Anda di halaman 1dari 29

GARIS SEMPADAN

Kuliah Pokok-Pokok Permukiman dan Perkotaan


Indrawati

GEDUNG DAN BUKAN GEDUNG

Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan


konstruksi yang menyatu dengan tempat
kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di
atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang
berfungsi sebagai tempat manusia melakukan
kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal,
kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial,
budaya, maupun kegiatan khusus.
Bangunan bukan gedung adalah suatu perwujudan fisik
hasil perkerjaan konstruksi yang menyatu dengan
tempat kedudukanya, sebagian atau seluruhnya berada
di atas dan/atau didalam tanah dan/atau air, yang tidak
digunakan untuk tempat hunian atau tempat tinggal.
Perda Kab SUKOHARJO No. 9/2010 tentang ANGUNAN
GEDUNG DI KABUPATEN SUKOHARJO

Garis sempadan merupakan bagian dari


jarak bebas bangunan
Persyaratan jarak bebas bangunan meliputi:
a.
garis sempadan bangunan dengan as jalan, tepi
sungai, saluran, jalan rel kereta api, sungai, waduk/danau
dan mata air, pipa gas dan jaringan tegangan tinggi;
b. jarak antara bangunan dengan batas-batas persil,
jarak antar bangunan, dan jarak antara as jalan dengan
pagar halaman yang diizinkan pada lokasi yang
bersangkutan, yang diberlakukan per kaveling, per persil,
dan/atau per kawasan; dan
c. jarak bebas bangunan harus mempertimbangkan
batas-batas lokasi, keamanan dan pelaksanaan
pembangunannya.

Garis Sempadan adalah


Garis Sempadan adalah garis batas luar pengamanan
yang ditarik pada jarak tertentu sejajar dengan :

tepi sungai.
tepi saluran kaki tanggul.
tepi danau.
tepi mata air.
tepi sungai pasang surut.
tepi pantai.
as jalan.
tepi luar kepala jembatan dan
tepi daerah manfaat jalan rel kereta api

yang merupakan batas tanah yang boleh dan tidak


boleh didirikan bangunan

PP 38/2011 tentang Sungai


Perda Jateng 11/2004 tentang Garis Sempadan
Perda Kota Surakarta No 1/2011 ttg RTRW

Palung Sungai
Ruang Rungai

Sungai Bertanggul

Palung
Sungai

Ruang Sungai

Bantara
n
Sungai

Sempada
n Sungai

Bagian-bagian jalan dan Garis


Sempadannya

GSP = GSJ
GSB

Garis Sempadan terhadap Jalan

Letak garis sempadan pagar dan garis sempadan


bangunan terhadap jalan, apabila tidak ditentukan lain
adalah sebagai berikut :
garis sempadan pagar terhadap jalan arteri primer dan
sekunder adalah 20 m (dua puluh meter) dari as jalan,
sedang letak garis sempadan bangunannya adalah 35 m
(tiga puluh lima meter) dari as jalan;
garis sempadan pagar terhadap jalan kolektor primer
adalah 15 m (lima belas meter) dari as jalan, sedang
letak garis sempadan bangunannya adalah 25 m (dua
puluh lima meter) dari as jalan;
garis sempadan pagar terhadap jalan kolektor sekunder
adalah 10,5 m (sepuluh koma lima meter) dari as jalan,
sedang letak garis sempadan bangunannya adalah 21 m
(dua puluh satu meter) dari as jalan;

garis sempadan pagar terhadap jalan lokal primer


adalah 10 m (sepuluh meter) dari as jalan, sedang
letak garis sempadan bangunannya adalah 15 m
(lima belas meter) dari as jalan;
garis sempadan pagar terhadap jalan lokal
sekunder adalah 7 m (tujuh meter) dari as jalan,
sedang letak garis sempadan bangunannya adalah
14 m (empat belas meter) dari as jalan;
garis sempadan pagar terhadap jalan inspeksi
adalah 5 m (lima meter) dari as jalan, sedang letak
garis sempadan bangunannya adalah
10 m
(sepuluh meter) dari as jalan; dan

khusus untuk bangunan industri

khusus untuk bangunan industri dan


pergudangan, garis sempadan bangunan
terhadap jalan arteri primer dan sekunder
adalah 40 m (empat puluh meter) dari as
jalan, terhadap jalan kolektor primer dan
sekunder adalah 30 m (tiga puluh meter) dari
as jalan, terhadap jalan lokal primer dan
sekunder adalah 20 m (dua puluh meter) dari
as jalan, dan terhadap jalan inspeksi adalah
15 m (lima belas meter) dari as jalan.

