Anda di halaman 1dari 32

LEDAKAN

BOM

Referat

TRAUMA LEDAKAN BOM


Disusun oleh:
Khumaisiyah, S.Ked
Rio Yus Ramadhani, S.Ked
Hustinoprianrest, S.Ked
Pembimbing
dr. Indra Sakti Nasution, Sp.F

BAB I
PENDAHULUAN

>>
Teroris

LEDAKAN
KERUSAKAN MULTISISTEM

BENDA MATI

Bangunan hancur
kaca-kaca pecah
Benda yang
menggantung
berjatuhan

MAKHLUK HIDUP

Trauma ledakan
(blast injury)

Area sekitar hotel Sarinah, Jakarta Pusat pada

Kamis pagi, 14 Januari 2016. Ledakan tersebut


tergolong low explosive (ledakan berkekuatan
rendah) dan di dalam bom ditemukan isi bom
berupa paku, mur, lempengan berbentuk bulat,
sebuah penutup menggunakan aki motor dan
pemicu bohlam lampu seta pembungkusnya
menggunakan pipa besi. Pada ledakan ini
mengakibatkan 8 orang meninggal dan 25 lainnya
luka pada bagian ekstremitas, punggung, kepala,
mata sampai patah tulang leher bagian belakang.
s

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Definisi Trauma Ledakan


Luka ledakan adalah luka yang disebabkan

berada di dekat ledakan.


Blast
(shock)
gelombang
menyebabkan
cedera akibat pembebanan eksternal yang
sangat pesat dalam tubuh dan organ yang
dapat menyebabkan cedera internal di udara
yang mengandung organ eksternal tanpa
tanda-tanda trauma
3 komponen: fase positif, fase negatif dan
blast wind atau mengikuti pergerakan angin

Bahan Peledak
Bahan peledak (explosive) adalah bahan atau zat yang berbentuk

cair, padat, gas atau campurannya yang apabila dikenai suatu aksi
berupa panas, benturan, gesekan akan berubah secara kimiawi
menjadi zat-zat yang lebih stabil yang sebagian besar atau
seluruhnya berbentuk gas dan perubahan tersebut berlangsung
dalam waktu yang amat singkat, disertai efek panas dan tekanan
yang tinggi.

Klasifikasi Bahan Peledak


Pemakaian

Bahan peledak militer


(bursting)
Bahan peledak komersial
(blasting)
Kecepatan rambatnya
High Explosive (high action
explosive)
Low explosive atau blasting
agent
Komposisinya
Bahan peledak tunggal
Bahan peledak campuran
Kepekaannya

Mekanisme Ledakan
Reaksi
Peledakan

Reaksi Eksplosif

Katalis
Padat atau Cair

Tekanan

Gas
Gelombang

Fase
Positi
f

Fase
Negati
f

Blast
Wind

Kompresi udara di depan gelombang


ledakan
Peningkatan yang cepat dari tekanan
dalam gelombang
Penurunan tekanan di bawah
tekanan udara lingkungan

Gas
Udara dalam volume besar
bergeser

Klasifikasi Trauma Ledakan


Kategori

Karakteristik

Bagian Tubuh Terkena

Primary

Unik untuk HE, hasil dari dampak


gelombang selama tekanan dengan
permukaan tubuh.

Struktur diisi gas terutama


paru-paru, saluran pencernaan,
dan telinga bagian tengah.

Secondary

Hasil dari terbang puing-puing dan


pecahan bom.

Setiap bagian tubuh yang


mungkin akan terpengaruh.

Hasil dari individu yang dilemparkan oleh


angin ledakan.

Setiap bagian tubuh yang


mungkin akan terpengaruh.

Semua ledakan yang berhubungan dengan


cedera, penyakit, atau penyakit bukan
karena primer, sekunder, atau tersier
mekanisme. Termasuk eksaserbasi atau
komplikasi dari kondisi yang ada.

Setiap bagian tubuh yang


mungkin akan terpengaruh.

Tertiary

Quaternary

Jenis Cedera
Blast lung (pulmonary
barotrauma) , Abdomen
pendarahan dan perforasi,
Membran timpani pecah.

Menembus balistik (fragmentasi)


atau cedera tumpul, penetrasi
mata.

Fraktur, amputasi, cedera otak


tertutup dan terbuka.

Burns (flash, parsial, dan


ketebalan penuh), crush, angina,
hiperglikemia, hipertensi, Asma,
PPOK atau masalah pernafasan
lainnya, cedera otak tertutup dan
terbuka.

Gejala Klinis Trauma Ledakan


Sistem

Cedera atau Kondisi

Auditori

Membran timpani pecah, gangguan ossicular, kerusakan koklea, asing


tubuh

Mata, Orbita, Wajah Berlubang dunia, benda asing, emboli udara, patah tulang
Pernafasan

Ledakan paru-paru, hemothorax, pneumotoraks, luka memar paru dan


perdarahan, fistula AV (sumber emboli udara), kerusakan epitel
saluran napas, aspirasi pneumonitis, sepsis

Pencernaan

Perforasi usus, perdarahan, pecah hati atau limpa, sepsis, iskemia


mesenterika dari emboli udara

Peredaran darah

Jantung memar, infark miokard dari emboli udara, shock, hipotensi


vasovagal, cedera pembuluh darah perifer, emboli udara yang
disebabkan cedera

Cedera SSP

Gegar otak, cedera otak terbuka dan tertutup, stroke, cedera tulang
belakang, emboli udara yang disebabkan cedera

Cedera ginjal

Ginjal

memar,

luka,

gagal

ginjal

akut

karena

rhabdomyolysis,

hipotensi, dan hipovolemia


Cedera ekstremitas Trauma

amputasi,

patah

tulang,

luka

menghancurkan,

sindrom

kompartemen, luka bakar, luka, lecet, oklusi arteri akut, emboli udara

Perjalanan Klinis Akibat Cedera Ledakan


Gejala

Akut (0-2 Jam)

Konstitusional

Localized

Dyspnea
Malaise
Apati
Amnesia

Subakut (2-48 Jam)

Pleuritic Chest Pain

Batuk non-produktif
Cardiac Chest Pain

Sakit perut

Hematochezia

Hematemesis
Sakit Telinga

Gangguan Pendengaran

Vertigo Jangar
Balance Problems Saldo Masalah
Sakit mata
Perubahan Visual
Focal Numbness
Parestesia

Kronis (> 48
Jam)

Dyspnea Semakin memburuk


Demam

Baru atau Sakit Dada


Progresif
Batuk Produktif
Emesis empedu
Baru atau Sakit perut
Progresif
Mual
Dorongan untuk buang air
besar
Tinnitus

Gangguan
Pendengaran
persisten

Pemeriksaan Fisik pada Cedera Ledakan


Tanda

Akut (0-2 Jam)

Subakut (2-48 Jam)

Inspeksi

Menembus trauma
Trauma amputasi
Aktivitas kejang
Kesulitan pernafasan
Hemoptisis
Pharyngeal petechiae
Lidah blansing
Tergantung pada macam bintik-bintik dari kulit non
Tidak memadai ekspansi dinding dada
Lecet

Auskultasi

Nafas asimetrik Sounds


Rales
Wheezes

Nafas Baru asimetrik Sounds

Palpation

Emfisema subkutan
Abdominal Tenderness
Spinal deformity or Tenderness

Baru atau nyeri perut progresif


Abdominal rigidity or rebound
tenderness

Percussion

Dada simetris Perkusi

Lain

Status Diubah Mental


Focal Neurologic Deficit

Demam
Delayed Shock

Trauma Psikologi Pasca


Ledakan
Gejala Stres Pasca trauma (Post-Traumatic Stress
Disorder / PTSD) dikelompokkan dalam 3
kategori utama. Diagnostik dapat ditegakkan
jika gejala dalam tiap kategori berlangsung
selama lebih dari satu bulan.
Mengalami

kembali
kejadian
traumatic
(Re-experiencing)
Penghindaran stimuli yang diasosiasikan dengan
kejadian terkait atau mati rasa dalam
responsivitas (Avoidance)
Gejala peningkatan ketegangan (Arousal)

Penatalaksanaan Trauma Ledakan


Advance

Trauma Life Support (ATLS) dan


penanganan korban masal.

Setelah

kondisi pasien stabil, dilakukan


anamnesis dan pemeriksaan fisik yang
menyeluruh.
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan tambahan

Hukum Terkait Trauma


Ledakan
KUHP Bab VII - Kejahatan Yang Membahayakan

Keamanan Umum Bagi Orang Atau Barang


Pasal 187
Barang siapa dengan sengaja menimbulkan
kebakaran, ledakan, atau banjir, diancam:
Dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun,

jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya


umum bagi barang;
Dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun,
jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya
bagi nyawa orang lain;
Dengan pidana penjara seumur hidup atau selama
waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika
karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi
nyawa orang lain dan meng- akibatkan orang mati.

Hukum Terkait Trauma


Ledakan
Pasal 187 bis

Barang siapa membuat, menerima, berusaha


memperoleh,
mempunyai
persediaan,
menyembunyikan, mengangkut otau memasukkan
ke Indonesia bahan-bahan, benda- benda atau
perkakas-perkakas yung diketahui atau selayaknya
harus diduga bahwa diperuntukkan, atau kalau ada
kesempatan
akan
diperuntukkan,
untuk
menimbulkan ledakan yang membahayakan nyawa
orang atau menimbulkan bahaya umum bagi barang,
diancam dengan pidana penjara paling lama delapan
tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Hukum Terkait Trauma


Ledakan
Pasal 188 ( L.N. 1960 - 1)
Barang

siapa karena kesalahan


(kealpaan) menyebabkan kebakaran,
ledakan atau banjir, diancam dengan
pidana penjara paling lama lima
tahun atau pidana kurungan paling
lama satu tahun atau pidana denda
paling banyak empat ribu lima ratus
rupiah, jika karena perbuatan itu
timbul bahaya umum bagi barang,
jika karena perbuatan itu timbul
bahaya bagi nyawa orang lain, atau
jika
karena
perbuatan
itu
mengakibatkan orang mati.

Hukum Terkait Trauma


Ledakan
Pasal 382
Barang

siapa
dengan
maksud
untuk
menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara
melawan hukum. atas kerugian penanggung
asuransi atau pemegang surat bodemerij yang sah.
menimbulkan kebakaran atau ledakan pada suatu
barang yang dipertanggungkan terhadap bahaya
kebakaran, atau mengaramkan. mendamparkan.
menghancurkan, merusakkan. atau membikin tak
dapat dipakai. kapal yang dipertanggungkan atau
yang muatannya maupun upah yang akan diterima
untuk
pengangkutan
muatannya
yang
dipertanggungkan, ataupun yang atasnya telah
diterima uang bode- merij diancam dengan pidana
penjara paling lama lima tahun.

Hukum Terkait Trauma


Ledakan
Pasal 479h
Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan

diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum,


atas kerugian penanggung asuransi menimbulkan
kebakaran atau ledakan, kecelakaan, kehancuran,
kerusakan atau membuat tidak dapat dipakainya
pesawat udara, yang dipertanggungkan terhadap
bahaya tersebut di atas atau yang dipertanggungkan
muatannya maupun upah yang akan diterima untuk
pengangkutan
muatannya,
ataupun
untuk
kepentingan muatan tersebut telah diterima uang
tanggungan, dipidana dengan pidana penjara
selama-lamanya sembilan tahun.

BAB III
KESIMPULAN

KESIMPULAN
Kerusakan multisistem cedera yang mengancam hidup

terhadap satu atau beberapa korban secara bersamaan.


Luka ledakan adalah luka yang disebabkan oleh berada di
dekat ledakan.
Bahan peledak (explosive) adalah bahan atau zat yang
berbentuk cair, padat, gas atau campurannya yang apabila
dikenai suatu aksi berupa panas, benturan, gesekan akan
berubah secara kimiawi menjadi zat-zat yang lebih stabil
yang sebagian besar atau seluruhnya berbentuk gas dan
perubahan tersebut berlangsung dalam waktu yang amat
singkat, disertai efek panas dan tekanan yang tinggi yang
dikategorikan sebagai bahan peledak energi tinggi dan
bahan peledak energi rendah.
3 gambaran : fase positif, fase negative serta mass
movement of air (blast wind) dan kemudian kembali
normal.

Cont.....
Klasifikasi trauma ledakan;
Primer; cedera langsung yang disebabkan oleh ledakan

tekanan gelombang yang sangat tinggi, atau


gelombang kejut.
Sekunder; akibat dari fragmen-fragmen bom dan objek
lain yang didorong oleh ledakan seperti puing-puing
benda, pecahan kaca, potongan logam dan beton.
Tersier; cedera pada individu yang terbentur objek
padat akibat ledakan.
Kuarter; Cedera Kuarter; semua jenis cedera selain dari
klasifikasi luka primer, sekunder dan tersier.
Penatalaksanaan pasien dengan trauma ledakan

sebaiknya dilakukan berdasarkan standar Advance


Trauma Life Support (ATLS) dan penanganan korban
massal.

THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai