Anda di halaman 1dari 11

TUGAS BIOKIMIA 2

MAKALAH ALIRAN MATERI GENETIK

Kelompok
Anggota
(06101281320007)

: 11
:1.

Revy

Anggun

Quraini

2. Rika Sulastri (06101181320008)


3. Septi Andriani (06101181320005)
Dosen Pembimbing

: Made Sukaryawan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI..........................................................................................................................
KATA PENGANTAR.............................................................................................................
BAB I Pendahuluan................................................................................................................
1.1

Latar Belakang.........................................................................................................

1.2

Rumusan Masalah...................................................................................................

1.3

Tujuan......................................................................................................................

BAB II Pembahasan...............................................................................................................
2.1 Gen...............................................................................................................................
2.1.1 Struktur Gen...........................................................................................................
2.2 Genom..........................................................................................................................
2.2.1 Organisasi genom...................................................................................................
2.2.2 Ukuran genom, jumlah gen, dan densitas gen.......................................................
2.3 Kromosom....................................................................................................................
2.3.1 Pembelahan sel mitosis........................................................................................
2.3.2 Tahap-tahap Mitosis Dalam Pembelahan Sel.......................................................
2.3.3 Pembelahan sel meiosis.......................................................................................
2.3.4 Tahap- tahap Pembelahan Sel secara Meiosis......................................................
2.3.5 Perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis........................................................
2.3.6 Pembelahan amitosis............................................................................................
BAB III Penutup..................................................................................................................
3.1 Kesimpulan.................................................................................................................
3.2 Saran...........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami persembahkan atas kehadiran ALLAH SWT,
karna berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya tugas mata kuliah
Biokimia 2 tentang Aliran Materi Genetik ini dapat terselesaikan.
Dengan selesainya tugas Aliran Informasi Genetik ini, kami
mengucapkan terima kasih kepada bapak Made Sukaryawan sebagai
dosen pembimbing mata kuliah Biokimia 2
Kami berharap makalah mengenai Aliran Informasi genetik
ini dapat bermanfaat dan bisa menambah informasi atau bahan bacaan
bagi para pembacanya. Kami menyadari dalam pembuatan tugas ini
banyak kekurangan, maka dari itu saran dan kritik yang membangun dari
pembaca sangat kami harapkan.

Indralaya, Februari 2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Protein mempunyai peranan penting dalam organisasi struktural dan
fungsional dari sel. Protein struktural menghasilkan beberapa komponen sel
dan beberapa bagian diluar sel seperti kutikula,serabut dan sebagainya.
Protein fungsional (enzim dan hormon) mengawasi hampIr semua kegiatan
metabolisme , biosintesis, pertumbuhan, pernapasan dan perkembangbiakan
dari sel. Namun demikian sebuah sel tidak mungkin membuat protein yang
dibutuhkan oleh individu yang bersel banyak.
Sintesis protein melibatkan DNA sebagai pembuat rantai polipeptida.
Meskipun begitu, DNA tidak dapat secara langsung menyusun rantai
polipeptida karena harus melalui RNA. Seperti yang telah kita ketahui
bahwa DNA merupakan bahan informasi genetik yang dapat diwariskan dari
generasi ke generasi. Informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan
menjadi urutan asam amino selama sintesis protein. Informasi ditransfer
secara akurat dari DNA melalui RNA untuk menghasilkan polipeptida dari
urutan asam amino yang spesifik. Suatu konsep dasar hereditas yang mampu
menentukan ciri spesifik suatu jenis makhluk menunjukkan adanya aliran
informasi bahan genetik dari DNA ke asam amino (protein).
1.2 Rumusan Masalah
1. Jelaskan pengertian sintesis protein?
2. Jelasakan aliran informasi genetik?
3. Jelaskan mekanisme sintesis protein?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi sintesis protein.
2. Untuk mengetahui aliran informasi genetik.
3. Untuk mengetahui mekanisme sintesis protein.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Sintesis Protein
Sintesis protein adalah proses pembentukan protein dari monomer peptida
yang diatur susunannya oleh kode genetik. Sintesis protein dimulai dari anak

