Anda di halaman 1dari 41

PSIKOLOGI

PERKEMBANGAN
PERIDODE
Oleh : PRENATAL
Alifha Anjani
Ardhana Iswari
Eky Venty Pricillia
Risani Noer Khoerunisa A.
Rina Fajarwati
Chelsea D.L
Raga Pambudi

(15.04.136)
(15.04.179)
(15.04.182)
(15.04.229)
(15.04.259)
(15.04.281)
(15.04.314)

KONSEPSI AWAL KEHIDUPAN


Periode prenatal atau masa sebelum
lahir adalah periode awal perkembangan
manusia yang dimulai sejak konsepsi,
yakni ketika ovum wanita dibuahi oleh
sperma laki-laki sampai waktu kelahiran
seorang individu. Masa ini umumnya
berlangsung selama 9 bulan kalender
atau sekitar 280 hari sebelum lahir.

CIRI-CIRI PERIODE
PRENATAL
1. Pada saat ini sifat-sifat bauran, yang
berfungsi sebagai dasar bagi
perkembangan selanjutnya diturunkan
sekali untuk selamanya
. Sementara itu kondisi-kondisi yang baik
atau tidak baik, baik sebelum atau sesudah
kelahiran sampai tingkat tertentu, dapat
dan mungkin mempengaruhi sifat-sifat fisik
dan psikologis yang membentuk sifat-sifat
bawaan ini
. perubahan-perubahan yang terjadi bersifat
kuantitatif dan bukan kualitatif.

CIRI-CIRI PERIODE
PRENATAL
2. Kondisi-kondisi yang baik dalam tubuh
ibu dapat menunjang perkembangan
sifat bawaan sedangkan kondisi yang
tidak baik dapat menghambat
perkembangannya bahkan sampai
mengganggu pola perkembanganyang
akan datang.
Ada saatnya dalam rentang kehidupan
sifat bawaan sangat dipengaruhi kondisikondisi lingkungan seperti halnya selama
periode pranatal.

CIRI-CIRI PERIODE
PRENATAL

3. Jenis kelamin individu yang baru diciptakan sudah


dipastikan pada saat pembuahan dan kondisikondisi dalam tubuh ibu tidak akan
mempengaruhinya
Sama halnya dengan sifat bawaan
Kecuali kalau dilakukan pembedahan dalam
operasi perubahan kelamin , jenis kelamin individu
yang sudah ditetapkan pada saat pembuahan tidak
akan berubah.

CIRI-CIRI PERIODE
PRENATAL

4. Perkembangan dan pertumbuhan yang


normal lebih banyak terjadi selama periode
pranatal dibandingkan pada periode-periode
lain dalam seluruh kehidupan individu
Selama sembilan bulan sebelum kelahiran,
individu tumbuh dari sel kecil yang tampak
dari mikroskop menjadi bayi yang
panjangnya sekitar sekitar dua puluh inci dan
beratnya rata-rata 7 pon.
Diperkirakan bahwa selama masa itu berat
badan bertambah sebelas juta kali.

CIRI-CIRI PERIODE
PRENATAL

5. Periode pranatal merupakan masa yang


mengandung banyak bahaya baik fisik maupum
psikologis
6. Periode pranatal merupakan saat dimana orangorang yang berkepentingan membentuk sikapsikap pada diri individu yang baru diciptakan
Kalau Sikap-sikap ini sangat bersifat emosional,
maka hal ini dapat dan seringkali merusak
keseimbangan ibu (mother`shomeotasis), dan
dengan demikian mengganggu kondisi-kondisi di
dalam tubuh ibu yang sangat penting bagi
perkembangan normal dari individu yang baru
diciptakan.

Bagaimana Kehidupan Dimulai?

1. Pertama, Kehidupan baru mulai dengan


bersatunya sel seks pria dan sel seks
wanita. Kedua sel seks ini dikembangkan
dalam alat-alat reproduksi, yaitu gonad.
. Sel-sel seks pria, spermatozoa (bentuk
tunggalnya spermatozoan) diproduksi
dalam gonad pria, tes-tes, sedangkan
sel-sel seks wanita, yaitu telur-telur
(tunggal : ovum,jamak : oval),
doproduksi dalam gonad wanita, yaitu
indung telur (ovarium).

