Anda di halaman 1dari 24

BAB III

APLIKASI TEORI
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
1.

Pengkajian
A. Data Umum
1. Identitas Kepala Keluarga
Nama kepala keluarga
: Tn. S
Umur
: 36 Tahun
Alamat
: Jl. Tambak Gringsing Baru - Surabaya
Pekerjaan
: Wiraswasta
Pendidikan
: SD
Agama dan Suku
: Islam/Jawa
Bahasa Sehari-hari
: Jawa
Jarak yankes terdekat
: 1 km
Alat Transportasi
: Sepeda motor
2. Komposisi Keluarga
Data Anggota Keluarga
Nama
Tn. S
Hubungan Kepala

Ny. L
An. F
Ibu
rumah Anak

An. V
Anak

dengan KK
Umur
Jenis

keluarga
36 tahun
Laki-laki

tangga
31 Tahun
Perempuan

11 tahun
Laki-Laki

6 tahun
Perempuan

kelamin
Suku
Pendidikan

Jawa
SD

Jawa
SMA

Jawa
-

Jawa
-

terakhir
Pekerjaan

Wiraswasta

Ibu

rumah Belum

Belum

saat ini
Status gizi TB: 175 cm

tangga
TB: 145 cm

TB: 137 cm

TB: 114 cm

(TB,

BB: 60 kg

BB: 28kg

BB: 21kg

BB, BB: 80 kg

BMI)
TTV (TD, TD:
N, S, P)

110/90 TD : 110/60
N: 85x/menit
120/100mmH mmHg
S:360C
N: 68 /menit
g
S: 360C
RR: 27x/menit
N: 72 x/menit
S:360C
RR:20
RR:24x/meni

TD:

x/menit

TD : 180/60
N:105 x/menit
S: 36,50C
RR:35x/menit

t
Lengkap

Status

Lengkap

Lengkap

Lengkap

dasar
Alat bantu/ X

protesa
Penampilan Baik,

Baik,

Baik

Baik,

umum

menjawab

menjawab

menjawab

menjawab

pertanyaan

pertanyaan

pertanyaan

pertanyaan

dengan jelas

dengan jelas

dengan jelas

dengan

imunisasi

malu

maludengan

orag yang baru


Status

dikenal
Saat ini tidak Saat ini tidak Saat ini tidak Saat

kesehatan

menderita

menderita

menderita

mengalami

saat ini
Riwayat

penyakit
Tidak ada

penyakit
Tidak ada

penyakit
Tidak ada

karies gigi
Tidak ada

penyakit/
alergi

3. Genogram :

ini

36
Thn

31
Thn

11
Thn

Keterangan :
: Laki-laki

: Perempuan

: Meninggal

: Serumah
: Individu yang sakit
4. Tipe Keluarga

7
Thn

Keluarga ini tergolong dalam Nuclear family karena dalam satu rumah
terdapat Ayah, Ibu dan 2 Anak, sehingga akan dapat mempercepat penularan
penyakit jika salah satu anggota keluarga menderita penyakit yang dapat menular.
5. Suku Bangsa (Etnis)
Keluarga ini berbudaya suku jawa yang mempunyai anggapan makan
tidak makan asal kumpul.Berdasarkan tempat tinggal keluarga sebagian
masyarakat adalah etnis Madura dan ada beberapa etnis jawa.Ada beberapa
kegiatan lingkungan yang masih berhubungan erat dengan nilai etnis diantaranya
selamatan, tok otok. Tn. S dan Ny. L berpakaian sesuai dengan perkembangan
jaman saat ini.Pengambil keputusan adalah kepala keluarga. Menurut keterangan
Ny. L, jika ada anggota keluarga yang sakit jika tidak terlalu parah misalnya
demam akan ditangani sendiri seperti membeli obat di warung. Namun jika tidak
kunjung sembuh langsung dibawa ke dokter.Bahasa yang digunakan adalah
bahasa jawa, terkadang berbahasa Madura dalam berkomunikasi dengan
tetangga.Tidak ada hambatan komunikasi dalam keluarga khususnya penggunaan
bahasa.
6. Agama dan Kepercayaan
Semua anggota keluarga menganut agama islam dan memiliki pandangan
yang sama dalam praktik keyakinan beragama. Menurut Tn. S penyakit itu takdir
Allah dan akan selalu mengupayakan kesembuhan semua anggota keluarga jika
ada yang sakit.
7. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Kepala Keluarga : Rp. 2.000.000-,/bln
Istri
:Anak ke 1
:Anak ke 2
:Menurut Ny. L pendapatan keluarganya cukup untuk membiayai kebutuhan
sehari-hari.Kebutuhan yang dikeluarkan meliputi pengeluaran untuk kebutuhan
hidup sehari-hari, biaya sekolah 2 anak, listrik, air, telepon.Keluarga mempunyai
TV dan kulkas.
8. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Setiap hari KK dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan akan rekreasi dan
hiburan biasanya menonton TV, berkumpul dengan keluarga, untuk anak ke-1

