Anda di halaman 1dari 4

ARIEF RAHMAN F1314015

RINGKASAN MATERI KULIAH


SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
PRODUCTION CYCLE
Siklus produksi adalah serangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan informasi terkait yang
terus-menerus berhubungan dengan pembuatan produk.

A. Sistem Informasi Siklus Produksi


1. Proses:
Sistem informasi siklus produksi mengintegrasikan baik data operasional maupun keuangan
dari banyak sumber.
2. Ancaman dan Pengendalian:
Ancaman

Pengendalian

a. Data induk yang tidak


akurat/valid

Pengendalian integritas pengolahan data


Pembatasan akses terhadap data induk
Tinjauan pada semua perubahan terhadap data induk

b. Pengungkapan yang tidak


diotorisasi oleh informasi sensitif

Pengendalian akses
Enkripsi

c. Kehilangan/penghancuran data

Backup dan prosedur pemulihan bencana

B. Desain Produk
1. Proses:
Aktivitas desain produk menghasilkan dua output, yaitu :
a. Daftar bahan baku (bill of materials-BOM) adalah sebuah dokumen yang menyebutkan
nomor bahan baku, deskripsi, dan kuantitas dari tiap-tiap komponen yang digunakan
dalam sebuah produk.
b. Daftar operasi (operation list) adalah sebuah dokumen yang menspesifikasikan urutan
langkah-langkah untuk mengikuti dalam membuat produk, peralatan apa yang
digunakan, dan seberapa lama setiap langkah yang diambil.
2. Ancaman dan Pengendalian:
Ancaman
a. Dasain produk yang buruk
mengakibatkan kelebihan
biaya

C. Perencanaan dan Penjadwalan


1. Metode Perencanaan Produksi

Pengendalian
-

Analisis akuntansi biaya yang timbul dari pilihan


desain produk
Analisis garansi dan biaya perbaikan

a. Manufacturing resource planning (MRP-II) merupakan perpanjangan dari perencanaan


sumber daya bahan baku yang berupaya untuk menyeimbangkan kapasitas produksi
yang ada dengan kebutuhan bahan baku untuk memenuhi permintaan penjualan yang
diperkirakan. Disebut juga sebagai push manufacturing karena barang-barang yang
diproduksi dalam ekspektasi permintaan pelanggan.
b. Produksi ramping (lean manufacturing) yaitu memperpanjang prinsip-prinsip sistem
persediaan just-in-time untuk seluruh proses produksi dan untuk meminimalkan atau
mengeliminasi persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi.
Sering disebut sebagai pull manufacturing karena barang-barang yang diproduksi
sebagai respon terhadap permintaan pelanggan.
2. Dokumen Kunci dan Formulir
Informasi mengenai pesanan pelanggan, perkiraan penjualan, dan tingkat persediaan
barang jadi digunakan untuk menentukan tingkat produksi. Hasilnya adalah jadwal induk
produksi (master production schedule-MPS), yang menentukan seberapa banyak tiap-tiap
produk untuk diproduksi selama periode perencanaan dan ketika produksi tersebut harus
terjadi.
Aktivitas perencanaan dan penjadwalan menghasilkan tiga dokumen lain:
a. Pesanan produksi (production order) : sebuah dokumen yang mengotorisasi pembuatan
dalam kuantitas yang telah ditentukan pada produk tertentu.
b. Permintaan bahan baku (materials requisition) : mengotorisasi penghapusan dari
kuantitas yang diperlukan bahan baku dari ruang penyimpanan.
c. Kartu pemindahan (move ticket) : dokumen yang mengidentifikasi transfer internal dari
bagian, lokasi di mana bagian tersebut ditransfer, dan waktu transfer.
3. Ancaman dan Pengendalian:
Ancaman

Pengendalian

a. Kelebihan dan di bawah


target

Sistem perencanaan produksi


Tinjauan dan persetujuan jadwal dan pesanan
produksi
Pembatasan akses terhadap pesanan dan jadwal
produksi

