Anda di halaman 1dari 145

1 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

SISTEM PROTEKSI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN


ANDROID
BERBASIS MIKROKONTROLLER ATmega328
SKRIPSI PADA PERGURUAN TINGGI
DENGAN MENGGUNAKAN METODE
WIDURI

SKRIPSI

Disusun Oleh :
NAMA : HERI KUSWANTO
NIM : 1031464353

JURUSAN KOMPUTER SISTEM


KONSENTRASI COMPUTER SYSTEM
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER
STMIK RAHARJA
TANGERANG
(2014/2015)

3/1/2016 12:54 AM

2 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

3/1/2016 12:54 AM

3 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER


(STMIK) RAHARJA

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI


SISTEM PROTEKSI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN ANDROID
BERBASIS MIKROKONTROLLER ATmega328
Disusun Oleh :
NIM
: 1031464353
Nama
: Heri Kuswanto
Jenjang Studi : Strata Satu
Jurusan
: Kompuetr Sistem
Konsentrasi : Computer System

Disahkan Oleh :
Tangerang, Januari 2014
Ketua
STMIK Raharja,

Kepala Jurusan
Jurusan Sistem Komputer,

(Ir. Untung Rahardja, M.T.I)


NIP : 000594

(Ferry Sudarto, S.Kom,.M.Pd)


NIP : 079010

3/1/2016 12:54 AM

4 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER


(STMIK) RAHARJA

3/1/2016 12:54 AM

5 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING


SISTEM PROTEKSI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN ANDROID
BERBASIS MIKROKONTROLLER ATmega328
Disusun Oleh :
NIM : 10314643353
Nama : Heri Kuswanto

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian Komprehensif


Jurusan Sistem Komputer
Konsentrasi Computer System
Tahun Akademik 2013/2014
Disetujui Oleh :

3/1/2016 12:54 AM

6 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Tangerang, Januari 2014


Pembimbing I

Pembimbing II

(Asep Saepullah,S.Pd, M.Kom)


NID : 06021

(Indrianto M.T)
NID : 05061

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER


(STMIK) RAHARJA

3/1/2016 12:54 AM

7 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI


SISTEM PROTEKSI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN ANDROID
BERBASIS MIKROKONTROLLER ATmega328
Disusun Oleh :
NIM : 1031464353
Nama : Heri Kuswanto
Disetujui setelah berhasil dipertahankan dihadapan Tim Penguji Ujian
Komprehensif
Jurusan Sistem Komputer
Konsentrasi Computer System
Tahun Akademik 2014/2015
Dewan Penguji :
Tangerang, Januari 2014
Ketua Penguji

Penguji I

Penguji II

(xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx) (xxxxxxxxxxxxxxxxx) (xxxxxxxxxxxxxxxx)


NID : 99001
NID : 08182
NID : 12003

3/1/2016 12:54 AM

8 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

ABSTRAKSI
Melihat peningkatankejahatan , terutama dalam kasus pencurian sepeda motor sering terjadi saat ini, tidak
mengherankan bahwa orang-orang menginginkan sistem keamanan sepedamotor modern. Solusinya biasanya
dilakukan oleh pemilik kendaraan bermotorhanya menggunakan tombol yang ada di sepeda motor , tapi
pemilik sering lupauntuk mengunci sepeda . Selain itu, pencuri dapat membuat duplikat kuncikendaraan
sehingga pencuri bisa santai untuk mengambil tindakan dengan tidakmengundang kecurigaan .
Dalam perkembanganteknologi saat ini , teknologi telepon pintar terutamatelah berubah menjadiperangkat
multifungsi , di mana selain sebagai alat komunikasi , ponsel inijuga bekerja untuk sistem keamanan pada
sepeda motor. Dengan memanfaatkan fiturAndroid pada ponsel untuk dapat mengontrol sistem keamanan
sepeda motormenggunakan Mikrokontroller Atmega 328 , diharapkan untuk mengetahui keadaansepeda
motor itu dalam kondisi aman atau tidak . Oleh karena itu , denganteknologi yang semakin canggih sekarang
diharapkan kejahatan , terutamapencurian sepeda motor dapat dikurangi .
`Dengan sistem keamananmotor menggunakan Android berbasis Atmega 328 mikrokontroler dapat
memberikankeamanan lebih kepada pemilik kendaraan sepeda motor , karena pemilik kendaraandapat
mengetehui kendaraanya tidak atapun dalam bahaya . Ketika dalam bahayaalat dapat mengirim sms pada
pemilik sepeda motor , sehingga pemilik dapatmematikan sepeda motor dan berbalik sepeda motornya melalui
Android . Sehinggapemilik motor merasa lebih aman .

3/1/2016 12:54 AM

9 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Kata kunci : Android , Mikrokontroller, ATmega328 , Sistem keamanan motor .

3/1/2016 12:54 AM

10 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat, anugerah dan
ijin-Nya serta senantiasa melimpahkan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
Skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Hanya karena kasih sayang dan kekuatan-Nya lah penulis
mampu menyelesaikan Laporan Skripsi yang berjudul SISTEM PROTEKSI KENDARAAN BERMOTOR
MENGGUNAKAN ANDROID BERBASIS MIKROKONTROLLER ATmega 328. .
Penulis menyadari bahwa tersusunnya Skripsi ini bukan hanya atas kemampuan dan usaha penulis
semata, namun juga berkat bantuan berbagai pihak,oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang
sedalam-dalamnya kepada:
1. Bapak Ir. Untung Rahardja, M.T.I, selaku Ketua STMIK Raharja.
2. Bapak Sugeng Santoso, M.Kom selaku Pembantu Ketua I STMIK Raharja.
3. Bapak Ferry Sudarto,S.Kom.,M.pd. selaku Kepala Jurusan Sistem Komputer Pada Perguruan Tinggi
Raharja.
4. Bapak Asep Sapullah, S.Pd, M.Kom, selaku dosen pembimbing I untuk laporan skripsi.
5. Bapak Indrianto, M.T selaku sebagai dosen pembimbing II untuk skripsi ini.
6. Bapak dan Ibu Dosen Perguruan Tinggi Raharja yang telah memberikan ilmunya.
7. Kedua orang tua tercinta yang selalu memberikan dukungan baik moril maupun materil dan

3/1/2016 12:54 AM

11 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

doa. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan karunianya kepada beliau, Amin.
8. Sahabat dan teman-teman yang telah banyak membantu dalam penyusunan laporan skripsi ini.
9. Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan semangat
dalam menyelesaikan laporan skripsi ini.
Akhirkata penulis berharap laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dandapat menjadi
bahan acuan yang bermanfaat dikemudian hari.

3/1/2016 12:54 AM

12 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Tangerang, Juni 2014

3/1/2016 12:54 AM

13 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

(Heri Kuswanto)
NIM: 1031464353

3/1/2016 12:54 AM

14 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

3/1/2016 12:54 AM

15 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Sistem pengendali loop terbuka
Gambar 2.2. Sistem pengendali loop tertutup
Gambar 2.3. Metode Prototype
Gambar 2.4. Arsitektur ATmega328
Gambar 2.5. KOnfigurasi pin Atmega328
Gambar 2.6. Tampilan Basic4android
Gambar 2.7. Designer Basic4android
Gambar 2.8. Tampilan Tools SDK
Gambar 2.9. Tampilan Android simulator
Gambar 2.10. Contoh modul Aplikasi bluetooth
Gambar 2.11. sensor PIR (passive infrared received)
Gambar 2.12. Simbol dan contoh buzzer
Gambar 2.13. Bentuk fisik LCD 16x2
Gambar 2.14. Bagian dalam motor DC
Gambar 2.15. Konstruksi pin dan rangkaian driver motor DC IC L293D
Gambar 2.16. Resistor
Gambar 2.17. Skem warna risistor
Gambar 2.18. Lambang kondensator
Gambar 2.19. Lambang kapasitor

3/1/2016 12:54 AM

16 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 2.20. Dielektrikum


Gambar 2.21. Dioda
Gambar 2.22. Transistor
Gambar 2.23. Simbol Transistor NPN
Gambar 2.24. Simbol Transistor PNP
Gambar 2.25. IntegratedCircuit
Gambar 2.26. Lampu LED
Gambar 2.27. Rangkaian internal Kristal
Gambar 2.28. Rangkaian oscilatorhartley dengan kristal
Gambar 2.29. Rangkaian oscilator colpitts dengan kristal
Gambar 2.30. Rangkaian dasar IC regulator tegangan positif 78xx
Gambar 2.31. Rangkaian IC Regulator
Gambar 2.32. Rangkaian sensor cahaya dengan LDR
Gambar 2.34. Rangkaian power on Reset
Gambar 3.1. Diagram Blok Rangkaian Hardware
Gambar 3.2. Rangkaian Catu Daya
Gambar 3.3. Rangkaian sistem minimum Mikrokontroller ATmega328
Gambar 3.4. Rangkaian Bluetooth
Gambar 3.5. Flowchart Rangkaian Bluetooth
Gambar 3.6. Inisialisasi bluetooth dalam program arduino

3/1/2016 12:54 AM

17 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.7. Inisialisasi pembacaan data dari Bluetooth


Gambar 3.8. Rangkaian Motor DC
Gambar 3.9. Inisialisasi Motor DCdalam program arduino
Gambar 3.10. Flowchart Kontrol Motor DC
Gambar 3.11. Listing program untuk mengontrol motor DC
Gambar 3.12. Rangkaian PIR sensor dan Sensor Cahaya
Gambar 3.13. Listing program untuk mengontrol sensor PIR dan LDR
Gambar 3.14. Flowchart Input analog sensor LDR dan PIR
Gambar 3.15. Rangkaian Buzzer dan LED
Gambar 3.16. Listing program untuk mengontrol Buzzer
Gambar 3.17. Flowchart untuk kontrol Buzzer
Gambar 3.18. Rangkaian Relay
Gambar 3.19. Listing program untuk mengontrol Relay
Gambar 3.20. Flowchart untuk control Relay
Gambar 3.21. Rangkaian skema LCD 16x2
Gambar 3.22. Listing program untuk mengontrol LCD
Gambar 3.23. Listing program LCD pada saat mikrokontroler dihidupkan
Gambar 3.24. Listing program LCD untuk memberikan perintah
Gambar 3.25. Listing program LCD pada arduino
Gambar 3.26. Flowchart LCD Display

3/1/2016 12:54 AM

18 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.27. Skema Rangkaian sistem keseluruhan


Gambar 3.28. Membuka program Arduino 1.0
Gambar 3.29. Tampilan layar program Arduino
Gambar 3.30. Konfigurasi port melalui device manager
Gambar 3.31. Menentukan koneksi port pada Arduino 1.0
Gambar 3.32. Menyimpan file pada program Aeduino 1.0
Gambar 3.33. Mengimpor library pada header Arduino 1.0
Gambar 3.34. Proses kompilasi listing program
Gambar 3.35. Rangkaian board Arduino dengan internal clock
Gambar 3.36. Pemilihan Arduino board
Gambar 3.37. Mengupload program kedalam mikrokontroller ATmega328
Gambar 3.38. Ikon aplikasi bluterm pada Android
Gambar 3.39. Koneksi device pada blueterm
Gambar 3.40. Tampilan pada smartphone android
Gambar 3.41. Flowchat System

Gambar 4.1. Use Case Diagram yang Diusulkan


Gambar 4.2. Activity Diagram yang Diusulkan
Gambar 4.3. Flowchart yang Diusulkan
Gambar 4.4. Prototype Alat yang Dibuat

3/1/2016 12:54 AM

19 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 4.5. Pengujian Rangkaian Catu Daya


Gambar 4.6. Konfigurasi Pin ATmega 328
Gambar 4.7. Pengujian Rangkaian LCD 16 x2
Gambar 4.8. Pengujian Listing Program untuk LCD 16x2

3/1/2016 12:54 AM

20 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Kelebihan dan Kelemahan Black box
Table 2.2. Skema Warna Resistor
Tabel 2.3.Nilai Kapasitansi
Tabel 2.4.Daftar konstanta bahan Dielektrikum
Tabel 2.5.Karakteristik IC regulator tegangan positif 78xx
Tabel 3.1.Elisitasi Tahap I
Tabel 3.2.Elisitasi Tahap II
Tabel 3.3.Elisitasi Tahap III
Tabel 3.4.Final Elisitasi
Table 4.1. Perbedaan Sistem Berjalan dan Sistem yang Diusulkan
Table 4.2. Sechedjule Implementasi
Table 4.3. Estimasi Biaya

DAFTAR SIMBOL

3/1/2016 12:54 AM

21 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

SIMBOL FLOWCHART ( DIAGRAM ALIR )

3/1/2016 12:54 AM

22 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

SIMBOL ELEKTRONIKA

3/1/2016 12:54 AM

23 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

DAFTAR LAMPIRAN
1.Kartu Bimbingan Skripsi Perguruan Tinggi Raharja
2.Pergantian Judul
3.File Presentasi
4.Katalog Produk
5.Curriculum Vitae

3/1/2016 12:54 AM

24 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

DAFTAR ISI
COVER DEPAN
LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING
LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI
LEMBAR KEASLIAN SKRIPSI
ABSTRAKSI
KATA PENGANTAR
DAFTARGAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR SIMBOL
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2.Rumusan Masalah
1.3.Tujuan dan Manfaat
1.3.1. Tujuan
1.3.2. Manfaat
1.4.Ruang Lingkup

3/1/2016 12:54 AM

25 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

1.5.Metodologi Penelitian
1.6.Sistematika Penulisan
BAB II LANDASAN TEORI
2.1.Teori Umum
2.1.1. Konsep Dasar Sistem
2.1.2. Konsep Dasar Pengontrolan
2.1.3. Konsep Dasar Perangkat Mobile
2.1.4. Konsep Dasar Sinyal
2.1.5. Metode Penelitian

2.2. Teori Khusus


2.2.1. Mikrokontroller
2.2.2. Mikrokontroller ATmega328
2.2.3. Android
2.2.4. Apk Android
2.2.5. Bluetooth
2.2.6. Pin Sensor
2.2.7. Pir Sensor
2.2.8. LCD (Liquid Crystal Display)
2.2.9. Motor DC

3/1/2016 12:54 AM

26 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

2.2.8. Driver Motor DC IC L293D


2.3. KOmponen Elektronika
2.3.1. Konsep Dasar Komponen Elektronika
2.3.2. Konsep Dasar Resistor
2.3.3. Konsep Dasar Kapasitor atau Kondensator
2.3.4. Konsep Dasar Dioda
2.3.5. Konsep Dasar Trasistor
2.3.6. Konsep Dasar IC (Integrated Circuit)
2.3.7. Lampu LED
2.3.8. Kristal
2.3.9. IC Regulator
2.3.10. LDR (Light Dependen Resistor)
2.3.11. Relay
2.3.12. Tombol Reset
2.4. Leteratur Review

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN


3.1. Konsep Perancangan Dan Pembahasan
3.2. Perancangan Perangkat Keras (Hardware)
3.2.1. Rangkaian Catu Daya

3/1/2016 12:54 AM

27 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

3.2.2. Rangkaian sistem minimum ATmega328


3.2.3. Rangkaian Modul Bluetooth HC-06
3.2.4. Rangkaian Motor DC
3.2.5. Rangkaian SEnsor Gerak dan Sensor Cahaya
3.2.6. Rangkaian Buzzer dan LED
3.2.7. Rangkaian Relay
3.2.8. Rangkaian Display LCD
3.2.9. Rangkaian sistem keseluruhan
3.3. Perancangan Perangkat Lunak (Software)
3.3.1. Penulisan listing program Bahasa C
3.3.2. Pengisian program ke dalam IC ATmega328
3.4. Perangkat Lunak yang digunakan
3.5. Flowchart Sistem
3.6. User Requitment
3.6.1. Elisitasi Tahap I
3.6.2. Elisitasi Tahap II
3.6.3. Elisitasi Tahap III

BAB IV UJI COBA DAN ANALISA


4.1. Uji Coba

3/1/2016 12:54 AM

28 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

4.1.1. Pengujian rangkaian catu daya


4.1.2. Pengujian rangkaian keypad membrane
4.1.3. Pengujian rangkaian pengendali motor DC
4.1.4. Pengujian rangkaian mikrokontroller dan motor servo
4.1.5. Pengujian rangkaian mikrokontroller dan sensor infrared
4.2. Analisa listing program pada alat akses kontrol kendaraan bermotor
4.2.1. Penjelasan struktur listing program
4.3. Uji coba alat akses kontrol kendaraan bermotor
1. Uji coba dengan memberikan inputan pada sensor infrared
2. Uji coba dengan menekan tombol 5 pada keypad
3. Uji coba dengan menekan tombol 2 pada keypad
4. Uji coba dengan menekan tombol 8 pada keypad
5.Uji coba dengan menekan tombol 1, 4, 7 pada keypad
6. Uji coba dengan menekan tombol 3, 6, 9 pada keypad
BAB V PENUTUP
5.1.Kesimpulan
5.2.Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

3/1/2016 12:54 AM

29 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

3/1/2016 12:54 AM

30 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Daftar isi
1 BAB I
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Ruang Lingkup
1.4 Tujuan Dan Manfaat
1.5 Metodologi Penelitian
1.6 Sistematika Penulisan
2 BAB II
2.1 Teori Umum
2.1.1 Konsep Dasar Sistem
2.1.1.1 Definisi Sistem
2.1.1.2 Karakteristik Sistem
2.1.1.3 Klasifikasi Sistem
2.1.2 Konsep Dasar Pengontrolan
2.1.2.1 Definisi Pengontrolan
2.1.2.2 Jenis- jenis Pengontrolan
2.1.3 Konsep Dasar Perangkat Mobile
2.1.4 Konsep Dasar Sinyal
2.1.5 Model Penelitian
2.1.6 Konsep Dasar White Box
2.1.6.1 Definisi White Box
2.1.7 Konsep Dasar Black Box
2.1.7.1 Definisi Black Box
2.1.8 Metode Pengujian Dalam Black Box
2.1.9 Metode Pengujian Dalam Black Box
2.1.10 Konsep Dasar Prototipe
2.1.10.1 Definisi Prototipe
2.1.11 Kelebihan dan Kelemahan Prototipe
2.1.12 Konsep Dasar Elisitasi
2.1.12.1 Definisi Elisitasi
2.2 Teori Khusus
2.2.1 Mikrokontroller
2.2.1.1 Definisi Mikrokontroler
2.2.1.2 Karakteristik Mikrokontroler
2.2.1.3 Klasifikasi Mikrokontroler
2.2.1.4 Fitur-fitur Mikrokontroler
2.2.2 Mikrokontroller ATmega 328
2.2.2.1 Definisi Mikrokontroller Atmega 328
2.2.2.2 Definisi Mikrokontroller Atmega 328
2.2.3 Android
2.2.3.1 Definisi Android
2.2.3.2 Perkembangan Android
2.2.3.3 Definisi Basic4android
2.2.3.4 Android SDK
2.2.4 Apk Android
2.2.5 Bluetooth
2.2.5.1 Definisi Bluetooth
2.2.5.2 Sejarah Bluetooth

3/1/2016 12:54 AM

31 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

2.2.5.3 Aplikasi dan layanan Bluetooth


2.2.6 PIR Sensor
2.2.7 Buzzer
2.2.8 LCD (Liquid Crystal Display) 16x2
2.2.9 Motor DC
2.2.9.1 Pribsip Kerja Motor DC
2.2.9.2 Beban Motor
2.2.9.3 Bagian Atau Komponen Utama Motor DC
2.2.9.4 Jenis Motor DC
2.2.10 Driver Motor DC IC L293D
2.3 Komponen Elektronika
2.3.1 Konsep Dasar Komponen Elektronika
2.3.1.1 DEfinisi Elektronika
2.3.2 Konsep Dasar Resistor
2.3.2.1 Definisi Resistor dan Tahanan
2.3.2.2 Resistor Tetap
2.3.2.3 Resistor Tidak Tetap
2.3.3 Konsep Dasar Kapasitor dan Kondensator
2.3.3.1 Definisi Kapasitor dan Kondensator
2.3.3.2 Kapasistansi
2.3.4 Konsep Dasar Dioda
2.3.4.1 Definisi Dioda
2.3.5 Konsep Dasar Transistor
2.3.5.1 Definisi Transistor
2.3.6 Konsep Dasar IC (Integrated Circuit)
2.3.6.1 Definisi IC (Integrated Circuit
2.3.7 Lampu LED
2.3.7.1 Definisi Lampu LED
2.3.8 Kristal
2.3.8.1 Definisi Kristal
2.3.9 IC Regulator
2.3.10 LDR (Light Dependen Resistor)
2.3.10.1 DEfinisi LDR (Light Dependen Resistor)
2.3.11 Relay
2.3.11.1 Definisi Relay
2.3.12 Tombol Reset
2.4 Literatur Review
3 BAB III
3.1 Konsep Perancangan Dan Pembahasan
3.2 Perancangan Perangkat Keras (Hardware)
3.2.1 Rangkaian Catu Daya
3.2.2 Rangkaian Sistem Minimum ATmega 328
3.2.3 Rangkaian Modul Bluetooth
3.2.4 Rangkaian Motor DC
3.2.5 Rangkaian Sensor Gerak dan Sensor Cahaya
3.2.6 Rangkaian Buzzer dan LED (light emitting diode)
3.2.7 Rangkaian Relay
3.2.8 Rancangan Display LCD
3.2.9 Rangkaian Sistem Keseluruhan
3.3 Konsep Perancangan Perangkat Lunak (Software)
3.3.1 Penulisan Listing Program Bahasa C