sering keluar bermain dengan teman-temannya dan anak ke-2 juga sering keluar
bermain bersama anak seumurannya. Pada saat tertentu keluarga juga
mengadakan rekreasi bersama keluarga besar.
B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
1) Tahap keluarga saat ini
Keluarga Tn. S mempunyai 2 orang anak.Anak ke-1 berusia 11 tahun dan
anak ke-2 berusia 7 tahun.Maka keluarga Tn. S berada pada tahap
perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah.
2) Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Tahap yang belum ada adalah tahap dengan anak remaja dan sebentar lagi
mungkin terjadi sehingga keluarga sudah memikirkan kearah sana. Tahap
yang belum terpenuhi dalam keluarga Tn. S yaitu tahap dan perkembangan
keluarga setelah menikah dan kelahiran anak pertama. Ny. L susah
beradaptasi pada tahun pertama pernikahan seperti kurang pandai memasak
dan pada tahap kelahiran anak pertama, Ny. L masih belum paham
mengenai perawatan bayi seperti memandikan.
C. Riwayat Kesehatan Keluarga
1. Riwayat keluarga sebelumnya
Riwayat keluarga dari pihak suami: Ayah dari Tn. S sudah meninggal dunia
karena hipertensi, sedangkan ibunya sehat.
Riwayat keluarga dari pihak istri: Ayah dari Ny. L meninggal karena lemah
jantung, sedangkan ibunya sehat.
2. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga saat ini
Tn. S: Keadaan sehat, tidak pernah sakit serius. Jika merasa tubuhnya tidak
sehat, Tn. S langsung berolahraga dan tubuhnya langsung membaik.Tetapi Tn.
S sering mengeluh pusing karena terlalu banyak bekerja dan kelelahan.
Ny. L: Keadaan sehat, tidak pernah sakit serius. Pada pemeriksaan berat
badan, Ny. L mengalami berat badan berlebih.
Fahri : Keadaan sehat.. Juga sering minum es dan jajan sembarangan.
Vina : Keadaan mengalami karies gigi, tidak pernah gosok gigi sebelum tidur
malam. Dan sering jajan sembarangan
3. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan

Jika sakit keluarga Tn. S melakukan manajemen sendiri misalnya dengan


membeli obat di warung atau apotik terdekat, jika tidak kunjung sembuh maka
langsung dibawa ke dokter.
D. Pengkajian Lingkungan
1. Karakteristik rumah
Luas rumah : Panjang = 8 m3 , Lebar = 6 m3
Ventilasi : di ruang tamu ada 2 jendela sebagai ventilasi
Pencahayaan : baik
Lantai : keramik
Kebersihan rumah : baik, disapu setiap hari pagi dan sore.
Jenis bangunan : permanen
Denah Rumah :

U
B

Jalan

TERAS RUMAH

Kamar Tidur

Ruang Tamu + Ruang TV

Sampah rumah tangga keluarga Tn. S dikelola oleh dinas kebersihan dan
Kamar
TidurDapur
setiap
bulan ada uang sampah sebesar 15 ribu rupiah. Bagian depan rumah Tn.
S terdapat rekonstruksi bangunan masjid sehingga lingkungan depan kotor.
Juga terdapat got didepan rumah yang tidak lancar.
2. Karakteristik tetangga
Tetangga sebelah kanan dan kiri rumah selalu memperhatikan kesehatan
keluarga Tn. S dengan menjenguk jika ada anggota keluarga Tn. S yang sakit
3. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga tinggal menetap sejak tahun 1980.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Ny. L mengikuti arisan setiap jumat.

