Anda di halaman 1dari 8

RINGKASAN MATERI KULIAH

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

INTRODUCTION TO SYSTEM DEVELOPMENT & SYSTEM ANALYSIS

DISUSUN OLEH :
BAYU MAHENDRA LSP / F1314024

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2015

INTRODUCTION TO SYSTEM DEVELOPMENT & SYSTEM


ANALYSIS
A. PENGEMBANGAN SISTEM
Siklus Hidup Pengembangan Sistem

Siklus hidup pengembangan sistem adalah sebuah proses lima langkah yang
digunakan untuk mendesain dan mengimplementasikan sebuah sistem baru.
Analisis Sistem
Lima langkah dalam siklus hidup pengembangan sistem meliputi :
1. Analisis Sistem.
Melakukan investigasi/pemeriksaan awal. Informasi untuk membeli atau
mengembangkan sistem baru akan dikumpulkan. Permintaan atas
pengembangan sistem diprioritaskan untuk memaksimalkan penggunaan
sumber daya pengembangan yang terbatas. Sistem saat ini akan disurvei
untuk menetapkan sifat serta lingkup proyek dan untuk mengidentifikasi
kekuatan serta kelemahannya. Studi mendalam atas sistem yang diajukan
untuk menetapkan kelayakannya. Menetapkan kebutuhan informasi para
pemakai dan para manajer akan diidentifikasi serta didokumentasikan. Hal ini
adalah bagian terpenting dalam analisis sistem, karena kebutuhan-kebutuhan
tersebut akan digunakan untuk mengembangkan dan mendokumentasikan
persyaratan sistem. Untuk meringkas pekerjaan yang telah dilakukan, sebuah
laporan dibuat dan diserahkan ke komite pelaksana sistem informasi.
2. Desain Konseptual.
Di dalam desain konseptual, perusahaan memutuskan cara bagaimana
memenuhi kebutuhan para pemakai sistem. Tugas pertama yaitu
mengidentifikasi dan mengevaluasi desain serta alternatif yang tepat, bisa
dengan cara membeli software baru, mengembangkannya sendiri atau
outsourcing.
Spesifikasi terinci yang menjelaskan secara umum apa yang harus dicapai
oleh sistem tersebut dan bagaimana sistem tersebut akan dikendalikan,
harus dikembangkan. Terakhir desain konseptual diberitahukan ke komite
pelaksana sistem informasi.
3. Desain Fisik.
Selama desain fisik, perusahaan mengartikan persyaratan umum yang
berorientasi pada pemakai dari sistem konseptual ke dalam spesifikasi terinci
yang digunakan untuk mengkodekan serta menguji program computer
tersebut. Dokumen input dan output didesain, program komputer ditulis, file
serta database dibuat, prosedur dikembangkan, dan pengendalian dibangun
untuk dapat terintegrasi ke dalam sistem baru tersebut. Tahap ini selesai
ketika desain fisik sistem yang dihasilkan diberitahukan kepada komite
pelaksana sistem informasi.
4. Implementasi dan Konversi/Perubahan.
Tahap ini merupakan tahap terakhir tempat semua elemen dan aktivitas
sistem tersebut disatukan. Sebagai bagian dari implementasi, hardware dan
software baru dipasang dan diuji. Pegawai baru mungkin perlu dipekerjakan
dan dilatih, atau pegawai yang telah ada direlokasi. Prosedur pemrosesan
baru harus diuji dan mungkin diubah. Standar dan pengendalian untuk sistem
baru tersebut harus dibuat, dan dokumentasi system diselesaikan.
Organisasi harus berubah dari sistem lama ke sistem yang baru. Setelah
sistem terpasang dan berjalan, penyesuaian diperlukan dan tinjauan pasca
implementasi dilakukan untuk mendeteksi serta memperbaiki kelemahan
desain. Langkah terakhir adalah menyerahkan sistem operasional ke
organisasi. Laporan akhir dibuat dan dikirim ke komite pelaksana sistem
informasi.

