Anda di halaman 1dari 95

LAPORAN AKHIR PPL-AWAL

DI SMK NEGERI 2 NEGARA

OLEH

: I NENGAH SUBADRA

NIM

: 1415071008

JURUSAN

: PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

KELAS

:A

FAKULTAS

: TEKNIK DAN KEJURUAN

LEMBAGA PENGEMBANGAN PENGALAMAN LAPANGAN


UNDIKSHA SINGARAJA
2015

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN AKHIR KEGIATAN


PROGRAM PENGENALAN LAPANGAN LEBIH AWAL
DI SMK NEGERI 2 NEGARA
TELAH DISAHKAN

Pada
Hari

: Sabtu

Tanggal : 8 Agustus 2015

Guru Pembimbing,

Mahasiswa PPL

Nyoman Artha, BA

I Nengah Subadra

NIP.195804161985031017

NIM. 1415071008

Mengesahkan
Kepala SMK Negeri 2 Negara

Ketut Suartika, S.Pd.,M.Pd.


NIP 196712021990031004

ii

PERNYATAAN
Dengan ini saya
Nama

: I Nengah Subadra

NIM

: 1415071008

Jur/Fak

: Pendidikan Teknik Mesin/ Teknik dan Kejuruan

Judul Laporan : Laporan Akhir PPL-Awal di SMK Negeri 2 Negara

Menyatakan bahwa laporan atau karya tulis ini dengan seluruh isi dan
pengungkapanya memang benar tulisan asli saya sendiri dengan tidak melakukan
penjiplakan dan penyampaian dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan kode etik
yang berlaku dalam masyarakat keilmuan dan HAKI ( Hak atas Kekayaan
Intelektual).
Atas pernyataan ini, saya siap menanggung sanksi yang di jatuhkan kepada saya
apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran atas etika keilmuan dalam laporan
saya ini, atau ada klaim terhadap keaslian karya saya ini,

Singaraja, 8 Agustus 2015


Yang membuat pernyataan

I Nengah Subadra
NIM. 1415071008

iii

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAAN ....................................................................................ii


KATA PENGANTAR ...............................................................................................iii
PERNYATAAN .........................................................................................................iv
DAFTAR ISI ..............................................................................................................v
DAFTAR TABEL ......................................................................................................vi
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................vii

BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang ......................................................................................1

1.2

Rumusan Masalah .................................................................................2

1.3

Tujuan ...................................................................................................3

BAB II KEGIATAN YANG DILAKUKAN SELAMA ORIENTASI


2.1

Kegiatan Yang Dirancang. ....................................................................4

2.2

Cara Pengumpulan Data ........................................................................5

BAB III. TEMUAN DAN PEMBAHASAN


3.1 Gambaran Umum SMK Negeri 2 Negara ......................................7
3.2 Kondisi Lingkungan Fisik dan Non Fisik SMK Negeri 2 Negara .11
3.3 Pola interksi antar warga sekolah dalam kegiatan keseharian ......34
3.4 Pengenalan Sikap dan Pola Tingkah Laku Siswa .........................36
3.5 Proses Pembelajaran di SMK Negeri 2 Negara ............................42
BAB IV PENUTUP
4.1

Simpulan ...............................................................................................48

4.2

Tindak Lanjut ........................................................................................48

Lampiran-Lampiran

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 : Kegiatan yang dirancang ................................................................ 4


Tabel 3.2 : Identitas sekolah ............................................................................. 11
Tabel 3.3 : Tanah dan Bangunan ...................................................................... 12
Tabel 3.4 : Program Keahlian dan Akreditasi .................................................. 13
Tabel 3.5 : Bangunan SMK N 2 Negara .......................................................... 14
Tabel 3.6 : Bantuan Dana yang diterima 3 tahun terakhir ............................... 15
Tabel 3.7 : Jumlah guru dan staf SMK N 2 Negara ......................................... 16
Tabel 3.8 : Jumlah siswa SMK N 2 Negara ..................................................... 17
Tabel 3.9 : Prestasi yang diraih SMK N 2 Negara ........................................... 18
Tabel 3.10 : Program Keahlian SMK N 2 Negara ............................................. 19
Tabel 3.11 : Kegiatan Ektrakurikuler ................................................................. 20

DAFTAR GAMBAR

Gambar : Struktur Organisasi ........................................................................... 10

vi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan di Indonesia mengalami perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Pendidikan adalah salah satu faktor yang menentukan maju mundurnya
suatu bangsa. Pendidikan adalah gerbang menuju kehidupan yang lebih baik dengan
memperjuangkan hal-hal terkecil hingga hal-hal terbesar yang normalnya akan
dilewati oleh setiap manusia. Dimana yang menjadi harapan

bangsa dalam

melanjutkan cita-cita bangsa adalah bertumpu pada pundak generasi muda.


Sebagai seorang calon pendidik dan sekaligus pengajar yang memiliki
integritas yang tinggi dalam mengemban tugas, mengetahui lebih dini mengenai
segala hal yang berhubungan dengan profesi keguruan di lapangan merupakan modal
awal yang sangat penting dan menjadi dasar dalam pengembangan keterampilan dan
kepribadian dalam proses kependidikan itu sendiri. Sehingga nantinya siap dan
mampu menghadapi tantangan pada saat mereka menjadi guru. Untuk mampu
mewujudkan hal tersebut seorang calon pendidik harus terjun langsung ke lapangan
untuk menggali apa dan bagaimana hal-hal yang harus diketahui dan yang harus
dikuasai sebelum menjadi pendidik serta sekaligus sebagai pengajar.
Dilihat dari sudut struktur program kurikulum Undiksha, PPL masuk pada
kelompok mata kuliah perilaku berkarya (MPB) yang dipersyaratkan dalam
pendidikan prajabatan pada jenjang strata satu (S1) dan Diploma (S0) dengan bobot 4
sks. Namun dilihat dari fungsinya PPL merupakan akumulasi mata kuliah yang
dikemas dalam kurikulum LPTK dalam pembentukan profesionalisme guru yang
menjadi tugas utama LPTK.
PPL itu terbagi menjadi 2 bagian yaitu PPL-Awal dan PPL-Real. Program
Pengembangan Lapangan Secara Real (PPL Real) merupakan akumulasi atau muara
seluruh kurikulum pendidikan prajabatan mahasiswa calon guru, yang mencakup
pelatihan mengajar maupun tugas-tugas kependidikan diluar mengajar secara
terbimbing dan terpadu untuk memenuhi persyaratan pembentukan kompetensi

keguruan. Kegiatan PPL Real ini direncanakan oleh UNDIKSHA terhadap


mahasiswa yang berada di semester 6 menjelang awal semester 7.
Materi Pengembangan Pengalaman Lapangan (PPL) adalah sejumlah mata
pelatihan yang terkait dengan tugas-tugas mengajar dan tugas-tugas lainnya yang
diberikan kepada mahasiswa calon guru dengan sistem bertahap terpadu yang
berlandaskan kemitraan agar mereka mampu memperagakan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan keguruan dalam situasi nyata yang berlaku dalam pelaksanaan
pendidikan di sekolah. Kegiatan PPL awal ini direncanakan oleh UNDIKSHA
terhadap mahasiswa yang berada di semester 2 menjelang awal semester 3.
Dalam laporan ini, penulis melaksanakan kegiatan PPL-Awal dengan memilih
SMK N 2 Negara sebagai tempat pelaksanaannya. SMK N 2 Negara merupakan
sekolah menengah kejuruan yang terletak di Desa Baluk, Kecamatan Negara,
Kabupaten Jembrana, Bali. Dalam kegiatan PPL-Awal ini, penulis hanya mencari
data tentang sekolah yang dituju sesuai dengan instrument-instrumen dalam pedoman
pelaksanaan PPL dan merangkumnya dalam bentuk laporan akhir PPL-Awal.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, adapun beberapa permasalahan yang
disampaikan penulis dalam laporan ini terkait dengan kegiatan PPL-Awal ini yaitu
sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran umum SMK Negeri 2 Negara?
2. Bagaimana kondisi lingkungan fisik dan non-fisik yang ada di SMK Negeri 2
Negara?
3. Bagaimanakah pola interksi antar warga sekolah SMK N 2 Negara dalam
kegiatan keseharian di sekolah ?
4. Bagaimana sikap dan pola tingkah laku siswa SMK Negeri 2 Negara baik selama
dalam proses belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas?
5. Bagaimana perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru
SMK Negeri 2 Negara?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, adapun tujuan yang ingin dicapai oleh
penulis dalam kegiatan PPL-Awal ini yaitu sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui gambaran umum SMK Negeri 2 Negara sebagai sekolah
latihan, yang selanjutnya dapat mempermudah penyesuaian diri selama
melaksanakan kegiatan orientasi dan observasi.
2. Untuk mengetahui kondisi lingkungan fisik dan non-fisik SMK Negeri 2 Negara
sebagai sekolah latihan.
3. Untuk mendapat berbagai pengalaman dan gambaran yang akan menunjang
protesi sebagai calon guru yang handal nantinya.
4. Untuk mengetahui pola tingkah laku siswa SMK Negeri 2 Negara baik selama
dalam proses belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas.
5. Untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan
oleh guru SMK Negeri 2 Negara.

BAB II
KEGIATAN YANG DILAKUKAN SELAMA ORIENTASI
2.1 Kegiatan yang dirancang
Dalam kegiatan PPL-Awal ini, penulis merancang kegiatan untuk mencari data
di SMK Negeri 2 NEGARA sebagai berikut :
No
1

Waktu

Kegiatan

13Juli

Menjajagi sekolah latihan dan

2015

penyerahan surat-surat

Nara Sumber
Kepala sekolah

Keterangan
Mendatangi
langsung

1. Mulai kegiatan PPL-Awal


dengan Kepala sekolah dan

27 Juli
2015

perkenalan dengan guru


pembimbing
2. Mengkonsultasikan program
kerja

- Kepala
sekolah
- Guru
pembimbing

Tempat
SMK N 2
Negara

3. Melakukan observasi awal


1. Mengenal lingkungan fisik dan
non fisik sekolah
2. Mengobservasi dan mengenal

28 Juli
2015

pola tingkah laku siswa di


kelas/luar kelas
3. Mengenal kehidupan sosial
budaya sekolah

- Guru
pembimbing
- Guru sejenis
- Pegawai
- Siswa

4. Mengenal program kegiatan

Mengacu
pada
panduan
instrument
dan kondisi
di lapangan

ekstra dan kokulikuler sekolah


Mengenal kegiatan pembelajaran :

29 Juli
2015

1. Perencanaan/persiapan
mengajar
2. Pelaksanaannya di kelas
pada saat membuka, inti

- Guru
pembimbing
- Guru sejenis
- Pegawai
- Siswa

Mengacu
pada
panduan
instrument

- Kepala
07
5

Agustu

Sekolah
Mengakhiri kegiatan PPL- Awal

s 2015

- Guru
Pembimbing

Penyerahan
piagam dan
bersalaman

- Pegawai

2.2 Cara Mengumpulkan Data


Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan metode obsrevasi,
wawancara dan dokumen

mendalam (indeep intrview) terhadap Kepala sekolah,

Guru pamong, Guru sejenis, Staf Tata Usaha, Pegawai di SMK Negeri 2 Negara.
1. Metode Observasi penulis melakukan pengamatan secara langsung ke SMK N 2
Negara. Hal-hal yang diamati pada saat observasi mengacu pada instrumeninstrumen dalam panduan PPL-Awal. Instrumen-instrumen tersebut antara lain:
keadaan lingkungan fisik dan non fisik serta pola tingkah laku siswa di kelas dan
di luar kelas, serta pengenalan pembelajaran.
2. Metode Wawancara mendalam penulis melakukan wawancara dengan kepala
sekolah, Guru pamong, Guru sejenis, Staf Tata Usaha, Pegawai di SMK N 2
Negara. Metode ini digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas
mengenai kondisi lingkungan di SMK N 2 Negara. Kelebihan metode wawancara
mendalam dengan wawancara yang umum adalah dengan metode wawancara
mendalam akan mendapatkan kondisi lingkungan secara jelas yang terdapat di
SMK N 2 Negara. Dengan metode wawancara, penulis menggali informasi
tentang keadaan yang sebenarnya yang ada di SMK N 2 Negara .
3. Metode Dokumen ini banyak digunakan dalam pengumpulan data tentang
inventasri, struktur organisasi sekolah, tata tertib serta keadaan kondisi fisik
sekolah. Dimana data yang diperlukan telah tersedia datanya secara tertulis.
4. Metode Diskusi ini banyak dilakukan dengan guru pamong dalam pelatihan
pem

5. buatan silabus dan rencana pembelajaran. Serta teknis pada saat mengikuti
mengobservasi kegiatan pembelajaran di kelas secara langsung.
6. Ikut berpartsipasi dalam kegiatan yang dapat menambah pengalaman di sekolah
serta mengikuti kegiatan yang relevan (kecuali mengajar), hal ini di sesuaikan
dengan kegiatan yang dilakukan sekolah serta dengan tuntutan instrumen yang
ada.

BAB III
TEMUAN DAN PEMBAHASAN

3.1 Gambaran Umum SMK Negeri 2 Negara


SMK Negeri 2 Negara memiliki luas tanah yang sangat luas dibandingkan
dengan sekolah SMA maupun SMK lainnya di kabupaten Jembrana. Selain memiliki
luas tanah yang begitu luas, sekolah ini juga memiliki jurusan yang begitu banyak.
Selain itu, tenaga guru juga banyak terdapat di sekolah ini. Berikut ini profil SMK
Negeri 2 Negara dari sudut pandang lingkungan fisik maupun non fisik, pola tingkah
laku siswa serta proses pembelajaran yang diterapkan. Lahirnya SMK Negeri 2
Negara tidak terlepas dari keberadaan sekolah pertanian di Negara, yang bernama
STM Pertanian PGRI Negara yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an yang didirikan
oleh sejumlah orang pendidikan di bawah pimpinan Bapak I Nyoman Tasna, BA
yang waktu itu menjabat sebagai Kakandepdikbud, Kabupaten Jembrana.
Kondisi Jembrana sebagai daerah pertanian berkeinginan memiliki sekolah
pertanian negeri yang baik dan maju yang dapat memajukan pertanian khususnya di
Kabupaten Jembrana dan Bali pada umumnya. Dengan turunnya proyek PPKT IV
oleh Direktorat Dikmenjer, maka Jembrana memanfaatkan kesempatan untuk
membangun sekolah pertanian negeri, yang waktu itu mendapat lahan seluas 14 Ha.
Tanah tersebut merupakan tanah bekas perkebunan dan peternakan milik Bapak
Hendra Wijaya. Maka, mulai tahun 1992 dilakukan pembangunan dan selesai dan
siap dipergunakan tahun 1994.
Berdasarkan SK nomer 0260 / O / 1994 / 05 Oktober 1994, SMK Negeri 2
Negara didirikan pada tahun pelajaran 1993/1994. Awalnya bernama Sekolah
Menengah Teknologi Pertanian (SMTP) Jembrana, dengan membuka Jurusan
Budidaya Tanaman, Budidaya Ternak dan Usaha Tani Terpadu, dengan pejabat
kepala sekolah sementara adalah I Ketut Semaraguna, B.A. Guru pengajar meliputi
guru yang dikirim dari Jakarta sejak tahun 1984, ditambah 16 orang guru kejuruan
dari Jakarta dan guru-guru yang sudah ada.

