Anda di halaman 1dari 32

Analisis Dinamik Ragam Respon Spektrum Struktur Gedung 2D

Suatu bangunan gedung perkuliahan 5 lantai (4 tingkat) dari beton bertulang dengan konfigurasi
seperti pada Gambar 1 direncanakan dibangun di kota Semarang.

Gambar 1a. Konfigurasi struktur gedung 3 dimensi


Lt.5
50x30
4m

40x40

D40
Lt.4
50x30

4m

40x40

D40
Lt.3
50x30

40x40

D40

4m

Lt.2

Sa
50x30
6m

40x40

Z D40

T
6m
Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

X
6m

Gambar 1b. Konfigurasi struktur 2 dimensi dan Respon Spektrum Gempa


Dari hasil evaluasi awal untuk analisis struktur terhadap beban gempa dengan menggunakan SNI
Gempa 2012, didapatkan data-data perencanaan sbb. :

Lokasi bangunan termasuk kelas situs SE (kondisi tanah lunak) dengan nilai N < 15.
Bangunan digunakan sebagai gedung untuk fasilitas pendidikan dengan kategori resiko IV
dengan Faktor Keutamaan Gempa ( Ie ) = 1,5.

Berdasarkan parameter respons percepatan pada perioda pendek (

) dan perioda 1 detik (

), bangunan gedung termasuk dalam Kriteria Desain Seismik (KDS) : D.

Sistem penahan gaya gempa yang diijinkan adalah Sistem Rangka


Pemikul Momen Khusus (SRPMK), dengan Koefisien Modifikasi
Respons (R) = 8,0.

Beban gempa yang bekerja pada struktur dihitung dengan Metode Analisis Dinamik Ragam
Respon Spektrum, dengan meninjau 4 ragam getar (mode shape) dari struktur. Diagram Respon
Spektrum untuk wilayah Semarang dengan kondisi tanah lunak, diperlihatkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Respon Spektrum Gempa wilayah Semarang untuk kondisi tanah lunak
Tabel Respon Spektrum Gempa untuk wilayah Kota Semarang dengan kondisi tanah lunak,
bedasarkan standart gempa SNI 1726 : 2012, adalah sebagai berikut :
Periode Getar T
(detik)
0,0
0,2
0,5
1
1,5
2
2,5
3,0

Percepatan Respon Spektra Sa


(g)
0,20
0,60
0,60
0,60
0,40
0,30
0,24
0,20

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

Kombinasi pembebanan yang ditinjau bekerja pada struktur gedung, adalah :


Kombinasi Pembebanan Tetap
Kombinasi Pembebanan Sementara

: U = 1,2.D + 1,6.L
: U = 1,2 D + 0,5.L + 1,0.(Ie/R).V

dimana D : Beban Mati, L : Beban Hidup, V : Beban Gempa, Ie (Faktor Keutamaan) = 1,5; R
(Koefisien Modifikasi Respon) = 8.
Untuk harga Ie = 1,5 dan R = 8, maka :
Kombinasi Pembebanan Sementara

: U = 1,2.D + 0,5.L + 0,187.V

Data-data Untuk Perhitungan :


Konfigurasi Struktur
Kolom tepi tingkat 1 s/d 4 : (40x40) cm, kolom tengah tingkat 1 s/d 4 merupakan kolom bulat
dengan diameter 40 cm, ukuran semua balok : (50x30) cm, tebal semua pelat 12 cm.
Jarak antara portal struktur 5 meter.
Mutu beton : fc = 25 MPa (K.300), dengan modulus elastisitas : Ec = 235000 kg/cm2.

