Anda di halaman 1dari 12

1.

1 Latar Belakang
Pada tahun 1869 seorang sarjana asal Rusia bernama Dmitri Ivanovich
Mendeleev menyimpulkan bahwa sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik
berdasarkan kenaikan

massa atom relatifnya . Mendeleev menempatkan

unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal yang
disebut

golongan,

sedangkan

lajur-lajur

horizontal

disebut

periode.

Sebagaimana pada tabel unsur periodik Mendeleev, ia mengosongkan


beberapa tempat karena untuk memperkirakan unsur

lain yang memiliki

sifat yang mirip. Sebagai contoh , ia mengosongkan beberapa tempat pada


golongan III A dan ia mengusulkan adanya unsur yang belum diketahui .
Mendeleev berpendapat adanya unsur yang belum ditemukan yang disebut
eka-aluminium yang artinya eka alumunium adalah unsur pertama di bawah
alumunium. Ketika galium ditemukan ternyata sifat

unsur galium sangat

mirip dengan sifat unsur eka-alumuniumyang diramalkan . Penggolongan


Mendeleev lebih baik dibandingkan Newlands karena salah satu alasannya
yaitu ia menggolongkan unsur-unsur dengan tepat menurut sifat-sifatnya.
Oleh karena itu, makalah ini dibuat untuk lebih mengetahui sifat dan
sejarahnya serta kegunaan unsur-unsur pada golongan III A.
1.2 Rumusan Masalah
1. Siapa yang menemukan unsur-unsur pada golongan III A
2. Kapan ditemukannya unsur-unsur pada golongan III A ?
3. Bagaimana cara ditemukannya unsur-unsur pada golongan III A ?
4. Bagaimana sifat yang dimiliki unsur-unsur pada golongan III A ?
5. Apa saja kegunaan unsur-unsur pada golongan III A ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui siapa yang menemukan unsur-unsur pada golongan III A.
2. Mengetahui kapan ditemukannya unsur-unsur pada golongan III A.
3. Mengetahui bagaimana menemukannya unsur-unsur pada golongan
IIIA.
4. Mengetahui sifat-sifat unsur-unsur pada golongan III A.

5. Mengetahui kegunaan dari unsur-unsur pada golongan III A.

I.

PEMBAHASAN

2.1 Golongan III A


Unsur-unsur pada golongan IIIA mencakup satu unsur non-logam dan empat
unsur lainnya yang memiliki sifat kelogaman yang sama. Unsur-unsur pada
golongan IIIA menunjukkan perbedaan sifat yang cukup bervariasi. Boron
merupakan unsur non-logam, aluminium merupakan unsur logam namun
menunjukkan banyak kemiripan sifat kimia dengan boron, dan unsur sisanya
seluruhnya memiliki karakteristik sebagai unsur logam. Unsur-unsur dari
logam utama golongan III A adalah : boron ( B), aluminium (Al), galium (Ga),
indium ( In), thalium (Tl). Unsur-unsur dari logam utama golongan III A
umumnya dapat bereaksi dengan udara, air, asam, unsur-unsur halogen
membentuk senyawa. Unsur-unsur dari logam utama golongan III A di alam
tidak ditemukan dalam bentuk unsur melainkan dalam bentuk senyawanya.
Oleh karena itu, diperlukan beberapa proses yang digunakan untuk dapat
mengisolasi unsur tersebut dari senyawanya. Unsur-unsur pada golongan IIIA
mencakup satu unsur non-logam dan empat unsur lainnya yang memiliki
sifat kelogaman yang sama. Boron merupakan unsur non-logam, aluminium
merupakan unsur logam namun menunjukkan banyak kemiripan sifat kimia
dengan boron, dan unsur sisanya seluruhnya memiliki karakteristik sebagai
unsur logam. Keadaan oksidasi positif tiga (+3) merupakan karakteristik
utama untuk semua unsur golongan IIIA. Keadaan positif satu (+1 atau +
saja) terdapat dalam senyawaan semua unsur golongan IIIA kecuali boron,
dan untuk thallium keadaan tersebut merupakan keadaan oksidasi yang
stabil. Faktanya thallium menunjukkan kemiripan dengan banyak unsur lain
(alkali tanah, perak, merkuri, dan timbal ) sehingga disebut duckbill

platypus di antara unsur-unsur lainnya. Mempunyai titik leleh dan titik lebur
yang relative tinggi.