Pada tahun pelajaran 1995/1996 Sekolah Menengah Teknologi Pertanian


(SMTP) Jembrana berubah namanya menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Negeri 2 Negara, karena terjadi re-engineering program-program keahlian dari
Direktorat. Dikmenjur Jakarta sehingga nama jurusan menjadi Program Keahlian,
yang menjadi Kepala Sekolah saat itu Nurhawi.
Pada Tahun Pelajaran 1999/2000, Kepala Sekolah diganti oleh Drs. I Nyoman
Sucipta. Pada tahun ini juga dibuka 2 Program Kehlian lagi yang pertama Program
Keahlian Teknik Mekanik Otomotif (TMO) dan berikutnya Nautika Perikanan Laut
(NPL). Mulai tahun ini SMK Negeri 2 telah membuka 4 Program Keahlian yaitu 1).
Agronomi, 2). Peternakan, 3). Teknik Mekanik Otomotif, dan 4). Nautika Perikanan
Laut.
Pada Tahun Pelajaran 2000/2001, SMK Negeri 2 Negara berganti Kepala
Sekolah lagi ke Drs. I Ketut Suama, sampai Tahun Pelajaran 2004/2005. Selanjutnya
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Negara di pimpin oleh Drs. I Made Dwi Wahyudi.
Pada tahun ini juga SMK Negeri 2 Negara menambah 1 (satu) lagi Program Keahlian
lagi yaitu Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, sehingga ada 5 (lima) Program
Keahlian saat itu yaitu;
1). Agronomi,
2). Peternakan,
3). Teknik Mekanik Otomotif,
4). Nautika Perikanan Laut. Dan
5). Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan.
Pada Tahun Pelajaran 2000/2007 SMK Negeri 2 Negara dipimpin oleh Drs. I
Ketut Gunawan sampai dengan Tahun Pelajaran 2008/2009. Pada bulan Juli 2009
kepala sekolah diganti oleh Drs. I Gede Suyatna, S.H., M.Pd sampai 5 April 2012,
dan mulai tanggal 5 April 2012 SK. Bupati No.: 821/73/BKD/2012 SMK Negeri 2
Negara dipimpin oleh Ir. Yohanis Ano sampai tanggal 24 Desember 2014 dan
digantikan oleh Ketut Suartika, S.Pd., M.Pd. sampai sekarang. SMK Negeri 2 Negara
memiliki 5 (lima) Program Keahlian dan 6 (enam) Kompetensi Keahlian sampai
sekarang.

A. Struktur Organisasi SMK Negeri 2 Negara


Struktur organisasi SMK Negeri 2 Negara merupakan gambaran tentang tata
koordinasi antara komponen-komponen yang terdapat di lingkungan sekolah dan
menggambarkan tugas-tugas, tanggung jawab, serta wewenang yang terdapat pada SMK
Negeri 2 Negara.
Struktur SMK Negeri 2 Negara terdrii atas Kepala Sekolah yang merupakan
menanggung jawab atas kelancaran dan keberhasilan semua pengaturan dan pengelolaan
sekolah, baik secara formal maupun informail. Kapala Sekolah memiliki wewenang
dalam mengatur segala kebijakan yang ditentukan oleh sekolah bersama stafnya.
Kepala sekolah dibantu oleh 5 orang Wakil Kepala Sekolah (WKS), 3 Kepala
Bidang Keahlian, 5 Kepala Program Keahlian, Kasubag TU dan Koordinatorkoordinator.
Secara lebih rinci tugas, tanggung jawab, tata koordinasi serta mekanisme kerja
dari struktur organisasi SMK Negeri 2 Negara dapat dilihat dalam bagan organisasi
SMK Negeri 2 Negara (terlampir).

Struktur Organisasi
KETUA MS
I NENGAH NURLABA P,SH

KEPALA SEKOLAH
KETUT SUARTIKA, S.Pd, M.Pd

KETUA KOMITE
I WYN. PINTA YADYA

WAKABID. KURIKULUM
I KADEK SUDARMA, S.Pd.

WAKABID. SARPERAS
Ir. SUPRIANUS HINAOLI
KASUBAG TU
I PUTU SURIADNYANA, S.PD

WAKABID. KESISWAAN
I KETUT KARANG, S.Pd

WAKABID. HUMAS
Drs. I KETUT ANOM SUSILA

KOORDINATOR PERPUSTAKAAN
Ir. Yohanis Ano

KAPROG ATU

KAPROG ATPH

KAPROG TO

KAPROG NKPI

KAPROG TPHPi

M. ZAENAL, S.Pt

Ni Ketut Widiantari, SP

I Km. Wirayastika, ST
TST

Ana Kristianti, S.Pi, M.Si.

Ir. Aida Fathya

KOORDINATOR BP/BK
Dra. NI WAYAN NERTI

GURU BP/BK

Keterangan :

GURU DIKLAT
(NORMATIF,
ADAFTIF,PRODUKTIF)

WALI KELAS

SISWA

______ Garis Perintah


--------- Garis Koordinasi

10

3.2 Kondisi Lingkungan Fisik dan Non Fisik yang Ada di SMK Negeri 2 Negara
Dari hasil observasi yang telah dilakukan di SMK Negeri 2 Negara didapatkan
informasi sebagai berikut :
3.2.1 Unsur fisik dan non fisik SMK N 2 Negara
SMK Negeri 2 Negara terletak di Jalan Kresna Desa Baluk Kecamatan Negara
Kabupaten Jembrana Propinsi Bali.
Tabel 3.2.1 Identitas Sekolah
No

Uraian

Keterangan

1.

NSS

: 321220203001

2.

NPSN

: 50100802

3.

NIS

: 400020

4.

Kode / Nama Rayon

: 07 / Jembrana

5.

Kode / SMK

: 002 / SMK Negeri 2 Negara

6.

Nama Sekolah Lama

: SMT Pertanian Negeri Jembrana

7.

Bentuk pendirian

: Pembukaan

8.

Nomor dan Tanggal SK

: 0260 / O / 1994 / 05 Oktober 1994

9.

Waktu belajar

: Pagi

10. Praktik

: Sekolah sendiri dan Institusi Pasangan

11. Alamat Sekolah :

: Kresna

a. Jalan

: Baluk

b. Desa

: Negara

c. Kecamatan

: Jembrana

d. Kabupaten

: Bali

e. Propinsi

: 82251

f. Kode pos

: (0356) 4501515

g. Telp. / Fax

: smknegeri2negari@ymail.com

h. E-mail

: 1993

12. Tahun didirikan

: 1994

13. Tahun beroperasi

11

No

Uraian

14. Kepala Sekolah

Keterangan
: Ketut Suartika, S.Pd.,M.Pd.

a. Nama

: 19671202 199003 1 004

b. NIP

: S2

c. Pendidkan Terakhir

: 08164734163

d. Telp.

15. Komite Sekolah

: I Wayan Pinta Yadya

a. Nama

: Desa Baluk, Kec. Negara, Jembrana

b. Alamat

: Wiraswasta

c. Pekerjaan
A. Tanah dan Bangunan
Tabel 3.2.2 Tanah dan Bangunan
No
Uraian
Keterangan
1.

Tanah
a. Kepemilikan

: Pemerintah

b. Status

: Sertifikat Hak milik Negara

c. Luas

: 144.000m

d. Penggunaan tanah :

2.

: 10.310 m

Bangunan

: 3.800 m

Halaman

: 15.000 m

Lapangan olah raga

: 84.940 m

Lahan praktek (kebun)

: 26.450 m

Lain-lain
Bangunan

: Pemerintah

a. Status

: 10.310 m

b. Luas seluruh bangunan

12

B. Program Keahlian dan Akreditasinya


Tabel 3.2.3 Program Keahlian dan Akreditasi
No

Nama Program Keahlian

Nilai

Tahun

Akreditasi

Penilaian

1.

Agribisnis Ternak Unggas (ATU)

B (Baik)

2009

2.

Agribisnis Tanaman Pangan dan

2010

Hortikultura (ATPH)
3.

Nautika Perikanan Laut (NPL)

(Amat Baik)
A

2010

(Amat Baik)
4.

Teknik Mekanik Otomotif (TMO)

B (Baik)

2009

5.

Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan

B (Baik)

2009

(TPHPi)

C. Sarana dan Prasarana


SMK Negeri 2 Negara memiliki sarana dan prasarana yang sangat menunjang
berlangsungnya kegiatan belajar mengajar siswa. Adapun sarana dan prasarana yang
ada di SMK Negeri 2 Negara meliputi:
1. Data Lahan dan Gedung SMK Negeri 2 Negara

Lahan

SMK Negeri 2 Negara menempati lahan seluas 14,4 ha dengan peruntukan


sebagai berikut :

- Bangunan

: 10,310 m2

- Halaman (taman)

: 3.800 m2

- Lapangan Olah Raga

: 15.000 m2

- Lahan praktek (kebun)

: 84.940 m2

- Lain-lain

: 26.450 m2

Bangunan
Tabel 3.2.4 Bangunan SMK Negeri 2 Negara

13

No.

Nama Bangunan

Jumlah

1.

Ruang Teori

2.

Ruang Kelas Lainnya yang digunakan untuk kelas

3.

Ruang Guru

1 unit

4.

Ruang Kepala Sekolah & Tata Usaha

1 unit

5.

R. Audio Visual Aids (AVA)

1 unit

6.

R. Penunjang

7.

Lab. Kimia Mutu, Biologi, Fisika

3 unit

8.

Instalasi TPHPi

1 unit

9.

Lab. Basah (Perikanan)

1 unit

10.

Instalasi Mekanik Otomotif

1 unit

11.

Instalasi NPL

1 unit

12.

Instalasi Budidaya Tanaman

1 unit

13.

Instalasi Budidaya Ternak

1 unit

14.

Asrama Siswa

15.

Rumah Kepala Sekolah

16.

Rumah Guru

17.

Rumah Penjaga

2 unit

18.

Perpustakaan

1 unit

18.

Aula

1 unit

20.

Pos Jaga

1 unit

21.

Kamar Mandi

35 unit

22.

Tempat Ibadah

2 unit

10 Lokal
11 kelas(tiap instalasi)

4 Lokal

8 unit (40 ruang)


1 unit
13 kopel (26 unit)

D. Bantuan yang Pernah Diterima 3 Tahun Terakhir


Untuk melengkapi sarana dan prasarana yang ada dan membantu siswa SMK
Negeri 2 Negara melalui beasiswa, pemerintah memberikan bantuan dana kepada
SMK Negeri 2 Negara. Adapaun sekilas rincian dana bantuan adalah sebagai berikut:
14

Tabel 3.2.5 Bantuan Dana yang Pernah diterima 3 Tahun Terakhir


No. Nama Bantuan

Tahun

Nilai Dana

Sumber

Nilai Dana

Sumber

Bantuan

Dana

Pendamping

Dana

Bantuan

Pendamping

BOP Kabupaten

2011

408.000.000 Kabupaten

BOP Propinsi

2011

395.500.000

BOP Kabupaten

2012

454.199.505 Kabupaten

UKK

2012

69.173.745

Pusat

R.BOS

2012

94.920.000

Pusat

Rehabilitasi

2012

255.000.000

Pusat

Provinsi

Gedung
7

BOS Pusat

2013

323.040.000

Pusat

RKB

2013

288.000.000

Pusat

BOS Kabupaten

2013

752.400.000 Kabupaten

E. Ketenagaan
Untuk menunjang berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di sekolah, SMK
Negeri 2 Negara mempunyai guru dan karyawan yang solid dalam bekerja sesuai
dengan bidangnya. Adapun data guru dan Staf SMK Negeri 1 Negara adalah sebagai
berikut:
Tabel 3.2.6 Jumlah Guru dan Staf SMK Negeri 2 Negara
No.
1.

Guru atau Staf


Guru tetap (PNS)

Jumlah (orang)
62

15

No.

Guru atau Staf

Jumlah (orang)

2.

Guru Tidak Tetap/ Bantu (GTT)

3.

Guru PNS dipekerjakan

4.

Staf Tata Usaha PNS

5.

Staf Tata Usaha Honor

17

1. Ruang Tata Usaha.


Setiap sekolah tentunya memiliki ruang tata usaha yang merupakan ruangan
bagi pegawai atau petugas yang mengurus semua kegiatan yang berhubungan
dengan administrasi sekolah. Ruang tata usaha SMK Negeri 2 Negara dipimpin
oleh seorang Kepala Tata Usaha dan ruang tata usaha ini digunakan sebagai
tempat kerja para pegawai tata usaha (TU), sebagai tempat pembayaran SPP oleh
siswa, sebagai tempat administrasi siswa, pegawai, guru, sarana prasarana dan
infentarisasi sarana prasarana sekolah, penanganan, pengelolaan, dan pengolahan
administrasi sekolah dan administrasi keuangan sekolah.
Fasilitas-fasilitas yang terdapat di ruang tata usaha SMK Negeri 2 Negara
adalah:

Komputer TU

: 7 buah

Printer

: 4 buah

Mesin ketik

: 1 buah

Mesin Stensil

: 1 buah

Brangkas

: 2 buah

Filing cabinet/almari

: 5 buah

Meja TU

: 21 buah

Kursu TU

: 21 buah

Meja Guru

: 110 buah

16

Papan data

: 1 buah

Kursi tamu

: 1 unit

Lemari kayu

: 2 buah

F. Kesiswaan
SMK Negeri 2 Negara dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan
penurunan jumlah siswa yang belajar. Hal ini dapat dipengaruhi adanya peningkatan
mutu pendidikan di SMK Negeri 2 Negara. Adapun data siswa selama 7 tahun
terakhir adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2.7 Jumlah Siswa SMK Negeri 2 Negara
Tahun

Jumlah
pendaftar

Kelas 1

Kelas 2

Kelas 3

Jumlah kelas (1+2+3)

Jumlah
siswa

Jumlah
rombel

Jumlah
siswa

Jumlah
rombel

Jumlah
siswa

Jumlah
rombel

Jumlah
siswa

Jumlah
rombel

2008/2009

653

274

271

173

718

23

2009/2010

525

300

10

237

232

769

26

2010/2011

522

279

10

300

10

237

816

28

2011/2012

388

286

249

10

256

10

791

29

2012/2013

412

301

10

251

232

10

784

29

2013/2014

382

292

11

271

10

243

806

30

2014/2015

354

318

10

242

10

266

100

826

30

Adapun beberapa prestasi yang pernah diraih oleh SMK Negeri 2 Negara
selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2.8 Prestasi SMK Negeri 2 Negara


Tahun

Juara

Lomba

Tingkat

17

2008

Juara 3

Agronomik

Nasional

2009

Juara 1

Budidaya Ternak Unggas

Provinsi

Juara 2

Budidaya Ternak Unggas

Provinsi

Juara 3

Budidaya Ternak Unggas

Provinsi

Juara 1

Nautika

Provinsi

Juara 2

Nautika

Provinsi

Juara 3

Nautika

Provinsi

Juara 1

Budidaya Tanaman Sayur

Provinsi

Juara 2

Budidaya Tanaman Sayur

Provinsi

Juara 1

SMK Festival Yamaha

Provinsi

Juara 2

SMK Festival Yamaha

Provinsi

Juara 2

Danamon Go. Chess Championsif

Harapan I

Pendidikan Geografi

Provinsi

Juara 2

Nasional SMK Skill Contest

Provinsi

Juara I

LKS (BTU)

Propinsi

Juara II

LKS (BTU)

Propinsi

Juara III

LKS (BTU)

Propinsi

Juara I

LKS (Nautika)

Propinsi

Juara II

LKS (Nautika)

Propinsi

Juara III

LKS (Nautika)

Propinsi

Juara I

LKS (Budidaya Tanaman Sayur)

Propinsi

Juara II

LKS (Budidaya Tanaman Sayur)

Propinsi

Juara III

LKS (Budidaya Tanaman Sayur)

Propinsi

2011

2012

Kabupaten

18

2013

Juara I

LKS (Nautika, Tanaman, ATU)

Propinsi

Juara II

LKS (Nautika, Tanaman, ATU)

Propinsi

Juara III

LKS (Nautika, Tanaman, ATU)

Propinsi

G. Kurikulum
SMK Negeri 2 Negara memiliki 5 (lima) program studi keahlian, yaitu
Agribisnis Produksi Tanaman, Agribisnis Produksi Ternak, Teknik Otomotif,
Pelayaran, dan Agribisnis Hasil Pertanian
Nilai akreditasi dari setiap program keahlian secara umum dikatakan baik.
Adapun perinciannya adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2.9 Program Keahlian


No.

Nama Program Keahlian

Nilai Akreditasi

Tahun Penilaian

1.

Budidaya Ternak

B (Baik)

2009

2.

Budidaya Tanaman

A (Amat Baik)

2010

3.

Nautika Kapal Penangkap Ikan

A (Amat Baik)

2010

(NKPI)
4.

Teknik Mekanik Otomotif (TMO)

B (Baik)

2009

5.

Teknologi Pengolahan Hasil

B (Baik)

2009

Perikanan (TPHPi)

H. Kegiatan Sekolah
Selain kegiatan intrakurikuler, SMK Negeri 2 Negara juga memiliki beberapa
kegiatan ektrakurikuler. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan dan
mengarahkan bakat siswa. Adapun kegiatan ekstrakurikuler dan pembina di SMK
Negeri 2 Negara adalah sebagai berikut:

19

Tabel 3.2.10 Kegiatan Ekstra Kurikuler SMK Negeri 2 Negara


No.

