Anda di halaman 1dari 35

STUDI ADSORPSI ION LOGAM CROM (III) MENGGUNAKAN KULIT

PISANG KEPOK ( Musa normalis L. )

SKRIPSI

John Hendrik Wattimury


200739007

PROGRAM STUDI KIMIA


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PAPUA
MANOKWARI
2012

ABSTRAK
John Hendrik Wattimury. Studi Adsorpsi Ion Crom (III) Menggunakan Kulit Pisang Kepok
(Musa normalis L.) . Dibimbing oleh Darma Santi, S.Si, M.Sc dan Susilowati, S.Si, M.Sc.
Salah satu hasil pertanian terbanyak adalah buah pisang. Dipapua barat produksi pisang
dalam setahun mencapai sekitar 5.042 ton. Selain buah pisang yang melimpah begitu juga
hasil samping limbah biomassa berupa kulit pisang. Limbah yang dihasilkan dapat
menyebabkan pencemaran. Salah satu hasil limbah kulit pisang yang dapat dimanfaatkan
sebagai bahan adsorben yang bersifat adsorpsi logam adalah kulit pisang kepok (Musa
normalis L.). Kulit pisang menggandung protein sekitar 0,32 %, dan karbohidrat 18,50 %.
Kandungan protein dan karbohidrat yang berada dalam kulit pisang sehingga dapat berikatan
dengan logam. Pada penelitian ini logam yang digunakan adalah crom (III). kulit pisang
diaktivasi menggunakan salah satu aktivasi yaitu basa. Tahap preparasi dilakukan dengan
pemanasan suhu 60-70oC selama 6 jam. Bahan adsorben diblender untuk disaring
menggunakan ukuran 100 mesh dan diaktivasi menggunakan NaOH 1,5 % selama 2 jam,
dicuci hingga pH 7. Pada penelitian ini dilanjutkan dengan cara variasi pH 2, 4, dan 6, serta
uji kinetika adsorpsi dan penentuan kapasitas adsorpsi maksimum. Uji kinetika dilakukan
dengan cara variasi waktu kontak 30, 60, 90 dan 120 menit. Sedangkan uji adsorpsi
maksimum dengan cara variasi consentrasi larutan logam Krom sebesar 20 mg/L, 25 mg/L,
50 mg/L, 75 mg/L, dan 100 mg/L. Uji adsorpsi menggunakan SSA (Spektrometer Serapan
Atom). Hasil penelitian yang diperoleh pada uji variasi pH yaitu pada pH 4, sedangkan uji
kinetika waktu optimum diketahui pada waktu 90 menit dan hasil variasi konsentrasi yang
memiliki kemampuan adsorpsi terbesar adalah 25 mg/L sebesar 99,0688 %. Serta
peningkatan kapasitas yang semakin meningkat pada konsentrasi 20 mg/L sampai 100 mg/L.
Kata Kunci : Kulit Pisang Kepok (Musa normalis L.), pH, Adsorben, Kinetika, Konsentrasi.

STUDI ADSORPSI ION LOGAM CROM (III) MENGGUNAKAN KULIT


PISANG KEPOK ( Musa normalis L. )

John Hendrik Wattimury


200739007

Skripsi merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar


Sarjana Sains dari Universitas Negeri Papua

PROGRAM STUDI KIMIA


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PAPUA
MANOKWARI
2012

LEMBAR PENGESAHAN
Judul Skripsi
Nama
Nim
Jurusan
Program Studi

: Studi Adsorpsi Ion Logam Crom (III) Menggunakan Kulit Pisang


Kepok (Musa normalis L.)
: John Hendrik Wattimury
: 200739007
: Kimia
: Kimia

Disetujui,

Diketahui,

Tanggal Lulus : 31 Januari 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas Kasih,
Anugerah serta Penyertaan-Nya sehingga penulis dapat melakukan Seminar
Proposal dan dilanjutkan dengan Seminar hasil pembuatan skripsi tentang Study
Adsorpsi Ion Logam Crom (III) Menggunakan Kulit Pisang Kepok (Musa
Normalis L.) di Jurusan Kimia FMIPA UNIPA. Skripsi penelitian ini merupakan
salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana sains (S.Si) di Program Studi
Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri
Papua.
Dalam penulisan Skripsi penelitian ini tidak terlepas dari bantuan berbagai
pihak. Untuk itu, dalam kesempatan ini penulis ingin meyampaikan terima kasih
kepada :
1. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Darma Santi,
S.Si, M.Sc, selaku Ketua Jurusan Kimia, dan selaku Pembimbing satu,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri
Papua,
2. Susilowati, S.Si, M.Sc selaku Pembimbing dua yang telah meluangkan
waktunya,
3. Dosen Kimia FMIPA UNIPA,
4. Rekan-rekan Angkatan 2006, 2007 dan 2008 yang telah membantu,
5. Ayah (Alm), ibu dan saudara-ku (Lina, Christom, Theo, Otges, Paskalis,
Nona, Kristin, Ampi, Jensen, Veddy, Vino) yang telah membantu dalam
menjalani hidup. Serta debby, ua Ichi, om aso, om agus yang telah
bersedia membantu dalam Kuliah.
6. Teman seperjuangan Irsal, Burhan, Firman, Intan, Eko, Ahmad, Ryan,
Ramly, Ardy yang selalu bersama setiap saat,
7. Team HSUPA (Core Of Everything) yang memberikan masukan dan
kebersamaan,
8. Dan Semua pihak yang telah membantu terwujudkan seminar proposal dan
hasil penelitian.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Skripsi penelitian ini masih


jauh dari kesempurnaan. Oleh karena penulis menerima kritik dan masukan, agar
tulisan ini dapat menjadi lebih baik.
Akhir kata, penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan
kesempatan untuk dapat menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat lulus di
Jurusan Kimia FMIPA UNIPA.
Manokwari, Januari 2012

John Hendrik Wattimury

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Manokwari pada 7 September 1987 dan merupakan


anak ke dua dari dua bersaudara. Ayah bernama Wempi Wattimury (Alm.) dan
Ibu bernama Rohana.
Penulis memulai pendidikan formal di SD Inpres kampung ambon
Manokwari pada tahun 1993 dan lulus tahun 1999. Pada tahun yang sama penulis
melanjutkan pendidikan di SLTP N 3 Manokwari dan lulus pada tahun 2002.
Selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan SLTA di SMK N 02 Manokwari dan
lulus pada tahun 2005. Setelah tahun 2007 penulis melanjutkan studi ke perguruan
tinggi yaitu Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari melalui jalur SPMB.
Selama menjalani pendidikan kuliah penulis diangkat menjadi Sekretaris HMJ
Kimia dan pernah menjadi Bendahara UKM-Tenis Meja UNIPA. Pada Tahun
2009 penulis melaksanakan PKL di B2P2TO-OT Karang Ayar Tawangmangu.
Pada tahun 2011 penulis diangkat menjadi ketua HSUPA (Core Of
Everything) di kabupaten Manokwari.

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ..................................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ ix
DAFTAR TABEL ............................................................................................. x
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xi
DAFTAR ISTILAH ............................................................................................xii
I

PENDAHULUAN ......................................................................................
1.1 Latar Belakang ........................................................................................
1.2 Perumusan Masalah ................................................................................
1.3 Pembatasan Masalah ...............................................................................
1.4 Tujuan .....................................................................................................
1.5 Manfaat ...................................................................................................

1
1
2
2
2
2

II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................ 3


2.1 Tanaman Pisang .........................................................................................
3
2.2 Morfologi Tanaman Pisang .................................................................... 4
2.3 Komposisi Kimiawi Kulit Pisang .......................................................... 6
2.4 Adsorpsi ......................................................................................
6
2.5 Adsorpsi Langmuir ......................................................................
7
2.6 Ikatan Antara Logam dan selulosa ................................................
10
2.7 Ikatan Logam dan Protein ...........................................................
11
2.8 Logam Berat ......................................................................................... 11
2.9 Logam Kromium (Cr) ............................................................................ 12
2.10 Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) ............................................... 13
III METODE PENELITIAN .......................................................................... 18
3.1 Waktu dan Tempat ................................................................................ 18
3.2 Alat dan Bahan ..................................................................................... 18
3.3 Prosedur Penelitian .....................................................................................
18
3.4 Prosedur Kerja ....................................................................................... 18
3.4.1 Preparasi Kulit Pisang Kepok ......................................................... 18
3.4.2 Kulit Pisang Kepok teraktivasi NaOH 1,5 % ................................ 18
3.4.3 Pengaruh Variasi pH terhadap ion Cr3+ menggunakan
kulit pisang kepok teraktivasi NaOH ............................................ 19
3.4.4 Uji kinetika adsorbsi ion Cr 3+ menggunakan kulit
pisang kepok teraktivasi NaOH ....................................
19
3.4.5 Penentuan kapasitas adsorbsi maksimum kulit
pisang kepok teraktivasi NaOH ....................................
19

vii

20
IV HASIL DAN PEMBAHASAN................................................ .
4.1 Preparasi Kulit Pisang Kepok ................................................................ 20
4.2 Kulit Pisang Kepok teraktivasi NaOH 1,5 % .......................................... 20
4.3 Pengaruh variasi pH terhadap ion Cr3+ menggunakan
kulit pisang kepok teraktivasi NaOH .................................................... 21
4.4 Uji kinetika adsorbsi ion Cr 3+ menggunakan kulit
23
pisang kepok teraktivasi NaOH ..........................................
4.5 Penentuan kapasitas adsorbsi maksimum kulit
24
pisang kepok teraktivasi NaOH ..........................................
28
V PENUTUP .............................................................................
5.1 Kesimpulan ............................................................................................ 28
5.2 Saran ...................................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 29

viii

DAFTAR GAMBAR
Hal.
Gambar 1.

Pohon Pisang Kepok ............................................................... 4

Gambar 2.

Mekanisme adsorpsi pada Adsorben ....................................... 7

Gambar 3.

Kurva adsorpsi isoterm Langmuir ........................................... 9

Gambar 4.

Struktur Kimia Selulosa dalam Unit Ulang Tunggal .......................


10

Gambar 5.

Ikatan -Glukosida dalam Selulosa .................................................


10

Gambar 6.

Spektrometer Serapan Atom (SSA) ........................................ 14

Gambar 7.

Kurva variasi pH terhadap mg Cr/g kulit pisang ..................... 22

Gambar 8.

Grafik t (menit) terhadap kapasitas (mg/g) .............................. 24

Gambar 9.

Variasi konsentrasi (mg/L) terhadap kapasitas penyerapan

26

mg/g Cr ................................................................................... 25
Gambar 10. Kurva persamaan isoterm adsorpsi Langmuir ........................ 26

ix

DAFTAR TABEL
Hal.
Tabel 1.

