Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

LATAR BELAKANG
Masalah kesehatan kini menjadi fokus penting dalam asuhan
kepearwatan komunitas. Berbagai masalah dari masalah fisik, psikososial,
budaya, hingga spiritual dapat menjadi salah satu sumber masalah di
tingkat individu, keluarga, bahkan komunitas. Dalam proses menentukan
masalah yang ada di masyarakat perkotaan, terlebih dahulu mengkaji dan
menganalisis berbagai aspek yang dapat dijadikan data penunjang dalam
menentukan masalah. Sehingga akan dapat diberikan intervensi yang
sesuai yang salah satunya melalui proses pengorganisasian masyarakat
untuk menjawab masalah yang ada.
Komunitas (community) adalah sekelompok masyarakat yang
mempunyai persamaan nilai (values), perhatian (interest) yang merupakan
kelompok khusus dengan batas-batas geografi yang jelas, dengan norma
dan nilai yang telah melembaga (Sumijatun dkk, 2006). Misalnya di dalam
kesehatan di kenal kelompok ibu hamil,kelompok ibu menyusui,
kelompok anak balita, kelompok lansia, kelompokmasyarakat dalam suatu
wilayah desa binaan dan lain sebagainya.Sedangkan dalamkelompok
masyarakat ada masyarakat petani, masyarakat pedagang, masyarakat
pekerja, masyarakat terasing dan sebagainya (Mubarak, 2006).
Keperawatan komunitas sebagai suatu bidang keperawatan yang
merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat
(public health) dengan dukungan peran sertamasyarakat secara aktif serta
mengutamakan

pelayanan

promotif

dan

preventif

secara

berkesinambungan tanpa mengabaikan perawatan kuratif dan rehabilitatif


secara menyeluruh dan terpadu yang ditujukan kepada individu, keluarga,
kelompok serta masyarakat sebagai kesatuan utuh melalui proses
keperawatan (nursing process) untuk meningkatkan fungsi kehidupan
manusia secara optimal, sehingga mampu mandiri dalam upaya kesehatan
(Mubarak, 2006).

Proses

keperawatan

komunitas

merupakan

metode

asuhan

keperawatan yang bersifat alamiah, sistematis, dinamis, kontiniu, dan


berkesinambungan dalam rangka memecahkan masalah kesehatan klien,
keluarga, kelompok serta masyarakat melalui langkah-langkah seperti
pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan
(Wahyudi, 2010).
1.2.

RUMUSAN MASALAH
Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :

1.3.

a.
b.

Bagaiamana Sejarah Asuhan Keperawatan Komunitas?


Apa yang di maksud Public Health Nursing ( PHN ) dan Community

c.
d.
e.

Health Nursing ( CHN ) ?


Apakah pengertian Asuhan Keperawatan Komunitas?
Apakah Tujuan Asuhan Keperawatan Komunitas?
Bagaimana Falsafah Dan Keyakinan Asuhan

f.
g.

Komunitas?
Bagaiman Paradigma Keperawatan Komunitas ?
Bagaiman Prinsip Asuhan Keperawatan Komunitas ?

Keperawatan

TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan dari makalah ini diantaranya sebagai berikut :
a.

Mahasiswa Mampu Memahami Tentang Sejarah Asuhan Keperawatan

b.

Komunitas.
Mahasiswa Mampu Memahami

c.

Nursing ( PHN ) dan Community Health Nursing ( CHN ).


Mahasiswa Mampu Memahami Tentang Pengertian

d.

Keperawatan Komunitas.
Mahasiswa Mampu Memahami Tentang Tujuan Asuhan Keperawatan

e.

Komunitas.
Mahasiswa Memahami Tentang Falsafah Dan Keyakinan Asuhan

f.
g.

Keperawatan Komunitas.
Mahasiswa Memahami Tentang Paradigma Keperawatan Komunitas.
Mahasiswa Memahami Tentang Prinsip Asuhan Keperawatan

Tentang Pengertian Public Health


Asuhan

Komunitas.
1.4.

MANFAAT PENULISAN

Dengan adanya

pembelajaran

tentang

asuhan keperawatan

komunitas hendaknya mahasiswa dapat mengetahui dan memahami


tentang Konsep, Prinsip, dan Perspektif Asuhan Keperawatan Komunitas
Dan Kelompok Khusus.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. SEJARAH ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS


Sejarah Asuhan Keperawatan Komunitas dibagi menjadi berbagai era
diantaranya :
1. Empirical health era (< 1850 )
Pendekatan kearah symptom/gejala yg dikeluhkan si sakit, pendidikan,
yankes, penelitian berorientasi pada gejala penyakit
2. Basic science era (1850-1900)
Ditemukannya laboratorium, Ilmu kesehatan berkembang ke arah
penyebab terjadinya penyakit yg dpt dibuktikan secara laboratoris.
3. Clinical science era ( 1900-1950)
Ilmu kesehatan, bagaimana mendiagnosis, mengobati dan memulihkan
individu yang menderita sakit tertentu/ Patient oriented.
4. Publc health science era (1950-2000)
Mulai dikembangkan kesehatan masyarakat (public health), yankes tdk
lagi mengutamakan upaya kuratif tetapi juga memikirkan upaya promotif
dan rehabilitatif.
5. Political health science era (sekarang)
Konsep pendekatan terhadap semua penduduk. Masalah yang dihadapi
meliputi : environment, health services, behavior dan herediter.
Asuhan Keperawatan Komunitas sudah terjadi sejak lama. Sejarah
perkembangan dan perubahan yang terjadi pada perawatan komunitas meliputi
berbagai perdaban meliputi :
1. Peradaban Awal
Secara umum, tidak ada cacatan mengenai praktik kesehatan komunitas yang
paling awal. Mungkin praktek tersebut berupa pantangan untuk berdefekasi
di dalam wilayah pemukiman suku atau didekat sumber air minum. Mungkin
juga berupa ritual yang berkaitan dengan pemakaman orang yang meninggal.
Tentu saja, penggunaan ramuan untuk pencegahan dan pegobatan penyakit dan
bantuan masyarakat saat persalinan bayi merupakan praktik yang sudah ada
mendahului keberadaan catatan arkeologi.
4

a. Masyarakat kuno (sebelum 500 SM)


Penggalian di lokasi bebrapa peradaban awal yang terkenal telah
mengungkapkan bukti adanya aktivitas kesehatan komunitas. Temuan
arkeologi dari lembah Indus di india utara, bertanggal sekitar 2000 SM,
memberikan adanya kamar mandi dan system drainase didalam rumah
dan saluran pembuangan air yang terletak lebih rendah dari permukaan
jalan. System drainase juga ditemukan diantara reruntahan kerajaan
mesir kuno pertengan (2700-2000 SM). Orang-orang myceneans, yang
tinggal di Crete pada 1600 SM telah memiliki toilet, system
penggelontoran, dan saluran pembuangan air. Resep obat tertulis untuk
obat-obatan berhasil ditafsirkan dari lempeng tanah liah (prasasti)
orangSumerian yang bertanggal sekitar 2100 SM. Sampai sekitar 1500
SM sudah lebih dari 700 obat yang dikenal orang mesir.
Mugkin tulisan yang paling awal yang berkaitan dengan kesehatan
masyarakat adalah Hukum Hammurabi (Code of Hammurabi), raja
terkenal dari babilonia, yang hidup 3900 tahun yang lalu. Hukum
Hammurabi juga memuat undang-undang yang berkaitan dengan
praktik dokter dan kesehatan. Bibles Book of Leviticus, yang ditulis
sekitas 1500 SM, memberikan petunjuk mengenai kebersihan personal,
sanitasi perkemahan, disinfeksi sumur, isolasi penderita lepra,
pembuangan sampah, dan hygiene maternitas.
b. Budaya klasik (500 SM-500 M)
Selama abad ke 13 dan ke 12 SM, orang Yunani mulai bepergian ke
Mesir dan terus melakukannya sampai beberapa abad selanjutnya. Ilmu
pengetahuan dari orang Babilonia, Mesir, Yahudi dan suku lainnya di
Mediterania Timur tercakup didalam filosofi kesehatan dan kedoteran
Yunani. Selama zaman keemasan Yunani kuno (di abad ke 5 dan ke 6
SM), para pria berpartisipasi dalam permainan adu kekuatan dan
keahlian dan berenang di fasilitas umum. Sangat sedikit bukti bahwa
penekanan pada kebugaran ini dan pada keberhasilan dalam
pertandingan atletik dibebankan secara merata pada semua anggota