Ekstrakurikuler

Pembina

Umum
1 Pramuka Saka Wira Kartika

Dra. Gusti Ayu Made Suarti


Wayan Agus Setiawan, S.Pd.

2 Pramuka Saka Bayangkara

I Gusti Ayu Putri Junita, S.Pd

3 Sispala

I Putu Berty Maharyana, S.Pd.T


I Putu Agus Hendra Adnyana G., S.T.

4 PMR

I Ketut Kociana, S.Kom


Dra. Ni Ketut Suariasih.

5 Sepak Bola

Drs. I Nyoman Sukasana

6 Bola Basket

I Ketut Karang, S.Pd.

7 Bola Voli

Ir. Nyoman Tegeh Santana

8 Tenis Meja

Ni Nengah Sumarni, M.Pd

9 Bulu Tangkis

Drs. Puji Herlambang

10 Atletik

Drs. Sujono

11 Karate

Adam Fatahillah, S.Pd.T

12 Catur

Agus Fatahillah, S.Pd.T

13 Sepak Takraw

I Made Wirotama Atmaja, S.Pd

14 Pesantian

Gede Astawa, S.Ag

15 Seni Tabuh

I Kadek Sudarma, S.Pd

16 Seni Tari

Dra. Ni Wayan Nerti

17 Jurnalistik

Made Ayu Verayanti,SS

18 Sains/Science

Drs. I Ketut Gunawan

Produktif
19 Agribisnis

Produksi

Tanaman Ni Ketut Widiantari, SP

(APTn)

20

20 Agribisnis Produksi Ternak (APT)

Moh. Zaenal Arifin, S.Pt.

21 Pelayaran (NKPI)

Ana Kristianti, S.Pi, M.Si.

22 Perikanan (TPHPi)

Ir. Aida Fathya

23 Teknik Otomotif (TKR)

I Komang Wirayastika, S.T

I. Visi dan Misi SMK Negeri 2 Negara


1.

Visi
Terwujudnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Negara yang
terampil, mandiri, professional pada bidangnya, memiliki daya saing dan
berwawasan budaya.

2.

Misi.

Menghasilkan SDM/lulusan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha


Esa,jujur, berkepribadian,terampil madiri,profesional pada bidangnya dan
berdaya saing.

Melaksanakan pendidikan dan pelatihan dalam bidang Agribisnis dan


Agroindustri bagi siswa.

Mengembangkan diri sebagai pusat pendidikan kejuruan bidang kelautan dan


perikanan yang dipercaya oleh masyarakat dan dunia usaha/dunia industri

Meningkatkan mutu layanan pendidikan kepada peserta didik sesuai tuntutan


masyarakat, dunia usaha/industri melalui penyesuaian program yang sesuai
dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global.

Meningkatkankualitas lulusan melalui pembinaan/pebelajaran yang bersifat


Normatif dan Adaptif dengan penerapan kurikulum berasis luar (BBC), dan
kurikulum berbasis produksi (PBT)

Meningkatkan kualitas layanan produk bagi masyarakat melalui peningkatan


kemampuan (kompetensi) produktif dengan menerapkan pola pembelajaran
berbasis produksi (PBT yang berwawasan profit.

Meningkatkan kesejahtraan lahir dan batin para pendidik dan tenaga kependidi.

1. Ruang Kelas

21

Sekarang ini SMK Negeri 2 Negara memiliki 55 ruang kelas. Berdasarkan


pengamatan yang dilakukan di SMK Negeri 2 Negara, mengenai kondisi kelas
masing-masing tingkatan yaitu kelas X,XI, dan kelas XII Bisa dikatakan sudah baik
dan sangat layak untuk ditempat para siswa untuk melaksanakan proses belajar
mengajar. SMK Negeri 2 Negara memiliki sistem pembelajaran yang berbeda,
dimana proses pembelajaran dibagi menjadi dua blok yaitu blok/minggu I (Blok
normatif-adaptif) artinya pada minggu ini siswa belajar teori di ruang kelas, dan
blok/minggu II (Blok produktif) artinya pada blok ini saya belajar praktek di
bengkel/tempat praktek masing-masing sesuai jurusan yang dipilih. Adapun fasilitas
yang terdapat di setiap ruang kelas adalah sebagai berikut :
Papan tulis
Spidol boardmaker
Penghapus papan.
Meja dan kursi siswa yang jumlahnya sama dengan jumlah siswa dan
satu buah meja serta kursi untuk guru.
Satu buah pelangkiran.
Papan inventaris kelas.
Papan pengumuman
Speaker.
Taplak meja untuk meja guru.
Satu buah vas bunga.
Slogan-slogan.
Gambar presiden dan wakil presiden republik Indonesia, dan gambar
pahlawan.
Lukisan-lukisan/gambar pemandangan.
Satu buah jam dinding.
Alat-alat kebersihan berupa sapu ijuk, sapu lidi, kemoceng, dan tong
sampah.

22

Semua fasilitas yang sudah ada didalam kelas tersebut bermanfaat untuk
kelangsungan proses belajar mengajar dikelas dan mendukung terciptanya proses
belajar mengajar yang kondusif sehingga ruang kelas tersebut terasa nyaman untuk
belajar siswa.
2. Laboratorium/Ruang Praktek
SMK Negeri 2 Negara memiliki Lab yang dikelola oleh petugas khusus. Lab
Komputer Umum (KKPI) khusus digunakan untuk semua jurusan di SMK N 2
Negara dalam proses pembelajaran mata pelajaran komputer umum seperti (word,
excel dan power point). Lab ICT khusus digunakan oleh Tim ICT untuk
pengelolaan Sistem Komputer di SMK N 2 Negara.
Secara umum tugas pokok dari laboran yaitu:
2. Menjaga lab serta memperbaiki komputer apabila ada komputer yang rusak
3. Mengawasi dan melayani pelaksanaan praktek
4. Menjaga kebersihan dan kerapian lab
5. Menyiapkan laporan mengenai pengelolaan laboratorium setiap bulannya
6. Merencanakan anggaran keperluan laboratorium
Fasilitas-failitas yang ada di Lab KKPI yaitu:

Laptop

: 1 buah

CPU

: 21 buah

Monitor

: 21 buah

Keyboard

: 21 buah

Mouse

: 21 buah

Speaker Aktif

: 2 buah

AC

: 2 buah

LCD Proyektor

: 1 buah

Screan

: 1 buah

Hub

: 1 buah

Meja komputer

: 22 buah

Kursi Putar

: 21 buah

23

Kursi Lipat

: 3 buah

Lampur Neon

: 4 buah

Meja Kayu

: 1 buah

Karena SMK Negeri 2 Negara merupakan sekolah kejuruan yang sistem


belajarnya tidak hanya memfokuskan pada belajar teori saja maka sekolah
menyediakan ruang Praktek yang disebut bengkel untuk jurusan masing-masing
sehingga nantinya siswa memiliki skill yang cukup untuk langsung terjun ke
Dunia industri. Setiap bengkel-bengkel yang ada di SMK N 2 Negara
dikelola oleh 1 orang toolmen yang memiliki tugas untuk menjaga, mengontrol,
mendata alat-alat yang ada di setiap bengkel.
3. Ruang Perpustakaan.
SMK Negeri 2 Negara memiliki satu buah perpustakaan yang dikelola
oleh petugas khusus, dikepalai oleh seorang koordinator yang ada dalam kegiatan
operasionalnya dibantu oleh pengelola administrasi, pembina koleksi -koleksi,
seksi katalogisasi, dan seksi pelayanan.
Buku tunjangan (T) dengan jumlah 2.506 exs (428 judul)

Buku paket (P) dengan jumlah 4.940 exs (113 judul)

Fiksi (F) dengan jumlah 260 exs (45 judul)

Refrence (R) dengan jumlah 103 exs (12 judul)

Perpustakaan yang dimiliki oleh sekolah ini sangat menunjang dalam proses
pembelajaran, karena buku-buku yang terdapat diperpustakaan di gunakan sebagai
acuan dalam kegiatan proses pembelajaran. Di samping itu juga berbagai buku
yang

ada

di

perpustakaan

dapat

digunakan

sebagai

penunjang

untuk

memperlancar kegiatan yang bersifat non pembelajaran.


Namun dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan yang sangat
pesat sehingga diperlukan berbagai buku yang relevan dengan tuntutan
pembelajaran. Adapun upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk menambah
buku-buku perpustakaan antara lain sumbangan pusat untuk buku-buku penunjang

24

seperti buku-buku tekhnik, dan buku pedoman, sumbangan daerah untuk buku
agama, dan RAPBS amok membeli kamus, ensiklopedia, dan kadang juga
digunakan untuk membeli beberapa buku penunjang yang dirasa masih kurang.
Ketika saat memasuki perpustakaan untuk membaca baik siswa ataupun tamu
yang berkunjung mendapatkan pelayanan yang ramah dari petugas perpustakaan,
pengunjung perpustakaan wajib mengisi buku tamu dan mengisi daftar peminjam
buku untuk memudahkan petugas perpustakaan mencatatnya. Di dalam menjalankan
tugas-tugasnya, para petugas perpustakaan harus berpedoman pada aturan yang ada
serta harus selalu melaporkan segala sesuatu vang berkaitan dengan perpustakaan
kepada koordinator perpustakaan. Untuk memudahkan berlangsungnya kegiatan
dalam perpustakaan sistem peminjaman buku oleh siswa yaitu siswa wajib
membawa kartu perpustakaan untuk diisi oleh petugas sebagai tanda peminjaman
aan pengembalian buku. Apabila siswa terlambat mengembalikan buku sesuai waktu
yang tertera maka siswa dapat dikenakan denda sesuai dengan tata tertib yang terdapat
pada perpustakaan (tata tertib perpustakaan terlampir). Melihat persediaan buku dan
fasilitas penunjang yang sudah ada seperti yang terpapar diatas, kemudian
ditambah lagi kedisiplinan dalam pengaturan yang berkaitan dengan perpustakaan,
maka suatu proses pengembangan ilmu akan dapat berjalan lancar sehingga dapat
menarik siswa untuk selalu membaca keperpustakaan. Untuk lebih jelasnya
mengenai proses peminjaman buku terdapat dalam lampiran.

4. Ruang Koperasi
SMK Negeri 2 Negara memiliki sebuah koperasi sekolah yang telah
bergerak di bidang usaha simpan pinjam serta koperasi konsumsi. Fungsi daripada
koperasi adalah untuk memudahkan para komponen sekolah dalam memperoleh
barang-barang yang dibutuhkan, selain itu juga harga yang ditawarkan sangat
terjangkau dengan kantong siswa. Koperasi sekolah ini dikelola oleh satu orang
yang berkebetulan sebagai guru ekonomi. Adapun fasilitas-fasilitas yang ada di
koperasi ini, yaitu

Rak/Almari

: 3 buah

25

Meja

: 3 buah

Bangku

: 4 buah

Kursi

: 2 buah

Tempat duduk panjang : 5 buah

Selain itu pula kebutuhan-kebutuhan yang tersedia di koperasi antara lain:


alat-alat tulis sekolah, kosmetika, kebutuhan pokok.
5. Ruang OSIS
SMK Negeri 2 Negara memiliki organisasi siswa yang dikenal dengan OSIS
(Organisasi Siswa Intra Sekolah ). Pengurus organisasi ini adalah siswa - siswa SMK
Negeri 2 Negara dan anggotanya adalah seluruh siswa. OSIS dibina oleh beberapa
pembina selaku pimpinan yang mengawasi segala kegiatan yang dilakukan.
Adapun kegiatan yang menjadi tanggung jawabOSIS, seperti misalnya.
Pelaksanaan upacara bendera setiap senin, penerimaan mahasiswa baru, lomba lomba tiap bulan atau tahun, dan OSIS juga selalu dilibatkan dalam membantu
guru dalam melaksanakan program sekolah. Ruang OSIS juga dilengkapi dengan
beberapa fasilitas penunjang, yaitu:

Komputer

Lemari tempat penyimpanan arsip dan piala : 2 buah

Meja dan kursi kerja

: 9 buah

Jam dinding

: 1 buah

Papan struk-tur organisasi

: 1 buah

Perangkai sound system

: 1 buah

Alat-alat upacara

: 1 buah

Papan Pengumuman

: 1 buah

Struktur organisasi

: 1 buah

Rak almari

: 7 buah

: 1 unit

Ruangan OSIS ini berfungsi sebagai ruangan tempat menyimpan pakaian


perangkat upacara, tempat mengetik surat-surat yang berkaitan dengan kegiatan OSIS,
serta tempat bertukar pikiran para pengurus OSIS baik sebelum maupun sesudah melak-

26

ukan kegiatan sekolah.


6. Ruang UKS

Ruang U KS ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk memberikan pertolongan


pertama kepada warga sekolah yang membutuhkan pertolongan pada saat mengalami
sakit dan sebagainya. Di ruang UKS SMK N 2 Negara terdapat beberapa
perlengkapan seperti:

Tempat tidur

: 2 buah

Meja dan kursi

: 1 buah

Lemari

: 1 buah

Kotak PR

: 1 buah

Tandu

: 1 buah

Mengenai fasiiitas yang ada pada ruangan ini dimanfaatkan semaksimal


mungkin oleh pihak sekolah.
7. Ruang Sidang
Ruang sidang biasa digunakan untuk keperluan rapat komite, rapat pembagian
tugas, dan kepentingan lain yang dianggap penting. Fasilitas yang disediakan
diantaranya: kursi dan meja kecil, lemari, ampli mike lepas, televisi.
8. Ruang Guru dan Pegawai
Ruang guru terletak dekat dengan ruang teori I,II,III ruang guru ini ditempati
oleh guru-guru normatif adaptif. Fasilitas yang terdapat diruang guru adalah sebagai
berikut:

Meja kerja guru

28 buah

Kursi kayu

17 buah

Meja telpon

1 buah

Almari kayu

1 buah

Almari kaca

1 buah

Komputer

1 buah

Televisi

1 buah

Papan visual

1 buah

27

Papan pengumuman

Jam dinding

:1 buah

Kaca hias

:1 buah

Gambar tut wuri handayani

: 1 buah

Gambar burung garuda

:1 buah

Gamba: presiden dan wapres : 1 buah

Gambar burung garuda

2 buah

: 1 buah

Adapun guru yang mengajar dalam sekolah ini antara lain dibagi menjadi
dua yaitu guru produktif dan normatif. Guru normatif adalah guru yang
mengajar pada tiap kelas, sedangkan guru produktif guru -guru yang mengajar
di bengkel.
Sistem belajar yang digunakan dalam SMK Negeri 2 Negara yakni para siswa
belajar di kelas selama dua minggu dalam sebulan dan selama dua minggu lainnya
digunakan untuk praktek di bengkel masing-masing. Dengan adanya sistem belajar
maka tugas guru menjadi lebih berat selain tugas mengajar, tugas lain yang
diberikan

pada

guru

adalah

sebagai

guru

piket

harian,

Pembina

ekstrakurikuler, KAPROG (kepala program), KABID (kepala bidang),


KABENG (kepala bengkel). Selain itu dalam menjalankan tugas-tugasnya,
para pegawai selalu menjalankan tugas secara konsekuen dimana para pegawai
menjalankan tugas operasional dan administratif sekolah agar proses perkembangan
di sekolah berjalan dengan baik.
9. Ruang Kepala Sekolah
Ruang kepala sekolah merupakan ruang kerja dari kepala SMK Negeri 2
Negara serta tempat menerima tamu yang berkepentingan dengan kepala sekolah.
Ruang kepala sekolah terletak bersebelahan dengan tata usaha. Dalam ruangan
tersebut terdapat beberapa fasilitas antara lain meja kerja 2 buah, kursi putar 2 buah,
almari 3 buah, brankas 2 buah, telepon 2 buah, kursi tamu 2 set, papan visual 6 buah,
beberapa arsip sekolah dan berbagai pernghargaan yang diterima oleh SMK Negeri 2
Negara.
28