3/1/2016 12:54 AM

32 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

3.3.2 Pengisian program ke dalam IC ATmega328


3.4 Perangkat Lunak yang digunakan
3.5 Flowchart Sistem
3.6 User Requirement
3.6.1 Elisitasi Tahap I
3.6.2 Elisitasi Tahap II
3.6.3 Elisitasi Tahap III
3.6.4 Final Elisitasi
4 BAB IV
4.1 Rancangan Sistem Usulan
4.1.1 Prosedur Sistem Usulan
4.1.2 Use Case Diagram yang Diusulkan
4.1.3 Activity Diagram yang Diusulkan
4.1.4 Perbedaan prosedur antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan
4.2 Flowchart Sistem yang Diusulkan
4.3 Rancangan Prototype
4.4 Konfigurasi Sistem Usulan
4.4.1 Spesifikasi Hardware
4.4.2 Aplikasi yang Digunakan
4.4.3 Hak Akses
4.5 Testing
4.5.1 Pengujian Rangkaian Catu Daya
4.5.2 Pengujian Rangkaian mikrokontroller Atmega 328
4.5.3 Pengujian Rangkaian LCD 16x2 Character
4.5.4 Pengujian rangkaian pengendali motor DC
4.5.5 Penjelasan Keyword Yang di Gunakan
4.6 Evaluasi
4.7 Implementasi
4.7.1 Sechedjule
4.7.2 Estimasi Biaya
5 BAB V
5.1 Kesimpulan
5.1.1 KESIMPULAN TERHADAP PERUMUSAN MASALAH
5.1.2 KESIMPULAN TERHADAP TUJUAN DAN MAFAAT PENELITIAN
5.2 SARAN
6 DAFTAR PUSTAKA
7 VIDEO ALAT

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Semakin kerasnya kehidupan menyebabkan banyak orang menjadi gelap mata. Mereka menghalalkan
segala cara untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka demi mempertahankan kelangsungan hidupnya,
seperti : merampok, korupsi, mencuri, dantindakan-tindakan kriminal lainnya. Salah satu tindakan kriminal

3/1/2016 12:54 AM

33 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

yang baru maraknya di era sekarang adalah tindakan kriminal pencurian sepeda motor atau mobil. Tidak
hanya di malam hari dan di tempat yang sepi saja, di siang hari dan di keramaian pun para pencuri dapat
melakukan aksi dengan mudahnya. Maka dibutuhkan kewaspadaan yang ekstra untuk menjaga kendaraan
kita.
Dengan meningkatnya tindak kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor roda dua dan
roda empat sekarang ini, bukanlah hal yang mengherankan apabila semakinhari manusia menginginkan suatu
sistem keamanan sepeda motor yang modern.Solusi yang biasa dilakukan oleh pemilik kendaraan bermotor
hanya dengan memakai kunci (gembok), tetapi pemilik sering lupa memasang kunci (gembok).Apalagi
pencuri kendaraan bermotor dapat membuat kunci-kunci duplikat sehingga pencurikendaraan bermotor bisa
dengan santai melakukan aksinya dengan tidak mengundang kecurigaan .
Di sisilain, seiring dengan perkembangan teknologi, handphone merupakan salah satuteknologi yang
sangat digandrungi masyarakat. Dengan uang dibawah satu jutasaja sudah dapat digenggam ponsel kamera
lengkap dengan bluetooth dan aplikasijava yang sudah menggunakan sistem Opersai Android. Untuk itu
dengan memanfaatkanpaket aplikasi pada android atau biasa disebut APK (Android Package) yang
diinstalkan di ponsel dan menambahkansedikit rangkaian berbasis mikrokontroler, maka fungsi ponsel tidak
hanya untuksarana alat komunikasi via suara ataupun SMS (Short Message Service) tetapi juga dapat
dimanfaatkan sebagai alatpengaman pada sepeda motor baik roda dua ataupun roda empat.
Di era di manasaat curanmor ditakuti tetapi ponsel digandrungi. Inilah saatnya
memanfaatkanteknologi dari ponsel yang telah dimiliki banyak pihak sebagai sistem keamananserta
kepraktisan untuk hidup lebih baik. Berdasarkanpermasalahan di atas, maka penulis mengambil judul
Sistem Proteksi Kendaraan Bermotor menggunakan Android berbasisMikrokontroller Atmega 328

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan tersebut dapat di rumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana membuat sistem akses mesin dan mengontrol kendaraan bermotor menggunakan metode
password akses dan PIR(Passive Iinfrared Receiver) sensor berbasis mikrokontroller ATmega328.
2. Bagaimana mengontrol relay agar dapat memutuskan atau menghubungkan jalur api
3. Bagaimana membuat sistem proteksi kendaraan bermotor dengan berbagai password akses
menggunakan Android.

Ruang Lingkup
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dapat diarahkan pada perancangan dan pembuatan
sebuah alat yang diakses melalui password, kemudian PIR (Passive Iinfrared Receiver) dan LDR (light
dependent resistor) sebagai pendeteksi objek menggunakan mikrokontroller ATmega328, serta komponen

3/1/2016 12:54 AM

34 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

pendukung sistem meliputi:


1. Menggunakan mikrokontroller ATmega328.
2. PIR(Passive Iinfrared Receiver) dan LDR (light dependent resistor) berfungsi sebagai pendeteksi
objek.
3. Untuk mengakses atau mengontrol alat menggunakan Andriod

Tujuan Dan Manfaat


1.4.1. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Operasional
a) mengubah cara konvensional menjadi sistem yang berbasis Android.
b) memanfaatkan PIR(Passive Iinfrared Receiver ) sebagai sensor yang mendeteksi adanya
pergarakan tubuh manusia.
c) Memanfaatkan LDR(Light Dependent Resistor) sebagai sensor yang dapat mendeteksi cahaya
lampu motor ketika dihidupkan tanpa prosedur yang benar.
2. Tujuan Fungsional
a) membuat sistem proteksi kendaraan bermotor yang lebih baik lagi.
b) Membuat Sistem yang dapat otomats mati jika dihidupkan tanpa melakukan prosedur yang benar
3. Tujuan Individu
a) Memenuhi syarat kelulusan untuk jenjang Strata (S1).
b) Untuk mengimplementasi ilmu yang telah dipelajari.
1.4.2.Manfaat Penelitian
1. Manfaat Fungsional

3/1/2016 12:54 AM

35 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

a) Dapat memberikan jaminan pengamanan lebih untuk kendaraan bermotor.


b) Dapat mengurangi kasus kehilangan kendaraan bermotor.
c) Dengan menggunakan metode password akses dan PIR(Passive Iinfrared Receiver) sensor sebagai
sistem pengamanan, maka hanya orang-orang tertentu yang dapat menggunakan kendaraan bermotor
tersebut.
2. Manfaat Individu
a) Dapat mengembangkan ilmu komputer yang didapat oleh penulis selama perkuliahan
b) Memberikan kepuasan karena dapat menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Metodologi Penelitian
Dalam memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian maka penulis menggunakan beberapa
metode yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.5.1.Metode Pengumpulan Data
Dalam memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian maka penulis menggunakan beberapa
metode yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Metode Observasi
Penulis melakukan pengamatan langsung dari objek penulisan untuk mendapatkan data dan informasi
yang akurat mengenai sistem Proteksi Kendaraan Bermotor.
2. Metode Wawancara
Penulis melakukan wawancara kepada sebagian orang yang berkompeten dalam bidangnya yang
menyangkut objek bahasan yang diambil oleh penulis.
2. Metode Study Pustaka
Selain melakukan observasi penulis juga melakukan pencarian informasi dengan cara studi pustaka

3/1/2016 12:54 AM

36 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

dalam metode ini penulis berusaha untuk melengkapi informasi-informasi yang diperoleh dengan membaca
serta mempelajari buku dan artikel yang relevan dalam pemilihan judul yang penulis ajukan. Buku dan artikel
tersebut digunakan penulis untuk membantu penganalisaan dan perancangan yang dilakukan.
1.5.2.Metode Analisa
Setelah proses pengumpulan data dilaksanakan melalui beberapa teknik, maka data yang sudah ada
akan di olah dan analisa upaya mendapatkan suatu hasil yang bermanfaat bagi penelitian ini. Maka dilakukan
tiga buah tahapan yaitu :
1) Analisis proses yang sedang berjalan.
2) Identifikasi kebutuhan.
3) Identifikasi persyaratan dari sistem yang akan di buat
Hasil analisa tersebut kemudian di buat laporan untuk masukkan dalam perancangan sistem yang
diusulkan.

1.5.3.Metode Perancangan
Dalam melakukan perancangan penulis menggunakan metode Sistem flowchart di mana tahap demi
tahap proses pembuatan alat sistem proteksi kendaraan bermotor dijabarkan
1.5.4.Metode Prototype
Prototipe yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah pendekatan evolutionary, di mana penulis
melakukan pengembangan terhadap motor DC secara terkontrol melalui media Bluetooth.
1.5.5.Metode Testing
Dalam metode pengujian ini penulis melakukan uji coba dengan metode Black Box terhadap
prototype yang telah dibuat agar diketahui apakah prototype sudah berjalan sesuai ketentuan.

Sistematika Penulisan

3/1/2016 12:54 AM

37 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Untuk mempermudah pembahasan dan pemahaman penulis membuat sistematika pembahasan


bagaimana sebenarnya prinsip kerja sistem proteksi kendaraan bermotor menggunakan Android berbasis
Mikrokontroller ATmega 328, maka penulisan skripsi ini dibagi menjadi beberapa sub-sub dengan sistematika
penulisan sebagai berikut :
A. BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang informasi umum, latar belakang masalah,rumusan masalah, ruang lingkup
penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, metode analisis, metode perancangan,
sumber data dan sistematika penulisan.

B. BAB II LANDASAN TEORI


Bab ini berisi tentang uraian mengenai teori-teoridasar elektronika yang akan mendukung
pembahasan, serta penulisan dalam penyusunan skripsi ini. Uraian tersebut menjelaskan tentang konsep dasar
mikrokontroller ATmega328, PIR( Passive Iinfrared Receiver ) , motor DC, Buzzer, LCD 16x2, lampu led
dan komponen-kompenen pendukung lainnya.

C. BAB III PEMBAHASAN


Bab ini merupakan pembahasan laporan penulisan skripsi, yang berisi tentang : Analisa blok
rangkaian, fungsi diagram blok rangkaian yang didalamnya meliputi : Unit pengendali, catu daya, prosedur
sistem pengontrolan, konfigurasi sistem dan flowchart program serta sistem yang dibuat.

D. BAB IV RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN


Bab ini berisi tentang merupakan penjelasan mengenai uji coba serta analisa pengoperasian dari sistem
yang dibuat.

E. BAB V PENUTUP

3/1/2016 12:54 AM

38 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Pada bab ini ditemukan kesimpulan dari hasil analisis yang telah dilakukan dan saran kepada
pihak-pihak yang berkepentingan sehingga tujuan dan manfaat dari laporan Skripsi ini dapat di sampaikan.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

3/1/2016 12:54 AM

39 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

BAB II
LANDASAN TEORI

Teori Umum
Konsep Dasar Sistem
Definisi Sistem
Menurut Sutarman (2012:13), Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan
berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama.
Menurut Diana dan Setiawati ( 2011 : 3 ), Sistem adalah serangkaian bagian yang saling
tergantung dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Yakub (2012:1), Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau tujuan tertentu.
Menurut Sutabri (2012:10), Secara sederhana suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan
atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung
satu sama lain, dan terpadu.
Berdasarkan beberapa definisi sistem yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
sistem adalah sekumpulan komponen atau elemen yang berkerja sama sesuai fungsinya dan saling
berhubungan untuk mencapai suatu tujuan.

Karakteristik Sistem
Menurut Sutabri (2012:20), model umum sebuah sistem adalah input, proses, dan output. Hal ini
merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa
masukan dan keluaran. Selain itu, sebuah sistem dapat mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang
mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapaun karakteristik yang dimaksud

3/1/2016 12:54 AM

40 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

adalah sebagai berikut:


1. Komponen Sistem(Components System)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang seling berinteraksi, artinya saling bekerja sama
membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem.
Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi
proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar atau sering
disebut super sistem.
2. Batasan Sistem (Boundary)(Boundary System)
Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau
sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai
satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
3. Lingkungan Luar Sistem(Environment System)
Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem
tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan
dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap
dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan
mengganggu kelangsungan hidup sistem tersebut.
4. Penghubung Sistem(Interface System)
Mediayang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem atau interface.
Penghubung ini memungkinkansumber-sumber daya mengalir dari satu subsitem ke subsistem lain.
Bentukkeluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melaluipenghubung
tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integritas sistemyang membentuk satu kesatuan.
5. Masukan Sistem (Input System)<p style="text-align: justify;line-height: 2;">Energi yang dimasukan ke
dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemelihaaran dan sinyal. Contohnya, di dalam
suatu unit sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk

3/1/2016 12:54 AM

41 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
6. Keluaran Sistem (Output System)
Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan
masukan bagi subsitem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi.
Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang
menjadi input bagi subsistem lain.
7. Pengolahan Sistem (Processing System)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran,
contohnya sistem akuntansi. sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang
dibutuhkan oleh pihak manajemen.
8. Sasaran Sistem (Objective).
Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Kalau suatu sistem tidak
memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai
sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

Klasifikasi Sistem
Menurut Sutabri (2012:22), sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan
komponen lainnya karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada di
dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang,
diantaranya:
a. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik,
misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan,
sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem komputer, sistem
produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia, dan lain sebagainya.

3/1/2016 12:54 AM

42 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

b. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia(Interface)


Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia,
misalnya sistem perputaran bumi, terjadinya siang malam, danpergantian musim. Sedangkan sistem
buatn manusia merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human
machine sistem. Sistem informasi berbasis komputer merupakan contoh human machine sistem karena
menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
c. Sistem Determinasi dan Sistem Probabilistik(Interface)
Sistem yang berinterkasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministic.
Sistem komputer adalah contoh dari sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan
program-program komputer yang dijalankan. Sedangkan sistem yang bersifat probabilistik adalah sistem
yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistic.
d. Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh
lingkunagn luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pihak luar. Sedangkan
sistem tebuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sistem ini
menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem lainnya.

Konsep Dasar Pengontrolan


Definisi Pengontrolan
Menurut Erinofiardi (2012:261), Suatu system control otomatis dalam suatu proses kerja berfungsi
mengendalikan proses tampa adanya campur tangan manusia (otomatis).
Kontrol otomatis mempenyai peran penting dalam dunia industri modern saat ini. Seiring
perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sistem kontrol otomatis telah mendorong manusia
untuk berusaha mengatasi segala permasalahan yang timbul di sekitarnya dengan cara yang lebih mudah,
efisien dan efektif. Adanya kontrol otomatis secara tidak langsung dapat menggantikan peran manusia dalam

3/1/2016 12:54 AM

43 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

meringankan segala aktifitasnya.


Berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pengontrolan berasal dari kata kontrol. Kontrol sama
dengan pengawasan, pemeriksaan dan pengendalian. Pada industri besar dan modern sangat memerlukan
tenaga ahli perencanaan sistem pengendali dan perancangan desain sistem pengendali, termasuk teknisi
profesional sebagai operator. Tidak menutup kemungkinan bahwa pengontrolan berasal dari berbagai disiplin
ilmu yang saling berhubungan karena teori sistem pengendali modern dikembangkan guna mengatasi
kerumitan yang dijumpai pada berbagai system pengendalian yang menuntut kecepatan dan ketelitian yang
tinggi dengan hasil output yang optimal.
Dalam sistem pengendali kita mengenal adanya sistem pengendali Loop Terbuka(Open-loop Control
System) dan Sistem Pengendali Loop Tertutup ( Closed-loop Control System ).

Jenis- jenis Pengontrolan


1. Sistem Kontrol Loop Terbuka
Menurut Erinofiardi (2012:261) sistem kontrol loop terbuka adalah suatu sistem kontrol yang
keluarannya tidak berpengaruh terhadap aksi pengontrolan. Dengan demikian pada sistem kontrol ini, nilai
keluaran tidak di umpan-balikkan ke parameter pengendalian.

Gambar 2.1 Sistem pengendali loop terbuka


Sumber : Erinofiardi (2012:261)
Gambar diagram blok diatas menggambarkan bahwa didalam sistem tersebut tidak ada proses umpan
balik untuk memperbaiki keadaan alat terkendali jika terjadi kesalahan. Jadi tugas dari elemen pengendali
hanyalah memproses sinyal masukan kemudian mengirimkannya ke alat terkendali.

3/1/2016 12:54 AM

44 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

2. Sistem Kontrol Loop Tertutup


Menurut Erinofiardi (2012:261) sistem kontrol loop tertutup adalah Suatu sistem kontrol yang
sinyal keluarannya memiliki pengaruh langsung terhadap aksi pengendalian yang dilakukan. Yang menjadi
ciri dari sistem pengendali tertutup adalah adanya sinyal umpan balik. Sinyal umpan balik merupakan sinyal
keluaran atau suatu fungsi keluaran dan turunannya, yang diumpankan ke elemen kendali untuk memperkecil
kesalahan dan membuat keluaran sistem mendekati hasil yang diinginkan.

Gambar 2.2 Sistem pengendali looptertutup


Sumber : Erinofiardi (2012:261)
Gambar diatas menyatakan hubungan antara masukan dan keluaran dari suatu loop sistem tertutup.
Sinyal input yang sudah dibandingkan dengan sinyal umpan balik menghasilkan sinyal selisih atau sinyal
kesalahan yang akan dikirimkan ke dalam elemen pengendali sehingga kemudian menghasilkan sebuah sinyal
keluaran yang akan dikirim ke alat terkendali.
Sinyal input berupa masukan referensi yang akan menentukan suatu nilai yang diharapkan bagi sistem
yang dikendalsikan tersebut. Dalam berbagai sistem pengendalian, sinyal input dihasilkan oleh
mikrokontroler.

Konsep Dasar Perangkat Mobile


1. Definisi Perangkat Mobile
Menurut purnama (2010:5), Perangkat mobile (juga dikenal dengan istilah cellphone, handheld

3/1/2016 12:54 AM

45 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

device, handheld computer, Palmtop, atau secara sederhana disebut dengan handheld) adalah alat
penghitung (computing device) yang berukuran saku, ciri khasnya mempunyai layar tampilan (display screen)
dengan layar sentuh atau keyboard mini. Untuk mendapatkan pelayanan dan kenyamanan dari sebuah
komputer konvensional yang dapat dibawa-bawa dan praktis adalah smartphone dan PDA. Kedua peralatan
ini yang paling populer, selain itu ada Enterprise Digital Assistants yang dapat dikembangkan lebih jauh untuk
kepentingan bisnis, yang menawarkan peralatan yang mampu me-ngambil data terintegrasi seperti Bar Code,
RFID dan Smart Card.

Konsep Dasar Sinyal


1. Definisi Sinyal
Menurut Mulyanta(2009:65), Sinyal adalah energi elektrik (arus atau gelombang) dapat
menyimpan informasi jika dibuat dalam variasi tertentu dan satuan waktu tertentu pula/intensitas. Variasi
energi tersebut diberi istilah sinyal (signal).Sinyal terbagi dalam 2 bagian yaitu:
a. Sinyal Analog
Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi
dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/ karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat
analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus,
mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog.
b. Sinyal Digital
Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang
tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Teknologi sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1,
sehingga tidak mudah terpengaruh oleh noise, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak
jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Sinyal digital juga biasanya disebut juga sinyal diskret.

Model Penelitian
1. Perancangan

3/1/2016 12:54 AM

46 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

a. Flowchart
Menurut Sulindawati di dalam Jurnal SAINTIKOM(2010:8), Flowchart adalah penggambaran
secara grafik dari langkah-langkah dan urutan-urutan prosedur dari suatu program.
Menurut Adelia di dalam Jurnal Sistem Informasi (2011:116), Flowchart adalah penggambaran
secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program.
Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu
dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut. Bila seorang analisi dan programmer akan membuat flowchart, ada
beberapa petunjuk yang harus diperhatikan,yaitu:
1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan kiri ke kanan.
2. Aktifitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat
dimengerti oleh pembacanya.
3. Kapan aktifitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas
4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja.
5. Setiap langkah dari aktifitas harus berada pada urutan yang benar
6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hati-hati.
7. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standart.
Flowchart adalah bentuk gambar/diagram yang mempunyai aliran satu atau dua arah secara
sekuensial.
2. Pengujian

Konsep Dasar White Box


Definisi White Box
Menurut Sodikin di dalam Jurnal Teknologi Informasi (2009:750), Pengujian White Box berfokus

3/1/2016 12:54 AM

47 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

pada struktur kontrol pengguna.


