Anda di halaman 1dari 4

Dimulai oleh OMR...

Spoilerforteknologi lama
Perlu Anda ketahui bahwa sistem pengoreksian Lembar Jawaban Ujian sudah dimulai di
Indonesia sejak awal tahun 90 an, menggunakan suatu alat scanner dengan menggunakan
Teknologi Optical Mark Reader (OMR) , salah satu pabrik besar yang memproduksi adalah NCS
yang memberi merk Opscan pada scanner berteknologi OMR nya tersebut.
Teknologi OMR memeriksa LJK dengan mengenali bulatan yang lewat tepat dibawah sensor
infra merah nya, sehingga cetakan LJK harus dibuat sangat presisi agar bulatan pensil tepat
berada dibawah sensor saat di scan. LJK format OMR ini mudah dikenali karena adanya time
tag, yaitu garis strip-strip hitam dibagian tepi nya. Scanner Image Berkembang...
Jaman berubah, teknologi pun berkembang, software-software mark reader pengolah image
mulai bermunculan, sebagian besar adalah buatan luar negeri (teleform, abby, mark office, dll) ,
di dalam negerii industri software ini diperkuat dengan harga scanner image yang semakin
murah.
DIMR dianggap teknologi alternatif OMR...
Teknologi baru pengenal gambar LJK menggunakan scanner image ini kemudian lebih dikenal
dengan sebutan Digital Image Mark Reader yang sering disebut-sebut sebagai teknologi
alternatif pengganti OMR.
Software SMR (Smart Mark Reader) tidak setuju dengan sebutan "teknologi alternatif" yang
penuh dengan makna implisit "murah tetapi banyak kekurangan", karena dengan metode yang
tepat, justru ini adalah Future Mark Reader Technology.
Metode Asal-asalan, Pasti Berbuah Segudang Error Pembacaan...
Scanner image tidak dirancang sebagai scanner berpresisi tinggi sebagaimana scanner OMR,
sehingga dipastikan gambar LJK hasil scan selalu memiliki distorsi (kemiringan, perubahan
skala, pergeseran posisi), oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk mengenali distorsi
tersebut.
SMR Mendefinisikan Lalu Mengatasi Masalah Tersebut...
Software SMR adalah satu-satunya yang berhasil dengan baik mendefinisikan dan mengatasi
distorsi tersebut, dengan cara :
1. Model penanda form LJK SMR menggunakan 4 kotak pojok sebagai acuan makro 2. Model

penanda form LJK SMR menambahkan 1 kotak tepi sebagai acuan relatif 3. Model penanda form
LJK SMR mampu mendefinisikan sudut rotasi 4. Kotak penanda cukup besar untuk dapat
dibedakan dengan noise/bercak-bercak 5. Software SMR mampu mengenali berapapun sudut
rotasi berdasarkan penanda 6. Software SMR mampu mengenali distorsi/perubahan skala sb X
dan pada sb Y 7. Software SMR membedakan perhitungan pada skala sb X dan pada sb Y 8.
Software SMR mampu mendeteksi distorsi mikro dan mengkoreksi saat pembacaan 9.
Otomatisasi filter kehitaman dan luasan arsiran untuk mengenali jawaban Hasil dari semua ini
dapat Anda lihat dari menu Produk SMR >= Fitur Top SMR (baca : Hanya SMR yang bisa
begini...)
Dengan SMR Semua Jenis Scaner dengan Twine Driver Bisa Digunakan
Spoilerforsekarang
Spoilerforsekarang
Smart Mark Reader adalah software profesional terlengkap dan terakurat untuk mendesain
dan membaca Lembar Jawaban Komputer (LJK) menjadi data, serta memeriksa, menilai dan
menyediakan laporan evaluasi dan analisisnya, menggunakan scanner gambar digital.
Smart Mark Reader adalah produk asli buatan Indonesia. Berbekal inovasi-inovasi terbaru
dalam penerapan teknologi computer graphic dan image recognition, maka SMR tetap bertahan
menjadi yang terbaik hingga saat ini. SMR memiliki Form Designer terlengkap, yang
memungkinkan pengguna membuat segala bentuk desain form LJK untuk berbagai kebutuhan.
SMR memiliki Form Reader terakurat, yang mampu membaca gambar form LJK yang
miring/terotasi pada segala sudut kemiringan (0 s.d 360 derajat), hal ini menjadikan SMR
membaca data secara akurat pada kondisi apapun (asal masuk scanner, pasti terbaca).
Berbekal pembuktian panjang akan teknologi, kualitas, kemudahan, dan akurasi, maka
Pengembang Software SMR bersama-sama dengan Tim Komputer Ujian Nasional di Pusat
Penilaian Pendidikan (Puspendik), Departemen Pendidikan Nasional, mendedikasikan diri untuk
membuat dan mengembangkan Software Pemindaian UASBN (Ujian Nasional pada tingkat SD)
yang digunakan secara serentak oleh seluruh 471 Dinas Pendidikan Kabupaten di seluruh
wilayah Indonesia, untuk memindai lebih dari 15.000.000 form LJK siswa Sekolah Dasar yang
diisi tanda silang (X) menggunakan pensil.
Penerapan teknologi Grayscale Processing, Auto Sensitivity, Real Time Buffering, Auto Sort
Priority in Data Insertion, Data Verification, Nearest Identity Suggestion menghasilkan data valid
yang terverifikasi dengan baik, walaupun banyak ditemui identitas salah, jawaban kosong dan
ganda, ataupun pensil tipis. Kesuksesan dalam UASBN 2009 merupakan penegasan sebagai