Bangunan lain yang ada di SMK Negeri 2 Negara


10. Parhyangan
Parahyangan adalah merupakan salah satu tempat yang digunakan sebagai
tempat persembahyangan oleh sebagian besar siswa , guru , dan pegawai yang
khususnya beragama

hindu

yang ada

di

SMK N

2 Negara.

Tempat

persembahyangan agama Hindhu yang terletak di pojok depan sekolah. Pemanfaatan


padmasana dalam proses pendidikan siswa secara utuh adalah pada saat Hari Raya
Parnama dan Tilem seluruh siswa, guru, pegawai dan staf SMK Negeri 2 Negara
yang

beragam

Hindu

(kecuali

yang

cuntaka)

diharuskan

melaksanakan

persembahyangan bersama dengan menggunakan pakaian adat Bali. Biasanya


sebelum siswa memulai melakukan kegiatan belajar, mereka terlebih dahulu
sembahyang meskipun dengan sarana dan prasarana yang sangat sederhana.
Piodalan Parhyangan SMK N 2 Negara dilaksanakan setiap 6 bulan sekali
yaitu pada hari saniscara umanis watugunung yang bertepatan dengan hari Raya
Saraswati. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memupuk rasa
kepercayaan diri siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta menanamkan nilainilai Agama Hindu. Selain acara persembahyangan juga diadakan dharma wacana.
Sebelum mengakhiri persembahyangan para siswa, guru dan pegawai melakukan dana
punia.
11. Kantin Sekolah
SMK Negeri 2 Negara memiliki 3 buah kantin. Dimana pengelolaan kantin
sekolah di percayakan pada pihak luar. Dimana status kantin sekolah adalah milik
pribadi pengelola kantin. Setiap minggu pemilik kantin diwajibkan untuk
menyetorkan sejumlah uang kepada pihak sekolah. Dalam menjalankan usahanya
pemilik kantin harus mematuhi syarat-syarat yang diajukan pihak sekolah
diantaranya:

Tidak menjual rokok, miras dan obat-obat terlarang

Kantin dalam pengelolaannya harus memperhatiakan/mengindahakan


kebersihan sekolah

29

Fasilitas yang ada di kantin ini adalah meja tempat berjualan, barang dagangan, tong
sampah, kursi, pelangkiran, rak penyimpanan barang dagangan dll.
Terdapat 3 buah kantin yang masing-masing terletak di tempat yang
berbeda-beda, alasannya karena sekolah ini memiliki lingkungan yang sangat luas
sehinggaa letak kantin berada Pada lokasi yang strategis bagi siswa untuk
belanja. Dangan letak kantin yang strategis maka memungkinkan siswa untuk
menjajakan uang sakunya dangan mudah dan tidak membuang energi untuk mencapai
kantin. Kantin pertama, dekat dangan ruang teori sehingga memudahkan siswa
untuk belanja dangan mudah, penjaga kantin ini terdiri dari dua orang. Kantin
kedua terletak di sebelah timur sekolah, dimana kantin ini sangat banyak
menjual beraneka ragam jenis makanan seperti nasi campur, mie goreng dan
mie kuah, aneka jenis makanan ringan dan beberapa jenis minuman segar.
Letak kantin ini sangat dekat dangan bengkel, sehingga memudahkan para
siswa belanja untuk mengisi kekosongan perut setelah praktek di bengkel
masing-masing, selain itu pula adapun kantin yang terakhir merupakan kantin
yang ketiga dimana terletak pada sebelah pajok utara sekolah. Kantin ini juga
sangat lengkap dalam menjual makanan yang dibutuhkan para siswa karena letak
kantin ini sangat jauh, maka jumlah siswa yang belanja juga sangat sedikit
dibandingkan kantin yang lainnya.
12. Rumah jaga
Rumah jaga terletak di sebelah utara tempat parkir siswa, tempat ini disediakan
khusus bagi penjaga sekolah akan tetapi terkadang pula tempat ini dipakai juga
oleh siswa sebagai tempat penitipan helm.
13. Pos Jaga
Pos jaga terletak dibagian depan sekolah di sebelah kiri pintu gerbang.
Pos ini dijaga oleh seorang satpam yang melakukan tugasnya dalam menangani
siswa yang bolos dalam sekolah serta menangani siswa yang terlambat datang
ke sekolah. Dalam pos ini terdapat 1 buah meja kecil dan 1 buah kursi.
14. Parkir Sekolah

30

Untuk memudahkan siswa menaruh kendaraan yang dibawa pada saat


sekolah, maka disediakanlah sarana yang sangat penting dmei kenyamanan
siswa yaitu dengan adanya tempat parkir skeolah. Hal ini dikarenakan hampir
semua siswa dan juga guru pengajar di sekolah ini memiliki kendaraan masing masing. Adapun lahan parkir yang dimiliki oleh SMK 2 Negara yaita di sebelah
barat sekolah tempat parkir siswa dan guru, di depan bangunan utama merupakan
tempat parkir mobil untuk guru dan tamu, dan satu lagi berada pada sebelah timur
tepatnya di depan lapangan tennis yang merupakan tempat parkir motor bagi siswa dan
guru. Akan tetapi lahan parkir ini terkadang pu1a tidak bisa menampung keseluruhan
kendaraan sehingga siswa sering memarkir motor rnereka di sebelah dekat bengkel tempat
mereka parkir.
15. WC / Toilet
SMK Negeri 2Negara memiliki 35 toilet yang letaknya terpisah
diantaranya , sebelah timer ruang guru, sebelah timer ruang teori I dan II, dan
ditiap-tiap bengkel terdapat toile. Keadaan toilet masih layak pakai.
16. Aula
SMK Negeri 2 Negara memiliki ruang sins dengan luas 144 m 2 ,
banyak kegiatan yang dapat dilakukan di sains seperti kegiatan akhir
semester, kegiatan penerimaan siswa barn dan kegiatan MOS. Selain itu juga
dapat di gunakan untuk tempat ekstra bulut tangkis, letak aula berada disebelah
selatan parkir.
17. Lapangan Olahraga
SMK Negeri 2 Negara merupakan sekolah yang terletak di pinggiran kota, oleh
sebab itu masih banyak lapangan olahraga yang dapat di manfaatkan namun fasilitas
yang di perlukan masih belum cukup, yang menyebabkan kurangnya minat siswa
untuk melakukan atau mengembangkan bakatnya.
18. Lingkungan Sekolah
b.

Jenis bangunan sekitar sekolah


Batas batas SMAN 1 Negara :
Sebelah Utara

: Jalan Kresna

31

Sebelah Timur

: Lahan pertanian warga

Sebelah Selatan

: Jalan Kresna

Sebelah Barat

: SMP N 4 Negara

19. Kondisi Lingkungan Sekolah


SMK Negeri 2 Negara memiliki kondisi lingkungan yang baik dan lokasi
sekolah sangat strategis, walaupun terletak di pinggiran kota kebersihan sekolah tetap
terjaga sebab telah disediakan tempat sampah besar di sekitar lingkungan sekolah.
Tepat di sebelah kanan pintu masuk sekolah.SMK N 2 Negara memiliki Lahan yang
sangat luas yang di gunakan untuk praktik, Sekolah ini memiliki 6 jurusan.
20. Ruang BK
Jumlah tenaga di ruang BK di SMK Negeri 3 Negara ada 3 orang guru yang
merupakan petugas khusus di BK. Ruangan ini dimanfaatkan untuk membina siswasiswi yang melakukan pelanggaran. Penanganannya pun sudah sangat optimal dan
sesuai dengan prosedur. Pelayanannya sangat ramah, karena petugasnya sangat
bersahabat dan bisa mengerti apa permasalahan siswa-siswinya. Namun sebenarnya
ruang BK ini tidak hanya digunakan sebagai tempat menangani siswa bermasalah,
melainkan dapat juga digunakan sebagai ruang konsultasi bagi siswa maupun siswi
yang memiliki keluh kesah baik masalah pribadi maupun masalah pelajaran. Biasanya
ruang BK sangat ramai di kunjungi oleh siswa-siswi ketika kelas XII mendekati
kelulusan, mereka mengkonsultasikan masalah PMJK ke universitas-universitas dan
melihat brosur-brosur universitas. Disana mereka mengkonsultasikan universitas
mana yang terbaik untuk mereka. Dan mungkin bagi mereka yang masih bingung
ingin melanjutkan ke universitas mana. Petugas BK akan memberikan solusi yang
baik bagi mereka. Tidak hanya siswa-siswi saja yang bisa berkonsultasi, karena tidak
menutup kemungkinan bagi guru-guru yang memiliki masalah juga bisa berkonsultasi
di tempat ini.
Petugas di ruang BK memiliki tugas pokok. Adapun tugas pokok dari guru
BK yaitu adalah :
Melaksanakan kegiatan layanan BK/Silabus BK.
32

Melaksanakan kegiatan pendukung BK.


Melaksanakan penanganan kasus di sekolah.
Melaksanakan pembinaan pada siswa binaan.
Membuat laporan kegiatan BK.
Melaksanakan analisis hasil kegiatan BK.
Melaksanakan kunjungan rumah (home visit).
Dalam menangani anak-anak yang bermasalah biasanya guru BK tersebut
melakukan

tindakan.

Terlebih

dahulu

dilakukan

dengan

penyadaran

atau

pemberitahuan kepada anak yang bermaslah tersebut, kerjasama dengan orang tua
atau walinya. Bila dengan cara penyadaran anak tersebut tidak dapat berubah,
biasanya guru BK mengambil tindakan dengan memanggil orang tuanya kemudian
dilaporkan kepada kepala sekolah. Selanjutnya kepala sekolah memberikan kebijakan
apakah siswa tersebut diskorsing dengan jangka waktu skorsing 3-7 hari. Hal ini
dilakukan sesuai dengan kesepakatan orang tua siswa bersangkutan. Namun apabila
orang tua tersebut keberatan anaknya di skorsing, maka orang tua dari anak tersebut
diwajibkan untuk membuat surat pernyataan.
Upaya petugas BK untuk mengatasi fasilitas BK yang kurang adalah dengan
cara petugas BK mengusulkan penambahan fasilitas baru terlebih dahulu kepada
bendahara sekolah. Selanjutnya bendahara sekolah menyampaikan hal tersebut
kepada kepala sekolah. Kemudian kepala sekolah membahasnya dan mengusahakan
melalui bantuan dari Pemkab. Jembrana.

3.3 Interksi Antar Warga Sekolah SMK N 2 Negara Dalam Kegiatan


Keseharian di Sekolah
A. Hubungan / Interaksi Sosial
SMK Negeri 2 Negara sebagai lembaga sekolah telah memiliki tata tertib
untuk guru, pegawai dan siswa yang dijadikan panutan serta pedoman siswa dalam
bersikap clan berperilaku dalam menjalankan tugas dan kewajiban yang berkaitan
dcngan aktivitas di sekolah. Semua warga sekolah harus mentaati tata tertib yang ada
33

apabila dilanggar akan dikenakan sanksi. Adapun isi tata tertib dan tujuan dari rata tertib
tersebut adalah untuk menciptakan lingkungan yang aman, tentram, dan damai, serta
keselarasan dapat dicapai. Interaksi sekolah meliputi:
1. Interaksi antar Kepsek dengan guru:
Kepala sekolah melakukan hubungan kerjasama yang baik dan harmonis dengan semua
dewan guru untuk mewujudkan sekolah yang efektif. Kepala sekolah dale guru
memiliki visi yang sama dalam merencanakan program pembelajaran/evaluasi
belajar. Kepala sekolah harus selalu bersikap terbuka terhadap semua masukan dan
kritik, membantu guru dalarn mencari alternatif, tidak memarahi guru di depan guruguru yang lain, dan tidak berdebat/bertengkar dengan guni di depan siswa.
2. Interaksi Kepala sekolah dengan pegawai:
Kepala sekolah sebagai administrator hendaknya memberi contoh dan membantu
kelancaran tugas administrasi. Kepala Sekolah bekerja sama dengan seluruh
pegawai termasuk petugas demi keberhasilan sekolah. Dalam meningkatkan kinerja
pegawai sekolah, kepala sekolah mengadakan supervisi administrasi yang
berkelanjutan. Hubungan Kepala sekolah bersama TU membuat rincian tugas pegawai
dan analisis pekerjaan kepala sekolah.
3. Interaksi Kepala sekolah dengan siswa
Kepala sekolah melayaiu kebutuhan belajar siswa dan membantu memecahkan
kesulitan belajar siswa, membantu siswa dalam meningkatkan prestasinya (infra
kurikuler dan ekstra kurikuler). Serta tidak memarahi atau mempermalukan siswa di
depan siswa lain.
4. Interaksi sosial antara guru dengan guru
Hubungan sosial antara guru dengan guru di SMK Negeri 2 Negara berjalan
dengan baik dan harmonis. Hubungan ini terlihat dari adanya pembagian tugas
guru piket, pembagian menjadi wali kelas dalam waktu tertentu pembagian tugas
dalam membina kegiatan pengembangan diri siswa ataupun dapat di lihat dari
kegiatan senam bersama para guru terlihat saling akrab dengan guru lainnya.
Hubungan antara guru dengan guru lainnya juga terlihat dan pembagian tugas
dalam mengawasi kegiatan gerak jalan siswa.

34

5. Interakasi sosial antara guru dengan siswa


Dalam proses belajar di sekolah hubungan antara guru dengan siswa adalah
hubungan antar tenaga pendidik dengan peserta didik. Guru dalam kelas berperan
dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proses PBM dengan baik.
Sedangkan diluar PBM hubungan sosial antar guru

dengan siswa terjalin

sebagaimana hal hubungan orang tua dengan anak didiknya yang memberikan
arahan dan bimbingan terhadap peserta didik tentang hal-hal yang mendukung PBM
untuk memberikan solusi terhadap kesulitan yang ditemui dalam bidam bidang
akademik maupun non akademik. Hubungan lain yang terjalin dengan erat antara
guru dengan siswa diluar PBM adalah adanya kerjasama yang baik dalam
melaksanakan dan mcnyesuikan kegiatan yang diadakan di sekolah. Seperti
peringatan 17 Agustus, rnaupun kegiatan lainnya.
6. Interaksi sosial antara siswa dengan siswa
Hubungan sosial antara para siswa ini terlihat dari kehidupan keseharian
siswa disekolah yaitu terjadinya pergaulan antara kelas X, XI, dan XII yang
cukup baik dalam mengikuti kegiatan pengembangan diri, membaca buku
diperpustakaarn ataupun dalam kegiatan keseharian mereka pada saat jam
istirahat. Selain itu keakraban juga tampak pada saat mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler.
7. Interaksi sosial antara guru dengan pegawai
Hubungan sosial antara guru dengan pegawai juga baik. Para pegawai
melaksanakan tugasnya dengan baik dalam membantu dalam administrasi guru
ataupun kegiatan yang lain seperti membantu guru dalam mengecek buku
pelajaran yang akan digunakan dalam menunjang kegiatan pembelajaran.
Hubungan ini juga terlihat dari kehidupan keseharian disekolah para guru dan
pegawai berbaur dan Baling bercerita dengan yang lainnya jika sedang tidak ada
tugas.
8. Interaksi sosial antara guru dengan kepala sekolah
Interaksi sosial antara guru dengan kepala sekolah juga terjalin dengan baik,
dimana ini dapat dilihat koordinasi antara kepala sekolah dengan guru dalam

35

pengambilan suatu keputusan yang berkaitan dengan peningkatan dan pengembangan


mutu sekolah maupun dalam memecahkan suatu masalah untuk kebaikan sekolah.
9. Interaksi sosial antara pihak sekolah dengan wali/orang tua siswa
Interaksi sosial antara pihak sekolah dengan orang tua siswa terjalin dengan
baik. Hubungan ini terlihat dari pemanggilan orang tua siswa pada saat ada siswa
yang bermasalah di sekolah. Hubungan baik ini juga terlihat dari kedatangan orang
tua siswa ke sekolah yang dilayani dengan baik jika ada suatu keperluan dengan
pihak sekolah maupun anaknya.
3.4 Pola dan Sikap Tingkah Laku Siswa
1. Kegiatan Siswa di Dalam Kelas
Siswa SMK Negeri 2 Negara keseluruhan diwajibkan untuk berada di sekolah
tepat pukul 07.00 pagi dan diwajibkan mengikuti kegiatan upacara bendera setiap
paginya pada saat hari senin. Pada saat mulai masuk sekolah, para siswa menunggu
bel berbunyi untuk memasuki kelas dan kadang-kadang yang terlihat pula ada
beberapa siswa yang terlambat datang ke sekolah karena mungkin berbagai hal.
Pada saat para siswa melihat guru akan memasuki kelas, maka para siswa
yang masih berada di luar kelas bergegas untuk memasuki kelas. Setelah guru mata
pelajaran memasuki ruang kelas, serentak seluruh siswa berdiri dengan dikomandani
oleh ketua kelas dan menyambut dengan menghaturkan panganjali umat (Om
Swastyastu), sebelum memulai pelajaran.
Ketika guru mata pelajaran akan membuka pelajaran, maka salah satu siswa
membersihkan

papan

tulis

(white board) sedangkan siswa

yang lainnya

mempersiapkan alat-alat tulis yang mereka persiapan sebelumnya ditempatkan diatas


meja sesuai mata pelajaran yang berlangsung.
Dalam memulai pelajaran diawal penyampaian terlebih dahulu guru
memberikan pemanasan yang berupa soal-seoal materi sehingga siswa pun dapat
merespon dan menjawab pertanyaan yang diberikan dengan mengangkat tangan, sebelum
guru tersebut menunjuk mereka. Soal-soal yang diberikan pada umumnya berhubungan
dengan materi-materi pelajaran yang diberikan, dimana para siswa menjadi lebih
tertarik untuk menjawab soal yang diberikan.

