Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang

Laporan keuangan merupakan bagian dari pelaporan keuangan.


Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan
mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu
entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. Laporan keuangan
terutama digunakan untuk membandingkan realisasi (pendapatan, belanja,
transfer, dan pembiayaan) dengan anggaran yang telah ditetapkan, menilai
kondisi keuangan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas
pelaporan, dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan
perundang-undangan.
Mahsun (2007) menyebutkan beberapa tujuan pelaporan keuangan
sektor publik, yaitu:
a) Kepatuhan dan pengelolaan
b) Memberikan jaminan kepada

pengguna

dan

penguasa

bahwa

pengelolaan sumber daya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan


hukum dan peraturan yang berlaku.
c) Akuntabilitas dan pelaporan restropektif
d) Bentuk pertanggungjawaban kepada publik dan sebagai alat untuk
memonitor dan menilai efisiensi kinerja, yang memungkinkan pihak
eksternal untuk

menilai efektifitas dan efisiensi penggunaan sumber

daya.
e) Perencanaan dan informasi otorisasi
f) Memberikan dasar perencanaan kebijakan dan aktivitas di masa yang
akan datang serta memberikan informasi pendukung mengenai
otorisasi peng-gunaan dana.
g) Kelangsungan organisasi.
h) Membantu para pengguna laporan untuk menentukan apakah suatu
i)

organisasi atau unit kerja dapat melangsungkan usahanya.


Hubungan masyarakat.

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

j) Sebagai alat komunikasi dan media untuk menyatakan prestasi yang


telah dicapai oleh organisasi.
k) Sumber fakta dan gambaran.
l) Merupakan sumber informasi bagi berbagai kelompok kepentingan
yang ingin mengetahui organisasi secara lebih dalam.
Pelaporan keuangan tidak hanya meliputi komponen

laporan

keuangan, tetapi juga meliputi laporan-laporan lain yang diperlukan. Public


Sector Committee IFAC (1996) menyebutkan tujuan pelaporan keuangan
sektor publik secara umum adalah untuk memberikan informasi yang
bermanfaat dan memenuhi kebutuhan pengguna. Lebih lanjut disebutkan
bahwa tujuan pelaporan keuangan sektor publik, khususnya pemerintah
daerah sesuai dengan pembahasan kita, adalah sebagai berikut :
a)
Mengidentifikasi sumber daya yang didapat dan digunakan sesuai
b)

dengan anggaran yang telah disetujui oleh DPRD.


Menyediakan informasi tentang sumber daya

c)

penggunaannya.
Menyediakan informasi tentang cara pemerintah daerah membiayai

d)

aktivitas dan memenuhi kebutuhan kasnya.


Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi
kemampuan

e)

manajemen

dalam

membiayai

keuangan

aktivitasnya

dan

dan

memenuhi kewajibannya.
Menyediakan informasi mengenai kondisi keuangan dan kinerja
pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan efisiensi biaya
operasi dan pencapaian target.
Sedangkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang

Standar

Akuntansi

Pemerintahan

menyebutkan

bahwa

setiap

entitas

pelaporan mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah


dilakukan serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan, secara
sistematis danterstruktur pada suatu periode pelaporan, untuk kepentingan:
a)
Akuntabilitas
Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta
pelaksanaan

kebijakan

yang

dipercayakan

kepada

entitas

pelaporan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara


b)

periodik.
Manajemen

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Membantu para pengguna untuk mengevaluasi pelaksanaan


kegiatan suatu entitas pelaporan dalam periode pelaporan,
sehingga memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan
pengendalian atas seluruh aset, kewajiban, dan ekuitas dana
c)

pemerintah untuk kepentingan masyarakat.


Transparansi
Memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada
masyarakat

berdasarkan

pertimbangan

bahwa

masyarakat

memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh


atas pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan sumber
daya
d)

yang dipercayakan kepadanya

peraturan perundang-undangan.
Keseimbangan Antar generasi
Membantu para pengguna dalam

dan ketaatannya pada

mengetahui

kecukupan

penerimaan pemerintah pada periode pelaporan untuk membiayai


seluruh pengeluaran yang dialokasikan dan apakah generasi yang
akan

datang

diasumsikan

akan

pengeluaran tersebut.
Pelaporan keuangan pemerintah

ikut

menanggung

menyajikan

informasi

beban
yang

bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam menilai akuntabilitas dan


membuat keputusan, baik keputusan ekonomi, sosial, maupun politik
dengan:
(a)
(b)

Menyediakan informasi mengenai kecukupan penerimaan periode


berjalan untuk membiayai seluruh pengeluaran.
Menyediakan informasi mengenai kesesuaian cara memperoleh
sumber daya ekonomi dan alokasinya dengan anggaran yang

(c)

ditetapkan dan peraturan perundang-undangan.


Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi
yang digunakan dalam kegiatan entitas pelaporan serta hasil-hasil

(d)

yang telah dicapai.


Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas pelaporan
mendanai

seluruh

kegiatannya

kasnya.

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

dan

mencukupi

kebutuhan

(e)

Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi


entitas

pelaporan

berkaitan

dengan

sumber-sumber

penerimaannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang,


(f)

termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman.


Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan
entitas pelaporan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan,
sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan.

Untuk

memenuhi

tujuan-tujuan

tersebut,

laporan

keuangan

menyediakan informasi mengenai pendapatan, belanja, transfer, dana


cadangan, pembiayaan, aset, kewajiban, ekuitas dana, dan arus kas suatu
entitas

pelaporan.

Lebih

lanjut

mengenai

laporan

keuangan,

yang

merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah, dibahas dalam


bagian tersendiri.
Analisis Laporan keuangan daerah adalah untuk menguraikan pos-pos
laporan keuangan menjadi informasi yang lebih kecil, melihat hubungan
antarpos Laporan Keuangan dengan tujuan mengetahui kondisi keuangan
entitas pelapor untuk tujuan pengambilan keputusan oleh para stakeholders
seperti masyarakat;
pemeriksa;

wakil rakyat, lembaga pengawas, dan lembaga

pihak yang memberi atau berperan dalam proses

investasi, dan

donasi,

pinjaman;dan pemerintah. Laporan Keuangan Pemerintah

provinsi/kabupaten/kota berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun


2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah terdiri dari Neraca,Laporan
Realisasi

APBD,

Laporan

Arus

Kas

dan

Catatan

atas

Laporan

Keuangan.Laporan keuangan tersebut disajikan dengan prinsip sebagai


berikut :
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

Basis akuntansi;
Prinsip nilai historis;
Prinsip realisasi;
Prinsip substansi mengungguli bentuk formal;
Prinsip periodisitas;
Prinsip konsistensi;
Prinsip pengungkapan lengkap;

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

h) Prinsip

penyajian

wajar.

dan

harus

mengacu

pada

peraturan

perundang-undangan.
1.2.

Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Adalah untuk menggambarkan kondisi keuangan pemerintah yang


disajikan

dalam

Understanding,

bentuk

laporan

keuangan

Forecasting,Diagnosis,Evalution.

yang

dianalisis

Informasi

dari

Untuk
Laporan

Keuangan dapat dikumpulkan dengan menganalisis hubungan antarpos


dalam Laporan Keuangan dan mengidentifikasikan trend dalam hubungan
ini.
1.3.
Batasan Masalah
1. Bagaimana melakukan analisis laporan keuangan daerah dengan
menggunakan teknik analisis hubungan antar komponen Laporan
Keuangan ?
2. Bagaimana memperbandingkan antar pos-pos tertentu pada Laporan
Realisasi APBD /Neraca?
3. Bagaimana perhitungan analisis laporan keuangan daerah dengan
menggunakan teknik analisis perbandingan (analisis rasio)?

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.

Pengertian Analisis

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi III (2001) analisis


adalah (1) penelitian suatu peristiwa atau kejadian(karangan, perbuatan,
dsb) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya (sebab-musabab, duduk
perkaranya, dsb); (2) penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan
penelaahan

bagian

itu

sendiri

serta

hubungan

antarbagian

untuk

memperoleh pengertian yg tepat dan pemahaman arti keseluruhan; (3)


penyelidikan kimia dengan menguraikan sesuatu untuk mengetahui zat
bagiannya

dsb;

(4)

penjabaran

sesudah

dikaji

sebaik-baiknya;

(5)

pemecahan persoalan yg dimulai dengan dugaan akan kebenarannya.Analisa


jelas berbeda dengan Analisis. EYD menyebutkan kata bakunya adalah
Analisis.
Menurut, William N. Dunn,2003:1 dengan mengutip pandangan Harold
Lasswell ia menuliskan bahwa secara umum, analisis kebijaksanaan dapat
dipahami sebagai cara untuk menghasilkan pengetahuan dan segala proses
dalam kebijaksanaan. Ia pun menambahkan bahwa terdapat ciri-ciri yang
menggambarkan pengetahuan yang relevan dengan kebijaksanaan, selain
itu juga dapat dilihat dari bagaimana pengetahuan itu dihasilkan, juga dari
orientasi yang mendasar: pengetahuan adalah penuntun tindakan dan bukan
tujuan itu sendiri.
2.2.

Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Drs.S.Munawir,Laporan Keuangan adalah hasil dari proses


Akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara
data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Menurut Drs.Djarwanto.P.S, Laporan Keuangan adalah hasil dari proses


Akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan
pihak-pihak yang berkepentingan dengan kondisi keuangan dan hasil operasi
perusahaan.
Menurut Myer, Financial Statement Analysis, Laporan Keuangan adalah
dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu
perusahaan. Kedua daftar itu adalah posisi keuangan dan daftar pendapatan
atau daftar rugi laba.
Menurut SAK, Laporan Keuangan adalah merupakan bagian dari proses
pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi
neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan ( yang dapat
disajikan dalam berbagai cara misalnya sebagai laporan arus kas, atau
laporan arus dana ), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang
merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
2.3.

Pengertian Analisis Laporan keuangan

Menurut

Drs.Djarwanto

P.S,

Analisis

Laporan

Keuangan

adalah

merupakan suatu proses analisis terhadap laporan keuangan, dengan tujuan


untuk memberikan tambahan informasi kepada para pemakai laporan
keuangan

untuk

pengambilan

keputusan

ekonomi,

sehingga

kualitas

keputusan yang diambil akan menjadi lebih baik.


Menurut Dwi Prastowo D, M.M, Akt, Analisis Laporan Keuangan adalah
suatu proses membedah-bedah laporan keuangan ke dalam komponenkomponen nya. Penelaahan mendalam terhadap masing-masing komponen
dan hubungan diantara komponen-komponen tersebut akan menghasilkan
pemahaman menyeluruh atas laporan keuangan itu sendiri.
Menurut Leopold A.Bernstein, Financial statement Analysis is the
judgemental process that aims to evaluate the current and past financial
positions and results of operation of an enterprise with primary objective of

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

determining the best possible estimates and predictions about future


conditions and performance.
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, Analisis Laporan Keuangan adalah
analisis terhadap neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keteranganketerangan yang dimuat dalam lampiran-lampiran nya untuk mengetahui
gambaran tentang posisi keuangan dan perkembangan usaha perusahaan
yang bersangkutan.

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1.

Objek Penelitian

Objek Penelitian ini adalah melakukan analisis laporan keuangan pemerintah


kota Manado dengan sampel penelitian berupa laporan keuangan pemerintah kota
Manado tahun anggaran 2008-2009.

3.2.
Sumber data, dan Alat pengumpulan data
3.2.1. Sumber data
3.2.1.1. Data Sekunder yakni data yang bersumber dari referensi
yang dapat berupa buku,majalah,internet serta media lainnya
3.2.2. Alat Pengumpulan Data
Adapun alat pengumpulan data pada penelitian ini sebagai berikut:
3.2.2.1. Studi dokumentasi
Studi dokumentasi pada penelitian ini berupa laporan
keuangan yang disusun oleh PPKD selaku BUD Kota Manado.

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1.

Analisis Hubungan

4.1.1. Laporan Realisasi Anggaran.


Hubungan antar pos laporan realisasi APBD adalah sebagai berikut:
Bila anggaran direncanakan defisit (negatif), maka jumlah pembiayaan
neto harus positif dengan jumlah minimal sama dengan jumlah deficit
tersebut. Jumlah pembiayaan neto positif berarti jumlah penerimaan
pembiayaan lebih besar dari pada jumlah pengeluaran pembiayaan.
Dalam hal ini keadaan keuangan kota Manado pada tahun 2009
mengalami

deficit

sebesar

Rp

46.572.455.287,00

,sedangkan

pengeluaran pemerintah sebesar Rp 2.197.677.226,00, maka untuk


menutup deficit anggaran tersebut pemerintah kota Manado melakukan
penerimaan pembiayaan yakni Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA)
sebesar Rp 54.351.027.284,00 sehingga terdapat Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran (SILPA) sebesar Rp 5.580.894.771,00. Berikut Laporan Realisasi
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Manado Tahun Anggaran
2009:

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

10

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

11

4.1.2.

