Anda di halaman 1dari 11

PEMBAHASAN

Pengertian Glikosida
Glikosida merupakan senyawa organik yang ada dalam dunia tumbuhan.
Glikosida terdiri dari

dua bagian yaitu molekul gula (sakarida) dan aglikon.


Gugus gula bisa diberikan dengan

gugus

aglikon dengan berbagai cara, yang

paling

umum dijembatani oksigen (O-gllikon)

tetapi

bisa juga sulvur (S-glikosida), Nitrogen (N-glikosida)

atau carbon (C-glikosida). Glikosida umumnya berbentuk padatan, cukup larut


dalam air dan alkohol tetapi sedikit larut dalam eter. Ikatan glikosida resisten
terhadap hidrolisis oleh alkali tetapi tetapi mudah pecah oleh reaksi enzimatik dari
glikosida. (Suprianto, 2014) dan (Indrawati, 2013)
Biosintesis Glikosida
Apabila bagian aglikon dari suatu glikosida juga merupakan gula, maka
glikosida ini disebut hollosida, sedang kalau bukan gula disebut heterosida.
Pembicaraan tentang biosintesa dari heterosida umumnya terdiri dari dua
bagian yang penting. Yang pertama adalah reaksi umum bagaimana bagian
gula terikat dengan bagian aglikon, diperkirakan reaksi transfer ini sama pada
semua sistem biologik. Ini kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan secara
mendetail tentang jalannya reaksi biosintesa untuk berbagai jenis aglikon
yang akan menyusun glikosida.
Hasil-hasil penyelidikan telah menunjukkan bahwa jalan reaksi utama
dari pembentukan glikosida meliputi pemindahan (transfer) gugusan uridilil
dari uridin trifosfat kesuatu gula-l-fosfat. Enzim-enzim yang bertindak
sebagai katalisator pada reaksi ini adalah uridilil transferase (a) dan telah
dapat diisolasi dari binatang, tanaman dan mikroba. Sedang gula fosfatnya
dapat pentosa, heksosa dan turunan gula lainnya. Pada tingkat reaksi
berikutnya enzim yang digunakan adalah glikolisis transferase (b), dimana

terjadi pemindahan (transfer) gula dari uridin difosfat kepada akseptor


tertentu (aglikon) dan membentuk glikosida

Apabila glikosida telah terbentuk, maka suatu enzim lain akan bekerja
untuk memindahkan gula lain kepada bagian monosakarida sehingga
terbentuk bagian disakarida. Enzim serupa terdapat pula dalam tanaman yang
mengandung glikosida lainnya yang dapat membentuk bagian di-, tri- dan
tetrasakarida dari glikosidanya dengan reaksi yang sama (Pujimulyani, 2010).
Aglikon
Aglikon dari glikosida terdiri dari banyak jenis senyawa kimiawi.
Senyawa-senyawa tersebut meliputi senyawa-senyawa alkoholik dan fenolik,
isotiosianat, nitril sianogenetik, turunan antrasen, flavonoid dan steroid.
Meskipun demikian glikosida tanaman yang pada waktu ini banyak
digunakan secara medisinal kebanyakan mempunyai aglikon steroid,
flavonoid atau antrasen. Ini tidak berarti bahwa glikosida lain tidak penting,
hanya yang digunakan untuk pengobatan lebih sedikit.

(Suprianto, 2014)
SINTESIS GLIKOSIDA
Sintesis senyawa flavonoid--glikosida secara kimia, selain tidak
ekonomis juga tidak mudah karena akan menghasilkan produk campuran dengan
konfigurasi dan -glikosida. Sebaliknya sintesis senyawa glikosida melalui
pemanfaatan reaksi transfer enzimatik dewasa ini telah menarik perhatian para
ilmuwan. Oleh karena itu, sintesis flavonoid--glikosida melalui reaksi transfer
enzimatik menjadi pilihan untuk memperoleh senyawa yang relatif stabil dan
memiliki kelarutan tinggi, mempublikasikan bahwa enzim CGT-ase dapat
dimanfaatkan dalam reaksi transglikosilasi dengan memakai senyawa flavonoid
sebagai akseptor. Tujuan penelitian ini adalah untuk men- sintesis senyawa
flavonoid--glikosida secara enzimatik menggunakan CGT-ase dari Aspergillus

oryzae serta menguji aktivitas produk hasil reaksi transfer, sebagai antioksidan
alternative (Hardayanti, 2008)
Macam-macam Glikosida
a. GLIKOSIDA SAPONIN
Glikosida

saponin

adalah

sapogenin. Glikosida saponin


saponin
segolongan

glikosida

yang

aglikonnya

berupa

bisa berupa saponin steroid maupun


triterpenoid.

Saponin

adalah

senyawa

glikosida yang mempunyai struktur

steroid dan mempunyai

sifat-sifat khas dapat membentuk larutan

koloidal dalam air dan

membui

bila

dikocok.

Saponin

merupakan

senyawa berasa pahit menusuk dan


menyebabkan bersin dan sering mengakibatkan
iritasi terhadap selaput lendir. Saponin juga bersifat

bisa menghancurkan

butir darah merah lewat reaksi hemolisis,

bersifat racun bagi hewan berdarah dingin, dan banyak diantaranya digunakan
sebagai racun ikan. Saponin bila terhidrolisis akan menghasilkan aglikon yang
disebut sapogenin. Ini merupakan suatu senyawa yang mudah dikristalkan lewat
asetilasi sehingga dapat dimurnikan dan dipelajari lebih lanjut. Saponin yang
berpotensi keras atau beracun seringkali disebut sebagai sapotoksin. (Suprianto,
2014) dan (Indrawati, 2013). Salah satu conto saponin yanitu terdapat pada
tumbuhan binahong;

(Mardiana, 2012)
b. GLIKOSIDA STEROID
Glikosida steroid adalah glikosida yang aglikonnya berupa steroid.
Glikosida steroid disebut juga glikosida jantung karena memiliki daya kerja
kuat dan spesifik terhadap otot jantung.
Struktur dari sapogenin steroid spirostan dan tiga gula yang menyusun
glikonnya (dua a-L-ramnopiranosidadan satu b- D-fukopiranosida) diusulkan
seperti pada Gambar 1 berikut.

(Bogoriani, 2008)

c. Biosintesa Glikosida Isotiosianat


Aglikon dari glikosida isotiosianat dapat merupakan senyawa alifatik
atau turunan aromatik. Penelitian dengan radio isotop telah menunjukkan
bahwa aglikon yang berupa senyawa alifatik biosintesanya dapat melalui
Acetate Pathway sedang yang aromatik melalui Shikimic Acel Pathwey.

d. GLIKOSIDA FLAVONOL
Glikosida flavonol dan aglikon biasanya dinamakan
flavonoid.

Glikosida

ini

merupakan

senyawa yang sangat luas penyebarannya


di

dalam tanaman. Di alam dikenal adanya

sejumlah

besar

flavonoid yang berbeda-beda dan merupakan

pigmen

kuning

yang tersebar luas diseluruh tanaman

tingkat

tinggi.

Rutin,

bioflavonoid

kuersitrin,

ataupun

sitrus

(termasuk hesperidin, hesperetin,

diosmin dan naringenin) merupakan kandungan flavonoid yang paling


dikenal. (Suprianto, 2014) dan (Indrawati, 2013)
Biosintesa Glikosida Flavonoid
Aglikon dan glikosida flavonol dan falvanoid lainnya adalah contoh
senyawa yang di dalam sistem biologis pembentukannya dapat melalui kedua
cara pembentukan senyawa aromatis, yaitu dengan kondensasi asam asetat
dan melalui shikimic Acid Pathway.

e. GLIKOSIDA FLAVONOL
Glikosida flavonol dan aglikon biasanya dinamakan flavonoid.
Glikosida ini merupakan senyawa yang sangat luas penyebarannya di dalam
tanaman. Di alam dikenal adanya sejumlah besar flavonoid yang berbedabeda dan merupakan pigmen kuning yang tersebar luas diseluruh tanaman
tingkat tinggi. Rutin, kuersitrin, ataupun sitrus bioflavonoid (termasuk
hesperidin, hesperetin, diosmin dan naringenin) merupakan kandungan
flavonoid yang paling dikenal.
Biosintesa Glikosida Flavonoid
Aglikon dan glikosida flavonol dan falvanoid lainnya adalah contoh
senyawa yang di dalam sistem biologis pembentukannya dapat melalui kedua
cara pembentukan senyawa aromatis, yaitu dengan kondensasi asam asetat
dan melalui shikimic Acid Pathway (Suprianto, 2014)
f. GLIKOSIDA ANTRAKUINON
Beberapa jenis obat pencahar yang berasal dari tanaman mengandung
glikosida sebagai isi aktifnya. Glikosida-glikosida yang terdapat di dalam
obat pencahar tersebut mengandung turunan antrasen atau antrakinon sebagai

aglikonnya. Simplisia yang mengandung glikosida ini antara lain Cassia


multijuga merupakan salah satu spesiesdari genus Cassia yang telah diteliti
sebagian. Biji dari tumbuhan ini dilaporkan menghasilkan senyawa monomer
dalam

bentuk

hidroksi

maupun

glikosida

dari

senyawa

golongan

antrakuinon.3 Namun bagian kulit batang dari tanaman ini belum pernah
diteliti sebelumnya.

(Kristanti, 2006).

DAFTAR PUSTAKA
Bogoriani N.W., 2008, Isolasi Dan Identifikasi Glikosida Steroid Dari Daun
Andong (Cordyline Terminalis Kunth), Jurnal Kimia, Vol 2 (1).
Handayani Rini Dan Joko Sulistyo., 2008, Sintesis Senyawa Flavonoid-Glikosida Secara Reaksi Transglikosilasi Enzimatik Dan Aktivitasnya
Sebagai Antioksidan, BIODIVERSITAS, Vol 9 (1), Issn: 1412-033
Indrawati N.L Dan Razimin., 2013, Bawang Dayak, Agromedia Pustaka, Jakarta
Mardiana L., 2012, Daun Ajaib Tumpas Penyakit, Niaga Swadaya, Jakarta
Pujimulyani Dwiyati Pujimulyani, Sri Raharjo, Y. Marsono Dan Umar Santoso.,
2010, Pengaruh Blanching Terhadap Aktivitas Antioksidan, Kadar Fenol,
Flavonoid, Dan Tanin Terkondensasi Kunir Putih (Curcuma Mangga Val.),
Agritech, Vol. 30, No. 3
Suprianto, Moelyono Mw, Yoppi I Dan Febrianti R.M., 2014, Seri Herba Medika
Prinsip Obat Herbal, Deepublish, Jakarta

TUGAS MAKALAH FITOKIMIA


SINTESIS GLIKOSIDA

OLEH :
ADE FRIATMI
CICI NOVIANTI
ELSA OFTASARI SYUKUR T
GEDE YOGI PRANA WARDANA (F1F1 13 016)
HUSNI S
LA ODE MUHAMMAD JERNI
MUHAMAD ERWIN

(F1F1 13 032)

NANDA WIDIASTUTI
RAHMAT RAMADHAN

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016