5. System pendukung keluarga


Saat sekarang anggota keluarga dalam keadaan sehat.Tetapi jika sakit dan
perlu biaya perawatan rumah sakit biasanya keluarga meminjam uang kepada
tetangga.
E. Struktur Keluarga
Keluarga Tn. M merupakan keluarga inti yang terdiri dari kepala keluarga, istri
dan 2 orang anak.
1. Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi keluarga dilakukan secara terbuka, bahasa yang digunakan
adalah bahasa jawa terkadang menggunakan bahasa Madura.Keluarga tidak
memiliki kesulitan bahasa dalam penerimaan pesan.
2. Struktur kekuatan keluarga
Pengendali keluarga adalah Tn.S sebagai kepala keluarga.Keputusan diambil
oleh kepala keluarga melalui musyawarah dengan seluruh anggota keluarga.
3. Struktur peran
Peran kepala keluarga mencari nafkah, tugas istri sebagai ibu rumah tangga
dan juga merawat anak.Pendidikan anak dilakukan bersama.Model peran yang
dianut lebih dominan pada ibu dan selama ini tidak terjadi konflik peran
keluarga.
4. Nilai atau norma keluarga
Norma keluarga yang berkaitan dengan kesehatan adalah bila ada keluarga
yang sakit, jika tidak terlalu parah ditangani sendiri dengan membeli obat di
warung, tetapi jika tidak sembuh langsung dibawa ke Rumah Sakit Al Irsyad
Surabaya.
F. Fungsi Keluarga
Fungsi afektif
Tn. S dan ny. L telah memberikan kebutuhan makan, bermain kepada anakanaknya, tetapi perhatian kesehatan pada anak pertama dan keduanya
kurang (misalnya: anak V. Sering tidak gosok gigi terutama pada malam
hari. anak makan snack berlebih dan tidak mengonsumsi sayur) di
karenakan Tn. S sibuk bekerja. Dan Ny. M sudah memberikan pengertian,
tetapi anak tetap berperilaku suka jajan sembarangan. Tn. S dan Ny. L

kurang mengajari Anak tentang pentingnya dalam mengatur waktu anatara

bermain dan istirahat.


Fungsi sosial
Interaksi dalam keluarga

baik.Interaksi

sosial

dengan

tetangga

baik.Keluarga pernah mengalami perbedaan pendapat saat pengambilan

keputusan dan dapat diselesaikan dengan mengalah salah satu.


Fungsi reproduksi
Tn. S dan Ny. L memiliki dua orang anak.Anak yang pertama berusia 11th

dan yang kedua berusia 7 tahun.


Fungsi ekonomi
Penghasilan Tn. S dalam 1 bulan adalah 2 juta untuk memenuhi kebutuhan

sehari-hari dan sisanya di tabung.


Fungsi kesehatan
Apabila ada salah satu keluarga yang sakit, bila ada keluarga yang sakit, jika
tidak terlalu parah ditangani sendiri dengan membeli obat di warung, tetapi
jika tidak sembuh langsung dibawa ke Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya.Dan
mengkonsumsi paracetamol apabila demam serta antibiotik amoxicillin.

G. Pola Koping Keluarga


Stressor yang dihadapi keluarga: Ny. L yaitu tidak ada masalah yang berat
selama

ini.Jika

ada

masalah

dibicarakan

bersama

keluarga

dimusyawarahkan.
H. Pola Aktivitas Sehari-hari
Pola

1
3x sehari

maknan
Pola Minum 2 L
Istirahat
BAK
BAB
Kebersihan
Diri

4jam
1L
1x sehari
Mandi 2-3x

2
3x sehari

3
4x sehari

3L

1L + minum 1L

8 jam
1,5 L
1x sehari
Mandi
2x

es
9 jam
2L
1x sehari
Mandi
2x

sehari (pagi, sehari


sore

dan dan sore)

saat pulang
kerja)

(pagi sehari

4
3x sehari
+

minum es
14 jam
2,5 L
1x sehari
Mandi 2x

(pagi sehari

dan sore)

(pagi dan
sore)

untuk

Olahraga
I.

Perilaku Tidak Sehat


An. V Sering tidak melakukan gosok gigi terutama gosok gigi sebelum tidur.
Dan kedua anak dalam keluarga ini juga lebih suka snack daripada sayuran.

J.

Spiritual
Tn S dan Ny. M mengatakan sering beribadah di masjid dan tidak pernah
tertinggal shalat 5 waktu.Tn. S sering mengikuti pengajian yang diselenggarakan
panitia masjid setiap Rabu malam.

K. Psikososial
Keadaan emosi keluarga saat ini baik.Tidak mengalami konflik dalam keluarga
namun interaksi dengan tetangga sekitar juga sangat baik.
L. Faktor Resiko Masalah Kesehatan
An. V sering tidak gosok gigi terutama gosok gigi sebelum tidur. Gigi An. V
juga mengalami karies gigi. Kedua anak dalam keluarga juga sering jajan
sembarangan.. Meskipun Tn. S dan Ny. L menghimbau agar berhenti jajan
sembarangan tetapi perilaku tersebut sudah merupakan kebiasaan dan sulit
dihentikan.
M. Pemeriksaan Fisik
No

Komponen

Tn. S

Ny. L

Anak F

.
1.

Kepala

Rambut

Rambut

Rambut hitam Rambut

pendek lurus, hitam lurus pendek

Anak V

hitam

tebal,

hitam, bersih, dan

bergelombang bergelomban

tidak

, dan bersih

kelainan

ada pendek,
tidak

dan

ada

pendek, tidak

kerontokan

ada luka pada

dan

tidak

kulit kepala.

ada

luka

pada kulit

2.

Mata

kepala.
tidak Sklera

Sklera

Sklera

tidak Sklera

tidak

ikterus,

tidak

ikterus,

ikterus,

konjungtiva

ikterus,

konjungtiva

konjungtiva

tidak anemis

tidak anemis.

tidak anemis. konjungtiv


Tidak

tidak

memakai kaca anemis.


mata.

Tidak
memakai

3.

Telinga

kaca mata.
tidak Bersih,

Bersih,

ada serumen, tidak

ada ada serumen, ada serumen,

dan tidak ada serumen,


luka
4.

Hidung

dan

ada

sekret, tidak

tidak

5.

Mulut

dan tidak ada dan tidak ada

tidak luka

ada luka
tidak Bersih,

Bersih,

Bersih, tidak Bersih, tidak

luka

Bersih, tidak Bersih, tidak

ada ada

ada sekret,

sekret, ada

tidak

kelainan

tidak

Stomatitis

kelainan
Stomatitis

ada tidak

ada kelainan
Stomatitis

Stomatitis

ada, tidak

ada, tidak ada, ada tidak

tidak

ada tidak

ada lubang

pada lubang
tidak

ada.

pada Terdapat

gigi,

karies

gigi, terdapat pada gigi,


karang gigi.

ada

kelainan

tidak
lubang

sekret,

pada

gigi.

ada

karang
6.

Leher

dan Nyeri

gigi.
tekan Nyeri

Nyeri

tekan Tidak

ada

tenggoroka

(-), tidak ada tekan

(-), (-), tidak ada pembesaran

pembesaran

tidak

ada pembesaran

kelenjar

pembesara

tiroid,

kelenjar

tidak n kelenjar tiroid,

kelenjar
tiroid,

tidak

tidak ada kesulitan

ada kesulitan tiroid, tidak ada kesulitan menelan


menelan

ada

menelan

kesulitan
7.

Dada

menelan
Pergerakan

dan Pergerakan

paru

Pergerakan

Pergerakan

dada simetris, dada

dada simetris, dada simetris,

tidak

tidak

ada simetris,

penggunaan
otot

tidak

ada penggunaan

bantu penggunaa

pernafasan,
ronkhi

ada tidak

otot

otot pernafasan,

(-), bantu

ronkhi

weezing (-)

pernafasan,

penggunaan

bantu otot

ada
bantu

pernafasan,

(-), ronkhi

weezing (-)

(-),

weezing (-)

ronkhi (-),
8.

Jantung

weezing (-)
Bunyi jantung Bunyi
Bunyi jantung Bunyi
normal

9.

Abdomen

jantung

Ekstremitas

tidak

nyeri tekan.

ada

nyeri tekan.

ada Tidak

ada

kelainan,

kelainan,

kelainan,

kelainan,

pergerakan

pergerakan

pergerakan

pergerakan

tidak bebas,

ada cedera.
Kulit

nyeri

normal
ada Tidak

tekan.
ada Tidak ada Tidak

Tidak

bebas,

11.

jantung

normal
ada tidak ada tidak

nyeri tekan.
10.

normal

tidak

bebas,

tidak bebas,

ada ada cedera.

cedera.
Bersih, turgor Bersih,

tidak

ada cedera.

