Anda di halaman 1dari 28

dr.

Alfin Caesario, SpS


Demam Berdarah Dengue
( DBD )
Blok Tropical Medicine

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)


Adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus
dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti
Morfologi Virus Dengue
Virus ini termasuk dalam grup B Antropod Borne Virus
(Arboviroses) kelompok flavivirus dari family flaviviridae.
Nyamuk Aedes aegypti mempunyai morfologi sebagai
berikut :
a.telur
b.Nyamuk dewasa
c.Pupa (Kepompong)
d.Larva (jentik), Ada 4 tingkat (instar) larva sesuai dengan
pertumbuhan larva :

Larva instar I berukuran paling kecil, yaitu 1-2 mm.

Larva instar II berukuran 2,5-3,8 mm.

Larva instar III berukuran lebih besar sedikit dari larva


instar II.

Larva instar IV berukuran paling besar 5mm.

Virus dengue berukuran 35-45 nm.


Bentuk batang
Termolabil
sensitif inaktivasi dietil eter & Na dioksilat
stabil pd suhu 70

Virus ini terdiri dari empat serotipe :


DEN 1
DEN 2
DEN 3
DEN 4
Vektor Penular
Nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus
merupakan vektor penularan virus dengue dari penderita
kepada orang lain melalui gigitannya

Epidemiologi

Tempat Potensial Bagi Penularan Penyakit DBD


Tempat-tempat potensial untuk terjadinya penularan
DBD adalah :
a. Wilayah yang banyak kasus DBD (rawan/endemis)
b. Tempat-tempat umum itu antara lain :
Sekolah
Rumah Sakit/Puskesmas dan sarana pelayanan
kesehatan lainnya
Hotel
Pertokoan
Pasar
Restoran
tempat-tempat ibadah

c. Pemukiman baru di pinggiran kota

Jumlah Kasus

Lingkungan Hidup
Telur dapat bertahan hingga kurang lebih selama 23 bulan apabila tidak terendam air, dan apabila
musim penghujan tiba dan kontainer menampung
air, maka telur akan terendam kembali dan akan
menetas menjadi jentik. Stadium jentik biasanya
berlangsung
6-8
hari,
dan
stadium
pupa
(kepompong)
berlangsung
antara
2-4
hari.
Pertumbuhan dari telur menjadi dewasa 9-10 hari.
Umur nyamuk betina dapat mencapai 2-3 bulan

Manifestasi klinis
Infeksi
oleh
virus
dengue
dapat
bersifat
asimtomatik maupun simtomatik yang meliputi
demam biasa (sindrom virus), demam dengue, atau
demam berdarah dengue termasuk sindrom syok
dengue (DSS)

Imunopatogenesis DBD
Infeksi Virus
Reseptro
Fc
Monosit

Hati ,
Limpa,
Usus dan
Sumsum
Tulang

Viremi
a

Sistem
Humoral
(Komplemen)

Substansi
inflamasi
Sitokin
tromboplastin

Permeabilitas
kapiler
Aktifasi faktor
koagulasi

Makrofag
Sel Kuppfer
dan sel
jaringan
paru

Nekrosis
dan
apoptosis
Mannosa
binding
protein
Antibodi
Komplemen
lain
Fagositosis
dan lisis
pada virus

Klasifikasi :

Demam Dengue

(Dengue Klassik)
DBD Derajat I
DBD Derajat II

Demam typical
Tes Torniquet (+)
Perdarahan spontan + / Trombosit <100.000/mm3
Kenaikan Htc > 20 %
Perdarahan Spontan

DBD Derajat III

Tekanan nadi < 20 mmHg


TDS < 90 mmHg
Kulit lembab,dingin, lemah

DBD Derajat IV

Nadi tak teraba


TD tak terukur

Gambaran Klinis
Demam tiba-tiba
Menggigil
Nyeri kepala
Nyeri mata
Nyeri pinggang
Nyeri otot
Nyeri sendi
Anoreksia
Mual
Muntah
Hiperestesia kulit
gangg. pengecapan.

Epistaksis, perdarahan gusi


Eritema, pettekia.
Bradikardia relatif.

DHF : Rekrudensi demam setelah 12-24 jam


Hepatomegali, menometrorhagia,
perdarahan saluran cerna, asites,
efusi pleura,ensefalopati.
DSS : pucat, sianosis, gangg. mental

Px Lab
Pengumpulan Spesimen
Persyaratan dari jenis spesimen, cara penyimpanan
dan pengiriman dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Jenis spesimen
Spesimen darah
Akut (S1)

Waktu
pengambilan

Penyimpan Pengiriman
an

0-5 hari setelah


onset

-70C

dry-ice

Spesimen darah
Konvelesen (S2 &
S3)

2-3 minggu
setelah
awitan

-20C

beku/es

Jaringan

Secepatnya
setelah
meninggal

-70C

dry-ice

Untuk pemeriksaan serologi pengumpulan spesimen darah


dapat dilakukan dengan 2 cara :
dengan menggunakan kertas saring (filter paper

khusus)
Darah diteteskan pada kertas saring sampai jenuh,
bolak balik sehingga seluruh permukaan filter paper terisi
darah rata. Darah dapat dari pembuluh vena dapat pula
darah dari ujung jari (ujung jari ditusuk). Kertas saring
yang berisi darah dibiarkan kering pada temperatur kamar.
dengan serum

darah diambil secara asepsis dengan menggunakan


semprit. Serum dipisahkan dengan diputar 1500-2000
putaran sekitar 10-15 menit. Serum yang terpisah
dipindahkan dalam botol kecil dengan menggunakan pipet
Pasteur. Serum tersebut disimpan pada suhu -200C
sebelum dikirim ke laboratorium