Bagaimana Kehidupan Dimulai?

Sel-sel seks pria dan wanita keduanya mengandung


kromosom. Setiap sel seks yang matang mempunyai 23
(dua puluh tiga) kromosom, dan tiap-tiap kromosom
mengandung gen yaitu pembawa keturunan.
Gen adalah partikel yang ditemukan dalam kombinasi
dengan gen-gen lain dalam bentuk menyerupai benang di
dalam kromosom. Diperkirakan terdapat sekitar 3.000 gen
di dalam setiap kromosom, gen-gen diturunkan dari orang
tua kepada keturunannya (10,53,66).

Bagaimana Kehidupan Dimulai?


Sel-sel seks pria dan wanita juga
berbeda dalam dua hal penting.
Pertama, di dalam telur yang matang
terdapat 23 kromosom yang
berpasangan, sedangkan di dalam
spermatozoon terdapat 22 kromosom
yang berpasangan dan satu
kromosom yang yang tidak
berpasangan yang mungkin
berbentuk kromosom x atau

Bagaimana Kehidupan Dimulai?

2. Kedua, jumlah persiapan tahap-tahap


perkembangan yang dilalui sebelum sel-sel itu
siap untuk memproduksi seorang manusia
baru.
Semua sel seks, pria atau wanita, harus
melalui tahap permulaan, yaitu pematangan
dan pembuahan
sedangkan sel-sel seks pria melalui dua tahap
permulaan, yaitupematangan dan pembuahan
sedangkan sel-sel seks wanita melalui tiga
tahap permulaan, yaitu pematangan, ovulasi
dan pembuahan

PEMATANGAN
Pematangan adalah proses pengurangan
kromosom melalui pembelahan sel, satu
kromosom dari tiap pasangan mencari sel yang
belum selesai terbelah, yang selanjutnya akan
terbelah menurut panjangnya dan membentuk
dua sel baru
Sel yang sudah matang mengandung dua puluh
tiga kromosom, dikenal sebagai sel baploid.
Pematangan sel-sel seks baru terjadi apabila
kematangan seks sudah tercapai, yaitu pada
masa pubertas baik pada anak laki-laki maupun
pada anak perempuan.

OVULASI
Ovulasi adalah tahap
pendahuluan
perkembangan yang
terjadi hanya pada selsel seks wanita. Ovulasi
adalah proses lepasnya
satu telur yang metang
selama siklus haid.

Pembuahan (Fertilization)
Pembuahan (Fertilization), yang terjadi
pada masa kehamilan merupakan tahap
ketiga dari permulaan perkembangan sejak
mulainya kehidupan baru.
Biasanya pembuahan terjadi sementara
ovum masih berada dalam tuba fallopi.
Lebih spesifik lagi, umumnya pembuahan
terjadi dalam dua belas sampai ketiga
puluh enam jam dan biasanya terjadi pada
dua puluh empat jam pertama setelah
telur-telur memasuki tuba.

TAHAP-TAHAP PRENATAL
1. Tahap germinal (germinal stage)
. Berlangsung sekitar 2 minggu pertama dari kehidupan,
yakni sejak terjadinya pertemuan antara sel sperma laki
laki dengan sel telur perempuan yang dinamakan dengan
pembuahan atau fertilization.
. Bentuk zigot sebesar kepala peniti. Tidak berubah karena
tidak mempunyai sumber makanan dari luar. Hidupnya
dipertahankan kuning telur
. Dengan berjalannya zigot dari tuba fallopi turun ke uterus,
terjadi banyak pembelahan dan zigot terbagi menjadi
lapisan luar dan lapisan dalam
. Lapisan luar kemudian berkembang menjadi placenta (ariari), tali pusar, dan selanjutnya pembungkus janin lapisan
dalam berkembang menjadi manusia baru
. Sekitar sepuluh hari setelah pembuahan, zigot tertanam di
dalam dinding uterine