5. Operasional dan Pemeliharaan.


Sistem baru, yang sekarang berjalan, digunakan sesuai dengan keperluan
perusahaan. Sistem ini secara periodik akan ditinjau. Perubahan dibuat jika
timbul masalah atau jika ada kebutuhan baru, dan selanjutnya organisasi
akan menggunakan sistem yang telah diperbaiki. Kadang perubahan besar
atau penggantian sistem diperlukan dan Systems Development Life Cycle
(SDLC) dimulai dari awal kembali.
Para Pemain
Banyak orang yang harus bekerja sama untuk dapat berhasil mengembangkan
serta mengimplementasikan SIA, diantaranya yaitu:
1. Manajemen.
Peran manajemen adalah memberikan dukungan dan dorongan pada proyek
pengembangan serta menyerasikan sistem informasi dengan strategi
perusahaan, membuat tujuan serta sasaran sistem, meninjau kinerja serta
kepemimpinan departemen sistem informasi, membuat pemilihan proyek
serta kebijakan struktur organisasi, membantu analisis sistem dengan
perkiraan biaya proyek pengembangan dan mengalokasikan dana yang
memadai.
2. Akuntan (Pengguna).
Akuntan mempunyai tiga peran pada desain sistem. Pertama, sebagai
pemakai SIA akuntan dapat menetapkan kebutuhan informasi dan
persyaratan sistem yang mereka butuhkan, serta memberitahukannya ke
pengembang sistem. Kedua sebagai anggota tim proyek pengembang atau
komite pelaksana sistem akuntan membantu mengelola pengembangan
sistem. Ketiga, akuntan harus mengambil peran aktif dalam mendesain
pengendalian sistemserta secara periodik mengawasi dan menguji sistem
tersebut, memastikan sistem tersebut mudah diaudit. Pengendalian dan
kemampuan untuk diaudit, jika ditangani pada saat awal pengembangan,
dapat meminimalisir biaya dan ketidakefisienan.
3. Komite Pelaksana Sistem Informasi (Panitia Pengarah Sistem Informasi).
Pengembangan SIA bersifat lintas fungsional dan divisi, organisasi biasanya
membuat komite pelaksana tingkat eksekutif untuk merencanakan dan
mengawasi fungsi sistem informasi. Komite ini berisi orang-orang dari
manajemen puncak, seperti kontroler, pihak menajemen informasi dan
departemen pemakai. Komite pelaksana menetapkan kebijakan, menentukan
SIA dan memastikan adanya partisipasi, bimbingan, pengendalian dari
manajemen puncak, serta memfasilitasi barbagai aktivitas sistem informasi
untuk meningkatkan kesesuaiantujuan serta mengurangi konflik tujuan.
4. Tim Pengembangan Proyek.
Setiap proyek memiliki sebuah tim yang terdiri dari ahli sistem, manajer,
akuntan dan auditor, serta pemakai. Mereka merencanakan setiap proyek,
mangawasi untuk memastikan penyelesaian yang tepat waktu dan sesuai
biaya, memastikan bahwa pertimbangan yang wajar telah diberikan atas
elemen manusia, serta mengkomunikasikan status proyek kemanajemen
puncak dan komite pelaksana. Para anggota tim harus sering berkomunikasi
dengan para pemakai untuk mempertimbangkan berbagai ide dan
membahas kemajuan agar tidak ada hal yang menyimpang sebelum
penyelesaian proyek. Pendekatan tim biasanya memberi hasil yang efektif
dan memfasilitasi penerimaan para pemakai sistem yang diimplementasikan.