36

C. Kegiatan Siswa di Luar Kelas


Kegiatan yang terjadi diluar kelas terlihat pads scat jam istirahat serta jamjam
kosong. Menurut pengamatan penulis, waktu yang disediakan amok beristirahat
digunakan amok kegiatan yang beragam, tetapi yang sangat terlihat jelas adalah
Mereka memafaatkan waktu tersebut untuk menjajakan uangnya di kantun
bersama teman-temannya dan tidak sedikit pula ada yang berkunjung ke perpustakaan
guna mencari bahan pelajaran, membaca buku, bahkan menonton televisi. Adapun
beberapa siswa yang duduk-duduk pada serambi kelas amok berbincang-bincang sambil
bersenda gurau serta berkunjung ke internet untuk sekedar mencari hiburan jenis ekstra
dan pembinibingnya terlampir.
3.4. Pengenalan sikap dan pola tingkah laku siswa

No

Sikap dan pola tingkah laku siswa

Keterangan

Umum

Baik

Kegiatan di dalam kelas

Baik

Kegiatan di luar kelas

Baik

Pengenalan pembelajaran
No

Pembelajaran

Keterangan

Informasi umum

Data guru pengajar

Perencanaan pembelajaran

Baik

Pelaksanaan pembelajaran

Baik

A. Kegiatan di dalam kelas


Ketika bel tanda masuk kelas berbunyi, perilaku siswa SMK Negeri 2 Negara
bervariasi. Ada yang langsung masuk ke dalam kelas, ada yang masih berjalan dari
parkir menuju ruang kelasnya, dan ada beberapa siswa yang berbaris mengikuti apel
jurusan. Pihak guru dan pegawai (satpam) menegur siswa-siswa yang masih berada di
luar ruangan. Pada saat guru memasuki ruang kelas, para siswa segera duduk secara

37

teratur dibangkunya masing-masing. Dikomandoi oleh ketua kelas, mereka


memberikan salam kepada guru yang mengajar. Beberapa kelas melakukan
penghormatan dan menyatakan kesiapan belajar layaknya pada guru yang mengajar
di kelasnya. Kemudian mereka mulai mengeluarkan alat tulis dan beberapa buku
penunjang pelajaran serta buku catatan. Pada saat pelajaran dimulai dan berlangsung,
prilaku siswa sangat bervariasi. Ada yang berbincang-bincang dengan teman
sebangkunya, ada yang menggambar, dan ada yang bermain kertas. Tentunya guru
menegur siswa yang berprilaku seperti ini. Ketika guru mengakhiri pelajaran, para
siswa sangatlah bersemangat walaupun mereka tidak terlalu mengerti dan
memperhatikan pelajaran yang telah mereka ikuti.
Dalam proses belajar mengajar di kelas terjalin interaksi sosial antara guru
dan siswa. Interaksi ini terwujud melalui diskusi. Guru memberikan permasalahan
kepada siswa berupa pertanyaan, dan meminta siswa untuk memberikan tanggapan
dari masalah yang telah diberikan. Reaksi siswa berbagai macam dalam menanggapi
masalah yang diajukan guru. Reaksi yang mereka keluarkan adalah yang pertama
mereka menjawab secara bersama-sama. Yang kedua, sebagian siswa hanya diam
saja. Dan yang ketiga, siswa masih ragu-ragu untuk mengacungkan tangan, sehingga
guru harus menunjuk siswa untuk menanggapi masalah tersebut. peristiwa ini terjadi
dikarenakan siswa kurang memperhatikan saat guru menjelaskan pelajaran
sebelumnya, dan juga siswa masih memikirkan jawaban dari masalah yang diberikan.
Karena hal ini, tak jarang suasana kelas menjadi hening sejenak, dan kembali normal
setelah permasalahan tersebut mendapat tanggapan. Dalam hal keberanian untuk
mengacungkan tangan, maju ke depan kelas, serta menyampaikan pertanyaan tingkat
keberanian siswa rata-rata masih kurang. Banyak siswa yang masih enggan untuk
menyampaikan pendapat atau sekedar maju ke depan kelas untuk menyampaikan
pendapatnya. Mereka harus mendapat dorongan terlebih dahulu dari guru. Dalam
mengatasi hal tersebut guru melakukan tindakan, dengan menmberikan bonus nilai
pada siswa yang berani maju ke depan kelas. Dengan tujuan untuk menciptakan
dorongan kepada siswa. Interaksi siswa dengan siswa dan siswa dengan guru
berlangsung cukup baik selama proses pembelajaran. Saat proses pembelajaran

38

berlangsung, ada beberapa siswa yang berprilaku khusus yang dapat mengganggu
kegiatan pembelajaran, yaitu siswa pada saat guru menjelaskan materi nyeletuk dan
mengundang kegaduhan siswa lainnya, dalam hal ini guru akan langsung menengur
siswa yag berprilaku khusus tersebut dan kembali mengkondusifkan keadaan kelas.
Dalam keberlangsungan proses belajar mengajar sebagia siswa masih tidak
memiliki buku ajar atau buku pedoman belajar, sehingga menghambat proses
pembelajaran dan pencapaian materi. Dalam hal ini guru mata pelajaran menyarankan
untuk memfotocopy buku materi tersebut atau meminjam dengan teman dilain kelas.
Keadaan atau suasana kelas sangat dipengaruhi oleh peran guru penyaji, dan
hal ini juga memengaruhi aktivitas siswa di dalam kelas. Misalnya guru penyaji
terlalu serius dalam menyajikan materinya maka suasana dikelas menjadi sangat
tegang, dan keadaan siswa pun akan demikian dan cenderung siswa kurang semangat
untuk mengikuti pelajaran. Biasanya guru akan mengimbangi dengan menyisipkan
humor disela-sela penyajian materi, atau guru menggunakan metode penyajian materi
sambil bernyanyi. Metode ini cukup efektif, sehingga siswa dapat kembali terfokus
perhatiannya.
Pengaturan posisi tempat duduk siswa di SMK Negeri 2 Negara ditentukan
oleh wali kelas atas kesepakatan bersama dengan siswa. Siswa duduk berdasarkan
nomor absensi kelasnya. Tata letak atau pengaturan bangku di kelas cuk.\up baik ada
jarak antara bangku, sehingga kelas terlihat rapid an terkesan nyaman. Selain itu
posisi duduk yang diatur berdasarkan absensi memiliki tujuan untuk mempermudah
guru dalam mengenali siswa, dan menghindari pembentukan kelompok-kelompok
yang nantinya dapat mengganggu proses belajar mengajar. Tak hanya itu, pengaturan
tempat duduk ini juga bertujuan untuk lebih mengakrabkan hubungan antar siswa.
Tujuan jarak antar bangku adalah untuk memudahkan guru mengontrol siswanya saat
belajar. Pengelolaan kelas secara klasikal akan kurang efektif karena memicu kondisi
yang kurang kondusif, pengelolaan kelas secara individu akan membuat siswa kurang
aktif. Sedangkan pengelolaan kela secara berkelompok dengan metode diskusi akan
membangkitkan interaksi antar siswa, sehingga siswa lebih aktif dalam berdiskusi
serta aktif untuk mengeluarkan pendapat.

39

Apabila guru berhalangan hadir, tanggapan siswa berbagai macam. Sebagian


siswa akan merasa senang dan langsung meninggalkan kelas menuju kantin (sering
terjadi pada jam pertama), jika guru yang tidak mengajar ada di jam-jam akhir maka
siswa kan langsung meninggalkan kelas menuju parkir, dan menunggu sambil
berbincang-bincang dengan temannya sampai pintu parkir dibuka.
Jika ada siswa yang terlambat masuk kelas, biasanya mereka tidak diizinkan
untuk langsung masuk ke dalam kelas, mereka harus meminta izin terlebih dahulu ke
guru piket atau guru yang bersangkutan, jika diizinkan maka siswa tersebut
dipersilahkan masuk ke dalam kelas. Tidak jarang siswa seperti ini dinasehati dan
diberi hukuman jika keterlambatannya tidak bisa ditoleransi.

B. Kegiatan di Luar Kelas


Kegiatan siswa SMK Negeri 2 Negara selama berada di luar kelas sangat
beragam. Kebanyakan siswa di sekolah ini menghabiskan waktunya untuk berbelanja
di kantin. Ada beberapa siswa yang berkumpul ditempat-tempat rindang untuk
berteduh dan berbincang-bincang dengan temannya. Ada beberapa siswa yang
melakukan kegiatan ekstrim saat berada di sekolah yaitu memanjat tower air,
berbelanja di luar lingkungan sekolah dan terkadang merusak tanaman yang ada
dilahan sekolah. Tindakan sekolah mengenai hal ini adalah dengan menegur langsung
siswanya yang bermasalah, memberikan hukuman atau memanggil pihak orang tua
jika kelakukan siswa tidak bisa ditoleransi lagi. Selama kegiatan di luar kelas
hubungan antara anak-anak dan guru tergolong sangat akrab. Mereka saling berbaur,
tak jarang guru dan siswa saling bercakap satu sama lain tentang berbagai hal.
Banyak siswa yang tak segan untuk mencurahkan perasannya kepada guru-gurunya
layaknya hubungan anak dan orang tua. Pemanfaatan waktu istirahat di sekolah ini
cukup efesien dan efektif karena komposisi jam istirahat yang cukup dan seluruh
warga sekolah memanfaatkan waktu istirahat dengan sebaik-baiknya.
Penanganan petugas BK terhadap anak bermasalah dibagi menjadi dua tempat
yaitu di dalam kelas dan di luar kelas. Untuk penanganan di dalam kelas petugas BK

40

membagi berdasarkan jenis masalah apakah masalah pribadi ataukah masalah sosial.
Jika masalah pribadi petugas BK menangani dengan cara meminta izin terlebih
dahulu pada pihak yang bersangkutan, jika diizinkan maka akan diselesaikan dengan
cara klasikal. Jika tidak diizinkan maka akan diselesaikan secara pribadi. Untuk
masalah sosial, terutama yang menyangkut masalah pertemanan akan diselesaikan
secara klasikal. Penanganan masalah yang terjadi di luar kelas seperti pada saat
istirahat, pihak BK akan berbaur langsung dengan siswa dan lingkungan,
mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan dengan cara yang tepat. Pada masalah
yang berlaku diluar lingkungan sekolah namun bersangkutan dengan sekolah, maka
pihak BK akan melakukan penindaklanjutan terhadap masalah sebelum mengambil
keputusan lebih lanjut.
Usaha pihak sekolah dalam memotivasi siswanya dalam belajar dan
pengembangan karier adalah sebagai berikut:
-

Memberikan gambaran tentang peluang kerja ke depannya dimasing-masing


jurusan yang ada agar siswa lebih termotivasi untuk belajar

Mendatangkan alumni-alumni atau mendatangkan ahli pada bidang sesuai


jurusan yang ada untuk memperjelas gambaran yang telah diberikan

Menginformasikan tentang pendidikan lanjutan yang sesuai dengan jurusan,


serta pemberian beasiswa untuk siswa yang berprestasi.

Dalam menjaga hubungan sekolah dengan orang tua siswa, petugas BK


melakukan berbagai hal khususnya terkait dengan penanganan anak bermasalah
misalnya dengan melakukan pendekatan kepada orang tua siswa yang bersangkutan,
memanggil/mengunjungi orang tua siswa dan melakukan rapat dengan orang tua
siswa dalam masalah persamaan persepsi program sekolah.

3.4 Proses Pembelajaran di SMK N 2 NEGARA ?


Sekolah SMK N 2 Negara memiliki proses belajar mengajar yang sama sepert di
sekolah lainnya di Jembrana. Namun dalam mata pelajarannya hanya sedikit tidak

41

seperti di SMA. Berikut ini merupakan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh
guru pengampu mata pelajaran yaitu sebagai berikut :
GURU MODEL : I
Informasi Umum
Nama Guru

: I Kadek Sudarma, S.Pd.

Mata Pelajaran

: Pemeliharaan sasis sepeda motor

Materi yang Diajarkan

: Peredam Kejut

Kelas

: XI TSM

Waktu

: 2 X 45 menit

Perencanaan Pembelajaran
a. Dalam menyusun Rencana Pengajaran
-

Cara menganalisis materi pelajaran/pengembangan materi

Dalam merancang materi pembelajaran, guru terlebih dahulu akan memilah materi
yang harus diberikan dan dilengkapi dengan pengembangannya. Misalnya dengan
memberikan contoh-contoh yang mudah dimengerti oleh siswa serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari, setelah siswa sudah mengerti materi akan diberikan
tugas kelompok atau tugas mandiri.
b. Cara menyusun silabus
-

Menyesuaikan pokok materi dengan silabus

Materi disesuaikan dengan keadaan sekolah

Standar minimal harus sesuai dengan kurikulum (standar isi)

Jika ada pengayaan bisa dilakukan dan ditambah pada silabus, program
tahunan, program semester, dan program harian

Pengembangan materi hasil musyawarah MGMP Kabupaten

c. Cara menyususn program tahunan, semesteran dan harian


-

Melihat alokasi waktu pada kurikulum/GBPP

Melihat kalender pendidikan

42

Menghitung hari efektif atau banyaknya jumlah pertemuan

Membagi pokok materi sesuai alokasi waktu yang tersedia

d. Narasumber menyusun silabus seperti tersebut di atas adalah untuk


mempermudah proses belajar mengajar dan sebagai pedoman guru dalam
mengajar.
Pelaksanaan Pembelajaran
a. Membuka Pelajaran
Dalam membuka pelajaran, menggunakan motode apersepsi dimana
dilakukan proses penggalian pengetahuan siswa tentang materi yang telah dibahas
dan dikaitkan dengan materi sebelumnya. Waktu yang digunakan sekitar lima menit.
b. Kegiatan Inti
Perencanaan dan pelaksanaan pengajaran kadang sesuai dan kadang dilakukan
suatu perubahan, tergantung kepada RPP dan situasi serta kondisi kelas saat itu.
Pada awal kegiatan inti guru menyampaikan standar kompetensi, kompetensi dasar
dan indicator kepada siswa sehingga siswa mempunyai bayangan tentang materi
yang dipelajari. Pengelolaan kelas dalam pembelajaran yang digunakan ada dua
yaitu individu dan kelompok tergantung pada metode pengajaran, bila menggunakan
diskusi informasi maka yang digunakan adalah individu namun bila sistemnya
diskusi kelompok maka pengelolaan kelasnya adalah kelompok. Guru memberikan
berbagai

tugas,

bahan

diskusi

dan

menyuruh

beberapa

siswa

untuk

mempresentasikan beberapa bagian materi sehingga siswa terangasang untuk aktif


dalam pembelajaran, apalagi guru memberikan kompensasi nilai tambahan kepada
siswa yang aktif dalam proses pembelajaran. Dalam menangani anak yang
menangani kesulitan dalam belajar, guru melakukan pendekatan kepada siswa itu
kemudian memberikan berbagai pengarahan agar kesulitan siswa itu bisa teratasi.
Mengenai cara untuk memberi balikan atau menanggapi pertanyaan siswa, guru
melempar pertanyaan yang diajukan oleh siswa kepada siswa yang lain terlebih
dahulu. Bila sudah terjawab oleh siswa lain, maka guru memberikan kompensasi
nilai tambahan kepada siswa yang mampu menjawabnya, namun jika tidak ada yang

