Anda di halaman 1dari 32

RUBELLA

KELOMPOK 6:
MARITA WAYANGKAU
MAYLIN KREY
MILKA KOGOYA
NATALIA KAIGERE
NATALIA RONI
NEIL AMSTRONG KERI AYOMI
OTTOWGEISSLER Y. M. PAIKI

DEFINISI
Rubella adalah virus saluran nafas. Rubella
(berarti merah kecil) pertama kali
dibedakan dari campak oleh seorang dokter
jerman, dan disebut juga german measles.
Virus ini menimbulkan gejala demam akut
yang ditandai oleh ruam kulit dan
limfadenopati auricular posterior dan
suboccipital yang menyerang anak-anak dan
dewasa muda.

ETIOLOGI
menyebabkan abnormalitas serius pada
janin
termasuk malformasi kongenital dan
retardasi mental.
Akibat rubella dalam rahim berkenan
dengan sindroma rubella kongenital.
disebabkan oleh suatu virus RNA dari
golongan Togavirus.

MORFOLOGI
Rubella family Togaviridae
genus Rubivirus
70 nm, genom RNA (+)
untai tunggal (single stranded) dan intinya
dikelilingi oleh selubung lipoprotein.
Amplop yang melingkari partikel mengandung
dua glikoprotein.
rubella tidak ditularkan melalui arthropoda.
Virus ini diinaktivasi oleh pH asam, panas,
pelarut organik, dan deterjen

GENOM
Genome beruntai tunggalRNA
daripolaritas (+)yang dikelilingi oleh
ikosahedralkapsid.
RNA-genom dalam kapsid memiliki
panjang sekitar 9'757nukleotidadan
encode selama dua non-struktural serta
tiga protein struktural.The kapsid protein
dan duaglikosilasiprotein amplop E1 dan
E2 menebus tiga struktural protein

KLASIFIKASI
Virus Rubella, termasuk dalam
kumpulan IV ((+) ssRNA)
family Togaviridae,
genus Rubivirus.
Virus rubella dapat menyebabkan infeksi
rubella postnatal dan rubella kongenital.

RUBELLA POSTNATAL

Riwayat Penyakit:
PATOGENESIS DAN PATOLOGI
Terjadi Infeksi diseluruh mukosa saluran
pernafasan atas pada neonatal, dan dewasa .
Permulaan terjadi Replikasi virus di dalam saluran
pernapasan, diikuti oleh perkembangbiakan
dalam limfonodi servikal.

Lanjutan..
Viremia terjadi setelah 5 7 hari dan
berlangsung sampai timbulnya antibody
sekitar hari ke 13 15.
Pembentukan antibody yang bersamaan
dengan penampakan ruam kulit, menunjukkan
suatu dasar imunologis ruam kulit.
Setelah ruam kulit timbul, virus tetap dapat
terdeteksi hanya di nasofaring, dimana ia bisa
bertahan selama beberapa minggu.

Temuan Klinis
Malaise,
Demam berderajat rendah,
Dan ruam kulit morbilliform yang timbul pada hari
yang sama.
Ruam kulit dimulai dari wajah dan meluas
keseluruh badan dan ekstremitas, dan jarang
berlangsung lebih dari 3 hari.

Lanjutan.
Tidak terdapat gambaran ruam kulit yang
patognomonika.
Kecuali terjadi suatu epidemic, penyakit
ini sulit didiagnosis secara klinis,
karena ruam kulit yang disebabkan oleh
virus lain (misalnya enterovirus), sama.
Terdapat limfadenopati auricular
posterior dan suboksipital.

Lanjutan.
Arthraglia dan arthritis sementara
sering terlihat pada wanita.
Penyulit yang jarang meliputi
purpura trombositopenia dan
ensefalitis.

Pemeriksaan Laboratorium
Isolasi dan identifikasi virus
Serologi

Isolasi dan identifikasi virus


swab nasofaring dan tenggorokan yang
diambil dalam 3-4 hari setelah
timbulnya gejala merupakan sumber
terbaik untuk virus rubella.
Berbagai lini sel kultur jaringan kera
(BSC-1, Vero) atau kelinci (RK-13, SIRC)
asli, juga kultur ginjal kera hijau Afrika
primer, bisa dipakai.

Lanjutan..
Rubella menimbulkan efek sinopati
yang tidak begitu mencolok pada
kebanyakan lini sel. Dengan
menggunakan sel-sel yang di
kultur dalam vial, antigen virus
dapat terdeteksi dengan
imunofluoresen 3-4 hari pasca
inokulasi.

Serologi
Tes HI adalah tes standart untuk
serolog rubella. Tetapi serum
harus diberi perlakuan tertentu
sebelumnya untuk meniadakan
penghambat non spesifik sebelum
di tes.

Lanjutan.
Tes ELISA lebih disukai karena
tidak membutuhkan perlakuan
tertentu sebelumnya dan dapat
disesuaikan untuk mendeteksi IgM
spesifik.
Deteksi IgG adalah bukti imunitas,
karena hanya ada satu serotype
pada virus rubella.

PENANGANAN
dapat sembuh sendiri
tidak memerlukan pengobatan khusus
tertentu.
test laboratorium pada 3-4 bulan pertama
kehamilan hampir selalu menyebabkan
infeksi janin.
penyuntikan Immunoglobulin intra vena
(IGIV) pada ibu.
Diimunisasi sewaktu hamil muda

RUBELLA KONGENITAL

RIWAYAT PENYAKIT
PATOGENESIS DAN PATOLOGI
Viremia maternal -> infeksi selama kehamilan ->
infeksi plasenta dan janin.
Hanya sejumlah terbatas sel janin yang terinfeksi.
Tidak menghancurkan sel, namun rasio
pertumbuhan sel yang terinfeksi , -> sel dalam
organ yang terkena jumlahnya lebih sedikit pada
waktu lahir.
Infeksi -> kekacauan dan hipoplasia perkembangan
organ -> anomali struktual pada bayi baru lahir.

Lanjutan.
Saat infeksi janin, menentukan luasnya efek
teratogenik. Secara umum,semakin awal infeksi
terjadi selama kehamilan adalah yang paling kritis.
Infeksi rubella internal yang tidak jelas juga ->
kematian janin dan absorbsi spontan.
Infeksi rubella dalam rahim -> virus menetap
secara kronis pada neonatus. Saat lahir, virus
dengan mudah terdeteksi dalam sekresi faring,
berbagai organ, aliran serebrospinal urin, dan rectal
swab .
Eskresi virus biasa berlangsung selama 12-18 bulan
setelah kelahiran, tetapi tingkat pelepasan
berangsur-angsur menurun seiring bertambahnya
usia.

TEMUAN KLINIS
Gambaran klinis sindroma rubella kongenital
dapat dikelompokan dalam tiga kategori besar :

Efek sementra pada bayi


Manifestasi permanen yang bisa timbul saat
lahir atau dikenali selama tahun pertama
dan,
Abnormalitas perkembangan yang tampak
dan berlanjut selama masa anak-anak dan
adolesen.

Tidak Permanen
Beberapa bayi yang terinfeksi virus tampak
normal pada waktu lahir tapi abnormalitas
timbul belakangan.
Bayi-bayi ini bisa berperan sebagai sumber
penularan di rumah sakit dan di rumah.
Disebabkan oleh infeksi kronis virus rubella,
pasien mempunyai titer antibodi rubella yang
tinggi, dan virus diisolasi dari jaringan otak
melalui teknik penanaman.

Permanen
Kerusakan permanen yang paling sering adalah
penyakit jantung kongenital (duktus arteriosus
persisten, stenosis aorta dan pulmoner,
stenosis katup pulmoner, defek septum
ventrikuler atau atrial), kebutaan atau parsial
(Katarak, glaucoma, chorioretinitis), dan
ketulian neurosensorik. Bayi juga bisa
menunjukan gejala retardasi pertumbuhan
sementara, Kegagalan pertumbuhan,
hepatosplenimegali, purpura trombositopeni,
anemia, osteitis, dan meningoensofalitis.

Abnormalitas pada
perkembangan
retardasi mental sedang sampai berat.
Kelainan psikiatri dan manifestasi perilaku
bisa terjadi pada anak usia sekolah dan
prasekolah.
Manifestasi ensefalitis sindroma rubella
kongenital menetap dan beragam, pada anak
usia 9-12 tahun menunjukan kelemahan
belajar yang signifikan, keseimbangan yang
buruk, kelemahan otot, dan defisit persepsi
taktil.

DIAGNOSIS LABORATORIUM
Bayi yang terinfeksi dalam rahim melepaskan banyak
virus pada sekresi faring dan cairan tubuh lainnya
sampai berusia 18 bulan.
Virus telah banyak di temukan dari berbagai jaringan
pada pengujian postmortem.
Penapakan antibody rubella dari kelas IgM pada bayi
merupakan diagnosis rubella kongenital.
Antibodi IgM tidak menembus plasenta, sehingga
menunjukan bahwa mereka pasti disintesis oleh bayi
pada saat berada dalam rahim.
menunjukan kelemahan imunitas cell mediated
spesifik untuk virus rubella.

PENCEGAHAN, PENGENDALIAN, &


PENGOBATAN
Pencegahan : Perkembangan pesat
vaksin rubella dapat mencegah rubella
kongenital.
Pengendalian : Untuk memberantas
rubella dan sidroma rubella kongenital,
penting untuk mengimunisasi wanita
pada usia subur seperti juga anak usia
sekolah.

pemberian vaksin virus hidup galur RA 27/3.


Vaksin rubella hidup ini disuntikan subkutan sendiri
atau bersama dengan vaksin campak dan gondong
(vaksin MMR-II). Vaksin ini memberikan perlindungan
95 %.

Kebanyakan tidak memerlukan terapi khusus


jika komplikasi terjadi lakukan pengobatan
simptomatis dan suportif.
Sampai saat ini terapi virus rubella belum
ditemukan

Kesimpulan
Rubella adalah virus saluran nafas.
Rubella (berarti merah kecil). Virus
Rubella, termasuk dalam kumpulan
IV ((+) ssRNA)
family Togaviridae,
genus Rubivirus.
Virus rubella dapat menyebabkan infeksi
rubella postnatal dan rubella kongenital.

o Untuk memberantas atau mencegah rubella


dan sidroma rubella kongenital, penting untuk
mengimunisasi wanita pada usia subur seperti
juga anak usia sekolah.
atau dengan pemberian vaksin virus hidup
galur ra 27/3.

Sampai saat ini terapi virus rubella


belum ditemukan

TERIMA KASIH

Have A Good Day


Have A Good Day
God
GodBless
Bless