5. Analis dan Pemrogram Sistem.


Analis sistem mempelajari sistem yang ada, mendesain yang baru, dan
membuat spesifikasi yang digunakan oleh programmer. Analisi berhubungan
dengan teknologi sistem dan pegawai untuk menjembatani dengan baik jarak
antara pemakai dan teknologi. Analis bertanggung jawab untuk memastikan
sistem dapat memenuhi keinginan pemakai. Programer menulis program
komputer dengan menggunakan spesifikasi yang dikembangkan analis, serta
mengubah dan memelihara program komputer yang telah ada.
6. Para Pemain Eksternal.
Banyak orang luar organisasi yang berperan penting dalam pengembangan
sistem, diantaranya pelanggan, vendor, auditor, dan lembaga pemerintah.
B. Merencanakan Pengembangan Sistem
Beberapa aktivitas harus dilakukan dalam waktu yang berbeda selama SDLC,
salah satunya perencanaan. Alasan-alasan utama perencanaan sistem adalah:
1. Konsistensi.
2. Efisiensi.
3. Terkemuka. Pengurangan Biaya.
4. Kemampuan Adaptasi.
Ketika usaha perencanaan tidak direncanakan dengan baik, perusahaan sering
harus kembali ke tahap sebelumnya dan memperbaiki kesalahan serta
kekeliruan desain. Proses ini mahal dan mengakibatkan penundaan, frustasi,
serta penurunan moral. Dua jenis rencana pengembangan sistem dibutuhkan:
Rencana pengembangan proyek yang dibuat oleh tim proyek. Rencana
pengembangan
proyek
berisi
analisis
biaya/manfaat;
persyaratan
pengembangan dan operasional yang meliputi sumberdaya manusia,
hardware, software, kebutuhan sumber keuangan; serta jadwal aktivitas yang
dibutuhkan untuk mengembangkan dan mengoperasikan aplikasi baru
tersebut.
Rencana utama (master plan) yang dikembangkan oleh komite pelaksana
informasi. Rencana utama adalah dokumen jangka panjang yang
menyebutkan sistem tersebut akan terdiri dari apa saja, bagaimana sistem
tersebut akan dikembangkan, siapa yang akan mengembangkannya,
bagaimana sumber daya yang dibutuhkan akan diperoleh, dan dimana SIA
akan ditempatkan. Rencana utama juga harus memberikan status proyek
dalam proses, memprioritaskan proyek yang telah direncanakan,
menjelaskan kriteria yang digunakan untuk memberikan prioritas,serta
menyediakan jadwal kerja untuk pengembangan.
Teknik-teknik Perencanaan
Dua teknik untuk penjadwalan dan supervisoran aktivitas pengembangan sistem
adalah PERT dan bagan Gantt. Program Evaluation and Review Technique (PERT)
mensyaratkan semua aktivitas dan hubungan antar aktivitas sebelum serta
selanjutnya dapat diidentifikasi. Berbagai aktivitas dan hubungan tersebut
digunakan untuk menggambar diagram PERT, yang terdiri dari sebuah jaringan
panah dan titik yang mewakili berbagai aktivitas proyek yang membutuhkan
pengeluaran sumberdaya dan waktu, serta penyelesaian dibuat dan jalur kritis
(jalur yang membutuhkan waktu terbanyak) akan ditetapkan.
Apabila aktivitas dalam jalur kritis ditunda maka keseluruhan proyek akan
tertunda. Jika memungkinkan, sumber daya digeser ke ektivitas jalur kritis untuk
mengurangi waktu penyelesaian proyek. Gannt Charts adalah grafik batang