43

bisa menjawab maka guru langsung turun tangan untuk memberikan penjelasan dan
jawaban. Guru melakukan pengawasan dalam proses pembelajaran di kelas dengan
cukup ketat menjadikan perilaku menyimpang siswa dalam proses pembelajaran bisa
diminalisasi sehingga bisa mewujudkan suasana belajar yang kondusif.
c. Menutup Pelajaran
Guru memberikan penguatan/penekanan kepada siswa terkait dengan materi
yang dibahas kemudian merangkum hasil diskusi. Alat evaluasi yang digunakan
adalah berupa post test atau memberikan beberapa pertanyaan tentang materi yang
telah dibahas dan ulangan harian/umum. Waktu yang digunakan saat post test adalah
15 menit dan ketika ulangan harian/umum adalah 90 menit. Ketika proses/post test
tingkat pemahaman siswa cukup tinggi sekitar 85% namun ketika evaluasi
akhir/ulangan umum/ulangan harian terjadi penurunan tingkat penguasaan materi. Hal
ini dikarenakan siswa tidak mempelajari materi secara lebih mendalam ketika materi
yang diajarkan sudah selesai didiskusikan di kelas.
Guru melakukan revisi silabus setelah pelaksanaan pembelajaran.Langkah
langkah yang digunakan adalah sebagai berikut:
-

Menghubungkan silabus yang ada dengan pengamalan di kelas

Mengkaji kata kata operasional

Mengkaji indikator dengan kompetensi dasar, apakah masih kurang


atau ada yang perlu dihilangkan

Mengalokasikan waktu dengan minggu efektif

Memodifikasi silabus

GURU MODEL : II
Informasi Umum
Nama Guru

: Dwi Stijadji, S.Pd

Mata Pelajaran

: Kimia

Materi yang Diajarkan

: Materi dan Perubahan

Kelas

: X TPHPi 2

44

Waktu

: 2 X 45 menit

Perencanaan Pembelajaran
a. Menyusun Perencanaan pembelajaran
Cara menganalisis materi dan pengembangan yaitu dengan berpedoman pada
MGMP dan petunjuk teknis kurikulum untuk SMK yang berlaku. Dalam menyusun
program tahunan, semesteran, dan harian yaitu berdasarkan MGMP kalender
pendidikan, menghitung hari efektif belajar, melihat kurikulum/ silabus, menghitung
jumlah tatap muka persemester, membagi materi pokok sesuai jatah waktu
pertemuan, menghitung jumlah jam ulangan umum, ulangan harian dan remedial,
menghitung jumlah jam cadangan, menulis sesuai dengan format program
tahunan/semester, program harian dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP) yang
disusun berdasarkan silabus. Membuat silabus dan program pengajaran yaitu
merumuskan tujuan, berpedoman pada kurikulum, memilih metode pengajaran,
melakukan pendekatan, memilih media pembelajaran dan buku sumber berdasarkan
tujuan materi pembelajaran tersebut.
Tujuan narasumber menyusun silabus adalah untuk mempermudah proses belajar
mengajar dan sebagai pedoman dalam mengajar sehingga materi-materi yang
diajarkan menjadi berkesinambungan.
Pelaksanaan Pembelajaran
1. Membuka Pelajaran
Ketika bel berbunyi dan para siswa sudah memasuki kelas untuk menerima
pelajaran, guru pun datang. Guru mengucapkan salam, menyapa siswa dengan
menanyakan keadaan sambil melakukan absensi. Kemudian guru tersebut
memperkenalkan dirinya, karena siswa yang diajarkan ini adalah siswa kelas satu dan
pada saat itu juga adalah kali pertama guru tersebut mengajar di kelas X TPHPi 2.
Pada pertemuan awal ini guru yang bersangkutan membahas mengenai peraturanperaturan selama mengikuti pembelajarannya selama satu semester ke depan.
Kemudian guru mengadakan interaksi dengan siswanya, dan menanyakan semacam

45

pertanyaan pancingan yang masih ada hubungannya dengan materi yang akan
dipelajari.
Relevansi membuka pelajaran yang dilakukan guru dengan memberikan
pertanyaan pancingan sangatlah efektif. Siswa tidak merasa terkejut dengan materi
yang diajarkan, melihat siswa tersebut belum pernah mempelajari materi yang
diajarkan serta peralihan kondisi dari SLTA ke SMK.
2. Kegiatan Inti
Cara guru dalam melaksanakan program pengajaran dilihat dari kesesuaian
perencanaan dengan pelaksanaan pengajaran sudah cukup baik. Guru selalu
berpedoman pada perancaan pengajaran yang telah dibuat sebelumnya seperti RPP
(Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). Dengan adanya RPP ini, penyampaian
materi bahan ajar selalu terkontrol dan tidak menyimpang keluar dari yang sudah
ditetapkan, terarah dan mempunyai tujuan yang jelas. Disamping itu, pengelolaan
kelas berjalan dengan baik. Guru sesekali memberikan selingan humor sehingga kelas
menjadi semangat mengikuti pelajaran. Selain itu pertanyaan-pertanyaan lain yang
mengingatkan siswa akan pelajaran yang telah diberikan sebelumnya. Siswa pun
terlihat serius dan konsentrasi mendengarkan apa yang diberikan oleh guru. Guru
mempunyai beberapa trik untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Trik
tersebut seperti memberi contoh-contoh agar siswa memperoleh gambaran dan tidak
mengalami kesulitan dalam mengingat bahasan yang diulas kembali. Contoh-contoh
konkrit yang diberikan masih berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan
demikian, siswa menjadi lebih semangat dalam belajar.
Hal yang berkesan adalah keantusiasan siswa dalam mengikuti pembelajaran
dan juga sifat kreatif guru dalam melaksanakan kegiatan PBM sehingga para siswa
menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
3. Menutup Pelajaran
Dalam menutup pelajaran strategi yang digunakan yaitu dengan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang telah disampaikan.
Kemudian guru memberikan pekerjaan rumah yang berguna untuk membiasakan

46

siswa mengulang pelajaran yang didapat di sekolah agar tidak terlupakan begitu saja,
sehingga siswa akan lebih memahami pelajaran yang di dapat di sekolah.
Alat evaluasi atau penilaian yang digunakan yaitu hasil tugas tugas,
keaktifan, interaksi di dalam kelas. Waktu yang digunakan sangat efisien dan
keberhasilan siswa dalam memahami materi yang disampaikan sudah baik. Ini dapat
dilihat dari keaktifan siswa dalam menanggapi dan menjawab pertanyaan dari guru.

47

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi atas kegiatan yang telah dilaksanakan maka
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
a) Keadaan fisik dan non fisik SMK Negeri 2 Negara secara umum sudah
dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar di kelas. Sekolah
sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kegiatan
belajar mengajar dikelas maupun diluar kelas seperti perpustakaan,
laboratorium, kantin dan sebagainya..
b) Secara umum pola tingkah laku siswa baik di dalam kelas selama
mengikuti PBM maupun di luar kelas menunjukkan sikap yang baik dan
secara umum sudah mengikuti dan menaati tata tertib yang ada di sekolah
ini. Hubungan seluruh warga sekolah dalam kehidupan sehari-hari di
sekolah terjalin dengan baik dan harmonis.
c) PBM berlangsung dengan baik tanpa terlepas dari dukungan berbagai
pihak, baik siswa yang berantusias menghadapi pelajaran, guru mata
pelajaran yang sudah melakukan hal yang terbaik mulai dari perencanaan
dan pelaksanaan guna terjadinya PBM yang baik serta fasilitas dan sarana
prasarana yang mendukung berlangsungnya PBM.
4.2 Tindak Lanjut
Sejalan

dengan

latar

belakang,

permasalahan,

dan

tujuan

maka

temuan/permasalahan selama orientasi yang dilaporkan seperti diatas perlu


ditindaklanjuti sebagai berikut:
1) Temuan ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan bahan diskusi mata kuliahmata kuliah kependidikan yang relevan yang membahas mengenai kehidupan

48

sekolah

khususnya Sekolah Menengah Atas. Mahasiswa perlu mengkaji

mengenai hal penguasaan dan pemahaman materi dalam pembelajaran SBM


(Strategi Belajar Mengajar) dengan harapan mahasiswa dapat menjadi
seorang guru yang profesional dibidangnya masing-masing.
2) Dalam perkuliahan kegiatan orientasi lapangan ini juga perlu mendapat
perhatian dan dijadikan suatu pengalaman awal bagi mahasiswa dalam
mengambil mata kuliah selanjutnya terutama mata kuliah yang menempatkan
PPL-Awal sebagai suatu syarat dalam pengambilan mata kuliah tersebut
seperti mata kuliah Micro Teacinng serta PPL-Real.
3) Khusus untuk sekolah latihan, yaitu SMK Negeri 2 Negara, kondisi fisik
maupun non fisik hendaknya dijaga serta dipelihara agar dapat menciptakan
suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Kedisiplinan siswa harap
dijaga dan ditingkatkan. Kerjasama seluruh pihak sekolah sangat berperan
dalam

menciptakan suasana pendidikan yang kondusif sehingga proses

pembelajaran dapat mencapai hasil yang maksimal.

49

Lampiran-lampiran

1. Nilai Guru Pamong


2. Surat Keterangan
3. Surat Tugas
4. Program Kerja PPL-Awal
5. Jurnal Harian
6. Contoh Silabus dan RPP
7. Dokumentasi

EVALUASI KEGIATAN PPL AWAL


NO
A
1
2
3
4
5
6
7
8

B
1
2
3

Aspek Yang Dinilai


Penilaian oleh guru pamong (Sekolah Mitra)
Kehadiran di Sekolah
Kesungguhan melaksanakan tugas
Penampilan sehari-hari
Kwalitas pergaulan dengan/karyawan/siswa
Pemanfaatan Kepala Sekolah/ guru pamong/ karyawan
sebagai narasumber
Partisifasi dalam tugas atau kegiatan
Kesesuian materi yang di dapat dengan tujuan orientasi dan
kondisi di lapangan
Kreativitas dan keantusiaan dalam berburu pengalaman
yang relevan
Nilai Rerata A
Penilaian Laporan oleh LPPL (Dosen Jurusan)
Kwalitas laporan akhir dilihat dari sistematika, bahasa dan
kerapian laporan
Kesesuaian paparan materi dengan masalah atau temuan
yang diangkat dalam kegiatan orientasi
Keaslian dan kelengkapan atau kedalaman paparan

Penilaian
1
2
3

Nilai Rerata
Nilai Akhir (NA)
Nilai Akhir (NA)=
Nilai lulus minimal : 2,00, dengan catatan tidak ada nilai kurang dari 2 untuk masing-masing aspek yang
dinilai.

Negara, 8 Agustus 2015


Mengetahui,
Kepala Sekolah SMK N 2 Negara

Nyoman Artha, BA
NIP: 195804161985031017

Penilai,
Guru Pamong

Ketut Suartika, S.Pd.,M.Pd.


NIP 196712021990031004

SURAT KETERANGAN
Nomor :420/414/SMK-2/2015

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama

: Ketut Suartika, S.Pd.,M.Pd.

NIP
Jabatan

: 196712021990031004
: Kepala
SMK N 2 Negara

menerangkan bahwa mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha di bawah ini :


Nama

: I Nengah Subadra

NIM

: 1415071008

Jurusan

: Pendidikan Teknik Mesin

Telah mengikuti kegiatan Program Pengalaman Lapangan Lebih Awal (PPL-Awal) di sekolah
kami sejak tanggal 27 Juli s/d 8 Agustus 2015 secara penuh.
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Negara, 8 Agustus 2015


Kepala SMK N 2 Negara

Ketut Suartika, S.Pd.,M.Pd.


NIP 196712021990031004

SURAT TUGAS
Nomor : 421/414/SMK-2/2015
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama

: Ketut Suartika, S.Pd.,M.Pd.

NIP

: 196712021990031004

Jabatan

: Kepala
SMK N 2 Negara

menugasi guru di bawah ini :


Nama

: Nyoman Artha, BA

NIP

: 195804161985031017

untuk menjadi pembimbing mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha


Nama

: I Nengah Subadra

NIM

: 1415071008

Jurusan/Fakultas

: Pendidikan Teknik Mesin /FTK

dalam melaksanakan kegiatan Program Pengalaman Lapangan Lebih Awal (PPL-Awal).


Demikian surat tugas ini dibuat untuk dilaksanakan.

Negara, 13 Juli 2015


Kepala SMK N 2 Negara

Ketut Suartika, S.Pd.,M.Pd.


NIP 196712021990031004

PROGRAM KERJA PPL-AWAL TAHUN 2015


Nama
NIM
Jurusan
Fakultas
No
1

: I Nengah Subadra
: 1415071008
: Pendidikan Tekni Mesin
: Teknik dan Kejuruan

Waktu
13 Juli
2015
27 Juli
2015

28 30
Juli
2015

31 01
Agustus
2015

08
Agustus
2015

Sekolah latihan :SMK N 2 Negara


Kepala Sekolah : Ketut Suartika S.Pd.,M.Pd.
Guru Pembimbing : Nyoman Artha, BA

Kegiatan

Nara Sumber

Menjajagi sekolah latihan dan


penyerahan surat-surat
4. Mulai kegiatan PPL-Awal dengan
Kepala sekolah dan perkenalan
dengan guru pembimbing
5. Mengkonsultasikan program kerja
6. Melakukan observasi awal
5. Mengenal lingkungan fisik dan non
fisik sekolah
6. Mengobservasi dan mengenal pola
tingkah laku siswa di kelas/luar
kelas
7. Mengenal kehidupan sosial budaya
sekolah
8. Mengenal program kegiatan ekstra
dan kokulikuler sekolah
Mengenal kegiatan pembelajaran :
3. Perencanaan/persiapan
mengajar
4. Pelaksanaannya di kelas pada
saat membuka, inti

Mengakhiri kegiatan PPL- Awal

Kepala sekolah

Keteranga
n
Mendatang
i langsung

- Kepala
sekolah
- Guru
pembimbing

Tempat
SMK N 2
Negara

- Guru
pembimbing
- Guru sejenis
- Pegawai
- Siswa

Mengacu
pada
panduan
instrument
dan kondisi
di lapangan

- Guru
pembimbing
- Guru sejenis
- Pegawai
- Siswa
- Kepala
Sekolah
- Guru
Pembimbing
- Pegawai

Mengacu
pada
panduan
instrument

Penyerahan
piagam dan
bersalaman

Guru Pembimbing

Mengetahui,
Kepala SMK N 2 Negara

Nyoman Artha, BA
NIP: 195804161985031017

Ketut Suartika, S.Pd.,M.Pd.


NIP 196712021990031004

Nama
NIM
Jurusan

JURNAL HARIAN MAHASISWA PPL-AWAL


: I Nengah Subadra
: 1415071008
: Pendidikan Teknik Mesin

Hari/Tanggal
Senin/
13 Juli 2015
Senin/
27 Juli 2015
Selasa/
28 Juli 2015
Rabu/
29 Juli 2015

Jam ke
07.30
11.00
07.30
11.00
07.30
11.00
07.30
11.00

Kamis/
30 Juli 2015
Jumat/
31 Juli 2015
Sabtu/
01 Agustus
2015
Senin/
03 Agustus
2015

07.30
10.00
07.30
11.00
07.30
11.00

Sabtu/
08 Agustus
2015

07.30
11.00

07.30
11.00

Uraian Kegiatan
Bertemu dengan Kepala TU dan
menyerahkan surat-surat PPL-Awal
Bertemu dengan Kepala SMK N 2
Negara
Bertemu dengan Guru Pembimbing dan
berkordinasi
Berkonsultasi dengan Guru Pembimbing
terkait Program Kerja PPL Awal
1. Mencari data RPP, Silabus dan lainlain ke Guru pengajar.
Wawancara dengan Petugas
Perpustakaan, dan Laboratorium
Wawancara dengan kordinator OSIS

Paraf

Wawancara dengan guru mata pelajaran

1. Melihat guru, merencanakan


pembelajaran di kelas.
2. Melihat proses belajar mengajar
3. Melihat proses belajar mengajar di
kelas
Mengakhiri kegiatan PPL-Awal

Negara, 8 Agustus 2015


Penilai,
Guru Pamong

Nyoman Artha, BA
NIP. 195804161985031017

SILABUS
BIDANG KEAHLIAN
PROGRAM KEAHLIAN
KOMPETENSI KEAHLIAN
MATA PELAJARAN
KELAS

:
:
:
:
:

TEKNOLOGI DAN REKAYASA


TEKNIK OTOMOTIF
TEKNIK SEPEDA MOTOR
PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR
XI

KOMPETENSI INTI

K1

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

K2

Menegembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cintadamai, responsive dan
proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cermin bangsa dalam pergaulan dunia.