inti sel, sitoplasma dan ribosom. Pembuatan atau penyusunan protein terjadi di
dalam masing-masing sel tubuh. Komponen-komponen di dalam sel yang
berperan penting dalam terlaksananya proses sintesis protein adalah asam
amino,DNA, RNA ribosom dan polipeptida. Protein dibentuk melalui dua
tahap yaitu transkripsi dan translasi.
B. Aliran Informasi Genetik
Salah satu hallmark (penanda/karakteristik) dari suatu kehidupan yaitu
reproduksi. Informasi genetik dari suatu sel dengan segala keunikannya
tentunya harus dapat diturunkan ke anakannya. Informasi gentik (genom)
disimpan menggunakan asam nukleat, yaitu DNA. Asam nukleat ini mampu
menyimpan sejumlah besar informasi secara stabil hanya melalui 4 macam
yakni adenin (A), sitosin (C), guanin (G) dan timin (T), yang tersusun menjadi
rantai DNA. Informasi yang disimpan DNA tersebut akan diduplikasikan saat
terjadi pembelahan sel (REPLIKASI) dan akan disalin menjadi mRNA
(TRANSKRIPSI), yang selanjutnya RNA yang terjadi tersebut akan
ditranslasikan menjadi urutan asam amino dari protein (TRANSLASI).
Konsep tersebut dikenal dengan dogma genetik. Tahap pertama dogma genetik
dikenal sebagai proses transkripsi DNA menjadi mRNA. Tahap kedua dogma
genetik adalah proses translasi atau penerjemahan kode genetik pada RNA
menjadi urutan asam amino. Dogma genetik dapat digambarkan secara
skematis sebagai berikut.

Gambar 1. Dogma sentral biologi molekuler.


(1) DNA ditranskripsi oleh enzim RNA polymerase menjadi mRNA, (2) mRNA
yang terbentuk mengalami proses pasca-transkripsi berupa pembuangan intron
sehingga menjadi RNA mature, (3) mRNA ditranslasi menjadi urutan asam
amino/protein yang terjadi di sitosol, (4) DNA diperbanyak melalui proses replikasi
melibatkan ezim DNA polymerase.
Gen memberi perintah untuk membuat protein tertentu. Tetapi gen tidak
membangun protein secara langsung. Jembatan antara DNA dan sintesis protein
adalah RNA. Kita ketahui bahwa RNA secara kimiawi serupa dengan DNA, kecuali
RNA mengandung ribosa, bukan deoksiribosa sebagai gulanya. Sedangkan untuk
basa nitrogen pada RNA adalah urasil (U), bukan timin (T). Dengan demikian,
setiap nukleotida di sepanjang untai DNA memiliki deoksiribosa sebagai gulanya
dan A, G, C, T sebagai basanya. Sedangkan pada RNA memiliki gula ribose dan A,
G, C, U sebagai basanya.
Aliran informasi genetik mirip dengan urutan-urutan huruf tertentu yang
menyampaikan informasi dalam bahasa tulisan. Pada DNA atau RNA, monomernya
merupakan keempat jenis nukleotida yang berbeda dalam basa nitrogennya. Gen

biasanya panjangnya mencapai ratusan atau ribuan nukleotida, masing-masing


memiliki urutan basa yang spesifik. Setiap polipeptida dari suatu protein juga
memiliki monomer yang tersusun pada struktur primer, tetapi monomernya adalah
ke-20 asam amino tersebut. Dengan demikian, asam nukleat dan protein berisi
informasi yang ditulis dalam dua bahasa kimia yang berbeda (Gambar 2). Untuk
beralih dari DNA, yang ditulis dalam satu bahasa, ke protein, yang ditulis dalam
bahasa lain, membutuhkan dua tahapan utama yaitu transkripsi dan translasi.

Gambar 2. Ilustrasi aliran informasi genetik yang ditulis dalam dua bahasa kimia
yang berbeda
C. Mekanisme Sintesis Protein
Transkripsi merupakan sintesis RNA berdasarkan template DNA. Kedua
asam nukleat menggunakan bahasa yang sama dan informasinya tinggal
ditranskripsi (disalin) dari satu molekul ke molekul yang lain. Persis sebagai
mana saat proses replikasi, untai DNA menyediakan suatu cetakan (template)
untuk sintesis untai komplemen terbaru, pada transkripsi juga disediakan
template untuk menyusun RNA. Molekul RNA yang dihasilkan merupakan
transkrip penuh dari perintah pembangun protein dari gen tersebut. Jenis
molekul RNA ini disebut RNA messenger (mRNA).

