Anda di halaman 1dari 46

“ PERITONITIS “

“ PERITONITIS “ Disusun Oleh : Fithri Latifah Amrulloh Dokter Pembimbing : Deddy Kurniawan, dr., SpB

Disusun Oleh :

Fithri Latifah Amrulloh

Dokter Pembimbing :

Deddy Kurniawan, dr., SpB

Stase Ilmu Bedah RSUD AL- IHSAN

2015

STATUS PASIEN

Identitas Nama penderita Jenis kelamin Umur Pekerjaan Agama Suku Alamat Masuk RS

: Tn A : Laki - laki : 47tahun : Wiraswasta : Islam : Sunda : Pameungpeuk : 11 Oktober 2015

STATUS PASIEN Identitas  Nama penderita  Jenis kelamin  Umur  Pekerjaan  Agama 

ANAMNESIS

Riwayat Penyakit

Keluhan utama

: Nyeri di seluruh bagian perut

Keluhan tambahan

: Perut tegang, terdapat

kebiruan di bagian perut sebelah kiri sampai ke pinggang kiri

ANAMNESIS  Riwayat Penyakit  Keluhan utama : Nyeri di seluruh bagian perut  Keluhan tambahan

ANAMNESIS

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien

datang

ke

IGD

:

RSUD

Al

– Ihsan

mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien mengendarai motor, berniat mendahului mobil di depannya, akan tetapi mobil tersebut menyenggol motor pasien, lalu pasien terjatuh dan terlindas motor yang ada di depan pasien. Pasien dibawa ke IGD dengan keadaan sadar, berlumuran banyak darah, terlihat pucat. Terdapat patah tulang kaki kiri dan kaki kanan, patah tulang tangan kiri, dan terdapat luka robek di bagian pelipis kiri. Pasien juga merasakan nyeri di bagian panggul dan ketika digerakkan atau berpindah posisi, terasa sangat sakit.

ANAMNESIS  Riwayat Penyakit Sekarang  Pasien datang ke IGD : RSUD Al – Ihsan mengalami

Beberapa jam kemudian, pasien merasakan nyeri di seluruh bagian perut, terasa sangat sakit ketika berpindah posisi. Terdapat luka kebiruan di bagian perut kiri sampai ke pinggang kiri.

Mual, muntah, dan pingsan saat kejadian disangkal pasien. Penggunaan alkohol dan obat – obatan saat mengendarai motor disangkal pasien.

 Beberapa jam kemudian, pasien merasakan nyeri di seluruh bagian perut, terasa sangat sakit ketika berpindah

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : Tampak sakit berat

Kesadaran TD Nadi Respirasi Suhu

: Compos Mentis : 80/ 60 mmHg : 100 x/menit, regular : 20 x/menit : 36,1 ºC

PEMERIKSAAN FISIK  Keadaan umum : Tampak sakit berat  Kesadaran  TD  Nadi 

STATUS GENERALIS

Kepala

:

Normocephal,

terdapat

luka

robek di pelipis kiri kurang lebih berukuran 5 x

0,5 cm.

Mata sklera anikterik

: Konjungtiva anemis

+/+,

Telinga

-/-

: Normotia, simetris, serumen

Hidung sekret (-)

: Normonasi, septum deviasi (-),

Mulut lidah tidak kotor

: Bibir kering, sianosis (-),

STATUS GENERALIS  Kepala : Normocephal, terdapat luka robek di pelipis kiri kurang lebih berukuran 5

LEHER Bentuk Trakhea KGB

THORAKS Inspeksi

: Simetris : Di tengah : Tidak membesar

:

Normochest,

tidak

ada

luka bekas

operasi, iktus kordis tidak terlihat

Palpasi : Tidak ada pergerakan dada yang tertinggal, vokal fremitus simetris dekstra dan sinistra, iktus kordis teraba

Perkusi

: Sonor di seluruh lapangan paru, batas

jantung dalam batas normal

Auskultasi

:

Vesikular

Wheezing (-/-), stridor (-/-)

(+/+)

normal, Ronkhi (-/-),

(-) gallop (-)

Bunyi jantung I-II murni, reguler, murmur

LEHER  Bentuk  Trakhea  KGB THORAKS  Inspeksi : Simetris : Di tengah :

ABDOMEN (STATUS LOKALIS)

Inspeksi

:

abdomen

tegang,

cembung,

simetris terdapat jejas (hematom) di perut

sebelah kiri sampai ke pinggang kiri. Auskultasi: Bising usus (-)