masyarakat. Partisipasi dalam aktivitas itu tidak didukung dan bahkan


dilarang untuk wanita, kaum miskin, atau budak.
Orang-orang Yunani juga aktif menjalankan sanitasi komunikasi.
Mereka memasok sumur-sumur kota setempat dengan air yang diambil
dari pegunungan yang berjarak sejauh 10 mil. Setidaknya dalam satu
kota, air yang berasal dari sumber yang jauh disimpan dalam reservoir
dengan ketinggian 370 kaki diatas permukaan laut.
Orang-orang romawi mengembangkan teknologi yunani itu dan
membangun saluran air yang dapat mengalirkan sampai bermil-mil
jauhnya. Bukti sekitar 200 saluran air di Romawi masih ada sampai
sekarang, di Spanyol ke Syiria dan dari Eropa Utara sampai Afrika
utara. Orang Romawi juga membangun saluran air dan merintis
aktivitas kesehatan komunitas yang lain, diantaranya pengaturan
pembangunan gedung, pembuangan sampah, dan pembersihan jalan
dan perbaikkannya. Saat kekaisaran Romawi runtuh pada tahun 476 M,
kebanyakan aktivitas kesehatan masyarakat menghilang.
2. Abad Pertengahan (500-1500 M)
Periode dari akhir Kekaisaran Romawi di wilayah Barat sampai tahun 1500 M
dikenal sebagai Abad Pertengahan. Pendekatan terhadap kesehatan dan
penyakit pada zaman ini sangat berbeda dengan pendekatan di zaman
Kekaisaran Romawi. Selama masa itu semakin berkembang paham materialism
Romawi dan kesadaran Spiritual. Masalah kesehatan dipandang memiliki
penyebab spiritual dan solusi spiritual. Pandangan ini memang benar pada awal
abad pertengahan, selama periode yang dikenal sebagai zaman kegelapan
(500-1000 M). baik kepercayaan ritual maupun umat kristiani menyalahkan
kekuatan supranatural sebagai penyebab penyakit. Ajaran St. Augustine
misalnya, menyatakan penyakit disebabkan oleh setan yang dikirim untuk
menyiksa jiwa manusia, dan kebanyakan umat kristiani percaya bahwa
penyakit merupakan hukuman atas dosa mereka.
Tidak diperhitungkan peran lingkungan fisik dan biologis kedalam
hubungan sebab-akibat penyakit menular menyebabkan epidemic yang ganas

dan tidak terkendali selama era spiritual kesehatan masyarakat ini. Epidemic
ini menyebabkan penderitaan dan kematian jutaan orang. Salah satu awal
epidemic yang berhasil dicatat adalah epidemic penyakit lepra. Sampai tahun
1200 M, memperkirakan terdapat sekitar 19.000 tempat penampungan
penderita lepra danleprasaria di eropa.
Penyakit epidemi yang paling mematikan pada periode itu adalah pes.
Selama abad pertengahan inijuga terjadi epidemic penyakit yang lain,
diantaranya, cacar, difteri, campak, influenza, tuberculosis, antraks dan
trakoma. Banyak penyakit lain, yang saat ini belum terdeteksi, mengambil
giliran. Penyakit epidemic terakhir selama periode itu adalah sifilis, yang
muncul pada tahun 1492. Penyakit ini, seperti halnya penyakit epidemic yang
lain, juga membunuh ribuan orang.
3.

Zaman Renaissance dan Penjelajahan

Periode Renaissance merupakan periode yang ditandai dengan lahirnya


kembali pemikiran tentang karakteristik alam dan kemanusiaan. Dampak
Renaissance terhadap kesehatan komunitas sangat besar. Pengkajian yang lebih
cermat terhadap kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang terjadi selama
periode itu mengungkap bahwa penyakit semacam pes selain membunuh orang
suci juga membunuh pendosa. Selain itu, keyakinan bahwa penyakit
disebabkan oleh factor-faktor lingkungan, bukan factor spiritual, semakin
berkembang. Contoh, istilah malaria (yang berarti udara kotor) merupakan
sebutan khas untuk udara yang lembab dan basah, yang kerap menjadi sarang
nyamuk yang menularkan malaria Epidemic penyakit cacar, malaria, dan pes
masi menjamur di Inggris dan seluruh Eropa. Pada tahun 1665, epidemic pes
menelan korban 68.596 jiwa di London, yang pada saat itu berpenduduk
460.000 jiwa (15 % dari populasi menjadi korban).
4. Adab Kedelapan Belas
Abad ke-18 ditandai dengan perkembangan industry. Walau mulai mengenal
sifat suatu penyakit, kondisi kehidupan saat itu sangat tidak kondusif untuk
kesehatan. Kota-kota sangat padat dan sumber air tidak memadai dan kerap

tidak sehat. Jalan-jalan biasanya tidak dipadatkan, sangat kotor, dan penuh
dengan sampah. Banyak rumah yang berlantai kotor dan tidak sehat.
Salah satu kemajuan di bidang kedokteran, terjadi di akhir abad ke-18,
layak disebutkan karena maknanya bagi kesehatan masyarakat. Pada tahun
1796, Dr. Edward Jenner berhasil memperagakan proses vaksinasi sebagai
perlindungan terhadap penyakit cacar. Ia melakukannya dengan menginokulasi
seorang

anak

laki-laki

dengan

materi

yang

berasal

dari

nanah

penyakitcowpox (Vaccinia). Saat kemudian dipajankan dengan materi dari


nanah penyakit (variola), anak laki-laki itu tetap sehat.
Diakhir abad ke-18, kaum muda AS berbagai masalah penyakit, termasuk
berlanjutan KLB cacar, kolera, demam typoid dan yellow fever. KLB yellow
fever biasanya menyerang kota-kota pelabuhan, seperti Charleston, Baltomore,
New Work, dan New Orleans, tempat merapatnyakapal dari wilayah tropis
Amerika. Epidemic terbesar penyakit yellow fever di Amerika terjadi
diphiladelpia tahun 1793., dengan perkiraan sekitar 23.000 kasus, termasuk
4.044 korban meninggal dalam populasi yang diperkirakan hanya berjumlah
37.000 jiwa.
5.