Komposisi Kulit Pisang ..............................................................


6

Tabel 2.

22
Pengaruh variasi pH ....................................................................

Tabel 3.

23
Data waktu optimum kulit pisang Kepok ...................................

Tabel 4.

25
Pengaruh consentrasi ..................................................................

DAFTAR LAMPIRAN

Hal.
Lampiran A. Skema Kerja ............................................................................. 32
Lampiran B. Gambar Kerja ........................................................................... 33
Lampiran C. Pengukuran menggunakan SSA ................................................. 34
Lampiran D. Contoh Perhitungan ........................................................................
35
Lampiran E. Hasil Perhitungan ........................................................................ 43

xi

DAFTAR ISTILAH

Ce

Konsentrasi Cr3+ saat kesetimbangan pada adsorbsi, (mg/L)

Co

Konsentrasi Cr3+ saat mula-mula pada adsorbsi, (mg/L)

Volume larutan Logam (ml)

Massa adsorben, (g)

Waktu adsorpsi, (menit)

Kl

Konstanta Langmuir, (mL/mg)

Qe

Kapasitas Adsorpsi (mg/g)

xii

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu limbah biomassa hasil kegiatan pertanian yang melimpah di
Indonesia adalah limbah kulit pisang sebagai hasil samping komoditas buah
pisang. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia, produksi buah
pisang terus meningkat setiap tahunnya dan pada tahun 2008 produksi buah
pisang mencapai 6.004.615 ton. Produksi pisang di Jawa Tengah (831.158 ton
pada tahun 2008) menduduki peringkat ketiga terbesar di Indonesia setelah Jawa
Barat dan Jawa Timur (1.313.935 dan 1.082.070 ton) (Trisno, 2011). Di Provinsi
Papua Barat, pisang merupakan jumlah tanaman terbanyak berdasarkan jumlah
pohon maupun total produksi, yaitu sebanyak 58.028 pohon dan 5.042 ton
(Supriadi, 2007). Potensi ketersediaan Pisang yang cukup melimpah inilah yang
turut menghasilkan limbah. Kulit pisang yang merupakan bagian dari buah pisang
yang umumnya hanya dibuang sebagai sampah.
Peraturan pemerintah No.18 tahun 1999 tentang kegiatan memperoleh
kembali atau menggunakan kembali atau daur ulang bertujuan untuk mengubah
suatu limbah menjadi suatu produk yang dapat digunakan dan juga aman bagi
lingkungan dan kesehatan Manusia. Beberapa penelitian telah dilakukan yaitu
pemanfaatan limbah tahu sebagai bahan penyerap logam krom, kadmiun dan besi
dalam air lindi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) (Nohong, 2010), optimasi
adsorpsi krom (VI) dengan ampas daun teh (Camellia sinensis L.) Menggunakan
Metode Spektrofotometri (Abriagni, 2011).
Terdapat alternatif lain untuk memisahkan krom dari limbah industri yakni
dengan menggunakan metode bioadsorbsi. Cara ini merupakan metode yang
sangat menjanjikan untuk mengolah buangan industri, terutama karena harganya
yang murah dan memiliki kapasitas penyerapan yang tinggi. Sehingga penelitian
ini dapat dilakukan menggunakan bahan alternatif yaitu berbahan Kulit Pisang.
(Sutrasno, et al, 2008).

1.2 Perumusan Masalah


Mengacuh pada latar belakang diatas, maka permasalahan yang dapat
dirumuskan adalah bagaimana pengaruh konsentrasi NaOH dalam proses aktivasi
kulit pisang kepok terhadap kemampuan adsorpsi ion Cr3+, bagaimana pengaruh
pH larutan terhadap kemampuan kulit pisang kepok adsorpsi ion Cr3+, bagaimana
pola Kinetika adsorpsi ion Cr3+ menggunakan kulit pisang kepok, serta bagaimana
penentuan kapasitas adsorpsi kulit pisang kepok terhadap ion Cr3+.
1.3 Pembatasan Masalah
Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah penelitian
menggunakan kulit pisang kepok sebagai adsorpsi ion logam Cr3+, Larutan uji
yaitu larutan Cr3+, Pengukuran kadar ion Cr3+ dalam larutan setelah kontak
dengan kulit pisang kepok menggunakan alat SSA (Spektrometer Serapan Atom),
proses adsoropsi dengan menggunakan sistem batch
1.4 Tujuan
Tujuan dari Penelitian ini adalah Untuk mengetahui proses pengaruh
konsentrasi NaOH dalam proses aktivasi kulit pisang kepok terhadap
kemampuannya dalam mengadsorpsi ion Cr3+, untuk mengetahui proses pengaruh
pH dalam proses aktivasi kulit pisang kepok terhadap kemampuannya dalam
mengadsorpsi ion Cr3+, untuk mengetahui pola kinetika kulit pisang kepok
terhadap kemampuannya dalam mengadsorpsi ion Cr3+, untuk mengetahui
kapasitas kulit pisang kepok terhadap ion Cr3+.
1.5. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah diperolehnya bahan
adsorben ion Cr (III) yang dikembangkan dari material limbah, serta memberikan
informasi kepada masyarakat bahwa kulit pisang dapat di manfaatkan dalam
menangani pencemaran logam Cr, serta bahan absorben dapat dijadikan sebagai
briket (bahan Bakar), dan memberikan informasi bagi pemerintah maupun
kalangan industri dalam penanggulangan pencemaran oleh logam Cr.

