Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH PERALATAN INDUSTRI PROSES I

KOLOM SEMBUR (SPRAY COLUMN)

DISUSUN OLEH:
ADE DWI OKTAVIANI

(NIM: 0614 3040 0288)

NOVAL HARIYANTO

(NIM: 0614 3040 0302)

SILVINA NUGRAHWATI

(NIM: 0614 3040 1239)

KELAS: 3 KA
DOSEN PENGAJAR:
MEILIANTI, S.T., M.T.
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunianya
pembuatan makalah Peralatan Industri Proses yang berjudul Kolom Sembur
(Spray Coloum) ini dapat diselesaikan dengan baik.
Makalah ini dibuat untuk melengkapi bahan pelajaran bagi mahasiswa
Politeknik Negeri Sriwijaya jurusan Teknik Kimia khususnya untuk mahasiswa
semester III. Materi yang dibahas pada makalah ini antara lain : 1) Menara
Sembur, 2) Kolom absorbsi, 3) Menara Scrubber, 4) Humidifier, 5) Spray Dryer,
6) Stripper.
Melalui kesempatan ini penulis sangat berterima kasih jika ada pembaca
yang dapat memberikan saran atau masukan secara proporsional sesuai dengan
bidang ilmunya guna meningkatkan kualitas makalah ini.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu hingga selesainya makalah ini. Semoga modul ini dapat bermanfaat
bagi mahasisiwa dalam proses belajar.

Palembang, Oktober 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

I.
II.
III.
IV.

V.
VI.

Kata Pengantar
............................................................................................ 1
Daftar Isi
........................................................................................................ 2
Menara Sembur
............................................................................................ 3
Peralatan Pada Menara Sembur
.................................................................... 3
IV.1.
Kolom Absorbsi
................................................................................ 3
IV.2.
Menara scrubber
................................................................................ 5
IV.3.
Humidifier
............................................................................................ 6
IV.4.
Spray Dryer
............................................................................................ 7
IV.5.
Stripper
............................................................................................ 8
Pertanyaan ................................................................................................
....... 10
Kesimpulan ................................................................................................
....... 14

KOLOM SEMBUR ( SPRAY COLOUM )

I. MENARA SEMBUR ( SPRAY TOWER )


Menara sembur merupakan suatu menara dimana didalam menara
tersebut akan berlangsung kontak diferensial, yang berlangsung secara
serentak dan sinambung.
Dalam menara ini, zat cair yang lebih ringan dimasukkan di bawah
dan disebarkan dalam bentuk tetesan-tetesan kecil dengan bantuan nosel A.
Tetesan zat cair ringan itu naik melalui massa zat cair berat yang mengalir ke
bawah sebagai suatu arus kontinyu.
Pada menara ini fase ringan terdispersi sedangkan fase beratkan
koninyu. Keadaan ini bisa terbaik, dimana fase berat disemprotkan ke dalam
fase ringan di puncak kolom, dan jatuh sebagai fase terdisfersi di dalam fase
ringan yang kontinyu. Pilihan mengenai fase mana yang didispersikan

bergantung pada laju aliran, viskositas, dan karakteristik pembasahan kedua


fase, dan biasanya didasarkan atas pengalaman.
Dalam keadaan sebenarnya di dalam menara ini, kontak antara tetesan
tetesan dengan fase kontinu sering tampak sangat efektif pada daerah di
mana tetesan itu di bentuk. Hal ini disebabkan oleh laju perpindahan massa
yang lebih tinggi pada tetesan yang baru terbentuk, atau karna pencampuran
balik dari fase kontinu.
Menara sembur adalah perangkat kontrol yang murah terutama
digunakan untuk pengkondisian gas (pendinginan atau pelembab) atau
partikel tahap pertama atau penghapusan gas. Mereka juga digunakan dalam
banyak sistem desulfurisasi gas buang untuk mengurangi plugging dan skala
penumpukan oleh polutan. Banyak sistem scrubbing menggunakan semprotan
sebelum atau di bawah scrubber utama untuk menghilangkan partikel besar
yang bisa pasang.
Menara semprot telah digunakan secara efektif untuk menghilangkan
partikel besar dan gas yang sangat larut. Tekanan turun di menara yang sangat
rendah - biasanya kurang dari 2,5 cm ( 1.0 in) air , dengan demikian, biaya
operasi scrubber relatif rendah. Namun, biaya memompa cairan bisa sangat
tinggi.
Menara semprot dibangun dalam berbagai ukuran - yang kecil untuk
menangani gas kecil mengalir dari 0,05 m / s ( 106 ft / min ) atau kurang,
dan yang besar untuk menangani arus knalpot besar 50 m / s ( 106.000 m /
menit ) atau lebih. Karena kecepatan gas rendah diperlukan, unit penanganan
laju aliran gas besar cenderung besar dalam ukuran.

Gambar 1. Skema Menara Sembur (spray tower)


Pengumpulan gas Menara Spray bisa digunakan untuk penyerapan
gas, tetapi mereka tidak seefektif dikemas atau menara piring. Menara
semprot dapat sangat efektif dalam menghilangkan polutan jika polutan
sangat larut atau jika pereaksi kimia ditambahkan ke cairan. Misalnya,
menara semprot digunakan untuk menghilangkan gas HCl dari knalpot ekor
gas dalam pembuatan asam klorida. Dalam produksi superfosfat digunakan
dalam pupuk manufaktur , SiF4 dan gas HF yang dikeluarkan dari berbagai
titik dalam proses.
Menara sembur telah digunakan untuk menghilangkan senyawa ini
sangat larut. Menara semprot juga digunakan untuk menghilangkan bau pada
tepung tulang dan industri manufaktur tallow dengan menggosok gas buang
dengan larutan KMnO4. Karena kemampuan mereka untuk menangani
volume gas besar dalam atmosfer korosif, menara semprot juga digunakan
dalam sejumlah sistem desulfurisasi gas buang sebagai tahap pertama atau
kedua dalam proses penghapusan polutan. Dalam sebuah menara semprot,
penyerapan dapat ditingkatkan dengan mengurangi ukuran tetesan cairan
dan/atau meningkatkan rasio cair ke gas (L/G). Namun, untuk mencapai salah
satu dari ini, peningkatan baik daya yang dikonsumsi dan biaya operasi

diperlukan. Selain itu, ukuran fisik dari menara semprot akan membatasi
jumlah cairan dan ukuran tetesan yang dapat digunakan.
Keuntungan utama dari menara semprot atas scrubber lain adalah
desain benar-benar terbuka mereka, mereka tidak memiliki bagian internal
kecuali nozel semprot. Fitur ini menghilangkan banyak penumpukan skala
dan memasukkan masalah yang terkait dengan scrubber lainnya. Masalah
perawatan primer spray nozzle ditusuk atau mengikis, terutama ketika
menggunakan daur ulang scrubber cair. Untuk mengurangi masalah ini,
sistem penyelesaian atau penyaringan digunakan untuk menghilangkan
partikel abrasif dari scrubbing liquid daur ulang sebelum memompa kembali
ke nozel.

II. PERALATAN PADA MENARA SEMBUR


A. Kolom Absorbsi
Kolom absorbsi adalah suatu kolom atau tabung tempat terjadinya
proses

pengabsorbsi

(penyerapan/penggumpalan)

dari

zat

yang

dilewatkan di kolom/tabung tersebut. Proses ini dilakukan dengan


melewatkan zat yang terkontaminasi oleh komponen lain dan zat tersebut
dilewatkan ke kolom ini dimana terdapat fase cair dari komponen
tersebut.

Absorpsi adalah proses pemisahan bahan dari suatu campuran gas


dengan cara pengikatan bahan tersebut pada permukaan absorben cair
7

yang diikuti dengan pelarutan. Kelarutan gas yang akan diserap dapat
disebabkan hanya oleh gaya-gaya fisik (pada absorpsi fisik) atau selain
gaya tersebut juga oleh ikatan kimia (pada absorpsi kimia). Komponen
gas yang dapat mengadakan ikatan kimia akan dilarutkan lebih dahulu
dan juga dengan kecepatan yang lebih tinggi. Karena itu absorpsi kimia
mengungguli absorpsi fisik.
Absorpsi dapat dilakukan pada fluida yang relatif berkonsentrasi
rendah maupun yang bersifat konsentrat. Prinsip operasi ini adalah
memanfaatkan besarnya difusivitas molekul-molekul gas pada larutan
tertentu. Dengan demikian bahan yang memiliki koefisien partisi hukum
Henry rendah sangat disukai dalam operasi ini.
Tujuan dari operasi ini umumnya adalah untuk memisahkan gas
tertentu dari campurannya. Biasanya campuran gas tersebut terdiri dari
gas inert dan gas yang terlarut dalam cairan. Cairan yang digunakan juga
umumnya tidak mudah menguap dan larut dalam gas. Sebagai contoh
yang umum dipakai adalah absorpsi amonia dari campuran udara-amonia
oleh air. Setelah absorpsi terjadi, campuran gas akan di- recovery dengan
cara distilasi.

Kegunaan utama dari absorbsi adalah pembersihan gas (misalnya


gas buang) dan pemisahan campuran gas (yang bertujuan untuk
memperoleh kembali kompenen tertentu). Absorbsi juga berperan penting
dalam kaitannya dengan proses proses kimia, misalnya pada pembuatan
asam sulfat (absorbsi SO3) dan asam nitrat (absorbsi NO dan NO2) pada
umumnya pada absorber akan dilepaaskan sejumlah panas absorbsi

(terutama dalam ikatan fisik), yang dapat menghambat daya kelarutan.


Pada

beban

proses,

dapat

dilakukan

sikulasi

absorben

untuk

mengeluarkan panas absorbsi dengan cara penguapan. Tetapi pada


pembebanan yang tinggi, penguapan seperti itu seirng kali tidak dapat
diterapkan untuk menghindari peningkatan suhu. Dalam kasus seperti itu,
misalnya pada absorbsi NH3 atau HCl dengan air, harus dipasang suatu
pendingin antara dalam sistem sikulasi absorben.
Kecepatan absorbsi merupakan ukuran perpondahan massa anatara fase gas
dan fase cair. Selain perbedaan konsentrasi dan luas permukaan absorben,
kecepatan tersebut juga tergantung pada suhu (peningkatan kelarutan pada suhu
yang lebih rendah), tekanan (peningkatan kelarutan pada tekanan yang lebih
tinggi), dan viskositas (pada absorbsi kimia, kelarutan hanya dipengaruhi sedikit
oleh suhu tetapi viskositas menurun drastis dengan naiknya temperatur).

Keterangan

(a) input gas


(b) gas keluaran
(c) pelarut
(d) hasil absorbsi
(e) disperser
(f) packed column

Prinsip Kerja Kolom Absorbsi


1. Kolom absorbsi adalah sebuah kolom, dimana ada zat yang berbeda fase
mengalir berlawanan arah yang dapat menyebabkan komponen kimia
ditransfer dari satu fase cairan ke fase lainnya, terjadi hampir pada setiap
reaktor kimia. Proses ini dapat berupa absorpsi gas, destilasi,pelarutan
yang terjadi pada semua reaksi kimia.
2. Campuran gas yang merupakan keluaran dari reaktor diumpankan
kebawah menara absorber. Didalam absorber terjadi kontak antar dua fasa
yaitu fasa gas dan fasa cair mengakibatkan perpindahan massa difusional
dalam umpan gas dari bawah menara ke dalam pelarut air sprayer yang
diumpankan dari bagian atas menara. Peristiwa absorbsi ini terjadi pada
sebuah kolom yang berisi packing dengan dua tingkat.
Alat absorpsi disebut juga absorber, adalah tempat campuran gas dan
absorben dikontakkan satu sama lain secara intensif, biasanya dalam arah
yang berlawanan.
Besarnya absorber (juga kuantitas absorben yang diperlukan) tidak
hanya ditentukan oleh jumlah tahap yang lebih sedikit dari pada absorpsi
fisik (alat menjadi lebih kecil) alat ini dapat dijadikan satu dengan
absorber, atau dipasang dalam sistem sirkulasi absorber. Kadang-kadang
satu kali absorpsi tidak cukup untuk memisahkan campuran multi
komponen dalam hal ini dua atau lebih absorber harus dipasang secara
seri. Selain itu absorber sring kali digunakan untuk melakukan presipitasi
bahan-bahan padat atau debu dalam kuantitas kecil yang ikut terbawa
dalam campuran gas.

B. Menara Scrubber
Menara pencuci (scrubber) yang paling sederhana terdiri atas
sebuah bejana kosong yang berbentuk silinder. Air disemprotkan
kedalamnya

dengan

alat

penyembur.

Dalam

bentuknya

yang

disempurnakan, menara diisi dengan benda pengisi (packing).

10

Alat scrubber mempunyai prinsip seperti perbersihan udar secara


alamiyah oleh hujan, dimana alat ini akan memisahkan partikel-partikel
padat ( berupa debu dan bahan inert lainnya) dari gas, sehingga produk
yang dihasilkan adalah gas yang bersih. Hal yang diperhatikan adalah
cairan pencuci haruslah mempunyai kontak yang sangat baik dengan
partikel-partikel bahan padat yang akan dipisahkan. Keadaan ini dapat
dicapai bila cairan pencuci didistribusikan secara halus sekali dengan
perlengkapan penghambur (spray) khusus. Semakin halus cairan tetesan
cairan pencuci, semakin besar kemungkinan terpisahnya partikel debu
yang sangat halus. Alat ini juga dapat membersihkan komponen yang
berbentuk gas dari gas lainnya, dengan menggunkan cairan pencuci
tertentu.

Gambar 3. Menara scrubber


Berikut adalah tahapan mekanisme kerja scrubber, antara lain sebagai
berikut:
1. Impingement (pengontakan)
Suatu campuran gas debu masuk dengan cepat melalui inlet
lalu di kontakkan dengan cairan yang ada di dalam scrubber
sehingga partikel debu akan tersangkut dalam cairan.
2. Difusi

11

Partikel partikel debu tersebut di aliri oleh gas yang


kemudian menyebabkan partikel tersebut berupa tetesan tetesan
yang tersimpan melalui proses difusi.
3. Humidifikasi
Tetesan debu tersebut lalu diflotasikan dengan cara
humidifikasi, yaitu mengubah permukaan tetesan tetesan tersebut
menjadi elektrostatis. Lalu, memisahkan berdasarkan ukuran tetes
( besar dan kecil ) secara mekanik. Cara seperti ini biasanya
digunakan untuk debu berkonsentrat tinggi dan tergantung pada
kondisi spesifik debu dan gas gas lain yang terlibat.
4. Kondensasi
Apabila tetesan tetesan itu telah mencapai dew point (titik
embun), maka akan terjadi peristiwa pengembunan ( yang mana
tetesan

tetesan

berukuran

kecil

akan

menjadi

nukleus

pengembunan ). Proses yang dilakukan secara mekanik ini akan


mengembunkan tetesan namun lebih efektif dan ukurannya lebih
seragam atau uniform. Mekanisme ini penting untuk gas panas
dengan konsentrasi debu yang kecil. Untuk konsentrasi yang lebih
besar, perlu di tambahkan dengan jumlah proses kondensasi tersebut.

5. Wetting (pembasahan)
Proses ini sebenarnya tidak berperan penting dalam scrubber.
Ini dilakukan agar tidak terjadi naiknya partikel debu setelah menjadi
tetesan ( proses pembasahan dilakukan agar partikel partikel yang
yang telah menjadi tetesan tidak ikut keluar bersama gas lagi ).
6. Partisi gas
Jika pada suatu gas di lewatkan cairan atau busa, gas akan di
pecah menjadi elemn elemen yang kecil dimana jarak antara
partikel yang tersuspensi dan cairan yang melingkupinya relatif

12

kecil. Dalam beberapa proses terjadi pemisahan yang di akibatkan


gaya gravitasi dan gerakan brown dalam elemen, dalam hal ini cairan
bertindak sebagai awal pemisahan.
7. Dust disposal
Dalam beberapa scrubber, cairan tidak dipisahkan oleh gas
tetapi mengalir sebagai pengisi di atas permukaan. Terkecuali dari
efek humidifikasi dan wetting ( pembasahan ), kerja cairan yang
demikian adalah untuk membersihkan permukaan dan mencegah
debu naik kembali ke atas, hasil yang nyata terjadi juga karena
melibatkan tindakan mekanik yang spesifik.
8. Elektronik precipitation
Faktor ini juga berperan dalam proses scrubbing, namun
mekanismenya sulit dipahami dan hanya untuk kondisi yang amat
penting serta hanya terjadi dalam beberapa proses.
Jenis Jenis Scrubber
Di dalam industri, banyak dijumpai scrubber dengan berbagai
macam metode. Yang umum ialah scrubber yang mampu menghasilkan
partikel dengan ukuran 5 diameter. Ada juga yang lebih spesifik yang
mampu menghasilkan partikel dengan ukuran 1 - 2 diameter. Berikut
ini akan dijelaskan jenis atau macam-macam dari scrubber antara lain:
1. Wet Scrubber
Wet Scrubber dapat d definisikan sebagai alat pemisahan suatu
partikel solid ( debu ) yang ada di gas dalam udara dengan
menggunakan cairan sebagai alat bantu. Air adalah cairan yang pada
umumnya digunakan dalam proses scrubbing, meskipun dapat juga
digunakan cairan lainnya ( seperti : asam sulfat, dll )
Wet Scrubber dapat mengurangi polutan udara yaitu
penanggulangan emisi debu dan penanggulangan emisi pencemar
yang dihasilkan oleh gas buang suatu industri dalam sekali proses.
Pada umumnya, wet scrubber mampu menghasilkan partikel
dengan ukuran 1 - 2 diameter.

13

Beberapa keuntungan dari Wet Scrubber antara lain :


Wet Scrubber mempunyai kemampuan untuk menangani embun
dan temperatur tinggi.
Pintu masuk gas di dinginkan dan menghasilkan keseluruhan
peralatan lebih kecil.
Wet Scrubber dapat memindahkan gas dan partikel keduanya.
Wet Scrubber dapat menetralkan gas yang bersifat
menghancurkan.

Beberapa Kerugian dari Wet Scrubber adalah :


- Mudah berkarat.
- Kebutuhan akan perawatan lebih sulit

2. Chamber Scrubber
Scrubber jenis ini memiliki pencuci udara yang konvensial
dimana gas akan di alirkan sampai ke tempat penyemprotan dengan
arah aliran yang sejalan atau berlawanan. Satu set eliminator yang
dipasang zig zag diletakkan pada saluran keluar, serta pelat-pelat
dipasang dalam ruang penyemprot.
Proses pendingin gas terjadi saat gas melalui tangki silinder
dengan penyemprot pada bagian atas. Beberapa tangki atau menara
juga memiliki sekat pada sisi yang berlawanan yang juga berfungsi
sebagai alat penyemprot. Pada proses untuk memisahkan produk cair
dan gas, pada saluran keluarnya terdapat alat pembalik gas (gas
reversal) dan juga suatu chamber (ruangan) khusus pada saluran
outlet. Biasanya bahan bakunya dari logam besi atau baja dengan
ukuran 3 72 inch. Kapasitas untuk inlet 50.000 cu ft/min. Ada juga
tipe lain dimana gas akan dilewatkan melaliu kamar khusus
penyemprot yang terdiri atas lorong venturi dengan lobang
penyemprot dengan konsumsi air 15 gal/min tiap 10 hp.
14

3. Venturi Scrubber
Satu pengembangan terbaru dalam bidang gosokan gas
adalah venturi scrubber, yang mana telah ditemukan bermanfaat
untuk koleksi asam belerang berkabut. Metode pemisahan venturi
didasarkan atas kecepatan gas yang tinggi pada bagian yang
disempitkan dan kemudian gas akan bersentuhan dengan butir air
yang dimasukkan didaerah sempit tersebut.
Alat ini dapat memisahkan partikel hingga ukuran 0,1 mikron
dan gas yang larut di dalam air. Venturi scrubber menggunakan
tekanan rendah ( sekitar 5 lb/sq. In ) pada lorong venturi dengan
kecepatan 200 300 ft/sec. Air, produk, dan gas buang dikumpulkan
dalam mesin pemisah ( separator ) dengan metode siklon yang ada
pada bgian lorong venturi itu. Pressure dropnya sebesar 15 inch. Wtr
dengan konsumsi air sebesar 3 gal/mnt tiap power 10 hp.

4. Cyclone Scrubber
Cyclone scrubber terdapat pada beberapa tipe scrubber yang
menggunakan metode siklon. Ada yang di dalam lubang vertical
bagian tengahnya terdapat bermacam macam alat penyemprot
cairan. Namun, ada juga terdapat pemisahan cairan yang dilakukan
melalui proses disentegrator ( penghancur ) dengan mengalirkan gas
melalui saluran tertentu. Beberapa unit cyclone scrubber biasanya
telah memiliki bagian disintegrator di dalamnya. Kecepatan gas
dalam tower (menara) anatara 4 8 ft/sec dan dengan pressure drop
sebesar 2 8 inch. Wtr dengan sirkulasi air sebesar 3 10 gal/min
tiap 10 hp dari keseluruhan gas yang digunakan.
Fungsi dari cyclone scrubber sangat efektif untuk
menetralisir gas gas beracun seperti belerang, chlor, dsb. Ada juga
yang mempunyai suhu di atas 180F sehingga fungsinya juga sebagai

15

pendingin dari gas buang industri kimia. Rentang ukuran debu yang
dapat dipisahkan ialah antara 3 5 mikron.

5. Packed Scrubber
Merupakan jenis scrubber dengan menara yang terbuat dari
keramik, namun kurang efektif untuk partikel berukuran 5
diameter kecuali jika flokulasi debu terjadi karena pengembunan
(kondensasi). Yang diharapkan pada metode ini ialah dengan
menjaga debu tetap pada ukurannya serta mencegah debu naik
kembali. Kelemahan yang ada disini yaitu kemungkinan terjadi
penyumbatan saluran akibat debu.

C. Humidifier
Humidifikasi adalah Proses Pelembaban, tetapi bisa pula diartikan
secara luas yang meliputi proses dehumidifikasi (Operasi menurunkan
kelembaban), pendinginan gas dan pengukuran kelembaban gas,bahan
yang ditransfer diantara fase-fase dalam operasi humidifikasi meliputi
bahan fase cair murni yang ditransfer dengan cara penguapan dan
pengembunan.Dalam

operasi

ini

disamping

perlu

mengetahui

16

karakteristik keseimbangan system juga perlu diketahui karakteristik


Entalphi system.
Humidifikasi atau pelembapan merupakan proses yang melibatkan
perpindahan massa antara fasa cair yang murni dengan gas yang tidak
dapat larut dalam zat cair itu. Dalam opersai humidifikasi, terutama pada
sistem udara-air ada beberapa istilah yang digunakan antar lain :
kelembaban (humidity), titik embun, wet bulb, dan dry bulb temperature,
grafik kelembaban dan lain-lain.
Pada umumnya bila zat panas dikontakkan dengan gas tak jenuh,
sebagian zat cair itu akan menguap dan suhu zat cair akan turun. Kontak
antara zat cair-gas ini bukan saja untuk pendinginan zat cair, tetapi juga
untuk humidifikasi atau dehumifikasi gas. Dalam humidifikator
(humidifier), zat cair itu disemprotkan kedalam gas tak jenuh, dimana gas
itu dilembabkan dan didinginkan secara adiabatik. Suhu keseimbangan
akhir tidak perlu dicapai, dan gas itu dapat saja keluar dari kolomsemprot
pada kondisi tidak jenuh. Gas jenuh panas dapat dehumidifikasi dengan
cara mengkontakkannya dengan zat cair dingin. Suhu gas menjadi turun
sampai dibawah titik embun dan zat cair terkondensasi.
D. Pengering Semprot (Spray Dryer)
Spray drying merupakan suatu proses pengeringan untuk
mengurangi kadar air suatu bahan sehingga dihasilkan produk berupa
bubuk melalui penguapan cairan. Spray drying menggunakan atomisasi
cairan untuk membentuk droplet, selanjutnya droplet yang terbentuk
dikeringkan menggunakan udara kering dengan suhu dan tekanan yang
tinggi. Bahan yang digunakan dalam pengeringan spry drying dapat
berupa suspensi, dispersi maupun emulsi. Sementara produk akhir yang
dihasilkan dapat berupa bubuk, granula maupun aglomerat tergantung sifat
fisik-kimia bahan yang akan dikeringkan, desain alat pengering dan hasil
akhir produk yang diinginkan.
Mekanisme kerja spray dryer

17

Prinsip dasar Spray drying adalah memperluas permukaan cairan yang


akan dikeringkan dengan cara pembentukan droplet yang selanjutnya
dikontakkan dengan udara pengering yang panas. Udara panas akan
memberikan energi untuk proses penguapan dan menyerap uap air yang
keluar dari bahan. Bahan (cairan) yang akan dikeringkan dilewatkan pada
suatu nozzle (saringan bertekanan) sehingga keluar dalam bentuk butiran
(droplet) yang sangat halus. Butiran ini selanjutnya masuk kedalam ruang
pengering yang dilewati oleh aliran udara panas. Hasil pengeringan berupa
bubuk akan berkumpul dibagian bawah ruang pengering yang selanjutnya
dialirkan ke bak penampung.
Di dalam sebuah menara berbentuk silinder, bahan yang dapat
mengalir (suspensi atau pasta), disemprotkan secara kontinyu ke dalam aliran
udara panas. Cairan yang akan dipisahkan segera menguap, sedangkan udara
dan bahan yang dikeringkan harus dipisahkan satu sama lain. Pada alat tipe
ini, penting sekali untuk mendapatkan kabut kabut cairan, suspensi atau
pasta yang sehomogen mungkin. Ini dapat dicapai dengan menggunakan
perlengkapan hambur (sembur atau semprot) yang dibuat khusus dan
disesuaikan dengan produk yang diinginkan. Tipe yang banyak digunakan
adalah alat sembur cakram (disc atomizer) dan tipe nozel.
Teknologi spray drying sudah umum digunakan oleh industri besar
proses pembuatan minuman serbuk. Teknologi ini memanfaatkan kemampuan
semprot alat tersebut untuk mengubah bahan dasar yang berupa cairan
menjadi serbuk kering. Alat untuk melakukan spray drying dinamakan spray
dryer.

18

Gambar 4. Alat Spray Dryer


Selain digunakan untuk pembuatan minuman serbuk instan, spray
dryer juga dipakai untuk pembuatan obat-obatan, vitamin, mineral, asam
lemak, dan protein. Spray dryer juga mampu untuk membuat senyawasenyawa fitokimia seperti isoflavon dan likopen. Malah teknologi terbaru
menjadikan spray drying mampu mengkapsulkan probiotik yang sangat
baik bagi sistem pencernaan manusia. Keuntungan penggunaan spray
drying adalah menghasilkan produk yang bermutu tinggi, berkualitas serta
tingkat kerusakan gizi yang rendah.
Bagian-bagian Spray Dryer

Atomizer
Atomizer merupakan bagian terpenting pada spray drier dimana

memiliki fungsi untuk menghasilkan droplet dari cairan yang akan


dikeringkan. Droplet yang terbentuk akan didistribusikan (disemprotkan)
secara merata pada alat pengering agar terjadi kontak dengan udara panas.
Ukuran droplet yang dihasilkan tidak boleh terlalu besar karena proses
pengeringan tidak akan berjalan dengan baik. Disamping itu ukuran
droplet juga tidak boleh terlalu kecil karena menyebabkan terjadinya over
heating.

Chamber

19

Chamber merupakan ruang dimana terjadi kontak antara droplet


cairan yang dihasilkan oleh atomizer dengan udara panas untuk
pengeringan. Kontak udara panas dengan droplet akan menghasilkan
bahan kering dalam bentuk bubuk. Bubuk yang terbentuk akan turun ke
bagian bawah chamber dan akan dialirkan dalam bak penampung.

Heater
Heater berfungsi sebagai pemanas udara yang akan digunakan

sebagai pengering. Panas yang diberikan harus diatur sesuai dengan


karakteristik bahan, ukuran droplet yang dihasilkan dan jumlah droplet.
Suhu udara pengering yang digunakan diatur agar tidak terjadi over
heating

Cyclone
Cyclone

berfungsi

sebagai

bak

penampung

hasil

proses

pengeringan. Bubuk yang dihasilkan akan dipompa menuju Cyclone.

Bag Filter
Bag Filter berfungsi untuk menyaring atau memisahkan udara

setelah digunakan pengeringan dengan bubuk yang terbawa setelah proses.

20

Faktor yang perlu mendapat perhatian dalam sistem Spray Dryer adalah
ruang pengeringan yang umumnya berbentuk siklon, yakni hendaklah
memilih material siklon yang tepat, kehalusan permukaan dinding bagian
dalam siklon yang memenuhi syarat termasuk dimensi dan sebagainya,
sehingga tidak menghambat kelangsungan proses pengeringan seperti
bahan dapat mengalir turun tanpa hambatan, waktu pengeringan yang
cukup, separasi udara dengan bahan dapat berlangsung secara sempurna,
dan sebagainya.
Parameter kritis spray drying
1. Suhu pengering yang masuk : Semakin tinggi suhu udara yang
digunakan untuk pengeringan maka proses penguapan air pada
bahan akan semakin cepat, namun suhu yang tinggi memungkinkan
terjadinya kerusakan secara fisik maupun kimia pada bahan yang
tidak tahan panas.
2. Suhu pengering yang keluar : Suhu pengering yang keluar
mengontrol kadar air bahan

hasil pengeringan (bubuk) yang

terbentuk.
3. Viskositas bahan (larutan) yang masuk : Viskositas bahan yang akan
dikeringkan mempengaruhi partikel yang keluar melalui nozel.
Viskositas yang rendah menyebabkan kurangnya energi dan tekanan
dalam menghasilkan partikel padaatomization.
4. Jumlah padatan terlarut : Jumlah padatan terlarut pada bahan yang
masuk diatas 30% agar ukuran partikel yang terbentuk tepat.
5. Tegangan permukaan : Tegangan permukaan yang tinggi dapat
menghambat proses pengeringan, umumnya untuk menurunkan
tegangan permukaan dilakukan penambahan emulsifier. Emulsifier
juga dapat menyebabkan ukuran partikel yang keluar dari nozzle
lebih kecil sehingga mempercepat proses pengeringan.
6. Suhu bahan yang masuk : Peningkatan suhu bahan yang akan
dikeringkan sebelum memasuki alat akan membawa energi sehingga
proses pengeringan akan lebih cepat.
21

7. Tingkat volatilitas bahan pelarut : bahan pelarut dengan tingkat


volatilitas yang tinggi dapat mempercepat proses pengeringan.
Namun dalam prakteknya air menjadi pelarrut utama dalam bahan
pangan yang dikeringkan.
8. Bahan dasar nozzle umumnya terbuat dari stainless steel karena
tahan karat sehingga aman dalam proses penggunaannya.
Kelebihan sistem Spray drying

Kapasitas pengeringan besar dan proses pengeringan terjadi dalam


waktu yang sangat cepat. Kapasitas pengeringan mencapai 100
ton/jam.

Tidak terjadi kehilangan senyawa volatile dalam jumlah besar (aroma)

Cocok untuk produk yang tidak tahan pemanasan (tinggi protein)

Memproduksi partikel kering dengan ukuran, bentuk, dan kandungan


air serta sifat-sifat lain yang dapat dikontrol sesuai yang diinginkan

Mempunyai kapasitas produksi yang besar dan merupakan system


kontinyu yang dapat dikontrol secara manual maupun otomatis

Kekurangan sistem Spray Drying

Memerlukan biaya yang cukup tinggi

Hanya dapat digunakan pada produk cair dengan tingkat kekentalan


tertentu

Tidak dapat diaplikasikan pada produk yang memiliki sifat lengket


karena akan menyebabkan penggumpalan dan penempelan pada
permukaan alat

22

KESIMPULAN
Menara sembur merupakan suatu menara dimana didalam menara
tersebut akan berlangsung kontak diferensial, yang berlangsung secara
serentak dan sinambung.
Absorpsi adalah proses pemisahan bahan dari suatu campuran gas
dengan cara pengikatan bahan tersebut pada permukaan absorben cair yang
diikuti dengan pelarutan.
Humidifikasi adalah Proses Pelembaban, tetapi bisa pula diartikan
secara luas yang meliputi proses dehumidifikasi (Operasi menurunkan
kelembaban),pendinginan gas dan pengukuran kelembaban gas,bahan yang
ditransfer diantara fase-fase dalam operasi humidifikasi meliputi bahan fase
cair murni yang ditransfer dengan cara penguapan dan pengembunan.
Spray drying merupakan suatu proses pengeringan untuk mengurangi
kadar air suatu bahan sehingga dihasilkan produk berupa bubuk melalui
penguapan cairan.

23