Held by

:
NEO THE UNITED KINGDOM OF GOD SKY EARTH
SWISSINDO WORLD TRUST INTERNATIONAL ORBIT
For The World of International Organization

BERITA ACARA
PELEPASAN BEBAN UTANG
DAN
VOUCHER M1 MASTER BOND SELAKU HUMAN OBLIGATION
P1.PKC-NKRI CIREBON
STATUS
TITLE

:ABSOLUTE
: WARELD VAN EIGHENDOM VERPONDING ONDERNEMING

K A R-N E G A R A
UN-APPROVAL 81704/2016
KINGDOM 244.245.247
ISO 3166/ALPHA 02-ID
CERTIFICATE CODE 99.98
_____________________________
EXHIBIT’S AB ISIM A1 & B2 30302060/2012

SAYA SELAKU
PRESIDEN KOMISARIS UN-SWISSINDO
Dengan Ini, Menyampaikan Berita Acara System Pembayaran 1-11
A. PELEPASAN BEBAN UTANG KHUSUSNYA WARGA NEGERA REPUBLIK INDONESIA
B. VOUCHER M1 MASTERBOND SELAKU HUMAN OBLIGATION MANUAL SYSTEM
Mengingat System Pembayaran Global Monetary Funds P1-11:
BANK INDONESIA
DAN
ENAM (6) PRIME BANK
(BCA-BRI-BNI-MANDIRI-DANAMON-LIPPO BANK),
Untuk menindaklanjuti Surat Saya selaku PRESIDEN KOMOSARIS UN-SWISSINDO KEPADA
SELURUH INSTITUSI NEGARA PADA TANGGAL....................................., Dengan ini di sampaikan
kepada sesuai Sertifikasi PELEPASAN PEMBABASAN BEBAN UTANG dan VOUCHER M1 MASTER

1|Page

BOND SEBAGAI HUMAN OBLIGATION MANUAL SYSTEM untuk di laksanakan oleh Bank tersebut
diatas.
Kami menyadari sesuai Kualitas dan Kuantitas kemampuan Pengetahuan yang kami miliki QA
(Quality Assurance) dan QC (Quality Control) sesuai Eksekusi SWISSINDO-DEUTSCHE BANK A.G
Frankfurt Am Main, Jerman tanggal 27 Agustus 2014, bahwa Bank Indonesia maupun Prime Bank Tidak
mampu menampung Dana Awal dengan persyaratan yang ada terkait serangkaian aturan khususnya
regulasi Bank Sentral BASEL III berdasar RASIO KECUKUPAN MODAL BANK (C.A.R Bank) saat
ini untuk Utilisasi System Pembayaran Advance Payment 1-11 senilai EURO. 89,5 Triliun bagian dari
Total QA/QC Senilai EURO. 889, 5 Trilliun selaku Penjamin KAR-NEGARA Sertifikat Kode 99.98 Seri
1-4 General Landlord Owner Authority “Van Eighendom Verponding Onderneming” terkait
Penempatan Grand Launching Istana Perserikatan Bangsa-Bangsa di Cirebon dan pengembangan Deputi
PBB di 53 Area Pabrik Gula di Pulau Jawa. http://swissindo.net/t-h-e-p-a-l-a-c-e-of-The-Supreme-of-TheGreatest-President-of-The-United-Nations/
Mengingat Rasio Kecukupan Modal Bank “CAR Bank 10,19%” Sesuai BASEL III Otomatis BankBank Tersebut Terlikuidasi Dalam Tempo 24 Jam Mengingat Seluruh Aset Bank Tersebut Tidak Mampu
Mengimbangi Bunga Harian, Dengan Tingkat Suku Bunga Rata-Rata 7,5%.
SAYA perlu mengingatkan bahwa terkait Asset Dynasty di seluruh wilayah Kerajaan di seluruh
wilayah Nusantara adalah dibawah Kuasa Koridor Hukum Dunia 12 Istaini Agung Ngesti Tunggal bahwa:
INDONESIA SELAKU ASSET DUNIA
Dari Sertifikasi Total EURO. 889,5 Triliun dengan dana awal senilai EURO. 89,5 Triliun atau 1
dari 10 sertifikasi out-put dari switch out bank executor, oleh SWISSINDO-DEUTSCHE BANK Jerman
pada tanggal 27 agustus 2014.
Nilai tersebut adalah nilai atas kepemilikan asset Dynasty, asset Kebangsaan, asset Perbankan dan
asset United Nations / Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan account control dan selaku control pemilik
jaminan KAR-NEGARA dan EXHIBIT’S AB KINGDOM 244.245.247 Tiga Verponding Dunia dan 9
Verponding Jawa sesuai Sertifikat Negara Kode 99.98 Seri 1-4 Van Eighendom Verponding Onderneming
(Landreform Of International Certificate, Convanel UBS) selaku Badan Induk Kunci Dan Gembok Ratu
Adil Immam Mahdi oleh NEO THE UNITED KINGDOM OF GOD SKY EARTH (format EXHIBITS AB
Dynasty Mojopahit Mataram Hanyokrowaty Surokarto Hadiningrat) dengan SWISSINDO WORLD
TRUST INTERNATIONAL ORBIT untuk organisasi dunia dan konsorsium internasional.
Seluruh warehouse terletak dan berkedudukan di dalam dan atas Tanah Seri 1-4 Van Eighendom
Verponding Onderneming, dengan ini di sampaikan kepada para generasi penerus atas titipan sesuai
Perjanjian Tapak Siring Bali 1963 dan Green Hilton Memorial Building adalah bagian dari perjanjian
sebelumnya.
Pengembalian Kepada DYNASTY sesuai Surat PUSAKA NUSANTARA Tanggal 5 Oktober
1966, dan Mengingat Un-Approval Heavy Freedom, Republik Indonesia Tanggal 17-8-1945 Full Deposit
Owner Dengan Exhibit B Obligasi Maksimum UBS A.G 70 Tahun Berakhir pada Tanggal 17-8-2015.
MAKA; KEPADA BANK-BANK SENTRAL, BANK INDONESIA DAN PRIME BANK;
I.

