Anda di halaman 1dari 64

REFERAT

WOUND HEALING,
SKIN GRAFTING, SKIN FLAP
Disusun oleh :
Lulu Nurul Ula
Meylani Ardianty
Preceptor
dr. Aryanto Z Habibie, Sp.BP

SMF ILMU PENYAKIT BEDAH RSUD SYAMSUDIN, SH


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
TAHUN 2016

ANATOMI
KULIT

LAPISAN
EPIDERMI
S

KELENJAR
PADA
KULIT

FUNGSI KULIT
Fungsi
proteksi
Bantalan
lemak
Melanosit
Stratum
korneum
Keringat
dan
sebum

Fungsi
ekskresi
NaCl
Urea
Amonia

Fungsi
persepsi

Termoregul
asi

Ruffini
Krause
Meissner
Ranvier
Paccini

Evaporasi
Vasokonstri
ksi

FUNGSI PERSEPSI PADA KULIT

FUNGSI KULIT
Fungsi
pembentukan
pigmen
Melanosit
menghasilkan
melanosom

Fungsi
kreatinisasi
Keratinisasi
selama 14-21
hari

Fungsi
pembentukan/
sintesis vitamin
D
Mengubah 7dihidroksi
kolesterol
dengan sinar
UV menjadi
vitamin D

LUKA

Luka merupakan kerusakan kontinuitas kulit,


mukosa membran dan tulang atau organ tubuh
lain yang mengganggu proses selular normal
sehingga mengganggu fungsinya.

LUKA BERDASARKAN PENYEBAB

Non
Mekanik

Mekanik

Zat kimia
Termal
Radiasi
Serangan listrik

Benda tajam
Benda tumpul

BENTUK LUKA AKIBAT


MEKANIK

Vulnus
eksoriatum

Vulnus
contusum

Vulnus scissum

Vulnus
punctum

Vulnus
laseratum

Vulnus
schlopetorum

Vulnus

Vulnus

Vulnus

LUKA BERDASARKAN KONTAMINASI

Luka bersih

luka yang biasanya dibuat oleh


karena tindakan operasi dengan
tehnik steril

Luka bersih
terkontaminasi

luka yang terjadi karena benda


tajam, bersih dan rapi,
lingkungan tidak steril atau
operasi yang mengenai daerah
small bowel dan bronchial

Luka
terkontaminasi

luka terbuka, fresh, luka akibat


kecelakaan dan operasi
kontaminasi saluran cerna

Klasfikasi Penyembuhan Luka:


Penyembuhan Primer (intensi Primer/ Sanatio per
prinam intertionem)
Terjadi bila luka segera diusahakan bertaut, biasanya
dengan bantuan jahitan. Parut yang terjadi biasanya lebih
halus dan kecil.
Penyembuhan Sekunder (intensi sekunder/ Sanatio
per secundum intertionem)
Penyembuhan luka tanpa pertolongan dari luar seperti telah
diterangkan tadi, berjalan secara alami.
Penyembuhan Primer Tertunda (Intensi Tersier)
Luka yang dibersihkan dan dieksisi dahulu dan kemudian
dibiarkan selama 4-7 hari. Baru selanjutnya dijahit dan akan

P E N U T U PA N LU K A

WOUND HEALING

Wound Healing merupakan suatu


proses rekonstitusi defek dari
jaringan maupun organ.

FASE WOUND HEALING

FASE INFLAMASI

Tujuan fase inflamasi


adalah pelepasan
jaringan devitalisasi,
aktivasi hemostasis,
pencegahan infeksi
Sel yang berperan :
platelet, neutrofil,
monocyte, limfosit

FASE PROLIFERASI
Terdiri dari proses
reepitelisasi
Pembentukan matriks fibrin
pada fase inflamasi
digantikan oleh kolagen tipe
3
Fase ini akan membentuk
jaringan granulasi, terdiri
dari : fibroblast, makrofag,
dan endotel

Proses pembentukan scar


dan regenerasi jaringan
harus seimbang dalam
respon terhadap trauma.

FASE REMODELING
Fase remodelling sudah
dimulai sejak re-epitelisasi
pada fase proliferasi
Kolagen tipe 3 akan
digantikan oleh kolagen
tipe 1
Fase ini dikarakteristikan
dengan kontraksi luka dan
remodelling kolagen

GANGGUAN PENYEMBUHAN LUKA

Endogen
Gangguan koagulasi
yang disebut
koagulopati,
Gangguan sistem imun

Eksogen
Penyinaran sinar
ionisasi yang akan
mengganggu mitosis
dan merusak sel
Pemberian sitostatik
Obat imunosupresan
Infeksi
Hematom
Benda asing
Jaringan mati
Nekrosis

ABNORMAL WOUND HEALING

Regenerasi
Berlebihan

Contoh pada sistem syaraf


pusat sebagai akibat
terbentuk scar
Contoh pada ulkus
diabetikum, dikarenakan defek
pada fase inflamasi dan
proliferasi
Contoh pada psoriasis,
diakibatkan proses auto imun

Pembentukan
Scar
Berlebihan

Contoh pada scar hipertrophy


atau keloid, pada keloid
diakibatkan proses genetik

Inadekuat
Regenerasi
Inadekuat
Pembentukan
Scar

SKIN GRAFTING

GRAFT
Sesuatu yang dilepaskan dari tubuh, hingga
tidak tervaskularisasi, dan dipindahkan ke
bagian tubuh yang lain
SKIN GRAFT
Tindakan transplantasi dengan memindahkan
sebagian/seluruh kulit secara komplit dari daerah
donor ke daerah resipien untuk suplai darah yang
menjamin kehidupan sel-sel yg dipindahkan

INDIKASI

Luka yang luas.


Luka bakar.
Operasi tertentu yang mungkin memerlukan
cangkok kulit untuk penyembuhan terjadi.
Area infeksi sebelumnya dengan hilangnya
kulit yang luas.
Alasan kosmetik dalam operasi rekonstruktif.

TIPE SKIN GRAFTING

Allograft
(spesies yang sama)

Autograft
(individu yang sama)

Xenograft
(spesies berbeda)

TIPE SKIN GRAFTING

in
in
in

TIPE SKIN GRAFTING

Sheet
Keuntungan :
Permukaan yang tidak
terputus putus,
menghasilkan estetika
lebih baik

Meshed
Keuntungan :
Dapat menutupi area
yang lebih luas dari
graft dan dapat
mengalirkan darah dan
serum melalui celah
yang dibuat

Kerugian :
Tidak dapat mengalirkan
darah dan serum untuk Kerugian :
melaluinya dan
Secara estetika tidak
membutuhkan graft
bagus
yang banyak untuk luka
yang lebih besar

TAKE GRAFT
Penempelan
1. Perlekan graft pada recipient
bed
2. Invasi
Revaskularisasi
1. Penyerapan serum
2. Pensejajaran kapiler
3. Kissing kapiler >>
revaskularisasi

Keberhasilan dari grafting


tergantung kemampuan graft untuk
menerima nutrisi dan pertumbuhan
vaskular

DONOR SITE
Donor site dapat
diambil dari area
mana saja
Prepusium, skrotum,
dan labia minor
dapat menjadi area
FTSG dan berguna
untuk rekonstruksi
areola dari payu dara

Dorsum kaki dapat


menjadi area yang
luas untuk FTSG
Utamakan
mengambil graft
pada daerah yang
tak tampak

SPLIT-THICKNESS SKIN GRAFT

Keuntungan :

Kerugian :

Take > besar

Kontraksi > besar

Menutup defek luas

Terjadi perubahan
warna

Donor dapat diambil


dari daerah mana saja Permukaan kulit
Daerah donor sembuh mengkilat
sendiri

Estetika < baik

STS
G

FULL-THICKNESS SKIN GRAFT

Keuntungan :

Kerugian :

Kontraksi <

Take <

Perubahan warna
minimal

Menutup defek tidak


luas

Estetik > baik

Daerah donor terbatas

FTSG

FTSG

PENANGANAN POST SG
Lokasi donor
STSG yang kurang dari 10/1000 inci akan sembuh dalam
waktu 7 hari
Dapat dibalut dengan kassa lembab yang
semipermeable polyurethane (seperti OpSite)
Harus terhindar dari trauma
Jika balutan melekat erat jangan diangkat, tunggu
sampai terlepas spontan