Bersih, turgor Bersih, turgor

kulit

baik, turgor kulit kulit

baik, kulit

baik,

tidak

ada baik, tidak tidak

ada tidak

ada

sianosis, tidak ada

sianosis, tidak sianosis,

ada

ada

bekas sianosis,

luka, tidak ada tidak


infeksi.

ada luka,

bekas tidak

ada

tidak bekas

luka,

bekas luka, ada infeksi

tidak

ada

tidak
12.

infeksi

infeksi
dan Pendek dan Pendek

Kuku

Pendek

13.
14.

BB
TB

bersih.
BB = 80 kg
TB = 175 cm

15.

TTV

TD:

dan Pendek

bersih.
bersih.
BB = 60 kg BB = 28 kg
TB = 145 TB = 137 cm

g
N: 72 x/menit
S:360C

cm
TD: 110/90 TD : 110/60
N: 85x/menit
mmHg
S:360C
N:
68
RR:
/menit
S: 360C
27x/menit

RR:24x/menit

RR:20

120/100mmH

16.

ada

kotor.
BB = 21 kg
TB = 114 cm
TD : 180/60
N:105
x/menit
S: 36,50C
RR:35x/meni
t

x/menit
Kesimpulan Saat dikaji Tn. Saat dikaji Saat
S

dalam Ny.

dikaji Saat

keadaan

keadaan

dan menjawab keadaan

sehat.

sehat.

dengan

sehat

dan

jelas menjawab

dan baik.

pertanyaan
dengan
jelas

dan

baik.

N. Analisa Data
No. Data
1.
DS:
Tn.

Masalah Keperawatan
Risk-prone health behavior
S

anaknya
-

mengatakan
tidak

rajin

(resiko

rawan

perilaku

kesehatan) paa An. V di kelarga

gosok gigi.
Tn. S
An. V mengatakan jika
setiap akan tidur malam
tidak pernah gosok gigi

dikaji

L An. F dalam An. V dalam

keadaan sehat dalam


pertanyaan

dan

Domain : 1 (Health Promotion/

An. V mengatakan suka Promosi Kesehatan)


Kelas 2 : Health Management
jajanan yang manis
(Manajemen Kesehatan)
seperti ice cream dan
Risk-prone health behavior
permen.
( Resiko rawan perilaku

DO:
- Terdapat karies ggi

kesehatan)-00188 (hal. 145)


Defining Characteisticsr :
Gagal melakukan tindakan

DS
Ny. L mengeluh anaknya
mempunyai
sering

kebiasaan

makan

snack.

juga

kurang

Anaknya

mencegah masalah kesehatan


Risk-prone health behavior
(resiko

rawan

perilaku

kesehatan) paa Ny. L di kelarga


Tn. S

suka makan sayuran dan


Ny. L tidak memiliki

Domain : 1 (Health Promotion/

usaha untuk membuat

Promosi Kesehatan)
anaknya mengkonsumsi Kelas 2 : Health Management
sayuran.
DO :
- Kedua

(Manajemen Kesehatan)
Risk-prone health behavior
anak

lebih

memilih snack daripada

Resiko

rawan

perilaku

kesehatan)-00188 (hal. 145)

sayuran dan buah.


Definiting Character:
Gagal mencapai pengendalian
3.

DS:
- Ny. L mengatakan jika
-

M di keluarga Tn. S

dirinya terlihat gemuk.


Ny. L mengatakan jika
ibu

kandungnya

mengalami
berat badan
DO:

optimal
Berat badan berlebih pada Ny.

juga

kelebihan

Domain : 2 (Nutrisi)
Kelas : 1 ingestion (proses
pencernaan)
Berat badan berlebih (hal 163)

5.

Ny. L terlihat gemuk


BB Ny. L 60 Kg dengan
TB 145cm (Tidak ideal)
BMI = BB : TB (m)2
= 60 : (1,45)x(1,45)
=60 :2,1025
=28,53 Kg/m2

Definiting Character :
Dewasa : BMI > 25 Kg/m2

DS:
Gangguan kenyamanan pada
Tn. S mengatakan ada
keluarga Tn. S
got didepan rumahnya
yang
-

alirannya

Domain 12 (Kenyamanan)
lancar
Kelas : 2 (environmental
Tn. S mengatakan ada
comfort/Kesehatan lingkungan)
rekonstruksi
masjid Impaired
comfort/Gangguan
didepan

rumahnya kenyamanan (hal 437)

sehingga
penuh
-

tidak

lingkungan
dengan

bahan

bangunan.
Definting Character:
Semua anggota keluarga
Kurang puas dengan keadaan
mengatakan merasa tidak
Merasa tidak nyaman
nyaman dan kurang puas
dengan

keadaan

lingkungannya
DO:
-

Terdapat got yang tidak


lancar

didepan

Tn. S
Terlihat
rekonstruksi

rumah
adanya

bangunan

masjid didepan rumah


-

Tn. S
Lingkungan

terlihat

kotor
4

DS:
Kelelahan pada
Tn. S mengatakan sering
keluarga Tn. S

Tn.