2. Tahap Embrio (embriyonic stage)

Dimulai dari 2 minggu sampai 8 minggu setelah pembuahan,


yang ditandai dengan terjadinya banyak perubahan pada
semua organ utama dan sistem-sistem fisiologis.
Pertumbuhan terjadi dalam dua proses yaitu cephalocaudal dan
proximodistal.
Embrio berkembang menjadi manusia dalam bentuk kecil
Terjadi perkembangan besar, mula-mula di bagian kepala dan
terakhir pada anggota tubuh.
Semua bagian tubuh yang penting, baik bagian luar maupun
dalam, sudah terbentuk
Embrio mulai bergerak di dalam uterus, dan terjadi gerakangerakan spontan dari anggota tubuh
Placenta (ari-ari), tali pusar dan selaput pembungkus janin
berkembang . keduanya melindungi dan memberi makan
embrio
Pada akhir bulan kedua prenatal, berat embrio rata-rata 1 ons
dan panjangnya 1 inc

3. Tahap Janin (fetus stage)

Periode ini dimulai dari usia 9 minggu sampai lahir.


Terjadi perubahan pada bagian-bagian tubuh yang telah terbentuk, baik dalam
bentuk/rupa maupun perubahan aktual, dan terjadi perubahan dalam fungsi. Tidak
tampak bentuk-bentuk baru pada saat ini
Pada akhir bulan ketiga, beberapa organ dalam cukup berkembang sehingga dapat
mulai berfungsi. Denyut jantung janin dapat diketahui sekitar minggu kelima belas
Pada akhir bulan kelima, berbagai organ dalam telah menempati posisi hamper
seperti posisi di dalam tubuh dewasa
Sel-sel saraf, yang ada sejak minggu ketiga, jumlahnya meningkat pesat selama
bulan-bulan kedua, ketiga dan keempat. Apakah peningkatan pada saat ini akan
terus berlangsung atau tidak, bergantung pada kondisi di dalam tubuh ibu, seperti
kekurangan gizi yang sebaliknya mempengaruhi perkembangan sel saraf terutama
dalam bulan-bulan terakhir periode prenatal
Biasanya gerak-gerak janin tampak pertama kali antara minggu kedelapan belas da
dua puluh. Kemudian meningkat cepat sampai akhir bulan kesembilan dimana
gerakan mulai berkembang karena penuhnya pembungkus janin dan tekanan pada
otak janin pada saat janin mengambil posisi kepala daerah pinggul dalam persiapan
untuk lahir. Gerak-gerak janin ini berlainan macamnya. Yaitu menggelinding dan
menendang, gerak pendek atau cepat.
Pada akhir bulan ketujuh, janin sudah cukup berkembang dan dapat hidup bila lahir
sebelum waktunya
Pada akhir bulan kedelapan, tubuh janin sudah lengkap terbentuk, meskipun lebih
kecil dibandingkan dengan bayi, normal yang cukup bulannya

PENTINGNYA KEHAMILAN
Ada empat kondisi penting yang
mempengaruhi perkembangan individual
selanjutnya.
1. Sifat bawaan
Penentuan sifat bawaan
memepengaruhi perkembangan
selanjutnya dalam dua hal. Pertama,
factor keturunan membatasi sejauh mana
individu dapat berkembang. Kedua,
bahwa sifat bawaan sepenuhnya
merupakan masalah kebetulan: tidak ada
cara tertentu untuk mengendalikan

PENTINGNYA KEHAMILAN
2. Jenis kelamin
Jenis kelamin bergantung pada jenis spermatozoon yang
menyatu dengan ovum. Ada tiga alasan mengapa jenis
kelamin individu penting bagi perkembangan selama
hidupnya. Pertama, anak-anak yang belajar berperilaku
sesuai dengan apa yang dianggap wajar bagi jenis kelamin
mereka akan menerima dukungan sosial. Sebaliknya, anakanak yang gagal menyesuaikan diri akan mengalami kritik
dan dikucilkan oleh masyarakat. Kedua, pengalaman
belajar ditentukan jenis kelamin individu. Contohnya anak
laki-laki yang belajar memainkan permainan anak
perempuan disebut sebagai banci dan anak perempuan
yang menyukai permainan laki-laki dikenal sebagai tomboy.
Ketiga adalah sikap orang tua dan anggota keluarga
lainnya terhadap individu sehubungan dengan jenis kelamin
mereka.

