solar : Rp. 4.500,-
Harga Oli Mesin Cartago Multigrado EP
Gol IIa =0.0054x1.5xRp51,500x1000=
o
Rp364,500,-
80W-90W
:
Rp.
45.000,-
Gol IIb =0.0043x1.5xRp51,500x1000=
o
(www.pasaronderdil.com)
Upah Mekanik : Rp. 15.000,-/jam
Rp290,250,-

9

2. Konsumsi Ban Formula yang digunakan Dimana :AINT = Rata-rata bunga modal tahunan dari kendaraan baru
2.
Konsumsi Ban
Formula yang digunakan
Dimana :AINT = Rata-rata bunga modal tahunan
dari kendaraan baru = 0.01 x
Gol I
=(0.0008848(48.5)-0.0045333)x
(AINV/2)
Rp1,156,000x4= Rp177,467,-
Gol IIa =(0.0012356(48.5)-0.0064667)x
Rp1,043,000x6= Rp334,552,-
Gol IIa =(0.0015553(48.5)-0.0059333)x
Rp1,050,000x10= Rp526,154,-
Dimana : Y = pemakaian ban per 1000km
AINV = Bunga modal tahunan dari
harga kendaraan baru
AKM =Rata-rata jarak tempuh tahunan
(km) kendaraan.
INT Gol I = 0.022% x Rp180,200,000 =
Rp396,440,-
INT Gol Iia = 0.022% x Rp239,700,000 =
3.
Pemeliharaan
Rp527,340,-
a.
Suku Cadang
INT Gol IIb = 0.022% x Rp690,000,000 =
Gol I
=
Rp1,518,000,-
0.0000064(48.5)+0.0005567xRp180,200,000
= Rp156,251,-
Gol IIa =
6. Asuransi
Formula yang digunakan:
0.0000332(48.5)+0.0020891xRp239,700,000
Gol I = 38/(500x48.5) x Rp180,200,000 =
= Rp886,722,-
Gol IIb =
Rp282,375,-
0.0000191(48.5)+0.0015400xRp690,000,000
= Rp1,701,782,-
Dimana:Y=Pemeliharaan
suku
cadang
per
1000km
Y’ = Yxharga kendaraan (Rp/1000 km)
Gol IIa =60/(2571.42857x48.5) x
Rp239,700,000 = Rp115,320,-
Gol IIb =61/(1714,28571x48.5) x
Rp690,000,000 = Rp506,237,-
Dimana: Y = Asuransi per 1000 km
Y’ = Y x nilai kendaraan (Rp/1000 km)
Selanjutnya komponen-komponen biaya
b.
Jam Kerja Mekanik
operasional kendaraan diatas dijumlah. Sehingga
Gol I
=
0.00362(48.5)+0.36267xRp15,000
=
biaya operasional kendaraan dengan kecepatan
Rp8,074,-
Gol IIa =
0.02311(48.5)+1.97733xRp15,000
=
48.5 km/jam pada segmen satu sebesar
Rp25,335,165,- maka biaya operasional per
Rp46,472,-
Gol IIb = 0.01511(48.5)+1.21200xRp15,000 =
tahun sebesar Rp25,335,165,- x 365hari =
Rp9,247,335,276,- Untuk jenis kendaraan MC
Rp29,172,-
Dimana: Y = Jam Montir per 1000 km
Y’=YxUpah kerja per jam(Rp/1000
km)
nilai BOK adalah 18% dari kendaraan pribadi
(PC). Besarnya BOK akan ditinjau setiap
segmen.
4.5 Nilai Waktu
4.
Depresiasi
Formula :
Formula yang digunakan:
Nilai Waktu=Max {(KxNilai Waktu Dasar);Nilai
Gol I=1/(2.5(48.5)+125)x(0.5xRp180,200,000)
= Rp365,888,-
Gol IIa=1/(9.0(48.5)+450)x
(0.5 xRp239,700,000) = Rp213,446,-
Gol IIb =1/(6.0(48.5)+450)x
(0.5 x Rp690,000,000)= Rp583,756,-
Waktu Min}
Tabel 4.20. Perhitungan Nilai Waktu
Dimana: Y = Depresiasi per 1000 km
Y’
=
Y
x
setengah
nilai
kendaraan
(Rp/1000 km)
5.
Bunga Modal
Formula yang digunakan:
INT = AINT / AKM
INT = 0.22% x Harga kendaraan baru (Rp/1000
km)

