Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN

Diagnostik Dasar
Elektrokardiograf (EKG)

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK


FAKULTAS VOKASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2015
Disusun Oleh :

Muhammad Khairul Huda


20143010029
Kelas TEM - A

A. Judul Praktikum
Elektrokardiografi (EKG)
B. Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui bagian bagian dari alat Elektrokardiografi.
2. Mahasiswa dapat melakukan pengoprasian alat Elektrokardiografi.

3. Mahasiswa dapat mengetahui cara pengkalibrasian alat Elektrokardiografi.


C. Dasar Teori
Elektrokardiografi adalah alat kesehatan digunakan untuk merekam aktivitas
elektro atau kelistrikan yang terjadi di dalam jantung. Berbeda dengan
Elektrokardiogram, hasil yang didapat oleh alat Elektrokardiografi akan terlihat
pada elektrodiagram. Elektrokardiogram (EKG) adalah grafik yang dibuat oleh
sebuah elektrokardiograf, grafik ini berisi hasil catatan potensial listrik yang
dihasilkan oleh aktifitas listrik otot jantung dalam waktu tertentu. Biasanya
dipergunakan pada penyakit-penyakit yang berkaitan dengan fungsi dari jantung.
Namanya terdiri atas sejumlah bagian yang berbeda: elektro, karena berkaitan
dengan elektronika, kardio, kata Yunani untuk jantung, gram, sebuah akar Yunani
yang berarti "menulis". Analisis sejumlah gelombang dan vektor normal
depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi diagnostik yang penting.
Kerja jantung yang utama adalah memompa darah. Memompa darah ini dapat terjadi
karena adanya aktivitas listrik jantung. Aktivitas listrik inilah yang direkam oleh EKG.
Jantung yang normal akan memberikan gambaran rekaman dengan pola tertentu.
Pola rekaman yang tidak normal memberi petunjuk adanya kelainan jantung.
Pola jantung normal yakni adanya gelombang P, dan setiap gelombang P harus
diikuti oleh kompleks QRS. Ini normal pada orang yang jantungnya sehat. Seperti
gambar pola di bawah ini :

Gelombang P, adalah gelombang yang timbul akibat aktifitas listrik yang


diakibatkanpada saat depolarisasi atrium. Tinggi gelombang P yang normal
dapat mencapai 0,5 sampai dengan 2,5 mm. Lamanya gelombang P ini
menunjukkan waktu yang diperlukan untuk penyebaran impuls dibagian atrium
yaitu mulai dari Sinoatrial node sampai Atrioventricular Node.
Gelombang komplek QRS , adalah gelombang yang timbul akibat aktifitas listrik
ventrikel ketika berdepolarisasi. Gelombang QRS ini dapatdibedakan menjadi
tiga gelombang, yaitu gelombang Q, R dan S.

Gelombang Q, adalah defleksi negatif pertama sesudah gelombang P danyang


mendahului defleksi R, gelombang ini dibangkitkan akibatdepolarisasi
permukaan ventrikel.
Gelombang R, adalah defleksi positif yang pertama sesudah gelombang Pyang
ditimbulkan oleh depolarisasi utama ventrikel.
Gelombang S, merupakan defleksi negatif sesudah R atas penyimpangannegatif
yang menunjukkan depolarisasi ventrikel.
Gelombang T, adalah gelombang yang timbul pada saat repolarisasiventrikel.

D. Alat Dan Bahan


1. Pesawat Elektrokardiografi 1 unit
2. EKG Simulator (Electrical Safety Analyzer) 1 unit
3. Elektroda Gelang 4 buah (Merah, Kuning, Hitam, Hijau)
4. Kabel Pasien
5. Jangka Sorong 1 buah
6. Thermo-hygrometer 1 unit
7. Phantom
E. Bagian Bagian Pesawat Elektrokardiografi
a) Tampak Atas

Keterangan :
1. Tempat Kertas EKG
2. Tombol Start / Stop, untuk menjalankan dan menghentikan perekaman dari
kertas EKG
3. Tombol INST, untuk menghentikan pergerakan stylus.
4. Pemilihan Sensitifity, rata-rata ada tiga pilihan :
a. 0.5 artinya tinggi pulsa maksimal 5 mm.
b. 1 artinya tinggi pulsa maksimal 10 mm.
c. 2 artinya tinggi pulsa maksimal 20 mm.
5. Pengatur Posisi Stylus

6. Lead Selector, untuk menentukan lead mana yang akan diukur.


7. MARK, untuk memberikan tanda pada kertas perekaman ECG
8. Kalibrasi, simbol Cal atau
kertas perekaman ECG
9. Tempat Stylus.