PENTINGNYA KEHAMILAN
3. Jumlah anak
Apabila ovum yang matang dibuahi oleh satu
spermatozoan hasilya adalah satu anak, kecuali
bila telur yang telah dibuahi (zygote) membelah
menjadi dua bagian atau lebih yang terpisah
selama tahap-tahap permulaan pembelahan sel.
Apabila ini terjadi akan menghasilkan anak kembar
identik (uniovular) dua, tiga atau lebih. Kalau dua
ovum atau lebih dibebaskan sekaligus dan dibuahi
oleh spermatozoa yang berlainan, akan
menghasilkan kembar nonidentik (juga disebut
biovular atau fraternal dua, tiga atau lebih).

Efek kembar terhadap perkembangan


Sebagian besar penelitian tentang efek
kelahiran kembar terhadap perkembangan
dibatasi pada kembar dua, karena kembar tiga
atau lebih sangat jarang terjadi dan tingkat
kematian mereka lebih tinggi sehingga
penelitian terhadap mereka menjadi sulit dan
hamnpir tidak mungkin.
Alasan bahwa kelahiran kembar mempengaruhi
pola perkembangan tidak hanya karena
terdapat perbedaan-perbedaan dalam faktor
keturunan juga karena lingkungan kelahirannya
berbeda sehingga terjadi perbedaan dalam
pola perkembangan, perilaku, dan kepribadian

Efek jangka panjang dari


kekembaran
Semakin kecil bayi-bayi kembar pada
waktu dilahirkan, keterlambatan
perkembangan cenderung semakin lama.
Saling ketergantungan sangat sering
terjadi diantara anak-anak kembar yang
lebih kecil kepada saudara kembarnya
yang lebih besar. Mereka yang mengikuti
pendidikan prsekolah cenderung lebih
cepat meninggalkan pola ketergantungan
ini.

PENTINGNYA KEHAMILAN
4. Posisi Urutan Anak
Peralihan posisi anak bungsu menjadi posisi anak
tengah dapat mengganggu selama beberapa waktu,
tetapi anak-anak atau bahkan bayi cenderung dapat
menyesuaikan diri dengan perubahan ini.
Ada bukti yang menyimpulkan bahwa bukan posisi
urutan saja yang meninggalkan bekas pada
kepribadian individu dan pola perilaku, melainkan
juga keadaan dalam hidup yang behubungan
dengan posisi ini seperti peran individu dalam
keluarga dan perlakuan yang diterimanya dari
anggota anggota keluarga yang penting serta sikap
mereka.

4. Posisi urutan anak


Forer menjelaskan pengaruh posisi urutan terhadap
individu sebagai berikut (25):
Kedudukan Anda dalam keluarga sangat
mempengaruhi bagaimana Anda menghadapi
masyarakat dan dunia. . . . Sebagian besar
perkembanga anak bergantung pada interaksi
dengan saudara- saudaranya. . . Semua
anggota keluarga memaksakan pola-pola
perilaku tertentu kepada anggota keluarga
yang lain pada saat mereka berinteraksi, untuk
memenuhi kebutuhan mereka. . . Dengan cara
inilah. . . . posisi dalam keluarga memberi
cap[ yang tidak dapat dihapuskan pada gaya
hidup seseorang.