Abad Kesembilan Belas


Selama paruh pertama abad ke-19, terjadi beberapa kemajuan luar biasa

dibidang kesehatan masyarakat. Kondisi kesehatan kehidupan di Eropa dan


Inggris tetap tidak saniter dan industrialisasi menyebabkan semakin banyak
penduduk berada di kota. Namun, metode pertanian yang lebih baik
menyebabkan perbaikan gizi bagi banyak orang.
Kemajuan nyata di dalam pemahaman mengenai penyebab berbagai
penyakit menular berlangsung pada seperempat abad terakhir abad ke-19.
Salah satu kendala pada kemajuan itu adalah teori perkembangbiakan spontan,
pemikiran yang menyatakan organisme hidup dapat berkembang dari benda
anorganik atau benda takhidup. Serupa dengan teori adalah pemikiran bahwa
satu jenis mikroba dapat berubah menjadi jenis organism yang lain.
Di Tahun 1862, Louis Pasteur dari Perancis mengajukan teori kuman
penyakit. Selama tahun 1860-an dan 1870-an, dia dan beberapa lainnya

melakukan eksperimen dan observasi yang mendukung teorinya dan


menumbangkan teori spontanitas. Pasteur bener-bener sangat berjasa karena
berhasil menumbangkan teori perkembangbiakan spontan.
Ilmuan Jerman Robert Koch merupakan orang yang mengembangkan
kriteria dan prosedur-prosedur penting untuk membuktikan pendapat bahwa
mikroba tertentu, dan bukan mikroba lain, yang menyebabkan penyakit
tertentu. Demonstrasi pertamanya dengan basilus antraks berlangsung pada
tahun 1876. Antara tahun 1877 sampai akhir abad ke-19, identitas sejumlah
agens penyakit bakteri berhasil dipastikan, termasuk di antaranya penyebab
gonorrhea, tifus, lepra, tuberculosis, kolera, difteri, tetanus, pneumonia, pes,
dan disentri. Periode ini (1875-1900) lebih dikenal dengan julukan periode
bakteriologis kesehatan masyarakat.
6.

Abad Kedua Puluh


Saat dimulainya abad ke-20, angka harapan hidup masih kurang dari 50

tahun. Penyebab utama kematian adalah penyakit menular-influenza,


pneumonia, tuberculosis, dan infeksi saluran pencernaan. Penyakit menular
yang lain, misalnya, demam tifoid, malaria, dan difteri juga banyak menelan
korban.
Masalah kesehatan yang juga terjadi. Jutaan anak mengalami kondisi yang
ditandai dengan diare takmenular atau kelainan bentuk tulang. Defisiensi
vitamin dan salah satu kondisi pemicunya, kesehatan gigi yang buruk,
merupakan hal yang sangat umum dijumpa di daerah kumuh kota-kota
Amerika dan Eropa. Tidak tersedianya layanan prenatal dan pascanatal yang
memadai menyebabkan tingginya angka kematian yang berkaitan dengan
kehamilan dan kelahiran.

Sejarah Keperawatan Komunitas Di Indonesia


1.

Masa Pra Kemerdekaan.


Pada tahun 1807 Gubernur Jendral Daendels melakukan pelatihan
praktik persalinan pada para dukun bayi. Pada tahun 1851 didirikan
sekolah dokter Jawa di Batavia yaitu STOVIA. Tahun 1888 di Bandung
9

didirikan Pusat Laboratorium Kedokteran yang selanjutnya menjadi


Lembaga Eykman sekarang. Pada Tahun 1913 didirikan Sekolah Dokter
Belanda yaitu NIAS di Surabaya. Tahun 1922 terjadi wabah Pes, sehingga
tahun 1933-1935 diadakan pemberantasan Pes dengan DDT dan vaksinasi
massal.
Hasil penyelidikan Hydric, petugas kesehatan pemerintah waktu itu,
penyebab kesakitan dan kematian yang terjadi di Banyumas adalah
kondisi sanitasi, lingkungan dan perilaku penduduk yang sangat buruk.
Hydric kemudian mengembangankan percontohan dan propaganda
kesehatan.
2.

Masa Era Kemerdekaan.


a.
Pra Reformasi.
1.
Masa Orde Lama.
Pada tahun 1951 konsep bandung Plan diperkenalkan oleh
dr. Y. Leimena dan dr. Patah, yaitu konsep pelayanan yang
menggabungkan antara pelayanan kuratif dan preventif. Tahun
1956 didirikanlah proyek Bekasi oleh dr. Y. Sulianti di Lemah
Abang, yaitu model pelayanan kesehatan pedesaan dan pusat
pelatihan tenaga. Kemudian didirikan Health Centre (HC) di 8
lokasi, yaitu di Indrapura (Sumut), Bojong Loa (Jabar),
Salaman (Jateng), Mojosari (Jatim), Kesiman (Bali), Metro
(Lampung), DIY dan Kalimatan Selatan. Pada tanggal 12
November 1962 Presiden Soekarno mencanangkan program
pemberantasan malaria dan pada tanggal tersebut menjadi Hari
Kesehatan Nasional (HKN).

2.

Masa Orde Baru.


Konsep Bandung Plan terus dikembangkan, tahun 1967
diadakan seminar konsep Puskesmas. Pada tahun 1968
konsep Puskesmas ditetapkan dalam Rapat Kerja Kesehatan
Nasional dengan disepakatinya bentuk Puskesmas yaitu Tipe
A, B & C. Kegiatan Puskesmas saat itu dikenal dengan istilah

10

Basic. Ada Basic 7, Basic 13 Health Service yaitu : KIA,


KB, Gizi Mas., Kesling, P3M, PKM, BP, PHN, UKS, UHG,
UKJ, Lab, Pencatatan dan Pelaporan. Pada tahun 1969, Tipe
Puskesmas menjadi A & B. Pada tahun 1977 Indonesia ikut
menandatangi kesepakatan Visi : Health For All By The Year
2000, di Alma Ata, negara bekas Federasi Uni Soviet,
pengembangan dari konsep Primary Health Care. Tahun
1979 Puskesmas tidak ada penTipean, dan dikembangkan
piranti manajerial Perencanaan dan penilaian Puskesmas yaitu
Micro Planning dan Stratifikasi Puskesmas. Pada tahun 1984
dikembangkan Posyandu, yaitu pemngembangan dari pos
penimbangan dan karang gizi. Posyandu dengan 5 programnya
yaitu, KIA, KB, Gizi, Penangulangan Diare dan munisasi
dengan 5 Mejanya (Notoadmodjo, 2005).
b.

Reformasi.
Waktu terus bergulir, tahun 1997 Indonesia mengalami krisis
ekonomi. Kemiskinan meningkat, kemampuan daya beli masyarakat
rendah, menyebabkan akses ke pelayanan kesehatan rendah,
kemudian dikembangkan program kesehatan untuk masyarakat
miskin yaitu, JPS-BK. Tahun 1998 Indonesia mengalami reformasi
berbagai bidang termasuk pemerintahan dan menjadi negara
dermokrasi. Tahun 2001 otonomi daerah mulai dilaksanakan,
sehingga

dilapangan

program-prorgam

kesehatan

bernunasa

desentralisasi dan sebagai konsekuensi negara demokrasi, programprogram kesehatan juga banyak yang bernuasa politis. Tahun 2003
JPS-BK kemudian penjadi PKPS-BBM Bidang Kesehatan, tahun
2005 berubah lagi menjadi Askeskin. Pada saat itu juga
dikembangkan Visi Indonesia Sehat Tahun 2010 dengan Paradigma
Sehat. Puskesmas dan Posyandu masih tetap eksis, bahkan
Posyandu menjadi andalan ujung tombak mobilisasai sosial bidang
kesehatan.

