Anda di halaman 1dari 4

13.

1 Pengertian LPD
LPD sebagai suatu Badan Usaha Simpan Pinjam yang dimiliki oleh desa adat yang
berfungsi dan bertujuan utama untuk mendorong pembangunan ekonomi masyarakat desa
melalui tabungan yang terarah serta penyaluran modal yang efektif. LPD mempunyai peran
sebagai lembaga yang berperan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui
pembangunan ekonomi kerakyatan. Selain itu menurut Keputusan Kepala Daerah Tingkat I
Bali Nomor 972 Tahun 1984, di sana disebutkan LPD adalah alat desa dan merupakan unit
operasional serta berfungsi sebagai wadah kekayaan desa yang berupa uang atau surat
berharga lainnya, dan selanjutnya Perda Tingkat I Bali Nomor 8 Tahun 2002, LPD
merupakan badan usaha keuangan milik desa Pakraman yang melaksanakan kegiatan usaha
dilingkungan desa untuk Krama desa, LPD sebagai lembaga keuangan memiliki lapangan
usaha sebagai berikut (Purwanto, 2008:13).
1. Menerima/menghimpun dana dari Krama desa dalam bentuk tabungan dan
deposito.
2. Memberikan pinjaman hanya kepada Krama desa.
3. Menerima pinjaman dari lembaga-lembaga keuangan maksimum sebesar 100% dari
jumlah

modal, termasuk cadangan dan laba ditahan, kecuali batasan lain dalam

jumlah pinjaman atau dukungan/bantuan modal.


4. Menyimpan kelebihan likuiditasnya pada BPD Bali dengan imbalan bunga bersaing
dan pelayanan yang memadai.
Menyimak pendapat dan pengertian di atas dan Perda yang secara konstitusi mengatur
tentang keberadaan LPD serta lapangan usaha LPD tersebut, maka LPD merupakan badan
usaha yang bergerak dibidang ekonomi mempunyai tujuan memperoleh keuntungan, dimana
dari keuntungan tersebut dialokasikan untuk: Cadangan modal 60%, dana pembangunan desa
adat 20%, jasa produksi 10%, dana pembinaan, pengawasan dan perlindungan 5%, dan dana
sosial sebanyak 5%. Oleh karena itu LPD hampir sama dengan lembaga bisnis lainnya dalam
oprasionalnya menghadapi persaingan, agar mampu bersaing dan mampu mencapai tujuan
secara efektif dan efesien harus menggunakan prinsip-prinsip manajemen dan memilih
strategi yang tepat
13.2 Fungsi LPD
LPD merupakan lembaga ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat pedesaan
mempunyai fungsi dan tujuan sesuai dengan Perda nomor 8 tahun 2002, disebutkan LPD
sebagai salah satu wadah kekayaan desa, menjalankan fungsinya dalam bentuk usaha-usaha

kearah meningkatkan tarap hidup Krama desa dalam kegiatannya banyak menunjang
pembangunan desa, ini berarti dalam menjalankan fungsinya tersebut untuk mencapai tujuan
yang diharapkan, LPD sebagai organisasi memiliki perangkat terdiri dari Pengurus dan
Pengawas. Pengurus terdiri dari: Kepala, Tata Usaha dan Kasir, sedangkan pengawas terdiri
dari Ketua dan sekurang-kurangnya 2 (dua) anggota. Kepala LPD yang merupakan pemimpin
dan komando harus mampu menggerakkan berbagai aspek usaha LPD (aspek oprasional,
sumber daya manusia, keuangan dan pemasaran) (Raydika, 2013:4) melalui proses
perencanaan yang matang, proses pengorganisasian yang relevan, proses menggerakkan
potensi yang ada, dan pengendalian sesuai dengan perencanaan dengan menggunakan strategi
tertentu untuk mencapai tujuan. Dengan demikian dapat mengajarkan pada anggota
masyarakat krama Desa Pakraman agar dapat menggunakan sumber kuangannya dalam
kegiatan konsumtif atau produktif, seperti terungkap pada tulisan berikut ini, (Atmadja,
2013:483).
13.3 Tujuan LPD
LPD sebagai salah satu usaha wadah kekayan Desa, menjalankan fungsinya dalam
bentuk usaha-usaha ke arah peningkatan taraf hidup Krama Desa dan dalam kegiatannya
banyak menunjang pembangunan Desa.
Usah-usaha LPD dilakukan dengan tujuan :
a. Mendorong pembangunan ekonomi masyarakat Desa melalui kegiatan menghimpun
tabungan dan deposito dari Krama Desa.
b. Membrantas ijon, gadai gelap dan lain-lain yang dapat dipersamakan degan itu
c. Menciptakan pemerataan kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja bagi
Krama Desa
d. Meningkatkan daya beli dan melancarkan lalu lintas pembayaran dan peredaran uang
di Desa
13.4 Kegiatan Lapangan Usaha LPD
Pasal 7
1) Lapangan usaha LPD mencakup :
a. Menerima / menghimpun dana dari Krama Desa dalam bentuk tabungan dan
deposito
b. Memberikan pinjaman hanya kepada Krama Desa
c. Menerima pinjaman dari lembaga-lembaga keuangan maksimum sebesar
100% dari jumlah modal, termasuk cadangan dan laba ditahan, kecuali batasan
lain dalam jumlah pinjaman atau dukungan / bantuan dana

d. Menyimpan kelebihan likuiditasnya pada BPD dengan imbalan bunga


bersaing dan pelayanan yang memadai.
2) Untuk melakukan kegitan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) LPD wajib
mentaati Keputusan Gubernur tentang prinsip kehati-hatian pengelolaan LPD.
13.5 Modal LPD
Pasal 9
1) LPD dapat didirikan dengan modal awal sekurang-kurangnya Rp 10.000.000,00
(sepuluh juta rupiah).
2) Modal LPD terdiri dari :
a) Swadaya masyarakat dan atau urunan Krama Desa ;
b) Bantuan pemerintah atau sumber lain yang tidak mengikat;
c) Laba yang ditahan.
13.6 Organisasi LPD
Pasal 10
Organisasl LPD terdiri dari Pengurus dan Pengawas.
Pasal 11
1)
2)
3)
4)

Pengurus terdiri dari Kepala, Tata Usaha dan Kasir.


Pengurus dipilih oleh Krama Desa.
Pengurus bertugas untuk jangka waktu 4 tahun dan dapat dipilih kembali.
Pengurus dapat mengangkat dan memberhentikan karyawan untuk melaksanakan
kegiatan dan pengelolaan LPD atas persetujuan Prajuru Desa berdasarkan hasil
paruman Desa.
Pasal 12

1) Pengawas terdiri dari Ketua dan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang anggota.


2) Ketua dijabat oleh Bendesa karena jabatannya.
3) Ketua Pengawas dari LPD yang dibentuk berdasarkan Pasal 4, dijabat secara bergilir
diantara Bendesa berdasarkan kesepakatan.
4) Anggota Pengawas dipilih oleh Krama Desa.
5) Ketua dan Anggota Pengawas tidak dapat merangkap sebagai Pengurus.
Pasal 13
1) LPD dapat membentuk BKS-LPD di tingkat Kabupaten/Kota.
2) Keputusan pembentukan BKS-LPD sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
disampaikan kepada Bupati/Walikota.
Pasal 14
1) Disetiap Kabupaten/Kota dibentuk PLPDK.
2) PLPDK dapat membentuk PLPDP.

3) Status dan tugas-tugas PLPDK ditetapkan dengan Keputusan Gubernur dan


diberitahukan kepada DPRD.