Anda di halaman 1dari 45

TONSILITIS KRONIS

Oaleh :
Ayu Sri Mega Astuti 0910311021
Nurul Aini Yudita 1110311001
Pembimbing:
dr. H. Muhammad Yunus, Sp.THT-KL

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Faraz Muhammad

Umur

: 6 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki


Suku Bangsa : minang
Agama
Pekerjaan

: Islam
: Pelajar TK

Status marital : Belum Menikah


Alamat

: Baso, agam

ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Nyeri menelan hilang timbul dirasakan sejak 5 bulan

yang lalu

Keluhan Tambahan
Tidur mengorok, suara sengau

Riwayat Penyakit Sekarang


nyeri menelan hilang tuimbul dirasakan sejak 5 bulan yang lalu. awalnya pasien telah dikenal

menderita amandel 2 taqhun yang lalu


nyeri juga dirasakan saat pasien membuka mulut lebar-lebar dan saat berbicara keras serta

bernyanyi
tidur mengorok disadari sejak 5 bulan ini
riwayat gangguan tidur karena tiba-tiba batuk ada, kira-kira 4 kali dalam seminggu
pasien sering mengantuk, mudah lelah dan sulit berkonsentrasi sejak 5 bulan ini
suara sengau diasadari sejak 5 bulan ini
riwayat nafas berbau ada
tidak ada riwayat pembengkakan pada leher dan tempat lain

Riwayat Penyakit Sekarang


nafsu makanj berkurang dan terjadi penurunan

berat badan
tidak ada riwayat kejang dan penurunan
kesadaran
tidak ada riwayat sesak nafas saat beraktivitas
tidak ada riwayat nyeri sendi
tidak ada BAK berwarna seperti air cucian
daging
tidak ada riwayat nyeri di telinga

Riwayat Penyakit Dahulu


sering demam, batuk dan pilek 2 tahun yang lalu
Riwayat Penyakit Keluarga :

ibu pasien mengalami keluhan yang sama dan sudah


dilakukan pengangkatan amandel

Riwayat Pekerjaan, Sosial, Ekonomi, dan Kebiasaan


pasien seorang murid TK
Sering minum es dan makan makanan yang

dingin sejak usia 2 tahun

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Keadaan umum

: sakit sedang

Kesadaran

: komposmentis kooperatif

Tanda tanda vital

: TD = 110/80 mmHg
Nd = 76 x/menit
T = 36,50C

Kepala

: Normocephal

Mata

: Konjungtiva tidak anemis


Sklera tidak ikterik

Thorax

: Cor: dalam batas normal


Pulmo: dalam batas normal

Abdomen

: dalam batas normal

Ekstremitas

: dalam batas normal

Status Lokalis THT


Telinga
Pemeriksaan

Kelainan

Dekstra

Sinistra

Daun telinga

Kel.

Tidak ada

Tidak ada

Trauma

Tidak ada

Tidak ada

Radang

Tidak ada

Tidak ada

Kel. Metabolik Tidak ada

Tidak ada

Nyeri tarik

Tidak ada

Tidak ada

Nyeri Tekan

Tidak ada

Tidak ada

Kongenital

Liang Telinga

Cukup

dan Dinding

(N)