11

Secara universal perkembangan Kesehatan Masyarakat dibagi


menjadi 5 era, dengan dasar pembagian 5 unsur, yaitu unsur
jangkuan dengan filosofi yang dianut dengan titik berat pelayanan,
unsur penyelnggaraan pendidikan dan penelitian pengembangan.
Era Perkembangan Kesehatan Masyarakat
Unsur

Empirical

Basic ScienceClinical

Health Era

Era

Public HealthPolitical

Science EraScience Era Science Era

Pengembang < 1850

(1850-1900) (1900-1950) (1950-1900) > 1900

an
Titik

Bakteri

Berat Gejala-Gejala

Pelayanan
Cara

Penyakit

Penyakit

Mengikuti

Penyelanggar petunjuk
aan

mutlak

Pendidikan

pengajar

Diagnosa

&Pasien

(Penderita) penduduk
Polikinilk/

secaraLaboratorium Balai
dari

Masyarakat/ Masyarakat dan


Lingkungan
Kesehatan
&RS Pendidikan

Kelinik
balai

dan

Pengobatan Kesehatan
sebagai

Masyarakat

tempat

dan

praktik

masyakrakjat

daerah

lokasi praktik

sebagai
Penelitian

Pengalaman

tempat praktik
Pengembanga Pengembang Pengembanga Selain

dan

Empiris

Pengembang (historical)
an

an

Iptekn masyarakatpengembangan

Laboratorium Kedokteran dan

denganIptek

pengembanga Kedokteran dan


n tolok ukurmasy,
dan

juga

kreteria-dikembanganka

kreteria

n bidang ilmu
yang

lain

seperti
ekonomi, sosial
dan politik.

12

2.2. PUBLIC HEALTH NURSING ( PHN ) DAN COMMUNITY HEALTH


NURSING ( CHN )
Ada dua istilah yang perlu dipahami terlebih dahulu sebelum sebelum
membahas perawatan kesehatan masyarakat, yaitu Public Health Nursing
(PHN) dan Community Health Nursing (CHN), kedua istilah tersebut bila
diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia mempunyai arti yang sama
Perawatan Kesehatan Masyarakat.
Public Helth Nursing merupakan istilah lama, seperti halnya terdapat
dalam buku karya Ruth B. Freeman yang berjudul Public Helth Nursing
Practice (1961), tetapi dalam bukunya Community Health Nursing Practice
(1981), Freman tidak lagi menggunakan istilah Public tetapi menggantinya
dengan istilah Community. Perubahan istilah tersebut disebabkan karena,
Public Health Nursing mengandung pengertian yang sangat luas, tidak
terbatas, misalnya masyarakat indonesia, masyarakat jepang dan sebagainya.
Tidak jelas batasnya, sulit untuk mengukur sasarannya dalam pembinaan
perawatan kesehatan masyarakat, sehingga terjadilah perubahan istilah
menjadi Community Halth Nursing.
Community Health Nursing, Community artinya masyarakat terbatas
yang mempunyai persamaan nilai (values), perhatian (interest) yang
merupakan kelompok khusus dengan batas-batas geografi yang jelas, dengan
norma dan nilai yang telah melembaga. Misalnya masyarakat suku terasing,
masyarakat sekolah, masyarakat pekerja, masyarakat petani, dan dalam
bidang kesehatan kita kenal dengan kelompok ibu hamil, ibu bersalin, ibu
menyusui, ibu nifas, kelompok bayi, kelompok anak balita, kelompok usia
lanjut, dan lain lain. Dengan demikian dalam pembinaannya akan lebih
mudah, karena telah diketahui karakteristik dari tiap-tiap kelompok tersebut.
Dalam

perawatan

kesehatan

masyarakat

(Community

Health

Nursing), Community (masyarakat) merupakan sasaran yang dibina atau


yang mendapatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan, Helth (Kesehatan)
adalah tujuan yang ingin dicapai, dan Nursing (keperawatan) adalah

13

pelayanan yang diberikan, dan inilah inti dari perawatan kesehatan


masyarakat.
2.2.1 PUBLIC HEALTH NURSING ( PHN )
A. PENGERTIAN
(WHO & UNICEF, 1978).Definisi keperawatan kesehatan
masyarakat dari Seksi Keperawatan Kesehatan Masyarakat dari
American Public Health Association ( 1996) adalah yang paling
berguna : Keperawatan kesehatan masyarakat adalah praktek
mempromosikan dan melindungi kesehatan masyarakat dengan
menggunakan pengetahuan dari keperawatan , sosial , dan ilmu
kesehatan masyarakat .
Definisi ini menyarankan target yang mendasari perawatan
adalah masyarakat; masyarakat baik secara langsung maupun
tidak merupakan klien utama. Individu, keluarga, dan kelompok
merupakan subunit masyarakat dan menerima baik perawatan
secara langsung dalam konteks sebagai anggota dari masyarakat
atau secara tidak langsung sebagai hasil dari menjadi anggota
klien masyarakat. Meskipun keperawatan keluarga harus jelas
dalam setiap setting klinis, sangat penting dalam keperawatan
kesehatan komunitas/masyarakat di mana perawat berusaha
untuk

memberdayakan

keluarga

untuk

mencapai

dan

mempertahankan kesehatan melalui promosi kesehatan dan


pendidikan ( Duffy, Vehvilainen - Julkunen, Huber, & Varjoranta
1998, Spoth, Kavanagh, & Dishion, 2002).
2.2.2 COMMUNITY HEALTH NURSING (CHN )
A. PENGERTIAN
CHN (Community Health Nursing) adalah sebuah sintesis dari
praktek keperawatan dan praktek kesehatan masyarakat yang diterapkan
untuk mempromosikan dan melestarikan kesehatan penduduk Tidak
terbatas pada kelompok umur tertentu diagnosis, dan terus, tidak
episodik. Promosi kesehatan, pemeliharaan, pendidikan kesehatan,
manajemen, koordinasi, dan kontinuitas perawatan kesehatan individu,

14

keluarga, kelompok, dalam masyarakat (ANA di Stanhope dan


Lancaster, 1999).
B. Sejarah CHN
Early Home care Nursing (Before mid-1800s)
District Nursing (Mid-1800s to 1900)
Visiting nurse William Rathbone (Inggris)
Public Health Nursing (1900 to 1970)
Robert Kochs TB program
Community Health Nursing (1970 to the present)
C. MODEL SISTEM CHN

Menjelaskan perilaku individu, keluarga , kelompok

komunitas
Menekankan

mempengaruhi keseluruhan kounitas sebaliknya


Menjelaskan komunitas sebagai kumpulan sub sistem yang

bagaimana

masing-masing

&

komponen

mempengaruhi dan dipengaruhi oleh sub-sub sistem yang lain


D. KONSEP FALSAFAH CHN
Menurut Helvie (1991):
1. Kesehatan yang baik dan usia panjang produktif adalah hak
setiap individu tanpa membedakan suku dan jenis kelamin
2. Semua orang mempunyai kebutuhan belajar
3. Beberapa klien mungkin tidak memahami kebutuhan
belajarnya atau kebutuhan bantuan utk mencapai tingkat
sehat yang tinggi
4. Orang akan menerima dan menggunakan informasi yang
bermanfaat untuk dirinya, shg pengetahuan memiliki
makna tertentu
5. Kesehatan yang baik dan pelayanan kesehatan memberi
kesempatan masyarakat luas untuk hidup lebih baik sesuai
potensi dan pengaruh standar hidup
6. Kesehatan merupakan salah satu nilai saing klien dan
memiliki prioritas yang berbeda pada waktu yg berbeda
7. Nilai dan konsep sehat berbeda tergantung pada budaya,
agama dan latar belakang sosial klien

15

8. Otonomi individu dan komunitas membri prioritas yang


berbeda pada waktu yang berbeda
9. Klien fleksibel dapat berubah sesuai stimulus internal
atau eksternal
10. Klien termotivasi untuk berkembang
11. Kesehatan merupakan penyesuaian klien yang dinamis thd
lingkungan
12. Klien dapat berpindah kearah yang berbeda

sepanjang

rentang pada waktu yang berbeda


13. Fungsi utama CHN membantu klien mencapai tingkat
sehat yang tinggi
E. KARAKTERISTIK COMMUNITY HEALTH NURSING
(CHN )
Enam karakteristik penting dari keperawatan kesehatan masyarakat

Bidang spesialisasi keperawatan

Praktek menggabungkan kesehatan masyarakat dengan


keperawatan

Terfokus pada populasi masyarakat

Menekankan pada kesehatan selain penyakit

Melibatkan kolaborasi yang disiplin

Mempromosikan tanggung jawab dan perawatan diri klien

F. COMMUNITY HEALTH NURSING (CHN ) DI INDONESIA


Di beberapa daerah di negeri yang luas ini, Indonesia, profesional
kesehatan adalah komoditi yang langka. Seorang profesional
kesehatan, baik itu dokter, perawat atau bidan di daerah-daerah yang
sangat terjebak dalam permintaan merawat pasien di fasilitas
kesehatan

seperti

Puskesmas

(pusat

kesehatan

masyarakat).

16

Tantangannya adalah bahwa pada mereka sulit untuk menjangkau


daerah-daerah atau populasi, penjangkauan akan sangat bermanfaat
bagi masyarakat. Bahkan, jangkauan bisa menguntungkan setiap
masyarakat. Dalam kebanyakan kasus, dibandingkan dengan dokter
dan bidan, perawat lebih luas didistribusikan. Mereka memainkan
peran kunci bagi kesehatan masyarakat.
Memahami situasi di atas, Departemen Kesehatan memulai
program perawat kesehatan masyarakat di mana perawat pergi ke luar
fasilitas kesehatan, memberikan perawatan penjangkauan. Sementara
mereka menyediakan perawatan di rumah dan membantu anggota
memantau masyarakat dalam mengambil obat-obatan mereka, esensi
pekerjaan perawat kesehatan masyarakat adalah untuk meningkatkan
kesehatan dan mencegah masyarakat dari sakit atau tidak sehat.
2.3.

PENGERTIAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS


Komunitas (community) adalah sekelompok masyarakat yang
mempunyai persamaan nilai (values), perhatian (interest) yang merupakan
kelompok khusus dengan batas-batas geografi yang jelas, dengan norma
dan nilai yang telah melembaga (Sumijatun dkk, 2006). Misalnya di dalam
kesehatan di kenal kelompok ibu hamil, kelompok ibu menyusui,
kelompok anak balita, kelompok lansia, kelompok masyarakat dalam suatu
wilayah desa binaan dan lain sebagainya. Sedangkan dalam kelompok
masyarakat ada masyarakat petani, masyarakat pedagang, masyarakat
pekerja, masyarakat terasing dan sebagainya (Mubarak, 2006).
Keperawatan komunitas sebagai suatu bidang keperawatan yang
merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat
(public health) dengan dukungan peran serta masyarakat secara aktif serta
mengutamakan

pelayanan

promotif

dan

preventif

secara

berkesinambungan tanpa mengabaikan perawatan kuratif dan rehabilitatif


secara menyeluruh dan terpadu yang ditujukan kepada individu, keluarga,
kelompok serta masyarakat sebagai kesatuan utuh melalui proses
keperawatan (nursing process) untuk meningkatkan fungsi kehidupan

17

manusia secara optimal, sehingga mampu mandiri dalam upaya kesehatan


(Mubarak, 2006).
Proses

keperawatan

komunitas

merupakan

metode

asuhan

keperawatan yang bersifat alamiah, sistematis, dinamis, kontiniu, dan


berkesinambungan dalam rangka memecahkan masalah kesehatan klien,
keluarga, kelompok serta masyarakat melalui langkah-langkah seperti
pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan
(Wahyudi, 2010).
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional sebagai
bagian integral pelayanan kesehatan berbentuk pelayanan biologi,
psikologi, social dan spiritual secara komprehensif, ditujukan kepada
individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun sakit mencakup
siklus hidup manusia (Riyadi, 2007).
Keperawatan kesehatan komunitas terdiri dari tiga kata yaitu
keperawatan, kesehatan dan komunitas, dimana setiap kata memiliki arti
yang cukup luas. Azrul Azwar (2000) mendefinisikan ketiga kata tersebut
sebagai berikut :
Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari penyimpangan atau tidak
terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang dapat mempengaruhi
perubahan, penyimpangan atau tidak berfungsinya secara optimal setiap
unit yang terdapat dalam sistem hayati tubuh manusia, baik secara
individu, keluarga, ataupun masyarakat dan ekosistem.
Kesehatan adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan manusia
mulai dari tingkat individu sampai tingkat ekosistem serta perbaikan
fungsi setiap unit dalam sistem hayati tubuh manusia mulai dari tingkat
sub sampai dengan tingkat sistem tubuh.
Komunitas adalah sekelompok manusia yang saling berhubungan lebih
sering dibandingkan dengan manusia lain yang berada diluarnya serta
saling ketergantungan untuk memenuhi keperluan barang dan jasa yang
penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Departemen kesehatan RI ( 1986 ) : keperawatan kesehatan
masyarakat adalah suatu upaya pelayanan keperawatan yang merupakan

18

bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat


dengan mengikutsertakan team kesehatan lainnya dan masyarakat untuk
memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi dari individu, keluarga
dan masyarakat.
Menurut WHO (1959), keperawatan komunitas adalah bidang
perawatan

khusus

yang

merupakan

gabungan

ketrampilan

ilmu

keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai


bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guns
meningkatkan kesehatan, penyempumaan kondisi sosial, perbaikan
lingkungan fisik, rehabilitasi, pence-gahan penyakit dan bahaya yang lebih
besar, ditujukan kepada individu, keluarga, yang mempunyai masalah
dimana hal itu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan.
Keperawatan komunitas ditujukan untuk mempertahankan dan
meningkatkan kesehatan serta memberikan bantuan melalui intervensi
keperawatan sebagai dasar keahliannya dalam membantu individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat dalam mengatasi barbagai masalah
keperawatan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari (Efendi,
2009).
Dalam rapat kerja keperawatan kesehatan masyarakat dijelaskan
bahwa keperawatan komunitas merupakan suatu bidang keperawatan yang
merupakan perpaduan antara keperawatan (Nursing) dan kesehatan
masyarakat (Public health) dengan dukungan peran serta masyarakat
secara aktif dan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara
berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif
secara menyeluruh dan terpadu yang ditujukan kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat sebagai kesatuan utuh melalui proses
keperawatan (Nursing process) untuk meningkatkan fungsi kehidupan
manusia secara optimal sehingga mampu mandiri dalam upaya kesehatan
(Mubarak, 2005).
Perawatan komunitas adalah perawatan yang diberian dari luar
suatu institusi yang berfokus pada masyarakat atau individu dan keluarga
(Elisabeth, 2007).
Jadi proses keperawatan komunitas adalah metode asuhan
keperawatan yang bersifat ilmiah, sistematis, dinamis, kontinyu dan

19

berkesinambungan dalam rangka memecahkan masalah kesehatan dari


klien, keluarga, kelompok atau masyarakat yang langkah langkahnya
dimulai dari (1) pengkajian : pengumpulan data, analisis data dan
penentuan masalah, (2) diagnosis keperawatan, perencanaan tindakan
keperawatan, pelaksanaan dan evaluasi tindakan keperawatan. (Wahit,
2005). Proses keperawatan pada komunitas mencakup individu, keluarga
dan kelompok khusus yang memerlukan pelayanan asuhan keperawatan.
2.4.

TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS


Keperawatan komunitas merupakan suatu bentuk pelayanan
kesehatan yang dilakukan sebagai upaya dalam pencegahan dan
peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan keperawatan
langsung (direction) terhadap individu, keluarga dan kelompok didalam
konteks komunitas serta perhatian lagsung terhadap kesehatan seluruh
masyarakat dan mempertimbangkan masalah atau isu kesehatan masyarakat
yang dapat mempengaruhi individu, keluarga serta masyarakat.
1. Tujuan Umum
Meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan masyarakat secara
meyeluruh dalam memelihara kesehatannya untuk mencapai derajat
kesehatan yang optimal secara mandiri.
2. Tujuan khusus

Dipahaminya pengertian sehat dan sakit oleh masyarakat.

Meningkatnya kemampuan individu, keluarga, kelompok dan


masyarakat untuk melaksanakan upaya perawatan dasar dalam
rangka mengatasi masalah keperawatan.

Tertanganinya kelompok keluarga rawan yang memerlukan


pembinaan dan asuhan keperawatan.

Tertanganinya

kelompok

masyarakat

khusus/rawan

yang

memerlukan pembinaan dan asuhan keperawatan di rumah, di panti


dan di masyarakat.

20

Tertanganinya

kasus-kasus

yang

memerlukan

penanganan

tindaklanjut dan asuhan keperawatan di rumah.

Terlayaninya kasus-kasus tertentu yang termasuk kelompok resiko


tinggi yang memerlukan penanganan dan asuhan keperawatan di
rumah dan di Puskesmas.

Teratasi dan terkendalinya keadaan lingkungan fisik dan sosial


untuk menuju keadaan sehat optimal.

FUNGSI KEPERAWATAN KOMUNITAS


1. Memberikan pedoman dan bimbingan yang sistematis dan ilmiah
bagi kesehatan masyarakat dan keperawatan dalam memecahkan
masalah klien melalui asuhan keperawatan.
2. Agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal sesuai dengan
kebutuhannya dibidang kesehatan.
3. Memberikan asuhan keperawatan melalui pendekatan pemecahan
masalah, komunikasi yang efektif dan efisien serta melibatkan peran
serta masyarakat.
4. Agar masyarakat bebas mengemukakan pendapat berkaitan dengan
permasalahan atau kebutuhannya sehingga mendapatkan penanganan
dan pelayanan yang cepat dan pada akhirnya dapat mempercepat
proses penyembuhan (Mubarak, 2006).

21

2.5

FALSAFAH

DAN

KEYAKINAN

ASUHAN

KEPERAWATAN

KOMUNITAS
2.5.1
A.

FALSAFAH KEPERAWATAN KOMUNITAS


PENGERTIAN FALSAFAH
Falsafah adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi

mengenai sebab-sebab, azas-azas, hukum,dan sebagainya daripada


segala yang ada dalam alam semesta ataupun mengenai kebenaran dan
arti adanya sesuatu (WJS Poerwadarminta ).Falsafah keperawatan adalah
pandangan dasar tentamg hakikat manusia dan esensi keperawatan yang
menjadikan kerangka dasar dalam praktik keperawatan.
Falsafah

Keperawatan

bertujuan

mengarahkan

kegiatan

keperawatan yang dilakukan. Keperawatan menganut pandangan holistik


terhadap manusia yaitu kebutuhan manusia bio-psiko-sosial-spiritual.
Falsafah Keperawatan Komunitas Merupakan suatu kesatuan yang
unik dari praktek keperawatan dan kesehatan masyarakat yang ditujukan
pada pengembangan dan peningkatan kemampuan kesehatan baik dari
diri sendiri maupun secara kolektif sebagai keluarga, kelompok khusus
atau masyarakat dan pelayanan tersebut (freedman,1981)
Berdasarkan pada asumsi dasar dan keyakinan yang mendasar
tersebut, maka dapat dikembangkan falsafah keperawatan komunitas
sebagai landasan praktik keperawatan komunitas. Dalam falsafah
keperawatan komunitas, keperawatan komunitas merupakan pelayanan
yang memberikan perhatian terhadap pengaruh lingkungan (bio-psikososio-kultural-spiritual) terhadap kesehatan komunitas dan membrikan
prioritas pada strategi pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan.
Falsafah yang melandasi keperawatan komunitas mengacu kepada
paradigma keperawatan yang terdiri dari 4 hal penting, yaitu: manusia,
kesehatan, lingkungan dan keperawatan sehingga dapat dirumuskan
sebagai berikut:

22

1. Pelayanan

keperawatan

kesehatan

masyarakat

adalah

pekerjaan yang luhur dan manusiawi yang ditujukan kepada


individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
2. Perawatan

kesehatan

masyarakat

adalah

suatu

upaya

berdasarkan kemanusiaan untuk meningkatkan pertumbuhan


dan perkembangan bagi terwujudnya manusia yang sehat
khususnya dan masyarakat yang sehat pada umumnya.
3. Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat harus terjangkau
dan dapat diterima oleh semua orang dan merupakan bagian
integral dari upaya kesehatan.
4. Upaya preventif dan promotif merupakan upaya pokok tanpa
mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.
5. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat yang diberikan
berlangsung secara berkesinambungan.
6. Perawatan kesehatan masyarakat sebagai provider dan klien
sebagai consumer pelayanan keperawatan dan kesehatan,
menjamin suatu hubungan yang saling mendukung dan
mempengaruhi perubahan dalam kebijaksanaan dan pelayanan
kesehatan ke arah peningkatan status kesehatan masyarakat.
7. Pengembangan tenaga keperawatan kesehatan masyarakat
direncanakan secara berkesinambungan dan terus-menerus.
8. Individu dalam suatu masyarakat ikut bertanggung jawab atas
kesehatannya, ia harus ikut dalam upaya mendorong, mendidik
dan berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan mereka
sendiri.
2.5.2 KEYAKINAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
FILOSOFI

23

Menurut Helvie (1991) keperawatan komunitas memiliki filosofi sebagai


berikut:
1. Kesehatan dan hidup produktif lebih lama adalah hak semua orang.
2. Semua penduduk mempunyai kebutuhan belajar kesehatan.
3. Beberapa klien tidak mengenal kebutuhan belajarnya dapat
membantu meningkatkan kesehatannya.
4. Penduduk menerima dan menggunakan informasi yang bermanfaat
bagi dirinya.
5. Kesehatan adalah suatu yang bernilai bagi klien dan memiliki
prioritas yang berbeda pada waktu yang berbeda.
6. Konsep dan nilai kesehatan berbeda pada setiap orang bergantung
pada latar belakang budaya, agama dan sosial klien.
7. Autonomi individu dan komunitas dapat diberikan prioritas yang
berbeda pada waktu yang berbeda
8. Klien adalah fleksibel dan dapat berubah dengan adanya perubahan
rangsang internal dan eksternal.
9. Klien dimotivasi menuju pertumbuhan.
10. Kesehatan

adalah

dinamis

bagi

klien

terhadap

perubahan

lingkungannya.
11. Klien bergerak dalam arak berbeda sepanjang rentang sehat pada
waktu yang berbeda.
12. Fungsi terbesar keperawatan kesehatan komunitas adalah membantu
klien bergerak kearah kesejahteraan lebih tinggi yang dilakukan
dengan menggunakan kerangka teori dan pendekatan sistematik.
13. Pengetahuan dan teknologi kesehatan baru yang terjadi sepanjang
waktu akan merubah kebutuhan kesehatan.
KEYAKINAN

KEPERAWATAN

KOMUNITAS

MENURUT

MENURUT ANA (1980) :


1. Pelayanan keperawatan tersedia, terjangkau dan diterima semua
lapisan masyarakat
2. Libatkan penerima pelayanan keperawatan

24

3. Kerjasama perawat & klien


4. Pengaruh lingkungan perlu diantisipasi

2.6.

