Anda di halaman 1dari 2

1.

DEFINISI RANTAI PASOK


Rantai pasok adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama
bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir.
Kalau rantai pasok adalah jaringan fisiknya, yakni perusahaan-perusahaan yang terlibat
dalam memasok bahan baku, memproduksi barang maupun mengirimkannya ke
pemakai akhir, manajemen rantai pasok adalah metode, alat atau pendekatan
pengelolaannya (Pujawan dan Mahendrawathi, 2010). Manajemen rantai pasok adalah
suatu kumpulan pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan secara efisien
antara pemasok, perusahaan manufaktur, pergudangan dan toko, sehingga barang
diproduksi dan didistribusikan pada kuantitas, lokasi dan waktu yang benar untuk
meminimumkan biaya-biaya pada kondisi yang memuaskan kebutuhan tingkat
pelayanan (Simchi-Levi et al, 2002). Manajemen rantai pasok merupakan integrasi dari
seluruh aktivitas dalam rantai pasok melalui hubungan rantai pasok yang erat untuk
mencapai keuntungan kompetitif (Handfield dan Nichols, 2002). Manajemen rantai
pasok merupakan aktivitas perencanaan, pengaturan dan optimalisasi satu atau lebih
rantai pasokan (Turban et al, 2006).
Pengertian Supply Chain Management menurut para ahli lainnya, antara lain :
1. Levi, et.al (2000) mendefinisikan Supply Chain Management (Manajemen
Rantai Pasokan) sebagai suatu pendekatan yang digunakan untuk mencapai
pengintegrasian yang efisien dari supplier, manufacturer, distributor, retailer,
dan customer. Artinya barang diproduksi dalam jumlah yang tepat, pada saat
yang tepat, dan pada tempat yang tepat dengan tujuan mencapai suatu biaya dari
sistem secara keseluruhan yang minimum dan juga mencapai service level yang
diinginkan.
2. Pires, et.al. (2001) mengartikan Supply Chain Management (Manajemen Rantai
Pasokan) sebagai sebuah jaringan supplier, manufaktur, perakitan, distribusi,
dan fasilitas logistik yang membentuk fungsi pembelian dari material,
transformasi material menjadi barang setengah jadi maupun produk jadi, dan
proses distribusi dari produk-produk tersebut ke konsumen.
3. Heizer & Rander (2004), mendefinisikan Supply Chain Management
(Manajemen Rantai Pasokan) sebagai kegiatan pengelolaan kegiatan-kegiatan
dalam rangka memperoleh bahan mentah menjadi barang dalam proses atau
barang setengah jadi dan barang jadi kemudian mengirimkan produk tersebut ke
konsumen melalui sistem distribusi. Kegiatan-kegiatan ini mencangkup fungsi
pembelian tradisional ditambah kegiatan penting lainnya yang berhubungan
antara pemasok dengan distributor.

4. Chow et.al. (2006) mengartikan Supply Chain Management (Manajemen Rantai


Pasokan) sebagai pendekatan yang holistik dan strategis dalam hal permintaan,
operasional, pembelian, dan manajemen proses logistik.

Sumber : http://indahpermata6.blogspot.co.id/2013/06/definisi-manajemen-rantaipasok-supply.html
http://digilib.unila.ac.id/178/12/BAB%20II.pdf