GARIS SEMPADAN JALAN REL KERETA API

(1) Garis Sempadan Jalan Rel Kereta Api adalah 6


(enam) meter dan batas daerah manfaat jalan rel
terdekat apabila jalan rel kereta api itu terletak di atas
tanah yang rata.
(2) Garis Sempadan Jalara Rel Kereta Api adalah 2
(dua) meter dihitung dari kaki talud apabila jalan rel
kereta api itu terletak di atas tanah yang ditingkatkan.
(3) Garis Sempadan Jalan Rel Kereta Api adalah 2
(dua) meter ditambah lebar lereng sampai puncak
dihitung dari daerah manfaat Jalan Rel Kereta Api
apabila jalan rel kereta api itu terletak di dalam
galian.

(1) Garis Sempadan Jalan Rel Kereta Api pada


belokan adalah l8 (delapan belas) meter diukur dari
lengkung dalam sampai tepi daerah manfaat jalan.
Dalam peralihan jalan lurus ke jalan lengkung di
luar daerah manfaat jalan harus ada jalur tanah
yang bebas yang secara berangsur-angsur melebar
dari batas terluar damija rel Kereta Api sampai 18
(delapan belas) meter.
(2) Garis Sempadan Jalan Rel Kereta Api tidak
berlaku apabila jalan rel kereta api tersebut
terletak dalam galian.

Garis Sempadan Jalan Perlintasan sebidang


antara Jalan Rel Kereta Api dengan Jalan
adalah 150 (seratus lima puluh) meter dari
daerah manfaat jalan rel kereta api pada
titik perpotongan as jalan rel kereta api
dengan daerah manfaat jalan dan secara
berangsur-angsur menuju batas atau garis
sempadan jalan rel kereta api pada titik 500
(lima ratus) meter dari titik perpotongan as
jalan rel kereta api dengan as jalan
PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TENGAH
NOMOR 11 TAHUN 2004 TENTANG GARIS
SEMPADAN

GSS (Garis
Sempadan Sungai)

Sungai memiliki peran penting,


tetapi banyak berkembang
fungsi baru yang menyimpang

Sungai menimbulkan berbagai


permasalahan, bahkan menjadi
sumber bencana banjir dan
sumber penyakit

1. Perlu penetapan GSS.


2. PP 38/2011 tentang Sungai
dalam waktu paling lama 5
tahun terhitung sejak
Peraturan Pemerintah ini
berlaku, menteri, gubernur,
bupati atau wali kota wajib
menetapkan garis sempadan
pada semua sungai yang ada
dalam kewenangannya.

PEMBELAJARAN PENATAAN KAWASAN SUNGAI

SUNGAI SINGAPORE PADA MASA LALU

Kondisi sungai Singapore sekitar tahun 1977. Dengan pencanangan


Singapore Clean and Green oleh pemerintah (Urban Redevelopment
Authority) maka dalam waktu 10 tahun kemudian (1987) Kota Singapura
telah menjadi bersih, indah dan nyaman.(----- 1992, URA)

SUNGAI SINGAPORE SEKARANG.........

Penataan Kawasan
Sungai,
pengembalian fungsi
sungai

Pemanfaata
n Sungai
Sebagai
Aset Wisata

al/perahu dan perdagangan sebagai penunjang kawasan wisata sungai Singapor

Kondisi sungai yang bersih dilengkapi


dengan jalur pedestrian dan taman di
sepanjang kawasan sempadan sungai

tivitas warga pada public space area sempadan sungai

blic space yang dilengkapi dengan fasilitas tempat duduk

Landmark dan public space


pada kawasan sempadan
sungai yang juga dijadikan
sebagai tempat wisata

KONDISI SEMPADAN SUNGAI KOTA SURAKARTA

Sebagian besar Hulu dari sungai-sungai yang ada di Kota Surakarta adalah G.
Merapi dan G. Lawu. Sedangkan muaranya adalah Sungai Bengawan Solo
yang kemudian di alirkan menuju laut

Pengelolaan Sempdan Sungai di Kota Surakarta

Pemkot Surakarta, PSDA Jateng, BBWS, Masyarakat

Gambaran Panjang Sungai di Kota Surakarta


Inventarisasi Sungai di Kota Surakarta

No
1
2
3
4
5
6

Nama Sungai
Kali
Kali
Kali
Kali
Kali
Kali

Gajah Putih
Anyar
Pepe
Brojo
Jenes
Bhayangkara

Panjang
(km)
2,85
6,33
8,01
0,98
3,95
1,5

Sumber: Laporan SLHD Kota Surakarta tahun 2012

Merupakan sungai terpanjang dan


mengalir di tengah kota dan melintasi
beberapa
wilayah
strategis
Kota
Surakarta
Sungai Jenes >> terletak di bagian
selatan Kota Surakarta (Kel. Laweyan)
dan berbatasan
dengan Kabupaten
Sukoharjo.