Ciri umum sehubungan


dengan posisi urut

Anak Pertama
Berperilaku secara matang karena berhubungan dengan orang-orang
dewasa dan karena diharapkan memikul tanggung jawab
Benci terhadap fungsinya sebagai teladan bagi adik-adiknya dan
sebagai pengasuh mereka
Cenderung mengikuti kehendak dan tekanan kelompok dan mudah
dipengaruhi untuk mengikuti kehendak orang tua
Mempunyai perasaan kurang aman dan perasaan benci sebagai akibat
dari lahirnya adik yang sekarang menjadi pusat perhatian
Kurang agresif dan kurang berani karena perlindungan orang tua yang
berlebihan
Mengembangkan kemampuan memimpin sebagai akibat dari harus
memikul tanggung jawab dirumah. Tetapi ini sering disanggah dengan
kecenderungan untuk menjadi bos
Biasanya berprestasi tinggi atau sangat tinggi karena tekanan dan
harapan orang tua dan keinginan untuk memperoleh kembali perhatian
orang tua bila ia merasa bahwa adik-adiknya merebut perhatian orang
tua dari dirinya
Sering tidak bahagia karena adanya perasaan kurang aman yang timbul
dari berkurangnya perhatian orang tua dengan kelahiran adik-adiknya
dan benci karena mempunyai tugas dan tanggung jawab yang lebih

Anak Tengah
Belajar mandiri dan bertualang adalah akibat dari kebebasan yang lebih banyak
Menjadi benci atau berusaha melebihi perilaku kakaknya yang lebih
diunggulkan
Tidak menyukai keistimewaan yang diperoleh kakaknya
Bertingkah dan melanggar peraturan untuk menarik perhatian orang tua bagi
dirinya sendiri dan merebut perhatian orang tua dari kakak atau adik-adiknya
Mengembangkan kecenderungan untuk menjadi bos, mengejek,
mengganggu atau bahkan menyerang adik-adiknya yang memperoleh lebih
banyak perhatian orang tua
Mengembangkan kebiasaan untuk tidak berprestasi tinggi, karena kurangnya
harapan-harapan orang tua dan kurangnya tekanan untuk berprestasi
Mempunyai tanggung jawab yang lebih sedikit dibandingkan anak pertama.
Sering ditafsirkan bahwa anak tengah lebih rendah daripada anak pertama. Hal
ini melemahkkan pengembangan sifat-sifat kepemimpinan
Tergangggu oleh perasaan-perasaan diabaikan orang tua yang selanjutnya
mendorong timbul dan berkembangnya gangguan perilaku
Mencari persahabatan dengan teman-teman sebaya diluar rumah, hal ini
seringkali mengakibatkan penyesuaian sosial yang lebih baik daripada
penyesuaian anak pertama.

Anak Bungsu
Cenderung keras dan banyak menuntut sebagai akibat dari
kurang ketatnya disiplin dan dimanjakan oleh anggotaanggota keluarga
Tidak banyak memiliki rasa benci dan rasa aman yang lebih
besar karena tidak pernah disaingi oleh saudarasaudaranya yang lebih muda
Biasanya dilindungi oleh orang tua dari serangan fisik atau
verbal kakak-kakaknya dan hal ini mendorong
ketergantungan dan kurangnya rasa tanggung jawab
Cenderung tidak berprestasi tinggi karena kurangnya
harapan dan tuntutan orang tua
Mengalami hubungan sosial yang baik di luar rumah dan
biasanya popular tetapi jarang menjadi pemimpin karena
kurangnya kemauan memikul tanggung jawab
Cenderung merasa bahagia karena memperoleh perhatian
dan dimanjakan anggota-anggota keluarga selama awal
masa kanak-kanak

SIKAP ORANG-ORANG YANG BERARTI


Sampai awal tahun 1940, minat psikologis
pada periode prenatal dipusatkan pada
kondisi-kondisi fisik dalam tubuh ibu yang
mungkin mempengaruhi perkembangan
dan persistensi pengaruh tersebut dalam
kehidupan pascanatal. Karya Sontag dan
rekan-rekannya misalnya, menekankan
fakta bahwa keadaan emosi ibu dapat
mempengaruhi perkembangan anak
sebelum dilahirkan.