5.

Pencegahan penyakit sebagai upaya peningkatan kesehatan

6.

Kesehatan merupakan tanggungjawab tiap individu

PARADIGMA KEPERAWATAN KOMUNITAS


Paradigma keperawatan menurut Gaffar, 1997, adalah cara
pandang yang mendasar atau cara kita melihat, memikirkan, memberi
makna, mmenyikapi dan memilih tindakanterhadap berbagai fenomena
yang ada dalam keperawatan. Dengan demikian paradigma keperawatan
berfungsi sebagai acuan atau dasar dalam melaksanakan praktek
keperawatan yang bersifat professional.
Paradigma keperawatan komunitas terdiri dari empat komponen
pokok, yaitu manusia, keperawatan, kesehatan dan lingkungan (Logan &
Dawkins, 1987). Sebagai sasaran praktik keperawatan klien dapat
dibedakan menjadi individu, keluarga dan masyarakat.

1. Konsep Individu / Manusia


Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari
aspek biologi, psikologi, social dan spiritual. Peran perawat pada individu
sebagai klien, pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasarnya yang
25

mencakup kebutuhan biologi, sosial, psikologi dan spiritual karena adanya


kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, kurangnya
kemauan menuju kemandirian pasien/klien. Komponen ini merupakan
komponen

pertama

sebagai

salah

satu

fokus

dari

pelayanan

keperawatan.manusia bertindak sebagai klien dalam konteks paradigma


keperawatan ini bersifat individu,kelompok dan masyarakat daam suatu
sistem.sistem tersebut dapat meliputi:
a. Sistem Terbuka, manusia dapat mempengaruhi dan di paengaruhi oleh
lingkungan baik fisik,psikologis,sosial maupun spiritual sehingga
proses perubahan pada manusia akan selalu terjadi khususnya dalam
pemenuhan kebutuhan dasar.
b. Sistem Adaptif, manusia akan merespon terhadap perubahan yang ada
di lingkungannya yang akan selalu menunjukkan perilaku adaptif dan
maladaftif.
c. Sistem Personal,

interpersonal

dan

social,manusia

memiliki

persepsi,pola kepribadian dan tumbuh kembang yang berbeda.


2.

Konsep Keperawatan
Konsep ini adalah suatu bentuk peleyanan kesehatan yang bersifat

profesional dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia yang dapat


ditunjukkan kepada individu,keluarga atau masyarakat dalam rentang
sehat sakit.dengan demikian konsep ini memandang bahwa bentuk
pelayanan keperawatan yang diberikan pada klien dalam bentuk
pemberian asuhan keperawatan adalah dalam keadaan tidak mampu,tidak
mau dan tidak tahu dalam proses pemenuhan kebutuhan dasar.
Keperawatan dalam keperawatan kesehatan komunitas dipandang
sebagai bentuk pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat kepada
individu, keluarga, dan kelompok dan masyarakat yang mempunyai
masalah kesehatan meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative
dengan menggunakan proses keperawatan untuk mencapai tingkat
kesehatan yang optimal. Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan
professional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan dalam bentuk
pelayanan biologi, psikologi, sosial dan spiritual secara komprehensif yang
ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun
sakit mencakup siklus hidup manusia.
26

3. Konsep Sehat Sakit


Komponen ini memandang bahwa keperawatan itu bahwa bentuk
pelayanan yang diberikan pada manusia dalam rentang sehat sakit.
Konsep Sehat (Travis and Ryan, 1998)
Sehat merupakan pilihan, suatu pilihan dalam menentukan kesehatan
Sehat merupakan gaya hidup, disain gaya hidup menuju pencapaian

potensial tertinggi untuk sehat


Sehat merupakan proses, perkembangan tingkat kesadaran yang tidak
pernah putus, kesehatan dan kebahagiaan dapat terjadi di setiap

momen, here and now.


Sehat efisien dalam mengolah energi, energi yang diperoleh dari
lingkungan, ditransfer melalui manusia, dan disalurkan untuk

mempengaruhi lingkungan sekitar.


Sehat integrasi dari tubuh, pikiran dan jiwa, apresiasi yang manusia
lakukan, pikirkan, rasakan dan percaya akan mempengaruhi status

kesehatan.
Sehat adalah penerimaan terhadap diri.

Rentang Sehat
Rentang ini diawali dari status kesehatan sehat normal,sehat sekali dan
sejahtera.dikatakan sehat bukan hanya bebas dari penyakit akan tetapi juga
meliputi aspek fisik,emosi,sosial dan spiritual.maka dapat diketahui
karakteristik sehat sebenarnya adalah: pertama, memiliki kemampuan
merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia;kedua, memiliki
pandangan terhadap sehat dalam konteks lingkungan; dan ketiga, memiliki
hidup yang kreatif dan produktif keyakinan terhadap kesehatan adalah
pendapat, keyakinan, dan sikap seseorang terhadap sehat dan sakit.
Keyakinan

terhadap

kesehatan

didasarkan

informasi

yang

faktual/kesalahan informasi, pikiran sehat/mitos, dan kenyataan atau


harapan yang salah. Karena keyakinan terhadap kesehatan biasanya
mempengaruhi perilaku sehat, maka keyakinan tersebut dapat berpengaruh
secara positif/negatif terhadap tingkat kesehatan klien.

27

Keyakinan klien terhadap kesehatan bergantung pada beberapa faktor


antara lain persepsi tentang tingkat sehat, faktor-faktor yang dapat di
modifikasi seperti demografi(misal jenis dan tempat perumahan),
kepribadian, dan persepsi terhadap keuntungan yang dapat diperoleh dari
perilaku sehat yang positif. Faktor pengaruh stasus kesehatan, antara lain :
1. Perkembangan
Status kesehatan dapat dipengaruhi oleh faktor perkembangan yang
mempuyai arti bahwa perubahan status kesehatan dapat ditentukan
oleh faktor usia.
2. Sosial dan Kultural
Hal ini dapat juga mempengaruhi proses perubahan bahan status
kesehatan seseorang karena akan mempengaruhi pemikiran atau
keyakinan sehingga dapat menimbulkan perubahan dalam perilaku
kesehatan.
3. Pengalama Masa Lalu
Hal ini dapat mempegaruhi perubahan status kesehatan,dapat
diketahiu jika ada pengalaman kesehatan yang tidak diinginkan
atau pengalamam kesehatan yang buruk sehingga berdampak besar
dalam status kesehatan selanjutya.
4. Harapan seseorang tentang dirinya
Harapan merupakan salah satu bagian yang penting dalam
meningkatkan perubahan status kesehatan kearah yang optimal.
5. Keturunan
Keturunan juga memberikan pengaruh terhadap status kesehatan
seseorang mengingat potensi perubahan status kesehatan telah
dimiliki melalui faktor genetik.
6. Lingkungan
Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik.
7. Pelayanan
Pelayanandapat berupa tempat pelayanan atau sistem pelayanan
yang dapat mempengaruhi status kesehatan
Rentang Sakit
Rentang ini dimulai dari keadaan setengah sakit, sakit, sakit kronis dan
kematian. Tahapan proses sakit
a. Tahap gejala

28

Merupakan tahap awal seseorang mengalami proses sakit dengan


ditandai adanya perasaan tidak nyaman terhadap dirinya karena
timbulnya suatu gejala.
b. Tahap asumsi terhadap sakit
Pada tahap inin seseorang akan melakukan interpretasi terhadap sakit
yang di alaminya dan akan merasakan keraguan pada kelainan atau
gangguan yang di rasakan pada tubuhnya.
c. Tahap kontak dengan pelayanan kesehatan
Tahap ini seorang mengadakan hubungan dengan pelayanan kesehatan
dengan meminta nasehat dari profesi kesehatan.
d. Tahap penyembuhan
Tahap ini merupakan tahapan terakhir menuju proses kembalinya
kemampuan untuk beradaptasi,di mana srsrorang akan melakukan
proses belajar untuk melepaskan perannya selama sakit dan kembali
berperan seperti sebelum sakit.
4.