Gambaran Kualitas Air Sungai di Kota Surakarta


Kualitas Air Sungai

Kadar COD melebihi


ambang batas >>
Lokasi
S.
S. Pepe
S. Brojo S. Jenes
mengandung
Sampel
Anyar
bahan-bahan
Hulu
Nitrat
Cu
organik yang
Tengah
Cu
Cu
tinggi sehingga
Sumber: Laporan SLHD Kota Surakarta tahun 2012
Hilir
Cu,
COD
Cu, COD
Cu,
kualtas air menurun.
Cemaran logam
Cu berbahaya bila menkontaminasi
makanan yang dikonsumsi manusia,
Nitrat
Nitrat
Toksisitas logam Cu pada manusia. Mengakibatkan gejala sakit perut, mual, muntah,
diare, dan beberapa kasus yang parah menyebabkan gagal ginjal dan kematian.
S.
Bhayangkar
a
Cu
Cu
-

Air yang tercemar nitrat dikonsumsi manusia dalam jumlah besar menyebabkan
methaemoglobinameia >> haemoglobin di dalam darah berubah menjadi methaemoglobin
sehingga darah menjadi kekurangan oksigen, sedangkan pada bayi menyebabkan
baby blue syndrome.

Gambaran Sempadan Sungai Kota Surakarta


Peta dan Kondisi Sempadan Sungai Kota Surakarta

Sempadan Sungai Anyar


yang tertata rapi dan
digunakan sebagai area
public space dan ruang
terbuka hijau.

Bangunan rumahrumah permanen yang


menempati kawasan
sempadan Sungai
Jenes (Kel. Laweyan).

Pendirian
bangunan
rumah
pada
sempadan
Sungai
Pepe dan
pencemara
n sungai
oleh
sampah.

Penggunaan
sempadan Sungai
sebagai public
space (taman

Bangunan
rumah-rumah
permanen dan
semi
permanen
yang
menempati
kawasan
sempadan
Sungai Pepe

PP 38/2011
Perda Jateng
11/2004

Sungai adalah tempat-tempat dan wadah wadah serta


jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara
dengan dibatasi kanan dan kirinya serta sepanjang
pergairannya oleh garis sempadan.
Sempadan sungai adalah kawasan sepanjang kiri
dan kanan sungai, termasuk sungai buatan/kanal/saluran
irigasi primer, yang mempunyai manfaat penting untuk
mempertahankan kelestarian fungsi sungai.

SUNGAI
KRITERIA SEMPADAN
Tidak bertanggul di DALAM Kedalama Kedalaman Kedalama
perkotaan
n sd 3m
3 20 m
n > 20m
Sempadan Sempadan Sempadan
min: 10m min: 15m min: 30m
Tidak bertanggul di LUAR
Sungai besar:
Sungai kecil:
perkotaan
DAS > 500km2
DAS < 500km2
Sempadan min: Sempadan min:
100m
50m
Sungai Bertanggul DALAM
Sempadan min: 3m
kota
Sungai Bertanggul LUAR
Sempadan min: 5m
kota

RTRW Kota Surakarta


Pasal 36 :
Kawasan perlindungan setempat meliputi kawasan sempadan Sungai
Bengawan Solo, Kali Jenes, Kali Anyar, Kali Sumber, Kali Gajahputih,
Kali Pepe, Kali Wingko, Kali Brojo, Kali Boro, Kali Pelem Wulung
dengan arahan pengembangan yaitu:
a. Sungai Bengawan Solo yang melalui kota memiliki garis sempadan
sungai
sekurang-kurangnya 5 (lima) meter disebelah luar sepanjang
kaki tanggul; dan
b. Kali Jenes, Kali Anyar, Kali Sumber, Kali Gajahputih, Kali Pepe, Kali
Wingko, Kali Brojo, Kali Boro, Kali Pelem Wulung yang melalui kota
memiliki garis sempadan sungai sekurang-kurangnya 3 (tiga) meter di
sebelah luar sepanjang kaki tanggul.
Pasal 39:
Rencana pengelolaan kawasan rawan bencana banjir meliputi:
a. normalisasi Sungai Bengawan Solo, Kali Jenes, Kali Anyar, Kali Gajah
Putih, Kali Pepe Hilir, Kali Wingko, Kali Boro, Kali Pelem Wulung dan
Kali Tanggul;
b. penguatan tanggul sungai di sekitar Sungai Bengawan Solo, Kali
Wingko, Kali Anyar, Kali Gajah Putih;

umber: Program Pengambangan Kota Hijau Kota Surakarta Tahun 2012

PETA ARAHAN
MAKRO RUANG
TERBUKA HIJAU
KOTA SURAKARTA

Jogging track/pedestrian dan taman


pada sempadan Sungai Anyar (dpn
Tirtonadi)

Jogging track/pedestrian dan taman pada


sempadan Kali Anyar (Taman Sekartaji)

Tanaman hijau dan taman bermain pada


kawasan sempadan Sungai Bengawan