dengan berbagai aktivitas proyek tercantum disebelah kiri dan unit waktu
disebelah atas. Setiap aktivitas diwakili oleh sebuah batang mulai yang
dijadwalkan hingga tanggal berakhirnya, sehingga dapat menetapkan perkiraan
waktu penyelesaiana proyek. Keuntungan Gannt Charts adalah kemampuan
untuk memperlihatkan keseluruhan jadwal untuk proyek besar atau kompleks,
termasuk kemajuan hingga saat terakhir dan status saat ini.
C. Analisis Kelayakan
Penganggaran Modal : Menghitung Kelayakan Ekonomi
Studi kelayakan dibuat selama tahap analisis sistem dan diperbarui sesuai
kebutuhan selama tahap-tahap yang tersisa dalam SDLC. Dalam poin-poin
keputusan utama, komite pelaksana menggunaka studi tersebut untuk
memutuskan apakah akan menghentikan sebuah proyek, melanjutkan tanpa
syarat, atau melanjutkan jika masalah tertentu diselesaikan. Selama proyek
dilanjutkan, studi tersebut akan diperbarui dan keberlangsungan proyek akan
dinilai kembali. Lima aspek penting dalam studi kelayakan adalah:
1. Kelayakan teknis.
2. Kelayakan operasional.
3. Kelayakan legal. Kelayakan penjadwalan.
4. Kelayakan ekonomis.
Menghitung Biaya dan Manfaat Kelayakan Ekonomis
Kerangka kerja dasar untuk analisis kelayakan adalah model penganggaran
modal tempat penghematan biaya dan manfaat lainnya. Manfaat ini
dibandingkan dengan perkiraan biaya untuk menetapkan apakah sistem ini
menguntungkan dari segi biaya.
Beberapa manfaat yang didapatkan perusahaan yaitu penghematan biaya,
peningkatan layanan pelanggan, produktivitas, pengambilan keputusan, dan
pemrosesan data, pengendalian manajemen yang lebih baik, serta peningkatan
kepuasan bekerja dan moral pegawai.
Penganggaran Modal
Teknik pengganggaran modal digunakan untuk mengevaluasi alternatif untuk
memenuhi persyaratan sistem baru yang akan dikembangkan. Tiga teknik
pengganggaran modal:
1. Periode Pengembalian. Angka ini menyajikan jumlah tahun yang dibutuhkan
agar penghematan bersih seimbang dengan biaya awal dari investasi
tersebut.
2. Nilai sekarang bersih (net present value/NPV). Bila menggunakan metode
NPV, semua aruskas di masa mendatang didiskontokan kembali hingga ke
saat ini. Biaya pengeluaran awal dikurangi dengan arus kas yang
didiskontokan adalah NPV.
3. Internal rate of return (IRR). IRR adalah tarif suku bunga efektif yang
menghasilkan NPV nol. Ketika membandingkan beberapa proyek, proyek
dengan IRR tertinggi yang akan diterima.
D. Aspek Perilaku Perubahan
Mengapa Masalah Perilaku Terjadi
Organisasi harus sensitif dan mempertimbangkan perasaan serta reaksi dari
orang-orang yang terkena dampak perubahan, serta harus menyadari jenis-jenis
masalah perilaku yang dapat berakibat dari perubahan.