Menurut Handaya dan Hakim Hartanto di dalam Jurnal Sistem Informasi (2011:204) White Box
adalah sebuah cara pengujian yang menggunakan struktur kontrol yang dideskripsikan sebagai komponen
perangkat lunak untuk memperoleh uji kasus.
Dari pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa white box adalah sebuah cara
pengujian yang menggunkan struktur control perangkat lunak.

Konsep Dasar Black Box


Definisi Black Box
Menurut Siddiq (2012:4), Pengujian black box adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa
memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah
perangkat lunak berfungsi dengan benar.
Menurut Budiman (2012:4) Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang
didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan
kemudian keluaran dari perangkat lunak diuji apakah telah sesuai dengan yang diharapkan.
Dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa metode pengujian Black Box digunakan untuk
menguji sistem dari segi user yang dititik beratkan pada pengujian kinerja, spesifikasi dan antarmuka sistem
tersebut tanpa menguji kode program yang ada.
Berbeda dengan white Box, Black Box Testing tidak membutuhkan pengetahuan mengenai, alur
internal (internal path), struktur atau implementasi dari software under test (SUT). Karena itu uji coba Black
Box memungkinkan pengembang software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih seluruh
syarat-syarat fungsional suatu program.
Uji coba Black Box bukan merupakan alternatif dari uji coba white Box, tetapi merupakan
pendekatan yang melengkapi untuk menemukan kesalahan lainnya, selain menggunakan metode white Box.
Black Box Testing dapat dilakukan pada setiap level pembangunan sistem. Mulai dari unit, integration,

3/1/2016 12:54 AM

48 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

system, dan acceptance.


Uji coba Black Box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya:
a. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang
b. Kesalahan interface
c. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal
d. Kesalahan performa
e. Kesalahan inisialisasi dan terminasi
Tidak seperti metode white Box yang dilaksanakan diawal proses, uji coba Black Box diaplikasikan
dibeberapa tahapan berikutnya. Karena uji coba Black Box dengan sengaja mengabaikan struktur kontrol,
sehingga perhatiannya difokuskan pada informasi domain. Uji coba didesain untuk dapat menjawab
pertanyaan pertanyaan berikut:
a. Bagaimana validitas fungsionalnya diuji?
b. Jenis input seperti apa yang akan menghasilkan kasus uji yang baik?
c. Apakah sistem secara khusus sensitif terhadap nilai input tertentu?
d. Bagaimana batasan-batasan kelas data diisolasi?
e. Berapa rasio data dan jumlah data yang dapat ditoleransi oleh sistem?
f. Apa akibat yang akan timbul dari kombinasi spesifik data pada operasi sistem?
Sehingga dalam uji coba Black Box harus melewati beberapa proses sebagai berikut:
a. Menganalisis kebutuhan dan spesifikasi dari perangkat lunak.
b. Pemilihan jenis input yang memungkinkan menghasilkan output benar serta jenis input yang
memungkinkan output salah pada perangkat lunak yang sedang diuji.

3/1/2016 12:54 AM

49 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

c. Menentukan output untuk suatu jenis input.


d. Pengujian dilakukan dengan input-input yang telah benar-benar diseleksi.
e. Melakukan pengujian.
f. Pembandingan output yang dihasilkan dengan output yang diharapkan.
g. Menentukan fungsionalitas yang seharusnya ada pada perangkat lunak yang sedang diuji.

Metode Pengujian Dalam Black Box


Ada beberapa macam metode pengujian Black Box, berikut diantaranya:
1. Equivalence Partioning
Equivalence Partioning merupakan metode uji coba Black Box yang membagi domain input dari
program menjadi beberapa kelas data dari kasus uji coba yang dihasilkan. Kasus uji penanganan single
yang ideal menemukan sejumlah kesalahan (misalnya: kesalahan pemrosesan dari seluruh data
karakter) yang merupakan syarat lain dari suatu kasus yang dieksekusi sebelum kesalahan umum
diamati.
2. Boundary Value Analysis
Sejumlah besar kesalahan cenderung terjadi dalam batasan domain input dari pada nilai tengah. Untuk
alasan ini boundary value analysis (BVA) dibuat sebagai teknik uji coba. BVA mengarahkan pada
pemilihan kasus uji yang melatih nilai-nilai batas. BVA merupakan desain teknik kasus uji yang
melengkapi Equivalence partitioning. Dari pada memfokuskan hanya pada kondisi input, BVA juga
menghasilkan kasus uji dari domain output.
3. Cause-Effect Graphing Techniques
Cause-Effect Graphing merupakan desain teknik kasus uji coba yang menyediakan representasi singkat
mengenai kondisi logikal dan aksi yang berhubungan. Tekniknya mengikuti 4 tahapan berikut:

3/1/2016 12:54 AM

50 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

1. Causes (kondisi input), dan Effects (aksi) didaftarkan untuk modul dan identifier yang
dtujukan untuk masing-masing.
2. Pembuatan grafik Causes-Effect graph
3. Grafik dikonversikan kedalam tabel keputusan
4. Aturan tabel keputusan dikonversikan kedalam kasus uji
4. Comparison Testing
Dalam beberapa situasi (seperti: aircraft avionic, nuclear Power plant control) dimana keandalan suatu
software amat kritis, beberapa aplikasi sering menggunakan software dan hardware ganda (redundant).
Ketika software redundant dibuat, tim pengembangan software lainnya membangun versi independent
dari aplikasi dengan menggunakan spesifikasi yang sama. Setiap versi dapat diuji dengan data uji yang
sama untuk memastikan seluruhnya menyediakan output yang sama. Kemudian seluruh versi dieksekusi
secara parallel dengan perbandingan hasil real-time untuk memastikan konsistensi. Dianjurkan bahwa
versi independent suatu software untuk aplikasi yang amat kritis harus dibuat, walaupun nantinya
hanya satu versi saja yang akan digunakan dalam sistem. Versi independent ini merupakan basis dari
teknik Black Box Testing yang disebut Comparison Testing atau back-to-back Testing.
5. Sample and Robustness Testing
1. Sample Testing
Melibatkan beberapa nilai yang terpilih dari sebuah kelas ekivalen, seperti Mengintegrasikan nilai pada
kasus uji. Nilai-nilai yang terpilih mungkin dipilih dengan urutan tertentu atau interval tertentu.
2. Robustness Testing
Pengujian ketahanan (Robustness Testing) adalah metodologi jaminan mutu difokuskan pada pengujian
ketahanan perangkat lunak. Pengujian ketahanan juga digunakan untuk menggambarkan proses
verifikasi kekokohan (yaitu kebenaran) kasus uji dalam proses pengujian.
6. Behavior Testing dan Performance Testing

3/1/2016 12:54 AM

51 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

1. Behavior Testing
Hasil uji tidak dapat dievaluasi jika hanya melakukan pengujian sekali, tapi dapat dievaluasi jika
pengujian dilakukan beberapa kali, misalnya pada pengujian struktur data stack.
2. Performance Testing
Digunakan untuk mengevaluasi kemampuan program untuk beroperasi dengan benar dipandang dari sisi
acuan kebutuhan. Misalnya: aliran data, ukuran pemakaian memori, kecepatan eksekusi, dll. Selain itu
juga digunakan untuk mencari tahu beban kerja atau kondisi konfigurasi program. Spesifikasi mengenai
performansi didefinisikan pada saat tahap spesifikasi atau desain. Dapat digunakan untuk menguji
batasan lingkungan program.
7. Requirement Testing
Spesifikasi kebutuhan yang terasosiasi dengan perangkat lunak (input/output/fungsi/performansi)
diidentifikasi pada tahap spesifikasi kebutuhan dan desain.
1. Requirement Testing melibatkan pembuatan kasus uji untuk setiap spesifikasi kebutuhan yang terkait
dengan program
2. Untuk memfasilitasinya, setiap spesifikasi kebutuhan bisa ditelusuri dengan kasus uji dengan
menggunakan traceability matrix.Performance Testing.
8. Endurance Testing
Endurance Testing melibatkan kasus uji yang diulang-ulang dengan jumlah tertentu dengan tujuan
untuk mengevaluasi program apakah sesuai dengan spesifikasi kebutuhan.
Contoh: Untuk menguji keakuratan operasi matematika (floating point, rounding off, dll), untuk menguji
manajemen sumber daya sistem (resources) (pembebasan sumber daya yang tidak benar, dll),
input/outputs (jika menggunakan framework untuk memvalidasi bagian input dan output). Spesifikasi
kebutuhan pengujian didefinisikan pada tahap spesifikasi kebutuhan atau desain.

3/1/2016 12:54 AM

52 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Metode Pengujian Dalam Black Box


Dalam uji coba Black Box terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan. Berikut adalah keunggulan
dan kelemahannya:

Konsep Dasar Prototipe


Definisi Prototipe
Menurut Simarmata (2010:64), Prototipe adalah perubahan cepat di dalam perancangan dan
pembangunan prototype.
Menurut Wiyancoko (2010:120),Prototipe adalah model produk yang mewakili hasil produksi yang
sebenarnya. Dari pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa prototype adalah proses
pembuatan model produk dalam perancangan.
1. Prototipe Jenis I

3/1/2016 12:54 AM

53 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Prototipe jenis I sesungguhnya akan menjadi sistem operasional. Pendekatan ini hanya mungkin jika
peralatan prototyping memungkinkan prototipe memuat semua elemen penting dari sistem baru.
Langkah-langkah pengembangan prototipe jenis I adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi kebutuhan pemakai.
2. Mengembangkan prototipe
3. Menentukan apakah prototipe dapat diterima
4. Menggunakan prototype
2. Prototipe Jenis II
Prototipe jenis II merupakan suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai alat cetak biru
bagi sistem operasional. Pendekatan ini dilakukan jika prototipe tersebut hanya dimaksudkan untuk
tampilan seperti sistem operasional dan tidak dimaksudkan untuk memuat semua elemen penting.
Tiga langkah pertama dalam pengembangan prototipe jenis II sama seperti untuk prototipe jenis I.
Langkah-langkah selanjutnya adalah sebagai berikut:
1. Mengkodekan sistem operasional
2. Menguji sistem operasional
3. Menentukan jika sistem operasional dapat diterima
4. Menggunakan sistem operasional

3/1/2016 12:54 AM

54 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 2.2 Metode Prototipe


Sumber : Sulindawati dan Muhammad Fathoni di dalam Jurnal SAINTIKOM (2010:8)
Menurut Sasankar dan Vinay Chavan di dalam jurnal International Journal of Computer Science
& Technology (2011:139) Terdapat tiga pendekatan utama prototyping, yaitu:
1. THROW-AWAY
Prototype dibuat dan dites. Pengalaman yang diperoleh dari pembuatan prototype digunakan
untuk membuat produk akhir (final), kemudian prototype tersebut dibuang (tak dipakai).
2. INCREMENTAL
Produk finalnya dibuat sebagai komponen-komponen yang terpisah. Desain produk finalnya
secara keseluruhan haya ada satu tetapi dibagi dalam komonen-komponen lebih kecil yang
terpisah (independent).
3. EVOLUTIONARY
Pada metode ini, prototipenya tidak dibuang tetapi digunakan untuk iterasi desain berikutnya.
Dalam hal ini, sistem atau produk yang sebenarnya dipandang sebagai evolusi dari versi awal
yang sangat terbatas menuju produk final atau produk akhir.

Kelebihan dan Kelemahan Prototipe

3/1/2016 12:54 AM

55 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Kelebihan dan Kelemahan prototyping adalah sebagai berikut:

Konsep Dasar Elisitasi


Definisi Elisitasi
Menurut Jalaludin (2011 : 2123), Elisitasi berisi usulan rancangan suatu sistem yang diinginkan
oleh pihak yang terkait melalui metode wawancara dan dilakukan pada requirement elicitation tahap 1, 2, 3

3/1/2016 12:54 AM

56 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

dan final.
1. Elisitasi Tahap I
Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses
wawancara untuk menterjemahkan kebutuhan pemakai sistem baru.
2. Elisitasi Tahap II
Merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI ini
bertujuan untukmemisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada pada sistem baru
dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dieksekusi.
1. M pada MDI itu artinya Mandatory (penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada
dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.
2. D pada MDI itu artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan
boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem, akan
membuat sistem tersebut lebih sempurna.
3. I pada MDI itu artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian
dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.
3. Elisitasi Tahap III
Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement yang
optionnya I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali
melalui metode TOE, yaitu sebagai berikut :
1. T artinya Technical, maksudnya bagaimana tata cara/teknik pembuatan requirement tersebut
dalam sistem yang diusulkan.
2. O artinya Operational, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement tersebut
dalam sistem yang akan dikembangkan.
3. E artinya Economy, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun

3/1/2016 12:54 AM

57 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

requirement tersebut didalam sistem.


Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu :
1. High (H) : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta
biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.
2. Middle (M) : Mampu untuk dikerjakan
3. Low (L) : Mudah untuk dikerjakan
4. Final Draft Elisitasi
Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar
pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

LANDASAN TEORI

Teori Khusus
Mikrokontroller
Definisi Mikrokontroler
Menurut Sumardi (2013:1), Mikrokontroler merupakan suatu alat elektronika digital yang
mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara
khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data. Dari beberapa definisi-definisi
diatas dapat disimpulkan bahwa Mikrokontroler adalah sebuah sistem mikroprosesor dalam chip tunggal yang
dimana didalamnya terdapat CPU, ROM, RAM, I/O, Clock dan peralatan internal lainnya, dan juga
mempunyai masukan dan keluaran serta kendali yang difungsikan untuk membaca data, dan dengan program
yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus.
Karakteristik Mikrokontroler
Menurut Sumardi (2013:2), mikrokontroler memiliki karakteristik sebagai berikut :

3/1/2016 12:54 AM

58 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

1. Memiliki program khusus yang disimpan dalam memori untuk aplikasi tertentu, tidak seperti PC
yang multi fungsi karena mudahnya memasukkan program. Program mikrokontroler relatif lebih kecil
daripada program-program pada PC.
2. Konsumsi daya kecil.
3. Rangkaiannya sederhana dan kompak.
4. Harganya murah , karena komponennya sedikit.
5. Unit I/O yang sederhana, misalnya LCD, LED, Sensor.
6. Lebih tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrim, misalnya temperature tekanan, kelembaban, dan
sebagainya.
Klasifikasi Mikrokontroler
Menurut Malik dan Mohammad Unggul Juwana (2009:3), Mikrokontroler memiliki beberapa
klasifikasi yaitu sebagai berikut:
1. ROM (Flash Memory) dengan kapasitas 1024 byte (1 KB).
2. RAM berkapasitas 68 byte.
3. EEPROM (memori data) berkapasitas 64 byte.
4. Total 13 jalur I/O (Port B 8 bit).
5. Timer/Counter 8 bit dengan prescaler.
6. Fasilitas pemrograman di dalam sistem (ICSP =In Circuit Serial Programming).
Fitur-fitur Mikrokontroler
Menurut Malik dan Mohammad Unggul Juwana (2009:3), ada beberapa fitur yang pada umumnya ada
di dalam mikrokontroler adalah sebagai berikut :
1. RAM (Random Access Memory)

3/1/2016 12:54 AM

59 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

RAM digunakan oleh mikrokontroler untuk tempat penyimpanan variable. Memori ini bersifat volatile
yang artinya akan kehilangan semua datanya jika tidak mendapatkan catu daya.
2. ROM (Read Only Memory)
ROM disebut sebagai kode memori karena berfungsi untuk tempat penyimpanan program yang akan
diberikan oleh user.
3. Register.
Register merupakan tempat penyimpanan nilai-nilai yang akan digunakan dalam proses yang telah
disediakan oleh mikrokontroler.
4. Special Function Register.
Merupakan register khusus yang berfungsi untuk mengatur jalannya mikrokontroler dan register ini
terletak di RAM.
5. Input dan Output Pin.
Pin Input adalah bagian yang berfungsi sebagai penerima signal dari luar dan pin ini dihubungkan ke
berbagai media inputan seperti keypad, sensor, keyboard, dan sebagainya. Pin Output adalah bagian
yang berfungsi untuk mengeluarkan signal dari hasil proses algoritma mikrokontroler.
6. Interrupt.
Interrupt merupakan bagian dari mikrokontroler yang berfungsi sebagai bagian yang dapat melakukan
interupsi, sehingga ketika program sedang dijalankan, program tersebut dapat diinterupsikan dan
menjalankan program interupsi terlebih dahulu.
7. Menurut Malik dan Mohammad Unggul Juwana (2009:3), ada beberapa interrupt yang terdapat pada
mikrokontroler adalah sebagai beriku:
1. Interrupt Eksternal.
Interrupt ini akan terjadi ketika ada inputan dari pin interrupt.

3/1/2016 12:54 AM

60 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

2. Interrupt Timer.
Interrupt ini akan terjadi ketika waktu tertentu telah tercapai.
3. Interrupt Serial.
Interrupt ini akan terjadi ketika ada penerimaan data dari komunikasi serial.

Mikrokontroller ATmega 328


Definisi Mikrokontroller Atmega 328
Menurut Syahid(2012:33), ATMega328 merupakan mikrokontroler keluarga AVR 8 bit. Beberapa
tipe mikrokontroler yang sama dengan ATMega8 ini antara lain ATMega8535, ATMega16, ATMega32,
ATMega328, yang membedakan antara mikrokontroler antara lain adalah, ukuran memori, banyaknya GPIO
(pin input/output), peripherial (USART, timer, counter, dll).
Dari segi ukuran fisik, ATMega328 memiliki ukuran fisik lebih kecil dibandingkan dengan beberapa
mikrokontroler diatas. Namun untuk segi memori dan periperial lainnya ATMega328 tidak kalah dengan yang
lainnya karena ukuran memori dan periperialnya relatif sama dengan ATMega8535, ATMega32, hanya saja
jumlah GPIO lebih sedikit dibandingkan mikrokontroler diatas.
Mikrokontroller ini memiliki beberapa fitur antara lain :
a. 130 macam instruksi yang hampir semuanya dieksekusi dalam satu siklus clock.
b. 32 x 8-bit register serba guna.
c. Kecepatan mencapai 16 MIPS dengan clock 16 MHz.
d. 32 KB flash memory dan pada arduino memiliki bootloader yang menggunakan 2 KB dari flash
memori sebagai bootloader.
e. Memiliki EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) sebesar 1KB sebagai
tempat penyimpanan data semi permanent karena EEPROM tetap dapat menyimpan data meskipun catu daya

3/1/2016 12:54 AM

61 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

dimatikan.
f. Memiliki SRAM (Static Random Access Memory) sebesar 2KB.
g. Memiliki pin I/O digital sebanyak 14 pin 6 diantaranya PWM (Pulse Width Modulation) output.
h.Master / Slave SPI Serial interface.
Mikrokontroler ATMega328 memiliki arsitektur Harvard, yaitu memisahkan memori untuk kode
program dan memori untuk data sehingga dapat memaksimalkan kerja dan paralelisme. Instruksi instruksi
dalam memori program dieksekusi dalam satu alur tunggal, dimana pada saat satu instruksi dikerjakan
instruksi berikutnya sudah diambil dari memori program. Konsep inilah yang memungkinkan instruksi
instruksi dapat dieksekusi dalam setiap satu siklus clock.

