Anda di halaman 1dari 8

3.

Dasar Teori
Pemisahan bahan dalam suatu proses industri pengolahan bahan merupakan
metode yang umum digunakan. Pemisahan bahan ini dimanfaatkan untuk memperoleh
bahan dengan fraksi atau bentuk dan ukuran yang diinginkan. Adapun metode umum
pemisahan bahan yaitu pemisahan dengan cara mekanis dan pemisahan baha dengan cara
kontak keseimbangan bahan. Perbedaan keduanya adalah pada ada tidaknya perubahan
fasa bahan setelah dipisahkan. Pemisahan dengan metode mekanis merupakan pemisahan
bahan dengan tetap mempertahankan fasa bahan atau tidak mengalami perubahan fasa
bahan, sedangkan pemisahan bahan dengan kontak keseimbangan bahan dapat mengubah
fasa bahan yang dipisahkan dari fasa awalnya.
Pemisahan mekanis ini contonya adalah pengendapan, filtrasi, ekstraksi, dan
sentrifugasi. Sedangkan metode pemisahan bahan dengan kontak keseimbangan bahan
meliputi penguapan, distilasi, adsorbsi, koagulasi, dan kristalisasi. Metode ini banyak
doterapkan dalam industri khususnya industri pengolahan hasil pertanian untuk
memproduksi produk tertentu. Pengetahuan mengenai metode ini perlu dikuasai agar
penggunaanya dalam industri dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemisahan bahan.
Dalam industri, pemisahan bahan merupakan metode yang umum digunakan
untuk memperoleh bahan dengan ukuran atau fasa yang diinginkan. Menurut Idrial
(1987) pelaksanaan pemisahan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan beberapa gaya
yaitu gaya gravitasi, gaya sentrifugal, dan gaya kinetic yang timbul dari aliran.
Pemisahan bahan secara mekanis yaitu pengendapan, pengayakan, penyaringan
(filtrasi), dan ekstraksi. Sedangkan pemisahan dengan kontak keseimbangan bahan
meliputi penguapan, distilasi, adsorbsi, koagulasi, kristalisasi, dan sentrifugasi.
Pemisahan mekanik yang pertama adalah pengayakan. Pengayakan adalah metode
pemisahan bahan berdasarkan ukuran dengan menggunakan gaya gravitasi dan getaran.
Ayakan dapat berbahan logam, pelat logam berlubang, kain, dll. Ukuran lubang ayakan
ini berkisar antara 4 in sampai 400 mesh. Contoh pengayakan adalah pemisahan ukuran
bahan pati dengan vibrating screen. Penggunaan ukuran ayakan ini tergantung dari
ukuran bahan yang akan diayak (Idrial, 1987). Filtrasi adalah metode pemisahan untuk
memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring).

Dasar pemisahan ini adalah dengan perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat
terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat denga ukuran yang lebih besar dari pori
saringan. Proses ini dilakukan dengan bahan yang berbentuk larutan cair. Hasil
penyaringan disebut filtrate dan zat yang tertahan disebut residu. Contoh filtrasi adalah
untuk membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Contoh alat filtrasi adalah
filter press (Rahayu, 2009).
Pengendapan merupakan metode pemisahan dua bahan cair yang tidak dapat
bercampur, atau bahan cair dan bahan padat, dipisahkan dengan membiarkan bahan ini
sampai pada keadaan keseimbangan di bawah pengaruh gaya gravitasi, bahan yang lebih
berat akan jatuh terlebih dahulu daripada bahan yang ringan. Selain itu terdapat pula
ekstraksi, yang merupakan pemisahan zat dengan larutan yang berdasarkan kepolaran dan
massa jenisnya. Contohnya adalah pemisahan senyawa organic dan pelarutan air dan
minyak.
Sentrifugasi adalah proses pemisahan komponen yang terdiri dari bahan cair yang
tidak saling melarutkan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Prinsipnya adalah
dengan pemutaran objek secara horizontal pada jarak tertentu. Dengan metode ini proses
pengendapan atau pemisahan bahan dapat lebih cepat dan optimum dibanding teknik
biasa. Prinsip ini dapat optimum dengan memasukkan Rpm dan nilai konsentrasi yang
tepat dalam alat sentrifugasi. Pada industri, contoh penggunaan metode ini adalah dalam
proses pembuatan minyak kelapa. Santan yang merupakan campuran air dan minyak
dapat di disentrifugasi dengan kecepatan antara 3000-3500 rpm sehingga terpisah fraksi
kaya minyak (krim) dan fraksi miskin minyak (skim). Lalu krim yang diasamkan
disentrifugasi lagi untuk memisahkan minyak dan bagian bagian bukan minyak.
Metode pemisahan dengan kontak keseimbangan bahan adalah sublimasi.
Sublimasi adalah mentode pemisahn campuran dengan menguapkan zat padat tanpa
melalui fasa cair sehingga kotoran tak menyublim akan tertinggal. Evaporasi adalah
penguapan bahan pelarut untuk memperoleh zat terlarut (garam) dengan prinsip
perbedaan titik didih (garam titik didih lebih tinggi sehingga akan tertinggal). Kristalisasi
adalah metode emisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan.
Dasarnya adalah dengan prinsip kelarutan bahan dalam peelarut dan perbedaan titik beku.

Contohnya adalah dalam pembuatan garam dapur dari air laut dan dalam proses
pembuatan Kristal gula pasir dari nira tebu (Rahayu, 2008).
Destilasi merupakan merode pemisahan untuk memperoleh bahan berwujud cair
yang terkotori oleh zat padat lain atau bahan yang memiliki titik didih berbeda. Bahan
yang dipisahkan dapat dalam bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan
perbedaan titik didihnya tidak terlalu dekat. Contoh metode ini adalah dalampenyulingan
minyak bumi menjadi fraksi-fraksi seperti bensin, avtur, dsb, dan juga dalam pembuatan
minyak kayu putih, pemurnian parfum dari ekstrak tanaman, serta dalam pemurnian air
minum juga destilasi air laut untuk memperoleh air murni. Metode selanjutnya adalah
dengan ekstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran
dengan pelarut yang sesuai. Dasarnya adalah dengan prinsip kelarutan bahan dalam
pelarut tertentu (Rahayu, 2008).
Adsorpsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan
pengotor dengan penarikan bahan pengadsorpsi secara kuat sehingga menempel pada
permukaan bahan pengadsorpsi. Contoh penggunaan metode ini adalah pada proses
pemurnian air dari otoran renik atau mikroorganisme, dan juga dalam proses pemutihan
gula yang berwarna coklat karena kotoran. Metode lainnya adalah kromatografi, yang
merupakan metode pemisahan berdasrkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada
suatu lapisan zat tertentu dengan prinsip daya absorbs oleh bahan penyerap da volatilitas
(daya penguapan). Contoh metode ini adalah kromatografi kertas untuk memisahka tinta
(Rahayu, 2008).

Proses pemisahan secara sentrifugal


Sentrifugasi adalah pemisahan dengan menggunakan gaya putaran atau gaya
sentrifugal. Partikel dipisahkan dari liquid dengan adanya gaya sentrifugal pada berbagai
variasi ukuran dan densitas campuran larutan.
Peralatan sentrifugasi terdiri dari :
a. Pengendapan sentrifugal/centrifugal settling

Tubular

: pemisahan liquid-liquid emulsion

Disk bowl

: pemisahan liquid-liquid

b. Filtrasi sentrifugal
Gaya sentrifugal digunakan untuk mendapatkan perbedaan tekanan sehingga
slurry dalam filter akan mengalir ke penyaring. Pada operasi sentrifugasi dengan cara
pengendapan, kecepatan pengendapan dipengaruhi oleh : kecepatan sudut () disamping
faktor-faktor lain seperti pada perhitungan kecepatan sedimentasi. laju alir volumetrik
umpan dipengaruhi oleh kecepatan sudut (), diameter partikel (Dp), densiti partikel dan
cairan, viskositas dan diameter tabung centrifuge.
Pemisahan padatan dari air dengan menggunakan pengendapan sentrifuga
prinsipnya sama dengan proses pengendapan secara gravitasi, bedanya pengendapan ini
menghasilkan gaya dorong yang lebih besar yang disebabkan oleh putaran air. Dengan
memutar air, kecepatan pengendapan dapat meningkat jika dibandingkan dengan
pengendapan secara gravitasi pada umumnya. Pengendapan sentrifuga sudah banyak
digunakan untuk pemisahan partikel dan cairan atau air dalam proses pengolahan
mineral seperti pada proses pengeringan materi dengan ukuran partikel yang berbeda,
penyisihan partikel yang sangat kecil dalam pencucian, atau dalam menyisihkan
kontaminan yang terlarut dalam larutan.
Namun, penggunaan pengendapan sentrifugal untuk penyisihan partikel atau
senyawa lain di dalam proses pengolahan air masih jarang dilakukan dikarenakan
tingginya biaya operasional yang dibutuhkan. Maka dari itu, pengembangan pengendapan
dengan

memanfaatkan

gaya

senrifuga

diarahkan

pada

pengendapan

dengan

memanfaatkan aliran air melalui dinding pengendap seperti prinsip kerja hydrocyclone.
Cara pemisahan ini berdasarkan adanya gaya sentrifugal yang diberikan pada
partikel partikel yang melayang sehingga partikel tersebut dapat dipaksa untuk bergerak
ke dasar bejana dan mengendap, sehingga terjadi pemisahan antara partikel padat dan
pelarutnya. Selanjutnya pada campuran yang telah memisah tersebut dapat dipisahkan
lebih lanjut dengan cara dekantasi atau memipet cairan yang berada diatas padatannya
lalu ipindahkan ke tempat lain. Cara ini sangat cocok untuk untuk memisahkan
campuran yang ukuran partikeln ya sangat kecil dan masa jenis partikelnya juga sangat
kecil sehingga partikelnya melayang dalam cairannya, misalnya koloid. Gaya sentrifugal

diperoleh dengan cara memutar campuran yang akan dipisahkan dengan suatu alat khusus
yang disebut centrifuge.
Persamaan untuk centrifuge ialah yang terlihat seperti dibawah. RCF( Celative
Centrifugal