III METODE PENELITIAN


3.1 Waktu dan Tempat
Pengambilan sampel kulit pisang dilakukan di Manokwari, penelitian ini
dilaksanakan selama dua bulan yaitu bulan November 2011 sampai dengan
Januari 2012. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium kimia FMIPA UNIPA.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah oven, labu ukur, pipet
tetes, pipet ukur, penangas magnet stirer, kertas saring whatman 41, deksikator,
gelas ukur, tapisan 100 mesh, blender merk miyako, timbangan analitik,
stopwatch, kertas pH, SSA merk shimadzu AA-630. Bahan yang digunakan pada
penelitian ini adalah NaOH, Kulit Pisang Kepok (Musa normalis), Cr(NO3)3,
Aquades.
3.3 Prosedur Penelitian
Pada penelitian ini, proses adsorpsi ion logam krom akan dilakukan
menggunakan adsorben berupa serbuk yang berasal dari kulit pisang teraktivasi,
untuk mengadsorpsi logam berat krom. Kulit pisang yang digunakan dalam
penelitian ini berasal dari kulit pisang kepok (Musa normalis L.) .
Eksperimen yang dilakukan dibagi menjadi lima bagian, yaitu preparasi
adsorben, aktivasi NaOH 1,5 %, pengaruh pH yaitu 2, 4, dan 6, uji kinetika
adsorpsi, dan penentuan kapasitas adsorpsi Maksimum.
3.4 Prosedur Kerja
3.4.1 Preparasi Kulit Pisang Kepok
Preparasi adsorben yang berasal dari kulit pisang kepok (Musa Normalis)
kemudian, dipotong halus lalu dikeringkan pada suhu 60-70oC selama 6 jam,
diangin-anginkan dan di blender hingga halus agar dapat dilakukan pengayakan
menggunakan ukuran 100 mesh, sehingga didapat sampel kulit pisang tanpa
aktivasi. Kemudian sampel tersebut dimasukan ke dalam deksikator.
3.4.2 Kulit Pisang Kepok teraktivasi NaOH 1,5 %.
Pembuatan larutan NaOH dengan konsentrasi 1,5 %. Sampel kulit pisang
tanpa teraktivasi dicampur dengan perbandingan larutan NaOH terhadap sampel
18

kulit pisang tanpa teraktivasi sebesar 2 : 1. Kemudian diaduk selama 12 jam, dan
dilanjutkan dengan pencucian menggunakan aquades hingga netral (menggunakan
kertas pH). Sampel tersebut kemudian dikeringkan menggunakan oven pada suhu
60oC dan dilakukan pengayakan menggunakan ukuran 100 mesh. Sehingga
diperoleh sampel kulit pisang teraktivasi.
3.4.3 Pengaruh Variasi pH terhadap ion Cr 3+ menggunakan kulit pisang
kepok teraktivasi NaOH. (Santi, 2006)
Pembuatan sederet larutan Cr (III) dengan konsentrasi 20 mg/L sebanyak 50
ml dengan pH diatur berturut-turut menjadi 2, 4, dan 6. Masing-masing larutan
tambahkan sampel kulit pisang kepok (Musa normalis L.) teraktivasi NaOH
sebanyak 0,5 g. Selanjutnya beker gelas yang berisi larutan uji dan sampel diaduk
menggunakan magnet stirer selama 2 jam, lalu didiamkan selama 30 menit,
kemudian larutan dipisahkan dengan penyaringan. Hasil penyaringan diuji
menggunakan AAS.
3.4.4 Uji kinetika adsorbsi ion Cr 3+ menggunakan kulit pisang kepok
teraktivasi NaOH. (Santi, 2006)
Sampel kulit pisang kepok teraktivasi NaOH 1,5 %. Sebanyak 0,5 g
ditambahkan kedalam larutan Cr (III) dengan konsentrasi 20 mg/L, sebanyak 50
ml dengan pH optimum (berdasarkan hasil pada perlakuan pengaruh pH),
selanjutnya dilakukan pengadukan menggunakan magnet stirer, pada interval
waktu berturut-turut 30, 60, 90 dan 120 menit, dan disaring. Hasil penyaringan
diuji menggunakan AAS.
3.4.5 Penentuan kapasitas adsorbsi maksimum kulit pisang kepok
teraktivasi NaOH. (Santi, 2006)
Larutan Cr (III) dengan konsentrasi berturut-turut 20, 25, 50, 75, 100 mg/L
sebanyak 50 ml dan pH optimum berdasarkan hasil pada perlakuan pengaruh pH;
dicampur dengan sampel kulit pisang kepok teraktivasi NaOH sebanyak 0.5 g.
Kemudian lakukan pengadukan menggunakan magnet stirer, selama waktu
kesetimbangan yang diperoleh berdasarkan uji kinetika, dan dilakukan
penyaringan. Hasil penyaringan diuji menggunakan AAS.

19

V PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
1. Larutan NaOH 1,5 % digunakan sebagai aktivasi dilakukan agar senyawasenyawa organik yang terkandung dalam sampel dapat terlarut kedalam
larutan NaOH.
2. Pengaruh pH optimum terlihat pada pH 4 yang memberikan daya adsorpsi
sebesar 3.9953 mg Cr/g serbuk kulit pisang.
3. Uji Kinetika kimia berdasarkan variasi waktu optimum terlihat pada waktu
ke-90 menit yang memiliki daya adsorpsi sebesar 3,9241 mg Cr/g serbuk
kulit pisang.
4. Dari hasil penelitian pada variasi konsentrasi 20 mg/L daya adsorpsi
sebesar 3,9241 mgCr/g serbuk kulit pisang. Pada konsentrasi 25 mg/L dan
50 mg/L sebesar 4,9534 mgCr/g serbuk kulit pisang dan 9,0322 mgCr/g
serbuk kulit pisang, sedangkan konsentrasi 75 mg/L adalah 13,9945
mgCr/g serbuk kulit pisang, dan 100 mg/L sebesar 17,6063 mgCr/g kulit
pisang.
5.2 SARAN
Dari hasil penelitian 1,5 % NaOH sebagai aktivasi memberikan daya
adsorpsi yang baik pada 20 mg/L. Dengan demikian penelitian selanjutnya agar
dapat menggunakan aktivasi NaOH sebesar 3 % dengan bahan absotbat sebesar
50 mg/L.

28

DAFTAR PUSTAKA
Abriagni, 2011. Optimasi Adsorpsi Krom (VI) Dengan Ampas Daun Teh
(Camellia sinensis L) Menggunakan Metode Spektrofotometri. Jurnal
Pembelajaran Sains Vol.3 No.2. Februari 2010. 13-21.
Arsyad, 2008. Analisis proksimat dan beta-karoten buah pisang tanduk (M
paradisiaca farma tipica) dan pisang sepatu (Musa spp). Jurusan Kimia
FMIPA UNIPA, Manokwari.
Cowd, M.A. 1991. Kimia Polimer. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Graho, 2008. Budidaya Pertanian Pisang (musa spp). Surabaya : Bappenas.
Handoyo, 2011. Pemanfaatan Kulit Batang Jambu Biji (Psidium Guajava) Untuk
adsorpsi Chromium Limbah Industri Kulit. Jurnal Penelitian Kesehatan
Suara Forkes. Vol.1 No.1. Januari 2010. 77-82.
Hayati, 2004. Musa sebagai model genom. Jurnal Biologi Vol.12 No.4. Desember
2005. 167-170.
Herbarium, M. 2011. Taksonomi tumbuhan dan Herbarium Madanense (MEDA).
Jurusan Pertanian Sumatra.
Kasmadi, 2002. Efektivitas Penggunaan Adsorben Kulit Pisang Kepok (Musa
normalis L.) dalam meningkatkan kualitas minyak goreng bekas. Jurnal
kimia Mulawarman Vol.4 No.2. Mei 2007. 19-25.
Kemal, P, 2000. Budidaya Pertanian. Jakarta : Sistim Informasi Manajemen
Pembangunan di Perdesaan. Vol.4 : 1- 13.
Mangkau, A, Novriany, A, Wahyu, H, Zuryati, D. 2010. Analisis Penggunaan
Gasohol Dari Limbah Kulit Pisang Terhadap Prestasi Mesin Motor Bakar
Bensin. Jurnal Teknik Mesin Vol.6. Palembang : Universitas Hasanuddin.
Msiren, O. 2010. Study adsorbsi ion logam Cu2+ menggunakan mineral lempung
asal sowi kabupaten manokwari. Jurusan Kimia FMIPA UNIPA,
Manokwari.
Munadjim, 1983. Teknologi Pengolahan Pisang. Jakarta : PT. Gramedia.

29

Nohong, 2010. Pemanfaatan Limbah Tahu Sebagai Bahan Penyerap Logam


Krom, Kadmiun dan Besi Dalam Air Lindi TPA. Jurnal Pembelajaran Sains
Vol.6 No.2. Februari 2010. 257-269.
Nurul, K. 2007. Efektivitas Penggunaan Adsorben Kulit Pisang Kepok (Musa
normalis) dalam Meningkatkan Kualitas Minyak Goreng Bekas. Vol.4 No.2
Samarinda : Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mulawarman.
Prabuwati, 2008. Buah Pisang. Teknologi Paska Panen dan Teknik Pengolahan :
Bogor.
Prawira, 2008. Pengaruh Metanol dan NaOH terhadap rendemen dan mutu
minyak jarak sebagai substitusi bahan bakar solar (Jatropha curcas
L.).Teknologi pertanian : Sumatra utara.
Rukmana, 1999. Budidaya dan Paska Panen. Yogjakarta : Kanisius.
Santi, D. 2006. Study Absorpsi Ion Pb2+ Menggunakan Jerami Padi. Skripsi
Tidak Diterbitkan. Jayapura : Jurusan Kimia FMIPA Universitas
Cendrawasi.
Suardana, I Nyoman, 2008. Optimalisasi daya adsorpsi zeolit terhadap ion
kromium (III). Kimia FMIPA Undiksha : Jurnal Penelitian dan
Pengembangan Sains & Humaniora (1). 17-33.
Supriyadi dan Satahu, 1999. Pisang Budidaya Pengelahan dan Prospek Pasar.
Jakarta: Penebar Swadaya.
Supriadi, H, 2007. Strategi Kebijakan Pembangunan Pertanian Di Papua Barat.
Analisis Kebijakan Vol.6 No.4. Desember 2008. 352-377.
Siswarni, M Z. 2007. Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Membran
Selulosa. Jurnal Teknologi Proses 6 (1). Januari 2007. 49-51. Medan :
Departemen Teknik Kimia.
Stevens, M.P. Tanpa Tahun. Kimia Polimer.Cetakan Pertama. Terjemahan oleh
Sopyan, I. 2011. Pradnya Paramita. Jakarta.
Stover, R. H., and Simmonds. N. W. 1987. Bananas. The united states of america
by bongman inc. Newyork.

30

Sutrasno, K, Lukman, M A, Manik G P, 2008. Pemanfaatan Kulit Batang Jambu

Biji (psidium guajava) Untuk Adsorpsi Cr(vi) Dari Larutan.. Part A,


28,447-457. Depok : Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Tewari, 2005. Selulosa Bakterial Nata De Coco sebagai adsorban Pada Proses
Adsorpsi Logam Crom (III). Jurnal Gradien. Vol.4 No.1. 308-313
Trisno I, 2011. Optimasi Proses Hidrolisa Pada Pembuatan Etanol Berbahan
Baku Kulit Pisang. Jakarta : PT. Penebar Swadaya.
Sutrasno, K, M. Ali Lukman dan G.P. Manik. 2008. Pemanfaatan kulit batang
jambu biji (psidium guajava) untuk adsorpsi cr(vi) dari larutan. Depok :
Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik.
Sulaeman, 2005. Analisis kimia tanah, tanaman, Air, dan pupuk. Vol.5 No.74.
Bogor : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen
Pertanian.
Yantri, 1998. Pengaruh H2SO4 dan NaOH Terhadap Luas Permukaan dan
Keasaman ALOFAN. Jurnal Kimia. Vol.2 No.6. 19-29.
Zainal, A , 2008. Beberapa Unsur Mineral Esensial Mikro Dalam Sistem Biologi

Dan Metode Analisisnya. Bogor : Balai Besar Penelitian Veteriner.

31

LAMPIRAN

LAMPIRAN A.
Skema Kerja
Limbah Biomassa
Kulit Pisang Kepok

Preparasi kulit pisang


Kepok

Kulit Pisang Kepok


teraktivasi 1,5 %
NaOH

pengaruh Variasi pH
2,4,dan 6 Terhadap
ion Cr3+

uji kinetika adsorbsi


(Variasi waktu)
30,60,90, dan 120
terhadap ion Cr3+

Penentuan
Kapasitas adsorbsi
Maksimum

Uji SSA
(Spektrometer
Serapan Atom)

Uji SSA
(Spektrometer
Serapan Atom)

Uji SSA
(Spektrometer
Serapan Atom)

Pengolahan data
(microsoft EXEL)

Pengolahan data
(microsoft EXEL)

Pengolahan data
(microsoft EXEL)

32

LAMPIRAN B.
GAMBAR KERJA

1. Limbah Kulit Pisang Kepok

4. Aktivasi menggunakan NaOH 1,5


%.

2. Pemotongan Kulit Pisang Kepok

5. Hasil aktivasi.

3. Pembuatan Kulit Pisang Kepok


Ukuran 100 mesh
33

LAMPIRAN C
DATA PERCOBAAN
Tabel C.1. Data Aktivasi kulit Pisang Kepok Menggunakan NaOH 1,5 %
Berdasarkan Variasi pH dengan Konsentrasi Larutan Cr 20 mg/L.
No

pH

Conc (mg/L)

Abs

BG

0,5155

0,0018

0,0267

0,0235

-0,0029

0,0269

0,0549

-0,0026

0,0260

Tabel C.2. Data Aktivasi kulit Pisang Kepok Menggunakan NaOH 1,5 %
Berdasarkan Variasi Waktu dengan Konsentrasi Larutan Cr 20 mg/L.
No

pH

(menit)

Conc (mg/L)

Abs

BG

30

0,4213

0,0009

0,0427

60

0,4214

0,0009

0,0400

90

0,3794

0,0005

0,0393

120

0,3751

0,0010

0,0361

Tabel C.3. Data Aktivasi kulit Pisang Kepok Menggunakan NaOH 1,5 %
Berdasarkan Variasi konsentrasi Larutan 20 ; 25 ; 50 ; 75 ; 100 mg/L.
No

pH
(optimum)

waktu ( menit ) optimum

Conc, Awal
(mg/L)

Conc
(mg/L)

Abs

BG

90

20

0,3794

0,0005

0,0393

90

25

0,2328

-0,0009

0,0349

90

50

50,276

0,0449

0,0299

90

75

48,392

0,0431

0,0302

90

100

11,9686

0,1112

0,0285

34

LAMPIRAN D
CONTOH PERHITUNGAN
1. Menghitung berat Crom yang dibutuhkan untuk membuat larutan standar Cr 1000 mg/L
dengan menggunakan rumus,
Bm Cr(NO3).6H2O
Ba Cr

x1000 mg =

222 g/mol
52 g/mol

= 4,2692 g

2. Untuk membuat larutan Crom Nitrat Cr(NO3)3 sebanyak 50 ml dengan konsentrasi 20


mg/L ; 25 mg/L ; 50 mg/L ; 75 mg/L ; 100 mg/L, Dilakukan pengenceran larutan Crom
Nitrat Cr(NO3)3 p,a, dengan menggunakan rumus pengenceran dibawah ini :
v1 x M1 = v2 x M2
Konsentrasi 100 mg/L.
v1 =

50 ml x 100 mg/L
500 mg/L

= 10 ml larutan Cr(NO3)3

Konsentrasi 75 mg/L.
v1 =

50 ml x 75 mg/L
100 mg/L

= 37,5 ml larutan Cr(NO3)3

Konsentrasi 50 mg/L.
v1 =

50 ml x 50 mg/L
100 mg/L

= 25 ml larutan Cr(NO3)3

Konsentrasi 25 mg/L.
v1 =

50 ml x 25 mg/L
50 mg/L

= 25 ml larutan Cr(NO3)3

Konsentrasi 20 mg/L,
v1 =

50 ml x 20 mg/L
50 mg/L

= 20 ml larutan Cr(NO3)3

35

3. Menghitung jumlah absorbat yang terjerap pada absorben saat kesetimbangan (Q e) :


3.1. Perhitungan absorbat yang terjerap berdasarkan variasi pH 2 ; 4 ; 6.
Pada saat pH = 2
Konsentrasi awal ( C0 )

= 20 mg/L

Konsentrasi setimbang ( Ce ) = 0,5155 mg/L


Massa adsorben

= 0,25 g

Volume adsorbat

= 0,05 L

Qe =

(Ce - C0 )
massa adsorben

( 20 0,5155 ) mg/L
Qe =

0,25 g serbuk kulit pisang

0,05 L

= 3,8969 mg Cr/g serbuk kulit pisang

Pada saat pH = 4
Konsentrasi awal ( C0 )

= 20 mg/L

Konsentrasi setimbang ( Ce ) = 0,0235 mg/L


Massa adsorben

= 0,25 g

Volume adsorbat

= 0,05 L

Qe =

(Ce - C0 )
massa adsorben

( 20 0,0235 ) mg/L
Qe =

0,25 g serbuk kulit pisang

0,05 L

= 3,9953 mg Cr/g serbuk kulit pisang

Pada saat pH = 6
Konsentrasi awal ( C0 )

= 20 mg/L

Konsentrasi setimbang ( Ce ) = 0,0549 mg/L


Massa adsorben

= 0,25 g

Volume adsorbat

= 0,05 L
36

Qe =

(Ce - C0 )
massa adsorben

( 20 0,0549 ) mg/L
Qe =

0,25 g serbuk kulit pisang

0,05 L

= 3,9890 mg Cr/g serbuk kulit pisang

3.2.Perhitungan absorbat yang terjerap berdasarkan pH optimum (pH 4) dengan variasi


waktu 30 ; 60 ; 90 ; 120 menit.
Pada saat t = 30 menit
Konsentrasi awal ( C0 )

= 20 mg/L

Konsentrasi setimbang ( Ce ) = 0,4213 mg/L


Massa adsorben

= 0,25 g

Volume adsorbat

= 0,05 L

Qe =

(Ce - C0 )
massa adsorben

( 20 0,4213 ) mg/L
Qe =

0,25 g serbuk kulit pisang

0,05 L

= 3,9157 mg Cr/g serbuk kulit pisang

Pada saat t = 60 menit


Konsentrasi awal ( C0 )

= 20 mg/L

Konsentrasi setimbang ( Ce ) = 0,4213 mg/L


Massa adsorben

= 0,25 g

Volume adsorbat

= 0,05 L

Qe =

(Ce - C0 )
massa adsorben

( 20 0,4213 ) mg/L
Qe =

0,25 g serbuk kulit pisang

0,05 L

= 3,9157 mg Cr/g serbuk kulit pisang

37

Pada saat t = 90 menit


Konsentrasi awal ( C0 )

= 20 mg/L

Konsentrasi setimbang ( Ce ) = 0,3794 mg/L


Massa adsorben

= 0,25 g

Volume adsorbat

= 0,05 L

Qe =

(Ce - C0 )
massa adsorben

( 20 0,3794 ) mg/L
Qe =

0,25 g serbuk kulit pisang

0,05 L

= 3,9241 mg Cr/g serbuk kulit pisang

Pada saat t = 120 menit


Konsentrasi awal ( C0 )

= 20 mg/L

Konsentrasi setimbang ( Ce ) = 0,4317 mg/L


Massa adsorben

= 0,25 g

Volume adsorbat

= 0,05 L

Qe =

(Ce - C0 )
massa adsorben

( 20 0,4317 ) mg/L
Qe =

0,25 g serbuk kulit pisang

0,05 L

= 3,9137 mg Cr/g serbuk kulit pisang

3.3.Perhitungan absorbat yang terjerap berdasarkan waktu optimum ( 90 menit ) terhadap


Consentrasi 20 ; 25 ; 50 ; 75 ; 100 mg/L.
Pada consentrasi 20 mg/L
Konsentrasi awal ( C0 )

= 20 mg/L

Konsentrasi setimbang ( Ce ) = 0,3794 mg/L


Massa adsorben

= 0,25 g

38

Volume adsorbat

= 0,05 L

(Ce - C0 )
Qe =

Qe =

massa adsorben

( 20 0,3794 ) mg/L
0,25 g serbuk kulit pisang

0,05 L

= 3,9241 mg Cr/g serbuk kulit pisang

Pada consentrasi 25 mg/L,


Konsentrasi awal ( C0 )

= 25 mg/L

Konsentrasi setimbang ( Ce ) = 0,2328 mg/L


Massa adsorben

= 0,25 g

Volume adsorbat

= 0,05 L

Qe =

(Ce - C0 )
massa adsorben

( 25 0,2328 ) mg/L
Qe =

0,25 g serbuk kulit pisang

0,05 L

= 4,9534 mg Cr/g serbuk kulit pisang

Pada consentrasi 50 mg/L,


Konsentrasi awal ( C0 )

= 50 mg/L

Konsentrasi setimbang ( Ce ) = 5,0276 mg/L


Massa adsorben

= 0,25 g

Volume adsorbat

= 0,05 L

Qe =

Qe =

(Ce - C0 )
massa adsorben

( 50 4,8392 ) mg/L
0,25 g serbuk kulit pisang

0,05 L

= 9,0322 mg Cr/g serbuk kulit


pisang

39

Pada consentrasi 75 mg/L,


Konsentrasi awal ( C0 )

= 75 mg/L

Konsentrasi setimbang ( Ce ) = 4,8392 mg/L


Massa adsorben

= 0,25 g

Volume adsorbat

= 0,05 L

Qe =

(Ce - C0 )
massa adsorben

( 75 5,0276) mg/L
Qe =

0,25 g serbuk kulit pisang

0,05 L

= 13,9945 mg Cr/g serbuk kulit


pisang

Pada consentrasi 100 mg/L,


Konsentrasi awal ( C0 )

= 100 mg/L

Konsentrasi setimbang ( Ce ) = 11,9686 mg/L


Massa adsorben

= 0,25 g

Volume adsorbat

= 0,05 L

Qe =

Qe =

(Ce - C0 )
massa adsorben

( 100 11,9686 ) mg/L


0,25 g serbuk kulit pisang

0,05 L

= 17,6063 mg Cr/g serbuk kulit


pisang

4. Persentase Absorbsi :
4.1.PengaruhVariasi pH
a. Pada pH 2
( 20 0,5155 ) mg/L
%=

20 mg/l

100 % = 97,4225 %

40

b. Pada pH 4
( 20 0,0235 ) mg/L
%=

20 mg/l

100 % = 99,8825 %

c. Pada pH 6

%=

( 20 0,0549 ) mg/L
20 mg/l

100 % = 97,7255 %

4.2.Pengaruh pH 4 terhadap Variasi Waktu,


a. Pada t = 30 menit

%=

( 20 0,4213 ) mg/L
20 mg/l

100 % = 97,8935 %

b. Pada t = 60 menit
( 20 0,4213 ) mg/L
%=

20 mg/l

100 % = 97,8935 %

c. Pada t = 90 menit
( 20 0,3794 ) mg/L
%=

20 mg/l

100 % = 98,1030 %

d. Pada t = 120 menit


( 20 0,3751 ) mg/L
%=

20 mg/l

100 % = 98,1245 %

41

4.3.Pengaruh pH 4 dan waktu 90 menit terhadap Variasi Konsentrasi,

a. Pada conc. 25 mg/l


( 20 0,2794 ) mg/L
%=

25 mg/l

b. Pada conc. 25 mg/l


( 25 0,2328 ) mg/L
%=

%=

25 mg/l

c. Pada conc. 50 mg/l


( 50 4,839 ) mg/L
50 mg/l

d. Pada conc. 75 mg/l


( 75 5,0276) mg/L
%=

75 mg/l

e. Pada conc. 100 mg/l


( 100 11,9686 ) mg/L
%=

100 mg/l

100 % = 98,1030 %

100 % = 99,0688 %

100 % = 89,9448 %

100 % = 93,5477 %

100 % = 88,0314 %

42

LAMPIRAN E
HASIL PERHITUNGAN
E.1. Variasi pH
Tabel E.1. Model Langmuir Pada Variasi pH.
Adsorben

pH

C1

X=Ce

Qe

Y=Ce/Qe

Q1

Kl

Qmodel

Aktivasi
NaOH 1,5
%

2
4
6

20
20
20

0,5155
0,0235
0,0549

3,8969
3,9953
3,989

0,132284637 3,889537145 0,001166861 0,088700961


0,005881911 3,889537145 0,001166861 0,088700961
0,013762848 3,889537145 0,001166861 0,088700961

Gambar E.1. Hubungan antara Ce/Qe terhadap Ce pada pH.


E.2. Variasi Waktu.
Tabel E.2. Model Langmuir Pada pH Optimum terhadapa Variasi Waktu.
Adsorben

C1

x=Ce

Qe

Y=Ce/Qe

Q1

Kl

Qmodel

Aktivasi
NaOH 1,5
%

30
60
90
120

20
20
20
20

0,4213
0,4213
0,3794
0,3751

3,9157
3,9157
3,9241
3,9137

0,107592512
0,107592512
0,09668459
0,095842809

3,840245776
3,840245776
3,840245776
3,840245776

0,008064516
0,008064516
0,008064516
0,008064516

0,533367469
0,533367469
0,533367469
0,533367469

43

Gambar E.2. Hubungan antara Ce/Qe terhadap Ce pada Waktu.


E.3. Variasi Konsentrasi
Tabel E.3. Model langmuir pada pH optimum terhadap variasi konsentrasi.
Adsorben

C1

x=Ce

Qe adsorpsi

Y=Ce/Qe

Q1

Kl

Qmodel

2
90
90
90
90
90

3
20
25
50
75
100

4
0,3794
0,2328
4,8392
5,0276
11,9686

6
3,3794
4,95344
9,03216
13,99448
17,60628

7
0,11226845
0,046997642
0,535774388
0,359255935
0,679791529

8
588,2352941
588,2352941
588,2352941
588,2352941
588,2352941

9
154,7647059
154,7647059
154,7647059
154,7647059
154,7647059

10
588,0453137
588,0833
588,1592872
588,1846207
588,1972882

Aktivasi
NaOH 1,5
%

Gambar E.3. Hubungan antara Ce/Qe terhadap Ce pada kosentrasi.


44