software berkualitas.
Free Rotation Gbr 1. SMR membaca LJK miring, Akurasi tetap 100%
LJK MIRING EKSTRIM (LJK Miring/Terotasi Sudut 0 s.d 360 derajat)
Untuk pertamakalinya, inovasi SMR menggebrak market dengan memperkenalkan teknologi
Free Rotation, yaitu kemampuan untuk membaca LJK pada segala sudut kemiringan (0 s.d 360
derajat) tanpa harus memutar gambar, sehingga proses pembacaan lebih cepat. Karena scanner
image tidak dirancang untuk presisi tinggi, maka gambar hasil scan pasti miring, dan beberapa
persennya adalah dengan sudut miring cukup tinggi. Pastikan Anda memilih software SMR, yang
memberikan jaminan akurasi data pada segala kondisi kemiringan (asal masuk scanner pasti
terbaca) Solusi algoritmik ini menunjukkan kesempurnaan desain teknologi pembacaan SMR.
Apakah SMR Bisa Tanda Silang ?
Pertanyaan : Apakah SMR bisa membaca LJK dengan tanda silang ? Jawaban : Bisa, SMR
merupakan software terbaik untuk membaca LJK dengan tanda silang.
Penjelasan : Software SMR sangat baik bila digunakan untuk membaca tanda silang (X).
Sebagaimana kesuksesan pengisian tanda silang di UASBN 2008 (Ujian Akhir Sekolah
Berstandard Nasional), software SMR versi baru membuktikan memiliki teknologi variable auto
sensitivity dalam pengenalan tanda silang untuk setiap baris, sehingga data tetap akurat
walaupun diisi dengan pensil non 2B ataupun pensil 2B palsu, bahkan pulpen, spidol, atau
apapun yang bisa menghitamkan kertas Kondisi optimal adalah sbb:
1. LJK harus dicetak dengan tinta berwarna muda LJK disarankan merah, biru, atau hijau, krn
warna ini dapat di drop langsung oleh scanner
2. Scan LJK dengan setting grayscale, resolusi 150 dpi, drop out color (utk pengisian tanda
silang) Setting ini adalah relatif yang terbaik karena : - Grayscale mencegah distorsi ketajaman,
sehingga pensil super tipis tetap terlihat jelas - Resolusi 150 dpi mencegah distorsi ukuran,
karena sampling tiap inchi LJK mjd 150 titik pada gambar - Drop Out Color mereduksi warna
background (merah, hijau, biru) yang berpotensi menjadi noise
3. Setting noise removal pada angka sensitivitas 220 dan luas area arsiran maksimum 10%.
SMR memiliki teknologi variable auto sensitivity , dgn demikian perlu ditentukan setting untuk
noise removal, yaitu parameter ketajaman (sensitivitas kehitaman dan luas area arsiran

maximum) yang membedakan antara noise dan data.


Setting tersebut digunakan untuk membuang noise yang disebabkan oleh adanya warna selain
warna hitam pensil, dan pembacaan data ditentukan secara otomatis berdasarkan distribusi
statistik atas parameter ketajaman per baris/kolom.