2.2 Boron
Boron adalah unsur golongan IIIA dengan nomor atom lima. Boron memiliki
sifat diantara logam dan nonlogam (semimetalik). Boron lebih bersifat
semikonduktor daripada sebuah konduktor logam lainnya. Secara kimia
boron

berbeda

dengan

unsur-

unsur

satu

golongannya.

Boron

juga

merupakan unsur metaloid dan banyak ditemukan dalam bijih borax. Ada
dua alotrop boron yaitu : boron amorfus adalah serbuk coklat, sedangkan
boron metalik berwarna hitam. Bentuk metaliknya keras dan konduktor yang
buruk dalam suhu kamar. Tidak pernah ditemukan bebas dalam alam. Ciriciri optik unsur ini termasuklah penghantaran cahaya inframerah. Pada suhu
piawai boron adalah pengalir elektrik yang kurang baik, tetapi merupakan
pengalir yang baik pada suhu yang tinggi. Boron merupakan unsur yang
kurang

elektron

dan

mempunyai

p-orbital

yang

kosong.

Ia

bersifat

elektrofilik.
a.

Sejarah Unsur Boron


Boron ditemukan oleh ahli kimia Prancis yaitu Joseph-Louis Gay-Lussac dan
Louis-Jaques Thnard, French chemists, dan seorang ahli kimia inggris yaitu
Sir Humphry Davy pada tahun 1808. Boron terisolasi dan terdapat dalam
asam borat (H3BO3). kata Boron berasal dari bahasa arab yaitu Buraq dan
bahasa Persia yaitu Burah dan akhirnya disebut dengan Borat.

b. Sifat sifat Unsur Boron


Mempunyai massa atom
:10,811 sma
Mempunyai nomor atom
:5
Mempunyai jari-jari atom
:0,98
Dalam senyawa mempunyai bilangan oksidasi
:+3
Mempunyai volum atom
:4,60 cm3/mol
Mempunyai titik didih
:4275 K
Mempunyai titik lebur
:2365 K
Mempunyai massa jenis
:2,34 gram/cm3

Mempunyai potensial ionisasi


Mempunyai elektronegativitas

:8,298 volt
:2,04

c. Kegunaan Boron
Adapun kegunaan boron dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut :
Borax (Na2B4O7 10H2O) digunakan sebagai bahan pembersih (pemutih), kaca,
keramik, pupuk, kertas dan cat
Asam boric (H3BO3) digunakan dalam bidang medis sebagai antiseptik dan
astringent
Boron karbida (B4C) digunakan untuk membuat amplas
Isotop Boron-10 digunakan untuk mendeteksi dan mengontrol jumlah neutron
pada reaktor nuklir
Boron dapat digunakan pada pertunjukan kembang api untuk memberikan
warna hijau dan dalam roket sebagai pemicu.
2.3 Alumunium
Aluminium terdapat melimpah dalam kulit bumi, yaitu sekitar 7,6 %. Dengan
kelimpahan sebesar itu, aluminium merupakan unsur ketiga terbanyak
setelah oksigen dan silikon, serta merupakan unsur logam yang paling
melimpah tetapi tidak ditemukan dalam bentuk unsur bebas di alam.
Aluminium (Al) adalah unsur logam yang biasa dijumpai dlm kerak bumi
yang terdapat dalam batuan seperti felspar dan mika. Umumnya juga dalam
bentuk aluminium silikat dan campurannya dalam logam lain seperti
natrium, kalium, furum, kalsium & magnesium. Aluminium murni adalah
logam berwarna putih keperakan dengan banyak karakteristik.
a. Sejarah Unsur Alumunium
Aluminium sebagai unsur terpisah pada tahun 1825 telah dipisahkan oleh
seorang ahli fisika Denmark, Hans Christian Oersted (1777-1851) dan secara
terpisah pada tahun 1827 dilakukan pula oleh ahli kimia Jerman, Fredrich
Wohler (1799-1882). Ahli kimia Inggris Humprey Davy (1778-1829) telah
berhasil memisahkan oksida logam pada tahun 1809 dan memberinya nama
aluminum. Kemudian orang-orang Inggris mengubah ejaan dan pengucapan
menjadi aluminium dengan menambahkan satu silabi.

