Anda di halaman 1dari 12

BAB IV

PEMBAHASAN ALAT

A. EKG Fukuda Denshi Cardimax (Fx - 7000)


1. Teori Dasar
Electrocardiograph adalah suatu alat yang merekam perubahan
potensial listrik jantung yang di hubungkan dengan waktu. Di tinjau dari
segi bahasanya, yaitu Electrocardiograph yang berarti electro, karena
berkaitan dengan elektronika, cardio yang artinya jantung (berasal dari
bahasa Yunani), dan graph yang berarti grafik (tulisan atau menulis).
Electrocardiograph merupakan pemeriksaan non-invasif yang
digunakan untuk mengetahui keadaan jantung, melalui pengukuran
aktifitas

listrik

jantung.

Pemeriksaan

EKG

dilakukan

dengan

menempelkan alat penerima impuls listrik jantung di beberapa lokasi yang


telah ditentukan. Setelah itu, informasi mengenai keadaan jantung dapat
diketahui melalui pola grafik yang dihasilkan. Beberapa hal yang dapat di
amati dari pemeriksaan ECG adalah :
a. Denyut dan irama jantung.
b. Posisi jantung di dalam rongga dada.
c. Penebalan otot jantung (hipertrofy).
d. Kerusakan bagian jantung.
e. Gangguan aliran darah di dalam jantung.
f. Pola aktifitas listrik jantung yang dapat menyebabkan gangguan
irama jantung.

Electrocardiograph biasanya dilakukan dalam rangka :


a. Pemeriksaan fisik rutin (check up)
b. Tes pembebanan jantung
c. Penilaian beberapa gejala seperti nyeri dada, napas pendek, pusing,
pingsan, atau palpitasi.
d. Riset atau penelitian fisiologis jantung.
2. Data Spesifikasi Alat EKG Fukuda Denshi Cardimax (Fx - 7000)
Alat yang akan dibahas merupakan alat yang digunakan di ruang
upip (antasena) di rumah sakit jiwa prof. Dr. Soeroyo magelang, dengan
data spesifikasi sebgai berikut :
Nama alat

: EKG (Electrocardiograph)

Merek

: Fukuda Denshi

Tipe

: cardimax fx-7000

Nomor seri

: 17106891

Daya

: 28 VA

Buatan

: Jepang

3. Fungsi EKG
Electrocardiograph digunakan untuk mengetahui keadaan jantung,
melalui pengukuran aktifitas listrik jantung.
Hal-hal yang dapat diketahui dari pemeriksaan EKG adalah :
a.
b.
c.
d.
e.

Denyut dan irama jantung


Posisi jantung di dalam rongga dada.
Penebalan otot jantung (hipertrofi).
Kerusakan bagian jantung.
Gangguan aliran darah di dalam jantung.

f.

Pola aktifitas listrik jantung yang dapat menyebabkan gangguan irama


jantung

4. Prinsip Dasar EKG


Pada prinsipnya, EKG bekerja dimana elektroda di letakkan di tubuh
manusia (di area pengambilan sampling) dan EKG tersebut akan
menghasilkan sinyal listrik yang di hasilkan oleh aktifitas kelistrikan jantung
dalam besaran mV. ECG merupakan sebuah rekaman informasi kondisi
jantung yang di ambil dengan electrocardiograph yang di tampilkan pada
monitor atau di cetak pada kertas.
Pada sistem sinyal ECG tiap lead merupakan antar anggota tubuh antara lain :
a. Lead I : Beda Potensial antara LA (left arm) dengan RA (right
arm)
b. Lead II : Beda Potensial antara LL (left leg) dengan RA (right arm)
c. Lead III : Beda Potensial antara LL (left leg) dengan LA (left arm)

5. Blok diagram EKG

LEAD SELECTOR SMICTH


DEFIBRILATION PROTECTION CIRCUIT
MAIN AMP
PRE-AMP

DISPLAY

ECG ELECTRODES

MOTOR PRINTER
PASIEN

Gambar 4.1. Blok Diagram EKG

Keterangan :
1. Elektroda berfungsi sebagai benda atau alat yang diletakkan pada anggota
badan (pergelangan kaki dan tangan) dan dada pasien sebagai indikator
sinyal
2. Defibrilation

protection

circuit

berfungsi

untuk

mencegah

atau

menghindari kemungkinan adanya kebocoran arus listrik dari alat ke tubuh


pasien.