di

merasa
-

pusing

karena

kelelahan dalam bekerja Domain: 4 (Aktifitas/Istirahat)


Tn.
S
mengatakan Kelas
:
3
(Energy
kurang istirahat karena balance/Keseimbangan energi)
fatigue/kelelahan (hal 223)
tidur hanya 4 jam.

DO:
-

Tn. S terlihat lesu saat


dilakukan pengkajian

Definiting Character
Pola tidur tidak memuaskan
Kelelahan

O. Scoring
1) Risk-prone health behavior (resiko rawan perilaku kesehatan) pada An. V di
keluarga Tn. S
No.
1.

Kriteria
Bobot Nilai
Pembenaran
Sifat masalah : 1
3/3 x 1 = 1 Anak V. terdapat karies gigi.
Tidak sehat

Anak V. juga punya kebiasaan


buruk tidak mau gosok gigi

2.

Kemungkinan

sebelum tidur
1/2 x 2 = 1 Jika anak V. bisa menjaga

masalah dapat

konsumsi makanan yang sehat

diubah:
Sebagian

dan perilaku buruk seperti


sikat gigi sebelum tidur dapat
diubah, maka kemungkinan
masalah

3.

Potensial

3/3x 1 = 1

dapat

sebagian.
JIka dari

sejak

diubah
An.

masalah untuk

diberikan panduan untuk rajin

dicegah:
Tinggi

menyikat gigi sebelum tidur,


tidak

makan

sembarangan,

maka

jajan
resiko

masalah untuk dicegah sangat


tinggi

4.

Menonjolnya

2/2x 1 = 1

masalah:
Masalah berat
harus

Karies gigi pada An. V sudah


sudah terjadi sampai membuat
gusi bengkak saat pengkajian,

segera

sehingga

ditangani

perlu

segera

ditangani agar tidak terjadi


masalah yang lebih parah

JUMLAH

2) Risk-prone health behavior (resiko rawan perilaku kesehatan) pada Ny. L di


kelarga Tn. S
No.
1.

Kriteria
Bobot Nilai
Pembenaran
Sifat masalah : 1
2/3 x 1 = Bersifat ancaman kesehatan
ancaman

2/3

kesehatan

karena

Kemungkinan

tidak

segera

ditangani nutrisi anak tersebut


tidak

2.

jika

seimbang

dan

akan

berisiko terkserang penyakit.


1/2 x 2 = 1 Dengan diberikannya edukasi

masalah dapat

tentang gizi dan menyiapkan

diubah:

makanan yang baik untuk

Sebagian

anak, keluarga bisa berupaya


untuk

meningkatkan

gizi

anaknya agar bisa seimbang


dan
3.

Potensial

masalah untuk

membuat

anak

mau

makan dirumah.
2/3x 1 = Setelah diberi saran Tn. S dan
2/3

Ny.

akan

melakukan

dicegah:

perubahan

dalam

pola

Cukup

penyajian

makanan

agar

anaknya mau makan dengan


4.

Menonjolnya
masalah:

makanan gizi yang seimbang


1/2x 1 = Apabila ada salah satu
keluarga yang sakit maka

Ada

masalah

tetapi

tidak

perlu

segera

keluarga menangani sendiri


dengan

membeli

obat

di

warung, jika belum sembuh

ditangani

langsung

membawanya

ke

pelayanan kesehatan terdekat.


JUMLAH

2 5/6

3) Berat badan berlebih pada Ny. L di keluarga Tn. S


No.
1.

Kriteria
Bobot Nilai
Pembenaran
Sifat masalah : 1
2/3 x 1 = Bersifat ancaman kesehatan
ancaman

2/3

kesehatan

karena

jika

tidak

segera

ditangani berat badan berlebih


bisa menyebabkan penyakit

2.

