Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK
Nama Praktikan
: Ulfah Rahardi (1210702057)
Nama Teman
: M.Agrian Hakim, Purna Chalis, Siti Hardianti Rukmana, Indra Nurojab
Sukarna, Zhia Rizki Ardian
Asisten
: Istia Nurmala (1209703020)
Tanggal Praktikum
: 30 Maret 2011
Abstract
Has been carried out electromagnetic induction experiment entitled to prove the Faraday
law which states that the induced voltage has a proportionality with the speed of induction, a
large area magnetic field induction and the electromagnetic induction experiment. The method
used in this experiment is to put some magnets on an edge of the track and in mid-trajectory is
given or can be called a coil wire length varies. Then to test the voltage going to the coil, the coil
is connected to a digital multimeter. Tool used to pull the coil is connected to the electric motor.
Once interested, the digital multimeter recorded the number and that number represents a voltage
generated from the process. This occurs because the coil through a magnetic field so that there is
a change of flux. Of the many variations of these circumstances, it can be obtained by the data the data recorded on mikrovoltmeter in this case is the induction emf (). The data prove that the
greater variation B (number of magnets), V (speed of induction), the greater the induced emf
obtained. This is in accordance with the equation is proportional to B and V
Keyword :
Abstract
Telah dilakukan percobaan yang berjudul induksi elektromagnetik untuk membuktikan hukum
faraday yang menyatakan bahwa tegangan induksi memiliki kesebandingan dengan kecepatan
induksi, luas induksi dan besar medan magnet maka dilakukan percobaan induksi
elektromagnetik. Metode percobaan yang digunakan adalah dengan menempatkan sejumlah
magnet pada suatu pinggir lintasan dan pada pertengahan lintasan diberikan kawat atau bisa
disebut kumparan dengan panjang yang bervariasi. Kemudian untuk menguji terjadi tegangan
listrik pada kumparan, maka kumparan tersebut dihubungkan pada multimeter digital .alat yang
digunakan untuk menarik kumparan yaitu motor yang dihubungkan pada listrik. Setelah tertarik,
pada multimeter digital tercatat angka dan angka tersebut merupakan tegangan yang ditimbulkan
dari proses tersebut. Hal ini terjadi karena kumparan melewati medan magnet sehingga terjadi
perubahan fluks. Dari berbagai variasi keadaan tersebut, maka dapat diperoleh data data yang
tercatat pada mikrovoltmeter dalam hal ini adalah ggl induksi (). Data tersebut membuktikan
bahwa semakin besar variasi B (jumlah magnet), V (kecepatan induksi) maka semakin besar pula
ggl induksi yang diperoleh. Hal ini sesuai dengan persamaan yaitu sebanding dengan B dan V.

I.

PENDAHULUAN
I.I Tujuan Percobaan

1) Dapat menjelaskan bagaimana Gaya Gerak Listrik (GGl) dapat terinduksi oleh induksi
elektromagnetik dan menyebutkan factor-faktor yang mempengaruhinya.
2) Dapat memahami bahwa induksi elektromagnetik terjadi bila fluks magnetic berubah terhadap
waktu
I.2 Dasar Teori
Melalui berbagai percobaan, Michael Faraday (1791-1867), seorang ilmuwan jenius dari
inggris akhirnya berhasil membuktikan bahwa arus listrik memang dapat dihasilkan dari
perubahan medan magnetik. Peristiwa dihasilkannya arus listrik akibat adanya perubahan medan
magnetik dinamakan induksi elektromagnetik, sedangkan arus yang dihasilkan dari induksi
elektromagnetik dinamakan arus induksi. Penemuan ini dikenal dengan Hukum Faraday.
Penemuan ini dianggap sebagai penemuan monumental. Mengapa? Pertama, Hukum Faraday
memiliki arti penting dalam hubungan dengan pengertian teoretis tentang
elektromagnetik. Kedua, elektromagnetik dapat dipergunakan sebagai penggerak secara terusmenerus arus aliran listrik seperti yang digunakan oleh Faraday dalam pembuatan dinamo listrik
pertama.
Di dalam kumparan timbul suatu beda potensial (atau gaya gerak listrik, GGL).
Timbulnya GGL dengan cara ini disebut induksi elektromagnetik.Batang magnet memiliki
medan magnet di sekitarnya. Medan magnet divisualkan dalam bentuk garis-garis medan.
Sebuah batang magnet mempunyai bentuk garis-garis medan magnet. Sekumpulan garis-garis
medan disebut fluks magnet. Bentuk garis-garis medan magnet pada sebuah batang magnet.
GGL yang diinduksi oleh fluks magnet yang berubah dapat dianggap terdistribusi di seluruh
rangkaiannya.
Persamaan Ggl induksi (Eind) yang memenuhi hukum Faraday adalah
sebagai berikut:

Tanda Negatif dalam rumus berarti :


Tanda negatif berati sesuai dengan Hukum Lenz, yaitu Ggl Induksi selalu
membangkitkan arus yang medan magnetiknya berlawanan dengan sumber
perubahan fluks magnetik.
II.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

METODA
II.I
Alat Dan Bahan
Multimeter digital
Kumparan dengan 150,300,500,600,1000,1200 lilitan
Magnet batang Al Ni Co
Catu daya
Inti-I
Kabel penghubung
II.2

Prosedur Percobaan
Percobaan 1
Menyusun rangkaian sesuai dengan gambar, lalu memasangkan
kumparan 500 lilitan. Gunakan multimeter digital sebagai ammeter dengan
batas ukur 200 A DC. Sambil mengamati ammeter, gerakan batang
magnet ke dalam kumparan, dan catat hasil percobaanya.gerakan batang
magnet juga keluar kumparan dan mencatat juga hasil percobaannya ,
mengulangi langkah sebelumnya untuk gerakan magnet yang lebih cepat.
lalu mengganti lilitan 500 dengan 1000 lilitan ,catat hasil pengamatan pada
table data .
Percobaan 2
Menyusun rangkaian sebelum melakukan percobaan, lalu memasang
catu daya dan setel pada tegangan 6 V Dc,sebelum dilakukan percobaan
pastikan catu daya dalam keadaan mati. Pakailah multimeter digital sebagai
ammeter dengan batas ukur 200 Dc. tempatkan kumparan 500 dan 1000
lilitan sejajar satu sama lain sesuai dengan rangkaian, hubungkan kumparan
500 lilitan ke catu daya dan yang lainnya ke ammeter. Nyalakanlah catu
daya dan amati arus nya. Memasukan Inti I ke dalam kumparan , Ulangi
langkah sebelumnya apabila arus melebihi batas ukur ammeter , pindahkan

tombol pemilih ke batas ukur yang lebih besar. Matikan catu daya dan
keluarkan inti I dalam kumparan.
Percobaan 3
Menyusun rangkaian sesuai dengan gambar , pilih catu daya 6 V AC 3,
gunakan multimeter digital sebagai ammeter dengan batas ukur 200 A AC.
Nyalakanlah catu daya dan amati arus yang ditunjukan ammeter dan catat
arus pada tabel data . lalu matikanlah catu daya dan masukan inti I ke
dalam kumparan . selanjutnya ulangi langkah sebelumnya , jika arus
melebihi batas ukur ammeter pindahkan tombol pemilih ke batas ukur yang
lebih besar.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. DATA PERCOBAAN 1
Untuk kumparan 300 lilitan dengan kecepatan lambat
Masuk
0,64
0,79
0,96
1,28
1,09

Keluar (-)
0,4
0,3
0,2
0,1
0,87

Untuk kumparan 300 lilitan dengan kecepatan cepat

Masuk
1,22
2,13
1,68
1,86
2,43

Keluar (-)
0,64
0,93
2,33
2,21
2,62

Untuk kumparan 500 lilitan dengan kecepatan lambat


Masuk
Keluar (-)
1,77
0,3
1,28
0,12
1,52
0,26
2,59
0,23
1,81
0,27
Untuk kumparan 500 lilitan dengan kecepatan cepat
Masuk
Keluar (-)
1,51
0,09
2,76
0,03
0,62
0,42
0,32
0,63
0,69
049
Untuk kumparan 150 lilitan dengan kecepatan lambat
Masuk
1,05
0,86
0,9
0,24
1,28