10

  • 4.6 Penghematan

2. Secara ekonomi jumlah penghematan total (NPV) sebesar Rp104,797,025,202,- (NPV(+)) dan nilai BCR sebesar 1.31 (BCR>0). Sehingga dari segi ekonomi pembangunan Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu - Tanah Abang dinyatakan layak dari segi ekonomi dikarenakan manfaat yang diterima lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

Tabel 4.21. Penghematan Total 5.2 Saran 4.7 Analisis Benefit Cost Ratio (BCR) Benefit cost ratio merupakan
Tabel 4.21. Penghematan Total
5.2 Saran
4.7
Analisis Benefit Cost Ratio (BCR)
Benefit cost ratio merupakan parameter
kelayakan pada pembangunan jalan laying non
tol kampong melayu-tanah abang diperoleh
dengan cara membandingkan semua benefit yang
diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan pada
jalan.
Tabel 4.22. Nilai Ekonomi
mengalami kejenuhan .
DAFTAR PUSTAKA
= 1.13
4.8
Analisis Net Present Value (NPV)
Net present value merupakan parameter
kelayakan yang diperoleh dari selisih semua
manfaat dengan semua pengeluaran.
NPV = Rp892,797,275,202– Rp788,000,250,000
= Rp104,797,025,202,-
5.
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
Dari hasil analisis dan perhitungan pada
bab-bab sebelumnya dari sebelum pembangunan
sampai umur rencana pembangunan, sehingga
didapatkan kesimpulan sebagai berikut :
1. Saving yang terjadi pada proyek
pembangunan Jalan Layang Non Tol
Kampung Melayu – Tanah Abang sebesar
Rp892,797,275,202,-

Berdasarkan hasil analisis kelayakan jalan layang non tol kampung melayu-tanah abang yang ditinjau dari segi ekonomi pembangunan tersebut dinyatakan layak dibangun. Dan analisis kinerja jalan mencapai DS<1 sehingga dapat mengurangi kemacetan terhadap rencana bawah tetapi untuk forcasting tahun ke depan masih ada hasil DS>1 oleh sebab

itu sebaiknya kapasitas jalan diperbesar agar mobilitas pada ruas jalan tersebut tidak

Bina Marga, 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), Yayasan Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta. Fidel, Miro. 1985. Perencanaan Transportasi, Penerbit Erlangga, Jakarta. Kantor Statistik Jakarta. 2009. Statistik Perhubungan 2009, Jakarta. Kartika, A. A. G. 2006. Ekonomi Jalan Raya (PS-1300), Diktat Kuliah, Program S-1 Jurusan Teknik Sipil FTSP, Surabaya.

Khisty, C. J. dan Lall, B. K. 2003. Dasar-Dasar Rekayasa Transportasi (Jilid 1. Edisi

Ketiga), Penerbit Erlangga, Jakarta. Rizki, R. 2011. Studi Kelayakan Pembangunan Ruas Jalan Diatas Box Culvert Banyu Uri-Benowo Dari Segi Lalu Lintas Dan

Ekonomi Jalan Raya, Tugas Akhir, Program S-1 Jurusan Teknik Sipil FTSP, Surabaya. Tamin, O. Z. 2000. Perencanaan dan Pemodelan Transportasi, Edisi Kedua, Penerbit ITB, Bandung.

11

12

12