Anda di halaman 1dari 27

REKAYASA PONDASI II

Tiang Pancang
Point Bearing Pile (End
Bearing Pile)

Menurut cara
pemindahan/
penyaluran beban
tiang

Tiang Pancang meneruskan


beban melalui tahanan
ujung ke lapisan tanah
keras

Friction Pile
Tiang Pancang meneruskan
beban melalui gesekan /
kulit tiang

Tiang Pancang
> Tiang Pancang Kayu
> Tiang Pancang Beton
Precast Reinforced Concrete Pile
Precast Prestressed Concrete Pile

Menurut bahan yang


digunakan

Cast In Place (Franki , Raymond)

> Tiang Pancang Baja


H Pile
Pipe pile

> Tiang Pancang Komposit


Kayu - Beton
Baja - Beton

Tiang Pancang Kayu

> Keuntungan

Ringan sehingga mudah dalam


transportasi
Kuat Tarik Besar, sehingga tidak
menyulitkan dalam pengangkatan
Pemotongan mudah
Cocok untuk friction pile

Flexible dan lentur jika menerima


gaya horizontal
Harus selalu berada di bawah
muka air tanah

> Kerugian

Umur yang relatif singkat

Rusak jika dipancang pada tanah


berbatu
Tidak tahan terhadap pembusukan

Tiang Pancang Beton


> Keuntungan
Tegangan tekan besar (tergantung dari
mutu yang digunakan)
Cocok untuk friction pile maupun end
bearing pile
Tahan lama dan tahan terhadap pengaruh
air dan bahan korosiv
Tidak terpengaruh tinggi muka air tanah

> Kerugian
Berat, transportasi mahal
Dipancang setelah cukup keras sehingga
memerlukan waktu yang lama
Pemotongan dan penyambungan sulit

Tidak lentur jika menerima gaya horizontal

Tiang Pancang Baja

> Keuntungan
Tegangan tekan dan tarik besar
Transportasi mudah
Cocok untuk friction pile maupun
end bearing pile
Tidak terpengaruh tinggi muka air
tanah

> Kerugian
Mudah berkarat terutama pada
tanah-tanah rawa, tanah yang
mengandung alkali dan tanah
yang mengandung Anacrobatic
bacteria

Cast In Place Franki Pile


a. Pipa baja ujungnya disumbat
dengan beton yang dicor di
dalam ujung pipa dan telah
mengeras (kering)

b. Drop hammer jatuh bebas


menumbuk sumbat beton
c. Pipa diisi dengan beton dan
terus ditumbuk
d. Pipa ditarik keluar/ke atas
e. Tiang type Franki selesai.
Permukaan ujung tidak lagi
rata, selimut tiang menjadi
kasar

Solid Point Pipe Piles


(Closed End Pile)
a. Ujung tiang dari besi tuang
dimasukkan ke dalam tanah,
kemudian Pipa diletakkan di
atasnya. Pada ujung atas
pipa dipasang topi baja
b. Pipa dipancang ke dalam
tanah
c. Setelah mencapai kedalaman
rencana jika masih terlalu
panjang pipa dipotong,
dalam pipa dicor beton.
d. Jika pipa kurang panjang
dilakukan penyambungan

Open-end Steel Pipe


Piles
a. Pipa baja dengan ujung terbuka
dipancang masuk ke dalam
tanah
b. Bila pipa kurang panjang dapat
dilakukan penyambungan
c. Setelah mencapai kedalaman
rencana tanah dikeluarkan
dengan penyemprotan air (water
jet), tekanan udara, atau dengan
coring out

d. Pipa telah bersih dari tanah di


dalam pipa
e. Pipa diisi dengan beton

Dropped in Sheel Pipe


Piles
a. Pipa casing dan core dipancang
bersama-sama sampai tanah
keras
b. Core ditarik, dan beton dicor ke
dalam casing sampai setinggi
tanah yang diperhitungkan
mampu menahan beton yang
belum kering, setelah itu core
dimasukkan kembali dan
bertumpu pada beton
c. Core ditahan, casing ditarik
perlahan-lahan
d. Core ditarik, shell (dari logam
tipis dengan alur permukaan
berbentuk spiral), casing ditarik
keluar

