Anda di halaman 1dari 21

Pendidikan

Kewarganegaraan
Universitas Brawijaya
Galieh Damayan9, S.H., M.H.

Setelah mengiku9 perkuliahan ini, anda diharapkan dapat


memahami dan menjelaskan tentang :
1.Penger9an Negara, Asal Mula Terbentuknya Negara, Sifat
& Fungsi Negara
2.Penger9an dan Prinsip Pokok Negara Hukum
3.Negara Hukum Pancasila

4.Penger9an dan Kedudukan Warga Negara
5.Asas Kewarganegaraan Indonesia : Syarat Memperoleh &
Hilangnya Status Kewarganegaraan Indonesia

A.Penger9an Negara
a.E9mologis

State (Inggris), Staat (Belanda), Etat (Prancis), Status/Statum


(La9n) keadaan yang tegak dan tetap, atau sesuatu yang
memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap.
b.Pendapat Para Ahli
vJohn Locke dan Rousseau : suatu badan atau organisasi
hasil daripada perjanjian masyarakat
vGeorge Jellinek : organisasi kekuasaan dari sekelompok
manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu
vLogemann : organisasi kemasyarakatan yang mempunyai
tujuan untuk mengatur dan menyelenggarakan sesuatu
dalam masyarakat melalui kekuasaannya.

Menurut Konvensi Montevideo (Uruguay) tahun 1993,


syarat mutlak suatu negara adalah :

1. RAKYAT
2. WILAYAH
3. PEMERINTAH YANG BERDAULAT
4. PENGAKUAN DARI NEGARA LAIN

NOTE : Unsur ke- 1 s.d. 3 dinamakan unsur kons9tu9f, (mutlak
ada ke9ka negara berdiri), unsur ke-4 dinamakan unsur
deklara9f

B. Asal Mula Terbentuknya


a. Secara Primer
v Gemeinscah+ / Genosseanscha+

Pengelompokan diri untuk kepen9ngan bersama


v Reich / Rijk
Berbentuk kerajaan, terdapat pusat-pusat kekuasaan
v Staat
Unsur kons9tu9f sudah terpenuhi, rakyat dan pemerintah
memiliki kedudukan seimbang
v Negara Demokrasi
Perkembangan dari Staat, peradaban dan kecerdasan yang sudah
maju
b. Secara Sekunder
Negara telah ada, namun karena ada revolusi ; intervensi ; dan
penaklukan, maka lahir negara baru menggan9kan negara yang telah
ada tersebut.

C. Sifat dan Fungsi Negara

a. Sifat Negara
vMemaksa
Se9ap negara berhak untuk memaksakan kehendak
dan kekuasaannya, baik melalui jalur hukum,
maupun kekuasaan/kekerasan.
vMonopoli
Negara menguasai hal-hal tertentu, demi tujuan
negara tanpa ada saingan.
vMencakup semua/Totalitas
Semua hal tanpa terkecuali mencakup kewenangan
negara.

b. Fungsi Negara
v Van Vollenhoven
Fungsi menyelenggarakan pemerintahan (bestuur) ; fungsi
mengadili (rechtsprak) ; fungsi membuat peraturan
(regeling) ; fungsi keter9ban dan keamanan (polI=e)
v John Locke
Fungsi membuat undang-undang (legisla=f) ; fungsi
membuat peraturan dan mengadili (ekseku=f) ; mengurus
urusan luar negeri, perang dan damai (federa=f)
v Montesquieu
Fungsi membuat undang-undang (legisla=f) ; fungsi
melaksanakan undang-undang (ekseku=f) ; fungsi
mengawasi dan mengadili (yudika=f)

1. Jumlah Orang yang Berkuasa


JUMLAH PENGUASA

BENTUK POSITIF

BENTUK NEGATIF

Satu Orang

Monarki

Tirani

Sekelompok Orang

Aristokrasi

Oligarki

Banyak Orang

Demokrasi

Mobokrasi

2.Konsep dan Teori Modern

a. Negara Kesatuan sentralisasi & desentralisasi


b. Negara Serikat (Federasi) bentuk negara yang merupakan

gabungan dari beberapa negara bagian dari sebuah negara


serikat.

