Anda di halaman 1dari 36

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Tn.

WS
DENGAN PENYAKIT ACUTE DECOMPENSATED HEART FAILURE (ADHF)
Nama Mahasiswa

: Made Wahyu Riantini

Tempat Pratek

: Ruang Angsoka 1 RSUP Sanglah

Tanggal Pengkajian

: 01-03 Februari 2016

A.

PENGKAJIAN

I. Identitas Diri Klien


Nama

: Tn.Ws

Tanggal Masuk RS

: 31 Januari 2016

Tempat/Tanggal Lahir

: Bangli, 31 Desember 1966

Sumber Informasi

: Rekam medis, pasien dan keluarga pasien

Umur

: 49 tahun

Agama

: Hindu

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Status Perkawinan

: Menikah

Pendidikan

: SMA

Suku

: Bali

Pekerjaan

: Pegawai Swasta

Lama Bekerja

: 25 tahun

Alamat

: Br. Masem Dwi Tirta, Batur Selatan, Kintamani, Bangli

Diagnosa Medis

: ADHF Profil C e.c Susp CAD

KELUHAN UTAMA :
Saat pengkajian pasien mengatakan sesak nafas
RIWAYAT PENYAKIT :
a. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien dan keluarga pasien datang ke IRD PJT RSUP Sanglah pada tanggal 30
Januari 2016 dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu serta nyeri di area
dada dan bertambah 6 jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien dan keluarga juga
mengatakan bahwa sejak kemarin pasien susah untuk buang air kecil serta bengkak
pada bagian perut dan juga kedua kaki pasien. Di IRD PJT pasien mendapatkan

pengobatan. Kemudian pasien dipindahkan ke ICCU RSUP Sanglah sesuai dengan


permintaan pasien dan keluarga pasien agar mendapatkan tindakan yang lebih
intensif. Pasien dirawat di ICCU sampai tanggal 31 Januari 2016. Pada tanggal 31
Januari 2016 pasien dipindahkan ke ruang Angsoka 1 RSUP Sanglah tepatnya di
kamar 108 bed 4. Selama menjalani perawatan keadaan pasien mulai membaik dan
saat pengkajian pasien mengatakan masih mengalami sesak.
b. Riwayat Penyakit Dahulu
Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa tiga tahun yang lalu, pada tahun
2013 pasien sempat dirawat di RSUD Bangli karena keluhan yang sama selama 4
hari. Selama menjalani perawatan disana keadaan pasien mulai membaik dan tidak
pernah kambuh lagi setelah menjalani perawatan. Keluarga pasien juga mengatakan
bahwa pasien juga pernah menjalani perawatan di RSUP Sanglah tepatnya pada
Oktober 2015. Keluarga pasien mengatakan pasien memang mempunyai riwayat
penyakit jantung sejak 3 tahun yang lalu, kencing manis dan juga pasien mengalami
gangguan psikiatri. Saat ditanya kenapa penyakit jantung pasien bisa kambuh lagi
keluarga pasien mengatakan tidak mengetahui apa penyebabnya padahal pola makan
pasien baik, hanya saja keluarga pasien mengaku bahwa pola hidup pasien masih
sama seperti dulu dan apabila ada perubahan itupun hanya sedikit.
c. Riwayat Penyakit Keluarga
Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa dikeluarganya mempunyai
riwayat hipertensi yang diturunkan dari ayah pasien. Tetapi untuk riwayat penyakit
jantung dan juga kencing manis, keluarga pasien mengatakan bahwa dikeluarganya
tidak mempunyai riwayat seperti pasien.
1. Keluarga terdekat yang dapat dihubungi (istri)
Pekerjaan
: Pedagang
Pendidikan
: SMA
Alamat
: Br. Masem Dwi Tirta, Batur Selatan, Kintamani, Bangli
2. Alergi :
Tipe
: Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa pasien alergi terhadap
Reaksi

antibiotik tetapi keluarga pasien lupa akan nama antibiotik tersebut


: Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa pasien akan mengalami
bengkak di bagian mata, kemerahan dan juga mengalami gatal disekujur

tubuh
Tindakan : Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan tindakan yang dilakukan setelah
itu adalah menghentikan pemberian antibiotik tersebut
3. Kebiasaan : Merokok, meminum kopi kopi dan alkohol

Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa pasien mempunyai kebiasaan


merokok dan menghabiskan 1 bungkus rokok dalam 1 minggu. Keluarga pasien juga
mnegatakan bahwa setiap 3 hari sekali pasien suka meminum alkohol ditambah lagi
apabila ada upacara keagamaan serta meminum kopi 2xsehari
4. Obat-obatan
:
Lamanya
: Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa sejak tahun 2013
pasien mulai mengonsumsi obat-obatan untuk jantungnya dan
berhenti apabila obatnya sudah habis. Kemudian pasien mulai
mengonsumsi obat-obatan lagi pada tahun 2015 dan berhenti setelah
obatnya habis. Pada tahun 2016 ini pasien mulai mengonsumsi obatSendiri

obatan lagi karena menjalani perawatan


: Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan tidak mempunyai resep
sendiri, karena apabila pasien kambuh lagi keluarga langsung
membawa ke puskesmas/rumah sakit terdekat untuk mendapatkan

Orang lain (resep)

pengobatan
: Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan resep didapat
dari tenaga kesehatan mulai dari resep yang diberikan dari
puskesmas/rumah sakit terdekat sampai resep yang diterima
dari RSUP Sanglah

5. Pola pernafasan
Kesulitan bernafas

: Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa pasien


mengalami kesulitan bernafas sejak tanggal 30 Januari 2016,

Kesulitan dirasakan

kadang mulai membaik tetapi kadang kambuh lagi


: Saat pengkajian pasien mengatakan bahwa pasien mnegalami

kesulitan bernafas saat tidur terlentang


Keluhan yang dirasakan : Saat pengkajian pasien mengatakan bahwa sesaknya sangat
mengganggu sehingga membuat pasien susah untuk
melakukan aktivitasnya
6. Pola nutrisi
Frekuensi/porsi makan