e. Beton dicor ke dalam shell,


lubang di sekeliling shell diisi
dengan kerikil

Composite Concrete
and Wood Pile
a. Pipa casing dan core dipancang
bersama-sama sampai kedalaman
tertentu di bawah muka air tanah
terendah (MAR)
b. Core ditarik keluar, tiang kayu
dipancang sampai lapisan keras
c. Core dikeluarkan kembali dan beton
sebagian dicor ke dalam casing,
core dimasukkan kembali
d. Beton ditumbuk dengan core sambil
menarik casing keluar
e. Core ditarik keluar, casing diisi
dengan beton sampai beberapa cm
di atas permukaan tanah. Kemudian
core ditekankan pada beton, sambil
menarik casing keluar
f. Tiang pancang komposite selesai

Perhitungan Tiang Pancang


1. End Bearing Pile
a. Kemampuan Tiang :Terhadap Kekuatan Bahan Tiang
_

P tiang

bahan

A tiang

P tiang = Kekuatan yang diijinkan pada tiang pancang (kg)


tiang = Tegangan tekan ijin bahan tiang (kg/cm2)

A tiang = Luas penampang tiang pancang (cm2)

b. Kemampuan Tiang :Terhadap Kekuatan Tanah

Q tiang

A tiang p
3

Q tiang
p

= Daya Dukung keseimbangan tiang (kg)


= Nilai konus dari hasil sondir (kg/cm2)

= Angka keamanan

Friction Pile
Kemampuan Tiang :
Berdasarkan hasil sondir (lekatan/cleef)

O Lc
Q tiang
5
Q tiang = Kekuatan yang diijinkan pada tiang pancang (kg)
O
= Keliling tiang (cm)
L
c
5

= Panjang tiang pancang masuk ke tanah (cm)


= Nilai cleff/lekatan rata-rata (kg/cm2)
= Angka Keamanan

TIANG PANCANG BERKELOMPOK


(PILE GROUP)
S : Jarak masing-masing
tiang dalam kelompok

D :Diameter Tiang

D
S

Syarat : 2,5D < S < 3D

Kelompok Tiang Yang Menerima Beban Normal Sentris

Pv

Pv : Beban yang diterima oleh


tiap tiang pancang

Titik Berat
Kelompok Tiang

SV : Resultante gaya-gaya yang


bekerja secara sentris
: Banyaknya tiang pancang

Kelompok Tiang Yang Menerima Beban Normal Exentris

V
M

M X max
PMax

y . X 2
PMax : Beban maksimum yang
diterima oleh tiap tiang
pancang

SV

: Jumlah total beban


vertikal/Normal

: Banyaknya tiang pancang

Xmax : Absis maksimum atau jarak


terjauh tiang ke pusat berat
kelompok tiang
x y

X2

: Banyaknya tiang dalam


satu baris arah sumbu y
: Jumlah kuadrat jarak tiangtiang ke pusat berat
kelompok tiang

Kelompok Tiang Yang Menerima Beban Normal Sentris dan Momen 2 Arah

V M y X max M x Y max
PMax

y . X
x . Y 2
PMax :

Beban maksimum yang diterima oleh tiap


tiang pancang

SV

Jumlah total beban vertikal/Normal

Mx

Momen yang bekerja tegak lurus sb.x

My

Momen yang bekerja tegak lurus sb.y

Banyaknya tiang pancang

Mx

My

Xmax :

Absis maksimum atau jarak terjauh tiang ke


pusat berat kelompok tiang

Ymax :

Ordinat maksimum atau jarak terjauh tiang


ke pusat berat kelompok tiang

Banyaknya tiang dalam satu baris arah sb.x

Banyaknya tiang dalam satu baris arah sb.y

SX2

Jumlah kuadrat absis-absis tiang pancang

SY2

Jumlah kuadrat ordinat-ordinat tiang


pancang

DAYA DUKUNG KELOMPOK TIANG


a. Effisiensi menurut metode Field
C

B
B

A
A

A
A

B
B

Effesiensi Tiang A = 1 (8/16) = 8/16


Effesiensi Tiang B = 1 (5/16) = 11/16
Effesiensi Tiang C = 1 (3/16) = 13/16
4 buah tiang A = 4 x (8/16) = 32/16
8 buah tiang B = 8 x (11/16) = 88/16
4 buah tiang C = 4 x (13/16) = 52/16