Pembebanan Struktur
Beban mati (Dead Load), terdiri dari penutup lantai dan penggantung = 100 kg/m 2 (belum
termasuk berat sendiri struktur), beban dinding = 100 kg/m untuk setiap tinggi 1 meter (bata
ringan).
Beban mati pada balok akibat berat pelat, berat penutup lantai dan plafon, berat dinding :
qD = (5 x 0,12 x 2400) + (5x100) + (4x100)
= 1440 + 500 + 400 = 2340 kg/m = 23,4 kg/cm
Beban hidup (Live Load) pada struktur diperhitungkan sebesar q = 250 kg/m2,
Untuk perhitungan beban gempa, digunakan koefisien reduksi 0,25
Beban hidup merata pada balok akibat beban hunian :
qL = (5 x 250) = 1250 kg/m = 12,5 kg/cm

Perhitungan Berat Tingkat (W) dan Massa Tingkat (M)


Berat balok = (0,5 x 0,3) x 12 x 2400 = 4320 kg
Beban terpusat akibat beban mati dan beban hidup pada titik berat lantai gedung :
wD = (2340 x 12) + 4320 = 32400 kg
wL = (1250 x 12) = 15000 kg
Beban terpusat pada titik berat lantai gedung W = 32400 + (0,25 x 15000) = 36150 kg
Percepatan gravitasi : g = 980 cm/detik2
Massa terpusat pada lantai gedung : M = W/g = 36150/980 37 kg.detik2/cm.

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

Data Masukan (Input) Untuk SAP 2000


1. Memilih Sistem Satuan
Pada kotak sistem satuan yang tersedia, pilih sistem satuan yang digunakan di dalam analisis
struktur (pd contoh perhitungan ini, digunakan sistem satuan : Kgf-Cm-C).

2. Menyusun Konfigurasi Stuktur


Dari menu File, pilih New Model. Pada kotak New Model Initialization, pilih sistem satuan yang
digunakan yaitu Kgf, cm, C.

Gambar 3a. Model struktur pada SAP2000


Pilih gambar 2D Frame dan ketikkan data konfigurasi struktur sbb. :
2D Frame Type
Number of Stories
Number of Bays

= Portal
=4
=2

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

Story Height
Bay Width

= 400
= 600

Klik OK.

Gambar 3b. Data masukan untuk konfigurasi struktur portal 2 dimensi


Masukan data ini, akan menghasilkan struktur portal 4 lantai dengan ketinggian masing-masing
tingkat 400 cm (Gambar 3c, Kiri)
Untuk mendapatkan tinggi tingkat dari lantai satu sama dengan 600 cm, maka perlu dilakukan
perubahan koordinat arah Z dari joint-joint di tumpuan (Gambar 3c, Kanan)
Perubahan koordinat dilakukan dengan cara : klik semua joint pada tumpuan. Pilih menu Edit dan
Move. Pada kotak Move Selected Point masukan data :
Change coordinate by :
Delta X = 0
Delta Y = 0
Delta Z = -200

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

Gambar 3c. Konfigurasi struktur dengan tinggi tingkat 1 = 4 meter (Kiri)


dan konfigurasi struktur dengan tinggi tingkat 1 = 6 meter (Kanan)

3. Mendefinisikan Karakteristik Material


Dari menu Define, pilih Material , Pada kotak Define Material, pilih CONC, klik Modify/Show
Material. Pada kotak Material Property Data masukkan data material :
Type of Material

: Isotropic

Analysis Property Data


Mass per unit Volume
Weight per unit Volume
Modulus of Elasticity
Poisson Ratio
Coeff of Thermal Expansion

=0
= 0,0024
= 235000
= 0,20
=0

Design Property Data


Specified Conc Comp Strength, fc = 250
Bending Reinf. Yield Stress, fy
= 4000
Shear Reinf. Yield Stress, fys = 2400
Klik OK.

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

Gambar 4. Data masukan untuk material beton (Concrete)

4. Mendefinisikan Dimensi Elemen


Dari menu Define, pilih Frame Sections untuk menampilkan kotak Frame Properties. Pada kotak
Choose Property Type for Add, klik Add Rectangular, kemudian klik Add New Property. Pada
kotak Rectangular Section, masukkan dimensi balok 50/30 cm, sbb. :
Section Name : B50x30
Dimension
: - Depth (t3) = 50
: - Width (t2) = 30
Material
: CONC
Klik OK.
Untuk mendefinisikan kolom persegi 40/40 cm, dilakukan sbb. :
Pada kotak Frame Properties, klik Add Rectangular dan klik Add New Property. Pada kotak
Rectangular Section, masukkan dimensi dari kolom sbb. :
Section Name : K40x40
Dimension
: - Depth (t3) = 40
: - Width (t2) = 40
Material
: CONC
Klik OK.
Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