K3

Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan,teknologi, seni, budaya, dan humaniora denganwawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.

K4

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Dasar
1.1. Lingkungan hidup dan sumber daya
alam sebagai anugrah Tuhan yang
maha Esa harus dijaga keletarian dan
kelangsungan hidupnya.
1.2. Pengembangan dan penggunaan

Materi Pokok

Pembelajaran

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar

Kompetensi Dasar
teknologi dalam kegiatan belajar harus
selaras dan tidak merusak dan
mencemari lingkungan, alam dan
manusia
2.1
Menunjukkan sikap cermat dan teliti
dalam menginterpretasikan pengertian
perawatan berkala peredam kejut, roda
dan system rem
2.2
Menunjukkan sikap disiplin dan
tanggung jawab dalam mengikuti
langkah-langkah perawatan berkala
peredam kejut, roda dan system rem
sesuai dengan SOP
2.3
Menunjukkan sikap peduli terhadap
lingkungan melalui kegiatan yang
berhubungan dengan perawatan dan
perbaikan sasis.
3.1.Memahami cara merawat berkala peredam
kejut sepeda motor sesuai SOP

4.1.Merawat berkala peredam kejut

Materi Pokok

Dasar perawatan peredam

kejut

Perawatan berkala peredam

kejut

Pembelajaran

Penilaian

Mengamati

Tes tulis

Membuat daftar (tabel) komponen


system peredam kejut yang perlu di
periksa secara periodik, sesuai dengan
buku pedoman reparasi sepedamotor

Tes praktek

Alokasi
Waktu

33 JP

Sumber Belajar

Buku bacaan (contoh :


Buku Paket, Buku
Pedoman Reparasi
(manual service)
Sepedamotor, Buku
Sekolah elektronik (Ebook) untuk SMK, dll)

Sumber lain yang relevan.

portofolio

Mengamati jenis-jenis peredam kejut


Menanya

Mendiskusikan cara atau langkahlangkah dalam melaksanakan


perawatan system peredam kejut
sesuai dengan SOP, termasuk aspek K3

Eksperimen/explore

Melakukan perawatan mekanisme (cara


kerja) peredam kejut sesuai dengan
SOP.

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar

Asosiasi

Mengolah data hasil pemeriksaan


berulang (diberikan oleh guru) dalam
bentuk penyajian data,
menginterpretasi data dan grafik serta
menyimpulkan hasil interpretasi data

Komunikasi
Membuat laporan tertulis
3.2 Memahami cara merawat berkala roda
sepeda motor sesuai SOP

4.2.Merawat berkala roda

Dasar perawatan roda

Perawatan berkala roda

Mengamati

Tes tulis

Tes praktek

Membuat daftar (tabel) komponen


rodayang perlu di periksa secara
periodik, sesuai dengan buku
pedoman reparasi sepedamotor
Mengamati beberapa peralatan dan
alat ukur yang di gunakan dalam
melaksanakan pemeriksaan
Menanya

Mendiskusikan cara atau langkahlangkah dalam melaksanakan


pemeriksaan roda sesuai dengan SOP,
termasuk aspek K3

Eksperimen/explore

Melakukan perawatan mekanisme


(cara kerja) dan komponen roda
sesuai dengan SOP.

Asosiasi

Mengolah data hasil pemeriksaan dan


perbaikan (diberikan oleh guru) dalam

33 JP

Buku bacaan (contoh :


Buku Paket , Buku
Pedoman Reparasi
(manual service)
Sepedamotor, Buku
Sekolah elektronik (Ebook) untuk SMK, dll)

Sumber lain yang relevan.

portofolio

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar

bentuk penyajian data,


menginterpretasi data , serta
menyimpulkan hasil interpretasi data
Komunikasi
Membuat laporan tertulis
3.3.

Memahami cara merawat berkala sistem


rem sesuai SOP

4.3. Merawat berkala sistem rem sepeda motor

Dasar perawatan sistem

rem

Mengamati

Tes tulis

Tes praktek

Perawatan berkala sistem

rem

Membuat daftar (tabel) komponen


system rem yang perlu di periksa
secara periodik, sesuai dengan buku
pedoman reparasi sepedamotor

33 JP

Buku bacaan (contoh :


Buku Paket , Buku
Pedoman Reparasi
(manual service)
Sepedamotor, Buku
Sekolah elektronik (Ebook) untuk SMK, dll)

Sumber lain yang relevan.

Buku bacaan (contoh :


Buku Paket, Buku
Pedoman Reparasi

portofolio

Mengamati jenis-jenis rem

Menanya

Mendiskusikan cara atau langkahlangkah dalam melaksanakan


perawatan system rem sesuai dengan
SOP, termasuk aspek K3

Eksperimen/explore

Melakukan perawatan mekanisme


(cara kerja) rem sesuai dengan SOP.

Asosiasi

Mengolah data hasil pemeriksaan


berulang (diberikan oleh guru) dalam
bentuk penyajian data,
menginterpretasi data dan grafik,
serta menyimpulkan hasil interpretasi
data

Komunikasi
Membuat laporan tertulis
3.4. Memahami komponen peredam kejut
sesuai SOP

Identifikasi komponen

mekanisme peredam kejut


Diagnosa kerusakan

Mengamati

Tes tulis

Tes praktek

Membuat daftar (tabel) komponen

33 JP

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

mekanisme peredam kejut

mekanisme peredam kejut yang perlu


di periksa secara periodik, termasuk
mengamati komponen komponen
yang perlu diperiksa sesuai dengan
buku pedoman reparasi sepedamotor

Perbaikan mekanisme

peredam kejut depan dan


belakang

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar
(manual service)
Sepedamotor, Buku
Sekolah elektronik (Ebook) untuk SMK, dll)

portofolio

Sumber lain yang relevan.

Buku bacaan (contoh :


Buku Paket , Buku
Pedoman Reparasi
(manual service)
Sepedamotor, Buku
Sekolah elektronik (Ebook) untuk SMK, dll)

Sumber lain yang relevan.

Menanya

4.4.Memperbaiki mekanisme peredam kejut

Mendiskusikan cara atau langkahlangkah dalam melaksanakan


perbaikan peredam kejut dan jenis
tperedam kejut sesuai dengan SOP,
termasuk aspek K3

Eksperimen/explore

Melakukan pembongkaran
,pemeriksaan dan perbaikan peredam
kejut sesuai dengan SOP.

Asosiasi

Mengolah data hasil pemeriksaan dan


dalam bentuk penyajian data,
menginterpretasi data , serta
menyimpulkan hasil interpretasi data

Komunikasi

Membuat laporan tertulis


3.5. Mengidentifikasi roda sesuai SOP

Identifikasi roda (pelek dan

ban)

Mengamati

Tes tulis

Tes praktek

4.5 Memperbaiki roda

Perbaikan roda (pelek dan


ban)

Membuat daftar (tabel) komponen


mekanisme roda yang perlu di periksa
secara periodik, sesuai dengan buku
pedoman reparasi sepedamotor

32 JP

portofolio

Menanya

Mendiskusikan cara atau langkahlangkah dalam melaksanakan


perbaikan roda sesuai dengan SOP,

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran
serta jenis dan spesifikasi pelek dan
ban, termasuk aspek K3
Eksperimen/explore

Melakukan pembongkaran,
pemeriksaan dan perbaikan roda
sesuai dengan SOP.

Asosiasi

Mengolah data hasil pemeriksaan dan


dalam bentuk penyajian data,
menginterpretasi data , serta
menyimpulkan hasil interpretasi data

Komunikasi
Membuat laporan tertulis

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar

Telaah dan LK Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


a. Telaah RPP
Kompetensi:
Mampu mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sesuai dengan Standar
Proses.
Tujuan :
Melalui kegiatan telaah RPP, peserta mampu mengembangkan RPP yang sesuai dengan
SKL, KI, dan KD; Standar Proses, menerapkan pendekatan saintifik dan model
pembelajaran yang relevan serta sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan RPP.
PetunjukKerja:
1) Kerjakan tugas ini secara kelompok. Kelompok pada tugas ini sama dengan kelompok
penyusun RPP.
2) Siapkan RPP dari kelompok lain yang akan ditelaah.
LangkahKerja:
1)
Pelajari format telaah RPP. Cermati maksud dari setiap aspek dalam format.
2)
Cermati RPP hasil kelompok lain yang akanditelaah.
3)
Isilah format sesuai dengan petunjuk pada format telaah RPP.
4)
Berikan catatan khusus atau alasan Anda member skor pada suatu aspek pada
RPP.
5)
Berikan masukan atau rekomendasi secara umum sebagai saran perbaikan RPP
pada kolom yang tersedia.
Format Telaah RPP
Berilah tanda cek (V) pada kolom skor (1, 2, 3) sesuai dengan criteria yang tertera pada
kolom tersebut. Berikan catatan atau saran untuk perbaikan RPP sesuai penilaian Anda
Isilah Identitas RPP yang ditelaah.
NamaGuru
Mata pelajaran
Topik/Subtopik

: I Kadek Sudarma, S.Pd


: Pemeliharaan sasis sepeda motor
: Peredam Kejut

No

Komponen Rencana Pelaksanaan


Pembelajaran

Identitas Mata Pelajaran

1.

B
1
2

Terdapat: satuan pendidikan, kelas,


semester, mata pelajaran jumlah
pertemuan
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar

C.

Perumusan Indikator

1.
2.

Kesesuaian dengan Kompetensi Dasar


Kesesuaian penggunaan katakerja
operasional dengan kompetensi yang
diukur

LK-B3.1

Hasil Penelaahan dan Skor


1
2
3
Tidak
Kurang
Sudah
ada
Lengkap Lengkap

Tidak
Sesuai

Sesuai
Sesuai
Seluruhn
Sebagian
ya

Catatan
revisi

No
3.
4

Komponen Rencana Pelaksanaan


Pembelajaran
Kesesuaian rumusan dengan aspek
pengetahuan.
Kesesuaian rumusan dengan aspek
keterampilan

D.

Perumusan Tujuan Pembelajaran

1
2
3

Kesesuaian dengan KD
Kesesuaian dengan Indikator
Kesesuaian perumusandengan aspek
Audience, Behaviour, Condition, dan Degree

E.

PemilihanMateriAjar

1.
2.
3
4
F.
1.
2.
3
4.

G.
1.
2.
3
4.

H.
1.
2.

I.
1
2
3

Kesesuaiandengan KD
Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran
Kesesuaian dengan karakteristik peserta
didik
Keruntutan uraian materi ajar
PemilihanSumberBelajar

Hasil Penelaahan dan Skor


1
2
3

Tidak
Sesuai

Sesuai
TidakSe Sesuai
Seluruhn
Sebagian
suai
ya

Tidak
Sesuai

Kesesuaian dengan Tujuan pembelajaran


Kesesuaian dengan materi pembelajaran
Kesesuaian dengan pendekatan saintifik
Kesesuaian dengan karakteristik peserta
didik
Pemilihan Media Belajar

Tidak
Sesuai

Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran


Kesesuaian dengan materi pembelajaran
Kesesuaian dengan pendekatan saintifik
Kesesuaian dengan karakteristik peserta
didik
ModelPembelajaran

Tidak
Sesuai

Kesesuaiandengantujuanpembelajaran
Kesesuaiandengankarakteristikmateri

MetodePembelajaran
Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran
Kesesuaian dengan karakteristik materi
Kesesuaian dengan karakteristik peserta

Sesuai
Sesuai
Seluruhn
Sebagian
ya

Tidak
Sesuai

Sesuai
Sesuai
Seluruhn
Sebagian
ya

Sesuai
Sesuai
Seluruhn
Sebagian
ya

Sesuai
Sesuai
Seluruhn
Sebagian
ya

Sesuai
Sebagia
n

Sesuai
Seluruh
nya

Catatan
revisi

No

Komponen Rencana Pelaksanaan


Pembelajaran
didik

J.

SkenarioPembelajaran

1.

Menampilkan kegiatan pendahuluan, inti,


dan penutupdengan jelas
Kesesuaian kegiatan dengan pendekatan
saintifik (mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi,
mengasosiasikan informasi,
mengkomunikasikan)
Kesesuaian dengan metode pembelajaran
Kesesuaian kegiatan dengan sistematika/
keruntutan materi
Kesesuaian alokasi waktu kegiatan
pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan
penutup dengan cakupan materi
Rancangan Penilaian Pembelajaran

2.

3
4.
5.

K.

1
2.
3.
4.

Kesesuaian bentuk, teknik dan instrument


dengan indicator pencapaian kompetensi
Kesesuaian antara bentuk, teknik dan
instrument Penilaian Sikap
Kesesuaian antara bentuk, teknik dan
instrumen Penilaian Pengetahuan
Kesesuaian antara bentuk, teknik dan
instrument Penilaian Keterampilan
Jumlah Skor

Masukan terhadap RPP secara umum

Hasil Penelaahan dan Skor


1
2
3

Tidak
Sesuai

Sesuai
Sesuai
Seluruhn
Sebagian
ya

Tidak
Sesuai

Sesuai
Sesuai
Sebagian Seluruhn
ya

Catatan
revisi

R-B3.1
Rubrik Penilaian Telaah RPP
Rubrik Penilaian RPP ini digunakan peserta pada saat penelaahan RPP peserta lain dan
digunakan fasilitator untuk menilai RPP yang disusun oleh masing-masing peserta.
Selanjutnya nilai RPP dimasukan kedalam nilai portofolio peserta.
Langkah-langkah penilaian RPP sebagai berikut:
1) Cermati format penilaian RPP dan RPP yang akan dinilai;
2) Berikan nilai pada setiap komponen RPP dengan cara membubuhkan tanda cek ()
pada kolom pilihan (skor = 1) ,(skor = 2), atau (skor = 3) sesuai dengan penilaian Anda
terhadap RPP yang ditelaah atau dinilai;
3) Berikan catatan khusus atau saran perbaikan perencanaan pembelajaran;
4) Setelah selesai penilaian, hitung jumlah skor yang diperoleh; dan
5) Tentukan Nilai menggunakan rumus di bawah ini.

