Anda di halaman 1dari 5

Gangguan Keseimbangan Kalsium

Kalsium mempunyai fungsi intraseluler yang penting termasuk pembentukan potensial aksi
jantung dan konstraksi otot. Kurang dari 1% kalisum dikandung dalam CES, konsentrasi ini
diatur oleh hormon paratiroid dan kalsitonin. Hormon paratiroid dilepaskan oleh kelenjar
paratiroid sebagai respon terhadap kadar kalsium serum yang rendah. Dan ini meningkatkan
resorpsi tulang (gerakan kalsium dan fosfor keluar dari tulang), mengaktivasi vitamin D,
meningkatkan absobsi kalisum dari saluran GI, merangsang ginjal untuk menyimpan kalisum
dan mengekskresikan fosfor.

Kalsitonin dihasilkan oleh kelenjar tiroid bila kadar kalsium serum meningkat dan ini
menghambat resorpsi tulang. Kalsium ada dalam 3 bentuk : kalsium bebas atau terionisasi,
kalsium yang berikatan dengan protein (albumin), kalsium yang diikat dengan anion nonprotein (fosfat, sitrat dan karbonat). Hanya kalisum yang terionisasi yang penting secara
fisiologis.
a. Hipokalsemia
Kadar kalsium serum total: <8,5 mg/dl/
Penyebabnya reduksi kalsium total tubuh atau reduksi kalsium yang terionisasi. Peningkatan
kadar fosfor dan penurunan kadar magnesium dapat menyebabkan hipokalsemia. Kalsium
dan fosfor mempunyai hubungan yang resiprokal, salah satu meningkat dan yang lain
cenderung menurun. Hipomagnesia dapat menyebabkan hipokalsemia karena penurunan
kerja hormon paratiroid.
Tanda dan gejala: kebas dengan kesemutan jari dan region sirkumoral, refleks hiperaktif,
kram otot, tetani, kejang, letargi. Pada hipokalsemia kronis terjadi fraktur karena porositas
tulang.

Penatalaksanaan kolaboratif:
Pengobatan penyebab dasar
Penggantian kalsium: denga kalsium peroral atau IV. tetani pada dewasa: 10-20 ml dari 10%
kalsium glukonat IV atau drip kontinu 100 ml dari 10% kalsium glukonat dalam 1000 D5W,
diinfuskan lebih dari 4 jam.
Terapi vitamin D: dihidrotakisterol, kalsitrol. Untuk meningkatkan absorbsi kalsium dari

saluran GI.
Antasida aluminium hidroksida. Untuk mengurangi kadar fosfor sebelum mengatasi

hipokalsemia.
Peningkatan diet tinggi kalsium: 1000-1500mg/hari pada dewasa.
b. Hiperkalsemia
Kadar kalsium serum: >10,5 mg/dl
Penyebab: peningkatan kalsium serum total atau peningkatan persentase kalsium bebas dan
terionisasi. Tanda dan gejala: letargi, kelemahan, anoreksia, mual, muntah, poliuria, gatal,
nyeri tulang, fraktur, nyeri panggul, depresi, parestesis, stupor dan koma.
Riwayat dan faktor resiko:
Peningkatan masukan kalsium
Peningkatan absorbsi usus: pada takar lajak vitamin D atau A atau hiperparatiroidisme.
Peningkatan pelepasan kalsium dari tulang. Terjadi pada hiperparatiroidisme, malignan,

imobilisasi lama.
Penurunan ekskresi urin : gagal ginjal, obat-obat tertentu (diuretik tazid)
Peningkatan kalsium terionisasi (asidosis)

Penatalaksanaan kolaboratif:

Pengobatan penyebab dasar. Contoh : kemoterapi pada keganasan.


Salin normal IV. Pemberian dengan cepat akan meningkatkan ekskresi kalsium urin.
Furosemid diberikan untuk mencegah kelebihan kalsium bebas dan peningkatan ekskresi

kalsium.
Diet rendah kalsium dan kortison. Untuk menurunkan absorbsi kalsium di usus. Steroid

berkompetisi dengan vitamin D, maka dapat menurunkan absorbsi kalsium usus.