D. Operasi Produksi
Aktivitas pembuatan produk berbeda-beda di berbagai perusahaan, tergantung jenis produk
yang diproduksi dan tingkat otomatisasi yang digunakan dalam proses produksi.
Proses produksi menggunakan berbagai bentuk teknologi informasi seperti robot dan mesin
yang dikendalikan komputer, disebut computer-integrated manufacturing (CIM). CIM dapat
mengurangi biaya produksi secara signifikan, merupakan sebuah pendekatan manufaktur
dengan banyak proses manufaktur dijalankan dan diawasi dengan peralatan terkomputerisasi,
sebagian melalui penggunaan robot dan pengumpulan data real-time dari aktivitas manufaktur.
Ancaman dan Pengendalian:
Ancaman
a. Pencurian persediaan

Pengendalian
-

b. Pencurian aktiva tetap

Pengendalian akses fisik


Dokumentasi dari semua pergerakan persediaan
Pemisahan tugas, penyimpanan aset dari pencatatan dan
otorisasi penghapusan
Pembatasan akses terhadap data induk persediaan
Perhitungan persediaan fisik secara periodik dan rekonsiliasi
dari perhitungan tersebut terhadap kuantitas yang dicatat
Persediaan fisik dari semua aktiva tetap
Membatasi akses fisik terhadap aktiva tetap
Memelihara catatan detail dari aktiva tetap, termasuk

pelepasannya
c. Kinerja yang buruk

d. Investasi suboptimal
dalam aktiva tetap

Persetujuan yang tepat dari perolehan aktiva tetap, termasuk


penggunaan permintaan proposal untuk menjaring berbagai
penawaran kompetitif

e. Kehilangan persediaan
atau aktiva tetap
dikarenakan kebakaran
atau bencana lainnya

f.

Backup atau rencana pemulihan bencana

Gangguan operasi

Pelatihan
Laporan kinerja

Pengamanan fisik (misal: alat penyiram api)


Asuransi

E. Akuntansi Biaya
1. Proses:
Sistem akuntansi biaya harus didesain untuk mengumpulkan data secara real-time
mengenai kinerja aktivitas produksi, sehingga manajemen dapat membuat keputusan yang
tepat waktu. Hal ini bertujuan menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian,
dan pengevaluasian kinerja operasi produksi.
Sistem akuntansi biaya harus mengklasifikasikan biaya berdasarkan berbagai kategori dan
kemudian menentukan biaya-biaya tersebut ke produk tertentu dan unit organisasi. Hal ini
bertujuan : menyediakan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam
penetapan harga dan keputusan bauran produk; dan mengumpulkan dan memproses
informasi yang digunakan untuk menghitung nilai-nilai persediaan dan harga pokok
penjualan yang muncul dalam laporan keuangan perusahaan.
Untuk menentukan biaya produksi, sebagian besar perusahaan menggunakan perhitungan:
a. Job-order costing.
b. Process costing.
Data-data yang digunakan pada sistem akuntansi biaya:
a. Penggunaan bahan baku
b. Biaya tenaga kerja langsung
c. Penggunaan mesin dan peralatan
d. Biaya overhead pabrik

2. Ancaman dan Pengendalian:


Ancaman
a. Data biaya yang tidak akurat

Pengendalian
-

Otomatisasi data sumber


Pengendalian integritas pengolahan data

b. Alokasi yang tidak tepat dari


biaya overhead

Perhitungan biaya berbasis aktivitas yang didorong


waktu (activity-based costing)

c. Laporan yang menyesatkan

Metrik kinerja inovatif (misal: throughput)

F. Tujuan Siklus Produksi


Semua produksi dan perolehan aktiva tetap diotorisasi dengan baik
Persediaan barang dalam proses dan aktiva tetap dijaga keamanannya

Semua transaksi siklus produksi yang valid dan sah akan dicatat
Semua transaksi siklus produksi dicatat dengan akurat
Catatan yang akurat dipelihara dan dilindungi dari kehilangan
Aktivitas siklus produksi dilakukan secara efisien dan efektif