Anda di halaman 1dari 14

Oleh :

Argandita Fairuz Shabah


(0 1)
Arunia Kemala Putri
(02)
Fridyna Intan

Iman
kepada
rasul
adalah
percaya dan
yakin
dengan
sepenuh
hati
bahwa Allah
SWT telah mengutus hambahambaNya
yang
terpilih
untuk
menyampaikan risalah
Allah SWT kepada umat manusia.

Rasul
adalah
seorang
laki-laki,
merdeka (bukan
budak) yang diberi wahyu oleh Allah
tentang
agama dan mendapat perintah supaya
menyampaikan
(tabligh)
kepada
semua makhluk.
Jika
tidak
mendapat
perintah
bertabligh, orang
tersebut dinamakan Nabi saja.

1. Al Quran 2. Al Hadits
a) Al Hadid:25
a) HR. Muslim
b) Al Maidah:41
c) Al Mukmin:78
d) An Nisa:164
e) An Nahl:43
f) Al Maidah:15
g) Al Furqan:20
h) At Taubah:128
i) Al Baqarah:285

1. Pengertian
Kejadian luar biasa yang dialami oleh
para rasul atas
izin Allah SWT
2. Macam macam Mukjizat
a)Mukjizat Akliyah (Masuk Akal)
b)Mukjizat Kauniyah (Peristiwa Alam)
c) Mukjizat
Syahsiyah
(Dari
Tubuh
Seorang Nabi/Rasul)
d)Mukjizat Salbiyah (Membuat Sesuatu
Tidak Berdaya)

3. Contoh Mukjizat :
a)Nabi Isa dapat menghidupkan orang yang sudah mati
dan menyembuhkan orang buta
b)Nabi Musa dapat membelah laut merah dengan
tongkatnya, tongkatnya juga dapat berubah menjadi
ular, dan ketika dipukulkan ke batu, dapat keluar air
c)Nabi Sulaiman dapat berkomunikasi dengan binatang
dan jin
d)Nabi Daud suaranya merdu dan dapat melebur besi
dengan kekuatan tangannya
e)Nabi Nuh membuat perahu yang dapat menyelamatkan
kaum yang beriman dari banjir besar
f) Nabi Ibrahim tidak mempan ketika dibakar Raja Namrud
g)Nabi Muhammad mengeluarkan air dari celah jari
jarinya, membelah bulan, dan mukjizat berupa al quran

4. Fungsi Mukjizat
a. Mengingat begitu berat tugas para
rasul, maka rasul dibekali berupa
mukjizat
b. Mukjizat sebagai tanda bukti bahwa
orang yang membawa atau
memilikinya memang betul betul
seorang utusan allah swt.
c. Mukjizat sebagai senjata bagi rasul
yang digunakan untuk mengahadapi
para penentangnya

1. Menyampaikan ajaran tentang keesaan Allah swt. (Q.S An


Nahl:36)
2. Menyerukan kepada umat manusia untuk berbuat baik
3. Memberikan ajaran yang jelas tentang hal hal yang
diperintah dan dilarang
4. Memberikan berita tentang hal ghaib seperti : malaikat, jin,
iblis, surga, dan neraka
5. Membawa kebenaran, berita gembira, dan memberi
peringata kepada umatnya agar mereka memperoleh
petunjuk ke jalan yang benar dan tidak sesat hidupnya di
dunia dan di akhirat (Q.S Al Fathir:24)
6. Memberi kabar gembira dan peringatan kepada umatnya
agar menjadi umat yang beriman dan berbahagia di dunia
akhirat (Q.S Al Anam:48)
7. Menyempurnakan akhlak manusia (HR. Bukhari dan Abu
Daud)

1. Membimbing umat manusia untuk


mengetahui cara cara beribadah
kepada Allah swt.
2. Membimbing manusia untuk
membedakan yang haq dan yang bathil
dan antara haram dan halal
3. Kemampuan akan manusia tidak bisa
menjangkau hal hal yang ghaib,
sehingga hal hal yang bersifat ghaib
hanya bisa diketahui melalui Rasul
4. Menjadikan para Rasul sebagai Uswatun
Hasanah (Q.S Al Ahzab:21)

Rasul yang mempunyai keteguhan hati


dan ketabahan yang sangat tinggi
Nabi Nuh a.s
Nabi Ibrahim
a.s
Nabi Musa
a.s

Khusus
Nabi Isa a.s
Nabi Muhammad saw paling
istimewa
dengan berbagai julukan:
Nabi
Muhammad dapat dipercaya
a) Al-Amin:
saw
b)Sayyidul Anbiya Warmursalin:
penghulu para Nabi dan Rasul
c)Khatamul Anbiya Warmursalin: Nabi
dan Rasul yang terakhir

1) Akan terhindar dari perbuatan sesat (kekufuran)


2) Tidak merasa khawatir dan bersedih diri
3) Meningkatkan ketaatan kepada Allah dan kepada Rasul (QS. AnNisa:59)
4) Menumbuhkan sikap jujur karena Rasul
5) Menumbuhkan sikap ikhlas karena Rasul
6) Menumbuhkan sikap kasih sayang pada semua makhluk
7) Membuat seseorang senantiasa ber-akhlakul karimah (QS. AlQalam:4)
8) Berani menegakkan kebenaran dan memberantas kebatilan
9) Membentuk individu yang sabar dalam menghadapi berbagai
persoalan dalam hidup
10)Manusia bisa mengetahui hakikat dirinya bahwa dirinya adalah
hamba Allah SWT yang mempunyai kewajiban mengabdi kepada
Allah SWT
11)Menjadikan kita semakin cinta kepada Rasul sehingga bersedia
mengikuti ajaran yang dibawanya (QS. Al-Imran:31)