32 x 8-bit register serba guna digunakan untuk mendukung operasi pada ALU (Arithmatic Logic unit)
yang dapat dilakukan dalam satu siklus. 6 dari register serbaguna ini dapat digunakan sebagai 3 buah register
pointer 16-bit pada mode pengalamatan tak langsung untuk mengambil data pada ruang memori data. Ketiga
register pointer 16-bit ini disebut dengan register X ( gabungan R26 dan R27 ), register Y ( gabungan R28 dan
R29 ), dan register Z ( gabungan R30 dan R31 ).
Hampir semua instruksi AVR memiliki format 16-bit. Setiap alamat memori program terdiri dari
instruksi 16-bit atau 32-bit. Selain register serba guna di atas, terdapat register lain yang terpetakan dengan
teknik memory mapped I/O selebar 64 byte. Beberapa register ini digunakan untuk fungsi khusus antara lain
sebagai register Control Timer/ Counter, Interupsi, ADC, USART, SPI, EEPROM, dan fungsi I/O lainnya.
Berikut ini adalah tampilan arsitektur ATmega 328 :

3/1/2016 12:54 AM

62 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 2.4 Arsitektur ATmega 328 loop terbuka


Sumber : (Data sheet Mikrokontroller : 8)
Definisi Mikrokontroller Atmega 328
Menurut Syahid (2012:34) ATMega328 memiliki 3 buah PORT utama yaitu PORTB, PORTC, dan
PORTD dengan total pin input/output sebanyak 23 pin. PORT tersebut dapat difungsikan sebagai input/output
digital atau difungsikan sebagai periperial lainnya.
1. Port B.
Port B merupakan jalur data 8 bit yang dapat difungsikan sebagai input/output. Selain itu PORTB juga
dapat memiliki fungsi alternatif seperti di bawah ini:
a. ICP1 (PB0), berfungsi sebagai Timer Counter 1 input capture pin.
b. OC1A (PB1), OC1B (PB2) dan OC2 (PB3) dapat difungsikan sebagai keluaran PWM (Pulse Width
Modulation).
c. MOSI (PB3), MISO (PB4), SCK (PB5), SS (PB2) merupakan jalur komunikasi SPI.
d. Selain itu pin ini juga berfungsi sebagai jalur pemograman serial (ISP).
e. TOSC1 (PB6) dan TOSC2 (PB7) dapat difungsikan sebagai sumber clock external untuk timer.
f. XTAL1 (PB6) dan XTAL2 (PB7) merupakan sumber clock utama mikrokontroler.
2. Port C.
Port C merupakan jalur data 7 bit yang dapat difungsikan sebagai input/output digital. Fungsi alternatif
PORTC antara lain sebagai berikut:
a. ADC6 channel(PC0,PC1,PC2,PC3,PC4,PC5) dengan resolusi sebesar 10 bit. ADC dapat kita
gunakan untuk mengubah input yang berupa tegangan analog menjadi data digital.
b. I2C (SDA dan SDL) merupakan salah satu fitur yang terdapat pada PORTC. I2C digunakan untuk

3/1/2016 12:54 AM

63 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

komunikasi dengan sensor atau device lain yang memiliki komunikasi data tipe I2C seperti sensor kompas,
accelerometer nunchuck.
3. Port D.
Port D merupakan jalur data 8 bit yang masing-masing pin-nya juga dapat difungsikan sebagai
input/output. Sama seperti Port B dan Port C, Port D juga memiliki fungsi alternatif dibawah ini.
a. USART (TXD dan RXD) merupakan jalur data komunikasi serial dengan level sinyal TTL. Pin TXD
berfungsi untuk mengirimkan data serial, sedangkan RXD kebalikannya yaitu sebagai pin yang berfungsi
untuk menerima data serial.
b. Interrupt (INT0 dan INT1) merupakan pin dengan fungsi khusus sebagai interupsi hardware.
Interupsi biasanya digunakan sebagai selaan dari program, misalkan pada saat program berjalan kemudian
terjadi interupsi hardware/software maka program utama akan berhenti dan akan menjalankan program
interupsi.
c.XCK dapat difungsikan sebagai sumber clock external untuk USART, namun kita juga dapat
memanfaatkan clock dari CPU, sehingga tidak perlu membutuhkan external clock.
d.T0 dan T1 berfungsi sebagai masukan counter external untuk timer 1 dan timer 0.
e.AIN0 dan AIN1 keduanya merupakan masukan input untuk analog comparator.

Gambar 2.5 KOnfigurasi pin Atmega 328 loop terbuka


Sumber : (Sumber :jurnal Syahid tahun 2012 halaman 34)

3/1/2016 12:54 AM

64 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Android
Definisi Android
Menurut Teguh Arifianto (2011 : 1), android merupakan perangkat bergerak pada sistem operasi untuk
telepon seluler yang berbasis linux.
Menurut Hermawan (2011 :1), Android merupakan OS (Operating System) Mobile yang tumbuh
ditengah OS lainnya yang berkembang dewasa ini. OS lainnya seperti Windows Mobile, i-Phone OS,
Symbian, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, OS yang ada ini berjalan dengan memprioritaskan aplikasi inti
yang dibangun sendiri tanpa melihat potensi yang cukup besar dari aplikasi pihak ketiga. Oleh karena itu,
adanya keterbatasan dari aplikasi pihak ketiga untuk mendapatkan data asli ponsel, berkomunikasi antar
proses serta keterbatasan distribusi aplikasi pihak ketiga untuk platform mereka.
Berdasarkan pendapat diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa android adalah sistem operasi
berbasis linux yang sedang berkembang ditengah OS lainnya.
Android adalah sebuah sistem operasi perangkat mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi,
middleware dan aplikasi. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan
aplikasi mereka.
Android merupakan generasi baru platform mobile yang memberikan kesempatan kepada pengembang
untuk melakukan pengembangan sesuai dengan yang diharapkan. Sistem operasi yang mendasari Android
merupakan lisensi di bawah naungan GNU, General Public License Versi 2(GPLv2), yang biasa dikenal
dengan istilah Copyleft. Istilah copyleft ini merupakan lisensi yang setiap perbaikan oleh pihak ketiga harus
terus jatuh di bawah terms.
Distribusi Android berada di bawah lisensi Apache Software(ASL/Apache2), yang memungkin untuk
distribusi kedua atau seterusnya. Pengembang aplikasi Android diperbolehkan untuk mendistribusikan
aplikasi mereka di bawah skema lisensi apapun yang mereka inginkan.
Pengembang memiliki beberapa pilihan dalam membuat aplikasi yang berbasis Android. Namun
kebanyakan pengembang menggunakan Eclipse sebagai IDE untuk merancang aplikasi mereka. Hal ini
diikarenakan Eclipse mendapat dukungan langsung dari Google untuk menjadi IDE pengembangan aplikasi

3/1/2016 12:54 AM

65 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Android.
Aplikasi Android dapat dikembangkan pada berbagai sistem operasi, diantaranya adalah:
a. Windows XP/Vista/7
b. Mac OS X (Mac OS X 10.48 atau yang lebih baru)
c. Linux

Perkembangan Android
Menurut Wahana (2012:2) didalam bukunya mengemukakan perkembangan Android dan
keunggulannya diantaranya sebagai berikut:
a. Android versi 1.1
Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan
estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan
pemberitahuan email.
b. Android versi 1.5 (cupcake)
Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android
dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake).Terdapat beberapa pembaruan termasuk
juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video
dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan
Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard
pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.
c. Android versi 1.6 (Donut)
Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik
dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang
memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus, kamera, camcorder dan galeri yang

3/1/2016 12:54 AM

66 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

dintegrasikan, CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, gestures, kemampuan dial kontak, teknologi text to change
speech, pengadaan resolusi VWGA.
d. Android versi 2.1 (Eclair)
Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan
yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan
browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital
Zoom, dan Bluetooth 2.1. Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikutnya, Google
melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik. Dengan semakin berkembangnya
dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk
menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem
operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs internet
juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.
e. Android Versi 2.2 (Froyo: Frozen Yogurt)
Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap
versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali
lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan
rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuanWiFi Hotspot portabel, dan
kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.
e. Android Versi 2.3 (Gingerbread)
Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum
yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan
fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM,
efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near
Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.
e. Android Versi 3.0 (HIoney comb)
Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang

3/1/2016 12:54 AM

67 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb
juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis.
e. Android Versi 4.0 (Ice cream sandwich)
Ice Cream Sandwich didesain untuk baik itu telepon ataupun tablet. Android ICS menawarkan banyak
peningkatan dari apa yg sudah ada di Gingerbread dan Honeycomb dengan pada saat yang sama memberikan
inovasi-inovasi baru. Beberapa peningkatan itu antara lain kemampuan copy paste yang lebih baik, data
logging dan warnings, dan kemampuan utk mengambil screenshot dengan menekan power dan volume
bersamaan. Selain itu keyboardnya dan kamus juga mendapat perbaikan. Inovasi-inovasi baru di ICS antara
lain penggunaan font Roboto. di Android 4.0 Ice Cream Sandwich System Bar dan Action Bar. adanya
Android 4.0 Ice Cream Sandwich voice control yang memungkinkan kita mendikte teks yang ingin kita ketik.
Selain itu Face Unlock merupakan salah satu hal yang menonjol di Android versi baru ini. Juga ada NFC
based app yang disebut Android Bump, yang memungkinkan pengguna untuk bertukar informasi/data hanya
dengan menyentuhkan gadget.
e. Android Versi 4.1 (Jelly bean)
Android Jelly Bean yaang diluncurkan pada acara Google I/O lalu membawa sejumlah keunggulan dan
fitur baru. Penambahan baru diantaranya meningkatkan input keyboard, desain baru fitur pencarian, UI yang
baru dan pencarian melalui Voice Search yang lebih cepat. Tidak ketinggalan Google Now juga menjadi
bagian yang diperbarui. Google Now memberikan informasi yang tepat pada waktu yang tepat pula. Salah
satu kemampuannya adalah dapat mengetahui informasi cuaca, lalu-lintas, ataupun hasil pertandingan
olahraga. Sistem operasi Android Jelly Bean 4.1 muncul pertama kali dalam produk tablet Asus, yakni Google
Nexus 7.

Definisi Basic4android
Basic4android adalah Development Tool sederhana yang powerful untuk membangun aplikasi
android. Bahasa Basic4android mirip dengan bahasa Visual Basic dengan tambahan dukungan untuk objek.
Aplikasi android (APK) yang di-compile oleh Basic4android adalah aplikasi android native/asli dan tidak ada
extra runtime seperti di Visual Basic yang ketergantungan file msvbvm60.dll, yang pasti aplikasi yang

3/1/2016 12:54 AM

68 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

di-compile oleh Basic4android adalah NO DEPENDENCIES (tidak ketergantungan file lain). IDE
Basic4android hanya fokus pada Development Android.

Gambar 2.1 Sumber: Basic4android Datasheet (2012:1)


Sumber : Gambar 2.6. Tampilan Basic4android(2012:261)
Basic4android termasuk designer GUI untuk aplikasi android yang powerful dengan dukungan Built-in
untuk multiple screens dan orientations, serta tidak dibutuhkan lagi penulisan XML yang rumit.

Gambar 2.1 Sumber: Basic4android Datasheet (2012:2)


Sumber : Gambar 2.7. Desain Basic4android(2012:261)

Android SDK
Menurut Nazruddin Safaat H (2011:15), SDK (Software Development Kit) merupakan alat bantu
dan API dalam mengembangkan aplikasi pada platform android menggunakan bahasa pemrograman JAVA
SDK Android sebenarnya adalah kumpulan tools yang di sediakan oleh google untuk para
pengembang yang ingin mencoba mengembangkan aplikasi android nya. Sdk sendiri merupakan kependekan

3/1/2016 12:54 AM

69 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

dari system development kits, dalam sdk ini terdapat tools tool yang di butuhkan dalam pengembangan
android, diantaranya adalah:

Basic4android termasuk designer GUI untuk aplikasi android yang powerful dengan dukungan Built-in
untuk multiple screens dan orientations, serta tidak dibutuhkan lagi penulisan XML yang rumit.

Sumber : Gambar 2.8. Tampilan Tools SDK


a. adb shell
Adb sendiri merupakan bagian dari android development bridge yang dapat menjalankan terminal
android seperti anda menjalankan terminal pada sistem operasi linux, dan command yang terdapat adalam adb
shell sendiri sama seperti command linux pada umumnya, dan sistem yang berjalan pun juga hampir sama
seperti linux pada umumnya.
b. Android simulator
Fungsi dari android simulator ini berguna untuk para programer yang ingin melakukan testing aplikasi
yang di buat nya kedalam sistem operasi android secara virtual sebelum mengaplikasikanya kedalam handset
android sebenarnya, bila kita menjalankan android virtual ini, yang kita lihat sama seperti kita menjalankan
handset android yang sesungguh nya, dan versi versi android terdahulu juga bisa kita jalankan apabila kita
menginstal dan mendownload nya pada situs resmi google.

3/1/2016 12:54 AM

70 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Sumber : Gambar 2.8. Tampilan Android Simulator


c. DDMS
DDMS dapat mencatat semua log yang aktif yang di lakukan pada ponsel android, hal ini
memungkinkan para pengembang juga dapat melakukan benchmark terhadap aplikasi yang dibuatnya apabila
sudah di terapkan langsung dalam ponsel android.

Apk Android
APK adalah paket aplikasi Android (Android PacKage). APK umumnya digunakan untuk menyimpan
sebuah aplikasi atau program yang akan dijalankan pada perangkat Android.
APK pada dasarnya berupa compress file seperti zip file, karena berisi dari kumpulan file. APK dapat
diperoleh melalui berbagai metode, seperti menginstall sebuah aplikasi melalui Play Store, download dari
sebuah situs web kemudian diinstall secara manual, atau membuat dan mengembangkan sendiri dengan
bahasa yang sebagian besar berbasis Java.

Bluetooth
Definisi Bluetooth
Menurut Dwi Agus Diartono (2009:70) Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless
(tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and
Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan

3/1/2016 12:54 AM

71 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang
terbatas .

Sejarah Bluetooth
Menurut Dwi Agus Diartono (2009:70)Nama bluetooth berawal dari proyek prestisius yang
dipromotori oleh perusahaan-perusahaan raksasa internasional yang bergerak di bidang telekomunikasi dan
komputer, di antaranya Ericsson, IBM, Intel, Nokia, dan Toshiba.
Proyek ini di awal tahun 1998 dengan kode nama bluetooth, karena terinspirasi oleh seorang raja
Viking (Denmark) yang bernama Harald Blatand. Raja Harald Blatand ini berkuasa pada abad ke-10 dengan
menguasai sebagian besar daerah Denmark dan daerah Skandinavia pada masa itu. Dikarenakan daerah
kekuasaannya yang luas, raja Harald Blatand ini membiayai para ilmuwan dan insinyur untuk membangun
sebuah proyek berteknologi metamorfosis yang bertujuan untuk mengontrol pasukan dari suku-suku di daerah
Skandinavia tersebut dari jarak jauh. Maka untuk menghormati ide raja Viking tersebut, yaitu Blatand yang
berarti bluetooth (dalam bahasa Inggris) proyek ini diberi nama.
a. pertama dirilis untuk bluetooth versi 1.0 dan 1.0 B pada tanggal 26 Juli 1999 produk ini belum
sempurna, karena mempunyai banyak masalah dan perusahaan manufaktur pendukungnya mengalami
kesulitan dalam menerapkan teknologi ini pada produk mereka. Untuk versi ini dibutuhkan perintah manual
pada Hardware Device Address (BD-ADDR) transmisi saat proses koneksi di antara dua device dalam satu
jaringan (handshaking process) sehingga keamanan pengguna tidak terjamin, dan penggunaan protokol tanpa
nama (anonymite mode) tidak dimungkinkan di versi ini.

b. Pada bulan Oktober di tahun yang sama, Bluetooth telah diperbarui dan dirilis versi 1.1 dan 1.2,
Untuk versi ini telah dilakukan penyempurnaan dan perbaikan antara lain :
1.Digunakannya masks pada perangkat Hardware Device Address (BD-ASSR) untuk melindungi
pengguna dari identity snooping (pengintai) maupun tracker.
2.Penggunaan protokol tanpa nama (anonymite mode) sudah tersedia namun tidak diimplementasikan,

3/1/2016 12:54 AM

72 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

sehingga konsumen biasa tidak dapat menggunakannya.


3.Adaptive Frequency Hopping (AFH), dengan memperbaiki daya tahan dari gangguan frekuensi radio
yang digunakan oleh banyak orang di dalam hopping sequence.

4.Transmisi berkecepatan tinggi.


c. Dengan bertambahnya perusahaan manufaktur pendukung, antara lain 3Com, Ericsson, IBM, Intel,
Lucent Technologies, Microsoft, Motorola, Nokia, dan Toshiba yang lebih dikenal dengan nama The
Bluetooth SIG (Special Interest Group), maka teknologi ini pun mengalami perbaikan-perbaikan untuk versi
2.0-nya. Fitur tambahan yang dirilis oleh periset dari Ericsson tidak menjelaskan secara detail, tetapi intinya
ada beberapa tambahan pada Bluetooth ini, antara lain:
1.Diperkenalkannya Non-hopping narrowband channels. Pada channel ini bias digunakan untuk
memperkenalkan layanan profile bluetooth oleh berbagai device dengan volume yang sangat tinggi dari
perangkat bluetooth secara simultan.
2.Tidak dienkripsinya informasi yang bersifat umum secara realtime, sehingga dasar kemacetan trafik
informasi dan laju trafik ke tujuan dapat dihindari waktu ditransmisikan oleh perangkat dengan melewati
setiap host dengan kecepatan tinggi.
3.Koneksi berkecepatan tinggi.
4.Multiplay speeds level.

Aplikasi dan layanan Bluetooth


Menurut Dwi Agus Diartono (2009:71) Sebuah perangkat yang memiliki teknologi wireless
bluetooth akan mempunyai kemampuan untuk melakukan pertukaran informasi dengan jarak jangkauan
sampai dengan 10 meter (~30 feet), bahkan untuk daya kelas 1 bisa sampai pada jarak 100 meter. Sistem
bluetooth menyediakan layanan komunikasi point to point maupun komunikasi point to multipoint.

3/1/2016 12:54 AM

73 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Produk bluetooth dapat berupa PC card atau USB adapter yang dimasukkan kedalam perangkat.
Perangkat-perangkat yang dapat diintegerasikan dengan teknologi bluetooth antara lain : mobile PC, mobile
phone, PDA (Personal Digital Assistant), headset, kamera digital, printer, router dan masih banyak peralatan
lainnya. Aplikasiaplikasi yang dapat disediakan oleh layanan bluetooth ini antara lain : PC to PC filetransfer,
PC to PC file synch (notebook to desktop), PC to mobile phone, PC to PDA,wireless headset, LAN
connection via ethernet access point dan sebagainya.

Gambar 2.10 Contoh modul aplikasi beberapa Bluetooth


Sumber : Dwi Agus Diartono (2009:72)

PIR Sensor
Sensor PIR (Passive Infrared Received) adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya
pancaran sinar infra merah. Sensor PIR (Passive Infrared Received) bersifat pasif, artinya sensor ini tidak
memancarkan sinar infra merah tetapi hanya menerima radiasi sinar infra merah dari luar.

Gambar 2.11sensor PIR (passive infrared received)


Sumber : http://digitalchip.ru/datchik-dvizheniya-pir-motion-sensor-hc-sr501)

3/1/2016 12:54 AM

74 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Sensor ini biasanya digunakan dalam perancangan detektor gerakan berbasis PIR (Passive Infrared
Received). Karena semua benda memancarkan energi radiasi, sebuah gerakan akan terdeteksi ketika sumber
infra merah dengan suhu tertentu (misal: manusia) melewati sumber infra merah yang lain dengan suhu yang
berbeda (misal: dinding), maka sensor akan membandingkan pancaran infra merah yang diterima setiap
satuan waktu, sehingga jika ada pergerakan maka akan terjadi perubahan pembacaan pada sensor.Sensor PIR
(passive infrared receiver) terdiri dari beberapa bagian yaitu :
a. Lensa Fresnel
b. Penyaring Infra Merah
c. Sensor Pyroelektrik
d. Penguat Amplifer
e. Komparator

Buzzer
Buzzer adalah suatu alat yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara. Pada umumnya
buzzer digunakan untuk alarm, karena penggunaannya cukup mudah yaitu dengan memberikan tegangan
input maka buzzer akan mengeluarkan bunyi. Frekuensi suara yang di keluarkan oleh buzzer yaitu antara 1-5
KHz.( Albert Paul, Prinsip-prinsip Elektronika, 1989 hal: 134).

Gambar 2.12 Simbol dan Gambar Buzzer


Sumber : Prihono, dkk.,2009

3/1/2016 12:54 AM

75 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

LCD (Liquid Crystal Display) 16x2


LCD (Liquid Crystal Display) adalah suatu jenis media tampil yang menggunakan kristal cair sebagai
penampil utama. LCD sudah digunakan diberbagai bidang misalnya alalalat elektronik seperti televisi,
kalkulator, atau pun layar komputer. Pada postingan aplikasi LCD yang dugunakan ialah LCD dot matrik
dengan jumlah karakter 2 x 16. LCD sangat berfungsi sebagai penampil yang nantinya akan digunakan untuk
menampilkan status kerja alat.Adapun fitur yang disajikan dalam LCD ini adalah :
a. Terdiri dari 16 karakter dan 2 baris.
b. Mempunyai 192 karakter tersimpan.
c. Terdapat karakter generator terprogram.
d. Dapat dialamati dengan mode 4-bit dan 8-bit.
e. Dilengkapi dengan back light.

Gambar 2.13 Bentuk Fisik LCD 16x2


Sumber : Ari Heryanto, M dan Wisnu Adi P, 2008

3/1/2016 12:54 AM

76 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Motor DC
Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Pada dasarnya energi ini digunakan untuk memutar benda benda yang ada di sekitar kita, seperti
untuk memggerakkan fan/kipas , menggerakan kompresor, mengangkat bahan,dan masih banyak yang
lainnya.
Motor DC adalah jenis motor yang menggunakan tegangan DC (tegangan yang searah) sebagai sumber
energi. Dengan memberikan tegangan yang berbeda di kedua terminal, motor akan berputar dalam satu arah,
dan apabila polaritas tegangan dibalik maka arah putaran motor akan terbalik juga. Adapun motor DC terdiri
dari dua bagian utama, yaitu:
a. Stator merupakan bagian yang tetap / stasioner. Stator menghasilkan medan magnet, baik yang
dihasilkan dari sebuah kumparan (magnet elektro) atau magnet permanen.
b. Rotor yaitu bagian yang berputar. Rotor dalam bentuk coil di mana sebuah arus listrik.

Gambar 2.14 Bagian Dalam Motor DC


Sumber : http://depokinstruments.com

Pribsip Kerja Motor DC


Cara kerja dari motor DC ini sangat sederhana, yaitu apabila terdapat arus yang melewati suatu
konduktor, timbul medan magnet di sekitar konduktor.
a. Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.

3/1/2016 12:54 AM

77 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

b. Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran / loop, maka kedua sisi
loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.
c. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar / torque untuk memutar kumparan.
d. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran yang lebih
seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan
Pada motor DC, medan magnet disini selain berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan energi,
sekaligus sebagai tempat berlangsungnya proses perubahan energi, daerah kumparan, karena konversi dari
energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya berlangsung melalui medan magnet, dengan
demikian

Beban Motor
Beban pada motor DC penting dideinisikan dalam memahami sebuah motor listrik. Beban ini mengacu
kepada output tenaga putar / torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Sampai saat ini jenis beban
dikelompokkan menjadi :
a. Beban torque konstan yaitu beban yang permintaan keluaran energinya bergantung terhadap
kecepatan operasinya , akan tetapi torquenya tidak bervariasi. Contoh: beban dengan torque konstan adalah
corveyors, rotary kilns, dan pompa displacement konstan.
b. Beban dengan variabel torque yaitu beban dengan torque yang bervariasi dengan kecepatn operasi.
Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa sentrifugal dan fan (torque bervariasi sebagai kuadrat
kecepatan). Contoh : Peralatan Energi Listrik : Motor Listrik.
c. Beban dengan energi konstan yaitu adalah beban dengan permintaan torque yang berubah dan
berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan adalah peralatan-peralatan
mesin.

Bagian Atau Komponen Utama Motor DC

3/1/2016 12:54 AM

78 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

a. Kutub medan Motor DC sederhana memiliki dua kutub medan: kutub utara dan kutub selatan. Garis
magnetik energi membesar melintasi ruang terbuka diantara kutub-kutub dari utara ke selatan. Untuk motor
yang lebih besar atau lebih komplek terdapat satu atau lebih elektromagnetik.
b. Current Elektromagnet atau Dinamo. Dinamo yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as
penggerak untuk menggerakan beban. Untuk kasus motor DC yang kecil, dinamo berputar dalam medan
magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub, sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi.
c. Commutator. Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. Kegunaannya adalah untuk
transmisi arus antara dinamo dan sumber daya.
Motor DC adalah sebagai pengendali kecepatan, yang tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya.
Motor ini dapat dikendalikan dengan mengatur: Tegangan dinamo meningkatkan tegangan dinamo akan
meningkatkan kecepatan Arus medan menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan. Hubungan
antara kecepatan, flux medan dan Tegangan dinamo dituntukan dalam persamaan berikut:
Gaya Elektromagnetik (E) E=K\Phi N Torque (T) : T=K\Phi I_{a} Dimana:
E = gaya elektromagnetik yang dikembangkan pada terminal dinamo (volt)
F = flux medan yang berbanding lurus dengan arus medan
N = kecepatan dalam RPM (putaran per menit)
T = torque electromagnetik
Ia = arus dinamo
K = konstanta persamaan

Jenis Motor DC
Adapun Motor DC dibedakan menjadi dua jenis, yaitu yang arus dan dayanya berasal dari sumber
terpisah, dan motor yang memiliki sumber daya sendiri

3/1/2016 12:54 AM

79 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

a. Motor DC sumber daya Terpisah Excited Winding


Jika arus medan dipasok dari sumber terpisah maka disebut motor DC sumber daya
terpisah/separately excited.
b. Motor DC sumber daya sendiri/ Self Excited,
Pada jenis motor DC sumber daya sendiri di bagi menjadi 3 tipe sebagi berikut:
1. Shunt motor under load
Pada motor shunt, gulungan medan (medan shunt) disambungkan secara paralel dengan gulungan
dinamo Oleh karena itu total arus dalam jalur merupakan penjumlahan arus medan dan arus dinamo.
2. Series motor
Motor seri identik dalam kosntruksi untuk motor shunt kecuali untuk field. Untuk field dihubungkan
secara seri dengan armature, oleh karena itu, membawa arus armature seluruhnya. Field seri ini terdiri dari
beberapa putaran kawat yang mempunyai penampang cukup besar untuk membawa arus. Pada motor yang
mempunyai hubungan seri jumlah arus yang melewati angker dinamo sama besar dengan yang melewati
kumparan. Jika beban naik motor berputar makin pelan. Jika kecepatan motor berkurang maka medan magnet
yang terpotong juga makin kecil, sehingga terjadi penurunan EMF(electromotive force).

Driver Motor DC IC L293D


IC L293D adalah IC yang didesain khusus sebagai driver motor DC dan dapat dikendalikan dengan
rangkaian TTL maupun mikrokontroler. motor DC yang dikontrol dengan driver IC L293D dapat
dihubungkan ke ground maupun ke sumber tegangan positif karena di dalam driver L293D sistem driver yang
digunakan adalah totem pool. Dalam 1 unit chip IC L293D terdiri dari 4 buah driver motor DC yang berdiri
sendiri sendiri dengan kemampuan mengalirkan arus 1 Ampere tiap driver. Sehingga dapat digunakan untuk
membuat driver H-bridge untuk 2 buah motor DC. konstruksi pin driver motor DC IC l293 dapat di lihat pada
gambar 2.5 sebagai berikut.

3/1/2016 12:54 AM

80 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 2.15 Konstruksi pin dan rangkaian driver motor DC IC L293


Sumber : http://chaokhun.kmitl.ac.th
1. Fungsi pin driver motor DC IC L293D
a. Pin EN (Enable, EN1.2, EN3.4) berfungsi untuk mengijinkan driver menerima perintah untuk
menggerakan motor DC.
b. Pin In (Input, 1A, 2A, 3A, 4A) adalah pin input sinyal kendali motor DC
c. Pin Out (Output, 1Y, 2Y, 3Y, 4Y) adalah jalur output masing-masing driver yang dihubungkan ke
motor DC
d. Pin VCC (VCC1, VCC2) adalah jalur input tegangan sumber driver motor DC, dimana VCC1
adalah jalur input sumber tegangan rangkaian kontrol driver dan VCC2 adalah jalur input sumber tegangan
untuk motor DC yang dikendalikan.
e. Pin GND (Ground) adalah jalu yang harus dihubungkan ke ground, pin GND ini ada 4 buah yang
berdekatan dan dapat dihubungkan ke sebuah pendingin kecil.

Komponen Elektronika
Konsep Dasar Komponen Elektronika

DEfinisi Elektronika

3/1/2016 12:54 AM

81 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Menurut Chandra (2011:9), Komponen-komponen elektronika dibagi dalam jenis komponen pasif
dan komponen aktif.
Menurut Budiharto (2009:1), bahwa Elektronika adalah merupakan bidang yang menarik untuk
dipelajari oleh pelajar dan hobbyist karena dapat berkreasi apa saja sesuai keinginan.
Menurut Rusmadi (2009:10), komponen elektronika dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
a. Komponen Pasif
Menurut Rusmadi (2009:10) bahwa Komponen pasif adalah komponen-komponen elektronika
yang apabila dialiri aliran listrik tidak menghasilkan tenaga seperti: perubahan tegangan, pembalikan fasa,
penguatan dan lain-lain.
Menurut Rusmadi (2009:10), ada beberapa komponen yang termasuk dalam komponen pasif di
antaranya adalah:
1. Resistor dan Tahanan
2. Kapasitor dan KOndensator
3. Trafo dan Transformator
b. KOmponen Aktif.
Menurut Rusmadi (2009:33), bahwa Komponen aktif adalah komponen yang apabila dialiri aliran
listrik akan menghasilkan sesuatu tenaga baik berbentuk penguatan maupun mengatur aliran listrik yang
melaluinya.
Menurut Rusmadi (2009:33), ada beberapa yang termasuk komponen aktif antara lain adalah:
1. Dioda.
2. Transistor.
3. IC ( Integreted Circuit.

3/1/2016 12:54 AM

82 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

4. Thyristor atau SCR (Silicon Controller Recifier).

Konsep Dasar Resistor

Definisi Resistor dan Tahanan


Menurut John (2010:21), Tahanan atau dikenal juga tahanan listrik, resistor atau dengan istilah
lain yakni werstan. Besarnya nilai tahanan dinyatakan dalam Ohm ().
Menurut Budiharto (2009:1), Salah satu komponen elektronika yang berfungsi untuk memberikan
hambatan terhadap aliran arus listrik.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi
memberikan tahanan atau hambatan arus listrik. Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik
dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat
dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan
resistivitas tinggi sepertinikel-kromium).

Gambar 2.16 Resistor


Sumber : Rusmadi (2009:12)
Karakteristik utama dari resisitor adalah resisitansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan.
Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, listrik dan induktansi.

3/1/2016 12:54 AM

83 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu.
Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan
dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.

Gambar 2.17 Skema Warna Resistor


Sumber : Rusmiadi (2009:13)
a. Satuan Resistor
Ohm (simbol: adalah satuan SI untuk resistansi listrik, diambil dari nama Georg Ohm). Nilai satuan
terbesar yang digunakan untuk menentukan besarnya nilai resistor adalah:
1 Mega Ohm (M) = 1.000.000 Ohm.
1 kilo Ohm (K) = 1.000 Ohm.

Resistor Tetap
Menurut Rusmadi (2009:11), bahwa Resistor tetap adalah resistor yang nilainya besaranyan sudah
ditetepkan oleh pabrik pembuatannya dan tidak dapat di ubah-ubah. Resistor memiliki nilai resistansi,
sebagai nilainya ada yang dicantumkan langsung pada badannya dan sebagian lagi karena bentuk fisiknya
kecil.

Menurut Rusmadi (2009:15), resistor dibagi menjadi 6 yaitu:

3/1/2016 12:54 AM

84 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

1. Resistor Kawat
2. Resistor Batang karbon (arang)
3. Resistor Keramik atau Porselin
4. Resistor Film Karbon
5. Resistor Film Metal
6. Resistor tipe Film Tebal

Resistor Tidak Tetap


Menurut Rusmadi (2009:16), bahwa Resistor tidak tetap adalah resistor yang nilai resistansinya
(tahananya) dapat dirubah-rubah sesuai dengan keperluan dan perubahannya dapat dilakukan dengan jalan
mengeser atau memutar pengaturnya.
Menurut Rusmadi (2009:16), bahwa resistor tidak tetap dibagi menjadi 5 yaitu:
1. Potensiometer.
2. Potensiometer Preset.
3. NTC dan PTC.
4. LDR.
5. VDR.

Konsep Dasar Kapasitor dan Kondensator

Definisi Kapasitor dan Kondensator


Menurut John (2010:61), Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat digunakan untuk

3/1/2016 12:54 AM

85 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

menyimpan muatan listrik.


Menurut Rusmadi (2009:20), bahwa Kapasitor adalah Komponen elektronika yang mampu
menyimpan arus dan tegangan listrik sementara waktu. Seperti juga halnya resistor, kapasitor adalah
termasuk salah satu komponen pasif yang banyak digunakan dalam membuat rangkaian elektronika.
Kapasitor sendiiri berasal dari kata capacitance atau kapasitas yang artinya adalah kemampuan untuk
menyimpan arus listrik (Dalam istilah elektronika diistilahkan sebagai Muatan Listrik.) Jadi kapasitor
adalah suatu komonen yang dapat diisi dengan muatan listrik kemudian disimpan untuk sementara waktu dan
selanjutnya muatan tersebut di kosongakan/dibuang melalui suatu sistem atau dihubungkan ke bumi.
Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki
cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.

Gambar 2.18 Lambang KOndensator


Sumber : Rusmadi (2009:20)

Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai
kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan
lainnya seperti tablet atau kancing baju.

3/1/2016 12:54 AM

86 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 2.1 Lambang Kapasitor


Sumber : Rusmadi (2009:20)
Namun kebiasaan dan kondisi serta artikulasi bahasa setiap negara tergantung pada masyarakat yang
lebih sering menyebutkannya. Kini kebiasaan orang tersebut hanya menyebutkan salah satu nama yang paling
dominan digunakan atau lebih sering didengar. Pada masa kini, kondensator sering disebut kapasitor
(capacitor) ataupun sebaliknya yang pada ilmu elektronika disingkat dengan huruf (C).

Kapasistansi
Satuan dari kapasitansi kondensator adalah Farad (F). Namun Farad adalah satuan yang terlalu besar.
Satuan Farad adalah satuan yang sangat besar dan jarang dipergunakan dalam percobaan. Dalam
prakteknya biasanya dipergunakan satuan Farad dalam bentuk pecahan seperti berikut ini:
a. 1 Farad (F) = 1.000.000 F (mikroFarad)
b. 1 mikroFarad (F) = 1.000 nF (nanoFarad)
c. 1 nanoFarad (nF) = 1.000 pF (pikoFarad)

3/1/2016 12:54 AM

87 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Tabel 2.3 Nilai Kapasistansi


Sumber : Rusmadi (2009:21)
Ada jenis kapasitor lain seperti kapasitor elektrolit yang selain memiliki nilai kapasitas juga memiliki
parameter-parametera lain seperti batas tegangan kerja. Batas tegangan kerja (Working Voltage) yaitu batas
tegangan maksimum di mana kapasitas tersebut dapat dioperasikan dalam suatu rangaian. Parameter tersebut
biasanya dicantumkan langsung pada badan kapasitor. Selain daripada itu untuk jenis-jenis kapasitor pada
umumnya diberi tanda (+) dan (-). Tanda tersebut adalah menyatakan polaritas yang harus dihubungkan
dengan catu daya. Dalam pemasanganannya harus diperhatikan baik-baik jangan sampai kedua tanda tersebut
dipasang terbalik sebab apabiala sampai terbalik akan mengakibatkan kerusakan pada kapasitor tersebut dan
bahkan akan merusak rangkaian yang akan dibuat.
Apabila kita mendekatkan 2 macam bahan konduktor dengan tidak saling bersentuhan, kemudian
kepada kedua bahan tadi kita alirkan aliran listrik, secara teoritis kita telah mendapatkan sebuah Kapasitor
sederhana. Namun dalam dunia elektronika tentunya tidak sederhana itu, masih ada factor lain yang perlu
dipertimbangkan dalam pembuatan sebuah Kapasitor. Dalam pembuatan komponen Kapasitor diperlukan
suatu bahan yang berfungsi menyekat di antara 2 bahan konduktor. Bahan yang berfungsi sebagai penyekat
itu disebut bahan dielektrikum seperti pada gambar di bawah .

Gambar 2.20 Dielektrikum


Sumber : Rusmadi (2009:20)
Seperti terlihat pada gambar di atas, apabila kita membuka sebuah Kapasitor Elektrolit berkas dengan
menggunakan sebuah pisau tipis (cutter), di dalamnya akan terlihat 2 buah lapisan tipis. Setiap lapisan dilapisi
lagi dengan bahan metal foil tipis. Setiap metal foil dihubungkan dengan salah satu terminal hubungan listrik.
Antara kedua lapisan tadi diberi bahan penyekat yang disebut Dielektrikum. Bahan Dielektrikum pada

3/1/2016 12:54 AM

88 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

umumnya dibuat dengan bahan kertas, maka, film, minyak bakelit dan lain-lain. Dalam prakteknya kita
mengenal berbagai macam jenis Kapasitor yang namanya disesuaikan dengan nama bahan Dielektrikum yang
digunakan dalam membuat komponen Kapasitor. Sebagai contoh misalnya: Bila kapasitor bahan
Dielektrikumnya dibuat dari kertas, maka Kapasitor tersebut dinamakan Kapasitor kertas dan kalau bahan
Dielektrikumnya dibuat dari bahan elektrolit, maka Kapasitor tersebut dinamakan Kapasitor Elektrolit.
Besarnya kapasitas dari sebuah Kapasitornya dapat ditentukan dengan rumus: c = 0,0885 x x D/d
F
= konstanta dielektrikum
D = luas bahan metal foil dalam cm2
d = jarak antara kedua metal foil dalam cm
Dari rumus di atas, kita dapat melihat bahwa besar kecilnya kapasitas suatu komponen Kapasitor
tergantung kepada konstanta dielektrikum atau bahan dielektrikum serta luas bidang bahan dielektrikum yang
digunakan. Pengertian dari Dielektrikum adalah angkka tetap yang dipergunakan untuk membandingkan
suatu bahan Dielektrikum dengan nilai konstanta Dielektrikum udara ( udara = 1).

Tabel 2.4 Tabel Daftar Konstanta Bahan Dielektrikum


Sumber : Rusmiadi (2009:23)

Konsep Dasar Dioda

Definisi Dioda

3/1/2016 12:54 AM

89 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Menurut John (2010:143), Dioda merupakan alat yang hanya bisa mengalirkan arus DC dalam
satu arah, sedang pada arah yang berlawanan ia tidak bisa menghantarkannya. Kalau ia dialiri arus AC maka
akan berhasil didapatkan arus DC dari arus AC ini. Karenanya pada sifat yang demikian maka dioda bisa
digunakan sebagai perata arus yang biasa dipasang di adaptor.
Komponen elektronika dengan dua terminal, yang terbentuk dari dua jenis semikonduktor, yaitu type
P yang biasa disebut dengan anoda dan type N yang biasa disebut dengan katoda, dimana kemudian kedua
semikonduktor ini digabungkan. Untuk membuat diode dalam keadaan conduct, diperlukan tegangan biasnya
sebesar 0,3 volt untuk dioda dengan bahan germanium atau 0,7 volt untuk dioda dengan bahan silikon.

Gambar 2.21 Dioda


Sumber : Rusmiadi (2009:33)

Perlu diketahui bahwa komponen dioda ini pada umumnya hampir selalu dipergunakan dalam
rangkaian, terutama pada rangkaian Power Supply.
Menurut Rusmadi (2009:34) Fungsi diode dalam suatu rangkaian adalah:
1. Penyearah tegangan listrik.
2. Pengaman tegangan listrik.
3. memblokir tegangan listrik.

Konsep Dasar Transistor

3/1/2016 12:54 AM

90 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Definisi Transistor
Menurut Budiharto (2009:3), bahwa Transistor adalah memiliki 3 terminal biasanya dibuat dari
bahan silicon atau germanium.
Menurut Rusmadi (2009:42), bahwa Transistor adalah merupakan komponen dasar yang paling
penting dan banyak dipergunakan dalam setiap rangkaian.
Alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung
(switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi
semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan
pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Gambar 2.22 Transistor


Sumber : Rusmiadi (2009:40)
Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C).
Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang
lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor. Transistor
disusun menggunakan sambungan dioda. Berdasarkan jenis sambungan transistor dibedakan menjadi dua jenis
sebagai berikut.
a. BJT (Bipolar Juction Transistor)
BJT memiliki 2 dioda yang kutub positif atau kutub negatifnya terhimpit, serta memiliki terminal, yaitu
emitor (E), kolektor (C), dan basis (B). BJT dapat dibagi menjadi dua jenis berikut ini:

3/1/2016 12:54 AM

91 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

1. NPN (Negative Positive Negative)


Transistor NPN terdiri dari 1 lapisan semikondutor tipe-P di antara 2 lapisan semikonduktor tipe-n.
Arus kecil yang memasuki basis pada emitter dikuatkan di keluran kolektor. Dengan kata lain, transistor NPN
hidup ketika tegangan basis lebih tinggi dari pada tengan emitter.

Gambar 2.23 Simbol Transistor NPN


Sumber : Erinofiardi (2009:41)

2. PNP ( Positive Negative Positive)


Transistor PNP terdiri dari 2 lapisan semikonduktor tipe-n di antara 2 alpisan semikonduktor tipe-p.
arus kecil yang meninggalkan basis pada moda tunggal emitter dikuatkan dikeluran kolektor. Dengan kata
lain, transistor PNP hidup ketika tegangan basis lebih rendah dari pada tegangan emitter.

Gambar 2.24 Simbol Transistor PNP


Sumber : Rusmiadi (2009:41)
Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam

3/1/2016 12:54 AM

92 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras
suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital,
transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian
rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.

Konsep Dasar IC (Integrated Circuit)

Definisi IC (Integrated Circuit


Menurut Rusmadi (2009:46), bahwa IC adalah Sebuah rangakian terpadu. Komponen
Integrated Circuit dirancang dari beberapa komponen elektronika seperti transistor, dioda, resistor, kapasitor,
dan komponen lainya, sehingga menjadi satu kesatuan yang berbentuk chip.