Keluar (-)
1,01
0,38
0,22
0,4
0,12

Untuk kumparan 150 lilitan dengan kecepatan cepat


Masuk
Keluar (-)
0,91
0,61
1,40
0,24
0,69
1,13
0,22
0,16
1,53
0,74

Untuk kumparan 1200 lilitan dengan kecepatan cepat


Masuk
Keluar (-)
1,86
1,86
3,67
2,86
2,66
2,86
1,41
3,08

0,80

1,59

Untuk kumparan 1200 lilitan dengan kecepatan lambat


Masuk
Keluar (-)
1,96
1,69
1,25
0,99
1,35
1,69
2,33
0,13
2,41
0,19
Untuk kumparan 1000 lilitan dengan kecepatan cepat
Masuk
Keluar (-)
4,39
3,98
1,25
1,46
3,33
4,91
4,85
4,32
2,02
1,08
Untuk kumparan 1000 lilitan dengan kecepatan lambat
Masuk
Keluar (-)
3,62
0,10
1,84
4,03
3,37
3,60
3,97
2,06
1,40
2,73
Diposkan oleh Ulfloveai di 04:20
http://ulfahrahardi0920.blogspot.com/2011/05/laporan-praktikum-fisika-dasarinduksi.html

Hukum Lenz
Posted on November 5, 2011 by Tugas Sekolah

H
ukum Lenz

Pada tahun 1835 seorang ilmuwan jenius yang dilahirkan di Estonia, Heinrich Lenz (1804-1865)
menyatakan bahwa:
arus induksi elektromagnetik dan gaya akan selalu berusaha untuk saling meniadakan (gaya aksi dan
reaksi)
Sebagai contoh, jika suatu penghantar diberikan gaya untuk berputar dan memotong garis-garis gaya
magnetik, maka pada penghantar tersebut akan timbul tegangan induksi (hukum faraday). Kemudian jika
pada ujung-ujung penghantar tersebut saling dihubungkan maka akan mengalir arus induksi, dan arus
induksi ini akan menghasilkan gaya pada penghantar tersebut (hukum ampere-biot-savart). Yang akan
diungkapkan oleh Lenz adalah gaya yang dihasilkan tersebut berlawanan arah dengan arah gerakan
penghantar tersebut, sehingga akan saling meniadakan.
Hukum Lenz inilah yang menjelaskan mengenai prinsip kerja dari mesin listrik dinamis (mesin listrik putar)
yaitu generator dan motor.

http://tugasanaksekolah.wordpress.com/2011/11/05/hukum-lenz/

Selasa, 27 Maret 2012


Teori Praktikum Fisika Dasar II Induksi Elektromagnetik

A.

MEDAN MAGNETIK DI SEKITAR ARUS LISTRIK

1. Percobaan Oersted
Hans Christian Oersted ( 1777-1851 orang Denmark) merupakan
orang pertama yang menemukan adanya medam magnet di sekitar
arus listrik.

.Gambar 5. Percobaan Oersted


Pada Gambar 5, tampak jarum kompas diletakkan di bawah
kawat penghantar. Saat saklar terbuka, pada kawat tidak ada arus
listrik yang mengalir dan jarum kompas pada posisi sejajar dengan
kawat. Apabila saklar ditutup sehingga arus mengalir pada kawat
penghantar, maka jarum kompas menyimpang. Simpangan jarum
kompas tergantung arah arus pada kawat danletaknya.

Percobaan Oersted menunjukkan bahwa :


a.Arus listrik menghasilkan gaya yang dapat memutar magnet yang
ada di dekatnya.
b.Besarnya gaya bergantung kepada kedudukan relative antara arus
dan magnet. Dari percobaan ini, Oersted menyimpulkan bahwa
"disekitar penghantar berarus listrik timbul medan magnet".

2. Percobaan Ampere
Ampere menyatakan bahwa kawatyang berarus listrik
mengadakan gaya tarik atau tolak satu sama lain. Pada dua arus
yang sama arahnya akan saling menarik dan dua arus yang
berlawanan arahnya akan saling menolak.

