Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Selain bentuk kawasan konservasi yang sifatnya lebih tertutup seperti
cagar alam dan suaka margasatwa, dikenal bentuk lain yang lebih terbuka yaitu
taman nasional (pada wilayah penyangga), taman wisata alam, dan taman buru
terakhir kemudian diperkenalkan model taman hutan raya.
Taman buru (game park) adalah sebentuk kawasan konservasi yang
dipersiapkan selain untuk tujuan pelestarian, juga untuk mengakomodir kebutuhan
perburuan satwa. Dengan demikian, kawasan taman buru memang dibangun
untuk keperluan perburuan satwa yang sudah ditentukan jenisnya, dan disertai
persyaratan-persyaratannya.
Meskipun diberi predikat taman buru, yaitu tempat yang disediakan untuk
menyalurkan kesenangan berburu, namun jelas tidak diizinkan untuk memburu
satwa-satwa yang bukan satwa buruan yang telah ditetapkan. Jika hal seperti ini
terjadi, berarti si pemburu telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan
perburuan. Tidak semua wilayah taman buru harus dijelajahi untuk berburu, sebab
ada lokasi tertentu dalam suatu kawasan taman buru yang disediakan sebagai
lokasi aman bagi satwa buru, sehingga tidak secara total populasi satwa buru
mengalami tekanan psikis yang dapat membuatnya stress. Sedangkan peralatan
yang digunakan juga harus sudah ditentukan, misalnya jenis senjata api yang
bagaimana yang sesuai, tidak boleh menggunakan senapan mesin, peledak,
pembakar, zat beracun, dan sebagainya, yang bukan hanya akan membunuh satwa
buru tetapi juga akan membunuh satwa yang bukan buruan, serta akan mencemari
dan menghancurkan habitatnya.
Oleh karena itu agar dapat di ketahui lebih detail tentang Taman Buru ini
maka makakah ini kami buat, karena di dalamnya telah di bahas secara lengkap
tentang taman buru itu sendiri.