3. Pre-amp berfungsi sebagai penerima input langsung dari biopotensial


jantung dengan level tegangan mili volt. Pada kondisi ini maka rangkaian
pre amp harus memiliki karakteristik yang cukup baik terhadap derau.
4. Lead selector smicth berfungsi untuk menentukan kombinasi-kombinasi
pengukuran atau rekaman.
5. Main-amp berfungsi untuk menaikan sinyal ECG yang ditrima oleh
elektroda-elektroda yang sebesar 1 mV. Main Amp akan melakukan
feedback untuk umpan balik singal agar hasilnya maksimal.
6. Motor printer berfungsi berfungsi untuk mengatur kecepatan perekaman
dengan kecepatan kertas yang dapat dipilih pada 25 mm/s dan 50 mm/s.
7. Display berfungsi untuk menampilakan pulsa hasil rekaman EKG atau
untuk

6. Prinsip Kerja Blok Diagram


Elektroda-elektroda di letakkan pada anggota badan dan dada pasien,
dan di hubungkan ke ECG. Defibrilation Protection Unit berfungsi untuk
mencegah atau menghindari kemungkinan adanya kebocoran arus listrik dari
alat ke tubuh pasien. Lead Selector Switch berfungsi untuk menentukan
kombinasi-kombinasi

pengukuran

atau

rekaman.

Amplifier

berfungsi

menaikkan sinyal ECG yang di terima oleh elektroda-elektroda yang sebesar 1


mV, dengan cara sinyal 1Mv di feedback ke pre amp kembali sampai
kemudian teganga main amplifier bisa menjadi imputan untuk sistem printer
dan sistem display

7. Bagian-Bagian Alat

Gambar 4.2 Bagian-Bagian EKG

8. Prosedur Pengoperasian Alat


Cara Menggunakan EKG untuk merekam listrik jantung :
Persiapan
A. Alat
Mesin EKG, yang dilengkapi :
kabel untuk sumber listrik

kabel untuk bumi dipakai apabila ada interaksi sinyal luar sehingga

terjadi artefak atau cacat sinyal.


Kabel elektroda ekstremitas dan dada
Set elektroda ekstremitas
Balon penghisap elektroda dada
Jelly
Kertas tissue
Kapas Alkohol
Kertas EKG
Spidol (sebagai penanda tempat pemasangan EKG, khusus pada

pasien yang memerlukan observasi ketat EKG)


Mesin EKG terbaru sudah dilengkapi monitor/ display
B. Pasien
Penjelasan (informed consent)
Tujuan pemeriksaan
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat perekaman
Dinding dada harus terbuka dan tidak ada perhiasan logam yang
melekat.
Pasien diminta tenang atau tidak bergerak saat perekaman EKG
Cara memasang EKG
1. Pasang semua komponen/kabel-kabel pada mesin EKG
2. Nyalakan mesin EKG
3. Baringkan pasien dengan tenang di tempat tidur yang luas. Tangan dan
kaki tidak saling bersentuhan
4. Bersihkan dada, kedua pergelangan kaki dan tangan dengan kapas alcohol
(kalau perlu dada dan pergelangan kaki dicukur)
5. Keempat electrode ektremitas diberi jelly.
6. Pasang keempat elektrode ektremitas tersebut pada kedua pergelangan tangan
dan kaki. Untuk tangan kanan biasanya berwarna merah, tangan kiri berwarna
kuning, kaki kiri berwarna hijau dan kaki kanan berwarna hitam (sesuai Standard
IEC )

seperti gambar dibawah ini

Gambar 4.3. Elektroda Ekstremitas

7.

Dada diberi jelly sesuai dengan lokasi elektrode V1 s/d V6.


V1 di garis parasternal kanan sejajar dengan ICS 4 berwarna merah
V2 di garis parasternal kiri sejajar dengan ICS 4 berwarna kuning
V3 di antara V2 dan V4, berwarna hijau
V4 di garis mid klavikula kiri sejajar ICS 5, berwarna coklat
V5 di garis aksila anterior kiri sejajar ICS 5, berwarna hitam
V6 di garis mid aksila kiri sejajar ICS 5, berwarna ungu

8. Pasang elektrode dada dengan menekan karet penghisap.


9. Buat kalibrasi, saat ini sudah bersifat otomatis dengan pilihan auto dan
manual
10. Rekam setiap lead 3-4 beat (gelombang), kalau perlu lead II panjang
(minimal panjang 30 kotak besar) jika ada aritmia, pakai pilihan manual
untuk alat baru.
11. Semua electrode dilepas
12. Jelly dibersihkan dari tubuh pasien
13. Beritahu pasien bahwa perekaman sudah selesai
14. Matikan mesin EKG
15. Tulis pada hasil perekaman : nama, umur, jenis kelamin, jam, tanggal,
bulan dan tahun pembuatan, nama masing-masing lead serta nama orang
yang merekam
16. Bersihkan dan rapikan alat
Perhatian :
Sebelum bekerja periksa kecepatan mesin 25 mm/detik dan voltase 10
mm. Jika kertas tidak cukup kaliberasi voltase diperkecil menjadi kali
atau 5 mm. Jika gambaran EKG kecil, kaliberasi voltase diperbesar
menjadi 2 kali atau 20 mm.