:
: Sebelum dan sesudah masuk rumah sakit, pasien
mengatakan bahwa pola makan dan minum pasien normal.
Pasien mengatakan bahwa pasien makan 3xsehari dengan 1
porsi makan dan minum 4-5 gelas perhari

Berat Badan

: 80 kg

Tinggi Badan : 170 cm

Jenis makanan

: Saat pengkajian pasien mengatakan bahwa jenis makanan


yang disarankan kepada pasien adalah makanan lunak dan
rendah kolesterol

Makanan yang disukai

: Saat pengkajian pasien mengatakan bahwa makanan yang


disukainya adalah lawar

Makanan tidak disukai

: Saat pengkajian pasien mengatakan bahwa pasien tidak


menyukai makanan yang terlalu manis

Makanan pantangan

: Saat pengkajian pasien mengatakan bahwa pasien dan


keluarga pasien tidak boleh memakan daging sapi

Nafsu makan

[V] baik
[ ] sedang, alasan

: mual/muntah/sariawan/dll

[ ] kurang, alasan

: mual/muntah/sariawan/dll

Perubahan BB 3 bulan terakhir :


[ ] bertambah
[V] tetap
[ ] berkurang
7. Pola eliminasi

a. Buang air besar


Frekuensi

: 1xsehari

Waktu

Warna: Kuning kecoklatan

Konsistensi

: Pagi hari
: Lembek

Penggunaan Pencahar : Tidak ada


b. Buang air kecil
Frekuensi

: 6-8xsehari

Bau

: Khas urine

Warna

: Kuning kemerahan

8. Pola tidur dan istirahat :


Waktu tidur (jam)

: Sebelum masuk rumah sakit pasien mengatakan susah


tidur pada malam hari karena sesak yang dialaminya.
Pasien biasanya tidur pada siang hari. Setelah masuk
rumah sakit pasien mengatakan mulai bisa tidur di
malam hari sedikit demi sedikit dan saat pengkajian
pasien mengatakan tidak begitu mengalami masalah
pada pola tidurnya

Lama tidur/hari

: Sebelum masuk rumah sakit pasien mengatakn


lamanya tidur sekitar 3-5 jam per hari, setelah masuk
rumah sakit pasien mengatakan lamanya tidur mulai
membaik sekitar 5-7 jam per hari

Kebiasaan pengantar tidur

: Saat pengkajian pasien mengatakan tidak mempunyai


kebiasaan pengantar tidur

Kebiasaan saat tidur

: Saat pengkajian pasien mengatakan kadang-kadang


mengorok saat tidur

Kesulitan dalam hal tidur

[ V ] menjelang tidur
[ V ] sering/mudah terbangun
[ V ] merasa tidak puas setelah bangun tidur

9. Pola aktivitas dan latihan :


a. Kegiatan dalam pekerjaan

: Sebelum masuk rumah sakit pasien mengatakan rutin


untuk bekerja di tempat pasien bekerja, setelah masuk
rumah sakit aktivitasnya hanya di tempat tidur saja

b. Olah raga

: Sebelum masuk rumah sakit pasien mengatakan jarang


sekali berolahraga, sekalinya berolahraga itupun hanya
lari disekitar lingkungan rumahnya. Setelah masuk
rumah sakit pasien mengatakan tidak dapat
berolahraga

c. Kegiatan di waktu luang

: Sebelum masuk rumah sakit pasien mengatakan


biasanya apabila memiliki waktu luang pasien dan
keluarga menyempatkan untuk berekreasi. Setelah
masuk rumah sakit pasien mengatakan pasien hanya
mengobrol dnegan keluarganya dan tidur

d. Kesulitan/keluhan dalam hal ini :

[V] pergerakan tubuh [ ] bersolek

[V] mandi, berhajat

[V] mudah merasa kelelahan

[V] mengenakan pakaian

[V] sesak nafas setelah mengadakan


aktivitas

Tabel 1. ADLs Tn.WK Dengan Penyakit SCC Penis Post Op Radikal Penictomy T2N2 Mx
di Ruang Angsoka 1 RSUP Sanglah
Tanggal 15 Februari 2016
No
1

Fungsi
Mengontrol BAB

Keterangan
Inkontinen/tidak teratur
(perlu enema)
Kadang-kadang inkontinen

Mengontrol BAK

Skor
0

No
6

Fungsi
Berpindah tempat dari

Keterangan
Tidak mampu

Skor
0

Perlu banyak bantuan

tidur ke duduk
1

(1xseminggu)

untuk bisa duduk (2

Kontinen teratur
Inkontinen atau pakai

2
0

orang)
Bantuan minimal 1 orang
Mandiri

2
3

kateter dan tak terkontrol


Kadang-kadang

Tidak mampu

Bisa berjalan dengan kursi

roda
Berjalan dengan bantuan

satu
Mandiri

Tergantung orang lain

Mobilisasi/berjalan

inkontinen (max 1x24


jam)
Mandiri
3

Membersihkan diri

Butuh pertolongan orang

(lap muka, sisir

lain
Mandiri

Penggunaan toilet,

Tergantung pertolongan

pergi ke dalam dari

orang lain

rambut, sikat gigi)