Isolasi Virus
Spesimen yang mungkin sesuai untuk isolasi virus
diantaranya serum fase akut dari pasien, autopsi jaringan
dari kasus fatal, terutama dari hati, limpa, nodus limfe
Uji Serologis
Uji hemaglutinasi inhibisi (uji HI) merupakan salah satu
pemeriksaaan serologi untuk penderita DBD dan telah
ditetapkan oleh WHO

Test Rumple Leede


Pasang cuff tensimeter pd lengan atas
Tekanan dinaikan sp 100 mm.Hg. atau bila tensi pasien

100 mm.Hg , maka tekanan antara sistole dan diastole ,


selama 2 3 menit
Cuff dilepas hitung petekie pada bagian volar lengan
bawah seluas 1 inci 2 .
Interpretasi hasil :
Petekie 0 10 (20) / inci2 = Negatip .
Petekie > 20 / inci2 = Positip

Hasil Px Lab
Demam Dengue
Trombositopenia : 100.000-150.000/mm3 (hari ke
3-8)
Lekopenia
: Bisa sampai 1500/mm3
DBD :
Trombosit < 100.000/mm3
Uremia, hiponatremia, hipoproteinemia, LFT ^
DIC : Pemanjangan PT, aPTT
Penurunan fibrinogen, faktor II,V,VII,X&XII
Ig M dan Ig G Anti Dengue
Antigen NS1 : 1- 5 hari

Kriteria Diagnostik
(WHO 1986) :
Kriteria Minor :
1. Demam mendadak, penyebab tak diketahui.
2. Perdarahan (termasuk tes torniquet +).
3. Hepatomegali.
4. Syok.
Kriteria Mayor.
5. Trombositopenia (< 100.000/mm3)
6. Hemokonsentrasi ( > 20 % diatas normal)
DBD : 2 Kriteria minor + 1 Kriteria mayor.
Diagnosa Pasti : Isolasi virus atau Serologis
(IgM +)

Perjalanan Penyakit

Penatalaksanaan DBD derajat 1


Inf RL : - BB<50 kg
: 2L/24 jam (30 tts/m)
- BB 50 - 70 kg : 3L/24 jam (40-50 tts/m)
- BB >70 kg
: 4L/24 j (60 tts/m)
Pengganti RL : NaCl 0,9%
Dex5% dlm RL @N.salin@NaCl 0,45%
Hati2 :hamil, kel. jantung/ginjal, lansia,
epilepsi : Usia >40 thn : EKG.
Kalau sudah masa penyembuhan :
maintenance.
Pemeriksaan vital sign : tiap 6 jam.
Pemeriksaan trombosit dan Htc :
- < 100.000/mm3 : tiap 12 jam.
- 100.000 - 150.000/mm3 : tiap 24 jam.

Penatalaksanaan DBD derajat 2.


Inf. RL = derajat 1.
Indikasi transfusi trombosit :
- perdarahan >4ml/kgBB/jam dan
- trombosit < 100.000/mm3.
- PSMBA
Indikasi transfusi PRC : Hb < 10 gr%
Pemeriksaan trombosit & Htc : / 4 jam.
Periksa Vital Sign tiap 30 menit.
Hati2 DSS --> MR naik 10 x
Perubahan Syok reversibel --> irrev : Cepat

Penatalaksanaan DSS :
O2 : 2 - 4 L/m
Inf RL 20 ml/kgBB/jam (cor).
U/ BB 50 kg : 1 L / jam (160 tts/m)
Evaluasi / 30 mnt.
Syok teratasi bila :
Sens : cm
TDS > 100 mmHg
Nadi < 100 x/m
Tek. nadi > 20 mmHg.
Akral hangat.
Tidak pucat
Diuresis 0,5 - 1 ml/kgBB/jam.

Periksa :
- Gas darah
- Elektrolit
- Ureum/ Creat
- Hemostasis
---KOREKSI---

Penatalaksanaan DSS (lanjutan)


Bila syok teratasi :
- Inf RL 10 ml/kgBB/jam (BB. 50 kg : 80 tts/m)
- Bila selama 1 jam stabil : 500 ml/4 jam(40 tts/m)
Follow ketat selama 48 jam.
Bila RL gagal : RL + kolloid (3-4 : 1)
Jlh kolloid 1000-1500 ml / 24 jam.
Bila gagal : vasopressor
(dopamin,dobutamin,adrenailn)
Bila Ht < 30 % : Transfusi PRC.
Bisa terjadi translokasi bakteri sal.cerna
---> Antibiotika

Jenis kolloid :
1. Dextran (LM DextranL, Plasmafusin)
- Hipertonik
- Menarik cairan
- Mengganggu hemostasis
- Mengganggu f/ trombosit
- Menurunkan jlh fibrinogen & faktor VIII
KI : KID.
2. Gelatin (Gelafudin).
- isotonik
3. Hydroxy ethyl starch (Hemoes, Expafusin).
- isotonik