Proses yang dilakukan Oersted untuk mengisolasi aluminium sangatlah sulit


dan mahal, dan orang Amerika Charles Martin Hall (1863-1914) dan ahli
kimia Perancis Paul Louis Tussaint Heroult (1863-1914) menemukan metode
ekonomis hampir dalam waktu yang bersamaan di tahun 1886. Kedua orang
itu mengembangkan metode elektrolit untuk memisahkan aluminium dan biji
boksit yang mengandung oksida. Keduanya menggunakan arus listrik DC
untuk menghasilkan oksida dalam berbagai tipe florida cair, dan kemudian
secara elektrolis memisahkan cairan itu. Keduanya menemukan bahwa kriolit
(florida

aluminium

sodium)

adalah

bahan

yang

paling

baik,

yang

memungkinkan tercapainya titik didih yang rendah dalam proses yang


dilakukan Heroult, sebuah elektroda grafit utama yang besar dicelupkan ke
dalam sel grafit. Metode Hall, dengan dua elektroda, begitu berhasil
sehingga dia mengurangi biaya logam aluminium dari yang sebelumnya
sama dengan emas.
b. Sifat sifat Alumunium
Aluminium tidak beracun (sebagai logam), nonmagnetik dan tidak memercik.
Aluminium sangat lunak dan kurang keras. Aluminium adalah logam aktif
seperti yang ditunjukkan pada harga potensial reduksinya dan tidak
ditemukan dalam bentuk unsur di alam. Tahan korosi dan tidak beracun
maka banyak digunakan untuk alat rumah tangga seperti panci, wajan dan
lain-lain.
Mempunyai massa atom

:26,98154 sma

Mempunyai nomor atom

:13

Mempunyai jari-jari atom

:1,43

Dalam senyawa mempunyai bilangan oksidasi

:+3

Mempunyai volum atom

:10,0 cm3/mol

Mempunyai titik didih

:2740 K

Mempunyai titik lebur

:933,5 K

Mempunyai massa jenis

:2,70 gram/cm3

Mempunyai kapasitas panas

:0,90 J/g K

Mempunyai potensial ionisasi

:5,986 volt

Mempunyai elektronegativitas

:1,61

c. Kegunaan Unsur Alumunium


Adapun kegunaan Alumunium dalam kehidupan yaitu sebagai berikut :
Digunakan dalam konstruksi pesawat, mobil dan mesin-mesin lainnya
Karena sifatnya yang mudah menghantarkan panas dan tahan karat,
aluminium banyak digunakan untuk membuat alat-alat masak
Digunakan dalam bidang arsitektur dan ornamen-ornamen rumah
Digunakan dalam reaktor nuklir pada suhu rendah untuk mengontrol jumlah
neutron
Aluminium foil digunakan sebagai pembungkus makanan

Karena tidak mudah berkarat aluminium juga digunakan untuk melapisi


badan kapal atau kendaraan laut lainnya
2.4.

Galium

Galium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang Ga dan nomor atom 31. Galium terdapat dalam jumlah yg sedikit di
alam, yaitu dalam bentuk bauksit, pirit, magnetit dan kaolin. Biji Galium (Ga)
sangat langka tetapi Galium terdapat di logam-logam yang lain. Kelimpahan
Galium dalam kulit bumi (ppm) sebesar 15. Indium tidak pernah ditemukan
dalam bentuk logam bebas di alam, tetapi dalam bentuk sulfida (In 2S3) dan
dalam bentuk campuran seng, serta biji tungsten, timah dan besi. Di
alam talium terdapat dalam bentuk batu-batuan dan merupakan keluarga
logam aluminium yang terdapat dalam bentuk gabungan dengan pirit,
campuran seng dan hematit.
a. Sejarah Unsur Galium
Galium berasal dari bahasa latin yaitu: Gallia berarti Perancis; juga dari
bahasa Latin, gallus terjemahan dari Lecoq, ayam jantan). Unsur ini

diprediksi dan disebut Mendeleev sebagai ekaaluminum dan ditemukan


secara spektroskopik oleh Lecoq de Boisbaudran pada tahun 1875, yang
pada tahun yang sama berhasil mengambil logam ini secara elektrolisis dari
solusi hidroksida di KOH.
b.