3. Asas Penyelenggaraan Kekuasaan


a. Ekonomi : negara agraris, negara industri, negara

berkembang, negara sedang berkembang, dan negara


belum berkembang.
b.Poli9k : negara demokra9s, negara otoriter, negara
totaliter, negara satu partai, negara mul9partai,dsb.
c. Sistem Pemerintahan : presidensiil, parlementer, junta
militer, dsb.
d.Ideologi Bangsa : negara agama, negara sosialis, negara
liberal, negara komunis, negara fasis,dsb.

A. Penger9an Negara Hukum


v E9mologi

Rechtsstaat (Belanda) ; Rule of Law (Inggris) ; Nomokrasi Islam ;


Negara Hukum Pancasila
v Konsep Negara Hukum : seluruh lapisan masyarakat dan negara
menjunjung 9nggi supremasi hukum yang dibangun di atas
prinsip keadilan dan egalitarian.
v Rechtsstaat, dikembangkan di negara bersistem hukum civil
law (Friedrich Julius Stahl) perlindungan HAM, pembagian
kekuasaan, pemerintahan berdasarkan UU, peradilan tata usaha
negara.
v Rule of Law, dikembangkan di negara Inggris dan negara-negara
bersistem hukum common law (A.V. Dicey) Supremacy of
Law, Equality before The Law, Due Process of Law.

b.Prinsip Pokok Negara Hukum

v The Interna9onal Commission of Jurist (1) negara harus

tunduk pada hukum, (2) negara menghorma9 hak-hak


individu, (3) peradilan yang bebas dan 9dak memihak.
v Jimly Asshiddiqie : Tiga belas Prinsip Pokok Negara Hukum
(Pilar-Pilar Tegaknya Negara Hukum) (1) Supremasi
Hukum ; (2) Persamaan dalam Hukum ; (3) Asas Legalitas ;
(4) Pembatasan Kekuasaan ; (5) Organ-Organ Ekseku9f
Independen ; (6) Peradilan Bebas dan Tidak Memihak ; (7)
Peradilan Tata Usaha Negara ; (8) Peradilan Tata Negara ;
(9) Perlindungan HAM ; (10) Demokra9s ; (11) Sarana
Mewujudkan Tujuan Bersama ; (12) Transparansi & Kontrol
Sosial ; (13) Berketuhanan YME

A. Konsep negara hukum yang dianut oleh Indonesia dapat

dilihat pada Pembukaan dan pasal-pasal UUD NRI 1945


sebagai keseluruhan sumber poli9k hukum Indonesia, yang di
dalamnya terkandung nilai khas yang bersumber dari
pandangan dan budaya bangsa Indonesia PANCASILA.
B. Karakteris9k Negara Hukum Pancasila :
v Merupakan suatu negara kekeluargaan
v Berkepas9an dan keadilan
v Religious Na=on State
vHukum sebagai sarana perubahan masyarakat dan hukum
sebagai cermin budaya masyarakat
vPancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum

C. Konsep Penyelenggaraan Negara Hukum Pancasila


v Tujuan penyelenggaraan negara tercantum dalam alinea

keempat Pembukaan UUD NRI 1945


vPenyelenggaraan negara harus sesuai dengan empat prinsip
cita hukum Indonesia menjaga integrasi bangsa dan
negara (ideologis & teritorial) ; mewujudkan kedaulatan
rakyat (demokrasi) dan negara hukum (nomokrasi);
mewujudkan kesejahteraan umum dan keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia ; menciptakan toleransi atas dasar
kemanusiaan dan keberadaban dalam hidup beragama
vPembangunan dan pembaharuan sistem hukum nasional.

A. Penger9an Warga Negara

v E9mologi

ci=zens (bhs Inggris) : warga negara, penduduk, orang


setanah air
vKBBI
Warga Negara adalah penduduk sebuah negara atau bangsa
berdasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan sebagainya
yang mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai seorang
warga dari negara itu.
vPasal 1 (1) UU No. 12 Th.2006 tentang Kewarganegaraan RI
Warga Negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan
berdasarkan peraturan perundang-undangan

B. Kedudukan Warga Negara


Dengan memiliki status sebagai warga negara, maka orang
memiliki hubungan hukum dengan negara. Hubungan itu
berwujud peran, hak dan kewajiban secara 9mbal balik
Peran Warga Negara
v Peran Pasif : peran WN dalam mematuhi peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
v Peran Ak9f : ak9vitas WN untuk berpar9sipasi dalam
kehidupan bernegara, terutama dalam mempengaruhi
keputusan publik.
v Peran Posi9f : ak9vitas WN untuk meminta pelayanan dari
negara untuk memenuhi kebutuhan hidup
v Peran Nega9f : ak9vitas WN untuk menolak campur tangan
negara dalam persoalan pribadi.

Hak Warga Negara


vHak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 (2)
UUD NRI 1945)
vHak membela negara (Pasal 27 (3) UUD NRI 1945)
vHak Asasi Manusia (Pasal 28 A-J UUD NRI 1945)
vHak kebebasan beragama dan beribadat sesuai dengan
kepercayaannya (Pasal 29 (2) UUD NRI 1945 )
vHak untuk mendapatkan pendidikan (Pasal 31 (1) dan (2) UUD
NRI 1945)
vHak mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional
(Pasal 32 (1) UUD NRI 1945)
vHak mendapatkan kesejahteraan sosial (Pasal 33 (1), (2), (3),
(4), dan (5) UUD NRI 1945)
vHak mendapatkan jaminan keadilan sosial (Pasal 34 UUD NRI
1945)

Kewajiban Warga Negara


v Kewajiban menaa9 hukum dan pemerintahan (Pasal
27 (1) UUD NRI 1945)
v Kewajiban membela negara (Pasal 27 (3) UUD NRI
1945)
v Kewajiban dalam pertahanan dan keamanan negara
(Pasal 30 (1) UUD NRI 1945)
v Kewajiban mengiku9 pendidikan dasar (Pasal 31 (2)
UUD NRI 1945)

A. Asas Kewarganegaraan Indonesia


vIus Sanguinis (law of the blood)

Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang


berdasarkan keturunan.
vIus Soli (law of the soil)
Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang
berdasarkan negara tempat kelahiran, yang diberlakukan
terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang
diatur oleh UU No. 12 Th.2006 tentang Kewarganegaraan RI.
vNaturalisasi (Pewarganegaraan)
Pewarganegaraan seseorang yang dilakukan sesuai dengan
kebutuhan, kondisi dan situasi negara masing-masing
naturalisasi ak9f dan naturalisasi pasif.

v Apatride

Orang-orang yang 9dak mempunyai status


kewarganegaraan
vBipatride
Orang-orang yang memiliki status kewarganegaraan
ganda / dwi kewarganegaraan
vMul9patride
Orang-orang yang memiliki dua atau lebih status
kewarganegaraan

B. Syarat Memperoleh Kewarganegaraan Indonesia :


v Pewarganegaraan

Cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan


Republik Indonesia melalui permohonan .
v Perkawinan Sah dengan WNI
v Orang asing yang berjasa kepada Indonesia / alasan
kepen9ngan negara
C. Hilangnya Status Kewarganegaraan Indonesia
Diatur dalam pasal 23 UU No. 12 Th. 2006 tentang
Kewarganegaraan RI memperoleh kewarganegaraan lain
atas kemauan sendiri ; 9dak menolak / 9dak melepaskan
kewarganegaraan lain sedangkan ia mendapatkan
kesempatan untuk itu, dsb.

1. Apakah perbedaan dari ; Rule of Law,

Rechtsstaat dan Negara Hukum Pancasila ?


2. Jelaskan karakteris9k negara hukum
Pancasila ?
3. Sebutkan 3 (9ga) asas kewarganegaraan di
Indonesia ?
4. Jelaskan peran ak9f teman-teman sebagai
warga negara dalam bidang pendidikan,
ekonomi, sosial dan poli9k ?