Anda di halaman 1dari 22

GEOPARK :

DESTINASI WISATA UNGGULAN


NASIONAL

Dr. Yunus Kusumahbrata


SAM Tata Ruang dan Lingkungan
Hidup
KETUA TIM TASK FORCE REVITALISASI MUSEUM KEGEOLOGIAN dan
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN GEOPARK
KEMENTERIAN ESDM

Masa depan bangsa Indonesia


bukan di kegiatan ekstraktif
seperti pertambangan

Guna menjamin eksistensi umat


manusia di muka bumi dan
CUACA EKSTRIM
kehidupan
lebih baik
akibatyg
kerusakan
lingkungan (kekeringan,
badai, suhu panas dan mindset
Saatnya merubah
dingin, kekurangan air
bersih dll.)
EKSTRAKTIF ke
KONSERVATIF

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

BADAN GEOLOGI

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia.


Ekstraktif vs Konservatif

Minyak Bumi : SD 151MB, T. 3,7MB 9 th


Gas Bumi : 487 TSCF, T. 125 TSCF 62 th
Batubara : 161 MT, T. 32 MT 80 th
Tembaga : 86,475 juta ton
54 th
Gold
: 6,8 ribu ton
42 th

PASTI
HABIS

SUMBER DAYA
BERKESINAMBUNGAN

Pertambangan Umum
29
9%

Minyak Bumi
190
62%
Gas Bumi
88
29%

KONTRIBUSI APBN
(Rp 427 T)

EKSTRA
KTIF

KONSERV
ATIF

PERUBAHAN
MINDSET
EKSTRAKTIF KE
KONSERVATIF

Potensi SD Fenomena Geologi Indonesia: Keindahan Alam Lingkungan yang


LUAR BIASA dengan IKLIM dan penduduk yang bersahabat.

Geodiversity
Geoheritage

: > 170 area


: > 40 kawasan

KONSEP GEOPARK

GEOPARK

SEBAGAI KONSEP DAN INSTRUMEN


HANDAL DLM MELAKSANAKAN
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Semboyan filosofis

Memuliakan Warisan Bumi


Mensejahterakan Masyarakat
(lokal & regional)

GEOPARK :
Konsep pengembangan kawasan dengan manejemen multi

stakeholders yang mampu memberikan significance


regional impact bagi konservasi, edukasi dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat di kawasan dan daerah
sekitarnya.
Persyaratan mengembangkan Geopark: Harus memiliki
sekurang-kurangnya satu bentukan geodiversity
geoheritage berkelas nasional dan atau internasional
yang dilindungi dan dikembangkan dengan manajemen
berbasis konservasi dan edukasi berlandaskan aktifitas
sustainable green tourism untuk kesejahteraan masyarakat
Konsep ini TELAH DIADOPSI dan DIPROMOSIKAN
UNESCO (2014) dan sukses diterapkan di Eropa, Asia
(China, Jepang, Korea), Asia Tenggara (Malaysia, Vietnam, ?
Indonesia), Amerika Latin (Brazil), Afrika (Afsel), dll.
www. worldgeopark.org

INTEGRASI TIGA PILAR: KOMPONEN ALAM & BUDAYA


MELALUI GEOPARK
(Versi Indonesia)

Geodiversity/Geoheritage
GOVT. POLICY &
REGULATION
Management
Konservasi
Tourism Activities

INFRASTRUCTURES
SUPPORTING FACILITIES

GEOPARK
Biodiversity/
Bioheritage

Culture
diversity/
Culture
heritage

CAPACITY BUILDING OF LOCAL PEOPLE


COMDEV
IMPROVEMENT OF PEOPLE WELFARE

KONSEP GEOPARK MEWAJIBKAN


BERLANGSUNGNYA PROGRAM
KONSERVASI (Geo-, Bio, Culture
Heritages), EDUKASI (Pengkayaan
wawasan stakeholders) dan PENINGKATAN
KESEJAHTERAAN SOSIAL EKONOMI
MASYARAKAT secara BERKESINAMBUNGAN
Khususnya DI DALAM GEOPARK

LOKASI POTENSI GEOHERITAGE INDONESIA


94
8

98

106

102

110

122

118

114

130

126

134

138

142
8

P. WE

Kalimantan
Sulawesi
Maluku-Papua

LAUT MINDANAO

LAUT CINA SELATAN

BANDA ACEH

3
4
5

SKALA (SCALE) 1 : 10 000 000

100

_
P. NATUNA

KEP. TALAUD

4
MEDAN

P. SIMEULEU

KEP. SANGIR

KEP. ANAMBAS

50

100

200

300

400 km

P. MOROTAI

LAUT NATUNA
LAUT SULAWESI
MANADO

P. NIAS

P. BINTAN

KEP. BATU

PAKANBARU

P. HALMAHERA

TERNATE
KEP. RIAU

GORONTALO

PONTIANAK

P. WAIGEO

KEP. TOGIAN

SAMARINDA

LAUT MALUKU
P. BACAN

PADANG
P. SIBERUT

P. BANGKA

4
KEP. PAGAI

P. YAPEN

2
2

1
7

P. LAUT

AMBON

Tsunami Aceh Besar, NAD


Lut Tawar, Takengon, NAD
Kaldera Danau Toba, Sumut
Lembah Harau, Sumbar
Danau Maninjau, Sumbar
Danau Singkarak, Sumbar
Bekas Tambang Sawahlunto
Tektono-Vulkano Kerinci
Fosil Flora Merangin, Jambi
Badan Geologi,
KESDM