Sifat-sifat Galium
Galium merupakan sebuah logam miskin yang jarang dan lembut, dan
benda padat yang mudah rapuh pada suhu rendah namun mencair lebih
lambat di atas suhu kamar dan akan melebur ditangan.

Mempunyai massa atom

: 69,723 sma

Mempunyai nomor atom

: 31

Mempunyai jari-jari atom

: 1,41

Dalam senyawa mempunyai bilangan oksidasi

: +3

Mempunyai volum atom

:11,80 cm3/mol

Mempunyai titik didih

: 2878 K

Mempunyai titik lebur

: 302,92 K

Mempunyai massa jenis

: 5,91 gram/cm3

Mempunyai kapasitas panas

: 0,371 J/g K

Mempunyai potensial ionisasi

: 5,999 volt

Mempunyai elektronegativitas

: 1,81

c. Kegunaan Galium
Kegunaan yang dimiliki galium dalam kehidupan sebagai berikut :
Karena galium membasahi gelas dan porselin, maka galium dapat digunakan
untuk menciptakan cermin yang cemerlang.
Sebagai komponen dalam campuran peleburan yang rendah. Plutonium
digunakan pada senjata nuklir yang dioperasikan dengan campuran dengan
galium untuk menstabilisasikan allotrop plutonium.
Galium arsenida digunakan sebagai semikonduktor terutama dalam dioda
pemancar cahaya.
Galium juga digunakan pada beberapa termometer bertemperatur tinggi.

2.5.
a.

Indium

Sejarah Unsur Indium


Indium di temukan oleh Ferdinand Reich dan Hieronymous Theodor Richter
pada tahun 1863. Reich berharap untuk mendapatkan cukup logam untuk
studi eksperimental, kemudian pada tahun 1863 menemukan logam ini.
Logam tersebut adalah komponen utama yang terkandung dalam mangan,
tembaga, dan sejumlah kecil timah.Percobaan tersebut menghabiskan
banyak waktu namun dia tidak mendapatkan elemen yang diinginkan ,
hanya saja dia mendapatkan endapan rumput komposisi kuning dan
menganggap nya sebagai sulfide elemen baru. Hanya penggunaan analisis
spektral yang bisa membuktikan hipotesis ini. Tapi Reich yang buta warna
menyuruh

asisten

nya

yaitu

Hieronymous

Theodor

Richter

untuk

menganlisis spektral kemudian percobaan tersebut berhasil , ia menemukan


logam berwarna putih dan lunak dengan dua garis biru cerah tidak sesuai.
Yang dinamakannya Indium.
b. Sifat Sifat Unsur Indium :
Indium adalah logam yang jarang ditemukan, sangat lembut, berwarna putih
keperakan dan stabil di dalam udara dan air tetapi larut dalam asam. Indium
termasuk dalam

logam miskin ( logam miskin atau logam post-transisi

adalah unsur logam dari blok p dari tabel periodik, terjadi antara metalloid
dan logam transisi, tetapi kurang dibanding dengan logam alkali dan logam
alkali tanah, titik leleh dan titik didihnya lebih rendah dibanding dengan
logam transisi dan mereka lebih lunak).
titik leleh

: 156,60 C

titik didih

: 2072 C

kalor peleburan

: 3,281 Kj/mol

kalor penguapan

: 231,8 Kj/mol

Indium sangat lunak, putih keperak-perakan

logam indium tidak bereaksi dengan air mendidih


larut dalam asam mineral pekat panas
c. Kegunaan Indium dalam kehidupan yaitu sebagai berikut :
indium dapat digunakan sebagai bahan campuran logam
dapat diuapkan pada gelas untuk membentuk kaca sebagus yang terbuat dari
perak
indium dapat digunakan untuk membuat cermin yang memantul seperti
cermin perak dan tidak cepat pudar
untuk industri layar datar (flat monitor) karena sifatnya nya yang lembut dan
ringan
2.6 Talium
a. Sejarah Penemuan Unsur Talium
Talium adalah unsur kimia dengan simbol Tl dan mempunyai nomor atom 81.
Talium ditemukan oleh Sir William Crookes pada tahun 1861. Crookes sangat
tertarik pada penemuan Kirchhoff, ahli fisika Jerman. Pada tahun 1847
Kirchhoff

bersama

Bunsen

menemukan

analisis

spectrum.

Mereka

menunjukkan bahwa tiap unsur memancarkan cahaya bila bila dipanaskan


hingga berpijar. Bila di uraikan dengan prima, cahaya itu akan berubah jadi
garis-garis cemerlang. Tiap unsur menghasilkan pola garis cahaya tertentu.
Pada tahun 1861 ketika Crookes sedang mempelajari senyawa yang
mengandung

selenium,

tiba-tiba

ia

melihat

garis

hijau

indah

pada

spektrumnya. Garis semacam itu tak terdapat pada unsur lain. Hal ini berarti
ia menemukan unsur baru yang ia berinama talium. Yang berasal dari bahasa
Yunani( thallos : ranting hijau). Talium ditemukan secara spektroskopis oleh
Crookes pada tahun 1861. Nama elemen ini diambil dari garis hijau di
spektrumnya. Logam ini berhasil diisolasi oleh Crookes dan Lamy pada tahun
1862 pada saat yang bersamaan.
b.

Sifat - Sifat pada Talium

Thalium adalah logam yang lembut dan berwarna kelabu dan lunak dan
dapat dipotong dengan sebuah pisau. Thalium termasuk logam miskin.
Thalium

kelihatannya

seperti

logam

yang

berkilauan

tetapi

ketika

bersentuhan dengan udara, thalium dengan cepat memudar menjadi warna


kelabu kebiru-biruan yang menyerupai timbal.
Mempunyai massa atom
: 204,383 sma
Mempunyai nomor atom
: 81
Mempunyai jari-jari atom
: 1,71
Dalam senyawa mempunyai bilangan oksidasi : +3 dan +1
Mempunyai volum atom
: 17,20 cm3/mol
Mempunyai titik didih
: 1746 K
Mempunyai titik lebur
: 577 K
Mempunyai massa jenis
: 11,85 gram/cm3
Mempunyai kapasitas panas
: 0,129 J/g K
Mempunyai potensial ionisasi
: 6,108 volt
Mempunyai elektronegativitas
: 2,04
c. Kegunaan Talium
Talium sulfat, yang tak berwarna, tak berasa dan sangat beracun digunakan

sebagai obat pembasmi hama


Talium yang dihasilkan dari

kristal

natrium

iodida

dalam

tabung

photomultiplier digunakan pada alat pendeteksi radiasi sinar gamma


Kemampuan kristal talium bromoiodida untuk memancarkan radiasi infra
merah dan kristal talium oksisulfida untuk mendeteksi beberapa jenis radiasi
gelombang dimanfaatkan dalam sistem komunikasi militer
Campuran talium dengan raksa yang membentuk cairan logam yang
membeku pada suhu -60 0C digunakan untuk membuat termometer suhu
rendah dan relay
Garam-garam talium yang dapat terbakar dan menghasilkan pencaran cahaya
hijau digunakan dalam roket dan kembang api.

II.

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Berdasarkan makalah yang telah dibuat, maka dapat disimpulkan
sebagai berikut : Unsur-unsur dari logam utama golongan III A adalah :
boron ( B), aluminium (Al), galium (Ga), indium ( In), thalium (Tl).
2. Unsur-unsur dari logam utama golongan III A umumnya dapat bereaksi
dengan udara, air, asam, unsur-unsur halogen membentuk senyawa.
3. Unsur-unsur dari logam utama golongan III A di alam tidak ditemukan
dalam bentuk unsur melainkan dalam bentuk senyawanya. Oleh
karena itu, diperlukan beberapa proses yang digunakan untuk dapat
mengisolasi unsur tersebut dari senyawanya.
4. Unsur-unsur dari logam utama golongan III A dan senyawanya memiliki
kegunaan masing-masing dalam kehidupan sehari-hari dan dalam
industri