, Untuk mengkalibrasi pulsa pada

b) Tampak Samping Kanan

Keterangan:
1. Socket input kabel elektroda dari pasien.
2. Pemilihan Kecepatan Kertas 25 mm/s atau 50 mm/s.
3. HUM, sebuah filter untuk mengurangi noise listrik AC pada frekuensi 50 hz.
4. MUS, sebuah filter untuk mengurangi noise tubuh pada frekuensi 40 hz.
5. Speed selector adalah pengatur kecepatan motor penggerak kertas perekam,
kecepata yang dapat diplih adalah 25-50 mm/sec

c) Bagian Dalam Tempat Kertas EKG dan Tempat Stylus

1. Kertas EKG

2. Stylus

d) Bagian Luar
1. Elektroda EKG
Elektroda merupakan penghantar peristiwa Bioelectric dari permukaan
tubuh sebelum mereka dapat dimasukkan ke dalam amplifier untuk record
berikutnya atau layar. Elektroda melakukan transfer dari konduksi ion dalam
jaringan untuk konduksi elektronik yang diperlukan untuk melakukan
pengukuran

Model Gelang

Model Suction Cup

Model Disposible

2. kabel Pasien

untuk menghubungkan elektroda dari pasien ke alat EKG


F. Pengoprasian
1. Persiapan Sebelum Pemasangan ke Pasien
a. Siapkan alat dan bahan ( kabel power, lead EKG, dan kertas EKG).
b. Pasang Kertas EKG pada tempatnya.
c. Pasang Kabel Ground.
d. Pasang Kabel Power pada konektor EKG
e. Pasang Kabel Pasien di bagian samping pesawat.
f. Pasang elektroda pada kabel pasiennya.
2. Proses Perekaman
a. Bersihkan kulit pasien yang akan ditempelkan elektroda.
b. Beri gel pada kulit yang akan ditempelkan elektroda.
c. Pasang elektroda pada bagian RA(R), LA(L), LL(F), RL(N).
d. Tekan Power ON.
e. Tekan INST untuk menghentikan penguatan (Amplifier).
f. Posisikan Stylus di tengah tengah kertas EKG.
g. Posisikan selector lead sesuai lead yang akan di rekam yaitu lead I, II,
III, aVR, aVL, aVF.
h. Pilih Lead I terlebih dahulu, lalu tekan tombol INST lalu tekan tombol
Start maka akan memulai rekaman berbentuk grafik pada kertas EKG.
i. Setelah mendapat data grafik yang cukup, tekan tombol STOP untuk
mengakhiri rekaman.
j. Mengulangi lagi dari langkah h sampai i untuk lead II dan III, begitu juga
aVR, aVL, aVF.
k. Setelah semuanya selesai rapikan alat dan bahan.
l. Bersihkan sisa gel.
m. Cabut semua kabel yang terhubung
n. Kembalikan alat pada tempatnya.

3. Gambar Sistem Kerja Lead


a. Lead I

b. Lead II

c. Lead III

d. Lead aVR

e. Lead aVL

f. Lead aVF

G. Kalibrasi Kinerja Alat EKG


Pengkalibrasian ini bertujuan intuk menguji apakah alat ini masih layak atau
tidak digunakan. Pengkalibrasian juga memerlukan temperatur yang sebesar
suhu ruangan dengan kelembapan tertentu.
1. Proses Kalibrasi Sensitifity
a. Tekan tombol power pada posisi ON
b. Pilih sensitivity dengan pemilihan posisi sensitivity selector pada posisi
0,5,1 atau 2.
c. Tempatkan posisi stylus agar berada tepat ditengah-tengahkertas grafik
dengan mengatur pen position adjustment.
d. Kalibrasi ini dengan menggunakan setting kecepatan 25 mm/s.
e. Pertama Pilih sensitifity 0.5 terlebih dahulu.
f. Tekan start.
g. Tekan tombol kalibrasi, untuk mendapatkan tampilan pulsa segi empat
kalibrasi pada kertas perekaman dengan tinggi pulsa 5 mm
h. Ambil 5 kali puncak saja lalu tekan STOP.
i. Kemudaian Pilih sensitifity 1.
j. Tekan start.
k. Tekan tombol kalibrasi, untuk mendapatkan tampilan pulsa segi empat
kalibrasi pada kertas perekaman dengan tinggi pulsa 10 mm
l. Ambil 5 kali puncak saja lalu tekan STOP.
m. Terakhir Pilih sensitifity 2.
n. Tekan start.
o. Tekan tombol kalibrasi, untuk mendapatkan tampilan pulsa segi empat
kalibrasi pada kertas perekaman dengan tinggi pulsa 20 mm
p. Ambil 5 kali puncak saja lalu tekan STOP.

q. Tinggi pulsa segi empat harus sesuai dengan nilai sensitivity seperti
diatas.
r. Ukur tinggi pulsa vertikal masing masing sensitifity menggunakan
jangka sorong.
s. Mencatat dan memasukkan data pengukuran tinggi tersebut kedalam
tabel serta menghitung nilai rata rata dan kesalahan dari pengukuran
tinggi tersebut.
2. Proses Kalibrasi Kecepatan Kertas
a. Pertama atur sensitivitas pada alat EKG dan EKG simulator sebesar
1 mV
b. Mengatur bpm pada EKG simulator sebesar 60 bpm.
c. Kemudian atur kecepatan kertas pada alat EKG sebesar 25 mm/s.
d. Posisikan Lead Selector pada Lead II.
e. Tekan Start lalu melakukan perekaman sampai 5 kali puncak pulsa
saja lalu tekan STOP
f. Ulangi langkah dari c sampai e namun dengan setting kecepatan
kertas pada alat EKG sebesar 50 mm/s.
g. Ukur lebar antara puncak satu dengan puncak selanjutnya
(horinzontal) pada masing masing kecepatan kertas.
h. Mencatat dan memasukkan data pengukuran lebar tersebut kedalam
tabel serta menghitung nilai rata rata dan kesalahan dari pengukuran
lebar tersebut.
3. Proses Kalobrasi Heart Rate (bpm)
a. Pertama atur sensitivitas pada alat EKG dan EKG simulator sebesar
1 mV.
b. Mengatur kecepatan kertas pada alat EKG sebesar 25 mm/s.
c. Posisikan Lead Selector pada Lead II.
d. Kemudian mengatur nilai Heart Rate (bpm) pada EKG Simulator
sebesar 30 bpm.
e. Tekan Start lalu melakukan perekaman sampai 5 kali puncak pulsa
saja lalu tekan STOP
f. Ulangi langkah d sampai e untuk nilai Heart Rate 60 bpm dan 120
bpm
g. Ukur lebar antara puncak satu dengan puncak selanjutnya
(horinzontal) pada masing masing nilai bpm.
h. Hitung hasil pengukuran lebar tersebut dengan rumus :
kecepatan kertas 60 s
1500
bpm=
=
Lebar puncak ke puncak Lebar puncak ke puncak
i. Mencatat dan memasukkan data perhitungan lebar tersebut kedalam
tabel serta menghitung nilai rata rata dan kesalahan dari
pengukuran lebar tersebut.
H. Persamaan Persamaan
1. Nilai Rata Rata

Nilai RataRata=

Jumlahnilai Pembacaan
Jumlah data yang diambil

2. Kesalahan
Kesalahan=( Seting ) ( Ratarata )
Atau
Kesalahan=( Ratarata ) ( Seting )
3. Persentase kesalahan
Kesalahan 100
=
Setting
4. Hasil Pembacaan / Pengukuran Kalibrasi Heart rate (bpm)
Pembacaan(bpm)=

kecepatan kertas 60 s
1500
=
Lebar puncak ke puncak Lebar puncak ke puncak

I. HASIL PRAKTIKUM
1. Pengukuran Kondisi Lingkungan
No
.
1.
2.

Parameter

Terukur

Temperatur Ruangan
Kelembaban Ruangan

30, 9 oC
60 %

2. Pengukuran Kinerja ECG


a. Pengukuran Sensitivitas
Sensitivitas 0,5 ; 1 ; 2

No.
1.
2.
3.

Settin
g
0,5
1
2

Rata-

Pembacaan Standar
I
0,5
1
1,94

II
0,5
1
2,07

III
0,5
1
2,07

IV
0,5
1,1
1,95

rata
V
0,5
1,1
1,94

0,5
1,07
1,99

Kesalahan

0
0,04
0,01

0
4%
1%

Kesalahan

Kesalahan
Max
5%
5%

b. Paper Speed atau Kecepatan Kertas 25 mm/s dan 50 mm/s

No.

Settin
g

Rata-

Pembacaan Standar

rata

II

III

IV

1.

25

25,3

25,7

25,1

25,1

25,1

25,26

0,26

2.

50

49,6

49,6

49,6

49,4

49,4

49,52

0,48

Kesalahan
Max

1,04

10 %

%
0,96

10

c. BPM 30 ; 60 ; 120

No.

Settin

Rata-

Pembacaan Standar

I
II
III
1.
30
30,1
29,7
29,9
2.
60
59,3
58,4
59,7
3.
120
121
121
120,4
J. KESIMPULAN
Berdasarkan pengetahuan

IV
29,9
59,7
122

rata
V
29,9
59,36
125

29,9
59,36
121,88

Kesalahan

0,1
0,64
1,88

0,33 %
1,067%
1,567%

Kesalahan

tentang Elektrokardiografi (EKG) maka dapat

di simpulkan bahwa:
Elektrokardiografi merupakan alat bantu diagnostik yang digunakan untuk
mendeteksi aktivitas listrik jantung berupa grafik yang merekam

perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu.


Bagian bagian pesawat Elektrokardiografi (EKG) yang perlu di
perhatikan kinerjanya meliputi Sensitifitas, Kecepatan kertas, dan Heart
Rate (BPM)

Max
5%
5%

Hasil kalibrasi meliputi pengukuran kinerja, alat kesehatan tersebut diatas


yaitu pesawat Elektrokardiografi dinyatakan :

No
.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Parameter Kinerja
Keterangan
Sensitivitas 0,5
Dalam Batas Toleransi
Sensitivitas 1
Dalam Batas Toleransi
Sensitivitas 2
Dalam Batas Toleransi
Kecepatankertas 25 mm/s
Dalam Batas Toleransi
Kecepatankertas 50 mm/s
Dalam Batas Toleransi
BPM 30
Dalam Batas Toleransi
BPM 60
Dalam Batas Toleransi
BPM 120
Dalam Batas Toleransi
Pesawat electrocardyogarph dinyatakan masih LAYAK PAKAI.