Anda di halaman 1dari 14

Fakultas Kedokteran

Universitas Alkhairaat

Laporan Tutorial Kelompok


Palu, 4 Mei 2015

SISTEM TUMBUH KEMBANG ANAK


MODUL 1

Disusun Oleh
Kelompok : II (Dua)
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ade Indra Ari Utama


(12777012)
Inayah Nafis Zaizafun
(12777013)
Rahmatia Anwar (12777014)
A.Aulia Ladies Melani
(12777015)
M.Icfan Nabiu
(12777016)
Muh Rifqie
(12777017)

Pembimbing

8.
9.
10.
11.
12.
13.

Fatimah Rahman
(12777019)
Moh. Noval Farlan (12777020)
Meisel Adelin
(12777021)
Andi Tricilia Dwi Puspa
(12777022)
Yuli Safitri
(12777058)
Faraihun Bachmid (12777059)

: dr. Nasrun, SH

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
PALU
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Skenario
Ibu Maryam membawa anak A laki-laki ke Puskesmas tanggal 5 Oktober
2014, karena pemeriksaan rutin dan melanjutkan vaksinasi. Identitas A lahir
tanggal 17 Desember 2013, ditolong oleh bidan, BB lahir 3200 gram, PB 50 cm,
LK 32 cm, segera menangis, menurut ibu kepala bayi sejak lahir ada bengkak di
puncak kepala dan menghilang 3 hari kemudian, anomali lainnya tak ditemukan.
Usia 4 hari kulit bayi tampak kuning seluruh tubuh, dan kejang 1 kali. Anak
mendapat ASI hingga sampai saat ini dan bubur susu, riwayat vaksinasi waktu
lahir dapat Hep B0, polio saat pulang RS, BCG usia 2 bulan, DPT1/Hep B 2
bulan, DPT2/Hep B 3 bulan.
Pada pemeriksaan : BB 7000 gram (2 bulan lau berturut-turut 6700 gram,
6900 gram), PB 67 cm, 2 bulan lalu 60 cm (TB ayah 160 cm, ibu 152 cm), LK 42
cm. kepala sudah bisa tegak, anak belum bisa duduk, mengoceh dan ucapan
papapapa, mammamama. Anak bisa senyum spontan dan bisa menoleh ke arah
sumber suara. Di rumah ada baby walker dan mainan kerincingan.
B. Kata kunci
1. Anak laki-laki
2. Ke Puskesmas 5 Oktober 2014
3. Pemeriksaan rutin dan melanjutkan vaksinasi
4. Riwayat lahir:
a. BBL
: 3200 gram (normal)
b. PB
: 50 cm (normal)
c. LK
: 32 cm (normal)
d. Trauma lahir
e. Ikterus fisiologis
f. Kejang 1 kali
5. Riwayat imunisasi tidak lengkap
6. Riwayat pertumbuhan:
a. BB 10 bulan tidak sesuai
b. PB 10 bulan
c. 160+152+13 8,5 =
171 cm (maks)
2
154 cm (min)
7. Riwayat perkembangan:
a. Perkembangan motorik kasar lambat
b. Perkembangan motorik halus lambat
c. Perkembangan bahasa lambat
8. Riwayat ASI eksklusif
C. Pertanyaan

1. Sebutkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan


perkembangan anak!
2. Bagaimana status pertumbuhan, status perkembangan dan status gizi?
3. Apakah ikterus pada bayi termasuk fisiologis atau patologis? Jelaskan!
4. Apa penyebab dan dampak kejang terhadap pertumbuhan dan
perkembangan anak?
5. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan/perilaku anak normal sesuai
dengan usia pada skenario?
6. Bagaimana mekanisme bengkak di kepala serta hubungannya dengan
gejala-gejala pada skenario?
7. Apa saja jenis imunisasi dan kapan seharusnya diberikan?

BAB II
PEMBAHASAN
1. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak
A. FAKTOR GENETIK
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir
proses tumbuh kembang anak. Melalui instruksi genetik yang terkandung
di dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan kualitas dan
kuantitas pertumbuhan
B. FAKTOR LINGKUNGAN
1) Lingkungan Pranatal
Gizi ibu pada waktu hamil
Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu
sedang hamil, lebih sering menghasilkan bayi dengan BBLR (Berat
Badan Lahir Rendah) atau lahir mati.
Mekanis
Trauma dan cairan ketuban yang kurang dapat menyebabkan kelainan
bawaan pada bayi yang dilahirkan.
Toksin/ zat kimia
Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat
teratogen. Misalnya obat-obatan anti kanker dsb dapat menyebabkan
kelainan bawaan.
Endokrin
Hormone-hormon yang mungkin berperan dalam pertumbuhan janin
adalah somatotropin, hormon plasenta, hormon tiroid dan insulin.
Radiasi
Radiasi pada janin sebelum umur kehamilan 18 minggu dapat
menyebabkan kematian janin, kerusakan otak, mikrosefali atau cacat
bawaan lainnya.
Infeksi
Infeksi intrauterine yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah
TORCH>
Stress
Stress yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi
tumbuh kembang janin antara lain: cacat bawaan dan kelainan
kejiwaan.
Imunitas
Rhesus ABO inkomtabilitas sering menyebabkan abortus, hidrops
fetalis atau lahir mati.
Anoksia Embrio
Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta atau tali
pusat, menyebabkan BBLR (Berat badan Lahir Rendah)

2) Lingkungan Post-natal
Lingkungan biologis
Ras/ suku bangsa
Pertubuhan somatic juga dipengaruhi oleh ras/ suku bangsa.
Jenis kelamin
Dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak
perempuan.
Umur
Umur yang paling rawan adalah masa balita, oleh karena pada masa
itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kekurangan gizi.
Gizi
Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak,
dimana kebutuhan anak berbeda dengan dewasa, karena makanan bagi
anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan, diman dipengaruhi oleh
ketahanan makanan keluarga.
Perawatan kesehatan
Perawatan kesehatan yang teratur, tidak saja kalau anak sakit, tetapi
pemeriksaan kesehatan dan menimbang anak secara rutin setiap bulan,
akan menunjang pada tumbuh kembang anak.
Kepekaan terhadap penyakit
Dengan memberikan imunisasi, maka diharapkan anak terhindar dari
penyakit-penyakit yang sering menyebabkan cacat atau kematian.
Faktor fisik
Cuaca, musim dan keadaan geografis suatu daerah
Musim kemarau yang panjang/ adanya bencana alam, dapat
berdampak pada tumbuh kembang anak, antara lain : akibat gagalnya
panen, sehngga banyak anak yang kekurangan gizi.
Sanitasi
Sanitasi lingkungan memiliki peranan penting yang cukup dominan
dalam penyediaan lingkungan yang mendukung kesehatan anak dan
tumbuh kembangnya.
Keadaan rumah
Keadaan perumahan yang layak dengan konstruksi bangunan yang
tidak membahayakan penghuninya, serta tidak penuh sesak akan
menjamin kesehatan penghuninya.
Faktor psikososial
Stimulasi
Anak yang mendapat stimulasi terarah dan teratur akan lebih cepat
berkembang dibandingkan anak yang kurang/ tidak mendapat
stimulus.
Stress

Stress pada anak akan berpengaruh pada anak berpengaruh pada


tumbuh kembangnya.
Cinta dan kasih sayang
Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi. Anak
memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orang tuanya.
Kualitas interaksi anak dan orang tua
Interaksi timbale balik antara anak dan orang tua, akan menimbulkan
keakraban dalam keluarga.
Faktor keluarga
Pekerjaan dan pendapatan keluarga
Pendapatan keluarga yang baik akan menunjang tumbuh kembang
anak karena orang tua akan menyediakan segala kebutuhan anak.
Pendidikan orang tua.
Merupakan salah satu faktor yang penting dalam tumbuh kembang
anak.
Jumlah saudara
Jumlah anak yang banyak pada keluarga yang keadaan sosial
ekonominya cukup akan mengakibatkan berkurangnya perhatian dan
kasih saying yang diterima anak.
Stabilitas rumah tangga
Tumbuh kembang anak akan berbeda pada keluarga yang harmonis
dibandingkan dengan mereka yang kurang harmonis.
Kepribadian orang tua
Kepribadian orang tua yang terbuka tentunya berpengaruh berbeda
tehadap tumbuh kembang anak, bila dibandingkan dengan mereka
yang yang kepribadiannya tertutup.

2. Status pertumbuhan dan perkembangan


A. pertumbuhan
a.Berat badan berdasarkan umur

b.

Panjang badan berdasarkan umur

c.Berat badan terhadap panjang badan

Interpretasi

Catatan :
1. Anak dalam kelompok ini berperawakan tubuh tinggi. Hal ini tidak masih
normal. Singkirkan kelainan hormonal sebagai penyebab perawakan
tinggi.

2. Anak dalam kelompok ini mungkin memiliki masalah pertumbuhan tapi


lebih baik jika diukur menggunakan perbandingan beratbadan terhadap
panjang / tinggi atau IMT terhadap umur.
3. Titik plot yang berada di atas angka 1 menunjukan berisiko gizi lebih. Jika
makin mengarah ke garis Z-skor 2 resiko gizi lebih makin meningkat.
4. Mungkin untuk anak dengan perawakan pendek atau sangat pendek
memiliki gizi lebih.
5. Hal ini merujuk pada gizi sangat kurang dalam modul pelatihan IMCI
(Integrated Management of Childhood Illness in-service training. WHO,
Geneva, 1997).
d. Lingkar kepala

Lingkar kepala berada dibawah -2 SD : mikrosefal

B. Perkembangan
DENVER II
Usia 10 bulan
GERAKAN
KASAR

Umur
Seharusnya
perkembangan
8,5 bulan
berdiri
berpegangan

Kepala tegak
Belum bisa duduk

dengan

BAHASA

Sudah bisa mengoceh

4,3 bulan

Berteriak, mengoceh

PERSONAL
SOSIAL
GERAKAN
HALUS

Bisa senyum spontan

6,5 bulan

10,9 bulan

Memasukan mainan/ kue


ke mulut
memasukan mainan dlm
cangkir)

3. Ikterus pada bayi


Ikterus pada bayi dalam skenario dikatakan patologis karena sudah
mengenai seluruh tubuh (mencapai derajat kremer 5)
I

H
k

K
I
I
P
p
T
C

o
k
k

t
t
e

r
e
i
m
u
e

n
e
e
n
m
b
u
m

s
r
r
i

e
u
u

n
s
s

a
u
p

t
l

k
u

s
a

4. Penyebab dan dampak kejang


Etiologi
1. Intrakranial
Asfiksia : Ensefalitis, hipoksia iskemik
Trauma (perdarahan) : Perdarahan sub araknoid, sub dural atau intra
ventricular
Infeksi : Bakteri virus dan parasit
Kelainan bawaan : Disgenesis, korteks serebri
2. Ekstra cranial

i
n

Gangguan
metabolic
:Hipoglikemia,
hipokalsemia,
hipomagnesimia, gangguan elektrolit
(Na dan K)
Toksik : Intoksikasi anestesi lokal, sindrom putus obat
Kelainan yang diturunkan: Gangguan metabolism asam amino,
ketergantungan dan
kekurangan asam amino
3. Idiopatik
Kejang neonates, fanciliel benigna, kejang hari ke 5

Dampak : - Kerusakan Ajringan Otak Akibat Kurangnya Suplai Oksigen ke otak.


5. pertumbuhan dan perkembangan/perilaku anak normal sesuai dengan usia pada
scenario
Pertumbuhan
BB = 12 gr/hr
PB = 1,2 cm/bln
LK = 0,5 cm/bln
Jadi BB sebenarnya
BB: 3-12 bln = Umur (bln) + 9 = 10 + 9 = 19 = 9,5 kg
2
2
2
6. Mekanisme bengkak di kepala
Trauma capitis pada bayi baru lahir
NO
CAPUT
SUCCADENEUM

HEMATOM
SEFAL

HEMATON
SUBGALEAL

1.

Padat dan tegang

Padat , berair

Meningkat setelah
lahir
Tidak melewati garis
sutura
Tidak ada

Meningkat
setelah lahir
Melewati garis
sutura
iya

2.
3.
4.

Pembengkakan
eksternal
Peningkatan
setelah lahir
Melintasi
garis
sutura
Meningkatkan
kehilangan darah
akut

Lunak , ada lekukan


(tampak )
Setelah lahir ada ,
tidak meningkat
Melewati garis sutura
Tidak ada

CAPUT SUCCADENEUM:
Benjolan yang membulat disebabkan kepala tertekan leher rahim yang
pada saat itu belum terbuka penuh dan akan menghilang dalam waktu 2 - 4
hari setelah lahir.
7. Jenis imunisasi dan waktu pemberian

Jadwal
Pemberian
Imunisasi Wajib
1 bulan : Hepatitis B-1,
BCG, OPV-1 (oral polio
vaccine)
2 bulan : Hepatitis B-2,
DPT-1, OPV-2
3 bulan : DPT-2, OPV-3
4 bulan : DPT-3, OPV-4
7 bulan : Hepatitis B-3
9 bulan : Campak

DAFTAR PUSTAKA
1. Baratawidjaja,Karnen Garna. 2006. Imunologi Dasar Edisi Ke 7 Cetakan ke
5. Jakarta : FK UI.
2. Narendra, Moersintowati B, et all. 2002. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja
Edisi Pertama. Jakarta : IDAI, Sagung Seto.
3. Soetjiningsih, IG N Gde Ranuh. 2013. Tumbuh Kembang Anak Edisi 2
Jakarta:EGC.
4. Slide kuliah dr. Martira Maddepungeng, Sp.A (K) Tumbuh Kembang Anak