Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MANDIRI 1

MATA KULIAH PERALATAN PEMBORAN DAN PRODUKSI


27 MARET 2015
NAMA
NIM

: YASRUDIN
: 12 01 042

KELAS

: TEKNIK PERMINYAKAN REG A

Soal :
1. Jelaskan pemahaman anda tentang RIG dan sebutkan tipe/macam rig yang
tertera pada gambar berikut :

Jawab :
Rig pengeboran adalah suatu bangunan dengan peralatan untuk melakukan
pengeboran ke dalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh air, minyak,
atau gas bumi, atau deposit mineral bawah tanah. Rig pengeboran bisa
berada di atas tanah (on shore) atau di atas laut/lepas pantai (off shore)
tergantung kebutuhan pemakaianya
1. Rig Darat
Rig ini beroperasi di darat. Tidak dibahas detail di postingan ini. Perbedaan
dengan rig offshore bisa dibaca di sini.
2. Barge/kapal tongkang
Kapal berpermukaan datar dan rata, mengapung di perairan dangkal yang
dilengkapi dengan rig pengeboran.Biasa beroperasi di perairan dangkal
seperti sungai atau laut dangkal.

3. Jack up Rig
Rig yang memiliki tiga kaki yang bisa digerakkan ke bawah hingga dasar laut
untuk menopang rig pengeboran di suatu posisi yang tetap. Jack up rig
didesain untuk beroperasi di lautan hingga kedalaman 350 feet (107 meter).
Beberapa foto rig jenis ini bisa dilihat di sini.
4. Fixed platform (steel jacket)
Fixed platform adalah jenis platform offshore yang digunakan untuk produksi
minyak atau gas. Platform ini dibangun pada beton dan / atau kaki baja yang
berpondasi langsung di dasar laut. Platform ini bisa dimuati dek dengan
ruang untuk rig pengeboran, fasilitas produksi dan akomodasi personel.
5. Rig Semi-submersible
Rig Semi-submersible adalah rig yang tidak memiliki penopang di bawah
tetapi mengapung di air (rig seperti ini biasa disebut floaters).Rig ini bisa
beroperasi di kedalaman laut hingga 3500 feet (1007 meter).
6. Drillships
Untuk pengeboran di kedalaman laut hingga 7500 feet (2286 meter)
digunakanlah drillship.
2. Jelaskan pemahaman anda tentang fungsi hoisting dan jelaskan komponen
utama dari hoisting system?
Jawab :
Sistem pengangkatan (hoisting system) merupakan salah satu komponen
utama dari peralatan pemboran. Fungsi utamanya adalah ruang kerja yang
cukup untuk pengangkatan dan penurunan rangkaian pIpa bor dan peralatan
lainnya
Sistem Pengangkatan terdiri dari dua sub kompunen utama, yaitu :
(1) Struktur penyangga (Supporting Struktur), lebih dikenal dengan
nama "rig",
meliputi :
Drilling tower (Derrick atau Mast).
Fungsi utama menara adalah untuk mendapatkan ruang vertikal yang cukup
untuk menaikkan dan menurunkan rangkaian pipa bor dan casing ke dalam
lubang bor selama operasi pemboran berlangsung.Oleh karena itu tinggi dan
kekuatannya harus disesuaikan dengan keperluan pemboran.
Menara ini jika dilihat dari keempat sisinya, konstruksinya berbeda.Sisi
dimana drawwork berada selalu berlawanan dengan pipe ramp maupun pipe
rack.
Menara Tipe Standart (Derrick)
Jenis menara ini tidak dapat didirikan dalam satu unit, tetapi sistem
pendiriannya disambung satu-persatu (bagian-bagian).Demikian jika
dipindah harus melepas dan memasang bagian-bagian tersebut,
kecuali untuk jarak yang tidak terlalu jauh dapat digeserkan. Menara
jenis ini banyak digunakan untuk pemboran dalam, dimana
membutuhkan lantai yang luas untuk tempat pipa, pemboran ditengahtengah kota, daerah pegunungan dan pemboran di lepas pantai
dimana tidak tersedia cukup ruang untuk mendirikan satu unit penuh.
Menara Tipe Portable (Mast)
Jenis menara ini posisi berdirinya dapat vertikal atau hampir vertikal,
terdiri dari bagian yang dikaitkan satu sama lain dengan las atau

sekrup (biasanya terdiri dari dua tingkat), tipe menara ini dapat
didirikan sebagai unit menara penuh, menara ditahan oleh teleskoping
dan diperkuat oleh tali yang ditambatkan secara tersebar
Substructure.
Substructure adalah konstruksi kerangka baja sebagai platform yang
dipasang langsung diatas titik bor. Substructure memberikan ruang kerja bagi
peralatan dan pekerja diatas dan dibawah lantai bor. Tinggi substructure
ditentukan oleh jenis rig dan ketinggian blow out preventer stock.
Substructure mampu menahan beban yang sangat besar yang ditimbulkan
oleh derrick atau mast, peralatan pengangkatan meja putar, rangkaian pipa
bor (drill pipe, drill collar dan sebagainya) dan beban casing.
Rig Floor.
Lantai bor diatas substructure yang berfungsi untuk :
Menampung peralatan-perlatan pemboran yang kecil-kecil.
Tempat berdirinya menara.
Mendudukan drawwork.
Tempat driller dan rotary helper (roughneck).
Bagian ini penting dalam perhitungan kedalaman sumur karena titik nol
pemboran dimulai dari lantai bor.
(2) Peralatan Pengangkat (Hoisting Equipment), meliputi :
Drawwork
Drawwork merupkan otak dari suatu unit pemboran, karena melalui drawwork
ini seorang driller melakukan dan mengatur operasi pemboran, sebenarnya
drawwork merupakan suatu sistem transmisi yang kompleks, sebagai
gambaran adalah seperti sistem transmisi pada mobil (gear bock). Drawwork
akan berputar bila dihubungkan dengan prime mover (mesin penggerak).
Konstruksi drawwork tergantung dari beban yang harus dilayani, biasanya
didesain dengan horse power (hp) dan kedalaman pemboran, dimana
kedalaman disini harus disesuaikan dengan ukuran drill pipenya.
Overhead tool (Crown Block, Travelling Block, Hook, Elevatore).
1. Crown block merupakan kumpulan roda yang ditempatkan pada
puncak menara. Crown block berfungsi untuk melilitkan tali-tali
pemboran, dan sebagai katrol untuk membuat sistem pengangkat
dapat bekerja.
2. Travelling block, sebagai blok bergerak yang terkait dengan crown
blok, bergerak vertikal naik turun mengangkat hook blok.
3. Hook adalah suatu kait yang digunakan untuk menggantung swivel
dan rangkaian pipa bor selama pemboran berlangsung.
4. Elevator adalah Merupakan klem (penjepit) yang ditempatkan
(digantungkan) pada salah satu sisi travelling block atau hook dengan
elevator links, berfungsi untuk menurunkan atau menaikkan pipa bor
dari lubang bor.
Drilling line.
Drilling line sangat penting dalam operasi pemboran karena berfungsi untuk
menahan atau menarik beban yang diderita oleh hook. Untuk menghindari
kecelakaan yang mungkin terjadi karena keausan maka dibuat cut off
program. Cut of program ini dibuat berdasarkan kekuatan kabel terhadap
tarikan dan dinyatakan dengan ton line yang diderita kabel.
Beban-beban berat yang diderita oleh drilling cable terjadi pada saat :
Cabut dan masuk drill string (round trip).

Pemasangan casing (running casing).


Operasi pemancingan (fishing job).
3. Gambarkan konfigurasi equipment standar dari hoisting system yang meliputi
supply reel, deadline anchor, crown block, travelling block, hook dan draw
works?
Jawab :

4. Mengapa posisi pipe rack atau pipe ramp berada berlawanan dengan draw
work?
Jawab :
Posisi pipe rack atau pipe rack berada berlawanan dengan draw work karena
1.
2.
3.
4.

Untuk memaksimalkan ruang kerja di rig floor


Untuk memudahkan pengangkatan pipe dari pipe rack atau pipe ramp
Untuk alasan safety bagi para pekerja
Untuk keseimbangan pada derrick atau mast, dengan adanya draw
work yang berlainan sisi dengan pipe ramp atau pipe rack.

5. Jelaskan perbedaan Mast dan Derrick yang berdiri pada substructure?


Jawab :
1. Menara Tipe Standart (Derrick)
Jenis menara ini tidak dapat didirikan dalam satu unit, tetapi sistem
pendiriannya disambung satu-persatu (bagian-bagian).Demikian jika
dipindah harus melepas dan memasang bagian-bagian tersebut, kecuali
untuk jarak yang tidak terlalu jauh dapat digeserkan. Menara jenis ini
banyak digunakan untuk pemboran dalam, dimana membutuhkan lantai
yang luas untuk tempat pipa, pemboran ditengah-tengah kota, daerah

pegunungan dan pemboran di lepas pantai dimana tidak tersedia cukup


ruang untuk mendirikan satu unit penuh.
2. Menara Tipe Portable (Mast)
Jenis menara ini posisi berdirinya dapat vertikal atau hampir vertikal,
terdiri dari bagian yang dikaitkan satu sama lain dengan las atau sekrup
(biasanya terdiri dari dua tingkat), tipe menara ini dapat didirikan sebagai
unit menara penuh, menara ditahan oleh teleskoping dan diperkuat oleh
tali yang ditambatkan secara tersebar
6. Jelaskan pemahaman anda tentang fungsi rotary system dan jelaskan fungsi
peralatan berikut

Jawab :
A. Rotary Table Assembly
Seluruh peralatan yang digunakan untuk mentranmisikan putaran dari
permukaan (mejaputar/rotary table) hingga ke dasar sumur (matabor/bit)
disebut dengan rotary system.
Bagian bagianRotary Table Assembly
1. Hook
Hookadalah suatu kait yang digunakan untuk menggantung swivel dan
rangkaian pipa bor selama pemboran berlangsung
2. Swivel
Swivel terletak pada bagian paling atas dari rangkaian pipa bor. Alat ini
mempunyai fungsi untuk :

3.

4.

5.

6.

7.

Memberikan kebebasan rangkaian pipa bor untuk berputar.


Memberikan perpaduan gerak vertikal dengan gerak berputar dapat
bekerja bersama-sama.
Sebagai penghubung antara rotary hose dengan kelly.
Kelly Cock
Kelly cock adalah Valve pengaman (safety valve) yang berada dibawah
dan atau diatas Kelly. Valve berbentuk bola dan cara mengoperasikannya
secara manual dengan tangan. Tujuan utama untuk mencegah tekanan
balik dari dalam drill string dalam keadaan darurat.
Kelly
Kelly merupakan rangkaian pipa bor paling atas, irisan luar berbentu segi
tig, empat, segi enam. Kelly dimasukkan kedalam kelly bushing, yang
berfungsi untuk meneruskan gaya putar (torsi) dari rotary table ke kelly
dan kemudian diteruslan le seluruh rangkaian pipa bor.
Meja putar
Meja putar (rotary table) berfungsi untuk :
Meneruskan gaya putar dari drawwork ke rangkaian pipa bor melalui kelly
bushing dan kelly.
Menahan pipa bor dalam lubang pada saat penyambungan atau pelepasan
pipa bor dilakukan.
Tenaga dari prime mover disalurkan ke rotary table dengan dua cara, yaitu
:
Dengan menggunakan rantai melalui drawwork.
Langsung dari prime mover dengan belt.
Master bushing
Master bushing merupakan bagian dari rotary table yang berfungsi
sebagai kedudukan kelly bushing atau rotary slip.
Kelly bushing
Kelly bushing berfungsi untuk meneruskan tenaga putardari rotary table
ke rangkaian pipa bor selama operasi pemboran berlangsung.

B. Top Drive Drilling System


Top drive drilling system merupakan sistem pemboran dengan memutar drill
stem mempergunakan pemutar yang dipasang langsung dibawah swivel dan
pemutar tersebut bergerak naik turun mengikuti gerakan traveling block.
Dengan sistem ini, kelly bushing dan kelly tidak diperlukan karena drill stem
diputar langsung dengan drilling motor assembly yang digantung di traveling
block. Kontruksi dari top drive ini terdiri dari :
1.
2.
3.
4.

standard rotary swivel


Drilling motor assembly
Guide dolly system assembly
Pipe handler assembly

7. Apakah DP atau DC harus dilepas semua pada saat penggantian bit? Jelaskan
Jawab :
DP atau DC harus di lepaskan jika ingin mengganti bit, karena letak bit berada
paling bawah. Sepanjang apapun rangkaian pemboran jika ingin mengganti

bit harus di lepas keseluruhan nya. Untuk penggunaan rotary table, penarikan
DP di lakukan setiap 1 joint, sedangkan untuk top drive penarikan DP setiap 3
joint.

