Anda di halaman 1dari 7

NAMA

: ZAINUL ADHA

NIM

: 1301652

PRODI

: PENDIDIKAN FISIKA
LAPISAN ATMOSFER

A. PENGERTIAN ATMOSFER
Atmosfer berasal dari bahasa Yunani "Atmos yang berarti uap air atau gas dan
"Sphaira yang berarti selimut. Jadi atmosfer dapat diartikan sebagi lapisan gas yang
menyelimuti sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di
luar angkasa dengan ketebalan kurang lebih 1.000 km dari permukaan bumi dan bermassa 59
x 1014 ton . Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah,
sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Atmosfer mengikuti perputaran
bumi (rotasi) dan berevolusi mengelilingi matahari.
Pengukuran lapisan atmosfer antara permukaan bumi di ketinggian 30 km menggunakan
radiosonde. Untuk lapisan atmosfer antara ketinggian 30 km dan 90 km pengukuran
dilakukan dengan menggunakan roket, sedangkan di atas ketinggian 90 km menggunakan
satelit. Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer yang menekankan pada lapisan
udara yang menyelubungi bumi.Beberapa hal pokok yang dipelajari dalam meteorologi di
antaranya adalah angin, awan, cuaca, guntur, gejala cahaya, endapan air di udara, serta suhu
dan tekanan udara.
B. AWAL EVOLUSI ATMOSFER
Menurut ahli geologi, pada mulanya atmosfer bumi mengandum CO2 (karbondioksida)
berkadar tinggi, maka temperatur permukaan bumi juga tinggi. Pada waktu itu oksigen (O2)
belum terbentuk sehingga belum ada lapisan ozon di stratosfer, karena itu sinar ultra violet
dari matahari yang sampai ke permukaan bumi dengan intensitas radiasi yang sangat kuat.
Kondisi ini tidak mungkin adanya kehidupan, kecuali mungkin ada kehidupan pada perairan
yang dalam sehingga terhindar dari sinar ultra violet.
Sekitar 3,5 miliyar tahun yang lalu mulai adanya evolusi makhluk hidup yang berklorofil
yang memungkinkan proses fotositensis. Karena fotositensis memerlukan CO2 maka kadar
CO2 di atmosfer menjadi berkurang dan sebaliknya kadar O2 meningkat. Melalui proses itu
terbentuklah lapisan ozon (O3).

C. MANFAAT ATMOSFER

Melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari


matahari.

Mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam.

Melindungi dari batu meteor-meteor yang hendak jatuh ke bumi, dan benda luar
angkasa lainnya.

Mendistribusikan air keberbagai wilayah permukaan bumi

Menyediakan okisgen dan karbondioksida.

Wahana komunikasi.

Sebagai pengubah cuaca dan iklim di bumi.

D. KOMPOSISI GAS ATMOSFER

MACAM-MACAM GAS

VOLUME %

Nitrogen
Oksigen
Argon
Karbondioksida
Neon
Helium
Ozon
Hidrogen
Krypton
Metana
Xenon

78,08
20,95
0,93
0,034
0,0018
0,0005
0,00006
0,00005
0,00011
0,00015
SANGAT KECIL

Oksigen (O2) sangat penting bagi kehidupan, yaitu untuk mengubah zat makanan
menjadi energi hidup. Oksigen dapat bergabung dengan unsur kimia lain, seperti

karbon yang terdapat pada arang, minyak, kayu, atau bahan bakar lainnya yang di
butuhkan untuk pembakaran. Oksigen berasal dari hasil proses fotosintesis pada
tumbuhan

Karbondioksida (CO2) dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, pernafasan manusia


dan hewan, kemudian di butuhkan oleh tanaman. Karbondioksida menyebatkan efek
rumah kaca terhadap radiasi gelombang pendek dan menyerap radiasi gelombang
panjang. Dengan demikian kenaikan konsentrasi CO2 di dalam atmosfer akan
menyebatkan kenaikan suhu permukaan bumi.

Nitrogen (N2) terdapat di udara dalam jumlah paling banyak, yaitu meliputi 78
bagian. Nitrogen tidak langsung bergabung dengan unsur lain, tetapi pada hakekatnya
unsur ini adalah penting, karena nitrogen merupakan bagian dari senyawa organik.

Neon (Ne), argon (Ar), xenon (Xe), dan kripton (Kr) disebut gas mulia, karena tidak
mudah bergabung dengan unsur lain.

Helium (He) dan hidrogen (H2) sangat jarang di udara kecuali pada paras yang
tinggi. Gas ini adalah yang paling ringan dan sering dipakai untuk mengisi balon
meterologi.

Ozon (O3) adalah gas yang sangat aktif dan merupakan bentuk lain dari oksigen. Gas
ini terdapat terutama pada ketinggian antara 20 dan 30 km. Ozon dapat menyerap
radiasi ultra violet yang menpunyai energi besar dan berbahaya bagi tubuh manusia.

Uap air (H2O) yang terdapat di atmosfer sebagai hasil penguapan dari laut, danau,
kolam, sungai, dan transpirasi tanaman. Uap air sangat penting dalam proses cuaca
atau iklim, karena dapat berubah fase.

E. Lapisan-LapisanAtmosfer

1. TROPOSFER
Lapisan ini berada pada level yang terendah,
campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan
di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari
sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda
langit lain. Dibandingkan dengan lapisan atmosfer yang
lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15
kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini,
hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang
mendadak, angin, tekanan dan kelembaban yang kita
rasakan sehari-hari berlangsung. Suhu udara pada
permukaan air laut sekitar 270 C, dan semakin naik ke
atas, suhu semakin turun. Setiap kenaikan 100 m suhu
berkurang 0,610 C (sesuai dengan Teori Braak). Pada
lapisan ini terjadi peristiwa cuaca seperti hujan, angin,
musim salju, kemarau, dan sebagainya.Di antara stratosfer
dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan
tropopause, yang membatasi lapisan troposfer dengan
stratosfer.
2. STRATOSFER
Perubahan secara bertahap dari troposfer ke
stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di
lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan
sangat dingin yaitu -700 F atau sekitar -570 C. Pada
lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola
aliran yang tertentu. Lapisan ini juga merupakan tempat
terbangnya pesawat. Awan tinggi jenis cirrus kadangkadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada
pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini.
Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya
berubah menjadi semakin bertambah seiring kenaikan
ketinggian. Hal ini dikarenakan bertambahnya lapisan
dengan konsentrasi ozon. Lapisan ozon ini menyerap
radiasi sinar ultra violet. Suhu pada lapisan ini bisa

mencapai sekitar 180 C pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause


memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.
2. MESOSFER
adalah lapisan udara ketiga, dimana suhu atmosfer akan berkurang dengan
pertambahan ketinggian hingga lapisan keempat, termosfer. Udara yang di sini akan
mengakibatkan pergeseran berlaku dengan objek yang datng dari angkasa dan
menghasilkan suhu yang tinggi. Kebanyakan meteor yang sampai ke bumi terbakar
lapisan ini. Kurang lebih 25 mil atau 40 km di atas permukaan bumi, saat suhunya
berkurang dari 2900 K hingga 2000 K, terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer.
Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, hingga menjadi sekitar
-1430 C (dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km di atas permukaan
bumi). Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari
kristal es. Antara lapisan Mesosfer dan lapisan Atmosfer terdapat lapisan perantara yaitu
Mesopause.
3. TERMOSFER
Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km.
Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan
ini yaitu sekitar 19820 C. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra
violet. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan
listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio.
Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan
gelombang radio.
4. IONOSFER
Lapisan ionosfer yang terbentuk akibat reaksi kimia ini juga merupakan lapisan
pelindung bumi dari batu meteor yang berasal dari luar angkasa karena ditarik oleh
gravitasi bumi. Pada lapisan ionosfer ini, batu meteor terbakar dan terurai. Jika
ukurannya sangat besar dan tidak habis terbakar di lapisan udara ionosfer ini, maka
akan jatuh sampai ke permukaan bumi yang disebut Meteorit. Fenomena aurora yang
dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi pada lapisan ini. Ionosfer
dibagi menjadi tiga lapisan lagi, yaitu : 1. Lapisan ozon terletak antara 80 150 km
dengan rata-rata 100 km dpl. Lapisan ini tempat terjadinya proses ionisasi tertinggi.
Lapisan ini dinamakan juga lapisan ozon. mempunyai sifat memantulkan gelombang
radio. Suhu udara di sini berkisar 70 C sampai +50 C . 2. Lapisan udara F terletak
antara 150 400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara appleton. 3. Lapisan
udara atom Pada lapisan ini, materi-materi berada dalam bentuk atom. Letaknya

lapisan ini antara 400 800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari,
dan diduga suhunya mencapai 1200 C .
5. EKSOSFER
Eksosfer adalah lapsan bumi yang terletak paling luar. Pada lapisan ini terdapat
refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya
matahari yang dipantulkan tersebut juga dikenal sebagai cahaya zodiakal.
6. MAGNETOSFER
Magnetosfer adalah lapisan yang tidak mengandung gas, tetapi menjadi penghalang
yang menghentikan banyak partikel dari ruang angkasa memasuki atmosfer bumi,
sebagian besar satelit cuaca terdapat di lapisan ini.