A. SUMBER TIMBULNYA SIKAP


Banyak faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap
terhadap anak.
1. Pertama, pengalaman awal masa muda dengan anak-anak
menentukan bagaimana perasaan mereka tentang anakanak pada umumnya dan tentang peran mereka di masa
mendatang sebagai orang tua.
2. Kedua, pengalaman dengan teman-teman, baik di masa
lalu maupun sekarang, mewarnai sikap individu.
3. Ketiga, orang tua/nenek yang mencintai anak-anak dan
yang menaruh belas kasihan kepada orang-orang yang tidak
mempunyai anak, dapat menimbulkan sikap yang
menyenangkan kepada anak-anak.
4. Keempat, sikap terhadap jenis kelamin dari anak yang
belum dilahirkan dapat dipengaruhi oleh gagasan-gagasan
stereotip, misalnya bahwa anak laki-laki sulit diatur.
5. Kelima, media massa cenderung mengagungkan kehidupan
keluarga dan peran orang tua. Sikap orang dewasa yang

B. KONDISI YANG MEMPENGARUHI SIKAP


Banyak kondisi yang mempengaruhi sikap
orang tua, saudara-saudara kandung, dan
nenek terhadap seorang anak, baik yang
menyenangkan maupun tidak menyenangkan.
Kondisi yang berbeda mempengaruhi sikap
dari orang orang berarti yang berbeda.
C.MAPANNYA SIKAP
Ada dua alasan mengapa sikap-sikap itu
mapan. Pertama, sikap cenderung mapan
karena keyakinan individu yang menganggap
sikapnya sahih dan dibenarkan. Alasan kedua
dari mapannya sikap terhadap anak yang
terbentuk sebelum anak itu dilahirkan, adalah
bahwa sikap tersebut biasanya sarat emosi.

D. EFEK SIKAP PADA ANAK-ANAK


Sikap ibu dapat mempengaruhi bayinya yang
belum dilahirkan, bukan melalui tali pusar yang
satu-satunya penghubung langsung antara
keduanya melainkan akibat dari adanya
perubahan edoktrin yang dapat dan memang
terjadi apabila calon ibu menderita tekanan yang
berat dan dalam waktu yang lama dan biasanya
mengiringi sikap yang kurang menyenangkan.
Sebaliknya, sikap-sikap yang menyenangkan
akan menimbulkan keseimbangan tubuh yang
baik dan hal ini akan menunjang perkembangan
yang normal sepanjang periode prenatal.

E. EFEK SIKAP DAN HUBUNGAN KELUARGA


Sikap anggota keluarga yang dasarnya pada
umumnya telah terbentuk sebelum anak dilahirkan
mempunyai efek yang besar tidak hanya pada
anak tetapi pada hubungan keluarga.
Apabila sikap yang menyenangkan kepada bayi
yang baru dapat dipastikan mapan dan bila sikap
yang kurang menyenangkan dapat dipastikan
menjadi berkurang atau bahkan berubah menjadi
menyenangkan, maka sikap itu tidak akan
mengancam hubungan anggota keluarga.
Anak akan menyadari adanya perbedaan perasaan
dari masing-masing anggota keluarga terhadap
dirinya dan hal ini mempengaruhi sikapnya
terhadap anggota keluarga dan dirinya sendiri

BAHAYA SELAMA PERIODE PRENATAL


A.BAHAYA FISIK
Kondisi-Kondisi Yang Mempengaruhi Bahaya Fisik
1. Ibu mengalami kontraksi
. Pada saat ibu hamil mengalami kontraksi rubella
dalam kehamilan tiga semester pertama, kemungkinan
akan terjadi ketidakteraturan dalam perkembangan
bayinya,terutama dalam bentuk cacat mata atau cacat
telinga atau pembentukan jantung yang kurang baik.
. Hormon wanita, seperti estrogen dan pregesten, bila
diambil pada awal tahap kehamilan dapat mengganggu
perkembangan cardiovascular yang normal dari janin
dan dapat menyebabkan penyakit jantung bawaan.
2. Kondisi Ibu yang lebih kuat atau lebih besar
dari kondisi normal

Uraian di bawah ini dicurigai dapat mempengaruhi


perkembangan.