3. Kaidah Penarik Gabus


Arah kuat medan magnet dapat ditentukan dengan kaidah
penarikan gabus seperti; jika arah gerak penarik gabus
menggambarkan arah arus listrik, maka arah putaran penarik gabus
menunjukkan arah kuat medan atau garis gaya.

4. Kaidah Tangan Kanan


Bila ibu jari tangan menunjukkan arah arus, maka arah garis gaya
atau kuat medan sama dengan arah jari-jari yang digengam.
Besarnya gaya listrik di suatu titik dalam medan listrik menyatakan
kuat medan listrik di titik tersebut.

Gambar 8. Kaidah tangan kanan


B.

Hukum-hukum yang terdapat dalam Induksi Elektromagnetik

1.

Hukum Faraday

Energi mekanik dapat diubah menjadi energi listrik dengan jalan


induksi elektromagnetik. Dengan induksi elektromagnetik dapat
dibangkitkan energi listrik secara besar-besaran. Sifat magnetik
dapat ditimbulkan dengan arus listrik, maka sebaliknya arus listrik

dapat ditimbulkan dengan gaya magnet. Hal ini dapat dinyatakan


dengan percobaan faraday sebagai berikut:

Gambar 8. Percobaan Faraday


a . Apabila sebuah kumparan kawat yang kedua ujungnya
dihubungkan dengan galnometer, idekati oleh kutub utara suatu
magnet batang, maka selama ada gerakan, jarum galvanometer
akan mentimpan dari kedudukan seimbangnya.
b . Apabila kutub magnet dijauhkan kembali dari kumparan, maka
galvanometer akan menyimpang dengan arah yang berlawanan.
c . Bila percobaan di atas dilakukan dengan kutub selatan, maka
waktu didekatinya, arah simpangan galvanometer sama dengan
arah simpangan ketika kutub utara dijauhkan daripadanya dan
sebaliknya.
d . Simpangan jarum galvanometer makin besar apabila jumlah lilitan
kawat kumparan makin banyak.
e . Pada gerakan yang perlahan-lahan simpangan sedikit dan
perlahan-lahan pada gerakan cepat simpangan jarum besar dan
menyentak.

Percobaan-percobaan Faraday seperti tersebut di atas


menunjukkan bahwa selama magnet digerakkan, di dalam
kumparan terjadi arus yang arahnya bolak-balik. Oleh karena arus ni
terjadi karena adanya induksi maka dinamakan arus induksi, induksi
yang menyebabkan arus induksi itu disebut induksi elektromagnetik.
Beda tegangan yang demikian dinamakan Gaya Gerak Listrik (GGL
induksi), arus yang terjadi disebut juga arus induksi atau arus
imbas.

2.

Hukum Lenz
Arah arus induksi dapat ditentukan dengan hukum Lenz, yang
bunyinya : Arah arus induksi dalam suatu penghantar
sedemikian, sehingga menghasilkan medan magnet yang
melawan perubahan garis gaya yang menimbulkannya .
Arus searah mempunyai nilai tetap, tidak berubah terhadap
waktu. Sedangkan arus bolak-balik adalah yang nilainya berubah
terhadap waktu secara periodic. Bila dalam arus searah lambing
tegangannya ~ . Arus bolak-balik diukur dengan galvanometer,
maka alat-alat tersebut ( alat ukurnya), angka menunjukkan angka
nol. Karena kumparan koilnya terlalu lambat untuk mengikuti bentuk
gelombang yang dihasilkan oleh sumber arus bolak-balik tersebut.
Tetapi bila diukur dengan osiloskop kita dapat melihay nilai-nilai
arus atau tegangan yang dihasilkan yang selalu berubah terhadap
waktu secara periodic, sehingga memperlihatkan sebuah bentuk
gelombang.

Gambar 9. Arah Gaya Magnetik dari Hukum Lenz


http://iswanti-sihaloho.blogspot.com/2012/03/teori-praktikum-fisika-dasar-iiinduksi.html