Pandangan seseorang bahwa suatu perubahan baik atau buruk akan tergantung
dari bagaimana dia secara personal terkena dampaknya.
Alasan-alasan dari penolakan tersebut antara lain:
1. Karakteristik dan latar belakang personal.
2. Cara perubahan diperkenalkan.
3. Pengalaman dengan perubahan sebelumnya.
4. Dukungan dari pihak manajemen puncak.
5. Bias dan penolakan alami atas perubahan.
6. Sifat merusak proses perubahan.
7. Ketakutan.
Bagaimana Orang-orang Menentang Perubahan
Cara Orang Menolak Perubahan SIA :
1. Agresi, adalah perilaku yang biasanya dimaksudkan untuk menghancurkan,
membuat cacat, atau memperlemah efektivitas sistem. Hal tersebut dapat
berupa kenaikan tingkat kesalahan, gangguan, atau sabotase yang disengaja.
2. Ketidakinginan, melibatkan sikap menyalahkan sistem baru atas kejadian
yang tidak menyenangkan.
3. Penghindaran. Salah satu cara pegawai untuk berhubungan dengan SIA yang
baru adalah menghindari penggunaannya dengan harapan bahwa sistem
tersebut akan tidak dihiraukan dan dihapuskan.
Mencegah Masalah Perilaku
Reaksi orang atas perubahan dapat diperbaiki dengan mempelajari petunjuk
berikut:
1. Penuhi kebutuhan pemakai. Bentuk, isi dan volume output sistem didesain
untuk memuaskan kebutuhan pegawai.
2. Menjaga keterbukaan jaringan komunikasi. Para manajer dan pemakai harus
diberi tahu perubahan apa yang sedang terjadi dan mengapa, dan harus
diperlihatkan bagaimana system yang baru akan memberikan manfaat bagi
mereka.
3. Mempertahankan situasi yang aman dan terbuka. Setiap orang yang terkena
dampak pengembangan sistem harus memiliki sikap saling percaya dan
bekerja sama.
4. Mendapatkan dukungan dari pihak manajemen. Jika mungkin, pemenang
yang dapat memberikan sumber daya untuk sistem dan dapat memotivasi
orang lain agar bekerja sama dalam pengembangan sistem, harus ditunjuk.
5. Pengurangan rasa takut. Organisasi harus memberikan jaminan bahwa tidak
ada penghapusan pekerjaan utama atau pergeseran tanggung jawab.
6. Minta partisipasi pemakai. Partisipasi akan menaikan ego, menantang, dan
secara intrinsik memuaskan.
7. Beri tanggapan yang jujur. Untuk menghindari kesalahpahaman, pemakai
harus diberi tahu saran mana yang digunakan dan bagaimana, saran mana
yang tidak digunakan dan mengapa, serta saran mana yang akan
digabungkan kemudian.
8. Pastikan para pemakai memahami sistem. Penggunaan atau dukungan yang
efektif tidak bisa didapatkan jika pemakai bingung mengenai sistem atau
tidak memahami system tersebut.
9. Manusiakan sistem. Pegawai seharusnya tidak merasa bahwa komputer
mengendalikan mereka atau mengambil alih posisi mereka.

10.
Jelaskan tantangan dan peluang baru yang ada. Sistem dapat
memberikan kepuasan kerja yang lebih besar dan meningkatkan peluang
untuk maju.
11.
Periksa kembali evaluasi kinerja. Apakah standar dan kriteria kinerja
memuaskan dalam perubahan sistem tersebut?
12.
Uji integritas sistem. Sistem harus diuji untuk meminimalkan
pandangan awal yang buruk.
13.
Hindari emosionalisme. Isu emosional yang berhubungan dengan
perubahan harus dibiarkan mendingin, ditangani dengan cara yang tidak
konfrontatif, atau dengan cara menyingkirkan.
14.
Sajikan sistem dalam konteks yang tepat. Penjelasan yang relevan
harus disajikan untuk menangani kekhawatiran pemakai, bukan untuk
manajemen atau pengembang sistem.
15.
Kendalikan harapan pemakai. Sebuah sistem harus dipromosikan
dengan realistis.
16.
Tetaplah membuat sistem sederhana. Hindari sistem rumit yang
menyebabkan perubahan radikal.

E. Analisis Sistem
Ketika sistem baru yang ditingkatkan dibutuhkan, permintaan untuk
pengembangan sistemyang tertulis dibuat. Permintaan tersebut menjelaskan
masalah sistem saat ini, alasan perubahan, sasaran dan tujuan yang diusulkan,
serta manfaat dan biaya yang diperkirakan. Tim pengembang proyek melakukan
analisis dalam lima langkah:
1. Penyelidikan Awal
Orang yang melakukan investigasi awal harus mendapatkan gambaran yang
jelas
tentangmasalah
atau
kebutuhan
yang
ada,
menetapkan
keberlangsungan proyek dan perkiraan biaya serta pengembaliaannya,
mengevaluasi apakah proyek harus dilakukan sesuai usulan, diubah atau
tidak dilakukan.
2. Survey Sistem
Tujuan dari survey sistem adalah:
Mendapatkan pemahaman yang menyeluruh atas operasi, kebijakan, dan
prosedur; arus data dan informasi; kekuatan dan kelemahan SIA, serta
hardware, software dan personil yang ada.
Membuat penilaian awal atas kebutuhan pemrosesan saat ini dan di saat
mendatang serta menetapkan keluasan dan sifat perubahan yang
dibutuhkan.
Mengembangkan hubungan kerja dengan para pemakai dan membangun
dukungan untuk SIA.
Mengumpulkan data yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pemakai,
melakukan analisis kelayakan, dan membuat rekomendasi ke pihak
manajemen.
3. Studi Kelayakan
Pada titik dalam analisis sistem ini, analisis kelayakan yang lebih menyeluruh
dilakukan untuk menetapkan keberlangsungan proyek. Hal yang sangat
penting adalah kelayakan ekonomis. Analisis kelayakan secara teratur