Neraca

Neraca memberikan informasi mengenai posisi keuangan, yaitu


posisi aset, kewajiban dan ekuitas dana pada tanggal tertentu.Pada
Laporan Keuangan Pemerintah Kota Manado ini Jumlah Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran (SILPA) di ekuitas dana lancer tahun 2009 dapat
menggunakan rumus sebagai berikut:

SILPA = Kas di Kas Daerah1 - Utang PFK

Pada kasus ini terdapat selisih jumlah antara Kas di kas daerah
dikurangi dengan jumlah Utang PFK .Jumlah Utang PFK sebesar Rp
1,872,388,671.00 sedangkan jumlah kas di kas daerah sebesar
Rp7.454.283.442,00. Hasil pengurangan dari Kas di kas daerah dengan
Utang PFK untuk SILPA tersebut yakni sebesar

5,581,894,771.00

.Jumlah SILPA tersebut tidak sesuai dengan jumlah SILPA yang terdapat
di Laporan Realisasi Anggaran yakni sebesar Rp

5,580,894,771.00.

Meskipun demikian saldo tersebut masih terdapat pengecualian yakni


terdapat tambahan pengungkapan Saldo Kas Daerah di Bank Indonesia
sebesar Rp.1.000.000,00 tidak dapat ditelusuri dan tidak diketahui
dasar pencatatannya.(kondisi ini di jelaskan pada Catatan atas Laporan
Keuangan)

1 Karena dalam kasus ini terdapat Akun Kas di Bendahara Pengeluaran maka
penggunaan rumus SILPA =Total Kas- Utang PFK diubah menjadi SILPA=Kas di
Kasda-Utang PFK,Karena akun kontra untuk Kas diBendahara Pengeluaran adalah
EDL Pendapatan yang ditangguhkan
Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

12

Total asset pada Neraca Pemerintah Kota Manado telah sesuai


dengan prinsip dasar akuntansi yakni:
Aset = Kewajiban + Ekuitas Dana

Jumlah Aset di neraca sebesar

Rp

1,361,812,621,838.92

sedangkan jumlah Kewajiban dan Ekuitas dana masing-masing sebesar


Rp 29,946,717,742.30 dan Rp 1,331,865,904,096.62.
Sebaliknya pendekatan Analisis mengenai neraca juga dapat
menggunakan rumus:
Ekuitas Dana = Aset - Kewajiban

Yakni Jumlah Ekuitas Dana sebesar Rp


sedangkan jumlah asset sebesar Rp
kewajiban sebesar Rp

1,331,865,904,096.62 ,

1,361,812,621,838.92 dan

29,946,717,742.30. Jika jumlah asset dan

kewajiban tersebut dikurangi maka jumlah tersebut akan sama dengan


jumlah Ekuitas Dana yakni Rp 1,331,865,904,096.62.
Dalam melakukan Analisis hubungan menggenakan pendekatan
neraca dapat menggunakan rumus:
Ekuitas Dana Lancar = Aset Lancar Kewajiban Jangka
Pendek

Berikut Neraca Pemerintah Kota Manado Tahun Anggaran 2009:

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

13

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

14

Hubungan antara Laporan Realisasi APBD dan Neraca


Jumlah belanja modal dalam laporan realisasi APBD tidak sama dengan
jumlah asset tetap di Neraca Pemerintah kota Manado. Jumlah Belanja
modal pada Laporan Realisasi APBD sebesar Rp 146,370,781,971.00,
sedangkan jumlah asset tetap di Neraca sebesar Rp 147,949,853,371.00 ,
terdapat selisih sebesar Rp 1,579,071,400.00.
Jumlah pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal dalam
perusahaan daerah, jumlah investasi jangka panjang (aset) di dalam neraca
harus bertambah dengan jumlah yang sama, dalam hal ini jumlah
penyertaan modal dalam perusda pada tahun 2009 di LRA-APBD sebesar Rp
1.197.677.226,00 ,hal ini berpengaruh terhadap penyajian di Investasi
Permanen (Penyertaan Modal Pemerintah Daerah) di Neraca pada tahun
2009 menjadi Rp 199.476.781.655,34 ,terjadi peningkatan dari tahun 2008

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

15

ke tahun 2009 sebesar Rp 2,094,588,414.34, yang disebabkan beberapa


koreksi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
4.1.3.

Laporan Arus Kas

Pada Laporan Keuangan yang telah disusun oleh PPKD, Jumlah


arus kas keluar dari aktivitas operasi sama dengan jumlah total belanja
dalam Laporan Realisasi Anggaran tetapi tidak termasuk belanja modal
yakni sebesar Rp 99.798.326.684,00
Jumlah Pengeluaran pembiayaan pada laporan arus kas sama
dengan jumlah pengeluaran pembiayaan pada LRA-APBD tahun 2009
sebesar Rp 2.197.677.226,00.
Berikut Laporan Arus Kas Pemerintah Kota Manado:

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

16

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

17

Hubungan Laporan Arus Kas,Realisasi APBD dan Neraca


Saldo kas pada akhir tahun dalam Laporan Arus Kas harus sama
dengan jumlah kas pada akhir tahun di Neraca (per 31 Desember 2009)
yakni sebesar Rp 7.453.283.442,00
Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

18

Jumlah arus kas masuk dari aktivitas operasi pada Laporan Arus Kas
dapat dihubungkan dengan jumlah pendapatan daerah dalam laporan
realisasi anggaran dengan rumus sebagai berikut :
Arus kas masuk dari aktivitas operasi = jumlah pendapatan daerah penjualan aset daerah yang tidak
dipisahkan

Jumlah Arus kas masuk dari aktivitas operasi Rp 647.169.850.697,00


sama dengan jumlah Pendapatan Daerah sebesar Rp 647.169.850.697,00

4.2.

Analisis Rasio

Rasio

kemandirian

Pendapatan

Asli

Daerah

:Bantuan

pemerintah pusat/provinsi dan pinjaman.


Rasio

Kemandirian

Rp

72.404.996.767,00

Rp

562.843.078.930,00 = 12%
Kemandirian keuangan Pemerintah Kota Manado sebesar 12%
dari total pendapatan. Jadi Pemerintah Kota Manado masih sangat
tergantung pada pendapatan dari dana perimbangan dan transfer
antar pemerintah dari pemerintah provinsi.

Efektifitas

Realisasi

Pendapatan

Asli

Daerah

Target

Pendapatan Asli Daerah


Efektifitas

Realisasi

Rp

72.404.996.767,00

Rp

99.390.085.716,00 = 72,84%
Jadi Realisasi Pendapatan Asli Daerah yakni sebesar 72,84% dari
target Pendapatan Asli Daerah(PAD) pada tahun 2009.

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

19

Efisien =Biaya Pendapatan Asli Daerah : Realisasi Pendapatan


Asli Daerah
Efisien = Rp 2.250.757.300,00 : Rp 72.404.996.767,00 = 3,10%
Jadi tingkat ke-efisienan dalam tingkat biaya pemungutan PAD

jika diperbandingkan dengan realisasi PAD yakni 3,10%. Jika biaya


pemungutan PAD tersebut melebihi 100% berarti hal tersebut tidak
efisien.

Aktifitas Rasio Belanja Rutin =Belanja rutin : Total Pendapatan


Aktifitas Rasio Belanja Rutin = Rp 428.147.922.972,00 : Rp

647,169,850,697.00 = 66% . Jadi Total Pendapatan dalam metode


Aktifitas rasio Belanja rutin cukup mampu dalam membiayai Belanja
rutin yakni sebesar 66%. jika dibandingkan tingkat kemampuan PAD
dalam membiayai belanja rutin.

Aktifitas Rasio Belanja Pembangunan = Belanja pembangunan :


Total Pendapatan Asli Daerah
Aktifitas Rasio Belanja Pembangunan = Rp 58.853.130.168,00 :

Rp 72.404.996.767,00 = 81%.
Jadi Kemampuan PAD dalam melakukan pembiayaan belanja
Pembangunan sebesar 81%.

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

20

DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara


Undang Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Undang Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan
dan Tanggungjawab Keuangan Negara
Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi
Keuangan Daerah
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 perubahan atas PP No.24
Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaaan Keuangan Kaerah
Prof. Dr Abdul Halim dan Muhammad Kusufi Ahmad, Akuntansi Keuangan
Daerah
(Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual), Jakarta, Salemba Empat,
2012.

Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

21