Penurunan resorpsi tulang.peningkatan aktivitas fisik, indometasin atau mitramisin.

Kalsitonin. Menurunkan resorpsi tulang, peningkatan deposisi tulang terhadap kalsium dan

fosfor dan peningkatan ekskresi kalisum dan fosfat urin.


Hemodialisa. Digunakan bila hiperkalsemia dihubungkan dengan gagal ginjal.
Written by : Nur Yuliasih, S.Si.,Apt

Gangguan Keseimbangan Fosfor & Magnesium


FOSFOR
Fosfor adalah anion utama pada CES. Fosfor adalah senyawa penting dari semua jaringan
tubuh, untuk pembentukan substansi penyimpanan energi (ATP/ adenosisn trifosfat);
pembentukan sel darah merah 2,3 difosfogliserat (DPG); pemeliharaan keseimbangan asam
basa.

a.

Hipofosfatemia
Kadar fosfat serum : < 2,5 mg/dl (1,7 mEq/L).
Tanda dan gejala: kacu mental, nyeri dada karena oksigenasi miokard buruk, kejang,
peningkatan kerentanan terhadap infeksi, kesemutan jari, koma, penurunan memori, letargi,

nyeri tulang.
Penatalaksanaan kolaboratif :

Identifikasi dan eliminasi penyebab: hindari penggunaan antasida ikatan fosfor (aluminium,

b.

manesium atau jel kalsium atau antasida).


Suplementasi fosfor
Peningkatan makanan kaya fosfor (jeroan, telur, produk susu, kacan-kacangan).
Hiperfosfatemia
Kadar fosfat serum: > 4,5 mg/dl (2,6 mEq/L)
Tanda dan gejala: anoreksia, mual, muntah, kelemahan otot, tetani, takikardi.

Penatalaksanaan kolaboratif :

Penggunaan aluminium, magnesium atau jel atau antasida kalsium.


Diet rendah fosfor
MAGNESIUM

Magnesium merupakan kation tubuh keempat terbanyak. Sekitar 50-60% terletak di tulang
dan 1% di CES, sisa magnesium ada dalam sel (CIS), jadi merupakan kation intraseluler
terbanyak kedua setelah kalium. Secara khusus magnesium mengaktivasi enzim yang terlibat
dalam metabolisme karbohidrat dan protein. Mencetuskan pompa natrium-kalium, sehingga
mempengaruhi kadar kalium intrasel. Magnesium penting dalam transmisi dalam sistem saraf
pusat (SSP) dan fungsi miokard.

a.
Hipomagnesia
Kadar serum: < 1,5mEq/L.
Tanda dan gejala: apatis, kram kali, insomnia, perubahan alam perasaan, halusinasi, kacau mental,
anoreksia, mual,muntah, parestesia.
Penatalaksanaan kolaboratif:

Identifikasi dan eliminasi penyebab.

Pemberian magnesium sulfat (MgSO4) IV atau IM untuk hipomagnesia berat atau


simtomatik

Magnesium oral : antasida mengandung magnesium.

Peningkatan diet tinggi magneisum (sayuran hijau, tepung kedelai, jeruk, susu).
b.
Hipermagnesia
Kadar serum: >2,5 mEq/L.

Tanda dan gejala: mual, muntah, wajah kemerahan, diaforesis, sensasi panas, perubahan
fungsi mental, mengantuk, paralisis otot, hipotensi, bradikardi, penurunan refleks tendon
profundus, koma. Paralisis otot pernafasan dapat terjadi pada kadar > 10 mEq/L.
Penatalaksanaan kolaboratif:

Menghilangkan penyebab: penghentian menghindari obat-obat yang mengandung

magnesium atau suplemen magnesium.


Diuretik dan larutan natrium klorida 0,45%. Untuk meningkatkan ekskresi magnesium.
Kalsium glukonat IV, 10 ml larutan 10%. Untuk diagnosis efek neuromuskuler dari

magnesium pada pasien dengan potensial hipermagnesia letal.


Dialisis untuk pasien pada penurunan fungsi ginjal berat.