LAUT BANDA
KEP. KAI
KEP. TUKANGBESI

P. KABAENA

KEP. ARU

SEMARANG

BANDUNG

102

TIMIKA
P. BUTON

MAKASSAR

JAKARTA

(IRIANJAYA)

KENDARI

P. BAWEAN

P A P U A

P. BURU

BANJARMASIN

BANDARLAMPUNG

SERANG

98

JAYAPURA
P. SERAM

LAUT JAWA

12
94

P. MISOOL

LAUT SERAM

P. BELITUNG

BENGKULU

Sumatera
12
1
1
Jawa
10
Bali-Nusa Tenggara 6

KEP. SULA

KEP. BANGAI
PALANGKARAYA

PANGKALPINANG

PALEMBANG

P. ENGGANO

LAUT CAROLINE

P. BIAK

P. OBI

JAMBI

P. SIPORA

MANOKWARI

PALU

1
6

KEP. KANGEAN

P. MADURA
SURABAYA

YOGYAKARTA

LAUT FLORES

LAUT ARU

P. KOLEPOM

P. YAMDENA

P. WETAR
KEP. BABAR

P. BALI

P. SELAYAR

DENPASAR

1
3

P. LOMBOK

P. ALOR

P. SUMBAWA

P. FLORES

MATARAM

LAUT ARAF U RA

LAUT TIMOR
P. SUMBA

+ _ + _ + _
P. TIMOR

LAUT SAWU
KUPANG
P. SAWU

P. CHRISMAST

106

P. ROTE

110

114

Bekas Tambang Rejanglebong,


Bengkulu
Danau Vulkano Ranau, Sumsel
Gunung Krakatau, Lampung
Bayah Dome, Banten
Melange Ciletuh, Jabar
Pegunungan aktif Priangan
Cukangtaneuh, Pangandaran
Dataran Tinggi Dieng, Jateng
(Modifikasi dari Oki Oktariadi,
2013)

118

122

126

Gunung Merapi, Jateng


Karst Pegunungan Sewu
Lumpur Sidoarjo, Jatim
Komplek Gunung Bromo, Jatim
Kaldera Batur, Bali
Gunung Rinjani, Lombok
Gunungapi Purba Bawah Laut
Tanjung Aan, Lombok
Kaldera Tambora, Sumbawa
Gunung Kelimutu, Flores
Danau Rawa Sentarum, Kalbar

130

134

138

12
142

Karst Sangkurilang-Mangkaliat
Delta Mahakam
Kars Maros, SulSel
Danau Tektonik Metano, Sulsel
Kaldera Danau Tondano, Sulut
Danau Poso, Sulteng
Gua Akohi, Seram, Maluku
Karst Raja Ampat, Papua Barat
Danau Sentani, Papua Barat
Taman Lorentz, Papua
Peg. Jayawijaya, Papua

EGN
: 64
APGN : 54
China : 31
Canada : 1
Brazil
:1
Afrika
:1

TAHAPAN PENGEMBANGAN GEOPARK


Biodiversity

Inventory & identification


conservation value
Scientific value
Ecology Association

Internationally significance
Geoheritage

Scientific value
Beauty value
Economic & geoconservation value
Ecology Association

Culture diversity

Inventory & identification


Beauty value
conservation value
Ecology Association

MENUNJUKAN MAKNA
KEKAYAAN HAKIKI KAWASAN

I II

Kelembagaan

Share value
Management System
Conservation System
Toursm Management

DELINIASI
KAWASAN
Single Boundary
Natural area of
special geological
significance
integration of
ecology, local
culture and history

REGULASI
UU / PP / KEPRES
KEPMEN
PERDA

III

Konservasi

Pendidikan

Pertumbuhan
ekonomi lokal
& regional

Pemberdayaan
masyarakat
sekitar

MASTER PLAN
Zonasi Kawasan
Pemantauan zonasi
Indikasi program prioritas

Bagan Alir Konsep Ideal Pengembangan Geopark di Indonesia


(Lokal, Nasional s/d Geopark Global-UNESCO)

GEOPARK GLOBAL
Diusulkan oleh KNGI; Asesmen dan Penetapan oleh UNESCO

GEOPARK NASIONAL
Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) *** bersama
dengan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO-KNIU
melakukan Verifikasi dan Penetapan

GEOPARK LOKAL
Pemerintah (Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota)/ Perguruan Tinggi/Asosiasi Profesi
Menyusun data dasar geodiversity-geoheritage, biodiversity dan
cultural diversity kawasan tertentu di wilayahnya.
Dokumen usulan geopark disusun sesuai pedoman UNESCO (April 2010).
Ditetapkan dengan Peraturan Daerah atau
Keputusan Bupati/Walikota/Gubernur