diperbarui sewaktu proyek berjalan dan biaya serta manfaat menjadi lebih
jelas.
4. Kebutuhan Informasi dan Persyaratan Sistem
Menetapkan kebutuhan informasi dapat menjadi proses yang menantang
karena banyaknyajumlah dan keanekaragaman informasi yang harus
dispesifikasi, bahkan untuk SIA yang relatif sederhana. Mungkin merupakan
hal yang sulit bagi para pegawai untuk mengungkapkan kebutuhan informasi
mereka atau sulit mengidentifikasi kebutuhan mereka dengan benar.
Tujuan dan halangan sistem:
Banyak organisasi mengambil pendekatan sistem untuk menetapkan
kebutuhan informasi dan prasyarat sistem; berbagai masalah dan alternatif
akan dipandang dari titik pandang keseluruhan organisasi, bukan satu
departemen atau kelompok.
Strategi untuk menetapkan persyaratan :
Tanyakan kepada para pemakai apa yang mereka butuhkan.
Analisis sistem yang ada saat ini, baik sistem internal maupun eksternal.
Pelajari penggunaan sistem yang ada saat ini. Pendekatan ini menetapkan
apakah suatu sistem dapat diubah atau diganti.
Membuat prototype. Pengembang dapat membangun sistem secara kasar
untuk dikritik oleh para pemakai dan diusulkan perubahan. Proses
berulang ini mencari apa yang harus dikembangkan dan diperbaiki hingga
para pemakai sepakat dengan kebutuhan mereka.
Dokumentasi dan persetujuan persyaratan dari pemakai :
Persyaratan terinci atas SIA yang baru dapat menjelaskan apa yang harus
dibuat dan didokumentasikan, agar sistem tersebut dapat membuat apa
yang harus dihasilkan. Ketika persyaratan dari pemakai telah ditetapkan dan
didokumentasikan, tim proyek akan menemui pemakai dan menjelaskan
persyaratan tersebut, dan mendapatkan kesepakatan dan persetujuan
mereka. Ketika persetujuan dicapai, pihak manajemen pemakai harus
menandatangani dokumen persyaratan sistem yang benar untuk menunjukan
persetujuan.
5. Laporan Analisis Sistem
Analisis sistem diakhiri dengan membuat laporan analisis sistem, untuk
meringkas dan mendokumentasikan aktivitas analisis dan berperan sebagai
penampung data yang merupakan sumber gambaran bagi para pendesain
sistem. Laporan tersebut menunjukan sasaran dan tujuan sistem yang baru,
lingkup proyek dan sistem yang baru, bagaimana sistem baru tersebut sesuai
dengan rencana perusahaan, persyaratan pemrosesan dan kebutuhan
informasi dari para pemakai, analisis kelayakan, serta rekomendasi untuk
sistem yang baru. Keputusan laksanakan-tidak laksanakan biasanya dibuat
tiga kali selama analisis sistem:
1) Selama investigasi awal, untuk menetapkan akan melakukan survey
sistem atau tidak,
2) Pada akhir studi kelayakan, untuk menetapkan apakah akan meneruskan
tahap pengumpulan informasi,
3) Pada saat selesainya tahap analisis, untuk memutuskan apakah akan
meneruskan ke tahap berikutnya.