Anda di halaman 1dari 4

SISTEM OPERASI

1 of 4

http://haruansampit.blogspot.co.id/2012/11/sistem-operasi.html

19th November 2012

SISTEM OPERASI

Algoritma FIFO (First In First Out)


[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7904789227522517086] Algoritma ini adalah algoritma yang paling sederhana.

Prinsip dari algoritma ini adalah seperti prinsip antrian (antrian tak berprioritas), halaman yang masuk lebih dulu
maka akan keluar lebih dulu juga. Algoritma ini menggunakan struktur data stack. Apabila tidak ada frame kosong
saat terjadi page fault, maka korban yang dipilih adalah frame yang berada di stack paling bawah, yaitu halaman
yang berada paling lama berada di memori.
[]
[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7904789227522517086]

Gambar 6.2. Algoritma FIFO


Algoritma FIFO

Pada awalnya, algoritma ini dianggap cukup mengatasi masalah tentang pergantian halaman, sampai pada tahun
70-an, Belady menemukan keanehan pada algoritma ini yang dikenal kemudian dengan anomali Belady. Anomali
Belady adalah keadaan di mana page fault rate meningkat seiring dengan pertambahan jumlah frame , seperti yang
bisa dilihat pada contoh di bawah ini.
[http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7904789227522517086]

Gambar 6.3. Anomali Algoritma FIFO


Anomali Algoritma FIFO

SJF (Shortest Job First)


[http://www.blogger.com
/blogger.g?blogID=7904789227522517086] Pada algoritma

ini setiap proses yang ada di ready queue akan


dieksekusi berdasarkan burst time terkecil. Hal ini
mengakibatkan waiting time yang pendek untuk setiap
proses dan karena hal tersebut maka waiting time
rata-ratanya juga menjadi pendek, sehingga dapat
dikatakan bahwa algoritma ini adalah algoritma yang
optimal.
[http://www.blogger.com
/blogger.g?blogID=7904789227522517086]

Tabel 14.1. Contoh Shortest Job First


Process Arrival Time Burst Time
P1

0.0

P2

2.0

P3

4.0

P4

5.0

21/12/2015 10:29

SISTEM OPERASI

2 of 4

http://haruansampit.blogspot.co.id/2012/11/sistem-operasi.html

Contoh: Ada 4 buah proses yang datang berurutan yaitu


P1 dengan arrival time pada 0.0 ms dan burst time 7
ms, P2 dengan arrival time pada 2.0 ms dan burst time
4 ms, P3 dengan arrival time pada 4.0 ms dan burst
time 1 ms, P4 dengan arrival time pada 5.0 ms dan
burst time 4 ms. Hitunglah waiting time rata-rata dan
turnaround time dari keempat proses tersebut dengan
mengunakan algoritma SJF.
Average waiting time rata-rata untuk ketiga proses
tersebut adalah sebesar (0 +6+3+7)/4=4 ms.
[http://www.blogger.com
/blogger.g?blogID=7904789227522517086]

Gambar 14.3. Shortest Job First (Non-Preemptive)


Shortest Job First (Non-Preemptive)

Average waiting time rata-rata untuk ketiga prses


tersebut adalah sebesar (9+1+0+2)/4=3 ms.
Ada beberapa kekurangan dari algoritma ini yaitu:
1. Susahnya untuk memprediksi burst time proses
yang akan dieksekusi selanjutnya.
2. Proses yang mempunyai burst time yang besar
akan memiliki waiting time yang besar pula karena
yang dieksekusi terlebih dahulu adalah proses
dengan burst time yang lebih kecil.
Algoritma ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Preemptive . Jika ada proses yang sedang
dieksekusi oleh CPU dan terdapat proses di ready
queue dengan burst time yang lebih kecil daripada
proses yang sedang dieksekusi tersebut, maka
proses yang sedang dieksekusi oleh CPU akan
digantikan oleh proses yang berada di ready queue
tersebut. Preemptive SJF sering disebut juga
Shortest-Remaining- Time-First scheduling.
2. Non-preemptive . CPU tidak memperbolehkan
proses yang ada di ready queue untuk menggeser
proses yang sedang dieksekusi oleh CPU meskipun
proses yang baru tersebut mempunyai burst time
yang lebih kecil.

Algoritma Penjadwalan
Algoritma algoritma yang menerapkan strategi

21/12/2015 10:29

SISTEM OPERASI

3 of 4

http://haruansampit.blogspot.co.id/2012/11/sistem-operasi.html

nonpreemptive :
3. FIFO ( First-in, First-out ).
SJF ( Shortest Job First ).
HRN ( Highest Ratio Next ).
MFQ ( Multiple Feedback Queues).
Algortima
preemptive :

algoritma

yang

menerapkan

strategi

RR ( Round-Robin ).
SRF ( Shortest-Remaining-First ).
PS ( Priority Schedulling ).
GS ( Guaranteed Schedulling ).
Penjadwalan Round Robin (RR)
Penjadwalan preemptive , bukan di- preempt oleh proses
lain tapi terutama oleh penjadwal berdasarkan waktu
berjalannya
proses,
disebut
preempt-by-time.
Penjadwalan tanpa prioritas.
Penjadwalan FIFO ( First In First Out )
Penjadwalan non-preemptive (run to completion).
Penjadwalan tidak berprioritas.
Penjadwalan Berprioritas (PS)
Ide penjadwalan adalah tipa proses diberi prioritas dan
proses berprioritas tertinggi running (mendapat jatah
waktu pemroses). Prioritas dapat diberikan secara :
Prioritas statis ( static priorities ).
Prioritas dinamis (dynamic priorities ) .
Prioritas Statis
Prioritas statis berarti prioritas tak berubah.
Prioritas Dinamis
Penjadwalan dengan Banyak Antrian (MFQ) :
Penjadwalan preemptive (by time ). Penjadwalan
berprioritas dinamis.
Penjadwalan Sisa Waktu Terpendek, Duluan ( SRF )
Penjadwalan ini merupakan : Penjadwalan preemptive
dan Penjadwalan berprioritas dinamis
Penjadwalan Rasio Tanggapan Tertinggi, Duluan (HRN)
Penjadwalan
ini
merupakan
:
Penjadwalan
non-preemptive Penjadwalan berprioritas dinamis.
Penjadwalan Terjamin ( GS ) Penjadwalan ini merupakan
: Penjadwalan preemptive menjadwalan berprioritas
dinamis.
Penjadwalan Earliest Deadline First (EDP) : Variasi
yang diterpakan pada Sistem Waktu Nyata Karena
sistem waktu nyata sering mempunyai deadline absolut,

21/12/2015 10:29

SISTEM OPERASI

4 of 4

http://haruansampit.blogspot.co.id/2012/11/sistem-operasi.html

maka penjadwalan dapat berdasarkan deadline. Proses


yang dijalankan yang mempunyai deadline terdekat.
Proses yang lebih dalam bahaya kehilangan deadline
dijalankan lebih dulu. Proses yang harus berakhir 10
detik lagi mendapat prioritas di atas proses yang harus
berakhir 10 menit lagi.
Diposkan 19th November 2012 oleh BAYU DWI PUTRA
0

Tambahkan komentar

Beri komentar sebagai:

Publikasikan

21/12/2015 10:29