Nilai

Skor yang diperoleh


x 4 ______
36 X 3

PERINGKAT
Amat Baik (AB)

NILAI
3,51 < AB 4,00

Baik (B)

2,85<B3,50

Cukup (C)

1,85<C2,84

Kurang (K)

1,8

b. Lembar Kerja Penyusunan RPP


Buatlah RPP seperti yang telah dipelajari sesuai ketentuan

LK-B3.2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


SatuanPendidikan
Kelas/Semester
Mata Pelajaran
AlokasiWaktu

:
:
:
:

SMK Negeri 2 Negara


XI TSM / 3 (tiga)
Memelihara sasis sepeda motor
4 jp x 8 pertemuan

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran,cinta damai), santun, responsif dan proaktif
dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahamani, menerapkan dan menganalisis pengetahuan
faktual,
konseptual,prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi,seni , budaya, dan humaniora dalam wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif dan mampu melaksanakan tugas spesifik
dibawah pengawasan langsung
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
a. Kompetensi Dasar (KD)
3.1. Memahami cara merawat berkala peredam kejut sepeda motor sesuai
SOP
4.1. Merawat berkala peredam kejut
b. Indikator
1. Menjelaskan cara merawat bekala peredam kejut sepeda motor sesuai SOP
2. Memahami cara merawat berkala peredam kejut sepeda motor sesuai SOP
3. Menganalisis cara merawat berkala peredam kejut sepeda motor sesuai
SOP
4. Menerapkan cara merawat berkala peredam kejut sepeda motor
5. Merawat berkala peredam kejut sepeda motor

C. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi peserta didik menjelaskan cara merawat bekala peredam kejut
sepeda motor sesuai SOP
2. Melalui diskusi peserta didik memahami cara merawat berkala peredam kejut
sepeda motor sesuai SOP
3. Melalui demontrasi peserta didik menganalisis cara merawat berkala peredam
kejut sepeda motor sesuai SOP
4. Melalui demontrasi peserta didik menerapkan cara merawat berkala peredam
kejut sepeda motor
5. Melalui demontrasi peserta didik merawat berkala peredam kejut sepeda
motor
D. Materi Pembelajaran
Dasar perawatan peredam kejut
Perbaikan mekanisme peredam kejut depan dan belakang

E. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan pembelajaran : Saintifik
2. Model pembelajaran
: Problem based learning
3. Metode pembelajaran
: Paparan, diskusi, tanya jawab, praktik dan
eksperimen.
F. Alat, Bahan, Media, dan Sumber Belajar
1. Alat pembelajaran : kotak alat
2. Bahan pelajaran
: peredam kejut, LCD Proyektor, Laptop
3. Sumber belajar
: Buku teks siswa, buku pegangan guru, buku servis
manual, lembar kerja siswa, sumber yang lain yang
relevan, internet, bengkel mesin otomotif, Video
pembelajaran
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 s/d 8 (4 x 8 x 45 mnt)
Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Pendahuluan

Orientasi, Motivasi dan Apersepsi


Salah satu siswa memimpin doa pada saat
pembelajaran akan dimulai
Guru memberikan motivasi kepada siswa
Guru memperkenalkan materi yang akan dipelajari.
Guru memberikan cakupan materi yang akan
dipelajari dalam merawat berkala peredam kejut
Guru meminta salah satu siswa untuk membaca
tulisan yang sudah disiapkan guru yaitu tujuan

Alokasi
Waktu
120 mnt

Kegiatan Inti

pembelajaran yang harus dicapai peserta didik baik


berbentuk kemampuan proses maupun kemampuan
produk. Selanjutnya siswa tersebut diminta bertanya
kepada temannya apakah memahami tujuan yang
dibacanya
Guru memberikan informasi mengenai penilaian yang
akan digunakan.
Guru meminta siswa untuk menyampaikan manfaat
dari pembelajaran ini
Guru menjelaskan manfaat penguasaan kompetensi
dasar ini sebagai modal awal untuk menguasai
penguasaan kompetensi dasar lainnya yang tercakup
dalam mata pelajaran merawat berkala peredam
kejut
Guru menjelaskan cara belajar siswa atau aktifitas
yang seharusnya dilakukan siswa secara aktif
dalampembelajaran dengan pendekatan saintifik.

1. Mengidentifikasi Masalah (Mengamati, Menanya)


Guru memberikan tayangan power poin / gambar
peredam kejut sehingga siswa dapat mengamati
jenis peredam kejut pada sepeda motor dan
memberikan pertanyaan sebagai pengarah tentang
cara merawat bekala peredam kejut sepeda motor
sesuai SOP
Peserta didik memperhatikan tayangan powerpoin,
vidio, lembar observasi tentang cara merawat bekala
peredam kejut sepeda motor sesuai SOP
Guru memberikan pertanyaan pembuka tentang
sistem cara merawat bekala peredam kejut sepeda
motor sesuai SOP, sehingga siswa dapat
mengajukan berbagai pertanyaan dari obyek yang
diamati.
Siswa bertanya kepada teman/ kelompoknya tentang
tentang cara merawat bekala peredam kejut sepeda
motor sesuai SOP
2. Menetapkan masalah belalui berpikir tentang
masalah dan menseleksi informasi yang releven
(Menanya)
Guru
memberikan
pertanyaan
pengarah/
mengelaborasi tentang berbagai pertanyaan jenis
peredam kejut pada sepeda motor sehingga siswa
dapat menyampaikan alternative masalah yang perlu
dicarikan
solusinya
dan
pengetahuan
atau

1120
mnt

keterampilan apa saja yang perlu dikuasai siswa.


Peserta didik secara berkelompok berdiskusi
membahas prioritas permasalahan yang perlu
dicarikan
jawabannya
melalui
pembelajaran,
berdasarkan pertanyaan yang telah dikupulkan dan
diklasifikasika sebelumnya
Dari pertanyaan yang terkumpul, melalui diskusi
guru-siswa diharapkan dipilih prioritas pertanyaan/
masalah:
Bagaima membedakan peredam kejut sepeda
motor
Sebutkan jenis-jenis peredam kejut sepeda motor
Bagaimana merawat peredam kejut sepeda motor
3. Mengembangkan solusi melalui pengidentfikasi
alternative, tukar pikiran dan mengecek
perbedaan pandang
Guru mendorong dan memfasilitasi kerja individu dan
kelompok siswa, untuk mengeksplorasi informasi dari
berbagai sumber termasuk permintaan peserta didik
kepada guru untuk memberikan masukan pengetahuan
dan keterampilan terkait alterntif solusi masalah yang
akan ditemukan
Peserta didik secara individu dan kelompok menggali
berbagai informasi yang berkaitan dengan prioritas
masalah yang telah disepakati, dengan memanfaatkan
alat, bahan, media, sumber belajar yang tersedia,
melalui membaca, diskusi, meminta penjelasan guru,
praktik merawat berkala peredam kejut sepeda motor
sesuai SOP
4. Melakukan tindakan strategis (Menalar)
Guru selalu sebagai fasilitator untuk membantu peserta
didik untuk aktif, melalui pertanyaan pengarahdan
memenuhi permintaan peserta didik. Pada tahap ini
guru harus selalu mengontrol dan mengarahkan
kemampuan menalar siswa terkait dengan tujuan
pembelajaran.

Sisw secara individu dan kelompok melakukan


konsolidasi untuk menemukan solusi terhadap masalah
yang telah ditetapkan sebelumnya (jenis-jenis peredam
kejut, merawat peredam kejut, dan memperbaiki
pereedam kejut)

5. Melihat ulang dan mengevaluasi


Guru memfasitasi siswa untuk mengecek atau
mengevaluasi hasil pengetahuan dan keterampilan serta
solusi terhadap masalah yang telah ditetapkan.
Representasi
siswa
diharapkan
dapat
mengkomunikasikan hasil yang telah diperoleh
Penutup

Rangkuman, Refleksi, dan Tindak Lanjut


1. Peserta didik menanyakan hal-hal yang masih ragu
dan melaksanakan evaluasi
2. Guru membantu peserta didik menanyakan hal-hal
yang diragukan sehingga informasi menjadi benar
dan tidak terjadi kesalah pahaman terhadap materi
3. Peserta didik menyimpulkan materi dibawah
bimbingan guru
4. Guru memberi tugas tindak lanjut pertemuan
selanjutnya
5. Guru
mengakhiri
kegiatan
belajar
dengan
memberikan pesan untuk tetap belajar secara aktif
dan saintifik

200 mnt

5. Penilaian Hasil Belajar


1. Penilaian Sikap
Tabel Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap (Sosial)
No. Nama Siswa/Kelompok
Disiplin
Jujur

Bertanggung Nilai
jawab
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1.
2.
3.
4.
5.
a. Rubrik/Kriteria
Keterangan :
4 = jika empat indikator terlihat.
3 = jika tiga indikator terlihat.
2 = jika dua indikator terlihat
1 = jika satu indikator terlihat
b. Indikator
1) Disiplin

a)
b)
c)
d)

Tertib mengikuti instruksi


Mengerjakan tugas tepat waktu
Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta
Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif

2) Jujur
a) Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya
b) Tidak menutupi kesalahan yang terjadi
c) Tidak menyontek atau melihat data/pekerjaan orang lain
d) Mencantumkan sumber belajar dari yang dikutip/dipelajari
3) Tanggung Jawab
a) Pelaksanaan tugas piket secara teratur
b) Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
c) Mengajukan usul pemecahan masalah
d) Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan

Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari
keempat aspek sikap di atas.
c. Kategori Nilai
Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4
Baik
: apabila memperoleh nilai akhir 3
Cukup
: apabila memperoleh nilai akhir 2
Kurang
: apabila memperoleh nilai akhir 1
2. Penilaian Pengetahuan
1. Ranah Pengetahuan
Kisi-kisi soal
Kompetensi
IPK
Dasar
1. Menjelaskan
3.1. Memahami
cara merawat
cara merawat
bekala
berkala
peredam kejut
peredam kejut
sepeda motor
sepeda motor
sesuai SOP
sesuai SOP
2. Memahami
cara merawat
berkala
peredam kejut
sepeda motor
sesuai SOP
3. Menganalisis

Indikator
Jenis
Soal
Soal
Soal
1. Siswa dapat
Tes tertulis 1,2,3,4,5
menjelaskan
cara merawat
bekala
peredam kejut
sepeda motor
sesuai SOP
2. Siswa dapat
memahami
cara merawat
berkala
peredam kejut
sepeda motor

cara merawat
berkala
peredam kejut
sepeda motor
sesuai SOP

1.1. Merawat
berkala
peredam kejut
sepeda motor

1. Menerapkan
cara merawat
berkala
peredam kejut
sepeda motor
2. Merawat
berkala
peredam kejut
sepeda motor

sesuai SOP
3. Siswa dapat
Menganalisis
cara merawat
berkala
peredam kejut
sepeda motor
sesuai SOP
1. Siswa dapat
Tes tertulis
menerapkan
cara merawat
berkala
peredam kejut
sepeda motor
2. Siswa dapat
melakukan
perawatan
berkala
peredam kejut
sepeda motor

Soal
1. Sistem peredam kejut merupakan salah satu bagian dari sasis sepeda motor
yang berfungsi untuk menyerap
a. Bantingan
b. Jalan
c. Hantaman
d. Terkejut
e. Getaran
2. Sistem peredam kejut merupakan salah satu bagian dari sasis sepeda motor
yang memunyai tujuan
a. Meningkatkan keamanan
b. Meningkatkan kenyamanan
c. Stabilitas bekendara
d. Releksasi
e. Jawaban a,b, dan c benar
3. Sistem peredam kejut berfungsi untuk menopang body dan rangka sepeda
motor untuk menjaga letak geometris antara body dan
a. Ban
b. Jalan
c. Roda-roda
d. Aspal
e. Pelek
4. Jenis peredam kejut yang banyak digunakan pada sepeda motor CC kecil
sampai CC sedang adalah
a. Peredam kejut teleskopik
b. Peredam kejut bottom link
c. Peredam kejut monocross suspension
d. Peredam kejut unit swing type
e. Peredam kejut swing arm type
5. Prinsip kerja peredam kejut jenis twin tube pada saat compression stroke.
Fluida juga mengalir dari silinder dalam ke silinder luar melalui katup
control yang berada pada dasar
a. Pembalik
b. Pengejut
c. Silinder
d. Piston

e.

Sil

Kunci jawaban
No

Jawaban

Instrumen dan Rubrik/ kriteria Penilaian


Skor setiap nomor soal
N
NAMA SISWA
O
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
Jawaban benar setiap soal skornya 1
Pengolahan Nilai

Nilai

1. RANAH KETERAMPILAN
a. Kisi-kisi soal
Kompetensi dasar

Indikator pencapaian kompetensi

KD. 4.1 Merawat berkala peredam


kejut sepeda motor

1. Menerapkan cara merawat


berkala peredam kejut sepeda
motor
2. Merawat berkala peredam kejut
sepeda motor

b. Soal
4.1.1 Memilih peralatan yang digunakan sesuai buku manual
4.1.2 Melaksanakan perawatan berkala peredam kejut sepeda motor
c. Rubrik/ kriteria

No

Melaksanakan
perawatan berkala
peredam kejut
sepeda motor

Mengambil
alat alat

Nama Siswa
1

NILAI

4 = Jika empat indikator dilakukan


3 = Jika tiga indikator dilakukan
2 = Jika duat indikator dilakukan
1 = Jika satu indikator dilakukan
d. Indikator/Kunci Jawaban
1. Memilih perlengkapan sesuai dengan buku manual
1) Memilih perlengkapan merawat berkala peredam kejut sepeda
motor dengan benar
2) Memilih perlengkapan merawat berkala peredam kejut sepeda
motor sesuai keselamatan kerja dengan benar

3) Memilih perlengkapan merawat berkala peredam kejut sepeda


motor sesuai buku manual dan keselamatan kerja dengan benar.
4) Memilih perlengkapan merawat berkala peredam kejut sepeda
motor dengan cepat dan tepat sesuai buku manual sesuai dengan
hasil yang diharapkan

2. Merawat berkala peredam kejut sepeda motor


1) Merawat berkala peredam kejut sepeda motor dengan benar
dilakukan sesuai prosedur kerja dengan benar.
2) Merawat berkala peredam kejut sepeda motor dengan benar
dilakukan sesuai prosedur kerja dengan benar dan penggunaan
pralatan juga benar.
3) Merawat berkala peredam kejut sepeda motor dengan benar
dilakukan sesuai prosedur kerja, penggunaan pralatan dengan benar
dan sesuai keselamatan kerja.
4) Merawat berkala peredam kejut sepeda motor dengan benar
dilakukan sesuai prosedur kerja, penggunaan pralatan juga benar
dan sesuai keselamatan kerja dengan hasil yang diharapkan dengan
benar.
e. Pengolahan Nilai
Aspek/ indikator
1. Memilih perlengkapan sesuai
dengan buku manual
2. Melaksanakan perawatan
berkala peredam kejut sepeda
motor

Tes ke

Skor

1
2
1
2

2
3
2
3

Keterangan
Belum tuntas
Tuntas
Belum tuntas
Tuntas

Nilai-Kd Keterampilan
ditentukan berdasarkan sekor
rerata optimum (nilai tertinggi)
dari aspek indikator pencapaian
kompetensi) yang dinilai

Mengetahui,

Negara, 20 Juli 2015

Kepala SMK Negeri 2 Negara

Guru Mata pelajaran,

KETUT SUARTIKA, S.Pd, M.Pd


NIP. 19671202 199003 1 004

I KADEK SUDARMA, S.Pd


NIP. 19740924 200604 1 004

FOTO DOKUMENTASI LINGKUNGAN SMK NEGERI 2 NEGARA

Gambar Depan SMK Negeri 2 Negara

Gambar Depan dan Suasana Ruang Tata Usaha

Gambar Lapangan Upacara SMK Negeri 2 Negara

Gambar Ruang Perpustakaan SMK Negeri 2 Negara

Gamabar Tempat Ibadah SMK Negeri 2 Negara

Gambar Tempat Parkir dan Pos Jaga SMK N egeri 2 Negara

Gambar Tempat Kesenian SMK Negeri 2 Negara

Gambar Ruang UKS SMK Negeri 2 Negara

Gambar Depan dan Dalam Ruang AULA SMK Negeri 2 Negara

Gambar Depan dan Dalam Ruang Laboratorium Komputer SMK Negeri 2 Negara

Gambar Depan dan Dalam Ruang BK (Bimbingan Konseling)

Gambar Suasana Ruang Fotocopy SMK Negeri 2 Negara

Gambar Depan Ruang OSIS SMK Negeri 2 Negara

Gambar Depan dan Dalam Kantin SMK Negeri 2 Negara

Gambar Lapangan Badminton dan Sepak Bola SMK Negeri 2 Negara

Gambar Depan Markas Komando Pramuka SMK Negeri 2 Negara

PROGRAM KEAHLIAN NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN (NKPI)


SMK N 2 NEGARA

Instalasi Program Keahlian Nautika Kapal


Penangkap Ikan.

Depan Ruang Kelas NKPI

Ruang Guru Jurusan NKPI.

Siswa kelas III NKPI

Tempal Latihan

PROGRAM KEAHLIAN ATPH


(Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura)

Instalasi ATPH

Ruang Guru ATPH

Tempat Praktik Siswa ATPH

Depan Ruang Kelas ATPH

PROGRAM KEAHLIAN (ATU)


Agribisnis Ternak Unggas

Ruang Guru ATU

Depan Ruang Kelas ATU

Tempat Praktik ATU

PROGRAM KEAHLIAN (TMO)


Teknik Otomotif

Bengkel Sepeda Motor

Bengkel Mobil

Ruang Alat-Alat Otomotif

Ruang Guru TMO

Depan Ruang Kelas TMO

Ruang Kelas TMO

PROGRAM KEAHLIAN (TPHPI)


Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan

Ruang Guru TPHPI

Depan Ruang guru TPHPI

Tempat Praktikum Siswa TPHPI

Depan Ruang Kelas TPHPI