Anda di halaman 1dari 21

PROSES PEMBELAJARAN

Implementasi Kurikulum 2013


DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

2014

Age
1. LATAR BELAKANG
nda:

2. PENDAHULUAN
3. KEGIATAN INTI

4. KEGIATAN PENUTUP

Latar Belakang
Standar Proses adalah kriteria mengenai
pelaksanaan pembelajaran pada satuan
pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi
Lulusan
Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan
diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik
Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada
pengembangan ketiga ranah tersebut secara
utuh/holistik, artinya pengembangan ranah yang

Tujuan
Secara umum paparan ini bertujuan untuk
memberikan
gambaran
mekanisme
pelaksanaan proses pembelajaran di SMA,
dan secara khusus untuk:
1. Memberikan
pemahaman
tentang
tahapan pembelajaran yang dimulai dari
kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan
kegiaan penutup;
2. Memberikan
pemahaman
tentang
metode pembelajaran yang mengarah
pada pendekatan saintiifik;

TAHAPAN PROSES
PEMBELAJARAN
kegiatan pembuka
Kegiatan
Pendahuluan

Perencanaan
(RPP)

Kegiatan
Inti

Kegiatan
Penutup

yang bertujuan untuk


memberikan arahan
dan mempersiapkan
peserta
kegiatandidik
yangdalam
menghadapi
proses
dirancang untuk
pembelajaran
memberikan
pengalaman belajar
yang melibatkan
proses mental dan
fisik melalui interaksi
dengan
merupakan
kegiatan
menggunakan
akhir
dari seluruh
pendekatan
saintifik
rangkaian kegiatan
pembelajaran dalam
satu tatap muka

Kegiatan PENDAHULUAN

Orientasi tujuan yaitu menyiapkan peserta didik


secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran; menjelaskan tujuan pembelajaran
atau kompetensi dasar yang akan dicapai serta
menyampaikan garis besar cakupan materi dan
penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan
peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan
atau tugas;
Motivasi yaitu memberi motivasi belajar siswa
secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi
materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan
memberikan contoh dan perbandingan lokal,
nasional dan internasional;
Apersepsi yaitu mengajukan pertanyaan-

Kegiatan INTI
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran
untuk mencapai tujuan yang mengacu pada
kompetensi dasar (KD) yang dilakukan secara
interaktif,
inspiratif,
menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang
yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik

PEMBELAJARAN
PENDEKATAN SAINTIFIK
(SCIENTIFIC APPROACH)

PRINSIP PEMBELAJARAN

Berpusat pada peserta didik


Mengembangkan kreatifitas peserta didik
Menciptakan kondisi menyenangkan dan
menantang
Bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan
kinestetika
Pembelajaran harus beregeser dari diberi tahu
menjadi aktif mencari tahu
Menyediakan pengalaman belajar yang beragam
melalui penerapan berbagai strategi dan metode
pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual,
efektif, efisien, dan bermakna

Langkah-Langkah
Pembelajaran

5M
Observing
(mengamat
i)

Questioni
ng
(menanya
)

Mengump
ulkan
Informasi

Assosiatio
n
(mengasosi
asi)

Networkin
g
(Mengko
munikasik
an)

Pendekatan Ilmiah dalam Pembelajaran


10

PEMBELAJARAN
SAINTIFIK

SISWA
AKTIF
MENCAR
I TAHU

SETIAP
LANGKA
H
HARUS
DILATIH

PENGUA
TAN
PADA
SETIAP
MATA
PELAJAR
AN

SETIAP
LANGKA
H
DINILAI

RELASI FUNGSIONAL BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Proses Pembelajaran

Capaian pembelajaran
Sikap

Mengamati

Menerima

Mengingat

Mengamati

Menanya
Mengumpulk
an
informasi
Mengasosiasi

Menjalankan

Memahami

Menanya

Menghargai

Menerapkan

Mencoba

Menghayati,

Menganalisis

Menalar

Mengkomunikasikan

Mengamalkan Mengevaluasi Menyaji

3
4
5

12

Pengetahuan Keterampilan

Mencipta

Mencipta

PEMBELAJARAN SAINTIFIK
KEGIATAN
MENGAMATI

AKTIVITAS BELAJAR

Melihat, mengamati, membaca, mendengar,


menyimak (dengan atau tanpa alat), melihat
Mengajukan pertanyaan dari faktual sampai
MENANYA
yg bersifat hipotesis
Daiwali dengan bimbingan guru sampai
dengan mandiri (menjadi suatu kebiasaan)
Menetukan data yang diperlukan dari
MENGUMPULKAN
INFORM/EKSPERIME pertanyaan yg diajukan
Menentukan sumber data (benda, dukumen,
N
buku, eksperimen)
Mengumpulkan data
Menganalisi data dalam benuk membuat
MENGASOSIASI
kategori, menentukan hub data/kategori
Menyimpulkan dari hasil analisis data
Dimulai dari prestructural, uninstructuralmultistructural, relational extended abstract

LANGKAH PEMBELAJARAN
LANGKAH KEGIATAN BELAJAR
PEMBELAJ
ARAN
MENGAMATI Melihat, mengamati,
membaca,
mendengar,
menyimak (dengan
atau tanpa alat),
melihat

MENANYA

Mengajukan
pertanyaan ttg

KOMPETENSI
YANG
DIKEMBANGKAN
Melatih
kesungguhan,
kesabaran, ketelitian
dan mampu
membedakan
inforamasi yg umum
dan khusus,
kemampuan berpikir
analistis, kritis,
deduktif, dan
komprehensif
Mengembangkan
kreatifitas, rasa

LANGKAH PEMBELAJARAN
LANGKAH
PEMBELAJA
RAN
MENGUMPU
LKAN
INFORMASI/
EKSPERIMEN

KEGIATAN
BELAJAR

KOMPETENSI YANG
DIKEMBANGKAN

Melakukan
eksperimen
Membacas sumber
lain selain buku
teks
Mengamati
objek/kejadian/akti
fitas
Wawancara
dengan nara
sumber

Mengembangkan
sikap teliti, jujur,
sopan, mengahrdgai
orang lain,
kemampuan
berkomunikasi,
menerapkan
kemampuanmengump
oulkan informasi
melalui berbagai cara
yg dipelajari,
mengembangkan
kebbiasaan dan
belajar sepanjang

MODEL PEMBELAJARAN

MODEL
PEMBELAJARAN

Inquiry
Based
Learning
Discovery
Based
Learning
Problem
Based
Learning
Project
Based
Learning

MODEL PEMBELAJARAN

Inkuiry adalah suatu proses untuk memperoleh


dan mendapatkan informasi dengan melakukan
observasi atau eksperimen untuk mencari
jawaban atau memecahkan masalah terhadap
pertanyaan atau rumusan masalah dengan
menggunakan kemampuan berpikir kritis dan
logis.

Discovery Based Learning adalah model


pembelajaran yang mendorong siswa belajar
dengan menemukan sendiri pemahaman
terhadap suatu konsep melalui proses eksplorasi
dan pemecahan masalah untuk memperoleh
pengetahuan baru dan/atau

MODEL PEMBELAJARAN

Pembelajaran Berbasis Masalah adalah


pembelajaran yang menggunakan masalah
nyata dalam kehidupan sehari-hari (otentik)
yang bersifat terbuka (open-ended) untuk
diselesaikan oleh peserta didik untuk
mengembangkan keterampilan berpikir,
keterampilan menyelesaikan masalah,
keterampilan sosial, keterampilan untuk
belajar mandiri, dan membangun atau
memperoleh pengetahuan baru.

Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan


metode pembelajaran yang berfokus pada
peserta didik dalam kegiatan pemecahan

Kegiatan PENUTUP

membuat rangkuman/simpulan
pelajaran,
melakukan penilaian dan/atau refleksi
terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan secara konsisten dan
terprogram,
memberikan umpan balik terhadap
proses dan hasil pembelajaran,
merencanakan kegiatan tindak lanjut
dalam bentuk pembelajaran remedi,
program pengayaan, layanan konseling

HASIL BELAJAR
KETERAMPILAN

SIKAP
PENGETAHUAN

Terimakasih
Semoga bermanfaat