Perkusi

:

hipertimpani,

pekak

hati

menghilang Palpasi

: defense muscular (+), nyeri tekan

diseluruh lapang abdomen, hepar dan lien sulit

dinilai

ABDOMEN (STATUS LOKALIS)  Inspeksi : abdomen tegang, cembung, simetris terdapat jejas (hematom) di perut sebelah

GENITALIA EXTERNA Genitalia dalam batas normal

EKSTREMITAS

Superior

: RCT > 2 detik, oedem ( -/+ ), sianosis

(-/+), fraktur (-/+)

Inferior

: RCT > 2 detik, oedem ( +/+ ), sianosis

( +/+ ), fraktur (+/+)

GENITALIA EXTERNA  Genitalia dalam batas normal EKSTREMITAS  Superior : RCT > 2 detik, oedem

DIAGNOSIS BANDING

Congenital

:

-

Infeksi

:

  • - Peritonitis e.c perforasi vesica urinary

  • - Peritonitis e.c perforasi ileus obstruktif

  • - Peritonitis e.c perforasi gaster

Neoplasma

:

  • - Tumor organ intra abdomen

Trauma

:

  • - Ruptur organ intra abdomen

DIAGNOSIS BANDING  Congenital : -  Infeksi : - Peritonitis e.c perforasi vesica urinary -

DIAGNOSIS KERJA

Peritonitis e.c rupture organ intraabdomen

DIAGNOSIS KERJA  Peritonitis e.c rupture organ intraabdomen

RENCANA PEMERIKSAAN

Darah rutin Abdomen 3 posisi USG Abdomen CT - scan

RENCANA PEMERIKSAAN  Darah rutin  Abdomen 3 posisi  USG Abdomen  CT - scan

HASIL PEMERIKSAAN

HB RBC HCT Leukosit Trombosit

6,7 g/dl

(12.0 - 14.0)

2,29 juta/uL (3,8 – 5,2)

20,1 % 7200 /uL

174000/uL

(37.0 - 47.0) (4.000 - 10.000) (150 - 450)

HASIL PEMERIKSAAN  HB  RBC  HCT  Leukosit  Trombosit 6,7 g/dl (12.0 -

Foto BNO

Kesan: Tidak tampak tanda – tanda ileus. Tidak tampak urolithiasis opak. Fracture iliac wing kiri. Konkrement opak multiple di rongga pelvis DD – Plebolith dan vesicolithiasis.

CT – scan :

Kesan : Hematome di parietalis kiri. Tidak menunjukkan adanya lesi ischemic, perdarahan, SOL maupun kelainan vascular lainnya.

USG Abdomen :

Suspect fluid collection intra peritoneal di morison pouch dan di abdomen kanan bawah.

Foto BNO  Kesan: Tidak tampak tanda – tanda ileus. Tidak tampak urolithiasis opak. Fracture iliac

TERAPI

Pro Laparotomi Eksplorasi (konsul dokter bedah dan dokter urologi)

Dekompresi Lambung NGT Pemasangan Dower Catheteter Rehidrasi cairan Antibiotik broad spektrum

TERAPI  Pro Laparotomi Eksplorasi (konsul dokter bedah dan dokter urologi)  Dekompresi Lambung  NGT

PROGNOSIS

Quo ad vitam Quo ad functionam

: dubia ad malam : dubia ad malam

PROGNOSIS  Quo ad vitam  Quo ad functionam : dubia ad malam : dubia ad

DEFINISI

Peradangan peritoneum ( membran serosa yang melapisi rongga abdomen dan menutupi

visera abdomen ) disebabkan oleh iritasi kimiawi atau invasi bakteri dan merupakan

penyulit berbahaya yang dapat terjadi dalam bentuk akut maupun kronis.

DEFINISI Peradangan peritoneum ( membran serosa yang melapisi rongga abdomen dan menutupi visera abdomen ) disebabkan

Organ yang terdapat di cavum peritoneum :

Intraperitoneal:

Lambung,

jejenum,

ileum,

kolon tranversum, hepar, lien

Retroperitoneal: duodenum, kolon asenden – desenden, pankreas, ginjal, kelenjar adrenal

Organ yang terdapat di cavum peritoneum :  Intraperitoneal: Lambung, jejenum, ileum, kolon tranversum, hepar, lien

PERSARAFAN & PERDARAHAN

Persarafan dinding perut dipersyarafi oleh n.thorakalis VI – XII dan n. lumbalis I.

Dari kraniodorsal diperoleh perdarahan dari cabang aa. interc ostalis VI – XII dan a. epigastrika superior

Dari kaudal terdapat a. iliaca a. sircumfleksa superfisialis, a. pudenda eksterna dan a. epigastrika inferior.

PERSARAFAN & PERDARAHAN  Persarafan dinding perut dipersyarafi oleh n.thorakalis VI – XII dan n. lumbalis

FISIOLOGI

mempertahankan keseimbangan cairan peritoneum.

½ - 2/3 (1 m 2 ) permukaan peritoneum:

membran semipermeabel

Volume cairan peritoneum 50 – 100 ml: serous, yang mirip dengan cairan plasma,

FISIOLOGI  mempertahankan keseimbangan cairan peritoneum.  ½ - 2/3 (1 m 2 ) permukaan peritoneum:

PATOFISIOLOGI

PATOFISIOLOGI

KLASIFIKASI

  • 1. Peritonitis primer

Karena bakteri dan tanpa adanya gangguan integritas organ dan saluran pencernaan.

  • 2. Peritonitis sekunder

infeksi akut pada peritonitis yang difus dan disebabkan oleh perforasi

  • 3. Peritonitis tersier

Peritonitis yang terjadi akibat operasi dan tidak mendapatkan terapi yang adekuat

KLASIFIKASI 1. Peritonitis primer  Karena bakteri dan tanpa adanya gangguan integritas organ dan saluran pencernaan.

ETIOLOGI DAN EPIDEMIOLOGI

Penyebaran

infeksi

dari

organ

abdomen (misal appendisitis,

salpingitis),

perforasi saluran cerna,

atau dari luka tembus abdomen.

Organisme:

Bacteroides

Eschericia

coli

atau

ETIOLOGI DAN EPIDEMIOLOGI  Penyebaran infeksi dari organ abdomen (misal appendisitis, salpingitis), perforasi saluran cerna, atau

MANIFESTASI KLINIS

Adanya darah atau cairan dalam rongga peritonium rangsangan peritonium.

Nyeri tekan Defans muskular Pekak hati menghilang Peristaltik usus menurun sampai hilang

MANIFESTASI KLINIS Adanya darah atau cairan dalam rongga peritonium  rangsangan peritonium.  Nyeri tekan 

MANIFESTASI KLINIS

Peritonitis bakterial :

suhu badan naik Takikardia hipotensi letargik dan syok.

MANIFESTASI KLINIS Peritonitis bakterial :  suhu badan naik  Takikardia  hipotensi  letargik dan

DIAGNOSA

Adanya darah atau cairan dalam rongga peritonium rangsangan peritonium

nyeri tekan defans muskular

pekak hati bisa menghilang akibat udara bebas di bawah diafragma

Peristaltik usus menurun sampai hilang akibat kelumpuhan sementara usus.

DIAGNOSA Adanya darah atau cairan dalam rongga peritonium  rangsangan peritonium  nyeri tekan  defans

DIAGNOSA

Bila telah terjadi peritonitis bakterial :

suhu badan naik takikardia, hipotensi tampak letargik dan syok.

DIAGNOSA Bila telah terjadi peritonitis bakterial :  suhu badan naik  takikardia,  hipotensi 

INSPEKSI

Adakah jaringan parut bekas operasi kemungkinan adanya adhesi

Adakah pasase

gambaran

perut

membuncit

gangguan

Pada peritonitis biasanya dkan ditemukan perut yang membuncit dan tegang atau distended

INSPEKSI  Adakah jaringan parut bekas operasi  kemungkinan adanya adhesi  Adakah pasase gambaran perut

PALPASI

Harus selalu dilakukan di bagian lain dari abdomen yang tidak dikeluhkan nyeri

Nyeri

tekan

dan

defans

muskular (rigidity)

menunjukan adanya proses inflamasi yang mengenai peritoneum parietale

Pada peritonitis ditemukan nyeri tekan setempat. Otot dinding menunjukkan defans muskular secara refleks untuk melindungi bagian yang radang

PALPASI  Harus selalu dilakukan di bagian lain dari abdomen yang tidak dikeluhkan nyeri  Nyeri

PERKUSI

Nyeri ketok iritasi pada peritoneum, adanya udara bebas atau cairan bebas juga dapat ditentukan dengan perkusi melalui pemeriksaan pekak hati dan shifting dullness

Pada peritonitis ditemukan pekak hepar akan menghilang, dan perkusi abdomen hipertimpani karena adanya udara bebas

PERKUSI  Nyeri ketok  iritasi pada peritoneum, adanya udara bebas atau cairan bebas juga dapat

AUSKULTASI

Pasien dengan peritonitis umum, bising usus akan melemah atau menghilang sama sekali, hal ini disebabkan karena peritoneal yang lumpuh sehingga menyebabkan usus ikut lumpuh/tidak bergerak (ileus paralitik). Sedangkan pada peritonitis lokal bising usus dapat terdengar normal

AUSKULTASI  Pasien dengan peritonitis umum, bising usus akan melemah atau menghilang sama sekali, hal ini

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan darah rutin Foto BNO Foto polos abdomen 3 posisi USG

PEMERIKSAAN PENUNJANG  Pemeriksaan darah rutin  Foto BNO  Foto polos abdomen 3 posisi 

RADIOLOGI

RADIOLOGI

PENATALAKSANAAN

Antibiotik yang sesuai Dekompresi

Penggantian

cairan

dan

elektrolit

secara

intravena Tirah baring dalam posisi Fowler

Pembuangan fokus septik (apendiks, dsb)

atau

penyebab

inflamasi

lainnya

(bila

mungkin),

dan

tindakan

untuk

menghilangkan nyeri.

PENATALAKSANAAN  Antibiotik yang sesuai  Dekompresi  Penggantian cairan dan elektrolit secara intravena  Tirah

RUPTUR BULI

Disebut juga trauma buli – buli yang merupakan keadaan darurat bila tidak ditangani dengan segera yang dapat menimbulkan komplikasi seperti perdarahan hebat, peritonitis, dan sepsis.

ETIOLOGI: Trauma

RUPTUR BULI Disebut juga trauma buli – buli yang merupakan keadaan darurat bila tidak ditangani dengan

PATOFISIOLOGI

Kurang lebih 90% trauma tumpul buli – buli akibat fraktur pelvis. Robeknya buli - buli karena

fraktur pelvis bisa juga terjadi akibat fragmen tulang pelvis merobek dinding.Dalam keadaan penuh terisi urine, buli-buli mudah robek sekali jika mendapatkan tekanan dari luar berupa benturan pada perut sebelah bawah. Buli-buli akan robek pada bagian fundus dan menyebabkan ekstravasasi urine ke rongga intra peritoneum.

PATOFISIOLOGI  Kurang lebih 90% trauma tumpul buli – buli akibat fraktur pelvis. Robeknya buli -
Keterangan gambar : (A) Intraperitoneal, robeknya buli-buli pada Daerah fundus, menyebabkan ekstravasasi urine ke rongga intraperitoneum.

Keterangan gambar : (A) Intraperitoneal, robeknya buli-buli pada Daerah fundus, menyebabkan ekstravasasi urine ke rongga intraperitoneum. (B) ekstraperitoneal akibat fraktur tulang pelvis

Keterangan gambar : (A) Intraperitoneal, robeknya buli-buli pada Daerah fundus, menyebabkan ekstravasasi urine ke rongga intraperitoneum.

MANIFESTASI KLINIK

pendarahan hebat syok.

Pada abdomen bagian bawah tampak jelas atau hematom

nyeri tekan pada daerah supra pubik Pada ruptur buli-buli intraperitonial urine yang sering masuk ke rongga peritonial sehingga mem beri tanda cairan intra abdomen dan rangsangan peritonial. o Lesi ekstra peritonial memberikan gejala dan tanda infitrat urine dirongga peritonial yang sering menyebabkan septisema.

MANIFESTASI KLINIK  pendarahan hebat  syok.  Pada abdomen bagian bawah tampak jelas atau hematom

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan rontgen Scan tulang, temogram, scan CT / MRI Hitung darah lengkap Kreatinin Sistografi, yang dapat memberikan keterangan ada tidaknya ruptur kandung kemih, dan lokasi ruptur apakah intraperitoneal atau ekstraperitoneal

PEMERIKSAAN PENUNJANG  Pemeriksaan rontgen  Scan tulang, temogram, scan CT / MRI  Hitung darah

PENATALAKSANAAN

EKSPLORASI LAPAROTOMI

PENATALAKSANAAN  EKSPLORASI LAPAROTOMI