Anda di halaman 1dari 2

Pembelajaran Fisika Berbasis Budaya untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Fisika

di Nusa Tenggara Timur


Budaya sebagai sebuah warisan turun temurun dilaksanakan dengan pemahaman
sederhana, yang lebih dihayati sebagai keyakinan. Keyakinan yang mendalam tersebut telah
menghantar masyarakat mengalami hidup sebagai sebuah perjalanan kekeluargaan dalam relasi
dengan sesama, alam dan pencipta. Manusia dan budaya tidak pernah memikirkan apa dan
bagimana hal itu dapat terjadi, keyakinan sebagai bekal dalam dirilah yang menjadikan mereka
terus mejalankan budaya sebagai sesuatu yang sakral dan memiliki nilai penting sebagai
kekhasan dalam kelompok mereka. Dalam konteks dunia modern, Sains mampu menjelaskan apa
yang ada dalam budaya. Tradisi budaya dapat dijelaskan dengan ilmu modern yang pada
akhirnya memunculkan dua gagasan, yakni mempertahankan atau menghilangkan. Keyakinan
tersebut terkadang berbenturan dengan realita kemajuan modern, sehingga terkesan tidak akan
berjalan bersama. Pelan namun pasti budaya makin tergerus oleh kemajuan zaman, keyakinan
luntur karena penjelasan yang logis serta ketertarikan akan perkembangan Sains modern, yang
seolah menempatkan budaya tidak lagi dapat diwariskan untuk dipertahankan, dasar keyakinan
tidak lagi kuat untuk menjadi sebuah argumentasi. Ketidaktertarikan itu membuat banyak budaya
yang akhirnya hanya menjadi sebuah catatan sejarah yang diceritakan.
Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah provinsi yang kaya akan ragam budaya, seperti
rumah adat, kesenian daerah, kain tenun, ritual adat, ragam kepercayaan terkait fenomena alam,
dan lain sebagainya. Hingga saat ini budaya masih menjadi tradisi hidup yang dijalankan secara
rutin. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekalipun berdampak belum begitu menggeser
keyakinan diri akan budaya sebagai warisan baik yang harus dipertahankan. Konteks budaya
dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan dan menunjukan kekaguman akan cara berpikir
masyarakat kuno bahwa tradisi budaya yang dijalankan sebenarnya sarat akan nilai moral dan
pendidikan yang dapat dijelaskan dengan tepat dan logis. Di pulau Timor terdapat kebiasaan
menempatkan Ibu yang baru melahirkan di ruangan yang terdapat perapian atau tungku api.
Kebiasaan ini relevan dengan konsep suhu, kalor, dan perpindahan kalor dalam Fisika. Di
kabupaten Sumba Barat Daya, terdapat ritual adat Pasola, yaitu permainan perang dua kelompok
pasukan berkuda yang saling melempar lembing (tombak kayu) di sebuah padang savana. Ritual
melemparkan sola sembari berkuda ke arah lawan sangat terkait dengan konsep dinamika gerak
partikel. Namun budaya NTT yang sarat nilai pendidikan ini hanya menjadi kekayaan kelompok

masyarakat tertentu dan belum menjadi bagian pembelajaran yang semestinya sangat kontekstual
khususnya pembelajaran Fisika.
Disertasi yang dikembangkan peneliti ini mencoba menyajikan aspek budaya NTT dalam
kaitannya dengan konten Fisika sebagai bahan masukan pembelajaran Fisika. Terpisahnya
budaya dan Fisika selama ini perlu dijembatani dengan sebuah pelatihan pengembangan
pembelajaran Fisika berbasis budaya bagi para guru. Pendidikan dan pelatihan ini selanjutnya
menjadi bekal bagi guru agar dalam setiap rancangan dan implementasi pembelajaran
mengakomodir beragam budaya di NTT sebagai pengantar kegiatan pembelajaran, kaitannya
dengan konten serta sebagai instrumen evaluasi pemecahan masalah.
Pengintegrasian budaya dalam pembelajaran Fisika memiliki arti penting dalam
perkembangan budaya dan pembelajaran Fisika itu sendiri. Dalam konteks pembelajaran Fisika,
pengintegrasian memungkinkan siswa belajar sesuatu yang kontekstual, nyata dan ada dalam
kehidupannya yang selama ini diterima dan dijalankan hanya karena kebiasaan, juga merupakan
amanat kurikulum saat ini bahwa siswa belajar dengan tujuan untuk memecahkan masalah dalam
hidupnya. Dalam konteks perkembangan budaya, pengintegrasian ini akan memberikan
tambahan kekayaaan pengetahuan budaya bagi siswa sehingga mereka akan mengenal, mencintai
dan yang paling penting melestarikan budayanya. Tidak ada yang lebih mulia dalam
pembelajaran ketika setelah pembelajaran ada perubahan tingkah laku dalam hal wujud
kecintaan akan kehidupan alam terlebih budaya dalam diri siswa.