Anda di halaman 1dari 2

Teknologi Penangkapan Udang

(20-09-2006) -

Udang terutama udang penaeid merupakan komoditi ekspor perikanan utama, mempunyai potensi yang cukup tinggi.
Daerah usaha penangkapan terutama perairan Papua, Maluku, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Jawa dan Sumatera.
Udang terutama udang penaeid merupakan komoditi ekspor perikanan utama, mempunyai potensi yang cukup tinggi.
Daerah usaha penangkapan terutama perairan : Papua, sebagian Maluku, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Jawa dan
Sumatera.
Udang penaeid dan sejenisnya yang termasuk sumberdaya demersal, hidup didasar perairan dan gerakannya lamban
dapat diusahakan dengan alat tangkap, seperti : pukat udang (baca: trawl udang); jaring tiga lapis/jatilap (trammel net);
jaring insang dasar (bottom monofilament gill net); dogol/cantrang (danish seine); perangkap, jermal (stow net, tidal trap);
togo, ambai, pukat tepi.
Udang barong yang habitat hidupnya di karang-karang (perairan karang) atau bebatuan dapat ditangkap dengan alat
seperti : jaring insang karang (coralreef giil net); jaring hampar, bubu, tombak, pesambet.
Udang jambret/rebon dapat diusakan dengan alat tangkap seperti : sodo (push net); krakat, arat, jaring kantong bubu
(bubu jermal).
Pukat Udang (BED Equipped Shrimp Net)
BED singkatan By-catch Excluder Device, tidak lain adalah jaring trawl yang telah mengalami modifikasi sedemikian rupa
yaitu dengan menambahkan (menempatkan) bingkai jeruji pada bagian papan atau bagian perut antara badan (body)
dan kantong (baca: cod end) yang fungsinya untuk meloloskan atau menyaring hasil tangkapan.
Deskripsi
Pukat udang pada prinsipnya terdiri dari bagian kantong (cod end); badan (body); sayap (wing); sewakan (otter board)
dan tali-tarik (warp). Desain pukat udang pada prinsipnya adalah sama dengan pukat harimau atau jaring trawl lainnya.,
tetapi pada pukat udang ini dilengkapi dengan BED seperti telah dikemukakan.
Teknologi Penangkapan
Pukat udang ini dioperasikan dengan ditarik menelusuri dasar perairan oleh kapal berukuran 100 GT atau lebih dengan
anak buah (crew) lebih dari 10 orang. Lama penarikan antara 1-2 jam tergantung keadaan daerah penangkapan (trawl
ground). Daerah penangkapan dipilih yang permukaannya rata, berdasar lumpur atau lumpur-pasir. Operasi
penangkapan dilakukan baik pada siang maupun malam hari, tergantung keadaan.
Daerah Penangkapan
Indonesia Timur (Papua dan Maluku).
Hasil Tangkapan Utama
Udang jerbung (Penaeus merguensis); U. windu (P. monodon); U. dogol (Metapenaeus ensis); U. krosok (Para
penaeopsis spp.)
Trawl Udang Ganda (Double-rigged Shrimp Trawls)
Deskripsi
Trawl udang ganda adalah otter trawl yang dalam operasi penangkapannya menggunakan dua buah unit jaring
sekaligus.Dengan penggunaan trawl udang ganda ini terutama berpengaruh terhadap luas liputan area penangkapan.
Dengan demikian diharapkan hasil tangkapannya menjadi berlipat ganda dibanding bila hanya menggunakan satu jaring.
Daerah Penangkapan
Perairan Papua (Laut Arafura) dan sebagian perairan Maluku (sekitar Kep. Aru).
Teknologi Penangkapan
Panjang jaring sekitar 33 m. Sedang papan trawl (otter board) berukuran 1,8 m panjang dan 1,4 m lebar, berat 500-562
kg/buah.
Dalam operasi penangkapan menggunakan kapal berukuran 300 GT, kekuatan 700 PK/HP. Mengenai tonase kapal
yang dipakai ini bervariasi tergantung besar kecilnya jaring yang digunakan. Kapal untuk trawl udang ganda ini
dilengkapi dengan dua derek (outriggers) yang dipasang pada kanan-kiri dari lambung kapal. Dalam keadaan operasi
dengan keadaan derek yang telah dipasang terlihat seakan-akan seperti sayap.
Hasil Tangkapan Utama
Udang jerbung (Penaeus merguensis); U. windu (P. monodon); U. dogol (Metapenaeus ensis); U. krosok (Para
penaeopsis spp.)
Pukat Harimau (Cungking Trawl)
Deskripsi
Pukat harimau atau lebih dikenal Cungking Trawl adalah termasuk otter trawl kecil atau dikatakan Mini Otter Trawl. Pukat
harimau adalah tipe shrimp trawl, berbentuk bulat panjang dengan sayap pendek. Jaring trawl ini dapat digolongkan tipe
Meksiko.
Teknologi Penangkapan
Bahan jaring yang dipakai sintetik fibre (Polyethylene). Pelampungnya dari bahan plastik, berbentuk bulat dan mengecil
pada kedua ujungnya. Kapal yang umumnya digunakan berbobot 15 ton (25 PK). Papan trawl berukuran 1,33 m
panjang, 0,57 m lebar dan tebal 2,5 cm, berat 27 kg/buah. Jaring trawl yang dipakai berukuran panjang sekitar 12-18 m.
Bentuk kapal Cungkring trawl ini dibuat sedemikian rupa dengan luas relatif datar. Gerakannya sangat lincah, dapat
menelusuri sampai perairan yang relatif dangkal sekali.
Hasil Tangkapan
Ikan (utama) dan udang (sampingan)Dogol, Cantrang dan sejenisnya (Danish Seine)
Deskripsi
Dilihat dari bentuknya, alat tangkap ini menyerupai payang tetapi ukuran-ukurannya lebih kecil. Dilihat fungsi dan hasil
http://www.indonesia.go.id/id - REPUBLIK INDONESIA

Powered by Joomla

Generated: 25 April, 2009, 06:40

tangkapannya ia menyerupai trawl, tetapi bentuknya lebih sederhana dan pada waktu penangkapan hanya
menggunakan perahu layar atau perahu bermotor ukuran kecil.
Teknologi Penangkapan
Setelah jaring diturunkan dan melingkari sasaran yang dituju (umumnya dengan cara menduga-duga) kemudian dengan
tali panjang (slambar, haul line) ditarik ke arah perahu (baca : perahu dalam keadaan dilabuh atau berhenti). Luas dasar
perairan yang dapat ditelusuri (diliput) sangat tergantung pada panjang tali slambar (warp) yang digunakan. Penarikan
jaring melalui tali slambar yang pada gilirannya penaikan jaring keatas perahu dilakukan dari salah satu sisi perahu.
Dogol, cantrang atau sejenisnya dapat juga digolongkan sebagai ”jaring trawl semu” (shadow trawl);
sedangkan trawl yang sebenarnya disebut true trawl.
Daerah Penangkapan
Pantai Utara Jawa, Pantai Selatan Jawa, Madura, Lampung.
Hasil Tangkapan
Udang dan ikan demersal (petek, kerapu, sebelah, pari,cucut, gurita)
Jaring Tiga Lapis (Trammel Net)
Deskripsi
Ada yang menyebutnya ”jaring gondrong”, ”jaring tilek”,”jaring kantong”,
”jaring ciker” atau untuk mudahnya disebut jatilap (jaring tiga lapis). Jaring ini terdiri dari tiga lapis, yaitu
dua lapis yang diluar mempunyai mata lebih besar, sedangkan lembaran jaring yang ditengah matanya lebih kecil dan
dipasangnya agak longgar.
Teknologi Penangkapan
Dalam pengoperasiannya jaring ini dapat dilabuh (diset) di dasar maupun dihanyutkan. Ikan-ikan yang tertangkap karena
terpuntal.
Hasil Tangkapan
Udang penaeid, Kuro/Senangin, Mayung, Bawal Hitam, Gulamah.
Jaring Insang Karang (Coral Reef Gill Net)Jaring ini terutama dipergunakan untuk menangkap udang karang. Berbeda
dengan jaring insang labuh lainnya, jaring insang karang ini tidak dilengkapi dengan tali ris bawah namun ada juga yang
memakai tali ris bawah. Pemberat-pemberatnya berupa timah hitam diikatkan langsung pada bagian simpul jaring yang
terbawah.
Daerah Penangkapan
Perairan karang atau tepatnya diatas karang-karang.
Hasil Tangkapan
Udang barong, spiny lobster
Bubu Udang, Perangkap Setengah Lingkaran
Deskripsi
Bubu merupakan alat tangkap yang umum dikenal nelayan. Variasi bentuknya banyak sekali, hampir di setiap daerah
perikanan mempunyai model bentuk sendiri. Bentuk bubu ada yang seperti : sangkar (eages); silinder (cylindrical);
gendang, segitiga memanjang (kubus) atau segi banyak, bulat setengah lingkaran, dll. Bahan bubu umumnya dari
anyaman bambu. Secara garis besar bubu terdiri dari bagian-bagian badan (body); mulut (funnel) atau ijeb, pintu.Untuk
menangkap udang barong digunakan bubu khusus yaitu bubu silindris dan bubu bulat setengah lingkaran dengan mulut
ditengah-tengah atas. Semetara untuk udang penaeid, kepiting/rajungan dapat ditangkap dengan bubu udang yang
bahan-bahannya terbuat dari plastik.
Teknologi Penangkapan
Perangkap Setengah Lingkaran (Half Circling Traps)
Pemasangan atau penanaman perangkap ini menyerupai bangunan yang membentuk setengah lingkaran dengan darat
pantai. Bahan yang digunakan bisa dnegan jaring (net); kere bambu ataupun susuna batu, Prinsip penangkapan ini ialah
mengahdang ikan atau biota laut lainnya yaitu pada waktu pasang mendekat pantai dan waktu surut menjauhi pantai.
Pengambilan hasil dilakukan pada waktu air surut dalam keadaan kering, setengah kering atau mungkinmasih tergenag
air.
Hasil Tangkapan Utama
Udang barong
Daerah Penangkapan
Bubu Udang : Kep. Seribu, Bali, Lombok
Perangkap Setengah Lingkaran : Kep. Seribu, Ambon, Banda, Kupang, Sibolga, Padang, Bengkalis, Bau-bau, Muna,
Kep. Aru, Maluku Tengah, Kendari, Madura, Jawa Timur.
Sumber :
Drs. Waluyo Subani, Ir. H.R. Barus. 1998/1999. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut di Indonesia. Balai Penelitian
Perikanan Laut.

http://www.indonesia.go.id/id - REPUBLIK INDONESIA

Powered by Joomla

Generated: 25 April, 2009, 06:40