Konsep lingkungan
Paradigma keperwatan

dalam

konsep

lingkungan

ini

adalah

memandang bahwa lingkunan fisik,psikologis ,sosial, budaya dan spiritual


dapat mempengaruhi kebutuhan dasar manusia selama pemberian asuhan
keperawatan dengan meminimalkan dampak atau pengaruh yang
ditimbulkannya sehingga tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai.

2.7. PRINSIP ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS


Pada perawatan kesehatan masyarakat harus mempertimbangkan
beberapa prinsip, yaitu:
1. Kemanfaatan
Semua tindakan dalam asuhan keperawatan harus memberikan
manfaat yang besar bagi komunitas. Intervensi atau pelaksanaan yang
dilakukan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi komunitas,
artinya ada keseimbangan antara manfaat dan kerugian (Mubarak, 2005).
2. Kerjasama

29

Kerjasama dengan klien dalam waktu yang panjang dan bersifat


berkelanjutan serta melakukan kerja sama lintas program dan lintas
sektoral (Riyadi, 2007).
3. Secara langsung
Asuhan keperawatan diberikan secara langsung mengkaji dan
intervensi, klien dan lingkunganya termasuk lingkungan sosial, ekonomi
serta fisik mempunyai tujuan utama peningkatan kesehatan (Riyadi, 2007).
4. Keadilan
Tindakan yang dilakukan disesuaikan dengan kemampuan atau
kapasitas dari komunitas itu sendiri. Dalam pengertian melakukan upaya
atau tindakan sesuai dengan kemampuan atau kapasitas komunitas
(Mubarak, 2005).
5. Otonomi
Klien atau komunitas diberi kebebasan dalam memilih atau
melaksanakan beberapa alternatif terbaik dalam menyelesaikan masalah
kesehatan yang ada (Mubarak, 2005).
Prinsip- prinsip etik dasar keperawatan komunitas lain secara umum :
1. Kemanfaatan (beneficence)
2. Tidak merugikan atau mencelakakan (Nonmaleficence)
3. Otonomi (Autonomy)
4. Kesetiaan dan kejujuran (Fidelity & Veracity)
5. Keadilan
6. Akontabel (Accountability)
Prinsip dasar lainnya dalam keperawatan kesehatan komunitas, yaitu :
1. Keluarga adalah unit utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat
2. Sasaran terdiri dari, individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
3. Perawat kesehatan bekerja dengan masyarakat bukan bekerja untuk
masyarakat

30

4. Pelayanan keperawatan yang diberikan lebih menekankan pada upaya


promotif dan preventif dengan tidak melupakan upaya kuratif dan
rehabilitatif.
5. Dasar utama dalam pelayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah
menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang dituangkan dalam
proses keperawatan.
6. Kegiatan utama perawatan kesehatan komunitas adalah di masyarakat
dan bukan di rumah sakit.
7. Klien adalah masyarakat secara keseluruhan bark yang sakit maupun
yang sehat.
8. Perawatan kesehatan masyarakat ditekankan kepada pembinaan perilaku
hidup sehat masyarakat.
9. Tujuan perawatan kesehatan komunitas adalah meningkatkan fungsi
kehidupan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan seoptimal
mungkin
10. Perawat kesehatan komunitas tidak bekerja secara sendiri tetapi
bekerja secara tim.
11. Sebagian besar waktu dari seorang perawat kesehatan komunitas
digunakan untuk kegiatan meningkatkan kesehatan, pencegahan
penyakit, melayani masyarakat yang sehat atau yang sakit, penduduk
sakit yang tidak berobat ke puskesmas, pasien yang baru kembali dari
rumah sakit.
12. Kunjungan rumah sangat penting.
13. Pendidikan kesehatan merupakan kegiatan utama.
14. Pelayanan perawatan kesehatan komunitas harus mengacu pada sistem
pelayanan kesehatan yang ada.
15. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan di institusi pelayanan
kesehatan yaitu puskesmas, institusi seperti sekolah, panti, dan lainnya
dimana keluarga sebagai unit pelayanan.

31

BAB III
PENUTUP
1.1 KESIMPULAN
Sejarah perkembangan dan perubahan yang terjadi pada perawatan
komunitas meliputi berbagai perdaban Ada dua istilah yang perlu dipahami
terlebih dahulu sebelum sebelum membahas perawatan kesehatan masyarakat,
yaitu Public Health Nursing (PHN) dan Community Health Nursing (CHN),
kedua istilah tersebut bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia
mempunyai arti yang sama Perawatan Kesehatan Masyarakat.
Komunitas

(community)

adalah

sekelompok

masyarakat

yang

mempunyai persamaan nilai (values), perhatian (interest) yang merupakan


kelompok khusus dengan batas-batas geografi yang jelas, dengan norma dan
nilai yang telah melembaga (Sumijatun dkk, 2006). Misalnya di dalam
kesehatan di kenal kelompok ibu hamil, kelompok ibu menyusui, kelompok
anak balita, kelompok lansia, kelompok masyarakat dalam suatu wilayah desa
binaan dan lain sebagainya. Sedangkan dalam kelompok masyarakat ada
masyarakat petani, masyarakat pedagang, masyarakat pekerja, masyarakat
terasing dan sebagainya (Mubarak, 2006).

3.2.SARAN
a. Perawat kesehatan komunitas kiranya dapat bekerja sama dengan
komunitas dan populasi untuk memperbaiki kembali kesehatan.
b. Perawat kesehatan komunitas kiranya dapat memperhatikan standar
evaluasi atau penilaian dalam memberikan asuhan keperawatan komunitas.
c. Perawat kesehatan komunitas kiranya dapat terlibat dalam koordinasi dan
organisasi dalam merespons isu-isu yang berhubungan dengan kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

32

Mubarak, Wahit Iqbal, dkk. 2006. Ilmu Keperawatan Komunitas 2 Teori.


Jakarta : Sagung Seto
Gunawijaya, J. 2010. Kuliah Umum tentang Budaya dan Perspektif
Anderson, Elizabeth T, dkk. 2006. Buku Ajar Keperawatan Komunitas
Teori dan Praktik, edisi 3. Jakarta : EGC
Transkultural dalam Keperawatan Mata Ajar KDK II 2010, semester
genap: FK UI
Leininger, M dan McFarland. M.R. 2002. Transkultural Nursing :
Concepts, Theories, Dermawan, Deden. 2012. Buku Ajar Keperawatan
Komunitas. Yogyakarta : Gosyen Publishing
Research and Practice, edisi 3. USA : Mc.Graw Hill Companies
http://www.inna-ppni.or.id/html
http://www.nursepoint.blogspot.com
http://www.perawattegal.wordpress.com
Global Health Initiative (2008). Why Global Health Matters . Washington,
DC: FamiliesUSA .
http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2010/07/asuhan-keperawatankomunitas.html

33

Anda mungkin juga menyukai