Kemungkinan

lain.
0/2 x 2 = 0 Dengan diberikannya edukasi

masalah dapat

tentang gizi dan menyiapkan

diubah:
Tidak dapat

makanan yang baik untuk


anak, keluarga bisa berupaya
untuk

meningkatkan

gizi

anaknya agar bisa seimbang


dan
3.

Potensial

membuat

anak

mau

makan dirumah.
2/3x 1 = Setelah diberi saran Tn. S dan

masalah untuk

2/3x 1 = Ny.

dicegah:

2/3

Cukup

perubahan

akan

melakukan

dalam

pola

penyajian makanan agar berat


badannya terjaga dan tidak

4.

Menonjolnya

0x 1 = 0

masalah:
Masalah tidak
dirasakan
JUMLAH

bertambah.
Selama ini Tn. L tidak ada
msalah kesehatan serius.

4/3

4) Gangguan kenyamanan pada keluarga Tn. S


No.
1.

Kriteria
Bobot Nilai
Pembenaran
Sifat masalah : 1
2/3 x 1 = Bersifat ancaman kesehatan
ancaman

2/3

karena

kesehatan

jika

tidak

segera

ditangani bisa menyebabkan


penyakit lain seperti demam

2.

Kemungkinan

berdarah, thypus, dll.


0/2 x 2 = 0 Karena kondisi rumah yang

masalah dapat

terdapat got didepan sudah

diubah:
Tidak dapat

ada

sejak

bangunan

pertama
didirikan,

kemungkinan

Potensial

lingkungan

tersebut tidak dapat diubah.


2/3x 1 = Setelah diberi saran Tn. S dan

masalah untuk

4.

maka
masalah

kebersihan
3.

kali

2/3

Ny.

akan

melakukan

dicegah:

perubahan

Cukup

menjaga

Menonjolnya

rumahnya.
Selama ini Tn. S dan semua

0x 1 = 0

masalah:
Masalah tidak

dalam

pola

kebersihan

anggota keluarga tidak ada


msalah kesehatan yang serius

dirasakan

terkait

dengan

lingkungan

yang kotor.
JUMLAH

4/3

5) Kelelahan pada Tn. S di keluarga Tn. S


No.
1.

Kriteria
Bobot Nilai
Pembenaran
Sifat masalah : 1
2/3 x 1 = Tn. S sering
Ancaman

2/3

kesehatan
2.

Kemungkinan

mengalami

pusing dan lelah sehingga


masalah

di

bersifat

ancaman

kesehatan.
1/2 x 2 = 1 Jika Tn. S dalam beraktifitas

masalah dapat

diimbangi dengan gizi yang

diubah:
Sebagian

seimbang dan istirahat yang


cukup. Maka kemungkinan
masalah

3.

Potensial

masalah untuk

4.

Tn.S bisa mempergunakannya


untuk istirahat sehingga tidak

Menonjolnya

terlihat lelah.
1/2x 1 = Apabila Tn.

masalah:
Ada masalah
tetapi

tidak

perlu

segera

ditangani
JUMLAH
2.

diubah

sebagian.
2/3x 1 = Jika ada waktu untuk istirahat,
2/3

dicegah:
Cukup

dapat

merasa

kelelahan, hal yang dilakukan


Tn. S adalah berolah raga
dipagi

hari

setelah

shalat

subuh.
5

2 5/6

Diagnosa
1. Risk-prone health behavior (resiko rawan perilaku kesehatan) pada An. V di
keluarga Tn. S
2. Risk-prone health behavior (resiko rawan perilaku kesehatan) pada Ny. L di
kelarga Tn. S
3. Berat badan berlebih pada Ny. L di keluarga Tn. S
4. Gangguan kenyamanan pada keluarga Tn. S
5. Kelelahan pada Tn. S di keluarga Tn. S

3. Intervensi asuhan keperawatan


Nama kepala keluarga : Tn. S
Alamat

No.

1.