PENANGANAN POST SG

Lokasi grafting
Fiksasi grafting dengan tie-over
dressing
Balutan dibuka hari ke 7 untuk
evaluasi dari skin grafting

PENYEBAB KEGAGALAN GRAFT

Vaskularisasi yang buruk


Hematoma atau serotoma
Pergeseran graft
Infeksi
Kesalahan teknis seperti peletakan pada luka
yang berepitel, graft terlalu tebal atau terlalu
tipis, atau graft terbalik

KOMPLIKASI

Komplikasi dari penggunaanskin graftyaitu :


Perdarahan
Infeksi
Hematoma atau seroma
Kontraktur
Penyembuhan yang tidak sesuai dengan
tekstur, warna atau topografi

SKIN FLAP

DEFINISI

Flap adalah cangkok jaringan kulit beserta jaringan lunak


di bawahnya yang diangkat dari tempat asalnya tetapi
tetap mempunyai hubungan vaskularisasi dengan tempat
asal. Flap yang dipindahkan akan membentuk
vaskularisasi baru di tempat resipien. Flap sering juga
berupa muskulokutan, fasiokutan, bahkan dapat pula
mengandung tulang.

KLASIFIKASI
Flap random
1.
Berdasarkan
vaskularisasi
2.
Berdasarka
n lokasi
donor

Flap aksial
Flap lokal
Geometrik : rotasi,
transposisi dan interpolasi
Advancement/ maju :
pedikel tunggal,
bipedikel, V-Y

Jauh

BERDASARKAN
VASKULARISASI
Flap random
Jika vaskularisasi flap tidak berasal
dari arteri yang dikenal tetapi
berasal dari arteri-arteri kecil yang
belum memiliki nama secara
anatomis, maka flap ini disebut flap
random. Flap kutaneus termasuk
dalam kategori ini
Flap aksial
Jika vaskularisasi flap berasal dari
arteri yang dikenal maka disebut
sebagai flap axial. Sebagian besar

BERDASARKAN JARINGAN YG
DIGUNAKAN
Pada umumnya, flap dapat berasal dari bagian tubuh
manusia manapun sepanjang suplai darah yang adekuat
pada flap dapat dipastikan saat jaringan tersebut
digunakan.
Flap dapat terdiri dari satu tipe jaringan (misalnya
jaringan kulit pada flap kutaneus) atau beberapa tipe
jaringan (misalnya, kulit dan fasia pada flap

BERASARKAN LOKASI DONOR


Flap lokal
Jaringan dapat dipindahkan dari daerah yang
berdekatan ke daerah yang memiliki defek. Flap lokal
dapat dibagi menjadi, yaitu :
1. Pivotal (geometrik)
Flap pivotal merupakan flap yang dipindahkan dari
titik putar pada donor ke defek. Flap pivotal
termasuk rotasi, transposisi dan interpolasi.

ROTASI
Defek yang akan ditutup dibentuk
menjadi segi tiga dengan sisi
terpendek sebagai dasar segitiga
yang juga merupakan sisi dari
lingkaran pergeseran flap. Bila
terjadi peregangan keadaan ini
dapat diatasi dengan suatu sayatan
pendukung di arah yang berlawanan.

TRANSPOSISI
Flap transposisi dipindahkan dengan tangkainya dan
ditransposisikan pada jaringan resipien. Flap transposisi
memberikan pilihan flap dengan warna dan tekstur yang
mirip dari donor yang berbeda. Sehingga
sering Digunakan
untuk defek pada
Kepala dan leher.

flap ini

paling

Plastik Z adalah contoh flap transposisi kembar yang saling mengisi.


Sayatan plastik Z dibuat dengan satu kaki tengah dan dua kaki lateral
yang sama panjang. Sudut yang sering dipakai adalah 600 karena akan
diperoleh perpanjangan yang optimal, terutama pada daerah berparut.
Indikasi plastik Z terutama untuk memperbaiki kontraktur akibat parut
yang berbentuk garis (kontraktur linear)

INTERPOLASI
Flap interpolasi mirip dengan flap
transposisional dimana flap dipindahkan
dengan tangkainya dan ditransposisikan
ke jaringan seberang. Pada tahap ke dua,
tangkai flap harus dipisahkan dan
disisipkan setelah terjadi
neovaskularisasi.

Flap interpolasi. Daerah


donor dipisahkan dari
resepien dan tangkai flap
harus melewati atas atau
bawah jaringan untuk
mencapai area resepien. (A).
Flap ditandai dan diangkat.
(B) daerah donor ditutup. (C)
tangkai dipisahkan ketika
telah terjadi revaskularisasi
flap. (D). Penyisipan flap
telah lengkap

2. Flap Maju
Pada flap maju jaringan kulit ditarik maju untuk menutup defek
kulit atau menghilangkan tukak. Mobilisasi jaringan lokal dalam
bentuk flap maju atau rotasi sering adekuat untuk menutup cacat
kecil dalam rongga mulut dan orofaring.
Flap maju
dipindahkan
terutama pada
sebuah garis lurus
dari donor ke
resepien. Tidak
dilakukan

Pedikel tunggal

Flap ini dibuat dengan membuat dua insisi paralel dari defek, idealnya
sepanjang garis regangan kulit. Flap dan tangkainya kemudian dimajukan
ke arah defek. Pengikisan daerah sekitar defek akan mengurangi
tegangan dan menghasilkan parut yang lebih baik sepanjang insisi.
Bipedikel

Flap ini umumnya digunakan untuk


menutup defek pada area yang
terlihat jelas dengan memindahkan
defek ke daerah yang kurang terlihat
(misalnya dari dahi ke kulit kepala).
Flap bipedikel dengan
insisi parallel yang
dimajukan

V-Y
Pada plastik V-Y ini dibuat sayatan berbentuk huruf V
yang setelah digeser untuk menutup defek akan
berbentuk huruf Y.

Flap jauh
Jaringan yang dipindahkan dari
daerah yang berjauhan atau dengan
kata lain berasal dari bagian tubuh
disebut sebagai flap jauh.

PRINSIP2 DASAR OPERASI


FLAP
Design of the flap / Rancangan dari flap

Memperhatikan faktor-faktor mekanik :

Ukurkan dari Resipien site.

Hematoma

Transfer of flap (Pemindahan flap) :

Infeksi

Membawa resipien area ke donornya.

Suturing (Penjahitan)

Memperhatikan Hinge Flap (flap gantung) Dressing (Pressure / Penekanan)


Memperhatikan Penutupan Flap.

FAKTOR YG MENYEBABKAN
KEGAGALAN FLAP
Pre operasi
Rancangan Flap yg buruk, ukuran flap yang tida adekuat, terganggunya
suplai darah ke flap.
Intra operasi
Teknik yg salah seperti merusak suplai darah pada saat diseksi,
mengakibatkan flap menjadi terlalu tegang, serta menekuk atau
memutar pedikel flap dapat mengakibatkan flap menjadi iskemik dan
nekrosis.
Post operasi

TERIMA KASIH

DAFTAR PUSTAKA
Burnicardi FC, Andersen DK, Billiar TR. Schwartzs: Principles Of Surgery. 9th ed. McGraw-Hill.
New York: 2010
Chrysopoulo HT. Flaps Classification. [Online]. 2005 June 26 [cited 2016 Feb 20]; Available from:
URL: http://www.emedicine.com.
Downs BW. Skin Flaps Design. [Online]. 2006 August 30 [cited 2016 Feb 20]; Available from: URL:
http://www.emedicine.com.
Mulholland MW, Lellemoe KD, Doherty GM. Greenfields Surgery: scientific principles &
practice.5th ed. Lippincott williams & wilkins. New york: 2010
Sjamsuhidajat R, de Jong W. Dalam: Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. Jakarta: EGC, 2000. hal. 31317.
Thorne HC, Muscle Flaps and Their In: Mathes. JS, Levine Jamie. Grabb & Smith Plastic Surgery, 6th
ed. Philadelphia: 2007
Tjandra JJ, Clunie GJA, Kaye AH, Smith JA. Textbook of Surgery. Ed 3. Blackwell publishing.
Australia: 2006.
Woodberry KM. Flaps, random skin flaps. [Online]. 2006 May 3 [cited 2016 Feb 20]; Available