1. Malnutrisi Ibu
Hal ini dapat merusak perkembangan normal,terutama
perkembangan otak janin(49,53,55). Terlalu banyak merokok
dan minum minuman keras mengganggu perkembangan
normal, terutama selamaperiode embrio dan janin(20,41,46).
Demikian pula halnya dengan minum obat-obatan.
2. Usia Ibu
Hal ini merupakan kondisi yang memperbesar kemungkinan
terjadinya bahaya fisik selama periode prenatal.
Sebabnya adalah bahwa menjelang menopause para wanita
seringkali mengalami gangguan endokrin yang
memperlambat prkembangan embrio dan janin, menimbulkan
ketidakteraturan perkembangan seperti cretinisme,Down
syndrome, pembentukan jantung yang salah dan
hydrocephalus, yang mencakup cacat fisik dan mental.

3. Jenis Pekerjaan
Burham menunjukan,kemungkinan terjadinya
kerusakan pada janin dan kerusakan genetik yang
dapat terjadi pada wanita pekerja tampaknya
merupakan masalah medis yang penting.
4. Embrio Perempuan
Embrio Perempuan mempunyai kemungkinan
hidup yang lebih besar daripada embrio laki-laki;
tetapi sebab belum diketahui. Misalnya,untuk
setiap 100 embrio permpuan yang hilang karena
keguguran terjadi kehilangan 160 embrio laki-laki.
Ketidakteraturan perkembangan juga lebih sering
terjadi pada janin laki-lakik daripada janin
perempuan (53,66).

5. Kelahiran kembar
Proses ini lebih berbahaya daripada
kelahiran tunggal. Janin kembar
bersesakan sepanjang periode prenatal
dan ini menghambat kegiatan janin
normal yang penting bagi perkembangan.
6. Lahir sebelum waktunya
Kejadian ini banyak terjadi pada kelahiran
kembar, seperti halnya kemungkinan
terjadinya ketidakteraturan
perkembangan.

7. Efek Jangka Panjang


Jikalau ketidakteraturan
perkembangan memang benar-benar
serius dan kalau embrio tidak gugur
atau mati pada waktu kelahiran atau
segera sesudahnya, individu akan
cacat dalam beberapa hal
8. Abnormalitas Kromosom
Hal ini terjadi terutama dalam
kromosomom X ternyata
menyebabkan abnormalitas fisik
yang dapat memberi kecenderungan
individu pada perilaku abnormal bila
keadaan itu menyulitkannya untuk
menyesuaikan dengan harapanharapan social.

Usaha-usaha untuk Menguasai Ketidakteraturan


Perkembangan

1. Konseling Genetik
Cara ini mencakup telaah yang luas dan terinci mengenai
riwayat kesehatan suami maupun isteri untuk menentukan
apakah ada, kapan, dan dalam bentuk apa abnormalitas
fisik atau mental yang terdapat dalam keluarga mereka.
Kalau sudah ada anak yang lahir sebelumnya, riwayat
kesehatannya juga dipelajari.
2. Amniocentesis
Amniocentesis adalah prosedur medis yang meliputi
pengambilan contoh cairan selubung pembungkus janin
dari uterus ibu yang hamil dengan memasukan jarum ke
dalam perut dan diiringi dengan suara ultra untuk
meyakinkan bahwa jarum tidak menusuk tubuh janin yang
sedang berkembang.

B. Bahaya Psikologis
Terdapat tiga bahaya psikologis, yaitu:
1. Kepercayaan Tradisional
Salah satunya yaitu kepercayaan tradisional tentang bagaimana
seseorang dapat meramalkan jenis kelamin anak yang belum lahir.
. Efek kepercayaan demikian dapat mengakibatkan kebencian dan
kekecewaan yang terungkap dalam sikap yang kurang
menyenangkan terhadap anak apabila anak yang lahir bukanlah
jenis kelamin yang diinginnkannya.
2. Tekanan yang Dialami Ibu
Bahaya psikologis penting kedua yang dihubungkan dengan periode
pranatal berupa tekanan yang dialami ibu, yaitu keadaan emosi yang
meninggi selama beberapa waktu.
. Tekanan ini dapat disebabkan karena rasa takut, marah, sedih, atau
iri hati.
3. Sikap-Sikap yang Kurang Menyenangkan di Pihak OrangOrang yang Berarti
Bahaya psikologis umum ketiga selama periode prenatal adalah sikap
yang kurang menyenangkan dari orang-orang yang berarti dalam
kehidupan anak