Lapang Ya

Ya

Telinga
Sempit

Tidak

Tidak

Hiperemis

Tidak ada

Tidak ada

Edema

Tidak ada

Tidak ada

Massa

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Warna

Kuning

Kuning

Jumlah

Sedikit

Sedikit

Jenis

Serumen

Serumen

Sekret/ Serumen Bau

Membran Timpani
Utuh

Perforasi

Warna

putih mutiara

putih mutiara

Refleks Cahaya ada

ada

Bulging

tidak ada

tidak ada

Retraksi

tidak ada

tidak ada

Atrofi

tidak ada

tidak ada

Jumlah

Tidak ada

Tidak ada

Jenis

Tidak ada

Tidak ada

Kuadran

Tidak ada

Tidak ada

Pinggir

Tidak ada

Tidak ada

perforasi

Mastoid

Tanda radang

Tidak ada

Tidak ada

Fistel

Tidak ada

Tidak ada

Sikatrik

Tidak ada

Tidak ada

Nyeri tekan

Tidak ada

Tidak ada

Nyeri ketok

Tidak ada

Tidak ada

Tes garputala

Rinne

Positif

Swabach

Sama

Positif

512 Hz
dengan Sama

pemeriksa

pemeriksa

Weber

Tidak ada lateralisasi

Kesimpulan

dalam batas normal

Audiometri

tidak dianjurkan

Timpanometri

tidak dianjurkan

dengan

Hidung
Pemeriksaan

Kelainan

Dekstra

Sinistra

Hidung luar

Deformitas

Tidak ada

Tidak ada

Kelainan

Tidak ada

Tidak ada

Trauma

Tidak ada

Tidak ada

Radang

Tidak ada

Tidak ada

Massa

Tidak ada

Tidak ada

kongenital

Sinus paranasal
Pemeriksaan

Dekstra

Sinistra

Nyeri tekan

Tidak ada

Tidak ada

Rhinoskopi anterior
Pemeriksaan
Vestibulum
Kavum nasi

Kelainan

Dextra

Sinistra

Vibrise

Ada

Ada

Radang

Tidak ada

Tidak ada

Cukup lapang (N) Ya

Ya

Sempit

Tidak

Tidak

Lapang

Tidak

Tidak

Sekret

Konka inferior

Konka media

Lokasi

Tidak ada

Tidak ada

Jenis

Tidak ada

Tidak ada

Jumlah

Tidak ada

Tidak ada

Bau

Tidak ada

Tidak ada

Ukuran

Eutrofi

Eutrofi

Warna

Merah muda

Merah muda

Permukaan

Licin, rata

Licin, rata

Edema

Tidak

Tidak

Ukuran

Eutrofi

Eutrofi

Warna

Merah muda

Merah muda

Permukaan

Licin, rata

Licin, rata

Edema

Tidak ada

Tidak ada

Septum

Massa

Cukup lurus/ deviasi

Cukup lurus

Permukaan

Rata

Rata

Warna

Merah muda

Merah muda

Spina

Krista

Abses

Peforasi

Lokasi

Bentuk

Ukuran

Permukaan

Warna

Konsistensi

Mudah digoyang

Pengaruh

vasokonstriktor

Rinoskopi posterior : Sulit dinilai

Orofaring dan mulut


Pemeriksaan

Kelainan

Trismus
Uvula

Dekstra

Sinistra
Tidak ada

Edema

Tidak ada

Bifida

Tidak ada

Palatum mole dan Simetris/ tidak

Simetris

arkus faring

Dinding faring

Warna

Merah muda

Edema

Tidak ada

Bercak/ eksudat

Tidak ada

Warna
Permukaan

Merah muda

Rata

Tonsil

Peritonsil

Ukuran

T3

T3

Warna

Merah muda

Merah muda

Permukaan

Tidak rata

Tidak rata

Muara kripti

Melebar

Melebar

Detritus

Ada

Ada

Eksudat

Tidak ada

Tidak ada

Warna

Merah muda

Merah muda

Edema

Tidak ada

Tidak ada

Abses

Tidak ada

Tidak ada

Tumor

Gigi
Lidah

Lokasi

Tidak ada

Tidak ada

Bentuk

Ukuran

Permukaan

Konsistensi

Karies/ radiks

Tidak ada

Tidak ada

Kesan

Gigi geligi baik

Warna

Merah muda

Merah muda

Bentuk

Normal

Normal

Deviasi

Tidak ada

Tidak ada

Massa

Tidak ada

Tidak ada

Laringoskopi indirek : sulit dinilai


Pemeriksaan kelenjar getah bening
Inspeksi: Tidak tampak pembesaran KGB
Palpasi : Tidak teraba pembesaran KGB

RESUME
Anamnesis
menelan hilang timbul dierasakan sejak 5 bulan yang lalu awalnya pasien telah dikenal
menderita amandel 2 tahun yang lalu. nyeri juga dirasakan saat pasien membuka mulut
lebar-lebar dan saat berbicara keras, saat bernyanyi. tidur mengorok disadari sejak 5 bulan
ini. riwayat gangguan tidur karena tiba-tiba batuk ada kira-kira 4 kali dalam seminggu.
pasien sering mengantuk, mudah lelah dan sulit berkonsentrasi sejak 5 bulan ini. suara
sengau disadari sejak 5 bulan ini. riwayat nafas berbau ada. nafsu makan berkurang dan
terjadi penurunan berat badan. pasien sering demam, batuk, pilek 2 tahun yang lalu. pasien
seorang murid tk yang sering minum es dan makan makanan dingin.

Pemeriksaan fisik
orofaring dan mulut : tonsil ukuran T3-T3,
berwarna merah muda, permukaan tidak
rata, muara kripti melebar, detritus +

Diagnosis utama:
Tonsilitis Kronis

Diagnosis Banding : -

Pemeriksaan anjuran :
Pemeriksaan kultur kuman

DIAGNOSIS:
Tonsilitis Kronis
PENATALAKSANAAN:

Amoksisilin 3x250 mg
betadine kumur

terapi anjuran : tonsilektomi

Prognosis

Quo ad Vitam : Bonam

Quo ad Sanam : Dubia ad Bonam

Nasehat:
hindari minum es dan makan makanan
dingin
teratur minum obat
jaga kebersihan mulut

Definisi
Peradangan tonsil yang menetap sebagai

akibat infeksi akut atau subklinis yang


berulang.

