Anda di halaman 1dari 4

2.3.3.

1 Syarat Pengoperasian Alat Pengangkat


a. Perlengkapan pengangkat harus cukup kuat untuk beban yang akan ditangani dan
stabil untuk menangani beban beban tersebut.
b. Lift untuk membawa barang/orang harus :
1. Mencegah penggunanya mengalami cedera, atau ;
2. Jika pekerjaan dilakukan di dalam sangkarnya, pastikan orang tersebut cukup
terlindungi ;
3. Memiliki penahan anti merosot atau lebih memperhatikan faktor keselamatan
tali gantungan (suspension rope) denagan melakukan inspeksi harian oleh orang
yang berkompeten
c. Perlengkapan pengangkat harus dipasang sedemikian rupa sehingga :
1. Risiko beban atau perlengkapan menabrak seseorang dapat diminimalkan
2. Beban yang diangkat merosot, jatuh bebas, atau terlepas tanpa sengaja
3. Orang-orang di dalamnya tidak dapat jatuh ke dalam lorong penggerek atau
jalur penggerek (hoistways)
d. Perlengkapan pengangkat dan aksesorisnya harus dimarkahi dengan batas beban
kerja amannya.
e. Operasi pengangkatan harus :
1. Direncanakan dengan baik
2. Dilakukan dengan penyeliaan yang cukup
3. Dijalankan dengan cara yang aman
f. Perlengkapan harus melakukan pengujian lengkap :
1. Sebelum digunakan untuk pertama kalinya, kecuali disertai pernyataan
kesesuaian EC
2. Secara berkala dalam suatu program pengujian
3. Setelah mengalami insiden yang secara potensial dapat menyebabkan kerusakan
4. Setelah lama tidak digunakan
Perlengkapan pengangkat tidak boleh dipindah-tangankan antar tugas tanpa bukti
pengujian sebelumnya.
g. Kerusakan-kerusakan yang ditemukan selama pengujian :
1. harus dilaporkan kepada majikan dan
2. Pemiliknya jika alat tersebut adalah alat sewaan
3. Diikuti oleh laporan tertukisnya, jika kerusakan tersebut dapat menimbulkan
bahaya yang segera mengancam, salinan laporan tertulis harus dikirimkan ke
otoritas yang berwenang.
Perlengkapan yang rusak tidak boleh dipakai hingga perbaikan selesai.
h. Salinan yang harus disimpan adalah :

1. Pernyataan kesesuaian EC (EC declaration of conformity)


2. Pengujian berbeda
2.3.3.2. Syarat Pengoperasian Kran (Crane)
a. Pengemudi, juru seling, dan kernet harus terlatih dan memiliki sertifikat
b. Pengemudi harus didampingi oleh kernet untuk untuk memandu pengemudi dalam
menggerakkan beban yang diangkat
c. Hanya boleh ada satu kernet yang membantu pengemudi
d. Juru seling, atau jika tidak ada juru seling, maka kerdnet dapat menyelingkan atau
mengaitkan beban pada kait kran
e. Perlengkapan pengangkat dan takel harus disimpan dengan baik
f. Harus ada inspeksi fisik tali dan seling tali secara berkala pemeriksaan ini harus
dilakukan setiap kali tali atau seling tali tersebut akan dipakai
g. Seluruh kait standar harus memiliki lidah pengaman beberapa berbentuk C,
terutama yang dirancang untuk mencegah beban bergeser tanpa lidah pengaman,
masih ada yang dipakai
h. Alarm penunjuk kelebihan beban (overload) harus dipasang jika memungkinkan
i. Saklar pemutus arus (cut-out switch) harus dipasang diantara katrol pada kait
pengangkat dan mesin-gulung untuk mencegah kemacetan dan ketegangan yang
berlebih pada tali pengangkat (biaya penggantian sebuah tali pengangkat sangat
mahal). (Ridley, 2008)

2.3.3.2. Syarat Pengoperasian Truk bermesin


a. Pelatihan pengemudi harus diberikan oleh imstruktur yang cakap periksalah
surat-suratnya, jika memakai jasa pusat pelatihan, lembaga tersebut harus
merupakan anggota industrial truck Training Association. (Ridley, 2008)
b. Dilaksanakan di perusahaan sendiri atau di pusat pelatihan terakreditasi
c. Mencakup :
1. Teori mengemudi, khususnya untuk forklift dengan kemudi roda belakang dan
2.
3.
4.
5.

gerobak khusus lain dengan kemudi multi-roda


Penggunaan kendali dasar
Teknik-teknik mengemudi praktis
Pengalaman-pengalaman praktis di tempat kerja
Ujian pengetahuan teori dan kompetensi praktik

Pengemudi yang telah menyelesaikan pelatihan dengan sukses berhak memperoleh


sertifikat kompetensi (SIM). (Ridley, 2008)

2.3.3.2. Syarat Pengoperasian Truk Forklift


Syarat pengoperasiam forklift yang aman meliputi :
a. Truk harus dilengkapi dengan pengaman belakang dan atas
b. Pengemudi harus memperhatikan gerakan bagian belakang truk forklift ketika
memutar karena menggunakan sistem kemudi roda belakang
c. Kemudi berdaya (powersteering) mencegah roda kemudi berputar jika roda
mengenai sandungan pada kemudi manual, kemudi harus dipasang tombol stir
(steering knob)
d. Tidak diperkenankan untuk membawa penumpang kecuali pada forklift yang
dilengkapi dengan kursi khusus untuk keperluan tersebut
e. Truk forklift tidak boleh digunakan untuk mengangkat orang kecuali jika
dilengkapi anjungan kerja khusus di atasnya, petunjuk jelasnya dapat dilihat di
HSE guidance note PM28
f. Lantai harus dalam keadaan baik dan datar
g. Ketika mendaki atau menuruni suatu tanjakan/turunan, beban harus berada di
puncak kemiringan
h. Tidak boleh dijalankan ketika garpu-beban dalam keadaan naik, baik ada beban
maupun tidak
i. Kunci kontak (ignition key) atau kunci starter (starter card) jangan ditinggalkan
pada truk forklift yang tidak dipakai
j. Prioritas jalan harus diberikan kepada pejalan kaki
k. Bobot beban harus sesuai dengan batas yang disarankan oleh pabrik pembuat
l. Rantai pengangkat harus di periksa setiap enam bulan sekali
m. Akses pejalan kaku harus terpisah dari jalur truk forklift
n. Ketika mengisi baterau truk forklift listrik :
1. Terjadi pelepasan hidrogen oleh baterai
2. Tutup baterai harus dibuka atau menggunakan penutup yang berlubang untuk
melepaskan hidrogen
3. Ventilasi ruang yang kuat harus disediakan untuk menghamburkan hidrogennya
4. Harus tesrsedia sumber air dan botol pencuci mata jika terpercik asam baterai

5. Jika mengganti baterai, pastikan pegangan baterai tidak menyentuh terminal


baterai. (Ridley, 2008)