8. Jelaskan perbedaan kelly system dan top drive system dari tinjauan safety?
Jawab :
Di tinjau dari segi safety perbedaan Kelly system dengan top drive system
1. Lebih aman menggunakan top drive, karena dapat secara otomatis
mengambil dan mengangkat pipe
2. Lebih aman top drive karena untuk setiap running pipe dapat 3 joint, di
banding Kelly system hanya 1 joint, sehingga memudahkan para driller
3. Lebih aman top drive karena lebih mudah pengoperasian nya, sehingga
apabila terjadi hal yang tidak di inginkan dapat dengan cepat di
lakukan pemberhentian kerja top drive.
9. Jelaskan kegunaan 3 bit (diamond bit, drag bit dan roller cutting bit)?
Jawab :
a. Drag Bit
Drag bit tidak mempunyai roda-roda yang dapat bergerak dan membor
dengan gaya keruk dari bladenya. Letak nozzle pada jenis bit ini dirancang
agar lumpur keluar dari rangkain pipa bor langsung menyemprot bladenya.
Bit jenis ini biasanya digunakan pada formasi lunak dan plastik.
Masalah-masalah yang sering timbul pada penggunan drag bit antara lain
adalah sebagai berikut :
1. Pembengkokan lubang bor.
2. Under Gauge, yaitu diameter lubang bor yang terbentuk tidak sesuai
dengan target.
3. Balling, yaitu pelapisan padatan pada bit, hal ini terjadi pada pemboran
formasi shale.
4. Masalah pembengkokan lubang dapat dikurangi dengan penambahan
weight on bit dengan menambah drill collar.
b. Roller Cone
Merupakan bit yang mempunyai kerucut (cone) yang dapat berputar
untuk menghancurkan batuan. Pada masing-masing cone terdapat gigi-gigi.
Gigi yang relatif panjang dan jarang atau renggang digunakan pada
pemboran formasi lunak, sedangkan gigi yang relatif pendek dan berdekatan
digunakan untuk menembus formasi batuan yang sedang sampai keras.
Berdasarkan jenis giginya, roller cone bit dibedakan menjadi dua macam,
yaitu :
1. Steel Tooth Bit (milled tooth bit), dan
2. Insert bit.
c. Diamond Bit
Pengeboran dengan menggunakan diamond bit sifatnya bukan
penggalian, tetapi berprinsip pada proses penggoresan dari butir-butir intan

yang dipasang pada matrix besi sehingga laju pemboran yang terjadi adalah
lambat.
Pemakaian intan dipertimbangkan karena karena intan dianggap zat
padat yang paling keras dan abrasif, dan pada prakteknya pemakaian
diamond bit pada operasi pemboran mempunyai umur yang relatif panjang
(awet) sehingga mengurangi frekuensi round trip, dengan demikian akan
mengurangi biaya pemboran.

10.Jelaskan kapan waktunya bit perlu penggantian pada saat operasi pemboran?
Jawab :
Laju pemboran akan meningkat dengan kenaikan kecepatan putar secara
exponential.Dari pemakaian pahat bor ( drilling bit ) yang perlu diperhatikan
bahwa setiap barang mempunyai umur tertentu demikian juga pahat bor ( bit
life ).
Keausan pada gigi pahat dan bantalan pahat.
Disamping umur dari pahat juga tertentu, maka keausan gigi dan bantalan
pahat perlu diperhatikan. Contoh yang perlu diperhatikan pada saat operasi
pemboran berlangsung, dengan menurunnya laju pemboran maupun sering
adanya torque ( torsi ) pada saat mengebor.Dalam pemakaian pahat untuk
mengebor batuan maka gigi pahat dan bantalan akan menjadi aus, laju
keausan dari gigi pahat dan bantalan tersebut tergantung kepada type
batuan, beban pada pahat ( WOB ), kecepatan putar ( RPM ) dan sifat-sifat
Lumpur pemboran.
Untuk mengoptimasikan pemboran maka pahat tersebut harus dicabut
dan diganti sesuai dengan kekerasan dari lapisan yang akan ditembus.
Melanjutkan pemboran dengan gigi-gigi pahat yang telah aus akan
meninggikan biaya pemboran, disamping kemungkinan terlepasnya gigi
pahat / cone sangat besar.Hal ini sangat penting diperhatikan agar tidak
terjadi pekerjaan tambahan diluar program kerja.