Epidemiologi
Tonsilitis kronis pada anak dapat disebabkan karena anak sering
menderita ISPA atau tonsilitis akut yang tidak diterapi adekuat.

Prevalensi tonsilitis kronik tertinggi setelah nasofaringitis akut (4,6%) yaitu


sebesar 3,8% (Sumber: Data epidemiologi penyakit THT-KL pada 7
provinsi di Indonesia pada tahun 1994-1996).

Tonsilitis sebanyak 465 dari 1110 kunjungan di Poliklinik sub bagian laring
faring RSUP dr.M.Djamil Padang pada tahun 2010 dan yang menjalani
tonsilektomi sebanyak 163 kasus.

Etiologi dan Faktor Risiko


Grup A Hemolitikus Streptokokus

(GAHBS) >>
Pneumokokus
Streptokokus viridan
Streptokokus piogenes
Penyebaran infeksi melalui udara (air borne
droplets), tangan dan ciuman.

Patogenesis
Proses radang berulang epitel mukosa &

jaringan limfoid terkikispada proses


penyembuhan jaringan limfoid diganti
oleh jaringan parut yang akan mengalami
pengerutan sehingga kripta
melebarkripta tampak terisi detritus.

Cont...
Infeksi berulang tonsil penurunan

integritas epitel kripta memudahkan


bakteri masuk ke parenkim tonsil infeksi
tonsil.
Bakteri menetap dan menjadi sumber
infeksi yang berulang.

Manifestasi Klinis
Pada umumnya penderita sering mengeluh

nyeri menelan oleh karena serangan


tonsilitis akut yang berulangulang
Obstruksi sleep apnoea, gangguan suara
Kelesuan
Nafsu makan berkurang
Pernafasan berbau

Pemeriksaan Fisik
Tonsil yang membesar dalam berbagai

ukuran
Permukaan tonsil tidak rata
Dilatasi pembuluh darah pada permukaan
tonsil
Kripta melebar, beberapa terisi oleh
detritus
Eksudat pada kripta

Diagnosis
Anamnesa
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang

a. Bakteriologi
b. Kultur

Penatalaksanaan
Konservatif:

- pemberian antibiotika
- berkumur untuk tujuan higiene mulut
Pembedahan:
- Tonsilektomi

Indikasi tonsilektomi
Indikasi Absolut:
Pembengkakan tonsil yang
menyebabkan obstruksi saluran
nafas, disfagia berat, gangguan
tidur dan komplikasi
kardiopulmonar.
Abses peritonsil yang tidak
membaik dengan pengobatan
medis dan drainase.
Tonsilitis yang menimbulkan kejang
demam.
Tonsilitis yang membutuhkan biopsi
untuk menentukan patologi anatomi.

Indikasi Relatif:
Terjadi 3 episode atau lebih
infeksi tonsil per tahun dengan
terapi antibiotik adekuat.
Halitosis akibat tonsilitis kronik
yang tidak membaik dengan
pemberian terapi medis.
Tonsilitis kronik pada karier
Streptokokus yang tidak
membaik dengan pemberian
antibiotik -laktamase resisten.
Hipertrofi tonsil unilateral yang
dicurigai suatu keganasan.

Kontraindikasi Tonsilektomi
Riwayat penyakit perdarahan
Risiko anestesi yang buruk atau riwayat penyakit yang

tidak terkontrol
Anemia
Infeksi akut

Komplikasi
1.Komplikasi sekitar tonsila
Rhinitis kronik
Sinusitis
Otitis media secara per kontinuitatum

Cont...
2. Komplikasi Organ jauh
Endokarditis
Nefritis
Miositis
Dermatitis, pruritus, urtikaria
Artritis

DISKUSI
Pasien dikenal menderita amandel 2 tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan
peradangan tonsil yang menetap, sesuai dengan definisi tonsilitis kronik.

Nyeri menelan hilang timbul dirasakan sejak 5 bulan yang lalu, nyeri juga
dirasakan saat pasien membuka mulut lebar dan saat berbicara keras,
tidur mengorok, mengantuk, mudah lelah dan sulit berkonsentrasi, suara
sengau serta nafas berbau sesuai dengan gejala klinis tonsilitis kronik.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan tonsil berukuran T3-T3, berwarna merah


muda, permukaan tidak rata, muara kripti melebar, dan ada detritus
sesuai dengan teori.

Pada pasien direncanakan pemeriksaan kultur kuman, sesuai dengan


teori bahwa pada tonsilitis kronis dilakukan pemeriksaan bakteriologis dari
tonsil dan pemeriksaan kultur tonsil.

Pada pasien ini dianjurkan tonsilektomi, disebabkan memenuhi indikasi


absolut yaitu pembengkakan tonsil yang menyebabkan obstruksi saluran
nafas, disfagia berat, gangguan tidur dan komplikasinya.

TERIMA KASIH