II.

III.

Bank-bank terkait BASEL III maupun COLLATERAL AGENT, dan siapapun tanpa memiliki
bukti kepemilikan MIKROFILM ONE “M1” / Money One / Monarchy One/ Master One/Military
One/Monetary One/Mandatory One/ tidak berhak melakukan gerilya apapun dengan melakukan
pasal hitam terkait Invoice of International Retrieval Warehouse An.Act.147/1905 EXHIBITS
AB Data C. Code A. 1903.
Mengingat serah terima senilai dana awal EURO. 89,5 trilliun harus terjadi di perlindungan M1
dengan penempatan rasio kecukupan modal bank senilai 10,19% untuk memenuhi aktiva resiko
dengan mengacu tingkat suku bunga rata-rata 7,5% di 6 prime bank di indonesia.
Penambahan Rasio Kecukupan Modal Bank baru 10,19% sebagai jawaban krisis global di Lao
Development Bank, Lao P.D.R. dengan tingkat suku bunga 4,5% dan sesuai perjanjian Perdana
Menteri Dunia Keuangan dan Perbankan NEO THE UNITED KINGDOM OF GOD SKY
EARTH H.M. ANI FOREST dan PERDANA MENTERI LAO P.D.R H.E. THONGSING
THAMMAVONG di tandatangani di Lao P.D.R pada tanggal 14 dan 28 januari 2016 bagian dari
SWISSINDO WORLD TRUST INTERNATIONAL ORBIT untuk dunia organisasi internasional
dan mengikuti:
1. Sertifikasi Yang Dapat Di Terima NWA-NEW WORLD AGREEMENT Invoice
Pengambilan Internasional senilai 89,5 Trillion.