Total Effisiensi Tiang

= 172/16
= 10,75 tiang

b. Effisiensi menurut Uniform Building Code dari AASHTO


Syarat :

1,57 d.m.n
mn-2

S : Jarak as as tiang
d : Diameter tiang pancang
m : Banyaknya baris
n : Banyaknya tiang per baris

Eff. 1 D
S

m
n

(n - 1) m (m - 1) n

90

m. n

: Jumlah Baris
: Jumlah Tiang dalam 1 baris
: Arc Tg (d/s)
: Diameter Tiang

150 ton

150 ton

My = 50 tm

Mx = 30 tm
Data-data :
Mutu Beton : K-350
Mutu Baja : U-39
Data Sondir pada kedalaman -10,00 m :
Perlawanan konus = 30 kg/cm2
Jumlah Lekatan (cleef) = 2400 kg/cm

+ 0.00

- 10.00
2 D 13

40
30

80

D6

40

2 D 13
40

80

80

80

40

30

Perhitungan Beban Max yang diterima Tiang


Jumlah Tiang (n)
= 8 buah
Absis Maksimum (Xmax)
= 1,20 m
Ordinat Maksimum (Ymax)
= 0,40 m
Jumlah Tiang Arah sb. X (x)= 4 buah

Jumlah Tiang Arah sb. Y (y) = 2 buah


S X2

= 4 x 1,22 + 4 x 0,42 = 6,4 m2

S Y2

= 8 x 0,42 = 1,28 m2

PMax

PMax

M y X max

y . X 2

M x Y max
x . Y 2

150 50 1,2 30 0,4

8
2 6,4 4 1,28

= 25,781 ton

Menentukan Daya Dukung Tiang Individu


1. Berdasarkan Kekuatan Bahan Tiang
a. Beton K-350
A = 30 cm x 30 cm = 900 cm2
Tegangan Ijin = 0,33 x 350 = 115,5 kg/cm2
b. Baja U-39
A = 4 x x p x 1.32 = 5,309 cm2
Tegangan Ijin = 0,60 x 3900 = 2340 kg/cm2
P tiang = (900 x 115,5) + (5,309 x 2340)
= 116373 kg = 116,373 ton > 25,781 ton . OK!

Angka Reduksi

Angka Reduksi

2. Berdasarkan Kekuatan Tanah

Qtiang
Qtiang

A tiang p
3

O tiang c
5

900 30 120 2400

3
5

= 66,60 ton

Berat Sendiri Tiang = 0,30 m x 0,30 m x 10 m x 2,4 t/m3 = 2,16 ton


Beban Netto yang diijinkan = 66,60 2,16 = 64,44 ton < 116,373 ton .OK!

Menentukan Daya Dukung Kelompok Tiang


1. Berdasarkan Metode Field

Effesiensi Tiang A = 1 (3/8) = 5/8


Effesiensi Tiang B = 1 (5/8) = 3/8
4 buah Tiang A = 4 x (5/8) = 20/8
4 buah Tiang B = 4 x (3/8) = 12/8
Total Effesiensi Tiang = 32/8 = 4 tiang

Effisiensi Tiap Tiang = 4/8 = 0,5


Daya Dukung tiap Tiang Menurut Field = 0,5 x 64,44 = 32,22 ton > 25,781 ton OK!

2. Berdasarkan Metode Uniform Building Code dari AASHO

Eff. 1 -

(n - 1) m (m - 1) n

90

m. n

= Arc Tg (d/s)
= Arc Tg (30/80) = 20,556o

20,556 (4 - 1) 2 (2 - 1) 4
Eff. 1

90
2. 4

= 0,7145
Daya Dukung tiap Tiang = 0,7145 x 64,44 = 46,04 ton > 25,781 ton OK!

V = 50 ton

V = 50 ton

Mx = 20 tm

My = 30 tm

0,8 m

+ 0.00

- 12.00

Pada kedalaman -12.00 m data Sondir:

40
60

8 13

25 cm

8 - 200

60
60
25 cm

40
40

60

60

40

Perlawanan Konus

: 25 kg/cm2

Hambatan Lekat

: 250 kg/cm

Mutu Beton

: K-225

Teg. Ijin Baja

: 1600 kg/cm2

V belum termasuk berat plat/poer


Berat Volume Beton : 2,4 ton / m3