Anda di halaman 1dari 4

Hubungan Paritas Dengan Kejadian Letak Sungsang

Paritas adalah jumlah persalinan yang pernah di alami wanita tanpa memperhatikan
hasil konsepsi tersebut hidup atau mati. Paritas yang sudah melahirkan bayi lebih dari 2 atau
3 merupakan paritas yang paling aman di tinjau dari sudut kematian maternal. Paritas yang
sudah melahirkan bayi lebih dari 3 memiliki angka kematian lebih tinggi. Ibu yang meninggal
saat atau setelah melahirkan antara lain disebabkan oleh tingginya paritas yaitu telah
mempunyai anak sebanyak 4 orang atau lebih.
Klasifikasi paritas antara lain:
1. Primipara

: dengan paritas 1 kali

2. Multipara

: dengan paritas 2-3 kali

3. Grandemulripara : dengan paritas 4 kali atau lebih


Seorang ibu yang sering hamil ataupun melahirkan mempunyai resiko lebih tinggi di
bandingkan dengan ibu yang tidak sering melahirkan, karena semakin banyak jumlah
kehamilan dan jumlah kelahiran yang di alami ibu semakin tinggi resiko untuk mengalami
komplikasi kehamilan dan persalinan. Kehamilan letak sungsang dapat terjadi pada ibu
dengan paritas tinggi dikarenakan rahim sudah sangat elastis dan membuat janin berpeluang
besar untuk berputar hingga minggu ke-37 dan sseterusnya ( varney,2007)
Kehamilan letak sungsang akan meningkat kejadiannya pada ibu dengan paritas
grandemultipara. Ini terjadi karena kehamilan terlalu

sering dapat menyebabkan uterus

menjadi lebih luas sehingga terjadilah kehamilan letak sungsang ( manuaba,2008)


Pada paritas > 3 keadaan rahim ibu sudah tidak seperti rahim yang pertama kali
melahirkan. Sehingga ketika ibu hamil dengan paritas >3, maka janin ibu tersebut akan lebih
aktif bergerak sehingga posisi janin tersebut menjadi tidak normal dan dapat menyebabkan
terjadinya letak sungsang ( cunningham F G ,2005)

Pada paritas tinggi ruang segmen bawah rahim semakin luas dan dapat menyebabkan
terjadinya oligohidramnion sehingga mekanisme penempatan bokong bayi tidak bisa normal,
hal inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya letak sungsang ( manuaba, 2008)

BAB V
PEMBAHASAN
A.
1.

Analisa Univariat
Gambaran Prevalensi Paritas Ibu di RSUD Bangkinang Tahun 2013
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 55 Ibu Bersalin, sebagian

besar ibu mengalami paritas yang beresiko yaitu 38 (69,09%) orang.


Berdasarkan teori dan hasil yang didapatkan dalam penelitian selain umur, jarak
kehamilan, bentuk panggul ibu, riwayat kehamilan sungsang dan paritas merupakan faktor
yang menyebabkan kelainan letak sungsang. Oleh karena itu Pada paritas > 3 keadaan rahim
ibu sudah tidak seperti rahim yang pertama kali melahirkan sehingga ketika ibu hamil dengan
paritas > 3, maka janin ibu tersebut akan lebih aktif bergerak sehingga posisi janin tersebut
menjadi tidak normal dan dapat menyebabkan terjadinya letak sungsang ( cunningham F.G.
2005).
Menurut asumsi peneliti paritas merupakan jumlah persalinan yang pernah di alami
wanita tanpa memperhatikan hasil konsepsi tersebut hidup atau mati. deteksi dini paritas
sangatlah penting untuk mencegah terjadinya kehamilan letak sungsang tersebut.
2. Gambaran Prevalensi letak sungsang di RSUD Bangkinang Tahun 2013
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 55 Ibu besalin, sebagian
besar ibu mengalami letak sungsang

sebesar 42 (76,36%) orang. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa mayoritas ibu bersalin di RSUD Bangkinang Tahun 2013 mengalami
letak sungsang.
Terdapat sejumlah faktor penyebab utama kematian ibu akibat perdarahan, infeksi,
kelainan hipertensi dalam kehamilan, letak sungsang, dan persalinan yang lama. Letak

sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus
uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri .
B. Analisa Bivariate
1. Hubungan Paritas dengan Kejadian Letak Sungsang di RSUD Bangkinang Tahun 2013
Berdasarkan hasil analisa hubungan paritas dengan kejadian letak sungsang di RSUD
Bangkinang Tahun 2013 dapat diketahui bahwa ibu bersalin yang mengalami paritas 55
orang, yang melahirkan dengan letak sungsang sebesar 42 (76,36%) orang. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa dari 55 ibu bersalin yang mengalami paritas lebih banyak melahirkan
letak sungsang yaitu sebanyak 42 orang.
Hasil uji Chi-Square diperoleh X hitung (20,35) > X tabel (3,481) maka H
ditolak dan dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara paritas dengan kejadian letak
sungsang di RSUD Bangkinang Tahun 201
Angka kejadian letak sungsang jika di hubungkan dengan paritas pada ibu maka
kejadian terbanyak adalah dengan grandemultipara dibanding pada primigravida. Pada
primipara (1) merupakan aman di tinjau dari sudut kematian maternal dan paritas tinggi ( > 3)
mempunyai angka kejadian kehamilan letak sungsang ( Prawirohardjo,2005)
Seorang ibu yang sering hamil ataupun melahirkan mempunyai resiko lebih tinggi di
bandingkan dengan ibu yang tidak sering melahirkan, karena semakin banyak jumlah
kehamilan dan jumlah kelahiran yang di alami ibu semakin tinggi resiko untuk mengalami
komplikasi kehamilan dan persalinan. Kehamilan letak sungsang dapat terjadi pada ibu
dengan paritas tinggi dikarenakan rahim sudah sangat elastis dan membuat janin berpeluang
besar untuk berputar hingga minggu ke-37 dan sseterusnya ( varney,2007)
Kehamilan letak sungsang akan meningkat kejadiannya pada ibu dengan paritas
grandemultipara. Ini terjadi karena kehamilan terlalu

sering dapat menyebabkan uterus

menjadi lebih luas sehingga terjadilah kehamilan letak sungsang ( manuaba,2007)


Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian Ratna Dewi (2009), berdasarkan hasil
analisa uji chi-square diperoleh nilai X hitung (41,22) > X tabel (3,841) hal ini

menunjukkan bahwa H ditolak artinya ada hubungan antara paritas dengan kejadian letak
sungsang di Ambarawa Tahun 2009.