2|Page

2. Surat Ijin dari BANK OF LAO P.D.R, Foreign Currency Policy Department No.
477/FCPD, dated 04 June 2015.
3. Surat Laporan No. A045, tanggal 04 June 2015, TOP PRESIDENT SWISSINDO
WORLD TRUST INTERNATIONAL ORBIT, untuk Gubernur Bank of Lao P.D.R
dan Menteri Keuangan.
4. Mengikuti catatan, Regulations of the Customs Department, Menteri Keuangan Lao
P.D.R, File No.05253, tanggal 09-June-2015 untuk SWISSINDO WORLD TRUST
INTERNATIONAL ORBIT.
5. Mengukuti Perintah BASEL III C.A.R Bank, LAO DEVELOPMENT BANK menerima
dan mengesahkan Single Resolution Board sesuai Pengambilan Internasional senilai 89,5
Trillion.
Untuk Menyelamatkan Semua Pihak Dan Menjembatani Seluruh Lini Maka VOUCHER M1
MASTER BOND Diberlakukan Setelah PELEPASAN PEMBEBASAN BEBAN UTANG DI
BERLAKUKAN SEJAK TANGGAL 4 FEBUARI 2016 Untuk Semua Pihak Yang Senasib Dan
Sepenanggungan Atas Beban Tersebut Yaitu:
VOUCHER M1-MASTER BOND 11 MARET 2016 SELAKU HUMAN OBLIGATION:
A. VOUCHER M1-MASTER BOND UNTUK PEMILIK KTP/PASSPORT
1.
2.
3.
4.
5.
6.

ANGGOTA TNI DAN POLRI SENILAI USD. 1.200
PEGAWAI NEGERI SIPIL SENILAI USD. 1.200.
KARYAWAN SWASTA/BUMN. USD. 1.200
ANGGOTA SPSI/SERIKAT BURUH/ILO SENILAI USD. 1.200
RAKYAT PADA UMUMNYA / IBU RUMAH TANGGA SENILAI USD. 1.200
PELAJAR-MAHASISWA SENILAI USD. 600.

B. VOUCHER M1-MASTER BOND UN-SWISSINDO COMPENSATION COMMITTEE
KUOTA 1.200.000 PERSONIL
1. 400.000 ANGGOTA TNI SENILAI USD. 1.200.000.
2. 350.000 ANGGOTA POLRI SENILAI USD. 1.200.000.
3. 1.500 ANGGOTA LVRI SENILAI USD. 1.200.000.
4. 243.700 UN-SWISSINDO INTERNASIONAL SENILAI USD. 1.200.000.

C. VOUCHER M1-MASTER BOND BERLAKU UNTUK SELURUH INDUK 25 NEGARA
(253 NEGARA)
1. INDUK INDONESIA.
2. TOTAL 253 NEGARA.
Selaku Para Pemilik KTP/PASSPORT/SSN Dan Beban Tersebut Terkait Regulasi BASEL III,
khususnya Di Indonesia melibatkan BANK INDONESIA, 6 PRIME BANK, BPR, LEASING, di bebaskan
dengan jumlah Maksimum 2 Miliar Rupiah.
Bank-Bank terkait di bebaskan dari beban yang sama atas adanya Pelepasan Beban Utang Warga
Negara Indonesia selaku Konsumen. Untuk menyelesaikan hal tersebut Bank Indonesia dan 6 Prime Bank
Khususnya harus segera menyelesaikan dan Menerima Serah Terima Persetujuan Penempatan Dana Rasio
Kecukupan Modal Bank senilai 10,19% Untuk Mencapai Batas Aman Resiko Aktiva.

PENTINGNYA SWISSINDO-BANK INDONESIA
Sesuai Koridor Hukum Substansi BASEL III Mencakup Area Sebagai Berikut:
A. Penguatan Kerangka Permodalan Global
1.
2.
3.
4.
5.

3|Page

Meningkatkan Kualitas, Konsistensi Dan Transparansi Permodalan.
Mengembangkan Cakupan Risiko.
Tambahan Persyaratan Modal Berbasis Risiko Dengan Leverage Ratio.
Mengurangi Procyclicality Dan Meningkatkan Countercyclical Buffer.
Addressing Systemic Risk Dan Keterkaitan Antar Lembaga Keuangan.