Diagnosis
Keperawatan
Komunitas
Risk-prone

:Jl. Tambak Gringsing Baru Surabaya

NOC

Sasaran

NIC

compliance behavior Keluarga


Tn. S
health behavior (kepatuhan perilaku )

NIC

(resiko

perilaku) (halaman 95)

NOC :

rawan Setelah

perilaku

dilakukan

keperawatan

tindakan

keluarga,

maka

Behaviour

modfications (modifikasi
Kegiatan :

kesehatan) pada keluarga mampu Memberikan

* Memberikan perawatan

An.

pada

di perawatan

pada

anggota

keluarga Tn. S keluarga yang sakit tentang


(hal 181)

compliance behavior (kepatuhan

anggota

keluarga

yang sakit
1. Memberikan motivasi

perilaku )

keluarga untuk melakukan

dengan indicator :

perubahan

1. Mencari informasi yang

perilaku

tentang

kebiasaan

baik tentang perawatan

menggosok gigi sebelum

dari

tidur pada An.V

tidak

menunjukkan

pernah
menjadi

sering menunjukkan(4)

2. Mendorong kebiasaan
yang

tidak

diinginkan

dengan kebiasaan

yang

Keterangan :

diinginkan.

Yaitu

1= tidak pernah menunjukkan

kebiasaan

2= jarang menunjukkan

pernah menggosok gigi

3=kadangkadang menunjukkan

menjadi

4= sering menunjukkan

menggosok gigi sebelum

5= selalu menunjukkan

tidur.

yang

tidak
terbiasa

Dengan cara memberikan

jadwal yang dibuat secara


menarik
intervensi

sehingga
1

untuk

memberikan motivasi bisa


terlaksana.
intervensi

Sekaligus
2

untuk

mengubah perilaku yang


diinginkan yaitu dengan
diberikannya jadwal yang
menarik bisa mendorong
kebiasaan An. V untuk
menggosok gigi sebelum
tidur.

4. Tindakan keperawatan
No.
Dx

Waktu
Tempat

1.

Sabtu,

dan Tindakan Keperawatan

Respon Keluarga

Mengucapkan salam

Menjawab salam

Mengingatkan kontrak dan

Keluarga kooperatif dan

7
November
2015
Pukul

10.00

WIB
Ruang
tamu
keluarga Tn. S
Sabtu,

7
November
2015
Pukul

tujuan

menyetujui kontrak yang


ditentukan

10.05

WIB
Ruang
tamu
keluarga Tn. S
Sabtu,

keluarga

7
November
2015
Pukul

Menanyakan

kepada

Tn.

tentang

Tn.

mengatakan

keluarganya

kondisi kesehatan saat ini

dalam

kondisi sehat saat ini.

10.10

WIB
Ruang
tamu
keluarga Tn. S
Sabtu,

model yang menarik untuk

7
November
2015
Pukul

Pemberian jadwal dengan


meningkatkan
keluarga

10.25

6 tahun mengatakan jika

motivasi

Tn.

untuk

An. V yang masih berusia


akan gosok gigi teratur

mengubah perilaku An. V

WIB
Ruang
tamu
keluarga Tn. S
Sabtu,

Menjelaskan

maksud

An.

7
November
2015

pemberian jadwal disertai

gambarnya

cara untuk mengisi secara

akan

Pukul

menarik dengan gambar-

jika sudah

gambar lucu agar An. V

gigi

10.45

WIB

mempunyai
Ruang
tamu
keluarga Tn. S
Sabtu,

menggosok
-

mengatakan
bagus

menempel

dan
stiker

menggosok

kebiasaan
gigi

secara

teratur
Menyimpulkan pertemuan

Keluarga Tn. S
melakukan

akan

perawatan

7
November
2015

bagi keluarga yang sakit

Pukul

kebiasaan perilaku An. V

dengan

11.00

mendorong

agar mengubah kebiasaan

WIB

untuk rajin menggosok

Ruang
tamu
keluarga Tn. S
Sabtu,

gigi
-

Mengakhiri

pertemuan

Keluarga

7
November
2015

dengan kontrak jadwal akan

menyetujui

mendatangi

Pukul

pada

11.00

ini

waktu

Jumat

20

menghubungi

Hari

dan

akan
jika

perubahan jadwal

Ruang
tamu
keluarga Tn. S

5. Evaluasi
No.

Tanggal/ waktu

Evaluasi

Dx.
1

20 November 2015 Pukul S: Tn. S dan Ny. L mengatakan An. V


16.00

sudah ada perubahan perilaku, yaitu rajin


menggososk gigi. An. V juga mengatakan
jika pada jadwal yang diberikan, An V
tidak melakukan gosok gigi sebanyak 3x.
O:
1. Mencari

informasi

yang

baik

tentang perawatan (4) dari tidak


menunjukkan
menunjukkan.

menjadi

kontrak

keluarga

November 2015

WIB

Tn.

sering

ada

A: maslah teratasi
P: intervensi dihentikan, diberikan Health
Education