Force)

ialah

ukuran

kekuatan

dari

gaya

sentrifugalnya

setelah

mempertimbangkan faktor lain seperti kecepatan angular, Radius rotasi dan gravitasinya.
RCF = (rw2)/g
r : Radius rotasi
w : Kecepatan angular
g : Gravitasi
Ada 2 jenis alat Centrifuge, Centrifuge biasa yang mempunyai kecepatan putar
rendah antara 0 3000rpm, alat ini biasa digunakan untuk memisahkan campuran yang
ukurann partikelnya relatif besar. Ultra Centrifuge mempunyai kemampuan putar tinggi
dari 0 20.000 rpm, bahkan ada yang dapat mencapai 120.000 rpm. Centrifuge jenis ini
banyak digunakan untuk keperluan biokimia misalnya memisahkan plasma dan serum
pada darah.
Fungsi sentrifugasi adalah mempercepat proses pengendapan suspensi dengan
memberikan gaya sentrifugasi pada partikel-partikelnya.
Contoh: Proses pemisahan minyak dengan air dalam santan. Kecepatan
sentrifugasi diatur pada 3000-3500 rpm, maka terjadi pemisahan dan terdapat dua bagian
yaitu fraksi kaya minyak (krim) dan fraksi miskin minyak (skim). Selanjutnya krim
diasamkan, kemudian diberi perlakuan sentrifugasi sekali lagi untuk memisahkan minyak
dari bagian bukan minyak.
Disk bowl centrifuge
Centrifuge yang digunakan dalam percobaan ini adalah disc bowl yang beroperasi secara
batch. Alat ini terdiri dari piringan piringan berbentuk mangkok tersusun membentuk satu
kesatuan. Tiap piringan terdapat lubang kecil ditengah untuk jalannya umpan, sedangkan piringan
mangkok membentuk celah sebagai jalan keluar untuk masing-masing cairan yang mengandung
berat jenis berbeda, setelah dikenai gaya sentrifugal. Perolehan dari masing-masing celah akan
terkumpul dan keluar dari dua jalan yang berbeda.

Sentrifugasi digunakan dalam pemisahan krim susu untuk menghasilkan dan skim susu.
Disc bowl centrifuge biasanya digunakan untuk tugas ini. Mereka mungkin kedap disegel dan
dilengkapi dengan pompa sentripetal. Biasanya susu dipanaskan sampai antara 40C dan 50C
sebelum pemisahan, untuk mengurangi kekentalan dan mengoptimalkan perbedaan densitas
antara fasa lemak dan berair. Isi lemak yang susu skim dapat dikurangi hingga kurang dari 0,05%.
Meskipun proses kontinu, padatan larut hadir dalam susu (partikel kotoran, kasein micelles,
mikroorganisme) membangun seperti lumpur dalam mangkuk sentrifugal. Mangkuk harus
membersihkan pada interval. Alternatifnya, nozzle atau membuka diri sentrifugal dapat
digunakan, tetapi dengan outlet untuk krim dan susu skim serta lumpur. Lemak dapat pulih oleh
sentrifugasi.
Ada

banyak

aplikasi

lain

untuk

sentrifugasi

dalam

pengolahan

makanan,

misalnya mangkuk berbentuk tabung mesin untuk mengklarifikasi sari dan gula sirup

memisahkan hewan darah ke dalam plasma dan hemoglobin, nozzle dan mesin membuka diri
untuk dewatering pati dan sentrifuge untuk memulihkan decanting hewan dan tumbuhan protein,
memisahkan lemak dari daging dan memisahkan comminuted kopi dan teh slurries.
Begitu pula dalam proses pembuatan minyak kelapa, dimana teknik pemisahan
sentrifugasi cukup berperan. Buah kelapa dihancurkan, dan diperas sehingga didapat bagian
santan. Didalam santan terdapat campuran minyak dengan air. Dengan melakukan sentrifugasi
dengan kecepatan antara 3000-3500 rpm, maka terjadi pemisahan dan terdapat dua bagian yaitu
fraksi kaya minyak (krim) dan fraksi miskin minyak (skim). Selanjutnya krim diasamkan,
kemudian diberi perlakuan sentrifugasi sekali lagi untuk memisahkan minyak dari bagian bukan
minyak.
Dalam pengolahan minyak kelapa, sering juga dilakukan modifikasi khususnya dalam
pemisahan krim untuk mendapatkan bagian minyak. Modifikasi tersebut dilakukan dengan cara
pemanasan krim, dan akan dihasilkan padatan dan minyak, selanjutnya dengan penyaringan kita
dapatkan minyak kelapa yang bersih dan jernih.

DAFTAR PUSTAKA
http://diyahchemical.blogspot.co.id/2014_01_01_archive.html
http://bisakimia.com/2013/02/08/pemisahan-campuran-sentrifugasi/
https://devagerald.wordpress.com/2012/03/05/laporan-sentrifus/