Gambar 3. Lokasi terjadinya transkripsi dan translasi pada eukariot.


Transkripsi terjadi di nukleus dan mRNA dikirim ke sitoplasma di mana
terjadi translasi. Gen memprogram sintesis protein melalui pesan genetik dalam
bentuk mRNA. Dengan kata lain, sel diatur oleh rantai perintah molekuler:
DNA > RNA > protein.
Translasi merupakan sintesis polipeptida yang sesungguhnya, yang terjadi
berdasarkan arahan mRNA. Selama tahapan ini terjadi perubahan bahasa, sel
menerjemahkan (mentranslasi) urutan basa molekul mRNA ke dalam urutan asam
amino polipeptida. Tempat translasi adalah ribosom yang terletak di sitoplasma.
Walaupun mekanisme dasar transkripsi dan translasi serupa untuk prokariot dan
eukariot, namun terdapat perbedaan penting dalam aliran informasi genetik di
dalam sel. Karena bakteri tidak memiliki nukleus, DNA-nya tidak tersegregasi dari
ribosom dan perlengkapan pensintesis-protein lainnya. Transkripsi dan translasi
dipasangkan dengan ribosom menempel pada ujung depan molekul mRNA sewaktu
transkripsi masih terus berlangsung. Sebaliknya, dalam sel eukariotik, selubung
nukleus memisahkan transkripsi dan translasi dalam ruang dan waktu. Transkripsi
terjadi di nukleus dan mRNA dikirim ke sitoplasma di mana terjadi translasi
(Gambar 3). Tetapi sebelum mRNA meninggalkan nukleus, transkrip RNA
dimodifikasi dengan berbagai cara untuk menghasilkan mRNA yang fungsional.
Dengan demikian, pada proses 2 langkah ini, transkrip gen eukariotik menghasilkan
pre-mRNA, dan pemrosesan RNA menghasilkan mRNA akhir.

BAB II
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Sintesis protein adalah proses pembentukan protein dari monomer
peptida yang diatur susunannya oleh kode genetic yang melibatkan DNA
sebagai pembuat rantai polipeptida. Sintesis protein dimulai dari anak
inti sel, sitoplasma dan ribosom.
2. Sintesis protein terdiri dari 2 tahap yaitu tahap transkripsi dan tahap
translasi.
3. Tahap transkripsi adalah tahap dimana pada saat pembentukan mRNA di
dalam nukleus dari DNA template dengan dibantu oleh enzim
polimerase.
4. Tahap translasi adalah tahap dimana mRNA keluar dari inti sel dan
bertemu dengan tRNA lalu dibantu oleh Ribosom yang terdiri dari sub
unit besar dan sub unit kecil.
5. Pelaksana proses sintesis yaitu mRNA, tRNA, dan rRNA. Sumber
energinya Adenosin Triphosphat (ATP). Bahan sintesis protein berupa
asam amino. Dan enzim yang diperlukan untuk transkripsi adalah RNA
polimerase.
3.2 Saran
Dalam pembuatan makalah ini kami telah berusaha semaksimal yang kami
bisa. Namun, kami mengakui pasti masih banyak terdapat kekurangan
didalamnya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran yang
membangun dari dosen dan teman-teman.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. Genetika. (online).
https://sutarno.staff.uns.ac.id/.../Genetika-lanjut-5-6-dasar-biokimia-2aliran-informasi-genetik.html Diakses 24-Februari-2016

Pujo, Duryat. 2013. Sintesis Protein. (online).


http://pujoduryatbetta.blogspot.co.id/2014/03/sintesis-protein.html
Diakses 24-Februari-2016
Surmowo. 2011. Transkripsi dan Translasi Protein. (online).
https://moko31.wordpress.com/2011/04/13/from-gene-to-proteintranskripsi-dan-translasi/.html Diakses 24-Februari-2016

Anda mungkin juga menyukai