4

WC (melepas,

Berpakaian (memakai
baju)

memakai celana,
menyeka,
menyiram)
Perlu pertolongan pada

Sebagian dibantu (misal

beberapa aktivitas terapi,

mengancing baju)

dapat mengerjakan sendiri

Makan

beberapa aktivitas yang lalu


Mandiri
Tidak mampu
Perlu seseorang menolong

2
2
1

memotong makanan
Mandiri

Naik-turun tangga

Mandiri
Tidak mampu
Butuh pertolongan

Mandiri
10
Mandi
Tergantung orang lain
Mandiri
Skor total : 1. Mandiri (20) 2. Ketergantungan Ringan (12-19) 3. Ketergantungan Sedang (9-11) 4. Ketergantungan Berat (5-8)
5. Ketergantungan Total (0-4)

2
0
1
2
0
1

10. Pola kerja :


a. Jenis pekerjaan

: Pegawai Swasta

b. Jumlah jam kerja

: 6-8 jam/hari

c. Jadwal kerja

:-

d. Lain-lain (sebutkan) : II. Riwayat Keluarga


Genogram :

Keterangan :
= Laki-laki

= Anak kandung

= Perempuan
= Menikah

= Identifikasi klien
= Meninggal

= Tinggal dalam satu rumah


Gambar 1. Genogram Tn. WS Dengan Penyakit ADHF Profil C e.c Susp CAD
di Ruang Angsoka 1 RSUP Sanglah
Tanggal 01-03 Februari 2016
Penjelasan genogram keluarga Tn. WS :
Ayah dari Tn.WS sudah meninggal sejak 5 tahun yang lalu. Ayah Tn.WS mempunyai
riwayat hipertensi. Ibu dari Tn.WS masih hidup dan saat ini tinggal bersama anak kedua atau
adik dari Tn.WS di Bangli, Kintamani dekat dengan tempat tinggal Tn.WS. Adik-adik dari
Tn.WS sudah berkeluarga dan ada yang menetap di Bangli dan juga di Denpasar. Saudarasaudara dari Tn.WS tidak mempunyai riwayat penyakit jantung seperti yang dialami oleh

Tn.WS, tetapi adik Tn.WS yang ketiga mempunyai riwayat yang sama seperti ayah mereka
yaitu hipertensi.
III. Riwayat Lingkungan
Kebersihan Lingkungan : Saat pengkajian pasien dan keluarga pasien mengatakan
bahwa lingkungan rumahnya bersih
Bahaya

: Saat pengkajian pasien dan keluarga pasien mengatakan


bahwa di lingkungan tempat tinggal mereka tidak ada bahaya
apapun yang mengancam kesehatan mereka

Polusi

: Saat pengkajian pasien mengatakan bahwa pasien memiliki


kebiasaan merokok jadi udara di sekitar pasien sudah
terkontaminasi

IV. Aspek Psikososial


1. Pola pikir dan persepsi
a. Alat bantu yang digunakan : Tidak ada
b. Kesulitan yang dialami :
[V] sering pusing
[ ] menurunnya sensitifitas terhadap panas dingin
[ ] membaca/menulis
2. Persepsi diri
Hal yang dipikirkan saat ini

: Saat pengkajian pasien mengatakan hal yang


dipikirkannya saat ini adalah kondisinya saat ini,
karena sejak kondisinya saat ini pasien susah
beraktivitas dan tidak dapat berkumpul dengan
keluarganya di rumah. Pasien jga mengatakan karena
kondisinya saat ini pasien merasa menjadi beban dari
keluarganya. Saat ditanya apakah pasien pada saat ini
mengalami nyeri, pasien menjawab pasien merasakan
nyeri di area dada dengan skala 1 karena sudah
berkurang dari hari-hari sebelumnya yang mencapai
skala 3, nyeri saat ini dirasakan hilang timbul dan
tumpul dengan frekuensi yang tidak menentu. Pasien
masih bisa menahan nyeri karena sudah diberikan obat

oleh tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit


Harapan setelah menjalani perawatan : Saat pengkajian pasien mengatakan ingin
segera pulih dan dapat segera berkumpul

dengan keluarganya di rumah serta dapat


melakukan aktivitasnya sehari-hari
Perubahan yang dirasakan setelah sakit : Saat pengkajian pasien mengatakan perubahan
yang dialaminya setelah sakit adalah pasien
tidak dapat melakukan aktivitasnya, pasien
merasa sangat lemas dan mempunyai beban
3. Suasana hati

pikiran memikirkan keluarganya di rumah


: Saat pengkajian pasien mengatakan merasa gelisah dan tidak tennag
karena kondisinya saat ini dan terus saja memikirkan kondisinya saat

ini
4. Hubungan/komunikasi
a. Bicara

: Baik

[ ] jelas

bahasa utama : Indonesia

[V] relevan

bahasa daerah : Bali

[ ] mampu mengekspresikan
[ ] mampu mengerti orang lain
b. Tempat tinggal
[ ] sendiri
[V] bersama orang lain, yaitu anak dan istri
c. Kehidupan keluarga
1. adat istiadat yang dianut

: Bali

2. pembuatan keputusan dalam keluarga

: Pasien mengatakan dalam


pembuatan keputusan dilakukan
bersama

3. pola komunikasi

: Verbal

4. keuangan

: [ ] memadai
[V] kurang

d. Kesulitan dalam keluarga Tidak ada


[ ] hubungan dengan orang tua
[ ] hubungan dengan sanak keluarga
[ ] hubungan dengan suami/istri
5. Kebiasaan seksual
a. Gangguan hubungan seksual disebabkan kondisi sebagai berikut : Tidak ada
[ ] fertilitas
[ ] menstruasi
[ ] libido
[ ] kehamilan

[ ] ereksi

[ ] alat kontrasepsi

b. Pemahaman terhadap fungsi seksual : Pasien mengatakan memahami tentang


fungsi organ seksual
6. Pertahanan koping
a. Pengambilan keputusan
[ ] sendiri
[V] keluarga
b. Yang disukai tentang diri sendiri