`
Gambar 5a. Data penampang balok 50/30 cm

Gambar 5b. Data penampang kolom persegi 40/40 cm


Untuk mendefinisikan kolom bulat diameter 40 cm, dilakukan sbb. :
Pada kotak Frame Properties, klik Add Circle, dan klik Add New Property. Pada kotak Rectangular
Section, masukkan dimensi dari kolom bulat sbb. :
Section Name
Dimensions
Material
Klik OK.

: D40
: Diameter (t3) = 40
: CONC

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

Gambar 5c. Data penampang kolom bulat diameter 40 cm

5. Penempatan Elemen Pada Sistem Struktur


Untuk mendefinisikan penempatan elemen pada sistem struktur, dilakukan sbb. :

Klik balok-balok dari struktur. Pilih menu Assign, kemudian Frame/Cable dan Frame
Sections. Pada kotak Frame Properties pilih B50x30, klik OK.
Klik kolom-kolom tepi dari struktur (kolom ukuran 40/40 cm). Pilih menu Assign, kemudian
Frame/Cable dan Frame Sections. Pada kotak Frame Properties pilih K40x40, klik OK.
Klik kolom tengah dari struktur (kolom diameter 40 cm). Pilih menu Assign, kemudian
Frame/Cable dan Frame Sections. Pada kotak Frame Properties pilih D40, klik OK.

6. Mendefinisikan Jenis Tumpuan


Klik joint-joint yang merupakan tumpuan pada struktur. Pilih menu Assign, kemudian Joint dan
Restraints. Di dalam kotak Joint Restraints, pada Fast Restraints, klik tumpuan jepit, klik OK.

Gambar 6. Data masukan untuk tumpuan jepit

7. Mendefinisikan Kasus Pembebanan (Load Case)


Data pembebanan dari beban mati, beban hidup, dan beban gempa dimasukkan secara terpisah pada
program komputer. Untuk itu perlu didefinisikan kasus pembebanan (load cases) untuk beban mati
(DEAD), beban hidup (LIVE) dan beban gempa (QUAKE).
Dari menu Define, klik Load Cases. Pada kotak Define Loads masukkan data :
Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

Load Name
Type
Self Weight Multiplier
Klik Add New Load

: DEAD
: DEAD
:1

Load Name
Type
Self Weight Multiplier
Klik Add New Load

: LIVE
: LIVE
:0

Load Name
Type
Self Weight Multiplier
Klik OK

: QUAKE
: QUAKE
:0

Gambar 7. Kasus pembebanan untuk beban mati, beban hidup, dan beban gempa

8. Mendefinisikan Kombinasi Pembebanan (Load Combination)


Dari menu Define, klik Combination. Pada kotak Define Respone Combination klik Add New
Combo. Pada kotak Response Combination Data, masukkan data :
Response Combination Name
Combination Type

: COMB1
: Linear Add

Define Combination of Case Results


Case Name
Case Type
Scale Factor
Klik Add

: DEAD
: Linear Static
: 1,2

Case Name
Case Type
Scale Factor
Klik Add
Klik OK.

: LIVE
: Linear Static
: 1,6

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

10

Gambar 8a. Data masukan untuk Kombinasi Pembebanan 1 (COMB1)


Klik Add New Combo
Response Combination Name
Combination Type

: COMB2
: Linear Add

Define Combination of Case Results


Case Name
Case Type
Scale Factor
Klik Add

: DEAD
: Linear Static
: 1,2

Case Name
Case Type
Scale Factor
Klik Add

: LIVE
: Linear Static
: 0,5

Case Name
Case Type
Scale Factor
Klik Add
Klik OK.

: QUAKE
: Linear Static
: 0,187

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

11

Gambar 8b. Data masukan untuk Kombinasi Pembebanan 2 (COMB2)

9. Mendefinisikan Beban Mati & Beban Hidup Pada Struktur


a. Beban Mati Pada Elemen
Klik balok-balok pada lantai 1 yang akan dibebani mati q = 23,4 kg/cm. Pilih menu Assign,
klik Frame/Cable Loads, klik Distributed. Pada Frame Distributed Loads, masukkan data beban :
Load Case Name
Units
Load Type and Direction
Coord Sys
Direction
Options

: DEAD
: Kgf, cm, C
: Forces
: GLOBAL
:Z
: Add to Existing Loads

Pada Uniform Load masukkan beban, Load = -23,4, klik OK.


b. Beban Hidup Pada Elemen
Klik balok-balok pada lantai 1 yang akan dibebani hidup q = 12,5 kg/cm. Pilih menu Assign,
klik Frame/Cable Loads, klik Distributed. Pada Frame Distributed Loads, masukkan data beban :
Load Case Name
Units
Load Type and Direction
Coord Sys
Direction
Options

: LIVE
: Kgf, cm, C
: Forces
: GLOBAL
:Z
: Add to Existing Loads

Pada Uniform Load masukkan beban, Load = -12.5, kemudian klik OK.

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

12

Gambar 9. Beban mati (kiri) dan beban hidup (kanan) pada struktur (satuan : kg/cm)

10. Mendefinisikan Respons Spektrum Gempa


Untuk analisis beban gempa, terlebih dahulu disusun fungsi dari Respon Spektrum yang akan
digunakan, dengan menu Define, Function, dan Response Spectrum. Pada Define Respons
Spectrum Function di kotak Choose Function Type to Add pilih User Spectrum dan klik Add New
Function.
Pada kotak Response Spectrum Function Definition, masukkan data :
Function Name
Function Damping Ratio
Define Function

: Semarang-Lunak
: 0,05
:
Periode
Acceleration
0,0
0,20
0,2
0,60
0,5
0,60
1,0
0,60
1,5
0,40
2,0
0,30
2,5
0,24
3,0
0,20

Gambar 10. Fungsi Spektrum Respon wilayah Semarang untuk kondisi tanah lunak.
Setelah fungsi Spektrum Respon didefinisikan, kemudian didefinisikan cara analisis beban gempa
yang akan digunakan, dengan cara sbb. :
Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

13

Dari menu Define, klik Analysis Cases. Pada kotak Analysis Cases klik QUAKE kemudian
Modify/Show Case. Pada kotak Analysis Case Data Response Spectrum, masukkan data sbb.
(lihat Gambar 10) :

Gambar 11. Data masukan untuk metode analisis superposisi ragam spektrum respon

11. Model Massa Terpusat


Untuk melakukan analisis dinamik, diperlukan data masukan berupa massa dari setiap lantai
struktur. Salah satu model struktur yang sering digunakan untuk keperluan analisis dinamik adalah
model massa terpusat (lump mass model). Dengan menggunakan model ini, massa dari suatu
lantai bangunan dipusatkan pada titik berat lantainya.

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

14

Gambar 12. Model massa terpusat untuk analisis dinamik struktur


Dengan mengacu pada Gambar 12, massa dari lantai 2 dipusatkan pada joint 7, massa lantai 3
dipusatkan pada joint 8, massa lantai 4 dipusatkan pada joint 9, dan massa lantai 5 dipusatkan pada
joint 10. Untuk memasukkan massa dari lantai 2 pada titik berat lantai dilakukan sbb. :
Klik joint 7, kemudian klik menu Assign, Joint, dan Masses. Pada kotak Joint Masses masukkan
data sbb. (lihat Gambar 13) :

Gambar 13a. Data masukan untuk massa terpusat pada lantai 2


Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

15

Untuk memasukkan massa dari lantai 3, 4, dan 5 pada masing-masing titik berat lantai bangunan,
dilakukan dengan cara yang sama seperti pada lantai 2.
Untuk membuat model massa terpusat (lump mass model) dari struktur, maka joint-joint yang
terdapat pada suatu lantai harus dikekang (constraint), agar joint-joint ini dapat berdeformasi secara
besama-sama, jika pada lantai yang bersangkutan mendapat pengaruh gempa.
Sebagai contoh, untuk mengekang joint-joint pada Lantai 1, dilakukan dengan cara memilih joint 2,
7, dan 12 yang pada lantai tersebut. Kemudian pilih menu Assign, Joint, dan Constraint. Pada
kotak Assign/Define Constraint, di kotak Choose Constraint Type to Add pilih Diaphragm dan klik
Add New Diaphragm.
Untuk mengekang joint-joint pada lantai 3, 4, dan 5, dilakukan dengan cara yang sama dengan
lantai 2.

Gambar 13b. Data masukan untuk lantai 2 yang dikekang (diaphragm constraint).

12. Ragam Getar Struktur


Untuk melakukan analisis dinamik perlu didefinisikan jumlah ragam getar dari struktur yang akan
ditinjau dalam perhitungan. Untuk mendefinisikan 4 ragam getar dari struktur yang akan ditinjau di
dalam perhitungan dilakukan sbb. :
Dari menu Define, pilih Analysis Case. Pada kotak Analysis Case, pilih MODAL kemudian klik
Modify/Show Case. Pada kotak Analysis Case Data Modal masukkan data (lihat Gambar 14) :

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

16

Gambar 14. Data masukan untuk jumlah ragam getar struktur yang dianalisis

13. Analisis Struktur


Karena bangunan dimodelkan sebagai struktur 2 dimensi, maka untuk efisiensi proses perhitungan,
model struktur ini perlu didefinisikan sebagai struktur 2 dimensi yang terletak di bidang X-Z,
dengan cara sbb. :
Pilih menu Analyze, klik Set Analysis Options Analysis. Pada kotak Analysis Options pilih Plane
Frame (XZ Plane), klik OK. Pilih menu Analyze, klik Run Analysis.

Gambar 15. Data masukan untuk analisis struktur 2 dimensi

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

17

Gambar 16. Deformasi struktur akibat kombinasi Pembebanan Tetap dan Pembebanan Sementara

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

18

Gambar 16 a. Bidang momen lentur untuk kombinasi Pembebanan Tetap (ton-m)

Gambar 16 b. Bidang momen lentur untuk kombinasi Pembebanan Sementara (ton-m)


Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

19

Gambar 17-a. Bidang gaya geser untuk kombinasi Pembebanan Tetap (ton-m

Gambar 17-b. Bidang gaya geser untuk kombinasi Pembebanan Sementara (ton-m
Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

20

Gambar 18-a. Bidang gaya normal (aksial) untuk kombinasi Pembebanan Tetap (ton-m

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

21

Gambar 18-b. Bidang gaya normal (aksial) untuk kombinasi Pembebanan Sementara (ton-m)

14. Waktu Getar & Ragam Getar

Ragam Getar 1 ( T = 1,36 detik )


Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

Ragam Getar 2 ( T = 0,40 detik )


22

Ragam Getar 3 ( T = 0,21 detik )

Ragam Getar 4 ( T = 0,14 detik )

Gambar 17. Periode getar struktur (T) dan ragam getar (mode shape)

15. Gaya Gempa Pada Struktur

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

23

Gambar 18. Gaya geser pada kolom-kolom struktur akibat beban gempa / QUAKE
(satuan : ton)

Jika gaya geser pada kolom untuk masing-masing tingkat dijumlahkan, maka akan didapat gaya
geser tingkat (shear storey) pada struktur (Gambar 19).

Gambar 19. Gaya geser tingkat (shear storey) pada struktur akibat beban gempa / QUAKE
(satuan : ton)
Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

24

Gambar 20a. Distribusi beban Gempa Rencana V=W.(Sa) pada struktur gedung
(satuan : ton)

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

25

Gambar 20b. Distribusi beban Gempa Nominal V=W.(Sa.Ie)/R pada struktur gedung
(satuan : ton)

16. Simpangan Pada Struktur

Gambar 21a. Simpangan Lantai 5 ( 5 = 4,70 cm) Kombinasi Pembebanan COMB2

Gambar 21b. Simpangan Lantai 4 ( 4 = 4,25 cm) Pembebanan Sementara (COMB2)

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

26

Gambar 21c. Simpangan Lantai 3 ( 3 = 3,46 cm ) Pembebanan Sementara (COMB2)

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

27

Gambar 21d. Simpangan Lantai 2 ( 2 = 2,30 cm ) Pembebanan Sementara (COMB2)

17. Pemeriksaan Simpangan Antar Lantai


Dari kriteria perencanaan yang terdapat pada SNI Gempa 2012, didapat persyaratan untuk
perhitungan simpangan antar lantai, sbb. :
Faktor Pembesaran Defleksi : Cd = 5,5.
Faktor Keutamaan Gempa : Ie = 1,5
Faktor redundansi untuk gedung dengan KDS D adalah : = 1,3
Simpangan antara lantai yang diijinkan untuk gedung dengan kriteria risiko IV adalah :
a= (0,015).H, dimana H : tinggi tingkat
Lantai 5
Tinggi tingkat 4 : H4 = 400 cm
Simpangan antar lantai yang diijinkan : a= (0,015).H = (0,015).400 = 6 cm
Perpindahan elastis pada Lantai 5 : e5 = 4,70 cm
Perpindahan yang diperbesar pada Lantai 5 : (e5).Cd/Ie = (4,70).5,5/1,5 = 17,2 cm
Simpangan antar Lantai 5 dan Lantai 4 : 5 = (e5 - e4) = (17,2 15,6) = 1,6 cm < a = 6 cm
Rasio simpangan antar lantai (drif story) : 5/H4 = 1,6/400 = 0,004 < 0,02 (memenuhi syarat)
Lantai 4
Tinggi tingkat 3 : H3 = 400 cm
Simpangan antar lantai yang diijinkan : a= (0,015).H = (0,015).400 = 6 cm
Perpindahan elastis pada Lantai 4 : e4 = 4,25 cm
Perpindahan yang diperbesar pada Lantai 4 : (e4).Cd/Ie = (4,25).5,5/1,5 = 15,6 cm
Simpangan antar Lantai 4 dan Lantai 3 : 4 = (e4 e3) = (15,6 12,7) = 2,9 cm < a = 6 cm
Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

28

Rasio simpangan antar lantai (drif story) : 4/H3 = 2,9/400 = 0,007 < 0,02 (memenuhi syarat)
Lantai 3
Tinggi tingkat 2 : H2 = 400 cm
Simpangan antar lantai yang diijinkan : a= (0,015).H = (0,015).400 = 6 cm
Perpindahan elastis pada Lantai 3 : e3 = 3,46 cm
Perpindahan yang diperbesar pada Lantai 3 : (e3).Cd/Ie = (3,46).5,5/1,5 = 12,7 cm
Simpangan antar Lantai 3 dan Lantai 2 : 3 = (e3 e2) = (12,7 8,4) = 4,3 cm < a = 6 cm
Rasio simpangan antar lantai (drif story) : 3/H2 = 2,9/400 = 0,007 < 0,02 (memenuhi syarat)
Lantai 2
Tinggi tingkat 1 : H1 = 600 cm
Simpangan antar lantai yang diijinkan : a= (0,015).H = (0,015).600 = 9 cm
Perpindahan elastis pada Lantai 2 : e2 = 2,30 cm
Perpindahan yang diperbesar pada Lantai 2 : (e2).Cd/Ie = (2,30).5,5/1,5 = 8,4 cm
Simpangan antar Lantai 2 dan Lantai 1 : 2 = (e3 e2) = (12,7 8,4) = 4,3 cm
Rasio simpangan antar lantai (drif story) : 2/H1 = 4,3/600 = 0,007 < 0,02 (memenuhi syarat)
Lantai 1 (Lantai dasar)
Perpindahan elastis pada Lantai 1 : e1 = 0

Lampiran 1 (dari SNI Gempa 2012)

Penentuan Simpangan Antar Lantai

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

29

Lampiran 2 (dari SNI Gempa 2012)

Lampiran 3 (dari SNI Gempa 2012)

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

30

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

31

Lab. Komputasi Teknik Sipil UNDIP : SAP2000 - Analisis Dinamik Struktur 2D

32