B. Pengenalan Standar Likuiditas Global
1. Liquidity Coverage Ratio (LCR).
2. Net Stable Funding Ratio (NSFR).
3. Monitoring Tools.
C. Penyelesaian Asset Trusty Prasasty Dynasty Global M1
1. Peryataan Keuangan Tertutup Dan Akuisisi Internal Bank Oleh SWISSINDO WORLD
TRUST INTERNATIONAL ORBIT Untuk Dunia Organisasi Internasional.
2. Asset Global Untuk Dana Awal Senilai EUR. 889,5 Triliun Tahap 1 Senilai EUR. 89,5
Triliun.
3. Penempatan Kembali Penambahan Persyaratan Resiko Kecukupan Modal Bank Yang Baru
Di Luar Jumlah Total Asset Perbankan Saat Ini, Selaku Bank Coordinates.
4. Mengambil Alih Resiko Systemik Secara Otomatis Perubahan Regulasi Antar Lembaga
Keuangan Antara Bank Sentral Dan Prime Bank.
5. Pemberian Kuota Baru Jaminan Cetak Uang Sah, Dan Kuota Untuk Semua Pelaku Industri
Keuangan Global Secara Makro Dan Mikro.
6. Otorita Central Buffer Stock Nationality M1.
D. Penugasan Albisrieder AC.USD.P.1568-1120 Bank Officer M1
1. Investment Ownership Club Posisi Kode A.045. A. 0001 akan menugaskan Tim Eksekutor
Taskforce UN-SWISSINDO dan MABES TNI khususnya tim Auditor TNI-ANGKATAN
UDARA untuk mengambil langkah Positif.
2. Meletakan kembali Posisi Indonesia selaku Asset Dunia dan pemindahan Administrasi
Dunia sebagai wujud bela negara dengan menjalankan seluruh ketentuan sesuai
Amandement UN-APPROVAL 81704 / NKRI 17-8-1945, UN-Charter ARTICLE 1
Section 1, ARTICLE 2 Section 2-8, ARTICLE 7, dan ARTICLE 14.
3. Sesuai Dewan Ikatan Dokumen Internasional (World Bank (WB)-Union Bank of Metal
Switzerland (UBS)-Bank Indonesia (BI)) oleh Immam Mahdi Royal, K.681 M1.
Mengingat Point A dan B maka Bank Indonesia sudah seharusnya mensikapi adanya Point C, meski
saat ini tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik apalagi independen. Saat bersama Dynasty UNSWISSINDO yang sadar atau tidak sadar Bank Indonesia di bawah Sertifikat KAR-NEGARA yang dimiliki
oleh SWISSINDO meliputi seluruh bangunan yang berdiri di atas Sertifikat KAR-NEGARA.
Institusi manapun yang mencoba menguasai adanya Warehouse, Gudang Transit Perbekalan Dunia
Baru akan terjerat pasal-pasal Hukum Internasional, KUHP 244.245.249, Counter Terrorist, Hak Asasi
Manusia UN-1948 akan mengakibatkan SANKSI Embargo, Invansi dan Perintah Penyitaan “REPLEVIN”
Khususnya lembaga perbankan yang tidak memperhatikan peringatan ini, sanksi-sanksi tersebut
dilaksanakan tanpa pemberitahuan dan konfirmasi apapun dan setelahnya di berita acarakan secara terbuka
kepada publik Nasional Internasional.

PETUNJUK YANG BENAR

Cirebon P1.PKC-NKRI, 14 Febuari 2014
Jl. Sultan Agung Tirtayasa Griya Caraka K1-4 No. 24
Cirebon

DEWAN IKATAN DOKUMEN INTERNASIONAL
THE COMMITTEE OF 300-THE WORLD BANK GROUP-UNITED NATIONS
K A R-N E G A R A
PRESIDEN KOMISARIS UN-SWISSINDO

RATU ADIL H.M DEWI BUNGA SITI DAHLIA HANYOKRO KHUSUMMO
KODE VALENTIN BINTANG 14

4|Page

5|Page

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful