Anda di halaman 1dari 7

MUHAMMAD ALI LUTHFI

P056133192.50E

Tugas Mata Kuliah : Manajemen Finansial


Dosen :

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2015

DAFTAR ISI
I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
I.2 Permasalahan
I.3 Tujuan Penulisan

2
2
3
3

II TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Definisi Etika Bisnis
II.2 Definisi Corporate Social Responsibility
II.3 Teori Pendekatan CSR

4
4
5
5

III PEMBAHASAN
III.1 Corporate Social Responsibility dan Etika Bisnis

8
8

IV KESIMPULAN

12

DAFTAR PUSTAKA

14

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang

I.2 Permasalahan

I.3 Tujuan Penulisan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2

II.1
II.2
II.3

BAB III
PEMBAHASAN

III.1 Globalisasi Ekonomi


Gejala globalisasi terjadi pada kegiatan finansial, produksi, investasi perdagangan yang kelak
berpengaruh pada hubungan antar bangsa dan hubungan antar individu dalam segala aspek
kehidupan. Hubungan ekonomi antar bangsa menjadi satu sehingga seolah-olah batas antar negara
dalam kegiatan perdagangan dan bisnis tidak ada lagi. Pertumbuhan ekonomi dunia tidak dapat
lepas dari pengaruh perusahaan multinasional (PMN). Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki dan
melakukan kontrol bisnis dilebih dari satu negara. Hal tersebut berkaitan erat dengan penanaman
modal asing langsung. Kehadiran PMN bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan perekonomian
domestik negara tujuan PMN.
Negara berkembang menjadi sasaran utama PMN. Mereka mencari negara dengan tenaga
kerja murah, sumber daya alam melimpah, dan dekat dengan pasar. Hal tersebut merupakan aspek
produksi dengan tujuan efisensi (Thomas & David, 1993). PMN selalu berusaha menjaga skala
ekonomi. Target operasional PMN adalah membuat barang dengan biaya rendah perunit dan
bahan baku didapat dengan harga murah jika membeli secara borongan.
Perusahaan multinasional merupakan perusahaan yang mayoritas dimiliki oleh negaranegara maju yang kemudian melakukan ekspansi di negara-negara berkembang untuk
memperoleh keuntungan. Lambat laun peran perusahaan multinasional dianggap mendominasi
perekonomian di negara yang menjadi tujuan investasinya dengan melakukan privatisasi sektor
publik. Berbagai isu negatif muncul atas keberadaan perusahaan multinasional, antara lain
berkurangnya peran host country, kerusakan lingkungan, terjadi eksploitasi terhadap sumber daya
dan tenaga kerja. Negara-negara miskin yang masih sangat tergantung pada modal asing semakin
tertinggal dengan negara pemilik modal. Walau mampu menciptakan kondisi lingkungan,
stabilitas politik, tenaga kerja yang murah dan sumber daya alam yang melimpah, mereka hanya
akan digunakan sebagai tujuan eksploitasi untuk manghasilkan keuntungan ekonomi.
Menurut Bhagwati (2004), perusahaan multinasional akan membantu pembangunan negara
apabila negara berperan untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang mendukung keberadaan
perusahaan multinasional di negara tersebut dan sebaliknya dak akan masuk ke negara-negara yang
4

dianggap lalai dalam memberlakukan kebijakannya meskipun telah menjalankan perdagangan


bebas. Oleh karena itu, meskipun perusahaan multinasional telah menyesuaikan diri dengan standar
negara berkembang, suatu negara akan melakukan berbagai upaya untuk menarik para investor
asing agar berinvestasi di negaranya, misalnya dengan menurunkan upah buruh dan melonggarkan
pajak. Hal ini dikarenakan negara melihat insentif dari masuknya investasi asing dan perusahaan
multinasional. Setelah perusahaan multinasional masuk akan membawa banyak keuntungan bagi
negara tujuan investasi, seperti bantuan langsung dan pembayaran pajak dari perusahaan
multinasional tersebut sehingga tercipta hubungan ekspor impor.
Selain itu hal positif yang bisa diberikan oleh PMN adalah transfer teknologi. Transfer
teknologi bisa menjadi keuntungan besar bagi negara penerima yang tingkat pendidikan
masyarakatnya kurang dan partner-partner lokalnya. PMN akan melakukan transfer ilmu, keahlian,
dan teknik. Teknologi yang sesuai dengan karakter masyarakat akan ditiru untuk membuat barang
yang serupa. Lebih lanjut, masyarakat akan mendirikan usaha-usaha kecil menengah untuk
memproduksi barang PMN versi murah untuk pasar domestik sehingga pasar domestik tidak
dimonopoli PMN. Namun, hal tersebut hanya terjadi di sedikit negara berkembang yang menjadi
penerima PMN. Kebanyakan PMN tidak bisa melakukan transfer teknologi karena mereka enggan
kehilangan keunggulan komparatif. Selain itu, kurangnya keahlian masyarakat di negara tersebut
ikut mempersulit transfer ilmu teknologi.

BAB IV
KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA
Bhagwati, Jagdish. 2004. Corporations: Predatory or Beneficial? dalam In Defense of
Globalization, Oxford: Oxford University Press, pp. 162-195
Thomas D. Lairson and David Skidmore. International Political Economy: The Struggle for Power
and Wealth. Forth Worth: Harcourt Brace College Publisher. 1993, hal. 257
Thomas D. Lairson and David Skidmore. op cit, hal. 258