: Saat pengkajian pasien mengatakan

sangat menyukasi dirinya sendiri karena periang serta suka bergurau dan juga
semanagatnya untuk melakukan sesuatu
c. Yang ingin dirubah dari kehidupan

: Saat pengkajian pasien mengatakan

yang ingin dirubah dari kehidupannya adalah mulai membiasakan diri untuk
hidup sehat seperti mengurangi rokok, dan mengurangi meminum rokok
d. Yang dilakukan jika sedang stress :
[V] pemecahan masalah

[ ] cari pertolongan

[ ] makan

[ ] makan obat

[V] tidur
[V] marah
7. Sistem nilai kepercayaan
a. Siapa atau apa yang menjadi sumber kekuatan : Ida Sang Hyang Widhi Wasa
b. Apakah Tuhan, Agama, Kepercayaan penting untuk anda :
[V] ya

[ ] tidak

c. Kegiatan Agama atau Kepercayaan yang dilakukan (macam dan frekuensi)


Sebutkan

: Sebelum sakit pasien mengatakan selalu mengikuti kegiatan

keagamaan dilingkungannya baik itu banjar maupun keluarga besar apabila


tidak ada halangan dan selalu menyempatkan diri untuk sembahyang sesuai
dengan agama yang dianut dengan frekuensi 1x sehari
d. Kegiatan Agama atau Kepercayaan yang ingin dilakukan selama di rumah
sakit
Sebutkan : Saat pengkajian pasien mengatakan selama di rumah sakit pasien
hanya mampu berdoa di dalam hati memohon untuk diberi kesembuhan,
pasien ingin dapat sembahyang ke padmasana yang ada di rumah sakit
V. Pengkajian Fisik
A. Vital Sign

Tekanan darah

: 110/70 mmHg

Suhu

: 360C

Nadi

: 100 x/menit

Pernafasan

: 22x/menit

B. Kesadaran

: Compos Mentis

GCS

: 15

Eye

:4

Motorik : 6
Verbal

:5

C. Keadaan umum :

Sakit/ nyeri

: 1. ringan

Status gizi

Skala nyeri

:1

Nyeri di daerah

: dada

: 1. gemuk
BB

Sikap

Personal hygiene

2. sedang

2. normal

3. berat

3. kurus

: 80 kg TB : 170 cm
: 1. tenang

: 1. bersih

2. gelisah

2. kotor

3. menahan nyeri

3. cukup bersih

D. Pemeriksaan Fisik Head To Toe


1.

Kepala

Bentuk

: 1. mesochepale
3. hidrochepale

2.

Lesi/ luka

2. mikrochepale
4. lain- lain

: Tidak ada

Rambut

Warna : Hitam keputihan

Kelainan

3.

: Tidak ada

Mata
Penglihatan

: 1. normal

2. kaca mata/ lensa

Sklera

: 1. ikterik

2. tidak ikterik

Konjungtiva

: 1. anemis

2. tidak anemis

Pupil

: 1. isokor

2.anisokor

Kelainan

: Tidak ada

Data tambahan

: Tidak ada

3. lain-lain.

3. midriasis

4. katarak

4.

Hidung

Penghidu

Sekret/ darah/ polip

Tarikan caping hidung: 1. ya

5.

1. normal

2. ada gangguan

: Tidak ada
2. Tidak

Telinga

Pendengaran

: 1. normal
4. tinnitus

6.

Skret/ cairan/ darah

2. kerusakan 3. tuli kanan/kiri


5. alat bantu dengar

6. lainnya

: 1. ada/tidak 2. bau..

3. warna

2. kering

4. pecah-pacah

Mulut Dan Gigi

Bibir : 1. lembab

Mulut dan tenggorokan: 1. normal 2. lesi

Gigi

7.

: 1. penuh/normal

3. cianosis

2. ompong

3. stomatitis
3. lain-lain..

Leher

Pembesaran tyroid

: 1. ya

2. tidak

Lesi

: 1. tidak

2. ya, di sebelah.

Nadi karotis

: 1. teraba

2. tidak

Pembesaran limfoid

: 1. ya

2. tidak

8.

Thorax

Jantung

: 1. nadi 100x/ menit,


2. kekuatan: kuat/ lemah
3. irama : teratur/ tidak
4. lain-lain.

Paru

1. frekwensi nafas

: teratur/ tidak

2. kwalitas

: normal/ dalam/ dangkal

3. suara nafas

: vesikuler/ ronchi/ wheezing

4. batuk

: ya/ tidak

5. sumbatan jalan nafas : sputum/ lendir/ darah/ ludah

9.

Retraksi dada : 1. ada

2. tidak ada

Abdomen

Peristaltik usus
Kembung

:1. ada;7 x/menit

2. tidak ada

3. hiperperistaltik

4. lain-lain

1. ya

2. tidak

Nyeri tekan

1. tidak

2. ya di kuadran../bagian.

Ascites

1. ada

2. tidak ada

10.

Genetalia

Pimosis

1. ya

2. tidak

Alat Bantu

1. ya

2. tidak

Kelainan

1. tidak

2. ya, berupa.

11.

Kulit

Turgor :

1. elastis

Laserasi

2. kering

1. luka

3. lain-lain

2. memar

3.lain-lain

di daerah..

Warna kulit

1. normal (putih/sawo matang/ hitam)


2. pucat

3. cianosis

4.ikterik

5. lain-lain.
12.

Ekstrimitas

Kekuatan otot :

ROM

333

333

333

333

1. penuh

2. terbatas

Hemiplegi/parese :

1. tidak

2. ya, kanan/kiri

Akral

1. hangat

2. dingin

Capillary refill time

Edema :

1. tidak ada

Lain-lain

: Tidak ada

1. < 3 detik

2. > 3 detik

2. ada di daerah kaki

13. Data pemeriksaan fisik neurologis


Tidak ada
VI. Data Penunjang
a. Pemeriksaan Penunjang; Laboratorium DLL
1) Hasil Pemeriksaan Darah Lengkap Tanggal 30 Januari 2016
Parameter
WBC
- NE %
- LY%
- MO%

Hasil
8.81
63.67
29.69
5

Satuan
10^3/l
%
%
%

Nilai Rujukan
4.10-11.00
47.0-80.0
13-40
2.0-11.0

Keterangan

- EO%
- BA%
- NE#
- LY#
- MO#
- EO#
- BA#
RBC
HGB
HCT
MCV
MCH
MCHC
RDW
MPV
PLT

0.77
0.87
5.61
2.62
0.44
0.07
0.08
5.67
15.44
51.42
90.76
27.25
30.03
15.89
185.8
7.07

%
%
10^3/l
10^3/l
10^3/l
10^3/l
10^3/l
10^3/l
g/dL
%
fL
g/dL
g/dL
%
10^3/l
fL

0.00-5.0
0.0-2.0
2.5-7.5
1.0-4.0
0.1-1.2
0.0-0.5
0.0-0.1
4.5-5.9
13.5-17.5
41.00-53.00
80.0-100.0
26.00-34.00
31-36
11.6-14.8
150-440
6.80-10.0

Rendah
Tinggi

2) Hasil Pemeriksaan Instalasi Laboratorium Patologi Klinik Tanggal 31 Januari 2016


Parameter
KIMIA KLINIK
Natrium (Na)
Kalium (K)
AGD
pH
pCO2
pO2
Beecf
HCO3SO2c
TCO2

Hasil
131
3.8
7.46
33
157
-0.3
23.5
99
24.5

Satuan

Nilai Rujukan

Keterangan

mmol/L
mmol/L

1.36-145
3.50-5.10

Rendah

mmHg
mmHg
mmol/L
mmol/L
%
mMol/L

7.35-7.45
35.00-45.00
80.00-100.0
-2-2
22.00-26.00
95%-100%
24.00-30.00

Tinggi
Rendah
Tinggi

3) Hasil Pemeriksaan Radiologi Thorax AP Tanggal 30 Januari 2016


Cor : kesan membesar ke kiri
Pulmo : tampak perselubungan di perihiler kaan kiri, Cephalisasi (+) kedua paru
Sinus pleura kanan kiri tajam
Diaphragma kanan kiri normal
Tulang-tulang : tidak tampak kelainan
Kesan :
Cardiomegaly
Edema paru

b. Program Terapi
Dalam pemberian terapi sebagai tenaga kesehatan khususnya perawat dalam
memberkan/membagikan terapi kepada pasien hendaknya melihat minimal 6B mulai
dari benar pasien, benar obat, benar dosis, benar cara/rute, benar waktu dan juga benar
dokumentasi. Dalam kasus ini, Tn.WS mendapatkan terapi :

Obat enteral
a) Spikonolacton 1x25 mg @24 jam
b) Asetosal 1x80 mg @24 jam
c) Simvastatin 1x20 mg @24 jam
d) Fluoxetin 1x10 mg @24 jam
e) Haloperidol 1x0,5 mg @24 jam
f) Captopril 3x12,5 mg @8 jam
g) Bisoprolol 1x2,5 mg @24 jam
h) Antasid sirup 3x15 ml @8 jam

Obat parenteral
a) Furosemide 3x20 mg @8 jam
b) Pantoprazole 1x40 mg @24 jam

B.

ANALISIS DATA

Data focus
Data Subyektif :

Masalah
ADHF

1. Pasien mengatakan nyeri


dada
2. Pasien

mengatakan

Kelainan otot jantung

jantungnya berdebar
3. Pasien mengatakan merasa
lemas dan lelah

Menurunnya kontraktilitas

Data Obyektif :
1. Pasien tampak lemas dan Perubahan frekuensi atau irama
pucat

jantung

2. Pasien tampak sesak


3. Terdapat suara tambahan
jantung (murmur)

Adanya suara tambahan

4. Vital sign
TD : 110/70 mmHg
N : 100x/menit
S

: 360C

RR : 22x/menit

Penurunan curah jantung

Analisis
Penurunan curah jantung

Data Subjektif

ADHF

1. Pasien mengatakan sesak

jalan nafas

2. Pasien mengatakan apabila


beraktivitas

akan

cepat

Cardiac output menurun

sesak
Data Objektif
1. Pasien tampak lemas
2. Frekuensi

nafas

Suplasi oksigen menurun


pasien

22x/menit
3. Irama

pernafasan

pasien

Ketidakefektifan

Metabolisme di paru menurun

tidak teratur
ATP yang dihasilkan menurun

Pasien merasa sesak dan mulai


tirah baring

Ketidakefektifan bersihan
jalan nafas

bersihan

Data Subjektif

ADHF

1. Pasien mengatakan tidak


mampu berjalan
2. Pasien mengatakan apabila
pasien

begerak

Cardiac Output menurun

akan

membuat pasien sesak


Data Objektif

Suplai darah jaringan menurun

1. Pasien tampak lemas


2. Pasien hanya berbaring di
tempat

tidur

sesekali

Metabolisme anaerob

menyempatkan diri untuk


duduk tetapi dengan hatihati

Asidosis metabolik

ATP menurun

Tenaga yang dimiliki sedikit

Intoleransi aktifitas

Intoleransi aktifitas

C.

DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PRIORITAS MASALAH


1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan frekuensi jantung ditandai
dengan pasien mengatakan nyeri dada, pasien mengatakan jantungnya berdebar,
pasien mengatakan merasa lemas dan lelah. Pasien tampak lemas dan pucat. Pasien
tampak sesak, terdapat suara tambahan jantung (murmur), TD : 110/70 mmHg, N
: 100x/menit, S : 360C, RR : 22x/menit
2. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan perubahan irama nafas
ditandai dengan pasien mengatakan sesak, pasien mengatakan apabila beraktivitas
akan cepat sesak. Pasien tampak lemas, frekuensi nafas pasien 22x/menit, irama
pernafasan pasien tidak teratur.
3. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan
kebutuhan oksigen ditandai dengan pasien mengatakan tidak mampu berjalan,
pasien mengatakan apabila pasien begerak akan membuat pasien sesak. Pasien
tampak lemas, pasien hanya berbaring di tempat tidur sesekali menyempatkan diri
untuk duduk tetapi dengan hati-hati

D.
NO
1

PERENCANAAN
RENCANA KEPERAWATAN
TUJUAN
INTERVENSI
RASIONAL
curah Setelah
diberikan 1. Kaji KU pasien 1. Mengetahui

DIAGNOSA
Penurunan

jantung berhubungan asuhan

keperawatan

secara

perkembangan

dengan

2x24

komprehensif

pasien

perubahan selama

jam

frekuensi

jantung diharapkan frekuensi

2. Observasi

ditandai

dengan jantung pasien dapat

adanya

pasien

mengatakan berkurang

dengan

nyeri dada, pasien kriteria hasil :


mengatakan

pasien

pasien

dari

mengatakan

berkurang

toleransi

apakah

pasien

aktivitas pasien

mampu

untuk

aktifitasnya

80xmenit

terdapat

3. Mengetahui

60-

lelah. Pasien tampak

pucat. 2. Tanda-tanda

Pasien tampak sesak,

kondisi pasien

melakukan

menjadi

dan

dada pasien

perkembangan

110x/menit

merasa lemas dan


lemas

nyeri

3. Monitor

1. Frekuensi jantung

jantungnya berdebar,

2. Mengetahui

4. Atur
vital

normal

suara 3. Dapat mentoleransi

periode 4. Mengetahui

latihan
istirahat

dan
untuk

menghindari

perkembangan
dari
aktifitas

setiap
yang

tambahan

jantung

aktivitas, tidak ada

dilakukan

(murmur), TD

110/70 mmHg, N

tentang apa itu

pasien

100x/menit, S

jantung,

pemahaman

360C,

nya

RR

kelelahan

kelelahan
5. Berikan

22x/menit

HE 5. Memberikan
fungsi
serta

tentang

pemahaman

kondisinya saat

tentang penyakit

ini

yang dideritanya
6. Delegatif dalam 6. Memperbaiki
2

Ketidakefektifan

pemberian terapi
1. Kaji KU pasien

kondisi pasien
1. Mengetahui

Setelah

diberikan

bersihan jalan nafas asuhan

keperawatan

secara

perkembangan

berhubungan dengan selama

2x24

komprehensif

pasien

perubahan

irama diharapkan

nafas

ditandai jalan

bersihan

nafas

dengan

pasien teratasi

mengatakan

sesak, kriteria hasil :

pasien

jam

2. Berikan O2

2. Untuk

dapat

mengurangi

dengan

sesak

pasien

dan

mengatakan 1. Mampu

mendapatkan

apabila beraktivitas

mengeluarkan

kebutuhan

akan

sputum

oksigen

cepat

Pasien
lemas,

sesak.

tampak 2. Mampu

3. Latih

pasien

3. Mempermudah
pengeluaran

frekuensi

menunjukkan jalan

dengan

batuk

nafas

pasien

nafas yang yang

efektif

dan

22x/menit,

irama

sesuai

teknik relaksasi

kenyamanan

pernafasan

pasien 3. Mampu

nafas dalam

saat

tidak teratur.

sekret

dan
menarik

mengidentifikasi

dan

dan

mengeluarkan

mencegah

faktor yang dapat


menghambat jalan
nafas

nafas
4. Berikan

posisi

4. Memberikan

semi

posisi

yang

fowler/fowler

nyaman kepada
pasien

5. Delegatif dalam
pemberian terapi

5. Memperbaiki
kondisi pasien

Intoleransi

aktifitas Setelah

diberikan

berhubungan dengan asuhan

keperawatan

secara

perkembangan

ketidakseimbangan

2x24

komprehensif

pasien

antara

suplai

dan diharapkan

aktifitas

2. Bantu

meningkat

untuk

mengetahui

mengidentifikasi

seberapa

aktivitas

kemampuan

oksigen pasien

ditandai

dengan dengan kriteria hasil :


mengatakan 1. Tanda-tanda

tidak
berjalan,

mampu

vital

normal

pasien 2. Mampu melakukan

mengatakan apabila

aktivitas

sehari-

pasien begerak akan

hari

dengan

membuat

mandiri

pasien

klien 2. Untuk

yang

mampu

pasien

dalam

dilakukan

melakukan
aktifitasnya

3. Latih

pasien 3. Untuk

untuk

mengetahui

sesak. Pasien tampak 3. Mampu berpindah

melakukan

seberapa

lemas, pasien hanya

dengan atau tanpa

aktifitas

berbaring di tempat

bantuan alat

dengan

pasien

kemampuan

melakukan

pasien

aktifitasnya

tidur

sesekali

menyempatkan

diri

untuk duduk tetapi


dengan hati-hati.

NO

jam

kebutuhan
pasien

E.

selama

1. Kaji KU pasien 1. Mengetahui

sesuai

kemampuan
dalam

4. Delegatif dalam 4. Memperbaiki


pemberian terapi

kondisi pasien

PELAKSANAAN
TGL

NO

IMPLEMENTASI

RESPON

PARAF

JAM
Senin, 01

DX

Feb 2016,
Pukul
19.30

Mengkaji KU pasien secara DS :

Wita

komprehensif

Pasien
mengatakan
lemas

dan

sedikit

gelisah.