Hindari gangguan listrik dan mekanik saat perekaman


Saat merekam, operator harus menghadap pasien

Peralatan yang di perlukan untuk Perekaman ECG :

1. Kertas Perekam (Recording Paper)


Kertas perekam yang digunakan pada pesawat ECG adalah kertas yang
dibuat khusus/ stylus untuk mencatat atau merekam kurva jantung. Kertas
perekam ini berupa grafh-paper dengan ukuran kertas yang tertentu yang
disesuaikan dengan pesawatnya.
2. Kabel Tenaga (Power Cord)
Berfungsi untuk menghubungkan pesawat ECG dengan sumber arus
listrik.
3. Penghantar Hubungan Tanah (Ground Lead)
Berfungsi untuk menghubungkan pesawat ECG dengan hubungan tanah.
Tujuannya adalah untuk menghilangkan gangguan atau pengaruh arus
bolak balik (AC) yang mengakibatkan hasil rekaman tidak jelas.
4. Kabel Pasien (Patient Cable)
Adalah kabel yang menghubungkan pasien dengan pesawat ECG.
5. Elektroda Anggota Badan (Limb Electrodes)
Adalah elektroda yang khusus untuk dipasang pada anggota badan pasien
(tangan dan kaki).
6. Elektroda Dada (Chest Electrodes)
Adalah elektroda yang di pasang pada dada dalam sistem sandapan
unipolar prekordial. (S.Wijaya,1990).
9. Pemeliharaan Alat

1) Cek kondisi fisik pada alat.


2) Bersihkan body EKG dari debu-debu kotoran dan cairan
pembersih.

3) Periksa kondisi kabel grounding alat


4) Periksa kondisi kabel EKG
5) Periksa kelengkapan, kebersihan dan kondisi elektroda EKG
6) Periksa kabel elektroda.
7) Periksa display alat (ketajaman/ kontraks dan kebersihan)
8) Lakukan uji fungsi alat.
9) Kalibrasi alat minimal setahun sekali sesuai Undang-Undang
Rumah Sakit
Noise pada EKG
Seperti halnya dengan sinyal biomedical yang lainnya, sinyal EKG juga
dipengaruhi oleh beberapa sumber noise yang tidak diinginkan. Menurut Gari D.
Clifford, beberapa sumber noise tersebut adalah[5]:
a. Muscle artefact (MA)
Noise ini berasal dari kontraksi yang terjadi dibawah elektroda EKG. Noise ini
mempunyai bandwith yang hampir sama dengan sinyal EKG sehingga sulit untuk
dihilangkan dengan filter yang sederhana.
b. Electrode movement(EM)
Dihasilkan karena sedikitnya kontak antara elektroda EKG dengan kulit.
c. Baseline wander(BW)
Noise ini disebabkan oleh pergerakan subjek selama perekaman EKG.

10

10. Trouble Shooting

No Keluhan

Analisa kerusakan

Tindakan

Alat tidak dapat

Rangkaian catu daya

Perbaiki

hidup

rusak
Sekering putus

Ganti

Saklar power rusak

Ganti

Tegangan jala-jala tidak

Ganti dengan battery

ada
Power cord tidak kontak

Kencangkan/ sambung
kembali

Tidak menghasilkan

Elektroda tidak melekat

Periksa dan pasang

sinyal

dengan benar

elektroda dengan benar

Kabel elektroda putus

Periksa kabel
Ganti kabel

Elektroda rusak

Ganti yang baru

Konektor kabel yang

Ganti konektor/ ganti

menghubungkan pasien

kabel

dan alat rusak


Print rusak

Perbaiki

Tersumbat

Periksa dan perbaiki

Kertas habis

Tambahkan kertas

Sinyal yang

Adanya noice yang

Memberi peringatan

dihasilkan tidak

disebabkan oleh pergerakan

kepada pasien untuk

sesuai dengan

pasien selama perekaman

tenang

keluaran sinyal

EKG.

yang sebenarnya
Artefak pada hasil

Gangguan sinyal karena

Kabel grounding di

print out

adanya interverensi

pasang

Hasil print tidak


keluar

sinyal luar
Ganti tegangan dengan
baterai

11

Tabel 4.1. Trobleshooting EKG

12