TUJUAN GEOPARK

Menciptakan NILAI-NILAI KEBERSAMAAN (SHARED VALUES)


dalam mengelola alam dan budaya untuk meningkatkan
KESEJAHTERAAN RAKYAT

AWARENESS

PROTECTION

PROTECTION

CONSERVATION

CONSERVATION

WELFARE

PEOPLES
WELFARE

SHARED VALUE

Kesejahteraan dan Kedamaian hidup masayarakat

GEOPARK SEBAGAI
DESTINASI WISATA

PENGELOLAAN GEOPARK SEBAGAI


DESTINASI WISATA
Konsep pariwisata dalam menetapkan sebuah destinasi
pariwisata (termasuk geopark) :

MANAJEMEN GEOPARK SEBAGAI


DESTINASI WISATA

Geopark
Sebagai sebuah konsep holistik terintegrasi untuk melakukan
perlindungan, pendidikan, dan pengembangan sosioekonomi
berkelanjutan.

Geopark mengaitkan
warisan geologis dengan
biodiversity dan budaya

Menghormati lingkungan
dan menstimulasi
pembentukan usaha-usaha
lokal yang inovatif.

PRINSIP PENGEMBANGAN PARIWISATA


Prinsip pengembangan GEOPARK untuk pariwisata
berkelanjutan bertujuan menciptakan :
1. Kesadaran tentang tanggungjawab terhadap
lingkungan, dengan menerapkan strategi
pembangunan pariwisata berkelanjutan berupa
green tourism industry melibatkan pemerintah,
masyarakat, industri pariwisata, dan stakeholders
terkait lainnya;
2. Peningkatan PERAN PEMERINTAH DAERAH dalam
pembangunan pariwisata;
3. KREATIFITAS & INOVASI DINAMIS industri pariwisata
yang mampu menciptakan produk pariwisata yang
bisa bersaing secara internasional (Knowledge-based
tourism) dan menjamin peningkatan kesejahteraan
sosial ekonomi masyarakat di tempat tujuan wisata;
4. Kemitraan dan partisipasi masyarakat dalam
pembangunan pariwisata dengan memberikan
perhatiaan terhadap pengembangan usaha skala kecil

KUNCI SUKSES PENGEMBANGAN GKT

S
U
S
T
A
I
N
A
B
L
E
I
M
P
R
O
V
E
M
E
N
T

KELEMBAGAAN GEOPARK
Konservasi
GEOWISATA
EKOWISATA
WISATA BUDAYA
ADVENTURE
SPORT
KULINER dll.

Edukasi

GEOPARK

beroperasi sesuai

SOP

Ekonomi kreatif

&

Pedoman

PEMERINTAH
PUSAT
DAERAH

MASYARAKAT
PROSES PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT

SWASTA/NGO

Perlu komitmen menjamin terlaksananya kegiatan/event2 dlm


Geopark
BERJALANNYA PROSES PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

SIKLUS POSITIF DAMPAK


PENGEMBANGAN GEOPARK

BADAN GEOLOGI

KONSERVASI

Konservasi Geo-, Bio- & Culture heritages


Mengintegrasikan antara konservasi alam dan
budaya
Pemanfaatan Sumber Daya berkelanjutan
(tanpa merusak)

GEOPARK
DEV.
PEMBANGUNAN
EKONOMI

Geowisata sebagai bagian dari


pengembangan ekonomi kreatif
Inovasi Produk Wisata kreatif
Dampak langsung dan tidak
langsung

PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Masyarakat sebagai pemain kunci


Capacity building dari masyarakat
setempat
Pendidikan akan heritages
(keanekaragaman geologi, biologi,
budaya)
Penguatan Shared Values gotong
royong (disiplin, kebersihan, sikap)

MANAJEMEN BERBASIS KOMUNITAS GEOPARK UNTUK MENUMBUHKAN


NILAI-NILAI KEBERSAMAAN (SHARED VALUES)
EXECUTIVE
(GOVERNMENT)
GI
LE

EL R
T
O
HO E S T
V
IN

IV
AT
ST
E

COMMUNITY
(NGO, etc.)

GEOPARK
MANAGEMENT

PR
SE IVA
CT TE
OR

EDUCATION
(Formal & Non
Formal)

ity t
n
n
u
m me
m
p
Co elo
v
De

TOURIST &
OPERATOR
Modified from: Sharina Abdul Halim, et.al. (2010)

KUNJUNGAN PRESIDEN RI KE LOKASI


GEOPARK GUNUNG SEWU

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

BADAN GEOLOGI

KEMENTERIAN
ENERGI DAN
SUMBER DAYA
MINERAL

TERIMAKASIH
Guna mengoptimalkan akselerasi pengembangan
Geopark di Indonesia,
maka seluruh stakeholders harus bersinergi.

www.esdm.go.id