Pasien
mengatakan
sesaknya masih
terasa

tetapi

tidak

sehebat

seperti
pertama

hari
pasien

datang ke rumah
sakit
DO :
TD

110/70

mmHg
N : 100x/menit
S : 360C
RR : 22x/menit
19.45

Mengobservasi adanya nyeri DS :

Wita

dada pasien

Pasien

tampak

sedikit menahan
nyeri

dan

memegang area
nyeri.

Pasien

tampak

sedikit

gelisah
DO :

Skala nyeri 1,
skala

nyeri

sudah berkurang
dari

hari

pertama

pasien

masuk ke rumah
sakit

dengan

skala nyeri 3.
Saat ini nyeri
dirasakan hilang
timbul

dengan

frekuensi

yang

tidak menentu
20.00

Memberikan

Wita

fowler/fowler

posisi semi

DS :
Pasien
mengatakan
nyaman dengan
posisinya

saat

ini
DO :
Pasien

tampak

tenang dan tidak


gelisah. Pasien
tampak berhatihati

untuk

melakukan
perpindahan
posisi

untuk

meminimalisir
sesaknya
20.05
Wita

Memonitoring tetesan infus

kambuh lagi
Infuse
yang
terpasang

adalah

NaCl

500 ml dengan
tetesan

infus

yang diberikan
adalah 8 tetes
20.45

Mengatur periode latihan dan

per menit
DS:

Wita

istirahat untuk menghindari

Pasien ditemani

kelelahan

dengan
keluarganya
tampak antusias
untuk kegiatan
ini
DO :
Pasien

tampak

tenang

dan

mengikuti
semua instruksi
22.00

Memberikan terapi/injeksi

yang diberikan
Pasien

Wita

Simvastatin 1x20 mg @24

kooperatif,

jam (oral)

terapi/injeksi
masuk,

24.00

Memberikan terapi/injeksi

ada alergi
Pasien

Wita

Captopril 3x12,5 mg @8jam

kooperatif,

tidak

terapi/injeksi
masuk,

tidak

ada alergi
2

Selasa, 02
Feb 2016,
Pukul
02.00

Memberikan terapi/injeksi

Pasien

Wita

Furosemide @8 jam

kooperatif,
terapi/injeksi

masuk, tidak ada


05.00

alergi
Mengkaji KU pasien secara DS :

Wita

komprehensif

Pasien
mengatakan
lemas

dan

sedikit

gelisah.

Pasien
mengatakan
sesaknya sudah
mulai berkurang
dan

hanya

merasakan sesak
sesekali

saja

tetapi

pasien

masih

bisa

mengatasinya
dengan
perubahan posisi
DO :
TD

110/70

mmHg
N : 80x/menit
S : 36,60C
RR : 20x/menit
07.00

Membantu

untuk DS :

Wita

memandikan

pasien Pasien

(mengelap tubuh pasien)

mengatakan
tubuhnya sudah
mulai bersih dan
tercium
wangi

bau
tidak

seperti di hari

pertama

pasien

masuk ke rumah
sakit
DO :
Pasien

tampak

segar. Tubuhnya
bersih

dan

tercium

bau

07.30

Memberikan terapi/injeksi

wangi
Pasien

Wita

Novorapid

kooperatif,

Bisoprolol 2,5 mg@24 jam

terapi/injeksi

Captopril 3x12,5 mg @8 jam

masuk, tidak ada

08.00

Membantu

Wita

mengidentifikasi

alergi
untuk DS :

klien

aktivitas Pasien

yang mampu dilakukan

mengatakan
untuk saat ini
pasien

bisa

makan

dan

minum sendiri,
tetapi

untuk

pergi ke kamar
mandi

perlu

dibantu

oleh

istrinya

untuk

dipapah karena
kaki

pasien

masih lemas
DO :
Pasien

mau

mnegikuti
arahan
diberikan,

yang

pasien

mau

menjawab
pertanyaan yang
diberikan.
Pasien

tampak

bisa makan dan


minum sendiri,
tetapi

memang

benar untuk ke
kamar

mandi

pasien

perlu

10.00

untuk dipapah
Memberikan HE tentang apa DS :

Wita

itu jantung, fungsi nya serta Pasien ditemani


pemahaman tentang penyakit oleh
yang dideritanya

keluarga

tampak antusias
mendengarkan
penjelasan yang
diberikan

dan

sesekali
bertanya seperti
bagaimana cara
untuk
mengetahui
bahwa
seseorang

itu

terkena penyakit
jantung

dan

bagaimana cara
mengatasinya
DO :
Pasien
mendengarkan
dengan seksama

tentang HE yang
10.10

Memberikan terapi/injeksi

diberikan
Pasien

Wita

Furosemide @8 jam

kooperatif,

Pantoprazole 1x40 mg @24 injeksi

masuk,

12.30

jam
Memberikan terapi/injeksi

tidak ada alergi


Pasien

Wita

Novorapid

kooperatif,
injeksi

masuk,

13.30

tidak ada alergi


Mengkaji KU pasien secara DS :

Wita

komprehensif

Pasien
mengatakan
sesaknya mulai
kambuh, pasien
ingin diberikan
oksigen
DO :
TD

100/70

mmHg
S : 36,40C
N : 80x/menit
13.45

Memberikan O2

Wita

Rr : 22x/menit
DS :
Pasien

tampak

nyaman,
sesaknya
terkontrol
DO :
Pasien

tampak

tenang dan tidak


14.15
Wita

Memonitoring tetesan infus

gelisah lagi
Infuse
yang
terpasang

adalah

NaCl

500 ml dengan
tetesan

infus

yang diberikan
adalah 8 tetes
15.00

per menit
Melatih pasien dengan batuk DS :

