Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MANAJEMEN KONFLIK

KELOMPOK I :
KASUS :
Di ruang A suster Ita meminta libur pada saat hari raya Galungan. Padahal suster Ita sudah
mendapatkan libur pada hari raya sebelumnya. Suster Made minta cuti pada saat hari raya
Galungan, karena ada upacara melaspas. Suster Komang seharusnya mendapatkan hak libur saat
hari raya Galungan.
1. Identifikasi Isue :

Suster Ita mau libur pada hari raya Galungan, padahal sudah mendapat libur pada
Galungan sebelumnya

Suster made minta cuti karena ada acara melaspas pada saat hari raya Galungan

Ada ketentuan bahwa libur saat Galungan harus digilir

2. Identifikasi solusi yang mungkin dilakukan :

Ijinkan suster Made untuk cuti

Ijinkan suster Ita libur

Ijinkan suster Komang libur

Tidak mengijinkan semua untuk libur

3. Evaluasi solusi yang direncanakan :

Suster Made ingin solusi A

Suster Ita ingin solusi B

Suster Komang ingin solusi C

Karu ingin solusi D

Solusi lain yang diinginkan :

Karena alasan suster Made lebih penting, maka suster made boleh cuti dengan cara minta
tolong ke suster Komang untuk menggantikan suster Made saat Galungan saja.

Suster Komang diberikan libur saat Manis dan Pahing Galungan

Lakukan pendekatan dengan suster Itatentang aturan yang sudah ada

4. Tetapkan solusi yang paling baik :

Pada saat diskusi suster Made mengatakan hanya perlu cuti 1 hari, dan saat manis
Galungan dia sudah bisa bekerja.

Karu mengatakan suster Made boleh cuti 1 hari pada saat manis dan pahing Galungan

5. Implementasi

Suster made cuti pada saat Galungan dan masuk kerja saat Manis dan Pahing Galungan.,
dan suster Ita tetap jaga pada hari Galungan.

6. Evaluasi solusi

Semua staf mendengarkan dan sepakat dengan solusi yang diambil.

KELOMPOK II :
Permintaan libur dan cuti di hari raya
1. Identifikasi Isue :

Hampir semua teman-teman di ruangan ingin mendapatkan libur pada waktu hari raya
(Galungan dan kuningan).

Ada ketentuan libur bergilir pada waktu hari raya dan tidak boleh mengambil cuti pada
waktu hari raya.

2. Identifikasi solusi yang mungkin dilakukan : Lakukan pembagian libur sesuai gilirannya

Diperbolehkan untuk tukar shift atas seijin karu dan tidak merugikan teman yang
ditukar, dan tukarannya disesuaikan dengan kompetensinya.

Bila ada beda keyakinan diperbolehkan untuk jaga double shift

Cuti pada hari raya boleh diambil apabila sangat emergerncy

Tidak mengijinkan semua staf libur di hari raya

3. Evaluasi solusi yang direncanakan :

Teman mengambil solusi C dan D

Karu mengambil solusi A dan B

Solusi lain yang diusulkan :


* Beri penggantian libur bagi yang mau jaga di hari raya
* Buat prioritas sesuai keperluan yang paling urgent
4. Tetapkan solusi yang paling baik :

Pada saat diskusi staf menerima dan memahami libur bergantian pada saat hari raya
5. Implementasi :
Boleh melakukan tukar shif atas seijin karu dan jaga double shift bagi staf yang beda
keyakinan
6. Evaluasi solusi
Semua staf harus memahami dan mentaati peraturan yang ada
KELOMPOK III :
Permintaan libur pada saat hari raya Galungan lebih dari 1 orang
1. Identifikasi Isue :

Suster A ingin libur pada hari raya Galungan

Ada ketentuan bahwa unti tersebut tidak boleh libur lebih dari 1 orang pada saat yang
sama

2. Identifikasi solusi yang mungkin dilakukan :


A. Mengijinkan staff untk mengambil libur/cuti pada saat hari raya sesuai permintaa
B. Karu tidak mengijinkan suster A untuk libur karena sudah pernah mengambil cuti
pada hari raya sebelumnya
C. Mengijinkan semua staff untuk libur pada saat hari raya secara bergilir
D. Suster A diijinkan untuk libur/cuti dihari raya
3. Evaluasi solusi yang direncanakan :

Suster ingin solusi A dan D

Karu ingin solusi B dan C

Solusi lain yang diinginkan :


Boleh libur/cuti kalau ada pengganti jaga sesuai dengan timnya
4. Tetapkan solusi yang paling baik :
Mengijinkan libur secara bergilir atau mencari pengganti
5. Implementasi
Suster A dapat libur setelah dapat pengganti
6. Evaluasi solusi

Semua staf memperhatikan solusi tersebut secara adil dan konflik suster A terselesaikan ,
karena sudah mendapat libur. Karu menetapkan untuk libur/cuti di hari raya dilakukan
secara bergilir

KELOMPOK IV :
Permintaan libur yang banyak pada hari raya besar
1.

Identifikasi Isue :

Konflik interpersonal strategi yang digunakan adalah kompromi


2.

Identifikasi solusi yang mungkin dilakukan :

* Berikan libur bergilir,


* Mencatat permintaan cuti
* Negosiasi dengan teman dan bila sepakat disetujui dengan karu
3.

Evaluasi solusi yang direncanakan :

Pilihan B dan C
Solusi lain yang diinginkan :
* Karu mengecek tingkat kebutuhan perawat pada hari itu. Jika memang memungkinkan, maka
setiap shift bisa kurangi 1 perawat dengan catatan siap-siap dipanggil/oncall kembali jika situasi
berubah
4.

Tetapkan solusi yang paling baik :

Menetapkan keputusan/kebiajkan libur bergilir pada hari raya


5.

Implementasi :

Perawat yang sudah dapat libur pada hari raya besar sebelumnya, tidak boleh mengambil libur
lagi, berikan giliran pada teman yang lain.
6.

Evaluasi solusi

Semua staf memperhatikan issue tersebut dan menyetujui solusi sepakat yang adil. Dna karu
menekankan kembali bahwa libur hari raya bergilir
KELOMPOK V
1.

Identifikasi Isue :

* Perawat kadek ingin libur dan tidak masuk, karena anak sakit dan tidak ada yang menjaga
*Libur atau ijin mendadak tidak sesuai SPO
* Menghubungi karu secara mendadak untuk tidak jaga dinas
2.

Identifikasi solusi yang mungkin dilakukan :

*Ijinkan perawat kadek tidak masuk


*Tidak mengijinkah perawat kadek untuk libur
*Tidak mengijinkan semua staff rawat inap untuk ijin mendadak.
3

Evaluasi solusi yang direncanakan :

*Perawat kadek mau solusi 1 dan 2


Solusi lain yang diinginkan :
4.

Tetapkan solusi yang paling baik :

** Solusi C
* Perawat kadek ingin solusi 1 dan 2
* Karu ingin solusi 3 dan 4
5. Implementasi
Mengubungi katim pengganti sesuai jadwal yang telah disusun
6. Evaluasi solusi
Semua staf memperhatikan isu tersebut dan masing-masing merasa bahwa solusi tersebut adil,
demikian juga dengan perawat kadek. Karu merasa mereka telah menyelesaikan isu/konflik
dengan adil, tetapi karu merasa perlu menekankan kembali tentang SPO / pertukaran ijin/tukar
jadwal dinas.