Gambar 2.25 Integrated Circuit


Sumber : Rusmiadi (2009:46)
Menurut Rusmadi (2009:48), ada beberapa keuntungan dari pengguna IC diantaranya ialah:
a. Bentuk fisiknya kecil sehingga rangakian jadinya akan kelihatan kecil dan kompak (compo).
b. Catu daya yang diperlukan kecil.
c. Sistem operasional sangat praktis dan cepat
d. Baik pemasangan maupun pemakaiannya mudah dan praktis.
e. Harganya relatif murah dibanding dengan menggunakan transistor.

3/1/2016 12:54 AM

93 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Lampu LED

Definisi Lampu LED


Lampu LED atau kepanjangannya (light emitting diode) adalah suatu lampu indikator dalam
perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukkan status dari perangkat elektronika
tersebut. Misalnya pada sebuah komputer, terdapat lampu LED power dan led indikator untuk processor, atau
dalam monitor terdapat juga lampu led power dan power saving. Lampu led terbuat dari plastik dan dioda
semikonduktor yang dapat menyala apabila dialiri tegangan listrik rendah (sekitar 1.5 volt DC).
Bermacam-macam warna dan bentuk dari lampu led, disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya. Bentuk
fisik dari lampu led dapat dilihat pada gambar 2.12 sebagai berikut:

Gambar 2.26 Lampu LED


Sumber : marktechopto.com
Led (light emitting diode) merupakan sejenis lampu yang akhir-akhir ini muncul dalam kehidupan kita.
Led dulu umumnya digunakan pada gadget seperti ponsel serta komputer. Sebagai pesaing lampu bohlam dan
neon, saat ini aplikasinya mulai meluas dan bahkan bisa kita temukan pada korek api yang kita gunakan,
lampu emergency dan sebagainya. Led sebagai model lampu masa depan dianggap dapat menekan pemanasan
global karena efisiensinya.

Kristal

3/1/2016 12:54 AM

94 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Definisi Kristal
Berfungsi untuk menghasilkan sinyal dengan tingkat kestabilan frekuensi yang sangat tinggi. Kristal
pada oscilator ini terbuat dari quartz atau Rochelle salt dengan kualitas yang baik. Material ini memiliki
kemampuan mengubah energi listrik menjadi energi mekanik berupa getaran atau sebaliknya. Kemampuan ini
lebih dikenal dengan piezoelectric effect.

Gambar 2.27 Rangkaian Internal Kristal


Sumber : http://elektronika-dasar.web.id

Gambar diatas memperlihatkan rangkaian setara kristal. Rangkaian setara resonansi seri akan berubah
jika kristal ditempatkan pada suatu wadah atau pemegang. Kapasitansi akibat adanya keping logam
akan terhubung paralel dengan rangkaian setara kristal. Dalam hal ini kristal memiliki kemampuan untuk
memberikan resonansi paralel dan resonansi seri. Pada oscilator, kristal yang berfungsi sebagai rangkaian
resonansi seri, kristal seolah-olah memiliki induktansi (L), kapasitansi (C) dan resistansi (R). Nilai L
ditentukan oleh massa kristal, harga C ditentukan oleh kemampuannya berubah secara mekanik dan R
berhubungan dengan gesekan mekanik. Berikut adalah contoh oscilator menggunakan tank cirkuit kristal
sebagai resonansi seri.

3/1/2016 12:54 AM

95 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 2.28 Rangkaian oscilator hartley dengan kristal


Sumber : http://elektronika-dasar.web.id

Gambar 2.28 Rangkaian oscilator collpits dengan kristal


Sumber : http://elektronika-dasar.web.id

Kristal ini dapat dioperasikan pada rangkaian tangki dengan fungsi sebagai penghasil frekuensi
resonansi paralel. Kristal sendiri dapat dioperasikan sebagai rangkaian tangki. Jika kristal diletakkan sebagai
jaringan umpan balik, kristal akan merespon sebagai piranti penghasil resonansi seri. Kristal sebenarnya
merespon sebagai tapis yang tajam. Kristal dapat difungsikan sebagai umpan balik pada suatu frekuensi
tertentu saja. Oscilator hartley dan colpitts dapat dimodifikasi dengan memasang kristal ini. Stabilitas oscilator
akan meningkat dengan pemasangan kristal.

IC Regulator
Salah satu tipe regulator tegangan tetap adalah 78XX. Regulator tegangan tipe 78XX adalah salah satu
regulator tegangan tetap dengan tiga terminal, yaitu terminal VIN, GND dan VOUT. Tegangan keluaran dari

3/1/2016 12:54 AM

96 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

regulator 78XX memungkinkan regulator untuk dipakai dalam sistem logika, instrumentasi dan Hifi. Regulator
tegangan 78XX dirancang sebagai regulator tegangan tetap, meskipun demikian dapat juga keluaran dari
regulator ini diatur tegangan dan arusnya melalui tambahan komponen eksternal. Pada umumnya catu daya
selalu dilengkapi dengan regulator tegangan. Tujuan pemasangan regulator tegangan pada catu daya adalah
untuk menstabilkan tegangan keluaran apabila terjadi perubahan tegangan masukan pada catu daya. Fungsi
lain dari regulator tegangan adalah untuk perlindungan dari terjadinya hubung singkat pada beban. Untuk
melihat karakteristik regulator tegangan positif 78xx dapat dilihat pada tabel 2.5 sebagai berikut:

Tabel 2.5 Karakteristik IC regulator tegangan positif 78xx


Sumber : http://elektronika-dasar.web.id
Angka xx pada bagian terakhir penulisan tipe regulator 78xx merupakan besarnya tegangan output
dari regulator tersebut. Kemudian huruh L, M merupakan besarnya arus maksimum yang dapat dialirkan pada
terminal output regulator tegangan positif tersebut. Untuk penulisan tanpa huruf L ataupun M (78(L/M)xx)
pada regulator tegangan positif 78xx maka arus maksimal yang dapat dialirkan pada terminal outputnya
adalah 1 ampere. Karakteristik dan tipe-tipe kemampuan arus maksimal output dari regulator tegangan positif
78xx dapat dilihat pada tabel diatas. Kode huruf pada bagian depan penulisan tipe regulator 78xx merupakan
kode produsen (AN78xx, LM78xx, MC78xx) regulator tegangan positif 78xx. Cara pemasangan dari
regulator tegangan tetap 7805 pada catu daya dapat dilihat pada gambar 2.30 sebagai berikut.

3/1/2016 12:54 AM

97 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

a. Penggunaan IC regulator dalam rangkaian


IC 7805 merupakan IC peregulasi, dimana IC 7805 bekerja pada sumber arus searah yang
menghasilkan keluaran 5 volt sedangkan pada rangkaian IC ini digunakan untuk memaksa keluaran yang kita
berikan diatas 5 volt menjadi 5 volt dengan hasil positif, sesuai dengan data IC 7805 bekerja efektif antara
range 7V-20V. IC 7805 terdapat beberapa macam mulai dari komponen SMD (surface mount device) sampai
aplikasi umum dengan keluaran arus sampai dengan 1A.

Gambar 2.31 Rangkaian IC regulator


Sumber : http://www.ladyada.net/make/logshield/design.html

LDR (Light Dependen Resistor)

DEfinisi LDR (Light Dependen Resistor)


Menurut Sri Supatmi (2010:175), LDR adalah satu komponen elektronika yang memiliki hambatan
yang dapat berubah sesuai perubahan intensitas cahaya. LDR singkatan dari Light Dependent Resistor atau
Resistor yang terpengaruh cahaya.

Hambatan dari LDR akan berkurang seiring semakin besar intensitas cahaya yang mengenai
permukaannya. Besarnya hambatan LDR sendiri berbeda-beda tergantung ukuran dan bentuknya. Semakin
rapat pola garis di permukaannya biasanya perubahan hambatannya akan semakin besar (lebih sensitif

3/1/2016 12:54 AM

98 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

terhadap cahaya). Dalam rangkaian sensor cahaya di bawah ini LDR dipasang seri dengan Variable Resistor
(VR) 20K. VR tersebut berfungsi untuk menyesuaikan tingkat sensitifitas rangkaian sensor itu sendiri. Juga
sebagai penyeimbang dengan hambatan LDR yang dipakai (hampir semua jenis LDR dapat dipakai disini).
Prinsip kerja rangkaian sensor cahaya ini adalah dengan memperkuat perubahan tegangan pada rangkaian seri
LDR dengan 2 transistor yang dirangkai dengan pola Darlington (seperti gambar di bawah). Hasil penguatan
transistor tersebut langsung diumpankan ke Coil Relay. Relay inilah yang berfungsi sebagai saklar untuk
diteruskan ke rangkaian beban. Anda bisa memberikan beban berupa lampu, alarm, atau rangkaian lain yang
bertegangan 12V.

Gambar 2.32Rangkaian sensor cahaya dengan LDR


Sumber : (id.wikipedia.org/wiki/Sensor_cahaya )
Jika ingin menggunakan beban yang bertegangan tinggi/lebih tinggi, maka harus memutus total
pin/kaki saklar relay secara total. Jangan ada 1 pun yang terhubung ke rangkaian. Pada intinya saklar relay
tersebut bisa digunakan untuk mensaklar rangkaian/perangkat apapun. Anda tinggal mengganti dengan Relay
yang sesuai.

Relay

Definisi Relay
Relay adalah saklar (switch) elektrik yang bekerja berdasarkan medan magnet. Relay terdiri dari suatu
lilitan dan switch mekanik. Switch mekanik akan bergerak jika ada arus listrik yang mengalir melalui lilitan.
Dan Susunan kontak pada relay adalah:

3/1/2016 12:54 AM

99 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Normally Open : Relay akan menutup bila dialiri arus listrik.


Normally Close : Relay akan membuka bila dialiri arus listrik.
Changeover : Relay ini memiliki kontak tengah yang akan melepaskan diri dan membuat kontak
lainnya berhubungan.

Tombol Reset
Proses reset merupakan proses untuk mengembalikan sistem ke kondisi semula. Power-on reset
merupakan peroses reset yang berlangsung secara otomatis pada saat sistem pertama kali diberi daya. pin
reset juga dapat diberi rangkaian manual reset.beberapa rangkaian yang umum digunakan terdapat pada
gambar 2.23 pemberian rangkaian ini membuat sistem dapat di-reset oleh user setiap saat dengan menekan
tombol reset.

Gambar 2.34 Rangkaian power-on reset

Literatur Review

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Menurut Guritno, Sudaryono dan Untung Rahardja (2010:86), Literature Review dalam suatu
penelitian adalah mengetahui apakah para peneliti lain telah menemukan jawaban untuk pertanyaanpertanyaan penelitian yang kita rumuskan jika dapat menemukan jawaban pertanyaan penelitian tersebut
dalam berbagai pustaka atau laporan hasil penelitian yang paling actual, maka kita tidak perlu melakukan
penelitian yang sama. Beberapa Literature review tersebut adalah sebagai berikut:
Cara kerja dari motor DC adakaj sbg bgerikut
1. Penelitian yang dilakukan oleh Moch Firmansyah dari Perguruan Tinggi Raharja yang berjudul
Akses Ruangan Digitally Synthesizer Laboratory ( DSL ) Dengan Menggunakan Metode MPP (
Microcontroller Password Protection ) menggunakan mikrokontroler AT89S205 pada tahun 2009.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Iyus Irwanto, dari Institut Teknologi Sepuluh November yang
berjudul Perancangan Sistem HP Client Untuk Aplikasi Remote Control PC Berbasis Bluetooth, tahun
2009, masih menggunakan bahasa java, menggunakan J2ME.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Julianto dari Universitas Gunadarma berjudul Perancangan
Otomatisasi Pintu Pada Shelter Busway Dengan Mikrokontroler AT89S51 tahun 2010, dimana sistem Pintu
otomatisasi tersebut LED inframerah dengan photodioda yang digunakan sebagai sensor. Mikrokontroler
AT89S51 berfungsi untuk mengendalikan buka/tutupnya pintu dan penampilan angka pada seven segment.
Pada bagian sensor, LED berfungsi sebagai pemancar sinar inframerah dan photodioda berfungsi sebagai
pendeteksi sinar inframerah dari LED yang dipantulkan oleh busway. Alat inimenggunakan 2 buah sensor.
sensor 1 yang berada di ujung masuk shelter, berfungsi untuk membuka/menutup pintu shelter, sedangkan
sensor 2 yang berada di ujung keluar shelter berfungsi untuk membuka/menutup palang pintu pada jalur
busway. Permasalahan dari sistem ini apabila led tidak searah dengan photodiode maka palang tidak akan
bekerja.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Nurdiansyah (2013) dengan judul Home Aplliances Controling
With Mobile Devices Based On Android Os. Penelitian ini membahas mengenai sistem pengontrolan Home
Appliances dengan menggunakan modul Xboard yang dikendalikan melalui smartphone Android. Sistem ini
memanfaatkan protokol TCP/IP agar bisa dikontrol melalui jaringan internet, yang membuat sistem ini dapat
melakukan pengontrolan tanpa kendala jarak dan waktu.

100 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

5. Penelitian Supriyadi dari STMIK RAHARJA Tangerang yang berjudul Pemanfaatan Teknologi
Bluetooth Untuk Indikator Posisi Suatu Benda tahun 2013. Pada penelitian ini bertujuan memanfaatkan
media bluetooth untuk membantu mencari posisi suatu benda.
Dari beberapa sumber literature review di atas, dapat diketahui bahwa penelitian tentang
mikrokontroller,LDR, PIR (Passive Infrared Receiver), Buzzer, Bluetooth, dan Android sudah banyak di
bahas. Dalam beberapa sumber literature review tersebut informasi yang di berikan masih terbatas.
Sedangkan saat ini kemajuan teknologi sudah sudah berkembang dengan pesat. Sehingga pengontrolan dapat
di lakukan dengan menggabungkan cara kerja dari dua media yang berbeda yaitu secara digital danAnalaog
dalam satu alat yang dimana di gunakan sebagai media untuk pengontrolan alat tersebut. Untuk itu dibuatlah
penelitian yang berjudul Sistem Proteksi Kendaraan Bermotor Menggunakan Android Berbasis
Mikrokontroller ATmega328.

BAB III
PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN

Konsep Perancangan Dan Pembahasan


Pada perancangan di sini yang dimaksudkan meliputi perancangan perangkat keras (hardware) dan
perangkat lunak (software). Perangkat keras yang akan digunakan meliputi, PIR sensor, LCD 16x2, motor
DC, lampu led, Transisitor, Relay, Resistor, dioda dan arsitektur mikrokontroller ATmega328, serta rangkaian
sistem akses kontrol kendaraan bermotor menggunakan password dan sensor gerak berbasis mikrokontroller
ATmega328 dan mekaniknya. Perancangan perangkat kerasnya menggunakan Arduino Uno sebagai media
untuk menanamkan program ke dalam mikrokontroller dan perancangan perangkat lunak dilakukan dengan
menggunakan program Arduino 1.0.
Secara umum pada perancangan alat ini adalah seperti yang di tunjukkan pada diagram Blok pada
gambar 3.1. Alat yang dirancang akan membentuk suatu sistem Sistem Proteksi Kendaraan Bermotor
menggunakan Android Berbasis Mikrokontroller ATmega328.

101 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Perancangan sistem secara keseluruhan memerlukan beberapa alat dan bahan yang digunakan dengan
deskripsi alat dan bahan sebagai berikut:

102 of 145

A. Alat yang Digunakan meliputi :


1. Laptop.
2. Handphone Android.
3. Solder Timah.
4. Solder Karet.
5. Software Arduino 1.0.
6. Arduino Uno sebagai bootloader untuk upload program.
B. Bahan-bahan yang Digunakan meliputi :
1. Mikrokontroller ATmega328.
2. Sensor Gerak.
3. LCD 16x2.
4. Motor Direct Current..
5. Kapasitor Elco 2200 microFarad/35volt, 100 microFarad/16volt.
6. Kapasitor keramik 22 pf.
7. Resistor 10 kohm, 330 ohm.
8. Lampu LED.
9. Heatshink (alumunium pendingin).

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

10. Jack Baterai.


11. Switch On/Off.
12. Timah Solder.
13. Kabel konektor.
14. Pin Header.
15. Kristal 16 MHz.
16. Socket 28 kaki.
17. Tombol Reset.
18. Printed circuit board.
19. Buzzer.
20. LCD.
21. Sensor Cahaya.
22. IC regulator (LM7805, LM7806).
23. Bluetooth HC-06.

Perancangan Perangkat Keras (Hardware)


Agar mempermudah penulis dalam menjelaskan perancangan perangkat keras, maka di gambarkan
alur dan cara kerja perangkat keras pada rangkaian diagram blok pada gambar 3.1 bawah ini:

103 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.1 Diagram blok rangkaian hardware


Pada gambar 3.1 merupakan alur dari diagram blok, yang dimana terdapat konfigurasi seluruh
rangkaian yang digunakan. Prinsip dari kerja sistem yang di rancang adalah Smartphone, sensor gerak dan
sensor cahaya menjadi media untuk memberikan input pada mikrokontroller dan ketika mikrokontroller
mendapat inputan dari smartphone, sensor gerak dan sensor cahaya maka masing-masing output akan berada
pada logika HIGH dan sebaliknya akan mendapat logika LOW.

Rangkaian Catu Daya


Agar alat yang dibuat dapat bekerja sesuai dengan fungsinya, maka diperlukan sumber tegangan listrik
sebagai catu daya. Rangkaian catu daya yang digunakan mendapatkan sumber tegangan dari adaptors
switching dengan output 12 volt. Tegangan tersebut kemudian diturunkan menjadi 6 volt dan 5 volt tegangan
DC, melalui IC regulator LM7806 dan LM7805. Arus yang masuk dari adaptor switching akan melalui
kapasitor yang bertujuan untuk mengurangi noise pada tegangan DC.
Setelah itu keluaran dari kapasitor tersebut masuk ke IC regulator yang fungsinya adalah untuk
menstabilkan tegangan. IC regulator ini terdiri dari dua buah IC, yaitu LM7806 yang menghasilkan tegangan
+6 volt, dan LM7805 yang menghasilkan tegangan +5 volt. Keluaran dari IC regulator ini kemudian akan
masuk kembali ke kapasitor agar tegangan DC yang dikeluarkan dapat lebih halus lagi (smooth).
Pada rangkaian catu daya ini menggunakan empat buah sumber catu daya, yang akan digunakan
terpisah untuk memberikan tegangan kerja pada masing-masing rangkaian. Rangkaian yang menggunakan
tegangan sebesar +5 Volt DC adalah rangkaian kontrol L293, rangkaian motor DC, rangkaian sensor cahaya,
sensor gerak, dan rangkaian sistem mikrokontroller.

104 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.2 Rangkaian Catu Daya


Rangkaian catu daya yang digunakan untuk memberi supply tegangan mikrokontroler harus stabil dan
mempunyai arus yang cukup untuk mensuplai mikrokontroller sehingga tidak terjadi drop tegangan saat
mikrokontroler dioperasikan.
Agar supaya daya yang disuplai rangkaian elektronik tidak berubah-ubah, diperlukan suatu komponen
berupa IC Regulator. Komponen ini biasanya sudah dilengkapi dengan pembatas arus (current limiter) dan
pembatas suhu (thermal shutdown). Pada rangkaian alat penguku suhu ruangan ini daya yang dibutuhkan
adalah sebesar +5V dengan jenis arus DC (bolak-balik). Untuk itu IC regulator yang digunakan adalah IC
7805.

Rangkaian Sistem Minimum ATmega 328


Agar mikrokontroller ATmega328 dapat digunakan sebagai sistem kontrol perlu dibuat sistem
minimumnya. Gambar 3.3 adalah gambar sistem minimum dari mikrokontroller ATmega328.

105 of 145

Gambar 3.3 Rangkaian sistem minimum Mikrokontroller ATmega328


Pada rangkaian di atas merupakan minimum system yang digunakan dalam project ini, rangkaian

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

diatas memerlukan Bootloader arduino yang digunakan sebagai media untuk mengupload program kedalam
mikrokontroller ATmega328, karena minimum system diatas belum memiliki USBasp, dimana USBasp
tersebut adalah salah satu cara penanaman program kedalam mikrokontroller dengan mode USB downloader.

Rangkaian Modul Bluetooth


Dalam rancangan ini tidak banyak pin yang digunakan, yang dibutuhkan hanya, Pin TX dan Pin RX
untuk

komunikasi

data

dengan

mikrokontroler

melalui

Smartphone

menggunakan

komunikasi

serial.sedangkan sumber tegangan kerjanya menggunakan tegangan paositif sebesar 5 volt dc, yang
didapatkan dari keluaran IC Regulator LM7805.
Pin TX yang berada pada bluetoth dihubungkan dengan dengan pin RX yang ada pada
mikrokontroller, sedangkan pin RX yang ada pada bluetooth dihubungkan dengan pin TX yang ada pada
mikrokontroller sehingga jalur komunikasi serial dapat terhubung dengan baik karna proses komunikasi serial
itu sendiri adalah proses pengiriman dan penerimaan data melalui jalur RX dan TX yang ada pada bluetooth
dan mikrokontroler. Sedangkan pin RX yang ada pada mikrokontroller terletak pada pin 2, sedangkan pin TX
berada pada pin 3.

106 of 145

Gambar 3.4 Rangkaian Bluetooth HC-06

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.5 Flowchart rangkaian Bluetooth

Gambar 3.6 Inisialisasi bluetooth dalam program arduino


Cara kerja dari motor DC adakaj sbg bgerikut

Gambar 3.7 Inisialisasi pembacaan data dari Bluetooth


Pada blok program diatas merupakan fungsi untuk membaca data dari komunikasi antara Bluetooth
dan handphone, yang nanti nya kana di kirim ke mikrokontroller dan memberikan perintah pada tiap-tiap
device tergantung tombol penekanannya, contohnya ketika menekan tombol a maka relay1 akan
mendapatkan logika HIGH, dan ketika tombol b maka relay1 akan mendapat logika LOW.

Rangkaian Motor DC
Agar motor DC dapat dikontrol dua arah diperlukan driver motor yaitu IC l293. Pada IC l293 terdapat
16 pin yaitu dua pin enable berfungsi untuk mengijinkan driver menerima perintah untuk menggerakan motor
DC, empat pin input adalah pin input sinyal kendali motor DC, empat pin output adalah jalur output masingmasing driver yang dihubungkan ke motor DC, dua pin VCC adalah jalur input tegangan sumber driver motor

107 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

DC, dimana VCC1 adalah jalur input sumber tegangan rangkaian kontrol driver dan VCC2 adalah jalur input
sumber tegangan untuk motor DC yang dikendalikan. dan empat pin ground adalah jalur yang harus
dihubungkan ke ground, pin GND ini yang berdekatan dan dapat dihubungkan ke sebuah pendingin kecil.

Gambar 3.8 Rangkaian Motor DC


Rangkaian di atas baru akan bekerja ketika mendapat inputan dari handphone, huruf yang digunakan
adalah huruf c untuk menghidupkan mesin, huruf d untuk mematikan mesin satu. Cara kerja
rangkaian di atas adalah dengan memberikan tegangan 5 volt sebagai Vcc pada pin 16 dan 5 volt pada pin
delapan untuk tegangan motor, maka IC l293 siap digunakan. Jika terdapat tegangan input satu dan input dua
maka dengan memberikan logika HIGH pada enable1 maka output 1 dan output 2 akan aktif. Sedangkan
enable1 berlogika rendah, meskipun terdapat tegangan pada input 1 dan input 2, output tetap nol (tidak aktif).
Hal ini juga berlaku untuk input 3, 4 dan output 3, 4 serta enable 2. Konfigurasi pin IC L293 di atas,
rangkaian di atas dapat digunakan untuk mengontrol dua motor DC sekaligus, dan juga dapa mengontrol
motor DC secara kontinu dan dengan teknik PWM (Pulse-Width Modulation). Adapun penulisan listing
program untuk driver L293 dapat ditulis seperti terlihat pada gambar berikut.

108 of 145

Gambar 3.9 Inisialisasi Motor DC dalam program arduino

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Listing program yang ditunjuk pada garis hitam pertama adalah menghubungkan pin 3,4,5 yang
terdapat pada mikrokontroller dan pin 1,2,7 yang terdapat pada IC driver L293, sedangkan listing program
yang kedua adalah bagaimana mendeklarasikan sebuah IC driver L293 sebagai keluaran dari perintah yang
terdapat pada mikrokontroller.

Gambar 3.10 Flowchat kontrol untuk motor DC


Untuk flowchart diatas merupakan alur dan cara untuk mengontrol motor dc dengan penekanan
tombol c dan tombold melalui komunikasi media Bluetooth, untuk listing programnya dapat di
tulis seperti terlihat pada gambar berikut.

Gambar 3.11 Listing program untuk mengontrol motor DC

Rangkaian Sensor Gerak dan Sensor Cahaya


sensor disini terdiri dari dua sensor yaitu sensor gerak dan sensor cahaya dimana cara kerjanya
berbeda tapi memiliki fungsi yang sama yaitu dimana PIR(Passive Infrared Received) sensor berfungsi untuk
mendeteksi gerakan yang memberikan inputan pada mikrokontoller. Dan Sensor Cahaya berfungsi ketika

109 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Sensor keamanan pertama tidak berfungsi. Dan skema dari rangkaian sensor gerak dan sensor cahaya tersebut
seperti dibawah ini

Gambar 3.12 Rangkaian PIR sensor dan sensor Cahaya

Gambar 3.13 Listing program untuk mengontrol sensor PIR dan LDR
Pada gambar listing program diatas merupakan pendeklarasian pin data untuk sensor PIR dan sensor
cahaya, pendeklarasian ini dimaksudkan untuk pengalamatan pin data yang berada pada pin Analog yaitu pin
analog A4 untuk sensor gerak, sedangkan pin Analog A1 untuk sensor cahaya. Untuk tegangan kerja pada
sensor PIR dan sensor cahaya bersumber dari tegangan eksternal dengan sumber tegangan sebesar 12 volt dc
dan di konversi menjadi tegangan 5 volt dc melalui IC regulator. Tegangan 5 volt dc sudah cukup karena
sensor PIR dan sensor LDR mengkomsusi tegangan sebesar 5 volt dc.

110 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.14 Flowchart Input analog sensor LDR dan PIR

Rangkaian Buzzer dan LED (light emitting diode)


Rangkaian ini berfungsi sebagai media indikator pada saat menerima input dari sensor LDR dan sensor
PIR dan doproses oleh mikrokontroller dan akan memberikan logika HIGH . Dan skema rangkaian Buzzer
dan LED (light emitting diode) seperti dibawah ini.

Gambar 3.15 Rangkaian Buzzer dan LED (light emitting diode)


Prinsip dari kerja rangkaian diatas adalah, ketika sensor PIR mendapat inputan dari pergerakan dari
orang maka buzzer akan bunyi dan lampu warna merah akan menyala dengan mode flip-flop, dan begitu juga
ketika mendapatkan inputan dari sensor cahaya maka sistem akan bekerja seperti hal nya ketika sensor PIR
mendapat inputan.

111 of 145

Gambar 3.16 Listing program untuk mengontrol Buzzer

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.17 Flowchart untuk kontrol buzzer

Rangkaian Relay
Pada dasarnya penggunaan rangkaian relay dimaksudkan untuk menghidupkan dan mematikan arus
tegangan kerja pada rangkaian kontrol mesin industri sehingga arus yang mengalir dapat dihidupkan atau
dimatikan sesuai dengan kebutuhan.
Pada dasarnya cara kerja rangkaian relay akan bekerja ketika diberikan perintah dengan huruf a
pada handphone lalu dikirim ke mikrokontroller melalui media Bluetooth, dan setelah diterima data yang
dikirimkan tersebut lalu diproses oleh mikrokontroller dan akan memberikan sinyal HIGH pada
rangkaian relay yang artinya rangkaian relay tersebut akan berada pada kondisi aktif dan rangkaian control
mesin industry akan mendapatkan arus, sehingga rangkaian control mesin industry dapat bekerja sesuai
dengan yang diinginkan, dan ketika akan mematikan arus pada rangkaian control mesin industry tinggal
menekan huruf b, yang artinya mikrokontroller akan memberikan sinyal tidak aktif terhadap
rangakaian relay, sehingga rangkaian control mesin industry tidak mendapatkan arus lagi, karena rangkaian
relay berada pada kondisi LOW. Gambar rangkaian relay dapat dilihat pada gambar berikut:

112 of 145

Gambar 3.18 Rangkaian Relay

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Untuk memberikan tegangan kerja pada sebuah relay perlu dikonfigurasikan terlebih dahulu pada
program arduino. Dan untuk mendeklarasikan relay pada program arduino dapat dilihat seperti gambar
berikut ini:

Gambar 3.19 Listing program untuk mengontrol Relay

Gambar diatas adalah bagaimana cara mengkonfigurasikan relay pada program arduino, dalam
rangkaian sistem ini relay di pasang pin 9 dan 10 pada mikrokontroller

Gambar 3.20 Flowchart untuk kontrol relay

Rancangan Display LCD


LCD karakter adalah suatu modul yang berfungsi sebagai display yang dapat menampilkan karakter
alpha numeric yang memiliki 16 kolom dan 2 baris karakter. LCD ini memiliki warna dasar biru dan karakter
berwarna putih dengan menggunakan backlight. LCD ini berbasis HD44780 dengan supply tegangan sebesar
5V DC. Dengan menggunakan lcd karakter 16x2 display segala intruksi yang akan dilakukan akan
ditampilkan pada waktu yang telah ditentukan, baik itu kondisi mesin maupun intruksi-intruksi yang akan

113 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

dilakukan selanjutnya, gambar dibawah ini menunjukan bagaimana sebuah lcd karakter 16x2 display
dihubungkan dengan mikrokontroller.

Gambar 3.21 Rangkaian skema LCD 16x2


Ketika lcd karakter 16x2 display sudah dihubungkan dengan sebuah mikrokontroller, lcd karakter
16x2 display tidak bisa langsung digunakan untuk menampilkan pesan, agar dapat digunakan seperti apa yang
diinginkan, harus di upload program terlebih dahulu kedalam mikrokontroller agar dapat menampilkan
karakter. Listing program yang digunakan dapat dilihat seperti gambar berikut:

Gambar 3.22 Listing program untuk mengontrol LCD


Listing program yang terdapat pada garis hitam diatas adalah untuk baris pertama yaitu sebuah
pustaka atau Library bahasa pemrograman arduino, sedangkan baris keduanya adalah mendeklarasikan lcd
karakter pada pin mikrokontroller, terdapat enam buah pin yang digunakan yaitu pin (8, 7, 6, 2, A2, A3).
Sedangkan gambar berikut adalah listing program untuk menampilkan pesan ketika mikrokontroller mulai
dihidupkan.

114 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.23 Listing program LCD pada saat mikrokontroler dihidupkan

Listing program yang terdapat didalam garis hitam tersebut akan dijalan hanya satu kali saja, disaat
mikrokontroller pertama kali dihidupkan, sedangkan listing program yang akan dijalankan berulang kali dapat
dilihat pada gambar berikut.

Gambar 3.24 Listing program LCD untuk memberikan input

Listing program diatas akan terus dijalankan selama masih terdapat arus listrik, listing program diatas
akan ditampilkan ketika pada mikrokontroller mendapat inputan berupa huruf a dari handphone
merupakan perintah untuk menghidupkan pengapian, dan ketika mikrokontroller mendapat inputan huruf
b dari handphone lcd karakter16x2 display akan menampilkan pesan seperti pada gambar berikut:

115 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.25 Listing program LCD pada Arduino


Perintah diatas akan ditamplkan ketika menekan huruf b yang merupakan perintah untuk
mematikan pengapian.

Gambar 3.26 Flowchart untuk LCD Display

Rangkaian Sistem Keseluruhan


Setelah melakukan perancangan perangkat keras dari seluruh komponen dan bahan yang digunakan,
maka rangkaian sistem keseluruhan akan terlihat seperti gambar 3.27 sebagai berikut:

116 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.1 Skema rangkaian sistem keseluruhan


Keterangan jalur-jalur diatas :

a. Jalur merah sebagai arus positif (+).


b. Jalur hitam sebagai arus negatif ( - ).
c. Jalur biru sebagai jalur data.
d. Jalur kuning sebagai jalur PWM untuk motor DC dan motor servo.
e. Jalur hijau sebagai jalur clock (pembangkit frekuensi) untuk kristal.

Konsep Perancangan Perangkat Lunak (Software)


Perancangan perangkat lunak, adalah melakukan penulisan listing program ke dalam suatu Software
Arduino 1.0 dengan menggunakan bahasa pemrograman C, dimana perintah-perintah program tersebut akan
di eksekusi oleh hardware atau sistem yang di buat.

Penulisan Listing Program Bahasa C


Pada perancangan perangkat lunak akan menggunakan program Arduino 1.0 digunakan untuk
menuliskan listing program dan menyimpannya dengan file yang berekstensi .pde, dan bootloader Arduino
Uno sebagai media yang digunakan mengupload program ke dalam mikrokontroller, sehingga mikrokontroler
dapat bekerja sesuai dengan yang diperintahkan.
Adapun langkah-langkah untuk memulai menjalankan software Arduino 1.0 dapat dilihat seperti pada
gambar 3.28. sebagai berikut :

117 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.28 Membuka program Arduino 1.0


Dalam pemrograman mikrokontroller ATmega328 yang akan dibuat, untuk menuliskan listing program
dapat dilihat pada gambar 3.29. sebagai berikut:

Gambar 3.29 Tampilan layar program Arduino 1.0


Setelah form utama program Arduino 1.0 ditampilkan, maka langkah selanjutnya adalah
mengkonfigurasi pengalamatan port koneksi yang ada pada device manager.

118 of 145

Gambar 3.30Konfigurasi port melalui device manager

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Pada pemrograman mikrokontroller perlu diperhatikan untuk koneksi potrtnya, karena pada
pengalamatan port inilah mikrokontroller dapat berkomunikasi dengan komputer melalui komunikasi serial,
pada gambar 3.31. koneksi port diseting pada port 4 .

Gambar 3.31Menentukan koneksi port 4 pada Arduino 1.0

Seting koneksi port pada Arduino 1.0 dilakukan agar pada saat program di upload tidak terjadi error
karena kesalahan pada pengalamatan port yang sebelumnya di seting juga melalui device manager.

Gambar 3.32 Menyimpan file program pada Arduino 1.0

Langkah selanjutnya adalah menyimpan listing program yang sudah dibuat dengan nama berekstensi
.pde dalam penelitian ini nama file yang akan disimpan dengan nama Perkembangan.pde.
Setelah melakukan penyimpanan file program selanjutnya tahap penulisan listing dimulai dari
mengimpor library dan dapat di lihat pada gambar 3.33 sebagai berikut:

119 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.33 Mengimpor library pada header Arduino 1.0

Selanjutnya tahap penulisan program, perlu diketahui pada pemrograman mikrokontroller ATmega328
yang menggunakan bootloader Arduino Uno sebagai media untuk menanamkan program dan Arduino 1.0
sebagai media untuk menuliskan listing program. Serta menambahkan library yang akan digunakan, yaitu
Licuid Cristal, perlu ditambahkan library karena menggunakan fungsi header bahasa c yang terdapat pada
Arduino 1.0 itu sendiri.
Setelah langkah pada gambar di atas dilakukan, agar sistem dapat bekerja sesuai dengan yang
dinginkan, selanjutnya lakukan penulisan listing program secara keseluruhan.

Gambar 3.34 Proses kompilasi listing program

Setelah listing program ditulis semua, langkah selanjutnya proses kompilasi untuk mengecek apakah
listing program yang ditulis terjadi kesalahan atau tidak, proses kompilasi dapat dilihat pada gambar 3.34
diatas.

120 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Selanjutnya jika hasil dari kompilasi listing program dan hasil dari proses kompilasi tidak terjadi error,
artinya proses penulisan listing program sudah benar, hasil dari kompilasi inilah yang nantinya akan
ditanamkan ke dalam sistem mikrokontroller ATmega328.

Pengisian program ke dalam IC ATmega328


Mikrokontroller bisa bekerja jika di dalamnya sudah dimasukkan listing program, program yang akan
dimasukan kedalam mikrokontroller ATmega328 yaitu program aplikasi yang dibuat dengan aplikasi Arduino
1.0. Untuk melakukan pengisian program menggunakan perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak
(Software) dapat dilihat pada gambar 3.23 berikut:

Gambar 3.35 Rangkaian board Arduino dengan internal clock

Dengan menggunakan arduino sebagai media untuk memasukan program ke dalam mikrokontroller
ATmega328, maka program yang ditulis pada Arduino 1.0 dapat langsung dimasukan kedalam mikrokontroller
ATmega328. Langkah selanjutnya sebelum listing program dimasukan ke dalam mikrokontroller, yang perlu
diperhatikan yaitu jenis board yang akan digunakan pada saat memasukan listing program, proses pemilihan
board yang digunakan untuk memasukan listing program dapat dilihat pada gambar 3.36. sebagai berikut:

121 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 3.36 Pemilihan Arduino board

Setelah jenis board sudah dipilih, langkah selanjutnya adalah memasukan program ke dalam
mikrokontroller dengan menggunakan internal clock, arti dari internal clock adalah dengan memanfaatkan
board Arduino sebagai board untuk berkomunikasi dengan komputer, dan mikrokontroller yang ada pada
arduino board tersebut dilepas, agar IC ATmega328 yang akan digunakan dapat terbaca oleh Arduino board.

Gambar 3.37 Mengupload program kedalam mikrokontroller ATmega328

Pada tampilan pemrograman Arduino 1.0 diatas, dilakukan dengan mengklik tombol upload yang ada
pada Arduino 1.0, pada saat mengupload listing program secara otomatis akan menampilkan pesan bahwa
proses upload program tidak terjadi error atau sukses.

Setelah langkah upload listing program selesai, maka sistem mikrokontroller ATmega328 yang
berjudul SISTEM PROTEKSI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN ANDROID

122 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

BERBASIS MIKROKONTROLLER Atmega328 sudah siap digunakan.

Perangkat Lunak yang digunakan


pada perancangan kali ini penulis memanfaatkan aplikasi blueterm , Program ini bisa didownload free
via Android Market. maka Selanjutnya kita buka program BlueTerm pada Android gadget

Gambar 3.38 ikon aplikasi bluterm pada Android

Lalu Pastikan bluetooth pada smartphone sudah aktif, selanjutnya klik icon BLUE TERM, tekan
MENU dan pilih Connect Device

Gambar 3.39 Koneksi device pada blueterm


Pilih nama device BTSM yang terpasang pada Arduino, selanjutnya LED pada BTSM akan menyala
konstan jika proses pairing berhasil dilakukan. Jika BTSM yang terpasang belum pernah pairing dengan BT
Master , maka akan ditanyakan PIN CODE, masukkan 4 digit pin code (defaultnya 1234).

123 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Jika sudah terkoneksi selanjutnya masukan perintah pada Android dengan mengetikan karakter
hurup :

A untuk menghidupkan pengapian,


B untuk mematikan pengapian,
C untuk menghidupkan mesin,
D untuk mematikan mesin,
E untuk mengaktifkan alarm,
F untuk mamatikan alarm,
Dan maka tampilan pada android seperti gambar dibawah ini.

Gambar 3.40 Tampilan pada smartphone Android

Flowchart Sistem
Pada pembuatan sebuah sistem pengontrolan diperlukan sebuah gambar yang dapat menjelaskan alur
ataupun langkah-langkah dari suatu sistem yang dibuat. Sehingga dapat memberikan penjelasan dalam bentuk

124 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

gambar.
Penjelasan yang berupa proses merupakan gambar dari flowchart sistem yang akan dibuat. Tujuan dari
pembuatan flowchart ini adalah untuk mempermudah pembaca dan pembuat sistem itu sendiri untuk dapat
memahami langkah-langkah serta kemungkinan-kemungkinan dari beberapa keputusan. Dalam pembuatan
Sistem proteksi kendaraan bermotor menggunakan Android berbasis mikrokontroller digunakan
flowchart program sebagai berikut:

Gambar 3.41 Flowchart sistem

User Requirement
Elisitasi Tahap I
Elisitasi tahap I disusun berdasarkan hasil wawancara dengan stakeholder mengenai seluruh
rancangan sistem. Berikut adalah hasil Elisitasi Tahap I:

125 of 145

Tabel 3.1 Elisitasi Tahap I

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Elisitasi Tahap II
Elisitasi Tahap II dibentuk berdasarkan Elisitasi Tahap I yang kemudian diklasifikasikan lagi dengan
menggunakan metode MDI. Berdasarkan Tabel 3.2. terdapat 1 functional dan 1 non function optionnya
Inessential (I) dan harus dieliminasi. Semua requirement tersebut merupakan bagian dari sistem yang dibahas,
namun sifatnya tidak terlalu penting karena walaupun ke-2 requirement tersebut tidak dipenuhi, sistem
pengontrolan dapat running tanpa error. Sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang telah dijelaskan pada
bab sebelumnya, maka semua requirement di atas diberi opsi I (Inessential) dan yang dapat terlihat pada tabel
elisitasi berikut ini :

Tabel 3.2 Elisitasi Tahap II


Keterangan
M = Mandatory(wajib)
D = Desirable(diinginkan)
I = Inessential(bukan bagian sistem)

Elisitasi Tahap III

126 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Berdasarkan Elisitasi Tahap II di atas, dibentuklah Elisitasi Tahap yang diklasifikasikan kembali
dengan menggunakan metode TOE dengan opsi HML. Berikut tabel elisitasi tahap III tersebut:

Tabel 3.3 Elisitasi Tahap III

Keterangan
T : Technical
O : Operational
E : Economic
L : Low
M : Middle
H : High

Final Elisitasi
Final elisitasi merupakan bentuk akhir dari tahap-tahap elisitasi yang dapat dijadikan acuan dan dasar
pengembangan sistem proteksi kendaraan bermotor menggunkan android berbasis mikrokontroler
ATmega328.
Berdasarkan elisitasi tahap III diatas, dihasilkanlah 13 point final elisitasi yang diharapkan dapat
mempermudah dalam membuat suatu sistem pengontrolannya. Berikut tabel final elisitasi tersebut:

127 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Tabel 3.4Final Elisitasi

BAB IV
RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

Rancangan Sistem Usulan


Setelah melakukan perancangan dan pemasangan komponen, selanjutnya adalah melakukan
serangkaianuji coba pada masing-masing blok rangkaian yang bertujuan untuk mendapatkan kesesuaian
spesifikasi dan hasil yang diinginkan. Untuk lebih jelas mengenaipembahasan hasil uji coba yang akan
dilakukan dan dapat dilihat pada sub bab berikut.

Prosedur Sistem Usulan


Untuk menganalisa sistem yang diusulkan, pada penelitian ini digunakan program Visual Paradigm for
UML 8.1 Enterprise Edition untuk menggambarkan Use Case Diagram, Activity Diagram.

Use Case Diagram yang Diusulkan

128 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 4.1 Case Diagram yang diusulkan


Berdasarkan Gambar 4.1. Use Case Diagram yang diusulkan terdapat :

a. 1 system yang mencakup seluruh kegiatan sistem..


b. 1 actor yang melakukan kegiatan, yaitu Pemilik Kendaraan.

Activity Diagram yang Diusulkan

Gambar 4.2 Activity Diagram yang diusulkan


Berdasarkan Gambar 4.2. Activity Diagram yang di usulkan, terdapat :
a.1 Initial Node, objek yang diawali.
b. 3 action, state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu. aksi di antaranya: Buka Aplikasi
Blueterm, Connect device, masukan perintah pada Android.

129 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

c. 1 Final State, objek yang diakhiri.

Perbedaan prosedur antara Sistem Berjalan dan Sistem Usulan


Pada sub bab ini menjelaskan prosedur yang digunakan antara prosedur yang sudah ada dengan
prosedur system yang diusulkan dengan menggunakan table perbandingan yang dapat dilihat pada table
berikut.

Tabel 4.1 perbedaan prosedur sistem berjalan dan sistem yang diusulkan

Flowchart Sistem yang Diusulkan


Pada pembuatan sebuah sistem kontrol diperlukan sebuah gambar yang dapat menjelaskan alur atau
langkah-langkah dari cara kerja sebuah sistem yang dibuat, sehingga dapat memberikan penjelasan dalam
bentuk gambar. Penjelasan yang berupa gambar proses kerja sebuah sistem merupakan gambar dari diagram
alur sistem yang akan dibuat. Tujuan dari pembuatan diagram alur adalah untuk mempermudah pembaca dan
pembuat sistem itu sendiri untuk memahami langkah-langkah serta cara kerja sebuah sistem yang dibuat. Dari
penelitian yang dilakukan menghasilkan flowchart sistem sebagai berikut:

130 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 4.3 flowchart yang diusulkan

Rancangan Prototype

Gambar 4.4 Prototype Alat yang dibuat

Konfigurasi Sistem Usulan

Spesifikasi Hardware

131 of 145

a. Processor : Intel(R) Core i3-2350M


b. Monitor : SVGA 15

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

c. Mouse : Standart
d. Keyboard : Standart
e. RAM : 4 GB
d. Harddisk : 500 GB
e. Printer : Canon Pixma

Aplikasi yang Digunakan


a. Office 2010
b. Arduino 1.0
c. Fritzing
d. Visual Paradigma
e. Google Chrome

Hak Akses
a. Pemilik Kendaraan

Testing

132 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Pengujian Rangkaian Catu Daya


Catu daya sebagai power supply adalah sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya
untuk piranti lain yang sangat penting. Dalam realisasi perangkat keras yang berupa Sensor cahaya,sensor
gerak, Relay, LCD 16x2 Character dan keseluruhan rangkaian sistem di sini membutuhkan catu daya.
Gambar 4.5. adalah merupakan gambar rangkaian catu daya yang terhubung dalam suatu rangkaian sistem.
Uji coba dilakukan dengan menggunakan lampu led (light-emitting diode), sebagai output dari tegangan kerja
pada sebuah rangkaian catu daya, uji coba rangkaian catu daya dapat di lihat pada gambar berikut:

Gambar 4.5 Pengujian Rangkaian Catu Daya

Pengujian Rangkaian mikrokontroller Atmega 328


Rangkaian mikrokontroler ini merupakan tempat pengolahan data dan pengoperasian alat. Dan dalam
rancangan mikrokontroler ini berfungsi sebagai otak dari seluruh sistem rancangan. Mikrokontoler
ATmega328P ini memiliki dua buah port dan berbagai pin yang digunakan untuk menampung input dan
output data dan terhubung langsung dengan rangkaian-rangkaian pendukung lainnya. Pembagian fungsi dari
tiap-tiap pin sebagai berikut:
1. Pin D.13 pin D.2, digunakan sebagai output yang dihubungkan dengan rangkaian LED pada
bagian kolom yang berfungsi untuk menyelakan lampu pada rangkaian LED.

133 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

2. Pin D.4 Pin D.1, berfungsi untuk menerima data 4 bit yang dihasilkan dari lampu LED pada
bagian baris yang akan terhubung dengan ground jika salah satu tombol ditekan.
3. Pin D.3, digunakan untuk mengontrol relay yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan
jalur api
4. Pin XTAL1, Pin XTAL1, merupakan saluran masukan ke rangkaian oscillator yang dihubungkan
dengan Kristal yang mempunyai frekuensi 11,0592 MHz dan dua buah kapasitor dengan nilai kapasitansi 33
pikofarad. Rangkaian oscillator pada mikrokontroler berfungsi untuk membentuk clock yang menentukan
kecepatan kerja mikrokontroler.
5. Pin XTAL2, merupakan saluran keluaran penguat oscillator yang di hubungkan dengan Kristal
menuju ground melalui sebuah kapasitor.Pin ini juga sebagai pelengkap rangkaian oscillator pembentuk clock.
6. Pin Reset, pada mikrokontroler ATmega328P juga menyediakan sarana reset yang terletak pada pin
1 (satu). Rangkaian Power On Reset ini menggunakan kapasitor, C7 (10 F) dan resistor R4 (1K ). Yang
membentuk rangkaian power on reset dimana rangkaian ini akan mereset rangkaian mikrokontroler, sehingga
mikrokontroler tersebut kembali menjalankan program yang ada di dalamnya dari awal. Dan kondisi pada
internal RAM tidak terjadi perubahan selama proses reset berlangsung Rangkaian reset yang terdapat pada
gambar 4.45. merupakan rangkaian yang dapat bekerja secara otomatis saat sumber daya di aktifkan. Pada
saat sumber daya di aktifkan, maka kapasitor C7 akan terhubung singkat, sehingga arus mengalir dari Vcc
langsung ke kaki reset (RST) yang membuat kaki tersebut berlogika 1. Kemudian kapasitor mulai terisi hingga
tegangan pada kapasitor (Vc), yaitu tegangan antara Vcc dengan titik percabangan antara kapasitor C7,
resistor R4 dan kaki reset mencapai Vcc. Otomatis tegangan pada resistor R4 atau pun tegangan reset akan
turun menjadi 0, sehingga kaki reset akan berlogika 0 dan proses reset pun selesai..
7. Port C.0 Port C.3, digunakan untuk mengirimkan data 4 bit bagian Most Significant Bit (MSB).
8. Port C.5, dihubungkan pada pin Register Select (RS) yang digunakan untuk memilih apakah data
yang itu instruksi atau data. Jika RS=0, berarti mikrokontroler sedang mengirimkan instruksi dan jika
sebaliknya berarti mikrokontroler sedang mengirimkan data.

134 of 145

9. Pin C.4, digunakan untuk mengontrol data yang dikirimkan

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Gambar 4.6 konfigurasi pin ATmega 328

Pengujian Rangkaian LCD 16x2 Character


Agar rangkaian LCD 16x2 Character dapat bekrja sesuai dengan apa yang diharapkan maka perlu
dilakukan pengujian, yaitu dengan melakukan uji coba untuk menampilkan nama penulis yaitu HERI
KUSWANTO pada layar LCD 16x2 Character.
Perlu diketahui bahwa pengujian rangkaian LCD 16x2 Character dapat menggunakan Software Virtual
Breadboard, yang merupakan software yang dapat digunakan untuk melakukan uji coba program arduino.
Untuk uji coba rangkaian LCD 16x2 Character dapat dilihat pada gambar 4.7 sebagai berikut.

Gambar 4.7 Pengujian rangkaian LCD 16x2 Charakter

Setelah melakukan uji coba maka rangkaian LCD 16x2 Charakter dapat digunakan dan sesuai dengan
apa yang diinginkan. Pada rangakaian LCD 16x2 Charakter memerlukan sumber tegangan kerja sebesar +5

135 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

vdc, tegangan tersebut akan diperoleh dari rangkaian catu daya.


Untuk melakukan uji coba diatas yang menampilkan pesan HERI KUSWANTO pada LCD 16x2
charakter dapat ditulis seperti gambar berikut ini.

Gambar 4.8 pengujian listing program untuk LCD

Pengujian rangkaian pengendali motor DC


Rangkaian pengendali motor DC digunakan untuk mengendalikan motor DC untuk melakukan
perputaran ke arah kanan dan kiri, dalam hal ini untuk melakukan proses menjalankan roda kendaraan
bermotor roda empat.
Pengujian yang akan dilakukan pada rangkaian pengendali motor DC menggunakan IC L293, hanya
untukmengetahui dan memastikan bahwa arah putaran dan besar tegangan yang digunakan sesuai dengan
kebutuhan sistem tersebut. Langkah pertama yang dilakukan adalah memberikan tegangan pada rangkaian
L293 untuk menentukan tegangan yang sesuai dengan tenaga ( torsi ) yang dihasilkan dan tidak terlalu cepat
perputarannya untuk motor DC. Berikut adalah merupakan hasil pengujian perbandingan antara tegangan
dengan torsi yangdihasilkan.
1. Motor DC diberikan tegangan sebesar 12 volt, torsi yang dihasilkan terlalu cepat, sehingga IC
regulator akan cepat panas.
2. Motor DC diberikan tegangan sebesar 9 volt, torsi yang dihasilkan dapat menggerakkan pintu ,
tetapi kecepatan roda kendaran bermotor roda empat masih terlalu tinggi.

136 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

3. Motor DC diberikan tegangan sebesar 5 volt, torsi yang dihasilkan mampu menghidupkan dan
mematikan mesin

Penjelasan Keyword Yang di Gunakan


Setiap program yang menggunakan bootloader Arduino biasa disebut sketch mempunyai dua buah
fungsi yang harus ada yaitu:

1. Void setup() { }
yaitu semua kode didalam kurung kurawal akan dijalankan hanya satu kali ketika program dijalankan
untuk pertama kalinya.
2. void loop( ) { }
yaitu fungsi ini akan dijalankan setelah fungsi setup (void setup () { }) selesai. Setelah dijalankan satu
kali fungsi ini akan dijalankan lagi, dan lagi secara terus menerus sampai catu daya (power) dilepaskan.
Berikut ini adalah elemen bahasa C yang dibutuhkan dalam format penulisan.
1. pinMode
digunakan dalam void setup() untuk mengkonfigurasi pin apakah sebagai input atau output. Untuk
output digital pin secara default di konfigurasi sebagai input sehingga untuk merubahnya harus menggunakan
operator pinMode (pin, mode) dan digunakan untuk menetapkan mode dari suatu pin, pin adalah nomor pin
yang akan digunakan dari 0-19 (pin analog 0-5 adalah 14-19). Mode yang bisa digunakan adalah INPUT atau
OUTPUT.

137 of 145

2. digitalWrite
digunakan untuk mengset pin digital. Ketika sebuah pin ditetapkan sebagai output, pin tersebut dapat

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

dijadikan HIGH (ditarik menjadi 5 volts) atau LOW (diturunkan menjadi ground).

Evaluasi
Berdasarkan uji coba dari keseluruhan sistem yang dibuat terdapat dua metode pengujian yang
dilakukan baik secara software maupun secara hardware, pada saat melakukan pengujian pada aplikasi
Blueterm dan sistem mikrokontroller, pembacaan data yang dilakukan sensor tidak bisa ditampilkan dalam
bentuk data kedalam form input, pembacaan data yang dilakukan sensor hanya dapat ditampilkan dengan
mode indicator saja. sedangkan pada form kontrolnya tidak terdapat kendala karena pada form kontrol
tersebut hanya memberikan perintah-perintah pada sistem mikrokontroller melalui komunikasi serial.

Lalu uji coba dilakukan lagi secara hardware yaitu dengan mendekatkan objek pada sensor Gerak
yangdidapat hasil yang baik dan memiliki akurasi dan tingkat sensifitas yang cukup bagus. pada device yang
digunakan sebagai media indicator akan merespon cepat ketika sensor gerak mendapat logika
HIGHdevice yang digunakan sebagai indicator yaitu Lampu LED. Hasil dari evaluasi baik secara
Software dan Hardware mendapat hasil yang cukup baik sehingga sudah dapat diterapkan dalam bentuk
Prototype.

Implementasi

Sechedjule
Schedule atau jadwal implementasi berisi waktu yang diperlukan dalam mengoperasikan sistem yang
dibuat. Jadwal implementasi dapat dilihat pada tabel berikut ini.

138 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Tabel 4.2Sechedjule Implementasi

Estimasi Biaya

139 of 145

Tabel 4.3 Estimasi Biaya

BAB V
PENUTUP

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Kesimpulan
Berdasarkan uraian sebelumnya serta analisa yang dilakukan oleh penulis mengenai sistem proteksi
kendaraan bermotor menggunakan Android berbasis mikrokontroller Atmega 328, maka penulis dapat
mengambil kesimpulan sebagai berikut:

KESIMPULAN TERHADAP PERUMUSAN MASALAH


1. Dengan menggunakan metode password akses dan PIR ( passive infrared receiver) sensor yang
diproses oleh mikrokontroller dapat mengontrol mesin kendaraan bermotor.
Dengan mengontrol relay maka si pengendara dapat memutuskan atau menghubungkan jalur api.
3. Dengan memanfaatkan kode password dan sensor PIR ( Passive infrared Receiver) dan juga sensor
cahaya tidak hanya dapat mengontrol sistem kendali kendaraan bermotor saja melainkan bisa di manfaatkan
sebagai sistem keamanan juga karena tidak sembarang orang dapat mengetahui password yang digunakan
untuk mengontrol kendaraan bermotor tersebut.
4. Penggunaan sistem ini dapat membantu pengendara dalam memproteksi kendaraan bermotornya
secara maksimal, karena sistem ini dipasang sensor PIR (Passive infrared Receiver) untuk dapat di fungsikan
sebagai pendeteksi objek, dan juga sensor cahaya yang difungsikan untuk mendeteksi kendaraaan ketika
dihidupkan.

KESIMPULAN TERHADAP TUJUAN DAN MAFAAT PENELITIAN


A. Kesimpulan Terhadap Tujuan Penelitian
Dengan merancang sistem yang baru diharapkan dapat membantu dalam memproteksi kendaraan
bermotor dengan cara yanglebih efisien karna mengubah cara konvensional menjadi system yang berbasis
Android

140 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

B. Kesimpulan Terhadap Manfaat Penelitian


Dengan adanya Skripsi ini penulis dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang mungkin
belum didapat dari perkuliahan serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari dengan cara kerja yang
sebenarnya, serta dapat membantu si Pengendara tersebut dengan memberikan masukan positif serta langkah
apa yang harus ditingkatkan dalam sistem proteksi kendaraan bermotor.

SARAN
1. Sebagai negara berkembang, sistem ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan perkembangan
teknologi pada industri kendaraan bermotor roda dua ataupun roda empat
2. Sistem ini tidak hanya dapat digunakan pada kendaraan bermotor saja, melainkan dapat digunakan
juga sebagai media akses mesin industri maupun sistem keamanan yang lainnya.
3. Bagi peneliti selanjutnya, sistem ini dapat dikembang untuk sistem autopilot, hanya tinggal
penambahan beberapa sensor infrared lagi, agar sistem tersebut dapat dikontrol secara otomatis tampa
campur tangan manusia.

DAFTAR PUSTAKA

141 of 145

Budiharto Widodo. 2009. 10 PROYEK ROBOT SPEKTAKULER.Jakarta: PT. Elex Media


Komputindo.
Erinofiardi, Nurul Iman Supardi, Redi.2012. Penggunaan PLC Dalam PengontrolanTemperatur,
Simulasi Pada Prototype Ruangan. Jurnal Mekanikal, Vol.3 No.2 Juli 2012.
Wahana. 2012. Membuat Aplikasi Android Untuk Tablet Dan Handphone. Pt. Elex Media Komputindo
Sutarman. 2012. Buku Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta:Bumi Aksara.
Guritno, Sudaryono danUntung Rahardja. theory and application of IT Research, April2010,
Halaman: 302.

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

Mulyanto, Agus. 2009. Per.Pancangan Sistem Informasi PerancanganDan Pengendalian Terhadap


Proses Produksi Pada PT. Indofiber Industri.(Laporan Skripsi, STMIK Rahaja, Tangerang).
Rusmadi, Dedy. 2009.MENGENAL KOMPONEN ELEKTRONIKA. Bandung: Pionir Jaya.
Mustakini, Jogiyanto Hartono. 2009. Sistem Informasi Teknologi, Yogyakarta:Andi Offset
http://aplikasiandroid.com/berita-android-2/sejarah-android-os/
http://id.wikipedia.org/wiki/Resistor
Abdul Kadir. 2013. Panduan praktis mempelajari Aplikasi Mikrokontroller dan Pemrogramannya
menggunakan Arduino.
Syahrul. 2012. Mikrokontroller AVR ATMEGA8535
Jalaludin. 2011. Konsep Elisitasi. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Henderi. 2008. Unified Modelling Language, Tangerang : Raharja Enrichment Centre (REC).
Arifin, dan Ardi Amir. 2009. Pemodelan Dan Pengendalian Motor Listrik U.S
Electric Motors Type Dripproof 1750 Rpm/40 Hp/240 Volt. Universitas Tadulako. Jurnal JIMT, Vol.
6, No.1, Mei 2009: 50 59.
Budiharto, Widodo. 2009. 10 Proyek Robot Spektakuler. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Franky Chandra, Deni Arifianto. 2011. Jago Elektronika Rangkaian Sistem Otomatis. Jakarta : PT
Kawan Pustaka.
Rusmadi, Dedy. 2009. Mengenal Komponen Elektronika. Bandung: Pionir Jaya.
Saefullah, Sumardi Sadi, Yugo Bayana. 2009. Smart Wheeled Robotic (SWR) Yang Mampu
Menghindari Rintangan Secara Otomatis. CCIT, Vol.2 No.3 Mei 2009.
http://elektronika-dasar.web.id/komponen/driver-motor-dc-l293d/
http://elektronika-dasar.web.id/komponen/regulator-tegangan-positif-78xx/
http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/rangkaian-seri-dan-paralelresistor/
http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/membaca-kode-warna-resistor/
http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/definisi-kapasitor/
http://elektronika-dasar.web.id/rangkaian/oscilator-dengan-kristal/
http://www.dfrobot.com/wiki/index.php/Adjustable_Infrared_Sensor_Switch_%28SKU:SEN0019%29
http://www.hobbytronics.co.uk/arduino-atmega328-hardcore
http://avrprogrammers.com/devices/ATmega/atmega328
http://cryoarchive.net/tutorials/arduino-tutorials/arduino-programming-atmega328-using-usbasp-and-arduino-

142 of 145

3/1/2016 12:54 AM

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

ide-on-mac-osx/
http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/matrix-keypad-4x4-untuk-mikrokontroler/
http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/prinsip-kerja-motor-dc/
http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/teori-motor-dc-dan-jenis-jenis-motor-dc/

143 of 145

3/1/2016 12:54 AM

144 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

DAFTAR LAMPIRAN
1. Kartu Bimbingan Skripsi
2. Form Seminar Proposal
3. Form Final Presentasi
4. Form Pertemuan Stakholder
5. Form Usulan Penelitian Skripsi
6. Surat Keterangan Wawancara
7. Surat Keterangan Hibah
8. Sertifikat Seminar IT
9. Sertifikat Prosfek
10. Sertifikat Toefl
11. Bukti-bukti Pembayaran
12. Kartu Studi Tetap FInal ( KSTF )
13. Daftar Nilai
14. Validasi Skripsi
15. Validasi Sidang
16. Form ELisitasi

VIDEO ALAT

3/1/2016 12:54 AM

145 of 145

http://www.raharja.ac.id/acid/karyailmiah/TugasAkhir/viewP

3/1/2016 12:54 AM