Wita

efektif dan teknik relaksasi Pasien


nafas dalam

tampak

antusias dengan
penjelasan yang
diberikan

serta

tampak antusias
juga

untuk

mengikuti
instruksi

yang

diberikan
DO :
Pasien antusias
untuk mengikuti
instruksi

yang

16.00

Memberikan terapi/injeksi

diberikan
Pasien

Wita

Captopril 3x12,5 mg @8 jam

kooperatif,
injeksi

masuk,

18.15

Memberikan terapi/injeksi

tidak ada alergi


Pasien

Wita

Novorapid

kooperatif,

Furosemide @8 jam

injeksi

masuk,

19.30

tidak ada alergi


Mengkaji KU pasien secara DS :

Wita

komprehensif

Pasien
mengatakan
sesaknya mulai
berkurang,
tampak lemas

DO :
Pasien

tidak

gelisah lagi
TD

100/70

mmHg
S : 36,50C
N : 80x/menit
20.00

Memberikan

Wita

fowler/fowler

posisi semi

Rr : 20x/menit
DS :
Pasien
mengatakan
nyaman dengan
posisinya

saat

ini
DO :
Pasien

tampak

tenang dan tidak


gelisah. Pasien
tampak berhatihati

untuk

melakukan
perpindahan
posisi

untuk

meminimalisir
sesaknya
20.30

Memberikan

HE

Wita

kondisinya saat ini

tentang

kambuh lagi
DS :
Pasien

tampak

antusias
mendengarkan
DO :
Pasien
mengikuti
semua instruksi

yang diberikan
Pasien

22.00

Memberikan terapi/injeksi

Wita

Simvastatin 1x20 mg @24 kooperatif,


jam

injeksi

24.00

Memberikan terapi/injeksi

tidak ada alergi


Pasien

Wita

Captopril 3x12,5 mg @8jam

kooperatif,
injeksi

masuk,

masuk,

tidak ada alergi

Rabu, 03
Februari
2016,
Pukul
02.00

Memberikan terapi/injeksi

Pasien

Wita

Furosemide @8 jam

kooperatif,
injeksi

masuk,

06.00

tidak ada alergi


Mengkaji KU pasien secara DS :

Wita

komprehensif

Pasien
mengatakan
lemasnya sudah
berkurang.
Pasien
mengatakan
sesaknya

juga

sudah berkurang
dan pasien bisa
mengontrol
sesaknya dengan
melakukan
perubahan posisi

DO :
TD

100/60

mmHg
N : 80x/menit
S : 360C
RR : 20x/menit
07.30

Memberikan terapi/injeksi

Pasien

Wita

Novorapid

kooperatif,

Bisoprolol 2,5 mg@24 jam

injeksi

Captopril 3x12,5 mg @8 jam

tidak ada alergi

masuk,

Spikonolacton 25 mg @24
10.15

jam
Memberikan terapi/injeksi

Pasien

Wita

Furosemide @8 jam

kooperatif,

Pantoprazole 1x40 mg @24 injeksi

masuk,

12.30

jam
Memberikan terapi/injeksi

tidak ada alergi


Pasien

Wita

Novorapid

kooperatif,
injeksi

masuk,

14.15

tidak ada alergi


Memonitor toleransi aktivitas DS :

Wita

pasien

Pasien
mengatakan
sudah bisa ke
kamar

mandi

tanpa

dipapah

lagi,

kakinya

sudah

tidak

lemas lagi
DO :
Terlihat

bahwa

pasien

sudah

bisa

duduk

sendiri,

berdiri

juga sudah bisa


16.00

Memberikan terapi/injeksi

sendiri
Pasien

Wita

Furosemide @8 jam

kooperatif,

Captopril 3x12,5 mg @8 jam

injeksi

masuk,

19.00

tidak ada alergi


Mengkaji KU pasien secara DS :

Wita

komprehensif

Pasien
mengatakan
kondisinya saat
ini sdah mulai
membaik.
Sesaknya
dirasakan
kadang-kadang
tetapi

tidak

begitu

berat.

Jantungnya juga
sudah

mulai

tidak berdebardebar

lagi.

Tampak

pasien

segar dan tidak


gelisah lagi
DO :
Pasien

tenang

dan tidak gelisah


lagi,

pasien

tidak
menggunakan
oksigen lagi
TD

100/70

mmHg
N : 80x/menit

S : 36,50C
RR : 20x/menit

F.

EVALUASI

No

Tgl / jam

03 Februari 2016

Catatan Perkembangan
S

: Pasien mengatakan nyeri di dada nya sudah

Pukul 20.00 Wita

berkurang sejak hari pertama pengakajian,


debar jantung nya juga sudah tidak diarasakan
lagi. Denyut nadinya juga mulai normal
kembali
O : Pasien tampak lebih tenang dan tidak gelisah
TD : 100/70 mmHg
N : 80x/menit
S : 36,50C
RR : 20x/menit
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan kondisi pasien

Pukul 20.05 Wita

S : Pasien mengatakan sesaknya sudah berkurang,


sudah mampu untuk merubah posisi dengan
hati-hati sehingga tidak menyebabkan sesaknya
bertambah
O : Pasien tampak tenang
TD : 100/70 mmHg
N : 80x/menit
S

: 36,50C

Paraf

RR : 20x/menit
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan kondisi pasien

Pukul 20.15 Wita

S : Pasien mengatakan sudah mampu berpindah dan


bergerak posisi, sudah mampu melakukan
aktivitas seperti makan dan duduk sendiri
walaupun terkadang masih dibantu
O : Pasien tampak lebih tenang
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi